Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PGM-FI berasal dari singkatan Programmable Fuel
Injection, yang berarti seluruh system aliran bensin ini
dikontrol sedemikian rupa agar tercapai pembakaran
maksimal. PGM-FI telah dipatenkan oleh Honda Motor
Corp. dan telah digunakan baik di Roda 2 maupun Roda 4.
PGM-FI ini merupakan modifikasi yang jauh lebih lengkap
dari injeksi yang telah dibuat oleh Jonas Hesselman pada
tahun 1925 di Swedia. Proses kerjanya tidak mengikuti gravitasi melainkan ada aliran
naik-turun sehingga akurasi injector lebih presisi. Sistem PGM-FI ini dibuat karena
adanya tuntutan masyarakat terhadap kendaraan yang ramah lingkungan. Indonesia
pun sebentar lagi menginjak regulasi EURO 3 tahun 2013 yang berarti uji emisi bakal
lebih ketat lagi daripada biasanya. Maka dari itu semua pabrikan bakal mencoba
meratakan seluruh line up produknya, tak terkecuali Honda.
Mengulas dari sejarah PGM-FI, Honda sudah menerapkannya pada roda 2
melalui Honda CX500Turbo tahun 1982 lalu melalui roda 4 dengan Honda Accord
Exclusive (luar negeri) dan Honda Prelude Tahun 1982 Nah kalo di indonesiannya
sendiri, PGM-FI sudah lebih dulu akrab dengan owner roda 4 dengan Honda Accord
Maestro generasi 2 di tahun 1992 dimana dengan teknologi ini, mesin Maestro jauh
lebih lengkap dibanding mesin honda karbu dahulu. Untuk owner roda 2 baru kita
rasakan tahun 2005 melalui Honda Supra X 125 R, walaupun sebenarnya PGM-FI
sudah menyentuh Honda Wave 125 (Honda Karisma X 125 versi Thailand) pada tahun
2003.
PGM-FI ini setidaknya punya 4 benda penting yaitu : Fuel Pump, Pressure
Regulator, Injector, Throttle Body dan ECM (di roda 4 familiar dengan ECU, posisinya
menggantikan CDI di karburator)
Sekrang ini sudah banyak kendaraan beroda dua maupuin beroda empat teng
menggunakan teknologi injeksi, pada teknologi injeksi sebagian besar pada sisitem nya
telah menggunakan perangkat elektronik, hal ini bertujuan agar sistem bahan bakar
mengalami pembakaran yang sempurna, karena itu kendaraan sekarang selain ramah
lingkungan juga irit bahan bakar.
Pertama di indonesia, mesin yang pertama kali menggunakan sistem injeksi yaitu di
motor honda, dan kini sudah merambah ke produsen lainnya seperti yamaha, suzuki
dan juga lainnya. Nah, kali ini kami spekengine.com akan menjelaskan fungsi dari
komponen – komponen sistem injeksi yang terdapat pada mesin motor Honda.
Berikut adalah komponen – komponen mesin injeksi pada motor Honda :

1. Malfunction Indicator Lamp (MIL)

MIL ialah lampu indikator yang terdapat pada spedometer, bisanya warna lampu indikator
tersebut berwarna kuning, yang berfungsi untuk penanda pada pemakaian sepeda motor
honda, tentang kerusakan pada sistem injeksi. Jika pada sistem injeksi yang salah satu
sensornya tidak berfungsi atau mengalami kerusakan maka lampu MIL tersebut akan
memberikan tanda kedipan. dan jika lampu tersebut tidak berkedip sistem injeksi tersebut
masih di katakan normal – normal saja. Akan tetapi tidak semua komponen injeksi yang
mengalami kerusakan lampu indikator Malfunction Indicator Lamp harus berkedip. Pada
kerusakan fuel pump yang seperti tekanan bahan bakar yang meleleh, lampu indicator
tersebut tidak akan berkedip dan tidak terdeteksi oleh MIL. Jika dalam ECM masih
menyimpan kode kerusakan di masa lalu, Nah, jika anda ingin mengetahui secara pastinya
anda harus menggunakan alat/tool yakni bernama SCS conector atau biasanya para mekanik
menyebutnya dengan jumper.

