Anda di halaman 1dari 52

STANDAR

PT PLN (PERSERO)

STANDAR PT PLN (PERSERO)
STANDAR PT PLN (PERSERO)

SPLN U1.006: 2015

Lampiran Peraturan Direksi PT PLN (Persero) No. 0254.P/DIR/2016

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONTRAKTOR PT PLN (PERSERO)
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONTRAKTOR
PT PLN (PERSERO)

(CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM /CSMS)

PT PLN (Persero)

Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160

i

STANDAR

PT PLN (PERSERO)

STANDAR PT PLN (PERSERO)
STANDAR PT PLN (PERSERO)

SPLN U1.006: 2015

Lampiran Peraturan Direksi PT PLN (Persero) No. 0254.P/DIR/2016

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONTRAKTOR PT PLN (PERSERO)
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONTRAKTOR
PT PLN (PERSERO)

(CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM / CSMS)

PLN (PERSERO) ( CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM / CSMS) PT PLN (Persero) Jl. Trunojoyo Blok M-1/135

PT PLN (Persero)

Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONTRAKTOR

(CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM /CSMS)

PT PLN (PERSERO)

Disusun oleh: Kelompok Bidang Umum Standardisasi dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 0448.K/DIR/2014
Disusun oleh:
Kelompok Bidang Umum Standardisasi
dengan Keputusan
Direksi PT PLN (Persero)
No. 0448.K/DIR/2014
Kelompok Kerja Standardisasi
Contractor Safety Management System (CSMS)
dengan Keputusan
Kepala PT PLN (Persero) PUSLITBANG Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0736.K/PUSLITBANG/2014

Diterbitkan oleh :

PT PLN (Persero) Jl. Trunojoyo Blok M - 1/135, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160

Susunan Kelompok Bidang Umum Standardisasi

Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 0448.K/DIR/2014

1. Tri Wahyudi, ST, MM : Ketua merangkap Anggota 2. Habib Hamidy, ST : Sekretaris
1.
Tri Wahyudi, ST, MM
:
Ketua merangkap Anggota
2.
Habib Hamidy, ST
:
Sekretaris merangkap Anggota
3.
Achmad Sahil Ansori, ST
:
Sebagai Anggota
4.
Anhar Samura, BE
: Sebagai Anggota
5.
Drs. Sugiman, MM
: Sebagai Anggota
6.
Ir. A.Lilik Ismanto
:
Sebagai Anggota
7.
Ir. Ependi Sembiring, MM
:
Sebagai Anggota
8.
Ir. Suryati
: Sebagai Anggota
9.
A. Parlindungan Siregar
:
Sebagai Anggota
Susunan Kelompok Kerja Standardisasi
Contractor Safety Management System (CSMS)
Keputusan Kepala PT PLN (Persero) PUSLITBANG Ketenagalistrikan
(Research Institute)
No. 0736.K/PUSLITBANG/2014
1.
Ir. Ependi Sembiring, MM
:
Ketua merangkap Anggota
2.
Tri Wahyudi, ST, MM
: Sekretaris merangkap Anggota
3.
I Nyoman Jendra, ST
: Sebagai Anggota
4.
Anhar Samura, BE
:
Sebagai Anggota
5.
Habib Hamidy, ST
:
Sebagai Anggota
6.
Hendi Wahyono, ST
:
Sebagai Anggota
7.
Djayus Manoppo, ST
: Sebagai Anggota
8.
Sumardiono
:
Sebagai Anggota
Nara sumber:
-
DR. Ir. Sugiman
-
Ir. Jonathan Sembiring, MM
-
Ir. Martono

SPLN U1.006: 2015

Daftar Isi

Daftar Isi i Daftar Gambar ii Daftar Lampiran ii Prakata iii 1 Ruang Lingkup 1
Daftar
Isi
i
Daftar Gambar
ii
Daftar Lampiran
ii
Prakata
iii
1
Ruang Lingkup
1
2
Tujuan
1
3
Acuan Normatif
1
4
Istilah dan Definisi
2
4.1 Bahaya
2
4.2 Bahaya yang akan terjadi
2
4.3 Contractor Safety Management System (CSMS)
2
4.4 Daerah/zona kerja
3
4.5 Daerah
terbatas
3
4.6 Daerah
terlarang
3
4.7 Daerah
tertutup
3
4.8 Dokumentasi
3
4.9 Evaluasi kinerja K3 kontraktor
3
4.10 Hampir celaka (Nearmiss)
3
4.11 Higina industrial
3
4.12 Insiden
4
4.13 Kecelakaan
4
4.14 Keselamatan ketenagalistrikan
4
4.15 Kontrak
4
4.16 Kontraktor
4
4.17 Orang yang kompeten
4
4.18 perencana pengadaan
Pejabat
4
4.19 pelaksana pengadaan
Pejabat
5
4.20 Panelis penilai lelang
5
4.21 Pemilik/pemilik asset
5
4.22 Pemilik kontrak
5
4.23 Penanggung jawab kontrak
5
4.24 Pengawas K3 kontraktor
5
4.25 Penilaian risiko
5
4.26 Rencana K3 kontraktor
5
4.27 Risiko
6
4.28 Seleksi
6
4.29 Sub kontraktor
6
4.30 Assesmen K3 kontraktor
6
5
Persyaratan Contractor Safety Management System (CSMS)
6
5.1
Kerangka kerja CSMS
6

i

SPLN U1.006: 2015

Daftar Gambar

Gambar 1. Diagram alir memilih kontraktor

17

Gambar 2. Proses kegiatan pra-kerja

18

Gambar

3.

Kegiatan pekerjaan sedang berlangsung

19

Gambar 4. Evaluasi akhir

20

Daftar Lampiran 7. Daftar ceklis inspeksi tempat kerja 9. Formulir evaluasi akhir K3 kontraktor
Daftar Lampiran
7.
Daftar ceklis inspeksi tempat kerja
9.
Formulir
evaluasi akhir K3 kontraktor

Lampiran 1. Proses asesmen K3 kontraktor Lampiran 2. Kriteria pemilihan dan penilaian lelang untuk calon kontraktor Lampiran 3. Formulir evaluasi lelang K3 kontraktor Lampiran 4. Daftar periksa pra-kerja K3 kontraktor Lampiran 5. Daftar periksa dokumen persyaratan K3 kontraktor Lampiran 6. Uraian pertemuan K3 pra-kerja kontraktor

Lampiran

Lampiran 8. Laporan tindak lanjut inspeksi area tempat kerja

Lampiran

21

25

28

30

31

32

34

35

36

ii

SPLN U1.006: 2015

Prakata

Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety Management System) atau CSMS merupakan bagian dari sistem manajemen yang memfasilitaskan pengelolaan aspek keselamatan, kesehatan kerja (K3) terkait dengan bisnis organisasi termasuk: struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya untuk mengembangkan, menerapkan, mencapai, mengkaji dan memelihara sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam kebijakan organisasi.

Standar ini diperuntukkan kontraktor dalam pelaksanaan kerjanya. Kontraktor dituntut dan wajib untuk melaksanakan pekerjaannya secara aman dari segi keselamatan dan kesehatan (K3), hal ini dilakukan dengan tujuan dapat menekan potensi kecelakaan sesuai risiko dalam pekerjaannya.

menekan potensi kecelakaan sesuai risiko dalam pekerjaannya. Potensi kecelakaan dalam pekerjaan dapat mengakibatkan

Potensi kecelakaan dalam pekerjaan dapat mengakibatkan kerugian antara lain:

a.

b.

CSMS ini dimasukkan sebagai salah satu dokumen kontrak. Semua kontraktor, harus dan diwajibkan untuk memastikan bahwa karyawan mereka, sub-kontraktor, pemasok, vendor dan pengunjung mematuhi ketentuan-ketentuan berkenaan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Kontraktor juga harus paham dengan standar dan peraturan lainnya (misalnya HIRADC, Lock Out Tag Out (LOTO), izin memasuki daerah terbatas, daerah terlarang, daerah tertutup, perlindungan jatuh, penggalian, dan lain-lain).

Kerugian langsung yang ditimbulkan akibat kecelakaan dapat menyebabkan kematian, cacat seumur hidup dan penyakit akibat kerja seperti biaya pengobatan dan kompensasi;

Kerugian secara tidak langsung antara lain kerusakan alat-alat produksi, penataan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, penghentian alat produksi dan hilangnya waktu kerja serta menurunnya kepercayaan masyarakat dan citra perusahaan.

Dengan memperhatikan banyaknya risiko yang terjadi di lapangan pekerjaan, maka diperlukan standar yang mengatur terhadap mitra kerja/kontraktor PT PLN (Persero) untuk menerapkan CSMS dalam setiap merencanakan dan memulai pekerjaannya.

Standar Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor ini juga menunjukkan pencapaian terhadap sasaran melalui usaha bersama antara PT PLN (Persero) dan mitra-mitra yang dikontraknya. Seluruh individu yang bekerja di unit-unit PLN beserta anak perusahaannya harus memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang berada dalam kisaran keahlian dan tanggung jawab mereka memenuhi persyaratan K3.

Dengan diterbitkannya standar SPLN U1.006: 2015, tentang Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor maka semua pihak berkewajiban mencegah potensi bahaya yang timbul setiap saat dan berlaku di PT PLN (Persero) dan anak perusahaannya.

iii

SPLN U1.006: 2015

Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety Management System/CSMS) PT PLN (Persero)

1 Ruang Lingkup

Standar Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor ini menjelaskan persyaratan kinerja minimum kontraktor di PT PLN (Persero) dan Anak Perusahaan serta kegiatan yang terkait dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), mulai dari tahap penilaian risiko, assesmen K3 kontraktor, proses pelelangan, kegiatan pra-kerja, pekerjaan sedang berlangsung serta evaluasi akhir penyelesaian pekerjaannya.

Tujuan Acuan Normatif Undang-undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja; Undang-undang No. 13 tahun
Tujuan
Acuan Normatif
Undang-undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja;
Undang-undang No. 13 tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan;
Undang-undang No. 30 tahun 2009, tentang Ketenagalistrikan;
Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012, tentang Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

a.

b.

c.

d.

Peraturan Pemerintah No 14, tahun 2012, tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, sebagaimana telah diubah dengan peraturan Pemerintah RI No 23, tahun 2014;

f. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No KEP-04/MEN/87, tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja;

g. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, No. Kep. 45 /DJPPK/ IX /2008, tentang Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bekerja pada Ketinggian dengan Menggunakan Akses Tali ( Rope Access );

h. SNI

Sistem Manajemen Lingkungan-Persyaratan dan Panduan

e.

19-14001-2005,

Standar ini meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya untuk mengembangkan, menerapkan, mencapai, mengkaji dan memelihara sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja kontraktor untuk menjamin peningkatan produktivitas dan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan secara berkelanjutan.

Selanjutnya sistem manajemen keselamatan kontraktor pada standar ini disebut Contractor Safety Management System (CSMS).

2

Sebagai pedoman umum untuk penyeragaman bagi seluruh unit PLN dan Anak Perusahaan dalam menyeleksi dan mengelola kinerja K3 kontraktor agar kegiatan konstruksi dan operasi PLN berjalan dengan aman, andal dan akrab lingkungan.

3

Kecuali ditetapkan secara khusus pada standar ini, maka ketentuan mengikuti standar dan referensi berikut. Dalam hal terjadi revisi pada standar dan referensi tersebut maka ketentuan mengikuti edisi terakhirnya.

