Anda di halaman 1dari 8

SOSIOLOGI POLITIK

“STRATEGI MENUJU INTEGRASI NASIONAL”

Dosen Pengempu Mata Kuliah: Dr. Drs. I Nengah Punia, M.si

KELOMPOK 10
Fifi Prananda 1607522111
I Putu Agus Yudha Artika Guna 1707522081
Komang Karisma Devantha 1707522144

PROGRAM STUDI S1 SARJANA MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbanyak. Indonesia juga
terkenal sebagai negara dengan jumlah suku daerah terbanyak. Selain itu, hinga
saat ini, Indonesia memiliki 6 agama yang sudah diakui pemerintah. Dari sekian
banyaknya daerah, suku, dan agama yang ada di Indonesia, tentunya Indonesia
harus memiliki pondasi yang kuat untuk mempersatukan perbedaan ini. Bhineka
Tunggal Ika adalah semboyan bangsa yang mampu mempersatukan perbedaan
ini. Semangat integrasi nasional dari pendahulu kita yang menyadarkan kita
bahwa walaupun dalam perbedaan ini kita tetaplah satu. Maka dari itu kita akan
membahas lebih jauh lagi mengenai Integrasi Nasional.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa definisi integrasi nasional ?
2. Apa saja faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional ?
3. Bagaimana strategi menuju integrasi nasional ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui definisi integrasi nasional.
2. Untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat integrasi nasional.
3. Untuk mengetahui strategi menuju integrasi nasional.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Integrasi Nasional


Pengertian Integrasi Nasional adalah suatu upaya untuk mempersatukan atau
menggabungkan berbagai perbedaan pada kelompok budaya atau kelompok sosial di
dalam satu wilayah sehingga membentuk suatu kesatuan yang harmonis di dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semboyan Bhineka Tunggal
Ika. Dengan kata lain, integrasi nasional adalah hasrat dan kesadaran untuk bersatu
sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia. Integrasi bangsa dapat dilihat secara
politis dan secara antropologis.
1. Pengertian Integrasi Nasional secara Politis adalah proses penyatuan berbagai
kelompok budaya dan sosial di dalam kesatuan wilayah nasional yang kemudian
membentuk identitas nasional.
2. Pengertian Integrasi Nasional secara Antropologis adalah proses penyesuaian
berbagai unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga terjadi keseresaian
fungsi dalam kehidupan bermasyarakat.
Berbagai keanekaragaman yang ada di Indonesia sudah seharusnya dipelihara dan
dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Jangan menjadikan perbedaan sebagai
pertentangan karena perbedaan dan keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan
dan kelebihan yang dimiliki oleh Indonesia.

2.2 Faktor Pendorong Integrasi Nasional


Berikut ini adalah beberapa faktor pendorong terjadinya national integration:
1. Adanya faktor sejarah sehingga timbul rasa senasib dan seperjuangan.
2. Semua kalangan masyarakat Indonesia memiliki keinginan untuk bersatu,
seperti yang tertuang pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.
3. Timbulnya rasa cinta tanah air yang ditunjukkan pada masa perjuangan
merebut kemerdekaan, hingga mengisi kemerdekaan.
4. Adanya rasa rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara seperti yang
ditunjukkan oleh para pahlawan yang gugur selama masa perjuangan
kemerdekaan.
5. Konsensus nasional di dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila
serta UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan
bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

2.3 Faktor Penghambat Integrasi Nasional


Berikut ini adalah beberapa faktor penghambat national integration:
1. Keanekaragaman budaya, bahasa daerah, agama, ras, dan berbagai perbedaan
lainnya menjadi faktor penghambat proses national integration.
2. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat luas dan terdiri
dari ribuan kepulauan dan dikelilingi lautan yang luas juga menjadi
penghambat integrasi bangsa.
3. Ketimbangan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah telah
menimbulkan rasa tidak puas. Masih banyaknya konflik berunsur SARA
(Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan), gerakan separatisme dan
kedaerahaan, domenstrasi, juga menjadi faktor penghambat integrasi.
4. Paham etnossentrisme yang masih dimiliki oleh beberapa suku sehingga
menonjolan kelebihan daerahnya dan meremehkan budaya suku bangsa yang
lain.

2.4 Strategi integrasi


1. Strategi Asimilasi
proses percampuran dua macam kebudayaan atau lebih menjadi satu
kebudayaan yang baru, di mana dengan percampuran tersebut maka masing-
masing unsur budaya melebur menjadi satu sehingga dalam kebudayaan yang
baru itu tidak tampak lagi identitas masing-masing budaya pembentuknya.
Ketika asimilasi ini menjadi sebuah strategi integrasi nasional, berarti bahwa
negara mengintegrasikan masyarakatnya dengan mengupayakan agar unsur-
unsur budaya yang ada dalam negara itu benar-benar melebur menjadi satu
dan tidak lagi menampakkan identitas budaya kelompok atau budaya lokal.
Dengan strategi yang demikian tampak bahwa upaya mewujudkan integrasi
nasional dilakukan tanpa menghargai unsur-unsur budaya kelompok atau
budaya lokal dalam masyarakat negara yang bersangkutan. Dalam konteks
perubahan budaya, asimilasi memang bisa saja terjadi dengan sendirinya oleh
adanya kondisi tertentu dalam masyarakat. Namun bisa juga hal itu
merupakan bagian dari strategi pemerintah negara dalam mengintegrasikan
masyarakatnya, yaitu dengan cara melakukan rekayasa budaya agar integrasi
nasional dapat diwujudkan. Dilihat dari perspektif demokrasi, apabila upaya
yang demikian itu dilakukan dapat dikatakan sebagai cara yang kurang
demokratis dalam mewujudkan integrasi nasional.

