Anda di halaman 1dari 11

Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

UJI POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70%


BIJI SORGUM (SORGHUM BICOLOR L. MOENCH) TERHADAP
PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO
Maria Laranita Meak Foni, Prisca Deviani Pakan, Regina M. Hutasoit

ABSTRAK

Bakteri merupakan agen penyebab infeksi yang berarti menyebabkan terjadinya proses invasi
dan pembiakan mikroorganisme di dalam jaringan tubuh apabila pembiakan mikroorganisme
terjadi melebihi batas normal. Salah satu agen penyebab infeksi bakteri adalah bakteri
Escherichia coli (E. coli). Oleh sebab itu, dilakukan pengobatan terhadap infeksi yang
disebabkan oleh Escherichia coli dengan menggunakan antibiotik. Namun akibat penggunaan
antibiotik yang kurang rasional maka dimanfaatkan tanaman herbal sebagai pengobatan
alternatif lainnya. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat
adalah biji sorgum (Sorghum bicolor L. Moench). Biji sorgum mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji sorgum terhadap pertumbuhan
Escherichia coli. Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental laboratorium
dengan Posttest Only Control Group Design. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% biji
sorgum diuji dengan menggunakan metode dilusi dan difusi cakram. Sampel penelitian terdiri
dari 9 kelompok perlakuan terdiri atas kontrol positif (cefixime), kontrol negatif (aquades),
ekstrak etanol 70% biji sorgum dengan konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 10%, 5%, dan
1% dengan tiga kali pengulangan. Hasil dibaca setelah inkubasi 24 jam. Zona bening yang
terbentuk diamati dan diukur diameternya. Hasil Uji One Way ANOVA menunjukkan p =
0,000 yang berarti terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% biji sorgum terhadap
pertumbuhan Escherichia coli. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% biji
sorgum (Sorghum bicolot L. Moench) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli
dengan rata-rata diameter daya hambat sebesar 9,37 mm dan konsentrasi hambat minimum
pada konsentrasi 1%.

Kata Kunci : Antibakteri, Ekstrak etanol 70% biji sorgum, Escherichia coli.

Bakteri merupakan agen penyebab normal. Sifatnya unik karena dapat


infeksi yang berarti menyebabkan menyebabkan infeksi primer pada usus
terjadinya proses invasi dan pembiakan misalnya diare pada anak dan travelers
mikroorganisme di dalam jaringan tubuh. diarrhea, dan juga kemampuannya dapat
Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui menimbulkan infeksi pada jaringan tubuh
bakteri sangat merugikan tubuh lain di luar usus.2 Beberapa jenis
penderitanya apabila pembiakan Escherichia coli umum ditemukan pada
mikroorganisme terjadi melebihi batas penderita diare dan keracunan makanan.
normal. Salah satu agen penyebab infeksi Jenis-jenis Escherichia coli tersebut di
bakterial adalah bakteri Escherichia coli (E. antaranya EPEC (Enteropathogenic
coli). Bakteri ini merupakan bakteri yang Escherichia coli), EIEC (Enteroinvasive
berada di dalam saluran pencernaan bagian Escherichia coli), ETEC (Enterotoxigenic
bawah dan dapat berubah menjadi patogen Escherichia coli), dan EHEC
jika perkembangannya di dalam tubuh (Enterohaemorrhagic Escherichia coli).3
melebihi batas normal.1 Escherichia coli sering banyak ditemukan
di dalam sayur-sayuran, air, buah-buahan.
Escherichia coli banyak ditemukan Kebiasaan menggunakan sayuran sebagai
didalam usus besar manusia sebagai flora lalapan menjadikan penyebaran Jika sayur-