Penggunaan;

1

SPLN U1.006: 2015

i. OHSAS

18001:

Requirements;

2007,

Occupational

Health

and

Safety

Management

System

j. CPMG-001 (revision 02): 2010, Contractor Safety and Environmental Management Handbook;

k. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 014.K/DIR/2010, tentang Pedoman Pelaksanaan PLN Management System (PLN-MS);

l. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 143.K/DIR/2007, tentang Pedoman Keselamatan Lingkungan di Lingkungan PT PLN (Persero); Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 090.K/DIR/2005, tentang Pedoman Keselamatan Instalasi di Lingkungan PT PLN (Persero);

Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 091.K/DIR/2005, tentang Pedoman Keselamatan Umum di Lingkungan PT PLN
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 091.K/DIR/2005, tentang Pedoman
Keselamatan Umum di Lingkungan PT PLN (Persero);
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 092.K/DIR/2005, tentang Pedoman
Keselamatan Kerja di Lingkungan PT PLN (Persero);
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 620.K/DIR/2013, tentang Pedoman
Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan PT PLN (Persero);
Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 527.K/DIR/2014, tentang Perubahan atas
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 620.K/DIR/2013, Pedoman Pengadaan
Barang/Jasa PT PLN (Persero);
Surat Edaran Direksi No. 0003.E/DIR/2014, Proses Pemilihan Penyedia Barang dan
Jasa;
Surat Edaran Direksi No. 0014.E/DIR/2014, Perubahan Edaran Direksi PT PLN
(Persero) No. 0003.E/DIR/2014, tentang Petunjuk Teknis Pengadaan barang/jasa PT
PLN (Persero);
SPLN U1.005: 2014, Standar Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan &
Kesehatan Kerja PT PLN (Persero);
SPLN 106: 1993 Tanda Keselamatan Kerja;
SPLN 66: 1986, Standar Peralatan Keselamatan Kerja.
Istilah dan Definisi
Bahaya
Bahaya yang akan terjadi

n.

o.

p.

q.

r.

s.

t.

u.

v.

4

4.1

Suatu kondisi dan/atau cara kerja yang berpotensi celaka.

4.2

m.

Suatu kondisi atau tindakan yang akan menimbulkan situasi celaka, kematian dan cacat seumur hidup.

4.3 Contractor Safety Management System (CSMS)

Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor ini menjelaskan persyaratan kinerja minimum kontraktor di PT PLN (Persero) dan Anak Perusahaan serta kegiatan yang terkait dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), mulai dari tahap penilaian risiko, assemen K3 kontraktor, proses pelelangan, kegiatan pra-kerja, pekerjaan sedang berlangsung serta evaluasi akhir penyelesaian pekerjaannya.

2

SPLN U1.006: 2015

4.4 Daerah/zona kerja

Pembagian/pembatasan daerah kerja.

4.5 Daerah terbatas

Zona dimana seluruh tamu dan mitra kerja diizinkan masuk setelah melaporkan kepentingannya kepada pihak terkait termasuk security, dalam implementasinya diberikan kartu pengenal.

Daerah terlarang Daerah tertutup Dokumentasi Evaluasi kinerja K3 kontraktor Hampir celaka (Nearmiss) peristiwa tidak
Daerah terlarang
Daerah tertutup
Dokumentasi
Evaluasi kinerja K3 kontraktor
Hampir celaka (Nearmiss)
peristiwa
tidak
diinginkan yang
tidak
mengakibatkan cedera fisik
pada
pada
property,
kerugian
pada
proses
atau
produksi
(serta

4.6

Zona dimana seluruh tamu dan mitra kerja dilarang masuk kecuali karena kepentingan tugas dan atas ijin pejabat yang berwenang serta diawasi langsung oleh petugas PT PLN (Persero), dalam implementasinya diberikan kartu pengenal.

4.7

Zona dimana seluruh tamu dan mitra kerja dilarang masuk kecuali karena kepentingan tugas dan atas ijin manajemen puncak/pejabat yang berwenang serta diawasi langsung oleh petugas PT PLN (Persero), dalam implementasinya diberikan kartu pengenal.

4.8

Kumpulan hasil pengamatan-pengamatan berupa tulisan, gambar, foto yang dapat digunakan bila diperlukan.

4.9

Evaluasi terhadap kinerja K3 kontraktor dari tahap awal perencanaan sampai akhir penyelesaian selama periode kontrak.

4.10

Suatu

kerusakan

penyebab nearmiss).

orang,

ditindaklanjuti

4.11 Higina industrial

Praktek yang kondusif untuk menjaga kesehatan, misal penanganan bahan kimia dan peralatan dengan benar yang mungkin memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.

3

SPLN U1.006: 2015

4.12 Insiden

Suatu kejadian yang dapat atau telah mengakibatkan cedera yang tidak diinginkan pada orang dan/atau kerusakan properti, atau kerugian pada proses atau produksi.

4.13 Kecelakaan

Suatu kejadian yang tidak diduga dan tidak dikehendaki dari suatu aktivitas yang dapat menimbulkan kerugian baik berupa korban manusia dan atau harta benda.

Keselamatan ketenagalistrikan Kontrak Kontraktor Orang yang kompeten Pejabat perencana pengadaan
Keselamatan ketenagalistrikan
Kontrak
Kontraktor
Orang yang kompeten
Pejabat perencana pengadaan

4.14

Segala upaya pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan pengguna tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal bagi instalasi dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia serta kondisi akrab lingkungan.

4.15

Sebuah perjanjian yang bersifat mengikat antara pihak pertama dengan pihak kedua atau lebih.

4.16

Orang atau suatu badan hukum atau badan usaha yang dikontrak atau disewa untuk menjalankan proyek pekerjaan berdasarkan isi kontrak yang dimenangkannya dari pihak pemilik proyek yang merupakan instansi/lembaga pemerintahan, badan hukum, badan usaha, maupun perorangan, yang telah melakukan penunjukan secara resmi Berikut aturan- aturan penunjukan, dan target proyek ataupun order/pekerjaan yang dimaksud tertuang dalam kontrak yang disepakati antara pemilik proyek (owner) dengan kontraktor pelaksana.

4.17

Seseorang yang mempunyai keahlian, kemampuan dan pengalaman dibidang tertentu yang memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dan dibuktikan oleh sertifikat dari lembaga yang terakreditasi atau lembaga berwenang.

4.18

Personel yang ditunjuk sebagai pejabat perencana pengadaan (jabatan struktural), mempunyai fungsi perencanaan pengadaan dan memiliki kecakapan profesional dengan kualifikasi tertentu, bertanggung jawab menghasilkan rencana pengadaan serta menangani Daftar Penyedia barang/jasa Terseleksi (DPT).

4

SPLN U1.006: 2015

4.19 Pejabat pelaksana pengadaan

Personel yang ditunjuk sebagai pejabat pelaksana pengadaan (jabatan struktural), mempunyai fungsi melaksanakan proses pengadaan dan memiliki kecakapan profesional dengan kualifikasi tertentu, bertanggung jawab menghasilkan pelaksana pengadaan serta penyusunan perjanjian kontrak.

4.20 Panelis penilai lelang

Pemilik/pemilik asset Pemilik kontrak Penanggung jawab kontrak Pengawas K3 kontraktor Penilaian risiko
Pemilik/pemilik asset
Pemilik kontrak
Penanggung jawab kontrak
Pengawas K3 kontraktor
Penilaian risiko

Pejabat yang ditunjuk oleh pimpinan unit untuk melakukan evaluasi lelang dan membuat rekomendasi akhir dalam pemberian kontrak.

4.21

Badan/perusahaan yang memiliki dan memegang kendali di lokasi kerja serta keseluruhan operasi.

4.22

Seseorang atau instansi yang memiliki proyek atau pekerjaan dan memiliki dana untuk membiayai proyek dan memberikannya kepada pihak lain yang mampu melaksanakannya sesuai dengan perjanjian kontrak kerja untuk merealisasikan proyek.

4.23

Seseorang pimpinan dari suatu perusahaan/kontraktor yang bertanggung jawab mengelola pekerjaan, proyek atau kontrak yang dilaksanakan oleh kontraktor.

4.24

Pegawai/petugas yang mempunyai wewenang, tugas, kewajiban dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengawasan tentang K3 selama berlangsungnya suatu pekerjaan. Keberadaan Pengawas K3 adalah pegawai/petugas yang ditunjuk oleh kontraktor atau telah melekat pada jabatan sesuai dengan tugas jabatannya antara lain melaksanakan pengawasan tentang K3 selama berlangsungnya suatu pekerjaan.

4.25

Proses mengevaluasi risiko yang timbul dari bahaya, untuk mempertimbangkan kecukupan tindakan pengendalian yang ada dan memutuskan apakah risiko dapat diterima atau tidak.

4.26 Rencana K3 kontraktor

Usulan kontraktor mengenai bagaimana akan menerapkan persyaratan K3 sebagaimana diuraikan sejak awal oleh pemilik perusahaan/PT PLN (Persero), yang menjadi rencana dan dasar ketentuan-ketentuan K3 dalam kontrak yang ditetapkan.

5

SPLN U1.006: 2015

4.27 Risiko

Kombinasi dari kemungkinan dan dampak dari suatu peristiwa berbahaya atau terpapar dan keparahan cidera atau sakit (teridentifikasi merugikan fisik atau kondisi mental yang timbul dari atau kegiatan dan/atau kondisi kerja yang buruk) yang dapat disebabkan oleh suatu peristiwa ataupun terpapar.

4.28 Seleksi

Sub kontraktor Assesmen K3 kontraktor Persyaratan Contractor Safety Management System (CSMS) Kerangka kerja CSMS
Sub kontraktor
Assesmen K3 kontraktor
Persyaratan Contractor Safety Management System (CSMS)
Kerangka kerja CSMS
Penilaian risiko;
Assesmen K3 Kontraktor;
Proses pelelangan;
Kegiatan pra-kerja;
Pekerjaan sedang berlangsung;
Evaluasi akhir dari penyelesaian pekerjaan.

5.1

Kerangka kerja CSMS meliputi 6 tahapan sebagai berikut:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Tahap proses pemilihan kontraktor pelaksana, melalui proses lelang dengan mempertimbangkan semua aspek dan hasil assesmen K3 kontraktor.

4.29

Suatu kelompok atau perusahaan yang menerima jenis pekerjaan tertentu dari pihak kedua (kontraktor utama) seizin pemilik asset dan menjalankan K3 kontraktor.

4.30

Tahapan dalam memilih kontraktor yang berkualitas, kompeten dan mempunyai kapabilitas dibidang K3 untuk masuk kedalam level risiko suatu pekerjaan yang telah diverifikasi data K3 kontraktor dan dituangkan dalam nilai.

5

Ketentuan dan tahapan yang mengatur persyaratan CSMS di seluruh aktivitas yang dilakukan oleh kontraktor, adalah:

5.1.1

Penilaian risiko

5.1.1.1

Tujuan

Tujuan untuk menentukan tingkat risiko pekerjaan yang ada di PLN.

6

SPLN U1.006: 2015

5.1.1.2 Penanggung jawab

Penilaian risiko dilakukan oleh tim yang dibentuk ditingkat korporat.

Untuk penilaian risiko di anak perusahaan dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh anak perusahaan mengikuti tingkat kewenangan yang berlaku.

5.1.1.3 Proses penilaian risiko

Fokus penilaian risiko ini adalah penilaian terhadap bahaya yang akan dikerjakan oleh kontraktor. Hal ini akan membantu kontraktor maupun PLN dalam mengembangkan program-program dan cara kerja yang aman, andal dan akrab lingkungan untuk melindungi semua pekerja yang terlibat di dalamnya.

