Anda di halaman 1dari 4

PENDIDIKAN KEPERAWATAN

Ketua ITEKES BALI Dosen Akademik

INSTITUT TEKNOLOGI DAN I Gede Putu Darma IGA Puja Astuti Dewi,
KESEHATAN BALI ( ITEKES BALI) Suyasa,S.Kp.,M.Ng.,Ph.D S.Kp.,M.Kep
Jln. Tukad Balian No.180, NIDN. 0823067802 NIDN. 0815097501
Denpasar Bali
PENGAMBILAN DARAH ARTERI
1. PENGERTIAN Suatu tindakan mengambil sampel darah arteri melalui
pembuluh darah arteri
2.TUJUAN/MANFAAT Mengobservasi nilai gas dalam darah
3. SASARAN Perawatan ini dilakukan pada setiap pasien yang mengalami
gangguan pernapasan dan metabolik
4. PERSIAPAN KERJA A. Persiapan Perawat
1) Fase Pre Interaksi
1. perawat mengetahui cara dan prosedur pemasangan
infus
2. perawat mempersiapkan diri (pemasangan,
pengetahuan, dan prosedur kerja) sebelum ke pasien
B. Persiapan Alat
1. heparin dalam spuit berukuran 3 ml
2. jarum ukuran 20 dengan panjang 1,5
3. es yang sudah di hancurkan untuk sampel darah arteri
2) Fase Orientasi
4. obat anastesi local ( Xilokain 2%)
5. kasa ukuran 2x2 atau 4x4
6. sarung tangan sekali pakai
7. Alkohol Swab
8. Plester
C. Persiapan Pasien
1. Memperkenalkan diri dan memvalidasi pasien
2. Menjelaskan tujuan tindakan
3. Meminta persetujuan tindakan
4. Kontrak waktu dan tempat
5. Menjelaskan langkah/presedur yang akan dilakukan
D. Persiapan Lingkungan
1. Meminta Pengunjung/keluarga untuk meninggalkan
ruangan selama tindakan.
2. Menjaga Privasi pasien dengan memasang
sampiran/menutup pintu.
3. Menjaga keamanan pasien.
5. TAHAP KERJA 1. Cuci tangan
2. Pasang APD, gunakan handscoon bersih
3. Palpasi arteri radialis
4. Lakukan pemeriksaan Allen :
a. minta klien mengepalkan tangan dengan kuat
b. berikan tekanan langsung pada arteri radialis dan
ulnaris
c. minta klien membuka tangannya
d. lepaskan tekanan dari arteri ulnaris, observasi
warna jari-jari dan tangan.
e. Jari-jari dan tangan harus memerah dalam 15
detik. Warna kemerahan merupakan tanda
bahwa pemeriksaan allen positif, apabila
pemeriksaan negative (tidak ada kemerahan),
arteri radialis harus dihindarkan, periksa tangan
yang lain.
5. Hiperekstensikan pergelangan tangan klien diatas
gulungan handuk
6. Cuci tangan, kenakan sarung tangan sekali pakai.
7. Bersihkan tempat pungsi dengan gerakan melingkar
menggunakan yodium-povidin kemudian diusap
dengan menggunakan kapas alcohol
8. Berikan anastesi lokal. Xilokain 2 % biasanya
disuntikkan secara subkutan.
9. Bilas spuit berukuran 3 ml dengan sedikit heparin
1000 U/ml dan kemudian kosongkan spuit, biarkan
heparin berada di dalam jarum dan bagian dalam
spuit.
10. Sementara mempalpasi arteri, masukkan jarum
dengan sudut 45 derajat sambil menstabilkan arteri
klien dengan tangan anda yang lain.
11. Observasi adanya denyutan (pulsasi) aliran darah
masuk ke dalam spuit.
12. Ambil 2 ml darah.
13. Lepaskan jarum dan spuit dari arteri. Buang setiap
udara yang berada di dalam spuit. Sumbat spuit
dengan penyumbat udara.
14. Putar-putar spuit sehingga darah bercampur dengan
heparin.
15. Tempatkan spuit diantara es yang sudah dipecah.
16. Berikan label pada specimen yang berisikan nama,
suhu tubuh, dn konsentrasi oksigen yang diinspirasi
klien (jika klien diberikan terapi oksigen).
17. Minta supaya specimen dibawa ke dalam
laboratorium dengan segera.
18. Berikan tekanan pada tempat pungsi dengan
menempatkan kasa berukuran 2 x 2/4 x 4 diatas
tempat pungsi dan tahan selama 5 menit. Lama
waktu tersebut dapat meningkat pada klien yang
mendapatkan obat antikoagulan.
19. Beri plaster diatas kasa jika perdarahan berhenti.
20. Buang peralatan di wadah yang telah disediakan,
lepas dan buang sarung tangan,lalu cuci tangan.
21. Catat didalm catatan perawat waktu pemeriksaan
gas darah arteri dan dari ekstremitas sebelah mana
specimen darah tersebut diambil.
6. EVALUASI 1. Evaluasi perasaan pasien (merasa aman dan
nyaman)
2. Kontrak waktu untuk kegiatan selanjutnya
3. Bawa alat keluar, bereskan alat, buka APD dan cuci
tangan.
4. Dokumentasikan prosedur dan hasil observasi

Sumber: Fundamental Of Nursing Potter Perry, 2012