Universitas Nusa Cendana 19


Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

sayuran dan air mentah tersebut tidak dan Escherichia coli. Kuman resisten
dibersihkan atau dimasak dengan baik antibiotik tersebut terjadi akibat
maka bakteri tersebut bisa menyerang yang penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan
memakannya.4 penerapan kewaspadaan standar (standard
precaution) yang tidak benar di fasilitas
Di negara Indonesia, diare merupakan pelayanan kesehatan.8
masalah kesehatan masyarakat karena
morbiditas dan mortalitasnya yang masih Hasil penelitian Antimicrobial
tinggi. Survei morbiditas yang dilakukan Resistant in Indonesia (AMRIN-Study)
oleh Subdit Diare Departemen Kesehatan terbukti dari 2494 individu di masyarakat,
pada tahun 2010 terdapat kasus 411/1000 43% Escherichia coli resisten terhadap
penduduk.5 Berdasarkan laporan Profil berbagai jenis antibiotik antara lain:
Kesehatan Kabupaten/Kota perkiraan kasus ampisilin(34%), kotrimoksazol (29%) dan
Diare Provinsi NTT tahun 2011 berjumlah kloramfenikol (25%). Hasil penelitian 781
200.721 kasus, yang ditangani sebanyak pasien yang di rawat di rumah sakit di
111.046 kasus atau sebesar 55,3%. Pada dapatkan 81% Escherichia coli resisten
tahun 2012, perkiraan kasus diare terhadap berbagai jenis antibiotik, yaitu
berjumlah 206.216 kasus, yang ditangani ampisilin (73%), kotrimoksazol (56%),
sebanyak 106.193 kasus atau sebesar kloramfenikol (43%), siprofloksasin (22%),
51,5%. Selanjutnya pada tahun 2013, dan gentamisin (18%).8 Berkaitan dengan
perkiraan kasus diare berjumlah 209.553 masalah tersebut maka perlu diupayakan
kasus, yang ditangani sebanyak 102.217 alternatif pengobatan yang lebih aman dan
kasus atau sebesar 48,8%. Pada tahun 2014 tidak menimbulkan efek samping seperti
ditemukan penderita yang diare yang pemanfaatan tanaman obat.9
ditangani sebesar 86.429 kasus (80,2%)
telah terjadi peningkatan, selanjutnya pada Umumnya masyarakat telah
tahun 2015 penderita diare yang ditemukan memanfaatkan bahan-bahan asal tanaman
dan ditangani sebesar 98.918 (90%).5 obat masih dalam keadaan segar, maupun
yang sudah dikeringkan sehingga dapat
Untuk mengatasi penyakit yang disimpan lama yang disebut dengan
disebabkan oleh Escherichia coli maka simplisia.10 Hingga pada saat ini sekitar
diperlukan terapi antibiotik yang dapat 80% penduduk negara berkembang masih
menghambat pertumbuhan Escherichia coli mengandalkan pengobatan tradisional dan
sehingga pengobatan antimikroba yang 85% pengobatan tradisional dalam
empiris sangat diindikasikan.6 Namun pada prakteknya menggunakan tumbuh-
perkembangannya, banyak bakteri yang tumbuhan.11
mengalami resistensi terhadap antibiotik.
Hal ini terjadi karena ternyata bakteri lama Tumbuhan binara (Artemisia vulgaris
kelamaan memiliki kemampuan mengubah L.) adalah salah satu tumbuhan yang telah
struktur enzim atau membran bakteri dilakukan uji aktivitas antibakteri dan
sehingga dapat bertahan terhadap antibiotik antioksidan terhadap bakteri Escherichia
yang menyerangnya (resisten).7 coli pada tahun 2017 oleh L. Febrina dkk
dan didapatkan tanaman ini dapat
Selain berdampak pada morbiditas menghambat pertumbuhan bakteri
dan mortalitas, juga memberi dampak Escherichia coli dikarenakan adanya
negatif terhadap ekonomi dan sosial yang senyawa-senyawa yang dapat menghambat
sangat tinggi. Pada awalnya resistensi aktivitas antibakteri seperti golongan
terjadi di tingkat rumah sakit, tetapi lambat senyawa flavonoid, saponin dan tannin.12
laun juga berkembang di lingkungan Tanaman lain yang dapat dijadikan sebagai
masyarakat, khususnya Streptococcus pengobatan tradisional adalah sorgum
pneumoniae(SP), Staphylococcusaureus, (Sorghum bicolor L. Moench) yang

Universitas Nusa Cendana


20 20
Universitas Nusa Cendana
Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

merupakan tanaman serealia yang memiliki Psi (Per Square Inchi) selama 15 menit.
komponen fenolik seperti asam fenolik, Alat yang tidak tahan panas tinggi seperti
tanin terkondensasi, dan flavonoid yang yang terbuat dari plastik sisterilisasi dengan
mampu untuk mengahambat pertumbuhan alkohol 70%. 45
bakteri.13 Flavonoid yang ditemukan pada
sorgum dalam jumlah besar yaitu 3- Pembuatan Ekstrak Sorgum (Sorghum
deoksiantosianidin, flavon, dan flavanon.14 bicolor L. Moench)
Adanya kandungan dari senyawa flavonoid,
saponin, polifenol sebagai senyawa Sorgum utuh ditimbang sebanyak
antibakteri pada sorgum sangat potensial 2000 gram. Sorgum dicuci hingga bersih
untuk dimanfaatkan sebagai terapi terhadap dengan air mengalir untuk membersihkan
infeksi bakteri termasuk Escherichia coli. sisa kotoran (tanah atau debu yang
tertinggal di biji sorgum. Setelah itu
Dengan demikian, penelitian ini sorgum ditumbuk dan diayak dengan
bertujuan untuk mengetahui efektifitas menggunakan pengayak atau ayakan 40
antibakteri dari penggunaan ekstrak etanol mesh. Hasil ayakan ditimbang dan
70% biji sorgum (Sorghum bicolor L. dimaserasi dengan etanol 70%. Hasil
Moench) terhadap pertumbuhan bakteri maserasi kemudian diuapkan menggunakan
Escherichia coli yang merupakan salah satu rotary evaporator pada suhu 45°C sampai
bakteri penyebab diare. diperoleh ekstrak kental. Ekstrak
dimasukan dalam botol dan ditimbang.
METODE PENELITIAN
Pengenceran Ekstrak Biji Sorgum
Jenis penelitian yang digunakan (Sorghum bicolor L. Moench)
adalah eksperimental laboratorium dengan
rancangan penelitian Posttest Only Kontrol Pengenceran bertujuan untuk
Group Design. Yang dilakukan di menghasilkan beberapa konsentrasi yang
Laboratorium Fakultas Kedokteran akan digunakan dalam uji daya hambat
Universitas Nusa Cendana pada bulan pertumbuhan Escherichia coli.
Agustus-Oktober 2017. Sampel yang Pengenceran dalam penelitian ini yaitu
digunakan pada penelitian ini adalah 100%,75%,50%, 25%, 10%, 5%, dan 1%.
bakteri Escherichia coli yang diperoleh dari Pembuatan konsentrasi ekstrak etanol daun
Badan Pengawas Obat dan Makanan urang aring didapatkan dengan rumus46 :
(BPOM) Kupang. Dalam penelitian ini V1×K1= V2×K2
terdapat 9 kelompok perlakuan diantaranya,
kontrol negatif yaitu aquades steril, kontrol Uji Fitokimia
positif yaitu cefixime, masing-masing Flavanoid
konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 10%,
5%, dan 1% dengan tiga kali pengulangan Ekstrak sorgum diambil sebanyak 1
berdasarkan rumus Federer. mg kemudian ditambah 1-2 tetes etanol
kedalam tabung reaksi. Lalu ditambah
Cara Kerja serbuk Mg dan 4-5 tetes HCL pekat. Bila
terdapat flavonoid maka akan terbentuk
Sterilisasi Alat warna kecoklatan, merah atau jingga.47
Sterilisasi alat dilakukan sebelum Saponin
semua peralatan digunakan, yaitu dengan
cara membungkus semua peralatan dengan Ekstrak sorgum diambil 1 mg
menggunakan kertas coklat kemudian dicampur dengan air (1:1) dan sambil
dimasukan dalam Autoklaf (All american, dikocok selama 1 menit, apabila terdapat
2017) pada suhu 121ºC dengan tekanan 15 busa maka ditambahkan HCL 1 N. Bila