Penilaian risiko yang telah disahkan harus disertakan pada saat mengajukan usulan pengadaan barang/jasa di lingkungan PT PLN (Persero).

Jenis pekerjaan; Uraian kegiatan; Potensi bahaya; Tingkat risiko; Tindakan pengendalian risiko; Dampak sosial dan
Jenis pekerjaan;
Uraian kegiatan;
Potensi bahaya;
Tingkat risiko;
Tindakan pengendalian risiko;
Dampak sosial dan lingkungan.
Assesmen K3 kontraktor
Tujuan
Proses Assesmen K3 kontraktor

Penilaian risiko ini harus mempertimbangkan aspek-aspek berikut:

a.

b.

c.

d.

e.

f.

Hasil penilaian risiko dapat dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu kategori rendah, sedang dan tinggi sesuai dengan petunjuk matriks penilaian risiko, lihat Tabel 1.

5.1.2

Assesmen K3 kontraktor merupakan tahapan awal yang penting dalam kegiatan CSMS untuk mendapatkan kontraktor yang kompeten dan mempunyai kapabilitas dibidang K3.

5.1.2.1

Tujuan assesmen K3 kontraktor adalah untuk mendapatkan kontraktor yang memenuhi persyaratan K3 dan memastikan bahwa kontraktor mempunyai pengalaman serta kompetensi yang diperlukan.

5.1.2.2

Seluruh kontraktor termasuk penyedia tunggal harus mengikuti proses assesmen K3 kontraktor sebagai syarat untuk mengikuti lelang, kecuali masih memiliki nilai assesmen K3 kontraktor yang masih berlaku (tertuang dalam Surat Keterangan nilai assesmen K3 yang ditandatangani oleh pimpinan puncak pada unit terkait).

Untuk pekerjaan yang mempunyai kategoris risiko sedang dan tinggi, maka assesmen K3 kontraktor harus dilakukan sebelum adanya proses pelelangan.

Kontraktor yang telah lulus assesmen K3 kontraktor dimasukkan ke dalam Daftar Penyedia barang/jasa Terseleksi (DPT).

7

SPLN U1.006: 2015

Proses assesmen K3 kontraktor dimaksudkan sebagai informasi dasar mengenai kompetensi kontraktor dibidang K3 dimasa lampau seperti:

a. Komitmen, kebijakan dan kepemimpinan dari kontraktor dalam hal K3;

b. Tujuan, sasaran, strategi dan program K3;

c. Organisasi, tanggung jawab, sumber daya, standar dan dokumentasi;

d. Komunikasi K3, pelatihan dan sertifikasi;

e. Manajemen sub kontraktor dan standar K3 yang berlaku;

f. Penanganan bahaya dan dampak (HIRADC);

g.

Perencanaan dan prosedur;

Implementasi, pengukuran dan pemantauan K3; Audit dan review; Prosedur tanggap darurat; Nilai Assesmen K3 kontraktor
Implementasi, pengukuran dan pemantauan K3;
Audit dan review;
Prosedur tanggap darurat;
Nilai Assesmen K3 kontraktor sebelumnya di perusahaan lainnya di Indonesia;
Fitur tambahan lainnya (additional features).
Tabel 1. Penilaian risiko
Nilai kelulusan
No
Kategori risiko
(minimum)
(1)
(2)
(3)
1 Risiko tinggi
56
2 Risiko sedang
42
3 Risiko rendah
30

Berikut adalah tabel penilaian risiko yang ditetapkan oleh PT PLN (Persero).

h.

i.

j.

k.

l.

Contoh form assesmen K3 kontraktor lihat Lampiran 1.

Untuk kontraktor asing (yang mempunyai pekerjaan/divisi lintas negara) penggunaan riwayat kinerja K3 harus menggunakan riwayat kinerja K3 dari divisi yang ada di Indonesia.

Formulir kuisoner di atas dapat diperoleh kontraktor dalam bentuk hardcopy maupun softcopy.

Kontraktor yang terlibat akan mengisi formulir kuisoner sesuai dengan persyaratan yang ditentukan, serta mengumpulkannya guna dievaluasi kriteria assesmen K3 kontraktor yang berlaku di PLN (Persero).

Bila tidak ada peserta lelang yang mencapai nilai minimum maka masing-masing divisi/Unit Induk/Unit pelaksana/Anak Perusahaan harus melakukan pembinaan dalam bidang K3 pada kontraktor tersebut.

5.1.2.3 Masa berlaku nilai assesmen K3 kontraktor

Masa berlaku nilai assesmen K3 kontraktor 3 tahun.

Jika pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana kerja K3 kontraktor, maka diusulkan nilai assesmen K3 kontraktor diturunkan berdasarkan laporan pengawas pekerjaan PT PLN (Persero).

8

SPLN U1.006: 2015

5.1.2.4 Penilai assesmen K3 kontraktor

Penilai assesmen K3 kontraktor terdiri dari pejabat pengadaan barang & jasa dan unsur pejabat/fungsional yang membidangi K3 atau pejabat yang ditunjuk oleh manajemen setempat, dengan peran dan tanggung jawab berikut:

a. Penilai wajib mengikuti pelatihan CSMS;

b. Penilai bertugas secara profesional dan memastikan proses penilaian assesmen K3 kontraktor berjalan dengan obyektif dan adil tanpa ada konflik kepentingan;

c. Assesmen K3 kontraktor bertanggung jawab untuk mengkaji dan mengevaluasi secara konprehensif atas jawaban pertanyaan kuisioner yang telah diisi oleh kontraktor berikut dokumen-dokumen pendukung lainnya.

Hasil assesmen K3 kontraktor Kantor pusat, disampaikan melalui pejabat pengadaan barang & jasa; Unit Induk,
Hasil assesmen K3 kontraktor
Kantor pusat, disampaikan melalui pejabat pengadaan barang & jasa;
Unit Induk, disampaikan melalui pejabat pengadaan barang & jasa;
Unit Pelaksana, disampaikan melalui pejabat pengadaan barang & jasa;
Pelelangan

Bagi pekerjaan yang berisiko sedang dan tinggi, penilai wajib melakukan inspeksi ke fasilitas kontraktor guna memverifikasi data rencana K3 kontraktor dan implementasi sistem K3.

5.1.2.5

Hasil Assesmen K3 kontraktor akan disampaikan secara resmi yang dilampiri surat keterangan penilaian dan rekapitulasi nilai kepada kontraktor dengan mekanisme penyampaian sebagai berikut:

a.

b.

c.

d.

Anak Perusahaan, disampaikan melalui pejabat yang menangani pengadaan barang & jasa.

Kontraktor yang mencapai nilai minimum kelulusan dapat ikut serta dalam lelang di PT PLN (Persero) sesuai dengan kategori risiko dari pekerjaan yang dilelangkan.

Bagi kontraktor yang tidak mencapai nilai minimum kelulusan, pihak PT PLN (Persero) akan memberi penjelasan kepada kontraktor mengenai kekurangan terkait dengan ketidaklulusannya, serta memberikan masukan untuk memperbaiki kinerja K3.

Kontraktor yang tidak lulus assesmen K3 kontraktor harus memperbaiki kinerja K3 agar dapat mengikuti assesmen K3 kontraktor ulang minimal 3 bulan setelah assesmen K3 kontraktor sebelumnya.

5.1.3

Pelelangan merupakan lanjutan tahapan seleksi yang diikuti oleh seluruh kontraktor yang telah dinyatakan lulus assesmen K3 kontraktor.

5.1.3.1 Tujuan

Untuk menilai apakah rencana K3 dan kriteria evaluasi lelang (sesuai ketentuan yang berlaku) telah dipenuhi untuk memilih pemenang lelang, dan jika diperlukan dapat dilakukan klarifikasi lanjutan.

9

SPLN U1.006: 2015

5.1.3.2 Proses pelelangan

Proses pelelangan mengikuti ketentuan yang berlaku dan telah lulus DPT sesuai butir

5.1.2.2.

5.1.3.3 Penetapan pemenang lelang

Berdasarkan evaluasi akhir dari seluruh aspek kriteria pelelangan, pejabat pengadaan barang/jasa merekomendasikan pemenang lelang kepada Manajemen.

Kegiatan pra-kerja Tujuan Proses kegiatan pra-kerja Pra-mobilisasi; Mobilisasi. Rencana K3
Kegiatan pra-kerja
Tujuan
Proses kegiatan pra-kerja
Pra-mobilisasi;
Mobilisasi.
Rencana K3

Hasil-hasil pada aktivitas ini akan direkam dan dilaporkan kepada Manajemen.

5.1.4.3

Semua langkah-langkah penetapan pemenang lelang dilakukan sesuai Ketentuan yang berlaku.

5.1.4

Setelah kontraktor dinyatakan sebagai penyedia barang/jasa untuk melaksanakan pekerjaan, selanjutnya pihak PT PLN (Persero) berhak mengawasi untuk memastikan seluruh aspek-aspek K3 telah dipenuhi oleh kontraktor.

5.1.4.1

Memastikan aspek K3 telah dikomunikasikan dan dipahami oleh penyedia barang/jasa sebelum memulai pekerjaan.

5.1.4.2

Aktivitas Pra-kerja terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu:

a.

b.

Direksi pekerjaan PT PLN (Persero) bertanggungjawab memandu aktivitas awal pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Direksi pekerjaan harus memeriksa kesiapan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan sesuai persyaratan K3 yang telah disepakati, dengan menggunakan cek list terlampir 1.

Bagi kontraktor yang telah ditunjuk sebagai penyedia barang/jasa wajib membuat rencana K3 terkait dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan, sesuai format Lampiran 1.

5.1.4.4 Klarifikasi rencana K3

Rencana K3 yang telah diberikan oleh kontraktor akan diklarifikasi oleh pejabat pengadaan barang/jasa beserta struktural/fungsional K3.

Tidak terlepas dilakukan inspeksi lapangan fasilitas kontraktor untuk memastikan konsistensi pelaksanaan K3 kontraktor oleh PT PLN (Persero).

10

SPLN U1.006: 2015

Jika terdapat ketidaksesuaian antara rencana K3 dengan data pelaksanaan pekerjaan di lapangan, maka dilakukan koreksi nilai Assesmen K3 kontraktor sebelumnya.

5.1.4.4.1

Pra-mobilisasi

Kegiatan yang dilakukan dalam fase pra-mobilisasi ini meliputi: pertemuan permulaan (kick off meeting), orientasi lapangan, audit, diskusi, rencana kerja, peninjauan semua potensi bahaya yang diantisipasi, masalah-masalah K3 lainnya dan semua kesiapan pendukung K3, APD serta pembuatan prosedur tanggap darurat.

Pertemuan permulaan Tinjauan mengenai bahaya utama yang terkait; Konfirmasi mengenai kompetensi pekerja; Instruksi
Pertemuan permulaan
Tinjauan mengenai bahaya utama yang terkait;
Konfirmasi mengenai kompetensi pekerja;
Instruksi kepada sub-kontraktor mengenai persyaratan K3;
Prosedur pelaporan dan investigasi kecelakaaan/insiden;
Mengidentifikasi aspek-aspek lingkungan hidup;
Mengidentifikasi aspek-aspek sosial masyarakat lokal.

Topik-topik yang dicakup dalam pertemuan permulaan dapat meliputi:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

a.

Pertemuan permulaan harus dilaksanakan setelah kontrak diberikan dan sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Pertemuan permulaan dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada kontraktor/sub-kontraktor agar memahami jenis pekerjaan; uraian pekerjaan; potensi bahaya; tingkat risiko,; tindakan pengendaian risiko; dampak sosial dan lingkungan di PT PLN (Persero).

