Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PENENTUAN TEGANGAN PERMUKAAN DENGAN METODE DU-NOUY

OLEH

NI PUTU ASTINI 1713031004

I GUSTI AYU AGUNG MAS ROSMITA 1713031013

APLIANA PRISKILA MONE 1713031017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2019
PERCOBAAN IX
PENENTUAN TEGANGAN PERMUKAAN DENGAN METODE DU-NOUY

I. TUJUAN
1. Menentukan tegangan permukaan cairan/gas dan cairan/cairan
2. Mengidentifikasi pengaruh surface active agent terhadap γ

II. DASAR TEORI


Di dalam zat cair, satu molekul dikelilingi oleh molekul-molekul lainnya yang
sejenis dari segala arah sehingga gaya tarik menarik sesama molekulnya (gaya kohesi)
sama besar. Pada permukaan zat cair terjadi gaya tarik menarik antara molekul cairan
dengan molekul udara (adhesi). Gaya adhesi lebih kecil bila dibandingkan dengan gaya
kohesi sehingga molekul di permukaan zat cair cenderung tertarik ke arah dalam.
Tetapi hal ini tidak terjadi karena adanya gaya yang bekerja sejajar dengan permukaan
zat cair yang mengimbangi besarnya gaya kohesi antar molekul di dalam zat cair
terhadap molekul sejenisnya di permukaan. Akibatnya molekul tersebut berada di
permukaan. Gaya ini disebut tegangan permukaan. Atau dengan kata lain tegangan
permukaan  didefinisikan sebagai gaya F per satuan panjang L yang harus diberikan
sejajar pada permukaan untuk mengimbangi tarikan dalam. Sedangkan tegangan antar
permukaan adalah tegangan antar permukaan dua cairan yang tidak bercampur atau
antara permukaan zat padat dengan cairan. Simbol yang digunakan untuk tegangan
permukaan adalah γ dan satuannya adalah dyne cm-1 (Hendra, 2002).
F
 
2L
dimana,  = tegangan permukaan
F = gaya
L = panjang keliling permukaan selaput fluida
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk
menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi
oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Sebagai contoh, akan ditinjau cairan yang
berada di dalam sebuah wadah seperti berikut.

Gambar 1. Gaya Tarik Molekul-molekul dalam Cairan


Sebagai contoh, ketika sebuah klip (penjepit kertas) diletakkan secara hati-hati pada
permukaan air di dalam gelas, maka klip tersebut tidak akan tenggelam. Ketika klip
diletakkan secara hati-hati ke atas permukaan air, molekul-molekul air yang terletak di
permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip tersebut, sehingga molekul-molekul air
yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke atas untuk menopang klip
tersebut. Adanya tegangan permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga
bisa mengapung di atas air.
Efek permukaan dapat dinyatakan dalam bahasa fungsi Helmholt dan Gibbs.
Hubungan antara fungsi-fungsi ini dan luas permukaan adalah kerja yang diperlukan
untuk mengubah sejumlah tertentu luas ini dan luas permukaan adalah kerja yang
diperlukan untuk mengubah sejumlah tertentu luas ini dan kenyataan bahwa pada
kondisi berbeda dA dan dG sama dengan kerja yang dilakukan dalam mengubah energi
sistem. Kerja yang dilakukan dalam mengubah sangat kecil d luas permukaan suatu
sampel sebanding dengan d (dw =  do). Koefisien  disebut dengan tegangan
permukaan (erg/cm2 atau J/m2). Pada volume dan temperatur tetap, kerja pembentukan
permukaan dapat dikenali dengan perubahan fungsi Helmholtz (yang dinyatakan
dengan dA =  d. Karena fungsi Helmholtz berkurang (d < 0), maka secara alamiah
permukaan cenderung untuk menyusut atau mengkerut dan menyebabkan permukaan
cairan seakan-akan menjadi tegang (Sukardjo, 1997). Jadi, tegangan muka adalah gaya
(dyne) yang bekerja sepanjang 1 cm pada permukaan zat cair.
Pengukuran tegangan permukaan atau tegangan antar muka dapat dilakukan
dengan 2 cara yaitu :
1. Metode kenaikan kapiler
Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik
melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur
tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka.
2. Metode tersiometer Du-Nouy
Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan
ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk
melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding
dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut.
Pada percobaan tegangan permukaan atau antar muka ini metode yang digunakan
yakni tensiometer Du-Nouy dimana Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk
mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Untuk penentuan
tegangan permukaan saja dapat menggunakan metode kenaikan kapiler. Sedangkan
prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina
iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau
tegangan antar muka dari cairan tersebut. Adapun rangkaian alat yang digunakan dalam
percobaan ini yaitu:

