Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

GENETIKA

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Genetika

“ MATERI GENETIK ”

Kelompok 2 :

Cybillita Tielung ( 17 507 027 )


Mutiara Livie Hamin ( 17 507 001 )
Desti Febriani ( 17 507 043 )
Marchelia Siregar ( 17 507 033 )
Marchelina W.F Bujung ( 17 507 041 )
Gabi Sumigar ( 17 507 124 )

Dosen Pengampuh : Dr. Aser Yalindua, MP & Verawati I.Y. Roring, SIK, M.Sc

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BIOLOGI

2019
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia-Nya, sehingga makalah yang berjudul tentang “Materi Genetik” ini
dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini membahas tentang transkripsi,
translasi, kode genetik, modifikasi pasca transkripsi, dan One Gen One Enzim
Hipotesis.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kami
menyadari dalam penulisan makalah ini ada banyak kesalahan, untuk itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki kesalahan yang ada.
Sekian dan terima kasih.

Tondano, 9 April 2019

Kelompok 2

I
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................................. ii

Bab I. Pendahuluan............................................................................................. 1

A. Latar Belakang .............................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ......................................................................... 2
C. Tujuan ........................................................................................... 2

Bab II. Pembahasan ............................................................................................ 3

A. Transkripsi ......................................................................................... 3
B. Translasi ............................................................................................. 6
C. Kode Genetik ...................................................................................... 10
D. Modifikasi Pasca Transkripsi .............................................................. 14
E. One Gene One Enzyme Hypotesis ...................................................... 18

Bab III. Penutup .................................................................................................. 20

A. Kesimpulan ................................................................................... 20
B. Saran .............................................................................................. 21

Daftar Pustaka ..................................................................................................... 22

II
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Materi genetik merupakan komponen yang sangat penting pada saat terjadinya
reproduksi sel baik reproduksi sel somatik maupun reproduksi sel kelamin. Dengan
adanya materi genetik yang diturunkan pada saat terjadinya reproduksi sel maka
kelestarian suatu jenis dapat dipertahankan. Karenanya dalam reproduksi sel, yang
pertama dilakukan adalah memperbanyak informasi genetik atau reproduksi materi
genetic melalui replikasi.

Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat keturunan. Keturunan adalah


proses biologis dimana orangtua atau induk mewariskan gen kepada anaknya atau ket
urunannya. Genetika adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada
organisme maupun sub organisme (seperti virus dan prion). Secara singkat dapat juga
dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Dalam
biologi, ilmu genetika mempelajari gen, pewarisan sifat, dan keanekaragaman
organisme hidup.

Genetika dapat diaplikasikan dalam berbagai studi tentang kehidupan seperti


bacteria, plantae, animalia, dan manusia. Dalam kaitannya dengan genetika,
DNAyang terdapat dalam kromosom memiliki peran/ kontribusi yang amat penting.
DNA adalah bahan genetik mendasar yang mengontrol sifat-sifat makhluk hidup,
terekspresikan dalam bentuk polipeptida, meskipun tidak seluruhnya adalah protein
(dapat diekspresikan sebagai RNA yang memiliki reaksi katalitik, seperti SNRPs).
Francis Crick menjelaskan aliran informasi yang dibawa oleh DNA dalam rangkaian
The Central Dogma, yang berbunyi: Aliran informasi DNA dapat diterukan ke sel-
selmaupun individu lainnya dengan replikasi, dapat diekspresikan menjadi suatu
sinyal perantara dalam bentuk RNA, yang kemudian dapat ditranslasikan menjadi
polipeptida, unit pembangun suatu fenotipe dari organisme yang ada.

1
Berdasarkan informasi tersebut, maka pada makalah ini akan dibahas mengenai
materi genetika berupa kromosom, gen, asam nukleat (DNA dan RNA), serta
bagaimana gen dapat diekspresikan.

B. Rumusan Masalah
Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan transkripsi dan bagaimana prosesnya?
2. Apa yang dimaksud dengan translasi dan bagaimana prosesnya?
3. Apa saja yang termasuk dalam kode genetik?
4. Bagaimana mekanisme modifikasi pasca transkripsi?
5. Bagaimana mekanisme terbentuk one gene one enzyme hypotesis?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulis dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Mendefinisiskan dan menjelaskan proses transkripsi.
2. Mendefinisikan dan menjelaskan proses translasi.
3. Menyebutkan macam-macam kode genetik.
4. Menjelaskan mekanisme modifikasi pasca transkripsi.
5. Menjelaskan mekanisme terbentuknya one gene one enzyme hyoptesis.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Transkripsi

Dalam genetika, transkripsi (bahasa Inggris: transcription) adalah


pembuatan RNA terutama mRNA dengan menyalin sebagian berkas DNA oleh
enzim RNA polimerase. Transkripsi merupakan bagian dari rangkaian ekspresi
genetik. Pengertian asli "transkripsi" adalah alih aksara atau penyalinan. Di sini,
yang dimaksud adalah mengubah "teks" DNA menjadi RNA. Sebenarnya, yang
berubah hanyalah basa nitrogen timina di DNA yang pada RNA digantikan
oleh urasil.

