Anda di halaman 1dari 25

PARAMETER PEMBENTUK

LALU LINTAS
Kerangka Pikir
Sistem Lalu Lintas Jalan

Komponen Lalin

1.Pengemudi Lalin yg:


Manajemen Lalin
2.Pejalan Kaki lancar
efektif
aman
3.Kendaraan efisien
Rekayasa Lalin nyaman
4.Jalan
1. Karakteristik Pengemudi

Karakteristik Intelegensia, motivasi,


Mental Belajar, emosi

Karakteristik Penglihatan, pendengaran


Fisik Perasaan thd kestabilan

Karakteristik Waktu Persepsi, Identifikasi,


Pengemudi Reaksi Evaluasi, Volition (PIEV)

Jarak Jarak pandang henti,


Pandang Jarak pandang menyiap
Umur, kelelahan, alkohol dan obat,
Faktor Lain/ penyakit & cacat tubuh, cuaca,
Modifikasi altitude & ventilasi, diklat & penin=
dakan, mudah kecelakaan
1.1 Karakteristik Mental

• Intelegensia.
Apa yang dilihat sesui interpretasi dan motivasi.

• Motivasi.
Dorongan keinginan untuk dilaksanakan.

• Belajar.
Pengemudi belajar dari pengalaman untuk mengenali dan
berhadapan dengan situasi lalu lintas tertentu.

• Emosi.
Emosi dapat berupa kemarahan, ketakutan, kebecian dan
kekhawatiran, bisa mempengaruhi keputusan yg diambil.
1.2 Karakteristik Fisik

• Penglihatan.
Ketajaman penglihatan, kedalaman penglihatan, bidang
penglihatan, penglihatan samar-samar, pengenalan terhadap
warna, tinggi mata pengemudi.

• Pendengaran.
Telinga manusia dapat memperkirakan jarak dan arah.

• Perasaan terhadap kestabilan.


Perasaaan terhadap gaya gravitasi dan ketidakrataan
permukaan, perasaan terhadap kondisi yang tegak
digunakan untuk menentukan kemiringan melintang dijalan
dan superelevasi.
1.3 Waktu Reaksi

• Kecepatan reaksi dipengaruhi baik oleh karakteristik fisik


maupun karakteristik mental.

• Prosesnya diringkas :
- Persepsi : informasi diterima oleh mata dan dikirim ke otak.
- Identifikasi : otak menerima dan menginterpretasikan
pesan-pesan tersebut.
- Evaluasi : otak mengevaluasi informasi dan memutuskan
untuk melakukan suatu aksi.
- Volition : otak mengirimkan keputusannya dan tubuh
bereaksi (kemauan) secara fisik.

• Sering dikenal waktu PIEV.


1.4 Jarak Pandang

• Panjang jalan didepan kendaraan yang masih


dapat dilihat dengan jelas diukur dari titik
tempat duduk pengemudi, disebut jarak
pandang.

• Jarak pandang ada 2:


- Jarak pandang henti;
- Jarak pandang menyalip
Bagan alir yang yang memperlihatkan rangsangan luar, keterlibatan
operator, dan reaksi kendaraan dalam keputusan pengendalian kendaraan
OPERATOR MANUSIA

Informasi
yang
Masukan disiapkan Keluaran

Reaksi
Asal rangsangan Penginderaan Pengamatan Keputusan kendaraan
melalui batang
Visual Membedakan Sesuai dengan kemudi,
Jalan Pendengaran Membandingkan pengendalian percepatan,
Peraba kendaraan, pergerakan
Otot misalnya
Kend lain Telinga pemilihan lajur
Bau dan headway;
Temperatur keputusan
Posisi kenda untuk berhenti;
sendiri Memperlambat
atau
mempercepat
Lampu
Lampu LL

Rambu LL

Rangsangan
distrak

Informasi
Informasi
tambahan
tertulis
(peta)
1.5 Karakteristik Faktor Lain
(Faktor Modifikasi)
• Umur.
Orang tua memiliki reaksi yang lebih lambat dan penglihatannya
memburuk.
• Kelelahan.
Pengemudi yang lelah akan bereaksi lebih lambat, dan cenderung
kurang dapat memahami instruksi lalu lintas.
• Alkohol dan obat.
Alkohol akan mengganggu sistem saraf pusat, meningkatkan waktu
reaksi dan mengurangi kemampuan penglihatan (malam hari), juga
obat.
• Penyakit dan cacat tubuh.
Penyakit atau cacat tubuh dapat membatasi kemampuan mental atau
fisik pengemudi.
1.5 Karakteristik Faktor Lain
(Faktor Modifikasi) lanj.
• Cuaca, altitude dan ventilasi.
Cuaca buruk dapat meningkatkan ketegangan dan kelelahan dalam
mengemudi.

