Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PHARMACEUTICAL CARE 3

Kelompok:
- Karmelia Intany Doko 148114003
- Maria Titik Arina 148114005
- Ni Kadek Nita Susanti 148114008
- Benedicta Jati Ayuningtyas 148114012
- Roy Gunawan 148114022

Sebutkan dan jelaskan cara mengurangi resistensi antimikroba


1. Peresepan antibiotika sesuai kebutuhan pasien
Tujuan dilakukan peresepan antibiotika sesuai kebutuhan pasien, yaitu untuk
mengurangi jumlah penggunaan antibiotika secara berlebihan dan pasien
mendapatkan terapi antibiotik secara rasional. Penggunaan antibiotik secara rasional
dapat memberikan manfaat yang diinginkan ketika pemberian antibiotik sesuai
dengan yang dibutuhkan (Oxford et al. 2013).
2. Program pengelolaan antimikroba, campaigns dan audit
Program ini dilakukan untuk memberikan publikasi melalui iklan di TV atau media
massa tentang pedoman penggunaan antibiotika, pendidikan yang tepat dalam
meresepkan antibiotika, dan pengelolaan penyakit menular (Huttner et al 2010).
Beberapa campaigns tentang antibiotika efektif dalam pengurangan penggunaan
antibiotik dimana dokter memberikan antibiotik yang sesuai dengan kondisi pasien
dalam perawatan primernya (Bjerrum et al. 2011).
3. Diperlukan bukti yang lebih tepat dari studi pragmatis yang di peroleh dalam
perawatan primer.
Bukti yang dapat membuat pasien harus diberikan antibiotika adalah dengan melihat
seberapa perlu kondisi pasien membutuhkan antibiotika. Kondisi pasien yang sangat
memerlukan antibiotik antara lain pada penyakit asma, paru kronis, perokok dengan
keadaan dahak yang bernanah dengan melihat durasi dari gejala dan hasil klinis
lainnya sehingga mencegah terjadinya komplikasi (McNulty dkk.2013)
4. Penggunaan tes point of care yang valid
Fungsi utama dari tes point of care adalah untuk menambah informasi dalam
mengidentifikasi suatu penyakit pada pasien sehingga akan mengetahui perlu atau
tingak pengobatan tersebut akan menggunakan antibiotik. Contohnya yaitu salah satu
dokter di negara bagian utara menggunakan uji deteksi antigen untuk diagnosis
penyakit faringitis streptokokus,sehingga dokter akan mempertimbangkan pengobatan
untuk pemberian antibiotika sesuai hasil tes yang didapatkan (Cals and Weert, 2013).
5. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan pasien
Peningkatan komunikasi dalam perawatan antara tenaga kesehatan dan pasien akan
dapat membantu mencapai harapan hidup pasien dalam pengobatan terhadap penyakit
dengan menggunakan berbagai pendekatan, misalnya tatap muka secara langsung
antara dokter dan pasien, apoteker dan pasien dalam memberikan edukasi penggunaan
antibiotika yang tepat dan rasional (Cals et al., 2013).
6. Edukasi
Dokter yang memberikan resep harus memiliki pengetahuan yang tepat tentang obat
umum, virulensi mikroba, imunologis dan faktor genetik, sifat obat secara
farmakokinetik dan farmakodinamik, dan pengetahuan dasar epidemiologi. Dokter
dan Apoteker memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat terkait penggunaan
antibiotik dalam mempertahankan efisiensi antibiotik dan meminimalkan resistensi
antibiotik. Edukasi tentang pereresepan antibiotik sangat penting dilakukan pada
perawatan primer (Chang Ro Lee, et al, 2013 ).
7. Kebersihan dan Disinfeksi
Disinfeksi rumah sakit yang tepat dan kebersihan individu petugas layanan kesehatan
diperlukan untuk mencegah infeksi yang didapat dari rumah sakit. Penularan patogen
terkait perawatan kesehatan melalui tangan petugas layanan kesehatan merupakan
salah satu faktor penyebab penyebaran infeksi mikroba (Chang-Ro Lee, et al, 2013)