Transkripsi merupakan tahap pertama dari proses sintesis protein yang


nantinya dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu translasi. Protein yang dihasilkan
dalam proses ini akan berperan sebagai enzim, hormon, maupun, komponen sel
yang penting bagi kelangsungan hidup organisme.
Proses transkripsi membutuhkan bantuan dari enzim yang disebut RNA
polimerase. Enzim ini berfungsi ntuk membuka rantai ganda DNA dan
membentuk rantai RNA dari cetakan (template) DNA yang ingin diterjemahkan.
Proses transkripsi dapat dibagi menjadi 3 langkah yaitu: inisiasi, elongasi, dan
terminasi.

Transkripsi pada prokariota dan eukariota memiliki sedikit perbedaan, hal


ini karena perbedaan dalam komplekstitas DNA tersebut. DNA prokariota lebih
pendek dan sederhana, sedangkan DNA eukariota sangat panjang dan dikemas
sedemikian rupa dengan berbagai macam protein seperti histon.

1. Transkripsi pada prokariota

Prokariota merupakan organisme sel tunggal yang belum memiliki


membran inti dan organel bermembran. Anggota dari kelompok ini adalah bakteri
dan ganggang hijau biru. Mereka memiliki DNA inti yang tidak terbungkus

3
membran nukleus dan juga terdapat DNA sitoplasma dalam bentuk plasmid.
Setiap gen pada DNA prokariota selalu diawali dengan promoter dan di akhiri
dengan terminator. Jadi strukturnya adalah sebagai berikut: promoter-gen-
terminator. Promotor dan terminator juga merupakan basa nukleotda namun
bukan bagian yang akan diterjemahkan menjadi RNA.

Transkripsi pada prokariota

Transkripsi bakteri dimulai ketika enzim RNA polimerase menempel pada


bagian promoter, hal ini menjadi penanda bahwa proses transkripsi akan segera
dimulai. RNA polimerase akan membuka rantai ganda DNA dan memungkinkan
terciptanya RNA dari salah satu rantai DNA yang digunakan sebagai cetakan.
Tahap ini disebut dengan inisiasi.
Setelah itu RNA polimerase akan menggabungkan nukleotida bebas
menjadi rantai RNA yang sesuai dengan cetakan. RNA polimerase akan bergerak
sepanjang gen yang akan dicetak hingga proses pembentukan RNA selesai. Proses
pembentukan RNA sepanjang cetakan DNA ini disebut dengan tahap elongasi.
Setelah RNA terbentuk sempurna, RNA polimerase akan sampai pada
bagian terminator yang menandai berakhirnya proses transkripsi. RNA akan
terlepas dan diikuti RNA polimerase yang juga akan melepaskan diri dari DNA
tersebut. Tahap ini disebut dengan terminasi.

4
2. Transkripsi pada eukariota
Eukariota adalah organisme selain bakteri dan ganggang hijau biru.
Eukariota memiliki struktur DNA yang kompleks karena sangat panjang dan
dikemas sedemikian rupa dalam sel. RNA polimerase pada eukariota tidak bisa
bekerja sendiri, enzim ini harus dibantu oleh protein khusus yang disebut oleh
satu atau beberapa faktor tanskripsi.

Transkripsi pada eukariota

Tahap inisiasi diawali dengan menempelnya faktor transkripsi pada


promoter. Hal ini akan memicu menempelnya RNA polimerase pada promoter,
menempelnya faktor transkripsi dan RNA polimerase pada promoter akan
membentuk kesatuan yang disebut kompleks inisiasi transkripsi. RNA polimerase
akan membuka rantai ganda DNA sehingga proses pembentukan RNA dapat
berlangsung.
Proses elongasi pada eukariota sama dengan yang terjadi pada prokariota,
dimana ada sebuah rantai DNA yang menjadi cetakan bagi terbentuknya RNA.
RNA akan dibuat sepanjang cetakan tersebut oleh RNA polimerase.
Proses terminasi terjadi ketika RNA polimerase sampai pada akhir gen
dimana akan tergentuk urutan nukleotida AAUAAA di akhir RNA. Setelah itu
suatu enzim akan memotong sepanjang 10-35 nukleotida dari AAUAAA sehingga
RNA tersebut lepas. RNA polimerase dan faktor transkripsi-pun terlepas.