• Latihan, pendidikan dan penindakan.


Mempelajari aspirasi mental terhadap tingkah laku mengemudi yang
baik.

• Orang yang mudah mendapat kecelakaan.


Ada sebagian pengemudi yang dapat mengalami kecelakaan lebih
sering daripada yang diperkirakan, tanpa ada alasan-alasan yang
nyata.
2. Karakteristik Pejalan Kaki & PKL

• Pejalan kaki sering terlupakan pada saat mempertimbangkan


karakteristik pemakai jalan yang diinginkan.

• Berjalan merupakan moda angkutan yang sama pentingnya


dengan mengemudi.

PEJALAN KAKI PKL


2.1 Karakteristik Pejalan Kaki
• Karakteristik fisik dan mental sama dengan pengemudi.
• Akan tetapi :
- kurang mendapatkan latihan mengenai peraturan jalan;
- secara fisik pejalan kaki mungkin cacat anggota tubuhnya;
- pejalan kaki mungkin buta huruf.
• Kec pejalan kaki : 1-1,5 m/det, tetapi orang tua mungkin lebih
lambat.
• Waktu reaksi lebih panjang daripada pengemudi : 4-5 detik.
2.2 Fenomena PKL
• PKL : resmi (legal, berjualan ditempat yang telah
disediankan) dan tidak resmi (ilegal, menempati tempat
fasoso/fasum spt trotoar, jpo, bahu jalan).
• Dari sisi transportasi (PKL ilegal) :
- menambah permasalahan lalu lintas spt kemacetan;
- mengganggu kelancaran lalu lintas;
• Dari sisi pemerintah kota :
- tidak sedap dipandang mata/estetika kota;
- rawan kamtibmas, premanisme
3. Karakteristik Arus Lalu Lintas
Karakteristik Voume, kecepatan dan
Utama kepadatan

Karakteristik Headway : time headway,


Sekunder distance headway
Karakteristik
Arus Lalin Kondisi ideal, kondisi jalan,
Kapasitas kondisi medan, Kondisi lalin,
Jalan populasi pengemudi, kondisi
pengendalian lalin

Tingkat
Tingkat pelayanan A, B,
Pelayanan
C, D, E, F (dari V/C)
Jalan
3.1 Karakteristik Utama Arus Lalu Lintas

• Volume
Jumlah kendaraan-kendaraan yang melalui satu titik yang tetap
pada jalan dalam satuan waktu, dihitung dalam kendaraan/hari
atau kendaraan/jam.

• Kecepatan
Tingkat perubahan jarak dibagi dengan waktu.

• Kepadatan (Konsentrasi)
Rata-rata jumlah kendaraan persatuan panjang jalan.
Grafik Hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan arus lalu lintas
3.2 Karakteristik Sekunder Arus Lalu Lintas

• Karakterisik sekunder yang terpenting adalah ”headway”


(antara kendaraan), terdiri : time headway dan distance
headway.

• Waktu antara kendaraan (time headway)


Waktu yang diperlukan antara satu kendaraan dengan
kendaraan berikutnya untuk melalui satu titik tertentu yang
tetap.

• Jarak antara kendaraan (distance headway)


Jarak antara bagian depan satu kendaraan dengan bagian
depan kendaraan berikutnya.
3.3 Kapasitas Jalan
• Kapasitas :
Tingkat arus maksimum dimana kendaraan dapat
diharapkan untuk melalui suatu potongan jalan pada
periode waktu tertentu untuk kondisi lajur/jalan, lalu lintas,
pengendalian lalu lintas dan konsisi cuaca yang berlaku.