Sebutkan dan jelaskan mekanisme interaksi obat yang mempengaruhi INR dalam terapi
warfarin
1. Interaksi antara warfarin dengan obat lainnya
a. Metronidazole
Mekanisme kerja dari metronidazole adalah menghambat enzim CYP2C9.
Enzim CYP2C9 berfungsi untuk memetabolisme warfarin sehingga dengan
adanya penghambatan enzim CYP2C9 akan menyebabkan metabolism
warfarin menurun hingga akan meningkatkan INR pada pasien dengan terapi
warfarin
b. Metil salisilat topikal
Mekanisme kerja dari metil salisilat adalah menghambat metabolisme warfarin
dan agregasi dari platelet sehingga memiliki resiko moderate yang dapat
meningkatkan INR pada pasien pengguna warfarin dan meningkatkan resiko
pendarahan
(Bungard et al., 2011).
2. Interaksi antara warfarin dan alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan selama terapi warfarin akan menyebabkan
peningkatan resiko pendarahan mayor karena alkohol dapat mempengaruhi
pengikatan protein plasma dengan obat-obatan. Hal ini dapat berpotensi mengubah
fraksi warfarin bebas yang tersedia dan meningkatkan efek antikoagulan (Roth, et al.,
2015).
Daftar Pustaka

Bjerrum, L., Munck, A., Gahrn-Hansen, B., Hansen, M., Jarbol, D., Cordoba, G. et al. 2011,
Health Alliance for Prudent Antibiotic Prescribing in Patients with Respiratory Tract
Infections (Happy Audit) Impact of a Non-Randomised Multifaceted Intervention
Programme. BMC Fam Pract 12: 52.
Bungard, T.J., Yakiwchuk, E., Foisy, A., and Brocklebank, C., 2011, Drug Interaction
Involving Warfarin: Practice Tool and Practical Management Tips, CPJ/RPC Vol. 144
(1): 21-25e9.
Cals, J., de Bock, L., Beckers, P., Francis, N., Hopstaken, R., Hood, K. et al., 2013, Enhanced
Communication Skills and C Reactive Protein Pointof Care Testing for Respiratory
Tract Infection: 3.5 Year Follow-Up of a Cluster Randomized Trial. AnnFamMed, Vol.
11:157–164.
Cals, J. and Weert, V.H., 2013, Point of Care Tests in General Practice, Eur J Gen Pract,
Vol. 19:251–256.
Chang-Ro Lee, et al, 2013, Strategies to Minimize Antibiotic Resistance, Environmental
Research and Public Health, pp. 4282-4285.
Huttner, B., Goossens, H., Verheij, T. and Harbarth, S., 2010, Characteristics and Outcomes
of Public Campaigns Aimed at Improving The Use of Antibiotics in Outpatients in
High-Income Countries, Lancet Infect Dis, Vol. 10: 17–31.
McNulty, C., Nichols, T., French, D., Joshi, P. And Butler, C., 2013, Expectations for
Consultations and Antibiotics for Respiratory Tract Infection in Primary Care: The RTI
Clinical Iceberg, Br J Gen Pract, Vol. 63: e429–436.
Oxford, J. and Kozlov, R., 2013, Antibiotic Resistance a Call to Arms for Primary Healthcare
Providers, Int J Clin Pract Suppl, Vol. 180: 1–3.
Roth, J.A., Bradley, Thummel, K.E., Veenstra, D.L., and Boudreau, 2015, Alcohol Misuse,
Genetic, and Major Bleeding Among Warfarin Therapy Patients in A Community
Setting, Pharmacoepidemiol Drug Saf., HHS Public Access, 24(6): 619-627, doi:
10.1002/pds.3769.