Transkripsi pada prokariota maupun eukariota akan menghasilkan mRNA,


tRNA, mupun rRNA tergantung gen mana yang ditranskripsikan. Hanya saja

5
khusus untuk mRNA akan menjalani proses selanjutnya berupa translasi agar
dapat menghasilkan protein.
Rantai DNA yang digunakan sebagai cetakan RNA disebut template atau
antisense, sedangkan rantai yang tidak digunakan sebagai cetakan disebut sense.
RNA terbentuk dari ujung 5’ menuju ujung 3’ dan pada eukariota kecepatan
transkripsi sekitar 40 nukleotida per detik. Pada RNA terdapat basa nitogen urasil
yang menggantikan posisi timin. Pada DNA, basa adenin akan berpasangan
dengan timin, namun saat membentuk RNA adenin akan menjadi cetakan bagi
urasil.

B. Translasi

Translasi dalam genetika dan biologi molekular adalah proses


penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi
rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein.
Transkripsi dan Translasi merupakan dua proses utama yang menghubungkan gen
ke protein. Translasi hanya terjadi pada molekul mRNA,
sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Molekul mRNA yang merupakan
salinan urutan DNA menyusun suatu gen dalam bentuk kerangka baca
terbuka. mRNA membawa informasi urutan asam amino.

Transalasi merupakan proses penerjemahan urutan nukleotida pada mRNA


untuk menghasilkan protein. mRNA dihasilkan melalui proses transkripsi dalam
nukleus, kemudian akan dikeluarkan menuju sitoplasma untuk menjalani translasi
(pada eukariota). Protein yang dihasilkan dalam translasi dapat digunakan sebagai
bahan pembangun tubuh, protein enzim, maupun protein hormon.

mRNA tersusun atas urutan nukleotida yang setiap 3 nukleotida


penyusunnya disebut dengan kodon. Misalnya UUA GCG AUC AAA, kelompok
3 nukleotida tersebut disebut dengan kodon. Setiap kodon ini akan berpasangan
dengan antikodon dalam tRNA. Antikodon memiliki urutan nukleotida yang dapat

6
berpasangan dengan kodon, misalnya kodon AUG akan berpasangan dengan
antikodon UAC.

Translasi terjadi dengan bantuan ribosom dan tRNA. Ribosom adalah


organel sel yang terbentuk dari protein dan rRNA, yang tersusun atas subunit
kecil dan subunit besar. Subunit kecil dan besar ini akan menyatu menjadi
ribosom fungsional saat proses translasi berlangsung. tRNA adalah jenis RNA
yang memiliki antikodon yang akan berpasangan dengan kodon dalam mRNA.
Setiap molekul tRNA membawa asam amino yang nantinya akan digabungkan
menjadi protein (polipeptida) tertentu. tRNA merupakan rangkaian nukleotida
rantai tunggal yang memiliki bentuk seperti daun semanggi.

Proses translasi berlangsung melalui 3 tahap yaitu inisiasi, elongasi, dan


terminasi. Berikut ini adalah penjelasan singkat untuk ketiga proses tersebut.

1) Inisiasi translasi

Inisiasi diawali dengan menempelnya ribosom subunit kecil pada mRNA.


Pada ribosom terdapat 3 ruang yaitu E, P, dan A. Ribosom subunit kecil akan
menempel pada mRNA dengan bagian P tepat pada kodon start (AUG) dari
mRNA. Kemudian datang tRNA yang memiliki antikodon UAC yang akan
berpasangan dengan kodon AUG pada mRNA. tRNA ini membawa serta aam
amino metionin yang merupakan asam amino pertama untuk translasi.

Inisiasi translasi

7
Berikutnya akan datang ribosom subunit besar yang menyatu dengan
ribosom kecil tadi sehingga terbentuk kompleks ribosom aktif yang dapat bekerja
menghasilkan protein. Subunit yang telah menyatu akan menempatkan tRNA
tepat di ruang P pada ribosom aktif tersebut.

2) Elongasi translasi
Elongasi terminasi merupakan proses penambahan asam amino baru
terhadap rantai asam amino yang telah sebelumnya terbentuk. Ini diawali dengan
datangnya tRNA yang memiliki antikodon yang bersesuaian dengan kodon dalam
ruang A ribosom. tRNA tersebut juga datang dengan membawa asam amino
tertentu yang sesuai dengan kodon pada mRNA.