• Penilaian kapasitas jalan tergantung kondisi yang


berlaku:
Kondisi Ideal, Kondisi Jalan, Kondisi Medan, Kondisi Lalu
Lintas, Populasi Pengemudi, Kondisi Pengendalian Lalu
Lintas.
Grafik Hubugan antara kecepatan dengan volume arus lalu lintas
3.4 Tingkat Pelayanan Jalan
• Kondisi jalan dengan volume lalu lintas yang rendah,
pengemudi merasa lebih nyaman mengendarai kendaraan
dibandingkan jika volume lalu lintas lebih besar.

• Kenyamanan akan berkurang sebanding dengan


bertambahnya volume arus lalu lintas.

• Tetapi kenyamanan dari kondisi arus lalu lintas yang ada


tak cukup hanya digambarkan dengan volume lalu lintas
tanpa disertai data kepastian jalan, dan kecepatan jalan
tersebut.
Klasifikasi Tingkat pelayanan jalan
Batas Lingkup
Tingkat Pelayanan Karakteristik-karakteristik
V/C
Kondisi arus bebas dengan
kecepatan tinggi dan volume
A lalu lintas rendah. Pengemudi 0,00 – 0,19
dapat memilih kecepatan yang
diinginkannya tanpa hambatan.
Grafik Tingkat pelayanan arus
Dalam zone arus stabil.
Pengemudi memiliki kebebasan lalu lintas
B 0,20 – 0,44
yang cukup untuk memilih
kecepatannya.
Dalam zone arus stabil
C Pengemudi dibatasi dalam 0,45 – 0,74
memilih kecepatannya.
Mendekati arus tidak stabil
dimana hampir seluruh
epngemudi akan dibatasi
D 0,75 – 0,84
Volume pelayanan berkaitan
dengan kapasitas yang dapat
ditolerir (diterima).
Volume lalu lintas mendekati
atau berada pada kapasitasnya.
E 0,85 – 1,0
Arus hádala tidak stabil dengan
kondisi yang sering berhenti.
Arus yang dipaksakan atau
macet pada kecepatan-
Lebih besar dari
F kecepatan yang rendah. Antrian
1,0
yang panjang dan terjadi
hambatan-hambatan yang besar.
4. Karakteristik Kendaraan
Karakteristik Dimensi, berat dan
Fisik unjuk kerja

Kendaraan Dimensi tertentu dan


Karakteristik
Desain Karakteristik operasional
Kendaraan

Karakteristik Biaya operasional kendaraan,


Lainnya keamanan
2.5 Karakteristik Jalan

Jaringan Ruas jalan (link),


Jalan simpul (node)

Jalan Antar Desain kec tinggi, feeder


Karakteristik
Kota Dan akses
Jalan

Jalan Kota Konsentrasi penduduk dan


Intensitas lahan tinggi
Dimensi,
Berat, Dimensi, daya dukung
Kecepatan jalan, kecepatan

Alih gerak kendaraan, metode


pengendalian persimpangan,
Persimpangan aturan prioritas yang sifatnya
umum, pengendalian secara
manual

Fungsi & Klasifikasi jalan; volume lalin,


Karakteristik komposisi & kec; kec desain;
Hierarki Jalan
Jalan akses

Karakteristik Klasifikasi terminal; fasilitas


Terminal Dalam terminal

Karakteristik Jumlah, akumulasi, durasi, per-


gantian parkir, indeks, kapasitas
Parkir
parkir
Pentingnya mengetahui dan memahami
karakteristik dari komponen transportasi, yang
kesemuanya saling terkait dan bisa menimbulkan
masalah bila tidak dilakukan pengaturan yang baik
dan benar.

Masalah tersebut antara lain menyangkut masalah


operasional seperti keamanan, keselamatan,
kenyamanan dan polusi udara/suara juga masalah
institusional/kelembagaan baik dari sisi regulator,
operator maupun pendanaannya.

Untuk itu diperlukan suatu pengaturan


bertransportasi menggunakan manajemen lalu
lintas dengan tujuan untuk meminimalisir dampak
negatif permasalahan diatas serta untuk
mengoptimalkan lancar, aman dan nyaman bagi
kemaslahatan manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.