Universitas Nusa Cendana 21


Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

busa yang terbentuk dapat bertahan selama diinkubasi pada incubator dengan suhu
10 menit dengan ketinggian 1-3 cm maka 2˚8˚C.48
ekstrak terdapat saponin. 47
Mueller Hinton Agar
Tanin
Larutkan serbuk mueller hinton agar
Sebanyak 1 gram ekstrak biji sorgum sebanyak 38 gram dilarutkan dengan 1 liter
dimasukkan kedalam tabung reaksi dan aquades kemudian dipanaskan hingga
ditambahkan engan 2-3 tetes larutan FeCl3 mendidih. Media selanjutnya disterilkan
1% ditambahkan lalu amati warnanya, jika dalam autoklaf pada suhu 121ºC selama 15
terbentuk warna biru tua atau hijau menit.50
kehitaman maka hal itu menunjukan
adanya senyawa golongan tanin. 47 Nutrient Agar

Alkaloid Nutrient agar sebanyak 20 gram


dilarutkan dalam 1 liter aquades di dalam
Ekstrak biji sorgum sebanyak 1 mg tabung erlenmeyer, lalu dipanaskan diatas
dimasukkan kedalam tabung reaksi hot plate dan dituang kedalam tabung steril
kemudian ditambah 0,5 ml HCL 2% dan yang ditutup dengan aluminium foil.
larutan dibagi dalam 2 tabung (1:1). Pada Media tersebut disterilkan didalam autoklaf
tabung pertama diteteskan 2-3 tetes reagen pada suhu 121ºC selama 15 menit.
Dragendorf dan pada tabung kedua Selanjutnya sebanyak 3 ml media ini,
diteteskan 2-3 tetes reagen Wagner. Sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi,
positif terdapat alkaloid bila terbentuk diletakkan pada sudut kemiringan 30-45°
endapan berwarna putih pada reagen dan dibiarkan memadat, kemudian
51
Dragendorf dan endapan berwarna coklat disimpan dalam lemari pendingin.
pada reagen Wagner.47
Persiapan Inokulum
Uji Bebas Etanol
a. Pembuatan stok kultur (Escherichia
Sebanyak 5 ml larutan dari ekstrak coli) : Mikroba uji (Escherichia coli)
etanol 70% biji sorgum diambil dan setelah diinokulasikan sebanyak 1 ose ke
ekstrak ditambahkan asam sulfat pekat dan dalam medium NA dan diinkubasikan
asam asetat glasial, serta melihat apakah pada suhu 37ºC selama 24 jam.
terdapat perubahan warna setelah ekstrak Peremajaan dilakukan dalam kondisi
ditetesi asam sulfat dan kalium dikromat. steril di dalam Laminar Air Flow
Apabila tidak didapatkan perubahan bau 51
berupa aroma ester dan tidak didapatkan (LAF).
perubahan warna maka ekstrak tidak
mengandung etanol.49 b. Pembuatan Larutan McFarland
Pembuatan Media Komposisi: Larutan asam sulfat
1%sebanyak 9,95 ml, larutan barium
Nutrient Broth klorida 1,175% sebanyak 0,05 ml.
Cara pembuatan: Kedua larutan di
Larutkan 8 gram bubuk nutrient broth atas dicampurkan ke dalam tabung
dalam 1 liter aquades, setelah semua bahan reaksi dan dikocok homogen. Apabila
tercampur, medium dipanaskan hingga kekeruhan suspense bakteri uji adalah
mendidih dengan hot plate lalu disterilkan sama dengan kekeruhan larutan
dengan autoklaf pada suhu 121ºC selama standard, berarti konsentrasi suspensi
15 menit, setelah 15 menit media bakteri adalah 108 CFU/ml. Segel
tabung larutan McFarland dengan