Gambar 2. Rangkaian Alat Tensiometer Du-Nouy


Keterangan:
1. Cincin Metal
2. Air
3. Gelas beaker
4. Laboratory stand dan Statif
5. Selang plastik
6. Dynamometer 0,1 N

Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu
cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang
berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolekular yang disebut dengan
molekul surfaktan.
Besarnya gaya ke bawah akibat tegangan permukaan diukur dengan persamaan :
F = 4R
Dimana  merupakan tegangan muka; nilai  adalah sebesar 3,14; R adalah jari-
jaari cincin; dan F adalah gaya untuk memisahkan permukaan cairan. Pada saat cincin
lepas, dapat dituliskan melalui persamaan:
F1 = F2
F1 = 4R
F
γ
4π R
Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara gaya tegangan
permukaan dengan satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton
per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm).
1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m
Metode Du-Nouy selain untuk mengukur tegangan muka, juga dipakai untuk
mengukur tegangan muka antara dua fasa cair, misalnya tegangan muka antara minyak
dengan air. Dengan metode Du-Nouy, cincin logam yang digunakan pada permukaan
cairan diangkat ke atas dengan memakai torsion wire. Gaya yang diperlukan untuk
tepat memutuskan film cairan diukur pada skala yang dihubungkan dengan torsion wire
tersebut (Bird, 1986).
Untuk sistem ideal, gaya baru bisa memutuskan film cairan bila besarnya sama
dengan 4R. Persamaan ini hanya berlaku untuk cairan yang mempunyai sudut kontak
() sama dengan nol. Dalam prakteknya bentuk cairan film yang diangkat lingkaran
logam berbeda dari sistem ideal dan mempengaruhi harga tegangan permukaan yang
diperoleh, sehingga diperlukan faktor koreksi yang berkisar antara 0,75–1,02.
Emulsifier atau zat pengemulsi didefinisikan sebagai senyawa yang mempunyai
kemampuan aktivitas pemukaan (surface activity agents) sehingga dapat menurunkan
tegangan permukaan (surface tension) cairan. Detergen sintesis modern didesain untuk
meningkatkan kemampuan air membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, yaitu
dengan menurunkan tegangan permukaan air. Misalnya, air murni tidak membasahi dan
bentuk butiran air ini tidak banyak berubah, tetapi tetes air yang mengandung detergen
(surfaktan) akan membasahi lilin dan butir air akan menyebar (luas permukaan
bertambah).
Suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan. Umumnya ketika terjadi
kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan
karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat sehingga
pengaruh interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai tegangan
permukaan juga mengalami penurunan.
Faktor Koreksi terhadap Skala yang Dibaca
Pembacaan skala pada tensiometer menghasilkan tegangan permukaan nyata dan
tegangan permukaan nyata antara dua cairan. Untuk mendapatkan tegangan permukaan
yang sebenarnya, dipergunakan rumus:
γ=SxF
γ = tegangan permukaan sebenarnya
S = tegangan permukaan nyata
F = faktor koreksi
Faktor koreksi F tergantung pada ukuran diameter cincin logam, ukuran diameter
logam yang dipergunakan, tegangan permukaan nyata, tegangan permukaan nyata
antara dua cairan, serta BJ dari kedua fasa.
Hubungan faktor di atas dapat dinyatakan dalam bentuk, salah satu dari kedua bentuk
tersebut dapat digunakan untuk membuat kurva faktor koreksi:
4b S
1. ( F  a) 2  x K
(R) 2
D-d
0.01452 1.679r
2. F  0.725   0.04534 
C (D  d )
2
R
F = faktor koreksi
R = jari-jari cincin logam (cm)
r = jari-jari logam pembuat cincin (cm)
S = tegangan permukaan nyata (dyne per cm)
D = berat jenis cairan yang di bawah (gram/cm-3)
d = berat jenis cairan yang di atas
K = 0.04534 – 1.679 r/R
C = keliling cincin logam (cm)
a = 0.725
b = 0.0009075
a, b, dan K adalah konstanta yang nilainya tidak bergantung pada cincin logam yang
dipergunakan.
III. ALAT DAN BAHAN
Tabel 1. Daftar Alat
No. Nama Alat Ukuran Jumlah
1 Tensio-Meter DU-NOUY - 1 buah
2 Cawan Petri - 1 buah
3 Gelas Kimia 100 mL 6 buah
4 Batang Pengaduk - 1 buah
5 Spatula - 1 buah
6 Kaca Arloji - 1 buah
7 Gelas Ukur 50 mL 1 buah
8 Gelas Ukur 10 mL 1 buah
9 Labu Ukur 100 mL 3 buah
10 Pipet tetes - 3 buah