2. Fuel pump atau Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bakar atau yang di sebut dengan Fuel Pump yaitu berfungsi untuk memompa
bahan bakar yang akan di teruskan ke injector melalui selang, karena bahan bakar di pompa,
maka mempunyai tekanan. Tekanan pada fuel pump ini juga sangat berpengaruh di mesin
yang bersistem PGM-FI. Kekuatan tekanan bahan bakar harus berukuran 294kPa/12volt = 43
psi = 2,94 bar pada idle langsam. Untuk tekanan yang berlebihan akan menyebabkan
kerusakan pada komponen lain dan jika tekanan bahan bakar tersebut kurang dari standar
maka akan menyebabkan kinerja mesin akan melemah bahkan bisa mengakibatkan mesin
mati/mogok.

3. Engine Control Module (ECM)

ECM ini bisa di sebut juga dengan prosesor semua program PGM-FI. Sistem PGM-FI di sini
berfungsi untuk mengatur waktu pengapian. Yakni pengatur waktu kapan injector akan
menyemprotkan bahan bakar, mengatur campuran udara dan bahan bakar yang ideal sesuai
temperature mesin bahkan hiingga hasil sisa pembakaran komponen tersebut selalu
mendapatkan laporan dari sensor sensor yang lainnya untuk memberikan yang terbaik untuk
mesin. Jika system ECM ini rusak maka motor akan mengalami mati total alias mogok.

4. Sensor CKP – Carnksaft Position

Sensor CKP ini berfungsi untuk medeteksi keberadaan poros engkol, yakni dimana sensor
tersebut akan selalu mengirimkan sinyal ke ECM dan kemudian ECM menentukan kapan
waktunya pengapian dan kapan waktunya bahan bakar di injeksikan melalui komponen
injector. Jika sensor Sensor CKP mengalami kerusakan maka ECM tidak dapat menerima
data dari Sensor CKP dan ECM tidak mau berfungsi dan akibatnya engine akan mati.

5. Injektor

Injektor yakni berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bahan bakar,
dengan mengganti partikel bahan bakar menjadi kabut. Bahkan pada injector di system PGM-
FI ini bisa membuat partikel bahan bakar terhalus sedunia. Karena hal tersebut mempunyai
lubang berukuran diameter 0.152 milimeter pada motor supra x 125cc.

6. Trhotle Body

Pada Trhotle Body di dalamnya terdapat tiga sensor yakni sensor Sensor IAT, Sensor MAP,
Sensor MAP.

 Sensor MAP berfungsi untuk pendeteksi tekanan udara yang akan masuk melalui
intake manifold, jika sensor tersebut rusak mesin masih bisa bekerja dengan
baik/normal.
 Sensor TP berfungsi untuk pendeteksi sudat pembukaan trhotle ketika kabel gas kita
putar, kemudian mengirimkan sinyal pada ECM, seberapa banya bahan bakar yang
harus di injeksikan. Jika sensor ini mengalami kerusakan maka mesin akan tidak
normal dan melemah.
 Sensor IAT berfungsi untuk medeteksi suhu udara yang masuk melalui intake
manifold, jika sensor tersebut mengalami kerusakan engine masih bisa bekerja
dengan normal.

7. Sensor Engine Oil Temperatur (EOT) dan Sensor Engine coolant Temperatur

Kedua sensor tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu untuk medeteksi suhu mesin,
namun sensor ECT ini di pasang pada mesin berpendingin radiator dan EOT pada
mesin berpendingin udara seperti motor supra x 125 pgm-fi helem in.

8. Sensor O2
Sensor ini berfungsi untuk medeteksi kadar O2 tepatnya di has buang sisa
pembakaran, sensor tersebut juga akan selalu mengoreksi dan melaporkan ke pada
ECM untuk selalu membuat campuran bahan bakar dan udara selalu ideal dalam
setiap proses pembakarannya.

9. Sensor Idle Air Control Valve (IACV)

Sensor ini berfungsi seperti choke otomatis, dan memudahkan penyalaan mesin pada
waktu pertama di hidupkan.

