Anda di halaman 1dari 2

SIDANG UMUM

Hak peserta penuh :

 Hak Bicara,
 Hak Suara,
 Hak Memilih,
 Hak Dipilih,
 Kewajiban peserta penuh :
o Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
o Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan

Quorum dan Pengambilan Keputusan

 Persidangan dinyatakan syah/quorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ + 1 dari peserta yang
terdaftar pada Panitia (bisa juga ditentukan melalui konsensus)
 Setiap keputusan didasarkan atas musyawarah untuk mufakat, dan jika tidak berhasil diambil melalui
suara terbanyak (½ + 1) dari peserta yang hadir di persidangan
 Bila dalam pengambilan keputusan melalui suara terbanyak terjadi suara seimbang, maka dilakukan
lobbying sebelum dilakukan pemungutan suara ulang

Quorum dan Pengambilan Keputusan

 Persidangan dinyatakan syah/quorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ + 1 dari peserta yang
terdaftar pada Panitia (bisa juga ditentukan melalui konsensus)
 Setiap keputusan didasarkan atas musyawarah untuk mufakat, dan jika tidak berhasil diambil melalui
suara terbanyak (½ + 1) dari peserta yang hadir di persidangan
 Bila dalam pengambilan keputusan melalui suara terbanyak terjadi suara seimbang, maka dilakukan
lobbying sebelum dilakukan pemungutan suara ulang

Istilah-istilah dalam persidangan

 Pending, yaitu menghentikan sidang sejenak dikarenakan terdapat kendala tekhnis atau prinsip
 Skorsing adalah penundaan acara sidang untuk sementara waktu atau dalam waktu tertentu
pada waktu sidang berlangsung
 Lobbying adalah penentuan jalan tengah atas konflik dengan skorsing waktu untuk
menyatukan pandangan melalui obrolan antara dua pihak atau lebih yang bersebrangan secara
informal.
 Interupsi adalah memotong pembicaraan, ditempuh dengan menggunakan kata “interupsi”
yang pada hakekatnya meminta kesepakatan untuk berbicara.
 Pencerahan, yaitu upaya peserta sidang untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara peserta
sidang yang lain.
 Voting, yaitu proses pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak setelah jalan musyawarah
mengalami kebuntuan.
 Deadlock, adalah kondisi dimana musyawarah tidak menemukan kata sepakat.
 Konsideran, yaitu proses menimbang dalam menetapkan putusan sidang.
 PK/Peninjauan Kemballi, yaitu me-review keputusan yang telah disepakati untuk melakukan perbaikan
atau perubahan
Macam-macam interupsi

 Interupsi point of order : meminta kesempatan untuk bicara atau dipergunakan untuk
memotong pembicaraan yang dianggap menyimpang dari masalah.
 Interupsi point of information : memberikan atau meminta penjelasan atas apa yang telah
disampaikan
 Interupsi point of clarification : meluruskan permasalahan agar penyimpangan tidak semakin
menajam
 Interupsi point of prevelage : tidak setuju atas pemojokan, penyinggungan persoalan pribadi.
 Interupsi point of Justification, merupakan interupsi yang digunakan untuk menguatkan pendapat
sebelumnya.
 Interupsi point of Solution, merupakan interupsi yang digunakan jika peserta sidang ingin menyampaikan
atau menawarkan suatu solusi.
 Interupsi point of Question, merupakan interupsi yang digunakan ntuk mengajuan pertanyaan.

Aturan Ketukan Palu dan kondisi-kondisi lain :

 1 kali ketukan
o Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang.
o Mengesahkan keputusan/kesepakatan peserta sidang poin per poin (keputusan sementara).
o Menskors dan mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama (biasanya skor
1X??menit, dll) sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.
o Mencabut kembali / membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru.

 2 kali ketukan
o Untuk menskorsing atau mencabut skorsing dalam waktu yang cukup lama (biasanya 2 X ??
menit), misalnya istirahat, lobying, sembahyang,makan.
o Skorsing ialah penundaan persidangan untuk sementara waktu.
o Lobying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam
pengambilan keputusan

 3 kali ketukan
o Membuka/menutup sidang atau acara resmi.
o Mengesahkan keputusan final /akhir hasil sidang
 Ketukan berulang kali
o Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.