Tabel 2. Daftar Bahan


No. Nama Bahan Konsentrasi Jumlah
1 Aquades - 500 Ml
2 Deterjen merk “rinso” - 0,5 gram
3 Minyak Goreng - 100 mL
4 Kloroform - 100 mL
IV. PROSEDUR PRAKTIKUM
A. Penentuan Tegangan Permukaan Larutan Murni/Udara

Rangkai alat seperti gambar di atas!

Aquades dimasukkan ke cawan petri

Cincin dimasukkan ke aquades, dijaga agar tidak


bersentuhan dengan dinding cawan.

Langkah diulangi
untuk kloroform dan
minyak goreng. Skala tensiometer dicatat

B. Penentuan Tegangan Permukaan Larutan Detergen

Detergen bubuk disiapkan

ditimbang

0,05 g 0,10 g 0,15 g

Masing-masing dilarutkan dalam 100 mL aquades

Larutan dimasukkan ke cawan petri secara bergantian

Cincin dimasukkan ke larutan, dijaga agar tidak


bersentuhan dengan dinding cawan.
Skala tensiometer dicatat

C. Penentuan Tegangan Permukaaan Campuran Air-Minyak Goreng


25 mL minyak + 60 mL aquades.

Dimasukkan ke cawan petri

Cincin dimasukkan ke campuran, dijaga agar tidak


bersentuhan dengan dinding cawan.

Skala tensiometer dicatat


D. Penentuan Tegangan Permukaan Campuran Air-Kloroform
30 mL aquades + 20 mL kloroform

Campuran dimasukkan ke cawan petri

Cincin dimasukkan ke campuran, tepat pada


perbatasan kedua larutan

Skala tensiometer dicatat

E. Penentuan Tegangan Permukaan Campuran Air- Minyak Goreng-


Detergen
15 mL aquades + 10 mL minyak + 0,1 g detergen

Campuran dimasukkan ke cawan petri

Cincin dimasukkan ke campuran, dijaga agar tidak


bersentuhan dengan dinding cawan.
Catat skala tensiometer

F. Penentuan Tegangan Permukaan Campuran Air- Kloroform-Detergen


15 mL aquades + 10 mL kloroform + 0,1 g detergen

Campuran dimasukkan ke cawan


penguap

Cincin dimasukkan ke campuran, jaga agar tidak


bersentuhan dengan dinding cawan.