Elongasi translasi

tRNA akan masuk ruang A, kemudian asam amino yang telah sebelumnya
terbentuk (di ruang P)akan disambungkan/ diikatkan dengan asam amino pada
tRNA yang baru datang (di ruang A). Hal ini menyebabkan tRNA dalam ruang P
kehilangan asam mino sedangkan dalam ruang A asam aminonya semakin
panjang. Setelah itu ribosom akan bergeser menuju kodon berikutnya sehingga

8
tRNA yang tadinya berada dalam ruang P berpindah menuju ruang E, dan tRNA
dalam ruang A berpindah menuju ruang P.
tRNA yang telah kehilangan asam amino dan sekarang berada di ruang E
akan dikeluarkan dari kompleks ribosom. Dan ruang A yang telah kosong
memungkinkan datangnya tRNA baru yang bersesuaian dengan kodon dalam
ruang tersebut. Proses ini akan terus berulang sepanjang rantai mRNA hingga
semua kodon diterjemahkan menjadi urutan asam amino.

3) Terminasi translasi
Terminasi atau akhir dari translasi terjadi saat ruang A sampai pada kodon
stop atau kodon akhir. Kodon ini tidak akan memanggil tRNA tertentu, tapi akan
mengaktifkan faktor pelepas yang menyebabkan ditambahkannya molekul air
pada rantai asam amino yang telah terbentuk. Penambahan molekul air ini
menyebabkan rantai asam amino lepas dari ribosom dan siap dimodifikasi
sehingga menjadi protein yang fungsional.

Terminasi translasi

Setelah itu kompleks ribosom dan mRNA akan terpisah dan proses
translasi berakhir. Ribosom subunit kecil, subunit besar, dan mRNA akan
berpisah sebagai akhir dari proses translasi. mRNA tersebut dapat mengalami
translasi berulang kali oleh banyak ribosom yang berbeda.

Translasi pada prokariota dan eukariota memiliki langkah dan dasar yang
hampir serupa. Proses ini berlangsung dari ujung 5’ menuju ujung 3’, jadi intinya

9
kodon start berada di ujung 5’ sedangkan kodon stop berada di ujung 3’. Satu
rantai mRNA dapat menjalani beberapa tahap translasi sekaligus, artinya beberapa
ribosom akan memproses satu mRNA secara bergantian dan berurutan. Ini seperti
seuntai benang yang memiliki banyak kancing, benang diandaikan sebagai mRNA
sedangkan kancing adalah ribosom yang memproses. Ribsom yang terlebih
dahulu datang akan lebih dulu memproses dan diikuti ribsom yang datang
belakangan. Untaian ribosom yang secara bergantian memproses translasi ini
disebut dengan poliribosom.

C. Kode Genetik

DNA merupakan bahan genetika yang memberi informasi dari satu


generasi ke generasi berikutnya. Informasi yang terdapat dalam molekul DNA,
yaitu berupa kode-kode yang terjadi dari dua deretan rantai basa nitrogen yang
berpilin. Apabila pilinan tersebut membuka, maka rantai yang membentuk mRNA
disebut rantai bermakna (DNA sense) sedangkan apabila rantai tersebut tidak
membentuk mRNA disebut rantai tak bermakna (DNA antisense).

Macam-macam basa nitrogen yang menjadi kode-kode ada empat, yaitu


Sitosin (S), Timin (T), Adenin (A), dan Guanin (G). Jenis kode yang digunakan
untuk kode asam-asam amino yang berjumlah 20 adalah sebagai berikut.

a. Kemungkinan Kode Singlet

Kemungkinan kode singlet terjadi apabila suatu nukleotida memberi


kode satu asam amino, atau 4 1 = 4 kodon, untuk sampai berjumlah 20, maka
kode ini masih kurang 16, sehingga kode ini tidak memenuhi syarat, karena
hanya mengkode 4 asam amino saja.

b. Kemungkinan Kode Duplet

Kemungkinan kode duplet terjadi apabila dua nukleotida memberi


kode satu asam amino, atau 4 2 = 16 kodon. Kode ini pun hanya membentuk
16 kodon sehingga kode ini masih kurang 4.

10
c. Kemungkinan Kode Triplet

Kemungkinan kode triplet terjadi apabila tiga nukleotida memberi kode


satu asam amino, 4 3 = 64 kodon. Kode ini akan memiliki kelebihan yaitu 64
– 20 = 44 kodon, tapi ini tidak menjadi masalah. Kode ini cukup walaupun
satu asam amino harus mempunyai 64 : 20 = ± 3 macam kode basa nitrogen.

Penelitian tentang kode genetika ini dikemukakan oleh M. Nirenberg


(1961) dan H. Mathei (1961) dan kemudian diperkuat oleh G.H. Khorama (1964).
Kode genetika adalah kode yang dibawa oleh mRNA untuk disampaikan ke
tRNA. Kode genetika yang merupakan urutan tiga basa nitrogen yang membentuk
suatu triplet disebut kodon dapat Anda lihat pada Tabel berikut.