Universitas Nusa Cendana


22 22
Universitas Nusa Cendana
Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

wax, parafilm atau bahan lain yang


sejenis untuk mencegah penguapan. Uji Mikrobiologi
Perbandingan dengan larutan standar
ini dimaksudkan untuk menggantikan Uji mikrobiologi pada penelitian ini
perhitungan bakteri satu per satu dan bertujuan untuk mengetahui konsentrasi
untuk memperkirakan kepadatan sel hambat minimum (KHM) dan diameter
yang akan digunakan pada daya hambat (DDH). Untuk tahapan
prosedur pengujian antimikroba. pengujian masing-masing uji mikrobiologi
Keuntungan dari penggunaan standar tersebut antara lain:
McFarland adalah tidak
Uji KHM:51
dibutuhkannya waktu inkubasi yang
cukup untuk memperoleh jumlah
kepadatan bakteri yang diinginkan. 1. Pada masing-masing tabung reaksi
Sedangakan kerugiannya, akan terjadi dimasukkan 0,5 ml ekstrak dengan
perbedaan pandangan untuk menilai masing-masing konsentrasi yang
tingkat kekeruhan dari sel bakteri.51 telah dibuat lalu pada masing-masing
tabung ditambah suspensi bakteri
c. Pembuatan Suspensi Bakteri sebanyak 0,1 ml dengan
Pembuatan suspensi bakteri menggunakan mikropipet (sesuai
dilakukan dengan cara dari stok standar larutan McFarland) lalu
kultur Escherichia coli yang telah ditambahkan pula 0,9 ml nutrient
tumbuh diambil dengan broth.
menggunakan kawat ose steril lalu
disuspensikan kedalam tabung reaksi 2. Inkubasi selama 24 jam dengan suhu
yang berisi 10 ml larutan NaCl 0,9% 37º C didalam incubator
sampai didapatkan kekeruhan
suspensi bakteri yang sama dengan 3. Diamati tabung yang jernih atau
8 tidak adanya presipitasi, bandingkan
larutan McFarland yaitu 1,5 x10 pula dengan kontrol negatif,
51
bakteri. konsentrasi terendah dinyatakan
sebagai nilai KHM.
Persiapan Kontrol
4. Setelah uji KHM selesai dilanjutkan
a. Pembuatan kontrol pada uji KHM:
dengan melakukan uji DDH.
Untuk kontrol positif, ditimbang 1 50
gram cefixime dilarutkan dalam 1ml Uji DDH
aquades. Kemudian diambil dengan
cara: 0,5 ml larutan cefixime 1. Setelah biakan cair bakteri sesuai
ditambahkan 0,1 ml bakteri uji dengan larutan standar McFarland,
1,5x108 CFU/ml dan ditambah 0,9 ml jarum ose steril dicelupkan ke dalam
TSB. Untuk kontrol negatif, sebanyak biakan cair kuman.
0,9 ml TSB dalam tabung reaksi
ditambahkan 0,5mL larutan aquades 2. Setelah dicelupkan kedalam biakan
dan ditambahkan 0,1 ml bakteri uji cair bakteri, jarum ose tersebut
1,5x 108 CFU/ml.50 digoreskan pada seluruh permukaan
medium nutrient agar. Prosedur
b. Pembuatan kontrol pada uji DDH: dilakukan 3 kali diputar cawan petri
Untuk kontrol negatifnya hanya dengan sudut 60º setiap satu
menggunakan aquades, lalu nanti prosedur selesai untuk memastikan
50
diteteskan diatas cakram kosong. persebaran pertumbuhan biakan
merata.