Pertemuan permulaan dipimpin oleh Direksi pekerjaan dihadiri oleh pimpinan puncak dari pihak kontraktor utama dan sub kontraktor. Tempat pertemuan ini harus diputuskan oleh Direksi pekerjaan, apakah dapat diadakan di wilayah perusahaan atau di kantor kontraktor/sub-kontraktor.

Konfirmasi mengenai rencana K3 yang akan dilaksanakan termasuk konfirmasi bahwa peran dan tanggung jawab telah ditetapkan dan dipahami dengan jelas,

Konfirmasi mengenai setiap tujuan dan target kinerja K3, distribusi dan penjelasan mengenai pernyataan Kebijakan K3 perusahaan, aturan-aturan K3 dasar dan prosedur- prosedur kerja serta peraturan & ketentuan yang berlaku;

Konfirmasi mengenai cakupan dan jadwal kegiatan K3, misalnya pertemuan K3, audit, inspeksi dan tinjauan. Jumlah inspeksi K3 akan disetujui terlebih dahulu dan dicatat ke dalam sistem database yang dilakukan oleh Direksi pekerjaan;

Konfirmasi mengenai ketersediaan prosedur-prosedur keadaan darurat kontraktor/sub- kontraktor;

Keterkaitan antara rencana-rencana pendukung (contingency) perusahaan dan kontraktor/sub-kontraktor;

Pertemuan juga harus digunakan sebagai kesempatan untuk mengklarifikasi atau mengangkat isu-isu K3 baru yang mungkin belum dicakup dalam dokumen kontrak, lihat lampiran 6: Formulir Uraian Pertemuan K3 Pra-Kerja Kontraktor.

b. Orientasi lapangan

Direksi lapangan memberikan Orientasi lapangan kepada kontraktor guna pengenalan lingkungan kerja terhadap evakuasi dan keselamatan tanggap darurat. Semua potensi bahaya yang ditemukan dalam kick off meeting disampaikan dan dikomunikasikan dengan baik kepada semua pekerja yang terlibat.

11

SPLN U1.006: 2015

c. Rencana K3

Bagi kontraktor yang telah ditunjuk sebagai penyedia barang/jasa wajib membuat rencana K3 terkait dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan, sesuai format Lampiran 9.

d. Klarifikasi rencana K3

Rencana K3 yang telah diberikan oleh kontraktor akan diklarifikasi oleh pejabat pengadaan barang/jasa beserta struktura/fungsional K3. Tidak terlepas dilakukan inspeksi lapangan fasilitas kontraktor untuk memastikan konsistensi pelaksanaan K3 oleh kontraktor.

Pelatihan K3 Mobilisasi Pertemuan permulaan di lokasi kerja; Safety briefing; Mobilisasi staf dan peralatan
Pelatihan K3
Mobilisasi
Pertemuan permulaan di lokasi kerja;
Safety briefing;
Mobilisasi staf dan peralatan kontraktor/sub-kontraktor;
Finalisasi Rencana K3 kontraktor/sub-kontraktor;
Audit mobilisasi.

Dalam tahapan mobilisasi, beberapa kegiatan utamanya adalah:

a.

b.

c.

d.

e.

e.

Kontraktor/sub-kontraktor bertanggung jawab atas pelatihan dan mengintruksikan karyawannya sendiri mengenai semua potensi bahaya dan isu-isu K3 yang berhubungan dengan pekerjaan.

Personel K3 kontraktor/sub-kontraktor harus memiliki pengetahuan dan kompetensi minimum mengenai hal-hal yang mutlak dalam K3, seperti HIRADC; pertolongan pertama dan pemadaman kebakaran.

PT PLN (Persero) akan memverifikasi bahwa pelatihan dilaksanakan dan didokumentasikan dengan baik. Metode untuk menentukan pemahaman tentang materi-materi pelatihan, misalnya ujian tertulis atau lisan, peragaan latihan (walk-through demonstration), evaluasi di tempat kerja; boleh digunakan. Namun demikian pihak PT PLN (Persero) akan melakukan test tertulis atau wawancara. Jika hasil test dan wawancara menunjukkan adanya kekurangan, maka pihak PT PLN ( Persero) akan melakukan briefing dan pembinaan.

5.1.4.4.2

Selama mobilisasi, rencana K3 harus dikomunikasikan kepada Direksi pekerjaan berikut pihak PT PLN terkait serta personel kontraktor/sub-kontraktor terkait.

Pada tahapan mobilisasi inilah pelaksanaan rencana K3 oleh kontraktor/sub-kontraktor dimulai secara resmi.

Selama tahapan awal mobilisasi, seluruh personel inti yang ditugaskan pada pekerjaan harus hadir dan program orientasi K3 harus digunakan untuk menyampaikan rencana K3 dan semua aspek K3 penting lainnya dari kontrak.

Pada Progres review meeting kontraktor wajib menyampaikan kepada Direksi pekerjaan mengenai pelaksanaan K3 dan progres persiapan kerja.

Direksi pekerjaan akan meninjau dan mengevaluasi pelaksaana K3 dan persiapan kerja kontraktor.

12

SPLN U1.006: 2015

5.1.5 Pekerjaan sedang berlangsung

Pekerjaan yang sedang berlangsung adalah aktivitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

5.1.5.1

Tujuan

Tujuan tahapan ini adalah untuk menjamin bahwa pekerjaan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana yang disepakati, agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan benar, aman, andal dan akrab llingkungan. Apabila ditemukan kebutuhan K3 tambahan selama proses pekerjaan berlangsung, maka kontraktor harus memenuhi dan melaksanakannya.

Proses aktivitas pekerjaan sedang berlangsung Kunjungan manajemen Memulai kegiatan-kegiatan inspeksi /audit. Jaminan
Proses aktivitas pekerjaan sedang berlangsung
Kunjungan manajemen
Memulai kegiatan-kegiatan inspeksi /audit.
Jaminan kompetensi
Kompetensi dan pemantauan secara ketat terhadap penggantian personel;
Ketentuan mengenai pertemuan orientasi yang diperlukan;

a.

b.

c.

d.

5.1.5.2

5.1.5.2.1

Setelah mobilisasi atau pada saat memulai pekerjaan, Direksi pekerjaan dan Direktur kontraktor harus:

a.

b.

Mengunjungi semua lokasi kerja yang dikelola oleh kontraktor/sub-kontraktor dan menyampaikan apa yang diharapkan manajemen kepada semua staf Kontraktor/sub- kontraktor di lokasi;

Direksi lapangan dan Direktur kontraktor harus melaksanakan inspeksi lapangan secara berkala untuk memastikan bahwa semua kewajiban K3 dipenuhi oleh Kontraktor/sub- kontraktor (lihat Lampiran 7): Formulir Daftar Ceklis Inspeksi Tempat Kerja).

5.1.5.2.2

Selama pelaksanaan pekerjaan, Direksi pekerjaan harus terus memantau kompetensi kontraktor/sub-kontraktor.

Pemantauan harus diverifikasi dan kontraktor/sub-kontraktor harus memenuhi sistem manajemen, sekurang-kurangnya mencakup hal berikut:

Pelatihan terhadap personel kontraktor dalam kegiatan dan prosedur yang berhubungan dengan pekerjaan;

Penyelesaian semua pelatihan K3 yang telah disepakati, termasuk setiap persyaratan pelatihan sesuai dengan peraturan perundangan yang ditetapkan;

e. Ketersediaan dokumen-dokumen, instruksi-instruksi dan brosur informasi K3, yang diperkuat dengan gambar pesan-pesan sederhana.

5.1.5.2.3 Inspeksi, audit dan evaluasi K3 interim

Inspeksi dan audit sebagai metode untuk memantau kegiatan-kegiatan K3 kontraktor/sub- kontraktor.

13

SPLN U1.006: 2015

Kinerja kontraktor/sub-kontraktor yang telah lulus tahap Kualifikasi secara memuaskan dan memiliki persiapan yang baik selama kegiatan pra-kerja tidak dapat dijamin tanpa dipantau secara ketat dan dievaluasi, sehingga merupakan kewajiban untuk melakukan evaluasi dan inspeksi berkala. Frekuensi evaluasi seperti ini tergantung pada sifat pekerjaan, ukuran proyek, risiko-risiko yang terlibat dan jangka waktu/periode kontrak.

Direksi pekerjaan maupun kontraktor/sub-kontraktor harus melaksanakan inspeksi dan audit K3. Semua temuan hasil inspeksi dan audit harus didistribusikan ke PT PLN (Persero) dan kontraktor/sub-kontraktor dengan komitmen positif kedua belah pihak menggunakan temuan- temuan untuk peningkatan kinerja.

Pelaksanaan program K3 Pengawasan dan komunikasi K3 karyawan
Pelaksanaan program K3
Pengawasan dan komunikasi K3 karyawan

Kontraktor/sub-kontraktor harus menindaklanjuti tindakan-tindakan perbaikan terhadap semua penyimpangan yang ditemukan.

Kelalaian dalam pelaksanaan ini atau kurangnya tindakan perbaikan, hal ini dapat mengakibatkan catatan negatif dalam evaluasi akhir, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja kontraktor dalam mengikuti lelang di PLN (Persero).

PT PLN (Persero) akan melakukan peringatan secara lisan maupun tertulis, pemberhentian personil, penundaan kontrak bahkan sampai penghentian kontrak.

5.1.5.2.4

Direksi pekerjaan dan Direktur kontraktor/sub-kontraktor bertanggung jawab bersama untuk melaksanakan dan meningkatkan program K3. Keberhasilan pelaksanaan program K3 akan ditentukan oleh tercapainya pemantauan, evaluasi, dan pelaksanaan tindakan-tindakan perbaikan, sebagai contoh:

a.

b.

c.

d.

Gap closure: gap yang ada sebelum pelaksanaan mobilisasi harus didiskusikan untuk mencari solusinya serta menentukan jadwal perbaikannya;

Rencana K3: Direksi pekerjaan dan Direktur kontraktor secara bersama-sama memastikan bahwa rencana K3 benar-benar diimplementasikan di lapangan;

Rapat-rapat K3: PT PLN (Persero) dan kontraktor secara bersama-sama melakukan rapat K3 secara teratur dan dihadiri oleh semua pihak-pihak terkait baik dari pihak kontraktor maupun pihak PLN Persero, rapat rapat tersebut memuat pembinaan dan masalah K3. Hasil rapat harus tercatat dan terdokumentasikan;

Safety campaign/kampanye K3: PT PLN (Persero) dan kontraktor melakukan kampanye K3, sekurang-kurangnya dalam bentuk: visual manajemen, banner, spanduk, leafleat, kontes, rambu-rambu K3 dan lain-lain.

5.1.5.2.5

Kontraktor/sub-kontraktor, pengawas dan karyawan harus memastikan bahwa pekerjaan yang mereka laksanakan tidak berbahaya baik terhadap diri mereka sendiri, karyawan lain, kontraktor/sub-kontraktor lain atau terhadap pemilik perusahaan/PT PLN (Persero).

Kontraktor/sub-kontraktor harus memastikan bahwa pekerja kontrak mengomunikasikan semua isu K3 kepada manajemen mereka.

5.1.5.2.6 Simulasi dan latihan keadaan darurat

Kontraktor/sub-kontraktor diharuskan melaksanakan atau berpartisipasi dalam semua simulasi keadaan darurat selama bekerja di fasilitas PT PLN (Persero).

Kontraktor/sub-kontraktor juga harus memahami semua sistem alarm PT PLN (Persero).