Kode Singlet Kode Duplet Kode Triplet

A AA AG AS AU AAA AGA ASA AUA

GAA GGA GSA GUA

SAA SGA SSA SUA

UAA UGA USA UUA

G GA GG GS GU AAG AGG ASG AUG

GAG GGG GSG GUG

SAG SGG SSG SUG

UAG UGG USG UUG

S AS SG SS SU AAS AGS ASS AUS

GAS GGS GSS GUS

11
SAS SGS SSS SUS

UAS UGS USS UUS

U UA UG US UU AAU AGU ASU AUU

GAU GGU GSU GUU

SAU SGU SSU SUU

UAU UGU USU UUU

U S A G

U UUU phe USU ser UAU tyr UGU eys U

UUS USS UAS UGS S

UUA leu USA UAA stop UGA stop A

UUG USG UAG stop UGG trp G

S SUU leu SSU pro SAU his SGU arg U

SUS SSS SAS SGS S

SUA SSA SAA gin SGA A

SUG SSG SAG SGG G

A AUU ile ASU thr AAU asn AGU ser U

AUS ASS AAS AGS S

12
AUA ASA AAA lys AGA arg A

AUG met ASG AAG AGG G


atau
start

G GUU val GSU ala GAU asp GGU gly U

GUS GSS GAS GGS S

GUA GSA GAA glu GGA A

GUG GSG GAG GGG G

Coba Anda perhatikan Tabel diatas. Pada tabel tersebut terdapat kodon AUG,
kodon ini disebut juga kodon start karena untuk memulai sintesis polipeptida,
sedangkan UAG, UGA, dan UAA disebut kode tak bermakna atau stop untuk
mengakhiri dari suatu protein. Kodon-kodon ini bukan merupakan kode untuk
semua asam amino.

Walaupun RNA telah bekerja dengan teliti dalam proses sintesis protein,
tetapi kesalahan dalam menerjemahkan mungkin dapat juga terjadi sehingga jika
terjadi kesalahan dalam menerjemahkan kode-kode tersebut, maka asam-asam
amino yang tersusun akan berbeda dan tidak sesuai dengan yang diharapkan
DNA. Akibatnya jenis protein yang dihasilkan juga akan berbeda. Peristiwa ini
disebut mutasi dan bersifat menurun atau diwariskan kepada turunannya.
Misalnya, hemoglobin pada darah manusia

Jika Hb normal = Valin – Histidin – Leusin – Treonin – Prolin – Asam glutamat.

Antara gen-gen yang ada juga dipengaruhi oleh lingkungan sehingga


menampakkan sifat fenotipe suatu makhluk hidup. Seorang ahli genetika, Stern
(1930) mengemukakan bahwa fenotipe tidak hanya ditentukan oleh genotipe saja,

13
tetapi juga dipengaruhi lingkungan sehingga fenotipe merupakan resultan antara
faktor genotipe dengan lingkungan.

D. Modifikasi Pascatranskripsi

 Transkripsi, Proses Pengakutan RNA, dan Translasi Pada Sel Eukariot


Pada sel eukariot, proses transkripsi tidak terjadi secara bersamaan,
transkripsi terjadi di dalam inti sel sedangkan translasi terjadi di dalam sitoplasma.
Proses transkripsi dan translasi pada eukariot lebih kompleks bila dibandingkan
dengan sel prokariot, termasuk proses pembentukan mRNA.
mRNA pada eukariot diturunkan dari gen primer transkrip dan melibatkan
beberapa proses, yaitu (1) pemotongan sebagian besar precursor mRNA (pre-
mRNA) menjadi molekul mRNA yang lebih kecil, (2) penambahan kelompok 7-
metil guanosin pada ujung 5’ (“topi ujung 5’”)molekul, (3) penambahan sekitar
200 nukleotida dengan urutan adenilat nukleotida ( ujung “poly-A”) yang panjang
pada ujung 3’ molekul, (4) pembentukan protein spesifik yang kompleks. Proses
pemotongan melibatkan perubahan pre-mRNA menjadi molekul mRNA dan juga
sering melibatkan pemindahan urutan utama dari ujung 5’ ke kodon inisial
translasi, dan segmen bukan kodon diantara daerah kodon.

14
Tidak semua transkripsi gen melalui keseluruhan 4 tahap di atas. Tidak
semua mRNA mempunyai “topi ujung 5’”, begitu juga ujung “poly-A”. hal ini
membuat kita sulit menentukan fungsi modifikasi pasca transkripsi.
Tidak semua ribosom RNAs disitesis di dalam inti sel eukariot yang
mengandung molekul yang memiliki ukuran yang sangat besar (10S-200S, atau
panjangnya sekitar 1000-50000 nukleotida). RNA ini disebut “heterogeneous
nuclear RNA” (hnRNA). Pada proses pembentukan mRNA dari pre-mRNA
dihasilkan gen transkrip di dalam sel eukariot. Proses ini melibatkan pemotongan
daerah nonkodon yang terletak diantara daerah kodon.
Proses translasi pada eukariot analog dengan translasi pada prokariot.
Yang membedakannya hanya inisial tRNA belum dibentuk dan sebagian besar
mRNAs pada sel eukariot bersifat monogenic, oleh karena itu hanya satu molekul
polipeptida yang diterjemahkan dari tiap-tiap mRNA.