10. Sensor Bank Engale

Sensor Bank Engale ialah sensor untuk kemiringan 60 drajat. Dengan adanya senseor
tersebut mesin akan mati jika mengalami kemiringan hingga 60 drajat, sensor ini
berfungsi ketika motor terjatuh, biasanya sensor ini berada pada motor – motor sport.

1.2 Tujuan
 Agar mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem PGM-FI
 Agar mengetahui komparasi sistem PGM-FI dengan sistem dahulu yang pernah ada
 Agar mengetahui bagaimana cara kerja sistem PGM-FI

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kelebihan dan Kekurangan Sistem PGM-FI
 Kelebihan Motor Injeksi

1. Campuran udara dan bensin selalu akurat (perbandingan ideal) pada semua tingkat
putaran mesin.
Pada motor injeksi, volume penyemprotan bensin selalu akurat karena dikontrol oleh
ECU sesuai dengan masukan sensor-sensor yang bertebaran di sekujur mesin. Seperti
sensor rpm, jumlah udara masuk, posisi katup gas hingga kondisi cuaca di sekitar
mesin.

Bahkan pada kondisi pengendaraan tertentu seperti percepatan, deselerasi dan beban
tinggi, ECU mampu mengontrol perbandingan bensin dan udara tetap ideal. Kondisi
ini memberikan keuntungan tersendiri yaitu mengurangi emisi gas buang dan lebih
hemat pemakaian bensin.

2. Hemat bahan bakar


Campuran udara dan bahan bakar di mesin injeksi yang selalu akurat, membuat
penggunana bahan bakar menjadi lebih efisien alias hemat.
3. Tarikan lebih responsif
Pada tipe karburator, antara pengabut bensin (spuyer) dengan silinder jaraknya agak
jauh. Selain itu, perbedaan bobot berat jenis antara bensin dan udara mengakibatkan
volume udara yang masuk tidak imbang dengan jumlah bensin yang dihisap. Sehingga
tarikan menjadi kurang responsif.

Sedangkan motor injeksi menempatkan pengabut bensin (injektor) dekat silinder.


Saluran bensin yang menuju injektor bertekanan antara 2,5 s/d 3,0 kg/cm2 lebih tinggi
dari tekanan intake manifold. Berhubung diameter mulut injektor sangat kecil, ketika
sinyal listrik dari ECU mengaktifkan injektor maka bensin yang menyembur
berbentuk kabut.

Saat katup gas dibuka, udara dan bensin menghasilkan campuran yang homogen serta
perbandingan yang ideal. Dibantu mutu api yang bagus akan menghasilkan
pembakaran sempurna. Hasilnya tarikan lebih responsif sesuai perubahan katup gas.

4. Mesin mudah dihidupkan tanpa dipengaruhi perubahan kondisi cuaca


Pada temperatur rendah (dingin), menghidupkan mesin berkarburator dibutuhkan
campuran lebih gemuk dengan menarik cuk. Cara manual ini tak lagi diperlukan pada
motor injeksi karena sudah dilengkapi sensor temperatur mesin serta sensor
temperatur udara masuk. Saat menghidupkan mesin (starting) dan kondisi dingin,
secara otomatis jumlah semprotan bensin ditambah. Sehingga mesin mudah
dihidupkan dalam kondisi apapun dan tidak terpengaruh kondisi cuaca.

5. Perawatan mudah
Jika karbu ketika dibersihkan harus dibongkar sehingga membutuhkan waktu lama,
belum lagi resiko karena sering dibongkar sehingga beberapa komponen jadi rentan
aus,terutama skep pelampung. sedang untuk tipe motor yang menggunakan injeksi
rentan waktu perawatan lebih lama, cukup 10-15 ribu kilometer sekali, itu pun cukup
di semprotkan injector cleaner. bahkan jika kualitas bengsin yang digunakan bagus,
sebenarnya injeksi tidak perlu diapa-apakan lagi. karena selain steril, juga telah
dibackup dengan filter halus sebelum masuk ke injector biar lebih aman.

6. Ramah lingkungan
Di knalpot motor injeksi biasanya di lengkapi catalytics converter (CC), sistem ini akan
merubah zat zat hasil pembakaran yang berbahaya menjadi zat yang lebih ramah
ligkungan atau dengan menggunakan sistem sensor O2.
 Kekurangan Motor Injeksi

1. Perawatan Harus di Bengkel Khusus


Karena motor injeksi tidak bisa di utak atik secara sembarangan, maka perawatan
atau perbaikan harus di lakukan pada bengkel resmi.