Universitas Nusa Cendana 23


Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

dengan kalium dikromat dan H2SO4 pekat,


3. Kemudian cawan petri didiamkan 3-5 selain itu tidak lagi tercium bau ester saat
menit pada suhu kamar tetapi tidak tabung reaksi yang berisi sampel ekstrak
lebih dari 15 menit supaya medium etanol 70% biji sorgum, asam asetat glasial
benar-benar kering. Setelah medium dan H2SO4 pekat dipanaskan.
dalam cawan petri kering, letakan
cakram steril dengan pinset. Satu Uji Fitokimia
cawan petri bisa terdapat 1-4 cakram.
Setiap cakram ditetesi Ekstrak etanol Hasil pengujian menunjukan bahwa
sorgum 70% dengan KHMnya, dan ekstrak etanol 70% biji sorgum
kontrol negatif (aquades). mengandung senyawa saponin, alkaloid,
flavonoid, tanin.
4. Lalu diinkubasi selama 24 jam pada
Uji Konfirmasi Bakteri
suhu 37ºC.
Uji konfirmasi bakteri dilakukan di
5. Kemudian dilakukan pengamatan Laboratorium Fakultas Kedokteran
pada cawan petri yaitu dengan cara Universitas Nusa Cendana Kupang. Hasil
menghitung diameter zona hambat pewarnaan gram memperlihatkan bakteri
pertumbuhan pada masing-masing uji berwarna kemerahan dengan morfologi
zona disekitar cakram, perhitungan batang yang menunjukkan bahwa bakteri
dilakukan dengan cara mengukur uji adalah positif Escherichia coli.
diameter daya hambat (DDH)
pertumbuhan Escherichia coli pada Uji Aktivitas Antibakteri
media nutrient agar dengan
menggunakan penggaris atau jangka Uji aktivitas antibakteri pada
sorong. penelitian ini dilakukan dengan metode
dilusi yaitu uji Konsentrasi Hambat
Minimum (KHM) dan difusi cakram yaitu
HASIL DAN PEMBAHASAN
mengukur Diameter Daya Hambat (DDH).
Pada pengujian konsentrasi hambat
Ekstraksi Biji Sorgum
minimum semua replikasi tidak didapatkan
Dalam penelitian ini sebanyak 1500 adanya koloni pertumbuhan bakteri pada
gram serbuk simplisia biji sorgum semua konsentrasi ekstrak etanol 70 % biji
direndam dengan etanol 70% sebanyak sorgum dan kontrol positif, hasil tersebut
15000 ml selama 3 hari sambil diaduk 1-2 menunjukan bahwa ekstrak etanol 70 % biji
kali setiap hari untuk mempercepat kontak sorgum memiliki aktivitas antibakteri
antara pelarut dan simplisia. Hasil maserasi terhadap Escherichia coli dalam
kemudian dipekatkan menggunakan rotary menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.
evaporator dengan suhu 45o C selama 26 Pada penelitian ini diameter daya hambat
jam agar terjadi pemisahan antara zat aktif sudah terbentuk pada konsentrasi 1%
dan pelarut. Hasil evaporasi diperoleh berat sampai konsentrasi 100%. Rata- rata
ekstrak kental berwarna kecoklatan diameter daya hambat pada konsentrasi
sebanyak 56 gram. 100% sebesar 20,30 mm, konsentrasi 75%
sebesar 19,01 mm, konsentrasi 50%
Uji Bebas Etanol sebesar 17,39 mm, konsentrasi 25% sebesar
13,75 mm, konsentrasi 10% sebesar 10,58
Hasil pengujian menunjukan bahwa mm, konsentrasi 5% sebesar 10,14 mm,
ekstrak biji sorgum tidak mengandung dan konsentrasi 1% sebesar 9,37 mm. Hasil
etanol 70% yang dibuktikan dengan ini menunjukan bahwa ukuran diameter
perubahan warna sampel ekstrak etanol daya hambat yang terbentuk berbeda-beda
70% biji sorgum ketika ditambahkan setiap konsentrasi. Semakin tinggi

Universitas Nusa Cendana


24 24
Universitas Nusa Cendana
Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

kosentrasi ekstrak maka semakin besar sorgum (Sorghum bicolor L. Moench)


diameter daya hambat yang terbentuk, dan mempunyai aktivitas antibakteri terhadap
sebaliknya. Secara teoritis, suatu bahan pertumbuhan Escherichia coli.
baru dapat dikatakan memiliki aktivitas
antibakteri apabila diameter daya hambat Hasil penelitian ini sejalan dengan
yang terbentuk adalah lebih dari atau sama penelitian yang dilakukan oleh Mauti53
dengan 6 mm44, oleh karena hasil penelitian pada tahun 2017 melakukan penelitian
yang dilakukan menunjukkan bahwa pada tentang aktivitas antibakteri ekstrak etanol
konsentrasi 1% mempunyai rata-rata biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap
diameter daya hambat sebesar 9,37 mm pertumbuhan Escherichia coli dengan
sehingga dapat dikatakan ekstrak etanol biji diameter terbesar pada konsentrasi 100%
sorgum mempunyai aktivitas antibakteri. yaitu sebesar 12,1 mm. Pada penelitian
yang dilakukan oleh Mauti efek antibakteri
Menurut Depertemen Kesehatan RI ekstrak biji papaya terhadap pertumbuhan
pada tahun 1989 kriteria kekuatan daya bakteri Escherichia coli diduga karena
antibakteri dapat dikategorikan lemah jika kandungan bahan aktif yang dikandung
≤ DDH 5 mm, dikategorikan sedang oleh biji pepaya seperti flavonoid, alkaloid,
apabila DDH 5-10 mm, dan dikategorikan tanin, dan saponin, yang dapat merusak
kuat apabila DDH 10-20 mm, dan sangat struktur bakteri sehingga terjadinya
kuat apabila DDH ≥20 mm.52 Dalam penghambatan pertumbuhan bakteri.
penelitian ini aqua steril digunakan sebagai Begitupula dengan biji sorgum, biji sorgum
kontrol negatif dan cefixime digunakan memiliki aktivitas antibakteri karena
sebagai kontrol positif. Aqua steril mengandung zat aktif flavonoid, alkaloid,
digunakan sebagai kontrol negatif karena saponin, dan tanin. Senyawa-senyawa
aqua steril tidak memiliki aktivitas inilah yang berperan dalam menghambat
antibakteri yang dibuktikan dengan zona pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
hambat sebesar 0 mm sehingga dapat
digunakan sebagai pembanding bagi Dibandingkan dengan uji aktivitas
sampel uji. Cefixime digunakan sebagai antibakteri yang dilakukan oleh Mauti,
kontrol positif karena merupakan antibiotik pada ekstrak biji pepaya pada konsentrasi
golongan sefalosporin, yaitu antibiotik terkecil yaitu 6,25% memiliki rata-rata
yang memiliki aktivitas kuat melawan diameter daya hambat sebesar 6,8 mm
bakteri gram negatif seperti golongan sedangkan pada ekstrak biji sorgum pada
Enterobacteriaceae. konsentrasi terkecil yaitu 1% terbentuk
rata-rata diameter daya hambat sebesar 9,37
Cefixime memiliki zona hambat mm. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman
yang besar yaitu rata-ratanya 45,03 mm. sorgum memiliki potensi aktivitas
Data yang diperoleh dari penelitian menghambat pertumbuhan Escherichia coli
dianalisis menggunakan uji statistik. Uji yang lebih besar dibandingkan dengan biji
yang pertama dilakukan yaitu uji pepaya .
normalitas menggunakan uji shapiro-wilk
untuk mengetahui data terdistribusi normal KESIMPULAN
atau tidak. Dari hasil uji shapiro-wilk
didapatkan nilai tingkat signifikansi p ≥ 1. Ekstrak etanol 70% biji sorgum
0,05. Oleh karena nilai p ≥ 0,05 maka (Sorghum bicolor L. Moench)
dapat dikatakan bahwa data terdistribusi memiliki aktivitas antibakteri
normal. Hal ini menunjukkan bahwa syarat terhadap bakteri Escherichia coli.
uji one way anova terpenuhi. Berdasarkan
hasil uji one way anova didapatkan hasil 2. Konsentrasi Hambat Minimum pada
signifikansi p = 0,000, maka dapat ekstrak etanol 70% biji sorgum
disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% biji