 Pemindahan Urutan Intron dari Penyambungan RNA


Sebagian besar gen pada sel eukariot mengandung lebih banyak daerah
nonkodon (intron) yang memisahkan daerah kodon (exons). Tidak banyak gen
pada sel prokariot yang mengandung daerah intron. Proses penyambungan RNA
harus dilakukan secara hati-hati . Daerah exon harus bergabung dengan nukleotida
tunggal dan kodon tersebut harus bisa diterjemahkan dengan tepat.
Pada struktur gen mitokondria dan kloroplas, struktur penghubung exon-
intron berbeda dengan gen pada umumnya sehingga proses penyambungan RNA
juga berbeda. Hanya ada satu urutan pendek yang mengandung intron, yang biasa
disebut “TACTAAC box”. Sisa adeninpada urutan ke-6 pada “TACTAAC box”
mempunyai peranan yang penting dalam proses penyambungan RNA. Ada 3 tipe
pemotongan intron pada proses transkripsi RNA, yaitu:
1. Intron precursor tRNA dipotong tepat pada saat pembelahan inti dan reaksi
ligasi yang dikatalisis oleh enzim endonuklease.
2. Intron pada Tetrahymena precursor rRNA dipindah ke reaksi khusus dan
molekul RNA itu sendiri yang berfungsi sebagai medianya.

15
3. Intron dari hnRNA digabungkan melalui dua tahap reaksi yang
dipengaruhi kompleks partikel ribonukleoprotein yang disebut
“spliceosomes”.

 Penyambungan Precursor tRNA


Proses penyambungan precursor tRNA telah bekerja secara efektif pada
jamur ragi (Saccaromyces sp.). system penyambungan secara invitro maupun
penyambungan mutan telah digunakan pada proses penyambungan tRNA pada
jamur ragi. Proses pemotongan precursor tRNA terjadi dalam dua tahap. Pertama-
tama ikatan membran nuclear menggabungkan endonuklease dan membuat
pemotongan tersebut terjadi tepat pada ujung intron. Kemudian dengan adanya
suatu reaksi kompleks, ligase digabungkan dengan tujuan untuk menggabungkan
2 bagian tRNA sehingga dihasilkan molekul tRNA yang utuh. Kekhususan dari
reaksi ini terletak pada proses pengkonversian 3 pola struktur precursor tRNA.
Pemotongan precursor menghasilkan ujung 5’-OH dan kelompok 2’-3’
phospat yang siklik pada ujung 3’. Tahap kedua pada proses ligasi melibatkan 4
reaksi yang terpisah, yaitu:
1. Penambahan kelompok phospat pada ujung 5’-OH. Reaksi ini
membutuhkan aktifitas enzim kinase dan donor phospat.
2. Kelompok 5’ phospat diaktifkan dengan memindahkan AMP ke ujung
molekul.
3. ikatan siklik 2’-3’ phospat terbuka karena aktivitas enzim cyclic
phosphodiesteraseyang menghasilkan 2’ phospat dan gugus 3’ hidroksil.
4. Reaksi ligasi yang terakhir adalah proses pemecahan gugus 3’-OH dengan
melepaskan AMP.
Hampir seluruh organisme memiliki mekanisme pemotongan intron yang
sama. Mekanisme tersebut juga terjadi pada sel-sel tumbuhan. Akan tetapi
mekanisme pemotongan intron pada sel mamalia sedikit berbeda dengan sel-sel
yang lain.

16
 Penyambungan Autokatalisis Pada Precursor Tetrahymena tRNA
Pada ilmu biologi umum dijelaskan bahwa proses metabolisme terjadi
karena reaksi katalisis enzim. Enzim-enzim tersebut merupakan polypeptida
tunggal dan ezim tersebut membutuhkan kofaktor yang mempunyai struktur
bukan protein agar enzim tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jadi, intron pada
precursor tRNA dari Tetrahymena dipotong tanpa menggunakan protein dan
proses pemotongan ini sangat penting bagi tRNA itu sendiri. Beberapa proses
autokatalisis tersebut terjadi pada precursor rRNA beberapa eukariot dan
precursor rRNA, tRNA, dan mRNA mitokondria.
Pemotongan secara autokatalisis pada intron dalam precursor
rRNA Tetrahymena tidak membutuhkan tenaga eksternal dan juga protein. Akan
tetapi proses tersebut membutuhkan transfer phospphodiester untuk memotong
intron. Dua bagian intron yang telah dipotong akan dipindah ke ikatan
phosphodiuester yang lain. Aktivitas autokatalisis ini tergantung pada struktur
intron atau struktur sekunder dari precursor tRNA.