2. Strategi Akulturasi
Akulturasi adalah proses percampuran dua macam kebudayaan atau lebih
sehingga memunculkan kebudayaan yang baru, di mana ciri-ciri budaya asli
pembentuknya masih tampak dalam kebudayaan baru tersebut. Dengan
demikian berarti bahwa kebudayaan baru yang terbentuk tidak “melumat”
semua unsur budaya pembentuknya. Apabila akulturasi ini menjadi strategi
integrasi yang diterapkan oleh pemerintah suatu negara, berarti bahwa negara
mengintegrasikan masyarakatnya dengan mengupayakan adanya identitas
budaya bersama namun tidak menghilangkan seluruh unsur budaya kelompok
atau budaya lokal. Dengan strategi yang demikian tampak bahwa upaya
mewujudkan integrasi nasional dilakukan dengan tetap menghargai unsur-
unsur budaya kelompok atau budaya lokal, walaupun penghargaan tersebut
dalam kadar yang tidak terlalu besar. Sebagaimana asimilasi, proses akulturasi
juga bisa terjadi dengan sendirinya tanpa sengaja dikendalikan oleh negara.
Namun bisa juga akulturasi menjadi bagian dari strategi pemerintah negara
dalam mengintegrasikan masyarakatnya. Dihat dari perspektif demokrasi,
strategi integrasi nasional melalui upaya akulturasi dapat dikatakan sebagai
cara yang cukup demokratis dalam mewujudkan integrasi nasional, karena
masih menunjukkan penghargaan terhadap unsur-unsur budaya kelompok
atau budaya lokal.

3. Strategi Pluralis
Paham pluralis merupakan paham yang menghargai terdapatnya perbedaan
dalam masyarakat. Paham pluralis pada prinsipnya mewujudkan integrasi
nasional dengan memberi kesempatan pada segala unsur perbedaan yang ada
dalam masyarakat untuk hidup dan berkembang. Ini berarti bahwa dengan
strategi pluralis, dalam mewujudkan integrasi nasional negara memberi
kesempatan kepada semua unsur keragaman dalam negara, baik suku, agama,
budaya daerah, dan perbedaan-perbedaan lainnya untuk tumbuh dan
berkembang, serta hidup berdampingan secara damai. Jadi integrasi nasional
diwujudkan dengan tetap menghargai terdapatnya perbedaan-perbedaan dalam
masyarakat. Hal ini sejalan dengan pandangan multikulturalisme, bahwa
setiap unsur perbedaan memiliki nilai dan kedudukan yang sama, sehingga
masing-masing berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

2.5 Contoh Integrasi Nasional


Mengacu pada penjelasan di atas, berikut ini adalah beberapa contoh integrasi
nasional di Indonesia:
1. Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta oleh
Pemerintah Indonesia pada tahun 1976. Di lokasi TMII tersebut terdapat
rumah adat dan aneka macam budaya dari seluruh provinsi Indonesia.
2. Sikap menghargai dan toleransi terhadap antar umaat beragama di
Indonesia. Hal ini terlihat dari sikap masyarakat Indonesia yang
menghargai perbedaan agama.
3. Sikap menghargai dan merasa memiliki kebudayaan yang berasal dari
daerah lain, bahkan mempelajari kebudayaan dari daerah yang berbeda.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Integrasi Nasional adalah suatu upaya untuk mempersatukan atau
menggabungkan berbagai perbedaan pada kelompok budaya atau kelompok sosial di
dalam satu wilayah sehingga membentuk suatu kesatuan yang harmonis di dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Integrasi nasional adalah hasrat dan
kesadaran untuk bersatu sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia dengan
semboyan Bhineka Tunggal Ika. Integrasi nasional merupakan dasar dalam
mempersatukan perbedaan yang ada di bangsa ini. Agar mampu menjalankan
integrasi nasional maka kita harus memahami apa saja faktor-faktor yang mendukung
maupun menghambat integrasi nasional. Untuk merealisasikannya, kita juga harus
memanfaatkan strategi-strategi dalam melakukan integrasi nasional.

3.2 Saran
Setelah memahami lebih dalam apa itu Integrasi nasional, diharapkan kita mampu
menerapkannya dan meminimalisir adanya kontra di dalam bangsa dengan
kebudayaan yang beraneka ragam ini. Para pendahulu kita sudah memperjuangkan
semangat untuk mempersatukan bangsa ini. Merupakan kewajiban bagi kita sebagai
penerusnya untuk mewujudkan semboyan bangsa, Bhineka Tunggal Ika. Seperti kata
Soekarno, perjuangan kita akan lebih sulit karena kita tidak lagi melawan penjajah,
melainkan melawan rakyat kita sendiri yaitu pihak-pihak separatis yang menolak
untuk bersatu di dalam bangsa ini.
Daftar Pustaka

Suhadi, Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989.


https://www.edukasippkn.com/2016/05/macam-macam-strategi-untuk-
mewujudkan.html?m=1
http://argamakmur.wordpress.com/cara-mengatasi-agar-tidak-terjadi-integrasi-suatu
bangsa//18-11-2011/19:30
http://organisasi.org/mengembalikan-integrasi-nasional-dengan-nasionalisme-tanpa-
sifat-kedaerahan/18-11-2011/19:30