2. Modifikasi lebih mahal


Bagi anda yang suka modifikasi motor, anda harus mengeluarkan dana lebih jika ingin
memodifikasi motor injeksi.

3. Harga sparepart lebih mahal


Sparepart atau sukucadang motor injeksi terbilang cukup mahal. Motor injeksi juga
butuh alternator atau pembangkit listrik lebih besar.

4. Lebih sensitif soal kelistrikan


Kerusakan kecil pada kelistrikan dapat mengakibatkan motor mati.

5. Sensitif terhadap kualitas bahan bakar


Karena mulut injektor sangat kecil sehingga sangat sensitif terhadap kualitas bahan
bakar. Oleh karena itu disarankan menggunakan pertamax sebagai bahan bakar motor
injeksi. Selain itu, kerja catalytics converter juga di pengaruhi kadar timbal dalam
bahan bakar.

2.2 Komparasi PGM-FI dengan teknologi yang sudah ada


Pabrikan Honda sebenarnya telah
mengembangkan teknologi Fuel
Injection lebih dari 20 tahun.
Di tahun 1982 Honda yang pertama
kali memperkenalkan model Honda
CX-500 TURBO yang merupakan
sepeda motor pertama di dunia
yang menggunakan teknologi Fuel Injection. Motor Honda Model CX-500 Turbo bisa
jadi sepeda motor yang memiliki akselerasi yang lebih baik dari pada model CB-900F,
dan ini karena efisiensi bahan bakar yang lebih baik dari model CX500 yang menjadi
platform dari Honda CX-500 TURBO
Dimulai tahun 1993, Honda mulai mencoba teknologi baru untuk motor
balapnya yang bergengsi di kategori GP500 dengan teknologi Fuel Injection.
Belakangan motor Honda di kelas MotoGP yang dikenal dengan jenis RC211V mampu
menghasilkan tenaga yang luar biasa yang dikontrol oleh teknologi PGM-FI. Hal ini
menunjukkan bahwa performa PGM-FI yang luar biasa dapat diterapkan pada motor
balap.
Banyak orang yang menduga, bahwa menggunakan sepeda motor dengan sistem
injeksi sangat sulit untuk melakukan perawatan. Namun tidak dengan Sepeda Motor
Injeksi Honda PGM-FI, Sistem kendali elektronik dalam Honda PGM-FI telah
didukung oleh MIL (Malfuction Indicator Lamp) untuk mengidentifikasi setiap
gangguan mesin melalui jumlah kedipan lampu sehingga membantu perawatan sepeda
motor anda menjadi lebih mudah. Selain itu Teknologi Injeksi Honda PGM-FI lebih
ramah lingkungan, perpaduan yang telah di kembangkan antara kecerdasan sensor O2
dan catalytic converter dalam teknologi PGM-FI untuk mengendalikan kadar gas
buang yang mampu menekan emisi hingga 90%, sesuai dengan standar regulasi EURO
3 sehingga menjaga udara tetap bersih.

2.3 Cara Kerja Sistem PGM-FI ( Input – Proses -Output)


http://skullsmokers.files.wordpress.com/2010/12/carburetor.jpg
Sistem karburator dan
sistem Fuel injection.
Pada mesin karburator,
bahan bakar mengalir
ke saluran udara oleh
perbedaan tekanan
yang disebabkan oleh
aliran udara. Dengan
kata lain, volume suplai
bahan bakar di control
oleh jumlah udara yang
mengalir. Selain itu,
volume udara juga di
atur oleh katup throttle
yang di operasikan oleh
pedal gas.
Jika kecepatan tinggi
diperlukan, sebagai
contoh pedal gas
diinjak seketika maka
langkah berikut akan
terjadi penambahan
volume suplai bahan bakar:
• Katup throttle akan terbuka oleh tindakan pedal gas tersebut