 Penyambungan Pre-mRNA: snRNAs, snRNPs, dan Spliceosome


Intron precursor pada inti sel dipotong melalui dua tahap seperti yang
terjadi pada jamur ragi. Akan tetapi pada precursor inti intronnya tidak dipotong
oleh enzim nuklease atau ligase. Intron tersebut dipotong oleh struktur protein
yang disebut Spliceosome. Spliceosome mengandung suatu molekul RNA yang
disebut snRNA.
Tahap awal pemotongan terjadi pada ujung 5’ intron dan 2’-5’
phosphodiester dibentuk diantara posisi 5’-G yang ditempatkan dekat ujung3’
intron. Pada tahap kedua gen digabungkan oleh ikatan 3’-5’ phosphodiester dan
intron yang telah dibentuk akan dilepaskan. Tahap-tahap ini terjadi pada
Spliceosome dan membutuhkan hidrolisis ATP. Molekul lain yang terkandung
pada spliceosome adalah molekul RNA yang disebut snRNP. Molekul snRNP
akan ditambahkan pada proses pemotongan adar prosesnya berlangsung secara
sempurna. Molekul snRNP U2 diikat pada suatu jaringan yang khusus dan
membentuk percabangan. Kemudian snRNP U5 dan U4 atau U6 ditambahkan
untuk menghasilkan spliceosome yang sempurna. Pada pembelahan ujung 5’

17
intron, snRNA U4 dilepaskan dari spliceosome. Setelah intron dipotong, dua
bagian exon digabungkan dengan menyambungan 5’-3’ phosphodiester sehingga
mRNA yang sudah dipotong siap dipindah ke sitoplasma dan melanjutkan proses
transkripsi selanjutnya.

E. One Gen One Enzim Hipotesis

Perkembangan konsep tentang genetika dapat diikuti semenjak awal abad


ke-20 ketika seorang dokter sekaligus ahli biokimia dari Inggris, Sir Archibald E.
Garrod, mengajukan konsep satu gen mutan – satu hambatan metabolisme.
Garrod mempelajari sejumlah penyakit metabolik bawaan pada manusia dan
menyimpulkan bahwa setiap gangguan metabolisme bawaan yang menimbulkan
penyakit tertentu, misalnya alkaptonuria, disebabkan oleh satu gen mutan resesif.
Sekitar 50 tahun kemudian dua orang peneliti, G. W. Beadle dan E.L.
Tatum, mempelajari mutasi gen pada jamur Neurospora crassa dengan
menumbuhkan berbagai strain mutan hasil iradiasi menggunakan sinar X atau
sinar ultraviolet pada medium lengkap dan medium minimal. Medium minimal
adalah medium untuk pertumbuhan mikroorganisme yang hanya mengandung
garam-garam anorganik, sebuah gula sederhana, dan satu macam vitamin. Mutan
yang digunakan adalah mutan dengan hanya satu kelainan, yang untuk
mendapatkannya dilakukan silang balik dengan strain tipe liar. Mutan hasil silang
balik dengan nisbah keturunan tipe liar : mutan = 1 : 1 dipastikan sebagai mutan
dengan hanya satu kelainan (mutasi).
Strain tipe liar, sebagai kontrol, mampu tumbuh baik pada medium
lengkap maupun pada medium minimal, sedangkan strain mutan hanya mampu
tumbuh pada medium lengkap. Strain-strain mutan ini kemudian dianalisis lebih
lanjut untuk mengetahui macam faktor pertumbuhan yang diperlukannya dengan
cara melakukan variasi penambahannya ke dalam medium minimal. Sebagai
contoh, mutan yang hanya tumbuh pada medium minimal yang ditambah dengan
tiamin adalah mutan yang mengalami mutasi pada gen untuk biosintesis tiamin.
Dengan cara seperti ini Beadle dan Tatum memperlihatkan bahwa tiap mutasi
menyebabkan kebutuhan akan pemberian satu macam faktor pertumbuhan.