14

SPLN U1.006: 2015

Frekuensi simulasi keadaan darurat yang harus dilakukan oleh kontraktor akan ditentukan Direksi pekerjaan sesuai kebutuhan di lapangan dievaluasi efektivitasnya.

5.1.5.2.7 Analisa dan penyelidikan pelaporan kecelakaan dan nearmiss

Semua insiden yang berhubungan dengan pekerjaan di lokasi kerja kontraktor/sub- kontraktor harus diselidiki dan dianalisa serta dilaporkan hasilnya kepada PT PLN (Persero) segera dan didokumentasikan. Setelah laporan insiden, PT PLN (Persero) dan kontraktor/sub-kontraktor dapat melaksanakan investigasi bersama. Setiap kecelakaan atau nearmiss sekalipun harus dilaporkan ke PT PLN (Persero).

Evaluasi akhir dan penyelesaian pekerjaan Tujuan Evaluasi dan laporan akhir
Evaluasi akhir dan penyelesaian pekerjaan
Tujuan
Evaluasi dan laporan akhir

a.

b.

c.

5.1.6

Setelah pekerjaan diselesaikan oleh kontraktor yang dinyatakan dalam berita acara pekerjaan selesai, maka PT PLN (Persero) akan melakukan evaluasi akhir terhadap seluruh kinerja K3 kontraktor.

5.1.6.1

Tahapan ini bertujuan untuk melaksanakan evaluasi bersama terhadap kinerja K3 kontraktor untuk memberikan umpan balik sebagai pembelajaran dan pengetahuan dimasa depan.

5.1.6.2

Evaluasi akhir harus didasarkan pada kewajiban K3 yang tertuang dalam kontrak, laporan kegiatan pra-kerja, laporan evaluasi interim, tindakan-tindakan perbaikan yang diminta selama evaluasi interim (lihat lampiran 9: formulir evaluasi akhir K3 kontraktor).

Daftar periksa harus diisi dengan lengkap oleh Direksi pekerjaan dan didampingi Direktur kontraktor pada akhir pekerjaan atau setelah berakhirnya kontrak.

Analisis dan rangkuman mengenai penyelesaian kontrak minimal harus disepakati dan dikomunikasikan, dengan mengidentifikasi hal-hal sebagi berikut:

Kualitas rencana K3 awal dan keterkaitannya dengan kinerja kontraktor secara keseluruhan, memperoleh lesson learned guna perbaikan dimasa depan;

Menyoroti aspek-aspek positif pembelajaran (lesson learned) dan bagaimana aspek- aspek tersebut dapat diterapkan dimasa yang akan datang. Pembelajaran ini harus dikomunikasikan kepada para kontraktor terkait;

Memasukkan semua temuan bahaya baru yang diidentifikasi selama pekerjaan ke dalam daftar bahaya dan sebagai bahan pertimbangan untuk kontrak dimasa yang akan datang;

d. Informasi mengenai kinerja K3 kontraktor dapat sebagai rujukan untuk direkomendasikan mengikuti lelang dimasa yang akan datang;

e. Membuat catatan terhadap setiap personel yang memiliki kinerja K3 yang memuaskan maupun personel yang kinerjanya tidak memuaskan. Personel dengan catatan memuaskan dapat direkomendasikan untuk mengikuti pekerjaan dimasa yang akan datang, sedangkan personel yang kinerja K3 nya tidak memuaskan dimasukkan dalam daftar hitam/blacklist;

15

SPLN U1.006: 2015

f. Kontraktor dengan kinerja K3 yang baik akan diberikan penghargaan berupa surat keterangan, dan bagi kontraktor dengan kinerja K3 tidak sesuai dengan rencana K3 kontraktor akan diberikan surat peringatan atau diusulkan penurunan nilai assemen K3 kontraktor.

5.1.6.3 Hasil seleksi kualifikasi K3

Rekomendasi hasil seleksi penilaian kualifikasi K3 disiapkan oleh pejabat pelaksana pengadaan barang/jasa, dan setelah kontrak diberikan, Direksi pekerjaan harus memastikan bahwa:

Pimpinan kontraktor/sub-kontraktor melaksanakan tindakan-tindakan berikut: 1. 2. Formulir Daftar Periksa Pra- Kerja K3
Pimpinan kontraktor/sub-kontraktor melaksanakan tindakan-tindakan berikut:
1.
2.
Formulir Daftar Periksa Pra- Kerja K3 Kontraktor).

a.

Daftar periksa K3 pra-kerja yang harus diselesaikan, ditinjau dan disetujui oleh pejabat petugas K3 PT PLN (Persero);

Pertemuan K3 pra-kerja (pre-job K3 Meeting) yang harus diadakan dan dihadiri oleh manajemen kontraktor/sub-kontraktor dan perwakilan petugas K3 PT PLN (Persero), dengan menggunakan uraian pertemuan pra-kerja kontraktor (lihat Lampiran 4:

b.

Kontraktor dan sub-kontraktor memastikan kepatuhan terhadap semua standar CSMS, peraturan perundang-undangan K3 pemerintah Indonesia, dan kebijakan serta prosedur K3.

Kontraktor dan Sub-Kontraktor harus mempunyai prosedur kerja (SOP)/ Instruksi kerja (IK) sebagai pedoman kerja setiap hari yang telah diverifikasi oleh pengawas K3.

16

SPLN U1.006: 2015

Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (CSMS) Memilih Kontraktor Mempersiap kan Melaksana Memastikan Melaksanakan
Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (CSMS)
Memilih Kontraktor
Mempersiap kan
Melaksana
Memastikan
Melaksanakan
Dokumen
Menentukan
kan penilaian
Daftar Periksa
rapat K3
Kontrak
Lingkup
risiko
K3 Pra-Kerja
(O/ Rendan)
Pra-kerja
pekerjaan
pekerjaan (O/
Selesai dan
dgn kontraktor
Rendan)
disetujui
Memberikan
formulir
Proses Anwijzing
pra-kualifikasi
Mempersiapkan
Pelaksanaan
untuk
Draft Perjanjian
Lelang dan
kontraktor
Kontrak
penentuan
pemenang
Menghadiri
Memberikan
Kontrak
rapat
rencana K3
Diberikan
Mengisi dan
yang lengkap
klarifikasi
beserta dokumen
melengkapi
dgn Bagian
pendukung
formulir
Kontrak
Melaksanakan
pra-kualifikasi
(jika perlu)
pekerjaan
sesuai
dokumen
kontrak dan
Mengembangk
an SOP untuk
peker jaan
spesifik yang
sedang
dilaksanakan
syarat K3
Mengorganisasi
Memverifikasi dokumen
lelang untuk
rapat
mengidenti fikasi
pra-lelang dan
Persyaratan K3
kujungan
lokasi
Merekomendasikan
Kontraktor yang lulus
persyaratan K3 kepada
pejabat pengadaan
barang/jasa
(jika perlu)
Membantu
verifikasi dan
memastikan
Menyetujui
persyaratan K3
Daftar Periksa
Pra-Kerja
Asesor
Dokumen
Pejabat
pengadaan
Penanggung jawab K3
Kontraktor
Pemilik Pekerjaan
barang/jasa
Pra Kualifikasi
Mulai
Selesai

Gambar 1. Diagram alir memilih kontraktor

17

SPLN U1.006: 2015

Proses Kegiatan Pra-kerja Kontrak diberikan Pra-mobilisasi Melaksanakan Pertemuan Permulaan Melaksanakan Orientasi
Proses Kegiatan Pra-kerja
Kontrak diberikan
Pra-mobilisasi
Melaksanakan
Pertemuan Permulaan
Melaksanakan
Orientasi Lokasi K3
Tidak
Memastikan
Pelatihan K3 Lengkap
Lengkap ?
Ya
Mobilisasi
Pertemuan
Permulaan di Lokasi
Pertemuan
Permulaan di Lokasi
Menghadiri
Program / instruksi
orientasi K3
Melaksanakan
audit mobilisasi
Pelaksanaan Kontrak
Kontraktor
Penangging jawab kontrak
audit mobilisasi Pelaksanaan Kontrak Kontraktor Penangging jawab kontrak Gambar 2. Proses kegiatan pra-kerja 18

Gambar 2. Proses kegiatan pra-kerja

18

SPLN U1.006: 2015

Proses Kegiatan sedang berlangsung Mengadakan perjalanan kelapangan Menyampaikan harapan manajemen kepada seluruh
Proses Kegiatan sedang berlangsung
Mengadakan
perjalanan kelapangan
Menyampaikan
harapan manajemen kepada
seluruh staf Kontraktor
Melaksanakan inspeksi
setempat secara berkala
Memastikan kompetensi
Kontraktor termasuk
pelatihan dan
dokumentasi/instruksi K3
dilaksanakan
Melaksanakan
inspeksi/audit/evaluasi
sementara
dengan Kontraktor
Tindakan
Disiplin
Tidak
Peningkatan
K3
Melaksanakan pertemuan
dan komunikasi K3
secara teratur
diperlukan
Ya
Melaksanakan emergency
drill dan latihan K3
Merevisi lingkup kerja
dan bahaya tambahan
Melaksanakan
Investigasi bersama
Jika terjadi insiden
Melaksanakan
tindakan perbaikan
yang disarankan
Kontraktor
Penanggung jawab kontrak

Gambar 3. Kegiatan pekerjaan sedang berlangsung

19

SPLN U1.006: 2015

Evaluasi Akhir dan Laporan Akhir Melaksanakan evaluasi akhir mengenai kinerja kontraktor Meninjau Kualitas Rencana K3
Evaluasi Akhir dan Laporan Akhir
Melaksanakan
evaluasi akhir mengenai
kinerja kontraktor
Meninjau
Kualitas Rencana K3
Kontraktor
Meninjau bahaya baru
yang diidentifikasi untuk
pekerjaan masa depan
Menganalisis
Kinerja Keseluruhan
Kontraktor
Meninjau personel yang
memiliki catatan
tindakan disipliner
Membahas evaluasi akhir
dengan Kontraktor
Mengeluarkan surat
penghargaan atau
peringatan
atas kinerja keseluruhan
Kontraktor
Pekerjaan selesai
Direksi pekerjaan

Gambar 4. Evaluasi akhir

20

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 1. Proses asesmen K3 kontraktor

a. Komitmen, kebijakan dan kepemimpinan dari kontraktor dalam hal K3;

1. Apakah terdapat keterlibatan pimpinan perusahaan dalam pengelolaan K3?

2. Apakah ada kebijakan dan komitmen K3 pada semua jenjang organisasi di perusahaan anda?

3. Apakah perusahaan anda mempunyai dokumen tertulis mengenai kebijakan K3?, Jelaskan & berikan buktinya

4. Bagaimana secara pribadi pimpinan perusahaan anda terlibat dalam pengelolaan

K3? 5. Berikan bukti komitmen K3 pada semua jenjang organisasi? 6. Bagaimana perusahaan anda mengkampanyekan
K3?
5.
Berikan bukti komitmen K3 pada semua jenjang organisasi?
6.
Bagaimana perusahaan anda mengkampanyekan budaya positif mengenai K3?
7.
8.
b. Tujuan, sasaran, strategi dan program K3;
1. Apakah Tujuan K3 yang ditetapkan perusahaan anda?
2. Jelaskan sasaran dan strategi untuk mencapai Tujuan K3 tersebut?
3. Sebutkan program-program K3 untuk mencapai sasaran tersebut?
4. Siapakah yang paling bertanggungjawab memastikan Tujuan K3 tercapai?
c. Organisasi, tanggung jawab, sumber daya, standar dan dokumentasi;
1.
2.
3.
4.
d. Komunilkasi K3, pelatihan dan sertifikasi;
1.
2.