• Jumlah udara yang mengalir melalui karburator akan bertambah, sehingga

• Sejumlah bahan bakar yang mengalir kedalam saluran udara pun akan meningkat
seketika.
Kondisi dengan sejumlah bahan bakar yang sesuai tidak dapat di suplai ke mesin,
bagaimanapun kejadian dalam waktu sementara/sekejap tersebut di butuhkan untuk
pelaksanaan langkah percepatan. Kondisi ini bisa merusak respon mesin dan
meningkatkan tingkat emisi.
Meskipun karburator dilengkapi dengan luas cakupan fungsi dan kemampuan yang
berbeda dalam usaha mengatasi kondisi ini dan peningkatan karakteristik respon,
tidak ada satu karburator pun yang bisa memberi reaksi dengan tepat keseluruh situasi
yang memungkinkan. Selain itu, karburator juga mudah dipengaruhi oleh perubahan
temperature udara dan beberapa factor lingkungan lainnya.
Menanggapi factor tersebut diatas, system fuel injeksian telah dikembangkan dengan
tujuan membuat kontrol yang pantas dan lebih akurat dalam pensuplaian volume
bahan bakar dibawah semua kondisi mesin
Secara spesifik, ECM dalam PGM-FI menentukan kondisi mesin saat itu berdasarkan
data yang tersedia dari cakupan sensor-sensor dan menghitung dengan tepat volume
suplai bahan bakar yang dibutuhkan. Selanjutnya dengan menginjeksikan volume
bahan bakar pada waktu yang paling tepat kedalam intake manifold, system
memastikan bahwa mesin memperoleh campuran udara dan bahan bakar yang paling
pantas sesuai dengan kondisinya.
Sistem PGM-FI dapat dibagi dalam 3 sub-sistem sebagai berikut:
1. Sistem pemasukan udara (air intake)
Sistem ini mengontrol volume udara yang disuplai ke mesin
2. Sistem suplai bahan bakar
Sistem ini mengirim bahan bakar yang telah diatur dan ditekan injector-
injector.

3. Sistem control
Sistem ini menggunakan ECM untuk mengontrol volume bahan bakar dan
waktu penginjeksian berdasarkan sinyal dari berbagai sensor.

Aplikasi PGM-FI Di Motor Honda


Berdasarkan keterangan tersebut, jika PGM-FI di terapkan pada motor Honda, maka
motor akan mempunyai peforma yang ramah lingkungan yang tinggi, irit bahan bakar
namun tetap tidak mengurangi performa motor, karena perbandingan antara suplai
bahan bakar dan udara serta pengapian di kontrol melalui sensor elektronik.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Seperti Honda yang telah lama menyematkan sistem PGM-
FI, Sistem ini adalah “Programed Fuel Injection”, nama PGM-FI
adalah nama yang diberikan Honda untuk sistem penginjeksian
bahan bakar yang di kontrol secara elektronik. Sistem PGM-Fi
ini mensuplai bahan bakar ke mesin melalui rangkaian injector
bahan bakar yang di control oleh engine control module (ECM).
Tipe sistem ini mengontrol suplai bahan bakar lebih teliti
daripada yang menggunakan system karburator.
Data dan Fakta yang penting tentang PGM-FI :
 Selang antara fuel pump dan injector beda dengan selang antara
fuel pump dan karbu, lapisannya ada 4 lapis. Tapi jangan pernah
ditekuk 90o, karena tekuk = ganti.
 Apabila mungkin ganti busi atau pasang knalpot racing, pakai
yang khusus injeksi.
 Apabila banjir, motor PGM-FI tetap aman karena throttle body
dari motor itu sendiri. Kalo sampai mesinnya terendam full lebih
baik matikan mesinnya, bawa dan jemur ke tempat kering dan
dinyalakan lagi, prosesnya sama seperti motor karbu.
 Apabila akinya soak, hanya trio helm in (Vario – Supra – Spacy)
saja yang masih bisa jalan. Kalau PCX dan duo CBR pasti tidak
bisa jalan. Tetapi tetap harus mengganti aki.
3.2 penutup
Baiklah itu Saja Yang Dapat Saya jelaskan tentang PGM-FI
honda
Apabila kurang memuaskan dapat langsung bertanya
kepada saya
Atau guru yang bersangkutan .
Itu saja yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya
mohon ma