Universitas Nusa Cendana 25


Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

(Sorghum bicolor L. Moench) Pendidikan Universitas Negeri


terdapat pada konsentrasi 1%. Semarang: 2015. Hal 1,3

3. Rata-rata diameter daya hambat 5. Kementrian Kesehatan Republik


konsentrasi 100%, 50%, 25%, 10%, Indonesia. (2011). Buku Pedoman
5%, dan 1% masing-masing sebesar Pengendalian Penyakit Diare.
20,30 mm, 19,01 mm, 17,39 mm, Direktorat Jenderal Pengendalian dan
13,75 mm, 10,58 mm, 10,14 mm, dan Penyehatan Lingkungan. Kementrian
9,37 mm. Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta

SARAN 6. Annonim. Escherichia coli (E.coli)


Infection [Internet]. Lousiana Office
1. Perlu dilakukan analisis secara of Public Health-Infectious Disease
kuantitatif untuk mengetahui jumlah Epidemiology Section; 2016. Diambil
senyawa bahan aktif yang terkandung dari:
dalam ekstrak etanol biji sorgum. www.infectiousdisease.dhh.louisiana.
gov
2. Perlu penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui efek samping dari 7. Ganiswarna, S.G. 1995.
pemberian antibakteri ini sebagai Farmakologi dan Terapi. Penerbit
terapi pengobatan. EGC Kedokteran. Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA 8. Peraturan Menteri Kesehatan


Republik Indonesia Nomor
1. Darsana, I.G.O., Besung, I.N.K. & 2406/MENKES/PER/XII/2011
Hapsari, M. (2012). Potensi daun tentang Pedoman Umum Penggunaan
binahong (Anredera cordifolia Antibiotik. 2011.
(Tenore) steenis) dalam menghambat
pertumbuhan bakteri Escherichia coli 9. Monica W., Mahatmi H, Besung. K.
secara in vitro. Jurnal Indonesia Pola Resistensi Salmonella Typhi
Medicus Veterinus, 1:337-351. Yang Diisolasi Dari Ikan Serigala
2. Ganiswarna, S.G. 1995. Farmakologi (Hoplias malabaricus) Terhadap
dan Terapi. Penerbit EGC Antibiotik. Ilmu dan Kesehat Hewan.
Kedokteran. Jakarta. 2013;1(2):64–9.
10. Syahrurachman, Agus,.et. al. 1994.
3. Rohdiana, Arief, Budiman Arista. Mikrobiologi Kedokteran Edisi
2013.Aktivitas Penghambatan Revisi. Binarupa Aksara. Jakarta.
Pertumbuhan Bakteri Escherichia Hal:163-165.
Coli oleh Berbagai Jenis Teh dan
Seduhannya.Bandung.Jurnal 11. Gana, A.K. 2008. Effect of organic
Penelitian Teh dan Kina, Vol. 16 No. and inorganic fertilizers on sugarcane
1, 2013: 37-44 production. African Journal of
General Agriculture. Vol.4,
4. Zakki, Ghulam Izza .Pengetahuan No.1,March 31, 2008
dan Perilaku Preventif terhadap
Bakteri E–coli pada Masyarakat 12. L. Febrina dkk. 2017. Uji aktivitas
Kecamatan Gondomanan di Kota antibakteri terhadap Escherichia coli
Yogyakarta. [Skripsi]. Fakultas Ilmu dan antioksidan dari ekstrak air
tumbuhan binara (Artemisia vulgaris

Universitas Nusa Cendana


26 26
Universitas Nusa Cendana
Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

L.). Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 9, Kedokteran, ed. 20, University of


No. 2, Agustus 2017 p.311-317 California, San Francisco.