Apakah perusahaan anda mempunyai dokumen tertulis mengenai kebijakan K3?

Bagaimana metode anda untuk memastikan kebijakan dan komitmen telah disampaikan dan dimengerti oleh karyawan di perusahaan anda?

Bagaimanakah manajemen terlibat dalam kegiatan K3, penetapan sasaran dan pemantauannya?

Apakah perusahaan anda memiliki struktur organisasi K3? Jika Ya, uraikan struktur organisasi berikut dengan uraian tanggung jawabnya?

Siapakah yang memiliki tanggung jawab akhir terkait K3? Apakah perusahaan anda mempunyai standar dan pendokumentasian K3? Jika Ya, lampirkan dokumennya?

Ketentuan-ketentuan apa yang dibuat diperusahaan anda untuk memastikan komunikasi K3 berjalan dengan efektif?

Pengaturan apa yang telah dibuat perusahaan anda untuk memastikan bahwa setiap karyawan baru memiliki pengetahuan tetang K3 dasar untuk industri? Dan bagaimana upaya untuk menjaga pengetahuan tersebut selalu ter update?

3. Bagaimana cara anda mengidentifikasi kebutuhan akan pelatihan khusus yang diperlukan guna menghadapi bahaya yang akan terjadi terkait dengan pekerjaan yang sedang anda laksanakan? Berikan daftar dan perincian pelatihan yang telah anda berikan?

4. Jika suatu pekerjaan khusus melibatkan radio aktif, bahan kimia atau bahan- bahan yang menimbulkan gangguan kesehatan (limbah B3) bagaimana bahaya- bahaya tersebut diidentifikasi, dinilai besaran risikonya dan tindakan pengendalian yang dilakukan?

5. Apakah perusahaan anda mempekerjakan staf Ahli K3? Jika ya lampirkan sertifikatnya?

21

SPLN U1.006: 2015

e. Manajemen sub kontraktor dan standar K3 yang berlaku;

1. Bagaimana anda menilai kemampuan K3 dari subkontraktor yang anda pekerjaan?

2. Apakah standar K3 yang anda tuntut dari subkontraktor tertuang dalam perjanjian kerja? Jika Ya, lampirkan copy klausul yang menyatakan hal tersebut di atas.

3. Bagaimana anda memastikan standar tersebut telah dipenuhi oleh subkontraktor?

4. Sebutkan nama-nama subkontraktor anda saat ini (jika ada)?

5. Apakah anda memiliki pedoman, prosedur, terkait dengan pengelolaan K3? Jika Ya lampirkan?

f. Penanganan bahaya dan dampak (HIRADC); 1. Bagaimana cara anda dalam mengidentifikasi, menilai serta menentukan
f. Penanganan bahaya dan dampak (HIRADC);
1.
Bagaimana cara anda dalam mengidentifikasi, menilai serta menentukan
pengendalian terhadap bahaya dan dampak?
2.
Sistem apakah yang anda gunakan untuk memantau paparan terhadap bahan-
bahan yang berpotensi menimbulkan bahaya (kimia dan fisika) terhadap tenaga
kerja di perusahaan anda?
3.
4.
Pengaturan apa yang dimiliki perusahaan anda untuk pemenuhan kebutuhan Alat
Pelindung Diri (APD), peralatan dan perlengkapan K3, baik untuk pekerjaan
standar maupun khusus.
Apakah perusahaan anda meyediakan APD bagi tenaga kerja secara memadai?
Lampirkan daftar APD yang anda berikan.
5.
Apakah perusahaan anda memberikan pelatihan cara penggunaan APD dan
perlatan K3 terkait dengan pekerjaan yang anda kerjakan. Lampirkan
dokumentasi pelatihan tersebut.
6.
Apakah anda mempunyai program untuk memastikan APD dan peralatan K3
digunakan dan dipelihara dengan baik? Jika Ya, Lampirkan dokumentasinya.
7.
Sistem apa yang berlaku diperusahaan anda untuk mengidentifikasi,
mengklasifikasi dan mengurangi dampak dari penanganan limbah B3?
8.
Apakah anda memiliki prosedur pengelolaan limbah? Jika Ya, lampirkan.
9.
Berikan
rincian
daftar
peralatan
anda yang berkaitan dengan pengelolaan
limbah?
10.
Apakah anda memiliki prosedur Higina Industri? Jika Ya, lampirkan.
g. Perencanaan dan prosedur;
1.
Apakah anda mempunyai panduan K3 atau aturan keselamatan kerja yang
disahkan oleh perusahaan anda (misal: Alat angkat/angkut, alat berat, bejana
tekan, scafolding, dll) Jika Ya, lampirkan.
2.
Bagaimana cara anda memastikan bahwa cara kerja yang dilakukan oleh tenaga
kerja di lapangan telah berjalan sesuai dengan ketentuan?

3. Apakah semua prosedur telah dipahami oleh semua pelaksana pekerjaan?

4. Bagaimana cara anda memastikan bahwa seluruh peralatan yang digunakan di PT PLN (Persero) didaftarkan, disertifikasi (jika relevan, sesuai dengan tuntutan peratuan yang berlaku), diinspeksi, diawasi dan dirawat dengan benar guna memastikan kondisi dalam keadaan aman dan layak pakai?

5. Pengaturan apa yang anda miliki saat ini untuk mencegah kecelakaan transportasi di wilayah kerja PT PLN (Persero)?

22

SPLN U1.006: 2015

h. Implementasi, Pengukuran dan pemantauan K3;

1. Pengaturan apa yang ada diperusahaan anda saat ini untuk mengawasi dan memantau kinerja K3?

2. Kriteria kinerja seperti apa yang digunakan di perusahaan anda? Berikan Contoh yang sifatnya leading maupun lagging indikator.

4. 3. Pengaturan apa yang berjalan di perusahaan anda untuk menyampaikan setiap hasil usaha dan
4.
3. Pengaturan apa yang berjalan di perusahaan anda untuk menyampaikan setiap
hasil usaha dan temuan dari pengawasan dan pemantauan kinerja tersebut
kepada manajemen perusahaan dan karyawan lapangan? Jika Ya lampirkan.
Pernahkah perusahaan anda menerima presetasi K3? Jika Ya sebutkan.
5.
Apakah perusahaan anda memantau implementasi program-program K3 yang
telah anda canangkan? Jika Ya, bagaimana caranya? Lampirkan bukti
pendukung.
6.
Pernahkah perusahaan anda mengalami kecelakaan kerja dalam 3 tahun
terakhir? Jika Ya lampirkan copy laporan kecelakaan kerja tersebut.
7.
Apakah perusahaan anda menyimpan catatan statistik kecelakaan dan kinerja
K3 perusahaan anda untuk 3 tahun terakhir. (berikan data sekurang-kurangnya
terkait, jumlah korban, tindakan medis, jumlah PAK, jumlah kebocoran, dll)
8.
Apakah perusahaan anda memiliki prosedur investigasi dan pelaporan
kecelakaan/PAK? Jika Ya, lampirkan.
9.
Bagaimana temuan setelah investigasi dapat dikomunikasikan kepada seluruh
karyawan anda?
10.
Apakah
kecelakaan/nearmiss
dilaporkan?
Jika
Ya,
lampirkan
dokumen
pendukung.
11. Jika ada lampirkan copy laporan investigasi 1 tahun terakhir
i.
Audit dan Review
1.
Apakah anda memiliki prosedur tentang audit K3? Jika Ya lampirkan
2.
Bagaimana kebijakan tersebut menjelaskan standar audit? Termasuk audit untuk
tindakan tidak aman? (misal cara dan kompetensi auditor)
3.
Apakah dalam rencana K3 anda menyertakan rencana audit? Jika Ya lampirkan
4.
Bagaimana
perusahaan anda
melaporkan,
memeriksa
efektifitas
audit,
dan
menindaklanjuti temuan?
j.
Prosedur Tanggap Darurat
1.
Apakah anda memiliki prosedur tanggap darurat?
2.
Apakah anda melakukan ED secara berkala?

3. Apakah anda melakukan evaluasi terkait keefektifitasannya?

k. Nilai pra-kualifikasi sebelumnya di perusahaan lainnya di Indonesia;

Apakah anda pernah mengikuti proses Prakualifikasi K3 diperusahaan lain ataupun di lingkungan PLN? Jika Ya lampirkan copy hasilnya.

23

SPLN U1.006: 2015

l. Fitur tambahan lainnya (additional features);

1. Jelaskan sifat dan sejauh mana partisipasi anda dalam organisasi atau aosiasi yang relevan dengan bidang pekerjaan anda. (misal: AKLI, KONSUIL, MKI,dll)

2. Apakah perusahaan anda memiliki fitur tambahan lain yang tidak ada dalam kuesioner ini? (misal: serifikat ISO, OHSAS, SMK3,dll)

anda memiliki fitur tambahan lain yang tidak ada dalam kuesioner ini? (misal: serifikat ISO, OHSAS, SMK3,dll)

24

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 2. Kriteria pemilihan dan penilaian lelang untuk calon kontraktor

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Kontraktor menulis program K3

Ya

Apakah Anda memiliki pernyataan kebijakan manajemen K3 tertulis?

Ya

Jika ya, harap berikan salinan.

Apakah ada Komite K3 Perusahaan?

Ya

Tidak

Tidak

Tidak

Jika ya, harap lampirkan Organisasi Komite.

Sebutkan tingkat frekuensi dan tingkat keparahan cedera perusahaan anda menurut kriteria departemen tenaga kerja
Sebutkan tingkat frekuensi dan tingkat keparahan cedera perusahaan anda menurut
kriteria departemen tenaga kerja pemerintah republik indonesia untuk tiga tahun terakhir.
Tahun
Tingkat
20…
20…
20…
Frekuensi
Keparahan
Harap berikan data untuk item-item berikut selama periode tahun terakhir:
a) Jumlah fatalitas
:
b) Jumlah jam kerja yang hilang akibat cedera
:
c) Jumlah jam kerja karyawan
:
Harap beritahukan jenis pekerjaan yang telah dilakukan oleh perusahaan anda untuk PT
PLN (Persero):
No
No. Kontrak
Periode Kontrak
Klien –Nama, Alamat
dan Nomor Kontak
Keterangan Ringkas
Proyek yang
Dilaksanakan
Apakah jumlah jam kerja yang hilang akibat cedera dilaporkan dan rangkuman laporan
dikirimkan ke tempat berikut? Seberapa sering?
Ya
Tidak
Bulanan
Kuartalan
Tahunan
Manajer lokasi
kantor
DEPNAKER RI
setempat

Harap lampirkan salinan laporan-laporan terkini.

Apakah Anda mengadakan pertemuan K3 lokasi untuk supervisor lapangan?

Ya ………. Tidak …………

Seberapa sering ? ……………………

25

SPLN U1.006: 2015

9. Apakah Anda melaksanakan inspeksi K3 proyek? Ya ……. Tidak ……… Jika Ya, siapa yang melaksanakan inspeksi ini (jabatan)? ……………………………… dan seberapa sering?

10. Apakah Anda memiliki program orientasi K3 untuk karyawan baru?

Ya …………… Tidak …………………

Jika ya, apakah program tersebut mencakup instruksi untuk hal -hal berikut?