18
Selanjutnya, dengan mengorelasikan hasil analisis genetik dengan hasil analisis
biokimia terhadap strain-strain mutan Neurospora tersebut dapat diketahui bahwa
tiap mutasi menyebabkan hilangnya satu aktivitas enzim. Maka, konsep satu gen
mutan – satu hambatan metabolisme bergeser menjadi satu gen – satu enzim.
Dalam perkembangan berikutnya, setelah diketahui bahwa sebagian besar
enzim tersusun dari beberapa polipetida, dan masing-masing polipeptida
merupakan produk gen yang berbeda, maka konsep terbaru tentang gen yang
dianut hingga kini adalah satu gen – satu polipeptida. Sebagai contoh, enzim
triptofan sintetase pada Escherichia coli terdiri atas dua buah polipeptida, yaitu
polipeptida α dan polipeptida β. Polipeptida α merupakan produk gen trpA,
sedangkan polipeptida β merupakan produk gen trpB.

19
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Transkripsi (bahasa Inggris: transcription) adalah


pembuatan RNA terutama mRNA dengan menyalin sebagian berkas DNA oleh
enzim RNA polimerase. Transkripsi merupakan bagian dari rangkaian ekspresi
genetik. Pengertian asli "transkripsi" adalah alih aksara atau penyalinan. Proses
transkripsi dapat dibagi menjadi 3 langkah yaitu: inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Translasi dalam genetika dan biologi molekular adalah proses


penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi
rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein.
Proses translasi berlangsung melalui 3 tahap yaitu inisiasi, elongasi, dan
terminasi.

DNA merupakan bahan genetika yang memberi informasi dari satu


generasi ke generasi berikutnya. Informasi yang terdapat dalam molekul DNA,
yaitu berupa kode-kode yang terjadi dari dua deretan rantai basa nitrogen yang
berpilin. Apabila pilinan tersebut membuka, maka rantai yang membentuk mRNA
disebut rantai bermakna (DNA sense) sedangkan apabila rantai tersebut tidak
membentuk mRNA disebut rantai tak bermakna (DNA antisense). Macam-macam
basa nitrogen yang menjadi kode-kode ada empat, yaitu Sitosin (S), Timin (T),
Adenin (A), dan Guanin (G).

mRNA pada eukariot diturunkan dari gen primer transkrip dan melibatkan
beberapa proses, yaitu (1) pemotongan sebagian besar precursor mRNA (pre-
mRNA) menjadi molekul mRNA yang lebih kecil, (2) penambahan kelompok 7-
metil guanosin pada ujung 5’ (“topi ujung 5’”)molekul, (3) penambahan sekitar
200 nukleotida dengan urutan adenilat nukleotida ( ujung “poly-A”) yang panjang
pada ujung 3’ molekul, (4) pembentukan protein spesifik yang kompleks.

20
Perkembangan konsep tentang genetika dapat diikuti semenjak awal abad
ke-20 ketika seorang dokter sekaligus ahli biokimia dari Inggris, Sir Archibald E.
Garrod, mengajukan konsep satu gen mutan – satu hambatan metabolisme. Garrod
mempelajari sejumlah penyakit metabolik bawaan pada manusia dan
menyimpulkan bahwa setiap gangguan metabolisme bawaan yang menimbulkan
penyakit tertentu, misalnya alkaptonuria, disebabkan oleh satu gen mutan resesif.

B. Saran

Materi Genetik akan mudah dipelajari jika ditunjang oleh banyak literatur,
baik dari buku-buku penunjang atau internet. Sehingga kita dapat mengetahui
berbagai macam materi genetik yang berupa transkripsi, Translasi, kode genetik,
modifikasi pasca transkripsi, dan one gene one enzyme hypotesis.
 Bagi kita dan generasi akan datang terutama yang akan menjadi
guru biologi sudah sepatutnya untuk mengetahui penjelasan materi
genetik.
 Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang
bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah serta di
situs-situs internet yang memuat pembahasan tentang genetika.

21
Daftar Pustaka

- Gardner, Eldon John. 1991. Principles of GENETICS. Canada: John Wiley


& Sons Inc.
- Anonimous.2019. Transkripsi (genetic).
https://id.wikipedia.org/wiki/Transkripsi_(genetik) diakses pada 9 April
2019
- Tok, Panji.2017. Pengertian dan Proses Translasi.
https://www.edubio.info/2017/08/pengertian-dan-proses-translasi-
mrna.html diakses pada 9 April 2019
- Anonimous.2018. Translasi (genetic).
https://id.wikipedia.org/wiki/Translasi_(genetik) diakses pada 9 April
2019
- Anonimous.2015. Penjelasan tentang kode genetic.
https://sainsmini.blogspot.com/2015/03/penjelasan-tentang-kode-
genetik.html diakses pada 9 April 2019
- Rohmat.tanpa tahun. Materi
Genetik.https://rohmatfapertanian.wordpress.com/diktat-genetika-
ternak/bab-x-materi-genetik/ diakses pada 9 April 2019

22

Anda mungkin juga menyukai