13. Annonim. Escherichia coli (E.coli) 20. Hill S. Virulence Factors in Fecal
Infection [Internet]. Lousiana Office Escherichia coli from Humans and
of Public Health-Infectious Disease Animals. [Guelph,Ontario,Canada]:
The University of Guelph; 2013.
Epidemiology Section; 2016. Diambil
dari:
21. Welch RA. The Genus Escherichia.
www.infectiousdisease.dhh.louisiana. Prokaryotes. 2006;6:60–71.
gov
22. Kusuma, Sri Agung Fitri. Escherichia
14. Awika, J.M. and L.W. Rooney. 2004. coli. 2010. [Makalah] Universitas
Review: Sorghum phytochemical and Padjadjaran Fakultas Farmasi:2010
their potential impact on human hal 1-3
health. J. Phytochem. 65: 1199-1221
23. Peraturan Menteri Kesehatan
15. Annonim. Escherichia coli (E.coli) Republik Indonesia Nomor
Infection [Internet]. Lousiana Office 2406/MENKES/PER/XII/2011
of Public Health-Infectious Disease tentang Pedoman Umum Penggunaan
Epidemiology Section; 2016. Diambil Antibiotik. 2011.
dari:
www.infectiousdisease.dhh.louisiana. 24. Badan Penelitian dan Pengembangan
gov Pertanian Kementerian Pertanian.
2013. Sorgum Inovasi Teknologi dan
16. Hill S. Virulence Factors in Fecal Pengembangan. Jakarta: IAARD
Escherichia coli from Humans and Press
Animals. [Guelph,Ontario,Canada]:
The University of Guelph; 2013. 25. Ariyono,Deasya Kumalawati. 2015.
[Skripsi] Kandungan Proksimat,
17. Syahrurachman A, Chatim A, W.K. Tanin, dan Asam Amino Biji Sorgum
AS, Karuniawati A, Santoso AUS, (Sorghum bicolor(L.) Moench) Yang
Bela BMFHB, et al. Buku Ajar Mendapat Cekaman Kromium
Mikrobiologi Kedokteran Edisi (Proximate Contents, Tannin, and
Revisi. Staf Pengajar Bagian Amino Acid in Sorghum (Sorghum
Mikrobiologi FKUI, editor. bicolor(L.) Moench) under
Tanggerang: Binarupa Aksara Chromium Stress). Fakultas Biologi
Publisher:2010 Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga.Hal 1-2
18. Geo F. Brooks M, Janet S. Butel P,
Stephen A. Morse P. Jawetz, 26. Kurniadi, Andriani, Faturohman, dan
Melnick, &Adelberg Mikrobiolgi Damayanti.2013. Karakteristik
Kedokteran. 23 ed. Elferia RN, Fisikokimia Tepung Biji Sorghum
Ramadhani D, Karolina S, Indriayani (Sorghum bicolor L.) Terfermentasi
F, editor. Jakarta: EGC; 2008. Bakteri Asam Laktat Lactobacilllus
acidophilus. Yogyakarta.
19. Jawetz E., J. L. Melnick, E. A. AGRITECH, Vol. 33, No. 3, Agustus
Adelberg, G. F. Brooks, J. S. Butel, 2013.
L. N. Ornston, 1995, Mikrobiologi

Universitas Nusa Cendana 27


Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

27. Etuk, E. B., Ifeduba, A.V., Okata, 34. Ngajowa, Abidjulu, dan Kamu,
U.E., Chiaka, I., Okoli, Ifeanyi, C., Vanda S. 2013. Pengaruh Antibakteri
Okeudo, N.J., Esonu, B.O., Udedibie, Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia
A.B.I. dan Moreki, J.C. (2012). pinnata) terhadap Bakteri
Nutrient composition and feeding Staphylococcus aureus secara In
value of sorghum for livestock and vitro. Manado, Sulawesi Utara. Jurnal
poultry: a review. Journal of Animal Mipa Unsrat Online 2 (2) 128-132
Science Advances 2: 510 – 524.
35. Pratiwi Rijayanti, Rika. Uji Aktivitas
28. Rahman, I.E.A. dan Osman, M.A.W. Antibakteri Ekstrak Etanol Daun
(2011). Effect of sorghum type Mangga Bacang (Mangifera Foetida
(Sorghum bicolor) and traditional L.) terhadap Staphylococcus aureus
fermentation on tannins and phytic Secara In Vitro. Naskah Publikasi.
acid contents and trypsin inhibitor Fakultas Kedokteran Universitas
activity. Journal of Food, Agriculture Tanjungpura. 2014. Hal 11-12
and Environment 9: 163 – 16
36. Okoye EI. Preliminary
29. Schons, P.F., Battestin, V. dan Phytochemicaal Analysis and
Macedo, G.A. (2012). Fermentation Antimicrobial Activity of Seed of
and enzyme treatments for sorghum. Carica Papaya. J Basic Phys Res.
Brazilian Journal of Microbiology 2011;2(1):66–9.
43(1): 89 – 97.
37. Departemen Kesehatan RI. Parameter
30. Awika, J.M. and L.W. Rooney. 2004. Standar Umum.Ekstrak Tumbuhan
Review: Sorghum phytochemical and Obat.2000. diakses : 16 April 2017.
their potential impact on human Tersedia dari:
health. J. Phytochem. 65: 1199-1221 http://www.putrimayasari.unja.ac.id.