Ya ……………… Tidak ………………. Jika ya, apakah program tersebut mencakup instruksi untuk hal-hal
Ya ………………
Tidak ……………….
Jika ya, apakah program tersebut mencakup instruksi untuk hal-hal berikut:
r Keselamatan kelistrikan s Keselamatan rigging dan crane t Asbes Perlindungan kepala Perlindungan kaki
r Keselamatan kelistrikan s Keselamatan rigging dan crane t Asbes Perlindungan kepala Perlindungan kaki
r Keselamatan kelistrikan s Keselamatan rigging dan crane t Asbes Perlindungan kepala Perlindungan kaki
r Keselamatan kelistrikan s Keselamatan rigging dan crane t Asbes Perlindungan kepala Perlindungan kaki

r Keselamatan kelistrikan

s Keselamatan rigging dan crane

t Asbes

Perlindungan kepala

Perlindungan kaki

Perlindungan mata

Perlindungan tangan

Perlindungan pendengaran

Perlindungan pernapasan

Sabuk pengaman dan lifeline

Perancah i.

Pengamanan batas (Perimeter guarding)

Kebersihan dan kerapian

Perlindungan dari kebakaran

Prosedur keadaan darurat

Bahan-bahan beracun

Pemaritan dan penggalian

Ruang tertutup

Tanda, barikade, flagging

ya

Tidak

Keterangan

darurat Bahan-bahan beracun Pemaritan dan penggalian Ruang tertutup Tanda, barikade, flagging ya Tidak Keterangan
darurat Bahan-bahan beracun Pemaritan dan penggalian Ruang tertutup Tanda, barikade, flagging ya Tidak Keterangan
darurat Bahan-bahan beracun Pemaritan dan penggalian Ruang tertutup Tanda, barikade, flagging ya Tidak Keterangan

11.

Apakah anda memiliki program K3 untuk pekerja baru atau supervisor yang dipromosikan?

No a b c d e f g i j Cara-cara kerja yang selamat Pengawasan
No a b c d e f g i j Cara-cara kerja yang selamat Pengawasan
No a b c d e f g i j Cara-cara kerja yang selamat Pengawasan
No a b c d e f g i j Cara-cara kerja yang selamat Pengawasan

No

a

b

c

d

e

f

g

i

j

Cara-cara kerja yang selamat

Pengawasan keselamatan

Pertemuan Toolbox

Prosedur keadaan darurat

Prosedur inspeksi peralatan

Investigasi cedera dan ketidakpatuhan

Perlindungan dan pencegahan kebakaran

Orientasi karyawan baru

Prosedur isolasi

ya

Tidak

Keterangan

dan ketidakpatuhan Perlindungan dan pencegahan kebakaran Orientasi karyawan baru Prosedur isolasi ya Tidak Keterangan
dan ketidakpatuhan Perlindungan dan pencegahan kebakaran Orientasi karyawan baru Prosedur isolasi ya Tidak Keterangan
dan ketidakpatuhan Perlindungan dan pencegahan kebakaran Orientasi karyawan baru Prosedur isolasi ya Tidak Keterangan

12. Apakah anda memiliki program pemeriksaan kesehatan kerja untuk semua personel yang berada dalam pengawasan anda ?

Ya ………………

jika ya harap berikan salinan laporan pemeriksaan.

Tidak ……………….

26

SPLN U1.006: 2015

13. Apakah Anda menginspeksi perkakas (tool) dan peralatan sebelum membawanya ke lokasi proyek?

Ya ………………

Jika ya, harap berikan salinan laporan inspeksi.

Tidak ……………….

14. Apakah Anda memiliki jadwal untuk inspeksi teratur terhadap Plant, perkakas dan peralatan? Ya ………………… Tidak ………………. Jika ya, harap berikan jadwal tersebut.

Ya ……………… Tidak ………………. Jika ya, harap berikan salinan dokumen Disetujui oleh Dibuat oleh,
Ya ………………
Tidak
……………….
Jika ya, harap berikan salinan dokumen
Disetujui oleh
Dibuat oleh,

15. Apakah Anda/karyawan Anda memiliki sertifikat kompetensi K3 ?

Pernyataan

Kami dengan ini menyatakan bahwa semua informasi yang kami sebutkan di atas benar adanya. Jika terdapat informasi apa pun yang ternyata tidak benar berdasarkan verifikasi atau evaluasi, maka hal ini akan mengakibatkan pemutusan kontrak.

Tanda Tangan/Nama/ Jabatan/ Tanggal

Persetujuan untuk memilih

Tanda Tangan/Nama/ Jabatan/ Tanggal

Penanggung jawab K3 Korporat PT PLN (Persero) setuju untuk memilih?

Ya ………… Tidak …………….

Komentar

27

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 3. Formulir evaluasi lelang K3 kontraktor

Kontraktor

:

Alamat

:

Tanggal Evaluasi

:

No

Tugas

Kontraktor memiliki program K3 tertulis
1

No Tugas Kontraktor memiliki program K3 tertulis 1 ya Tidak Keterangan

ya

Tidak

Keterangan

No Tugas Kontraktor memiliki program K3 tertulis 1 ya Tidak Keterangan
No Tugas Kontraktor memiliki program K3 tertulis 1 ya Tidak Keterangan

2

Kontraktor memiliki pernayataan kebijakan manajemen K3 tertulis

3

Kontraktor memiliki Komite K3

4

Kontraktor mengadakan pertemuan K3 lokasi untuk supervisor lapangan

5

Kontraktor melaksanakan inspeksi K3

6

Kontraktor memiliki program orientasi untuk karyawan baru yang

mencakup instruksi untuk hal-hal berikut:

 

Perlindungan kepala

Perlindungan kaki

Perlindungan mata

Perlindungan tangan

Perlindungan pendengaran

Perlindungan pernapasan

Sabuk pengaman dan Lifeline

Perancah

Pengamanan batas(Perimeter guarding )

Housekeeping

Perlindungan dari kebakaran

Fasilitas pertolongan pertama

Prosedur keadaan darurat

Bahan -bahan beracun

Pemaritan dan penggalian (Trenching and excavation)

Ruang tertutup

Tanda, barikade, flagging

Asbes

Keselamatan rigging dan crane

Kontraktor memiliki program K3 untuk pekerja baru atau Supervisor yang

7

dipromosikan yang mencakup petunjuk untuk hal-hal berikut

Praktek kerja yang aman

Pengawasan keselamatan

Pertemuan Toolbox

Prosedur keadaan darurat

Prosedur pertolongan pertama

Prosedur inspeksi alat

Investigasi cedera dan ketidakpatuhan (non conformance)

Perlindungan dan pencegahan kebakaran

Orientasi pekerja baru

Prosedur isolasi

Kontraktor memiliki program pemeriksaan kesehatan kerja untuk semua

8

personel yang berada di bawah pengawasan Anda

Kontraktor telah menginspeksi perkakas dan peralatan sebelum

9

membawanya ke lokasi proyek

Kontraktor memiliki jadwal untuk inspeksi teratur terhadap pabrik, perkakas

10

dan peralatan

Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya

11

Mineral Pemerintah Indonesia

peralatan Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya 11 Mineral Pemerintah Indonesia
peralatan Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya 11 Mineral Pemerintah Indonesia
peralatan Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya 11 Mineral Pemerintah Indonesia
peralatan Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya 11 Mineral Pemerintah Indonesia
peralatan Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya 11 Mineral Pemerintah Indonesia
peralatan Kontraktor memiliki lisensi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya 11 Mineral Pemerintah Indonesia

28

SPLN U1.006: 2015

12. Tingkat Frekuensi dan tingkat keparahan cedera kontraktor menurut kriteria Kementerian tenaga kerja Republik Indonesia untuk tiga tahun terakhir

Tahun

Tingkat

20

20

20

Frekuensi

Keparahan

13.

Data keselamatan untuk periode tahun terakhir:

a) Jumlah fatalitas b) Jumlah jam kerja yang hilang akibat cedera : ……………………. :
a) Jumlah fatalitas
b) Jumlah jam kerja yang hilang akibat cedera
: …………………….
:
…………………….
c) Jumlah jam kerja karyawan
:
……………………
14. Pengalaman kontraktor sebelumnya dengan PT PLN (Persero)
No
No. Kontrak
Periode kontrak
Klien-Nama, alamat dan
nomor kon trak
Keterangan ringkas
proyek yang dilaksanakan
15. Ketersediaan laporan jam yang hilang akibat cidera dan distribusi rangkuman laporan:
Tahunan
ya
tidak
bulanan
kuartalan
Manajer lokasi
Kantor MENNAKER
RI
Daerah
Rekomendasi :

29

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 4. Daftar periksa pra-kerja K3 kontraktor

No Daftar kegiatan ya Tidak Orientasi K3 untuk semua personel manajemen dan karyawan 1 Pelatihan
No
Daftar kegiatan
ya
Tidak
Orientasi K3 untuk semua personel manajemen dan karyawan
1
Pelatihan K3 spesifik diberikan, jika diperlukan
2
Meninjau persyaratan alat pelindung diri (APD)
3
a. Topi pelindung
b. Perlindungan mata dan wajah yang disetujui ANSI (Kacamata
safety, goggles, pelindung wajah
c. Perlindungan pendengaran
d. Perlindungan pernafasan (half-mask, full-mask, air supplied )
Uji kelayakan dan sertifikasi medis untuk penggunaan yang
tepat perlindungan pernapasan
e. Perlindungan Jatuh (Full-Body Harness, Shock-Absorbing,
Lanyard)
f. APD lain yang disyaratkan
Persyaratan/Izin Perancah
4
Persyaratan Tangga (tidak menghantarkan panas/listrik)
5
Persyaratan Aerial Man Lift (JLG, Scissor Lift)
6
Pelatihan Komunikasi Bahaya (MSDS, Label)
7
Persyaratan Crane (Sertifikasi Operator, Inspeksi, dll.)
8
Sertifikasi dan Lisensi Alat dan Kendaraan
9
Kesiapsiagaan Darurat dan Rencana/Protokol Evakuasi
10
Izin Keselamatan Kerja
11
a. Pekerjaan Panas
b. Memasuki Ruang Tertutup
c. Penggalian dan Pemaritan
d. Dekat Bahaya (Close Proximity)
e. Bekerja di lokasi terpencil
12
Pertolongan Pertama/Peralatan Medis
13
Persyaratan Perlindungan/Pencegahan Kebakaran
14
Sistem Pelaporan Kecelakaan (jenis, siapa dan kapan melaporkan)
15
Persyaratan Pencahayaan
16
Persyaratan Penggembokan dan Pelabelan (LOTO)
17
Persyaratan Tabung Udara dan Bejana Bertekanan
18
Rencana Kebersihan dan Kerapian
19
Prosedur Pengoperasian Standar (SOP)
20
Cakupan Pengawasan
21
Petugas K3 untuk dihubungi
22
Peninjauan Standar SMK3 PT PLN (Persero)

Dibuat oleh

Ditinjau oleh Kepala Divisi/Dep/Bag. K3 Area : ………………. Disetujui oleh penanggung jawab K3 Korporat PT PLN (persero) : …

: …………………………

30

Tanggal: …………………… Tanggal: ……………………. Tanggal : ………………

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 5. Daftar periksa dokumen persyaratan K3 kontraktor

No

Nama Dokumen/ Catatan

UMUM

Pemenuhan

Dokumen-Kriteria Pemilihan Tender dan Penilaian Calon Kontraktor

Program K3 Kontraktor

Pernyataan Kebijakan manajemen Kontraktor tentang K3

Bagan Organisasi Panitia Pembina/Pelaksana K3

Laporan Kecelakaan yang pernah terjadi

Program Orientasi K3 Kontraktor

Laporan Pemeriksaan Medis Karyawan

Laporan Inspeksi Perkakas dan Peralatan

Jadwal Inspeksi Area Kerja, Perkakas, Peralatan

Surat Izin/Sertifikasi dari Kementerian ESDM RI

DAFTAR PERIKSA PRA

Dokumen-Daftar Periksa Pra-Kerja K3 Kontraktor

Matriks Pelatihan K3 Karyawan (Safety Training Matrix)

Sertifikat Keahlian & Sertifikat Pelatihan

Daftar APD yang diberikan ke karyawan

Sertifikat/Lisensi Peralatan Bergerak (alat berat, kendaraan, dsb

Rencana/panduan Evakuasi Keadaan Darurat

Izin Keselamatan Kerja

   

8

9

10

11

12

IV

1

2

a.

b.

c.

d.

e.

Izin Kerja panas

Izin Memasuki Ruang Tertutup

Izin Penggalian dan Pemaritan

Dekat bahaya (Close Proximity Permit)

Izin Bekerja di lokasi terpenci

Daftar peralatan darurat (Pemadam kebakaran, P3K, dll)

Sistem Pelaporan Kecelakaan (flow chart)

Prosedur kerja (SOP / JSA / WI)

Rencana sosialisasi standar SMK3 PT PLN (PERSERO) yang dapat

Bukti hadir sosialisasi Prosedur Kerja & Standar

PT PLN (Persero)

RANGKUMAN PERTEMUAN K3 PRA-KERJA KONTRAKTOR

Dokumen-Rangkuman Pertemuan K3 Pra-Kerja Kontraktor

Bukti Pertemuan K3 Pra-Kerja Kontraktor (Risalah rapat, Absensi, dsb)

K3 Pra-Kerja Kontraktor Bukti Pertemuan K3 Pra-Kerja Kontraktor (Risalah rapat, Absensi, dsb) Diperiksa oleh 31

Diperiksa oleh

31

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 6. Uraian pertemuan K3 pra-kerja kontraktor

Nama Proyek

:

Tanggal Mulai

No. Kontrak Perusahaan yang mengontrak Manajer Kontraktor Dept. Indul PT PLN (Persero)

:

:

:

:

Tanggal Selesai

Jumlah total karyawan

No. Telepon

No. Fax

:

:

:

:

:

Kesetaraan /persamaan dalam penggunaan sumber daya K3—KUALITAS—PRODUKSI— BIAYA—JADWAL dan sumber daya perusahaan
Kesetaraan /persamaan dalam penggunaan sumber daya K3—KUALITAS—PRODUKSI—
BIAYA—JADWAL dan sumber daya perusahaan lainnya.
Sistem Manajemen SMK3 PT PLN (PERSERO); Undang-undang dan Peraturan K3 Pemerintah
Indonesia yang berhubungan dengan proyek-proyek yang dimaksud.
Tanggung Jawab Manajemen Kontraktor dalam K3:
Mendapatkan pesertujuan Divisi PT PLN (Persero) sebelum memulai pekerjaan. Peninjauan
berkala untuk persetujuan, dan syarat -syarat pemutusan kontrak.
Rencana Tindakan K3 Kontraktor.
Ketersediaan Prosedur Pengoperasian Standar (SOP) yang berhubungan dengan proyek-
proyek. Termasuk JSA untuk tugas-tugas kompleks dan berisiko tinggi.
Tanggung jawab K3 oleh personel Kepengawasan dan Manajemen.
Inspeksi dan Audit Berkala oleh sendiri, Wakil PT PLN (Persero) atau Pihak Ketiga.
Persetujuan Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT PLN (perseo) untuk Sub-Kontraktor
Tanggung Jawab K3 Sub-Kontraktor .
Orientasi K3, pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan K3 lainnya yang
disyaratkan.
Dokumentasi dan Laporan K3.
Wakil K3 Kontraktor:
Tersedia secara penuh waktu atau paruh waktu, tergantung pada cakupan pekerjaan.
Memiliki latar belakang dan keterampilan K3, memahami Undang-undang dan Peraturan K3
Pemerintah Indonesia.
Memahami Sistem Manajemen SMK3 PT PLN (Persero)
Memiliki wewenang untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
Mampu melaksanakan pelatihan,
inspeksi,
investigasi
dan
pelaporan
kecelakaan
yang
berhubungan dengan K3.
Pemenuhan K3:
Tidak mentoleransi pelanggaran safety.
Pelanggaran serius/besar pertama kali bisa berarti pemecatan atau pemutusan kontrak.
Mengikuti Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) PT PLN (Persero) atau dengan cara lain
menetapkan pertemuan KKB sendiri sesuai dengan Standar KKB PT PLN (Persero)
Alat Pelindung Diri (APD):
 APD Wajib
 APD yang disyaratkan lainnya
Perlindungan Jatuh.
Keselamatan Perancah dan Tangga
Keselamatan Pengangkatan dengan Crane dan Aerial Man Lift.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12. Keselamatan Peralatan dan Kendaraan Ringan:

Izin

Sertifikasi dan Lisensi Operator

Keselamatan Lalu Lintas

13. Izin Kerja K3:

Pekerjaan Panas (Hot Works)

Penggalian dan Pemaritan (Excavation and Trenching)

Memasuki Ruang Tertutup (Confined Space Entry)

Dekat Bahaya (Proximity)

Radioaktif .

14. Pertolongan Pertama/Perawatan Medis

32

SPLN U1.006: 2015

15. Pengawasan Medis:

Pemeriksaan medis peronil pra-penerimaan kerja dan berkelanjutan.

Tes dan pemeriksaan medis yang berhubungan dengan kesehatan kerja.

16. Sistem Kesiapsiagaan dan Pelaporan Darurat.

17. Pencegahan dan Perlindungan Kebakaran.

18. Sistem Investigasi dan Pelaporan Kecelakaan.

19. Pencahayaan/Penerangan.

20. Ventilasi.

21. Akses selamat ke tempat kerja.

22. Tabung Gas dan Bejana Bertekanan.

Praktek Kebersihan dan Kerapian dan Penyimpanan. Komunikasi yang Efektif. Atas-ke Bawah dan Bawah-ke Atas. Skema
Praktek Kebersihan dan Kerapian dan Penyimpanan.
Komunikasi yang Efektif. Atas-ke Bawah dan Bawah-ke Atas.
Skema Saran K3.
Pemberitahuan Tinjauan Kecelakaan dan K3.
Sanitasi dan Higiena Industrial (Sanitary and Industrial Hygiene).
Bahaya dan Risiko Spesifik yang berhubungan dengan proyek.
K3 di luar tempat kerja.
Kepala Divisi K3
Kepala/ Penanggung jawab K3 PLN (Persero)

23 .Penggembokan dan Pelabelan (LOTO)

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

Informasi di atas telah dipahami, dan akan dilaksanakan selama pelaksanaan proyek.

Wakil Perusahaan Kontraktor

Wakil PT PLN (Persero)

33

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 7. Daftar ceklis inspeksi tempat kerja

Ref

Item yang diinspeksi

ya

OK

Tidak

Ref Item yang diinspeksi ya OK Tidak
Ref Item yang diinspeksi ya OK Tidak
Ref Item yang diinspeksi ya OK Tidak ITEM UMUM A Lingkungan kerja 1 Bangunan - Penerangan
ITEM UMUM A Lingkungan kerja 1 Bangunan - Penerangan - - Demarkasi Penumpukan/penyimpanan - Kode
ITEM UMUM
A
Lingkungan kerja
1
Bangunan
-
Penerangan
-
-
Demarkasi
Penumpukan/penyimpanan
-
Kode warna
-
APD
-
Tanda Peringatan
Faktor manusia
2
LOTO
Bahan kimia BERBAHAYA
Pemilihan perkakas kerja
Pemakaian APD
Izin pekerjaan berbahaya
B
ITEM SPESIFIK
1
Area pencucian
alat pemadam kebakaran
area pencucian bersih
Lampu emergensi
Penyimpanan perkakas kerja
2
Peralatan lainnya
3

Ref

Item yang diinspeksi

ya

OK

Tidak

Ref Item yang diinspeksi ya OK Tidak
Ref Item yang diinspeksi ya OK Tidak
: Tanggal : :
:
Tanggal :
:

Perubahan terhadap daftar ceklis disesuaikan dengan kebutuhan

Inspeksi oleh

Tanda tangan

34

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 8. Laporan tindak lanjut inspeksi area tempat kerja

Departemen

:

Tanggal Inspeksi

:

Area Lokasi

:

Petugas Inspeksi

:

Penanggung jawab

:

No

Tingkat Risiko

Penyimpanan (termasuk lokasi)

Tindakan yang diambil

Penaggung jawab

Selesai

jawab : No Tingkat Risiko Penyimpanan (termasuk lokasi) Tindakan yang diambil Penaggung jawab Selesai 35

35

SPLN U1.006: 2015

Lampiran 9. Formulir evaluasi akhir K3 kontraktor

Kontraktor

:

Alamat

:

Tanggal evaluasi

:

I. Rencana K3 Kontraktor:

No 1 2 Tugas Kontraktor telah melaksanakan rencana K3 awalnya Komitmen manajemen organisasi Tanggung jawab,
No 1 2 Tugas Kontraktor telah melaksanakan rencana K3 awalnya Komitmen manajemen organisasi Tanggung jawab,
No 1 2 Tugas Kontraktor telah melaksanakan rencana K3 awalnya Komitmen manajemen organisasi Tanggung jawab,
No 1 2 Tugas Kontraktor telah melaksanakan rencana K3 awalnya Komitmen manajemen organisasi Tanggung jawab,

No

1

2

Tugas

Kontraktor telah melaksanakan rencana K3 awalnya

Komitmen manajemen organisasi

Tanggung jawab, tenaga kerja, standar dan dokumen

persyaratan perlindungan/pencegahan kebakaran

Perencanaan dan prosedur K3

Pelaksanaan K3 dan pemantauan kinerja

Rencana K3 yang direvisi

Identifikasi bahaya-bahaya baru

Pelaksanaan bahaya-bahaya baru yang telah diidentifikasi

ya

Tidak

Keterangan

direvisi Identifikasi bahaya-bahaya baru Pelaksanaan bahaya-bahaya baru yang telah diidentifikasi ya Tidak Keterangan
direvisi Identifikasi bahaya-bahaya baru Pelaksanaan bahaya-bahaya baru yang telah diidentifikasi ya Tidak Keterangan
direvisi Identifikasi bahaya-bahaya baru Pelaksanaan bahaya-bahaya baru yang telah diidentifikasi ya Tidak Keterangan
Tingkat Keselamatan: Jumlah fatalitas Jumlah jam kerja yang hilang karena cidera Jumlah jam kerja karyawan
Tingkat Keselamatan:
Jumlah fatalitas
Jumlah jam kerja yang hilang karena cidera
Jumlah jam kerja karyawan
:
:
:
Daftar personal dengan tindakan disiplin
a Di bawah target
b. Memenuhi target
c. Di atas target

IV. Evaluasi Akhir

II.

III.

No Nama Tindakan disiplin 1 2

No

Nama

Tindakan disiplin

1

No Nama Tindakan disiplin 1 2

2

V. Rekomendasi untuk pekerjaan dimasa yang akan datang

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penaggung jawab kontrak

Kontraktor

Tanda tangan/Nama/Jabatan/Tanggal

Tanda tangan/Nama/Jabatan/Tanggal

36

Pengelola Standardisasi : PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Jl. Durentiga, Jakarta

Pengelola Standardisasi :

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Jl. Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762, www.pln-litbang.co.id

Pengelola Standardisasi : PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Jl. Durentiga, Jakarta

Pengelola Standardisasi :

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Jl. Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762, www.pln-litbang.co.id