31. Awika, M. Joseph. 2011. Sorghum 38. Nuraina. Uji aktivitas antimikroba
Flavonoids: Unusual Compounds ekstrak daun Garcinia benthami
with Promising Implications for Pierre dengan metode dilusi.
Health. American Chemical Society: [Skripsi], Universitas Islam Negeri
Washington, DC Syarif Hidayatullah: 2015. Hal 6-7

32. Badan Penelitian dan Pengembangan 39. Istiqomah. Perbandingan Metode


Pertanian Kementerian Pertanian. Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi
2013. Sorgum Inovasi Teknologi dan Terhadap Kadar Piperin Buah Cabe
Pengembangan. Jakarta: IAARD Jawa (Piperis retrofracti fructus
Press ).[Skripsi]. Jakarta: Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,
33. Isdamayanti, Linda.Kandungan Universitas Islam Negeri Syarif
Flavonoid, Total Fenol, dan Hidayatullah; 2013.
Antioksidan Snack Bar Sorgum
sebagai Alternatif Makanan Selingan 40. Mukhriani. Ekstraksi, Pemisahan
Penderita Diabetes Mellitus Tipe Senyawa, dan Identifikasi Senyawa
2.Artikel Penelitian.Fakultas Aktif. J Kesehat. 2014;VII(2).
Kedokteran Universitas
Diponegoro.2015. Hal 5-6 41. Puspita P. Uji Aktivitas Antibakteri
Ekstrak Bawang Putih (Allium
Sativum Linn) Terhadap Bakteri

Universitas Nusa Cendana


28 28
Universitas Nusa Cendana
Uji Potensi Aktivitas Antibakteri Cendana Medical Journal, Volume 16, Nomor 1, Maret 2019

Staphylococcus aureus In Vitro.2008. 48. Walsbren, Carr, and Dunnette A. J.


diakses: 12 Juli 2017. Tersedia dari: Clin. Path. 21:884. 1951. American
http://core.ac.uk. Public Health Association. 1923.
Standard methods of water analysis,
42. Nurhasnawati dan Sa`adah, Hayatus. 5th ed. American Public Health
Perbandingan Pelarut Etanol daan Association,Washington,D.C.
Air pada Pembuatan Ekstrak Umbi
Bawang Tiwai (Eleutherine 49. Sumiati, Eti. Uji Aktivitas
americana merr) Menggunakan Antibakteri Ekstrak Kloroform dan
Metode Maserasi.Jurnal Ilmiah Ekstrak Etanol Biji Bidara Laut
Manuntung, 1(2), 149-153, 2015. (Strychnos ligustrina Bl) terhadap
Hal.150 Staphylococcus Aureus ATCC 259
dan Salmonella thypi . Vol 2, No.1,
43. Fahri, Irwan. Aktivitas Antidiabetes Juni 2014. Sekolah Tinggi Ilmu
dan Analisis Fitokimia Ekstrak Air Kesehatan Mataram.
dan Etanol Daun Wungu
(Graptophyllum Pictum (L.) Griff). 50. Nissabilla, Saskia Salsa. Uji Aktivitas
Skripsi. Fakultas Matematika dan Antibakteri Ekstrak etanol 70% dan
Ilmu Pengetahuan Alam Institut sorgum (Moringa Oleifera) Terhadap
Pertanian Bogor: 2011. Hal.7 Pertumbuhan Escherichia Coli Secara
In Vitro.[Skripsi], Universitas Nusa
44. Toy, Torar S.S, Lampus, Benedictus Cendana Kupang : 2018
S, dan Hutagalung Bernat S.P (2015).
Uji Daya Hambat Ekstrak Rumput 51. Fatisa,Y. Daya Antibakteri Estrak
Laut Gracilaria SP Terhadap Kulit Dan Biji Buah Pulasan
Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus (Nephelium Mutabile) terhadap
Aureus. Jurnal e-Gigi (eg), Volume 3, Staphylococcus Aureus Dan
Nomor 1. Escherichia Coli secara In Vitro.
Jurnal Peternakan Vol 10 No 1
45. Dima LLRH, Lolo WA. Uji Aktivitas Februari 2013 (31 - 38). Universitas
Antibakteri Ekstrak Daun Kelor Islam Negeri sultan Syarif Kasim
(Moringa oleifera L.) Terhadap Riau.
Bakteri Escherichia coli dan
Staphylococcus aureus. 2016;1-7. 52. Departemen Kesehatan. 1988.
Inventaris Obat Indonesia Jilid I.
46. Sukmariah, M. dan Kamiati, A. 1990. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kimia Kedokteran Edisi 2, Binarupa Kesehatan. Departemen Kesehatan
Aksara, Jakarta. Republik Indonesia, Jakarta.

47. Fahri, Irwan. Aktivitas Antidiabetes 53. Mauti, Imelda Maria. Aktivitas
dan Analisis Fitokimia Ekstrak Air Antibakteri Ekstrak Etanol Biji
dan Etanol Daun Wungu Pepaya (Carica papaya L.) terhadap
(Graptophyllum Pictum (L.) Griff). Pertumbuhan Escherichia coli.
Skripsi. Fakultas Matematika dan [Skripsi]. Universitas Nusa Cendana,
Ilmu Pengetahuan Alam Institut 2017
Pertanian Bogor: 2011. Hal.7

Universitas Nusa Cendana 29