Skala tensiometer dicatat

V. HASIL PENGAMATAN
Tabel 3. Hasil pengukuruan larutan murni
Hasil Pengukuran (mN/m) Rata-rata
Zat
I II III (mN/m)
Air 32,3 32,8 30,8 31,97
Kloroform 13,6 13,4 13,6 13,53
Minyak Goreng 23,0 20,0 21,4 21,47

Tabel 4. Hasil pengukuran detergen

Konsentrasi Hasil Pengukuran (mN/m) Rata-rata


Detergen I II III (mN/m)
0,05% 25,4 27,6 22,2 25,06
0,1% 21,5 24,4 19,0 21,63
0,15% 20,5 21,4 22,1 21,33
Tabel 5. Hasil pengukuran air- kloroform dan air-minyak

Hasil pengukuran (mN/m) Rata-rata


Campuran
I II III (mN/m)
Air-Kloroform 19,1 17,8 19,4 18,76
Air-Minyak 26,8 28,9 26,9 27,53
Goreng

Tabel 6. Hasil pengukuran air-kloroform-detergen dan air-minyak-detergen

Hasil pengukuran (mN/m) Rata-rata


Campuran
I II III (mN/m)
Air-kloroform-detergen 17,1 17,8 16,9 17,26
Air-minyak-detergen 23,8 22,5 23,2 23,16

VI. PEMBAHASAN
Tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu untuk menentukan tegangan permukaan (γ )
cairan/gas dan cairan/cairan serta dengan memperhatikan efek surface active agent terhadap
γ. Pada percobaan ini dilakukan pengukuran tegangan permukaan yaitu air, kloroform,
minyak, dan air-detergen dan pengukuran tegangan antar muka pada campuran air-kloroform,
air-minyak, air-kloroform-detergen, dan air-minyak-detergen. Detergen yang digunakan pada
percobaan ini adalah detergen dengan merk rinso.
Langkah pertama yang dilakukan pada percobaan ini adalah mengukur tegangan
permukaan pada zat murni yaitu air, kloroform, dan minyak. Pada pengukuran masing-
masing zat murni ini dilakukan pengulangan hingga diperoleh tiga hasil yang memiliki nilai
tidak terpaut jauh, hal yang sama juga dilakukan pada pengukuran tegagan permukaan dan
tegangan antar muka seluruh zat yang lain. Pengulangan dilakukan untuk memastikan data
yang didapatkan menunjukkan hasil yang tepat. Setelah diperoleh tiga data tegangan
permukaan dari masing-masing zat murni kemudian dihitung rerata masing-masing data
tersebut yang merupakan nilai tegangan permukaan rerata. Nilai tegangan permukaan air,
kloroform, dan minyak berdasarkan hasil praktikum secara berturut-turut yaitu 31,97 mN/m;
13,53 mN/m; 21,47 mN/m. Perbedaan nilai tegangan permukaan zat murni ini disebabkan
adanya perbedaan luas permuakaan ketiga zat murni tersebut. Aquades memiliki luas
permukaan yang lebih kecil dari pada kloroform dan minyak, hal ini disebabkan karena
kuatnya interaksi antara molekul-molekul aquades. Molekul aquades merupakan molekul
polar dengan rumus kimia H2O, atom O pada molekul aquades bersifat elektronegatif dan
mampu membentuk ikatan hidrogen dengan atom H dari molekul aquades yang lain, inilah
yang menyebabkan gaya tarik antar molekul aquades sangat kuat sehingga luas
permukaannya kecil dan tegangan permukan aquades besar. Namun pada molekul kloroform
dan minyak bersifat nonpolar, sifat nonpolar pada minyak disebabkan karena adanya rantai
alkil yang panjang. Rantai alkil panjang ini mengurangi keelektronegatifan atom O pada
gugus karboksil sehingga gaya tarik antar molekul minyak menjadi lebih lemah. Dengan
demikian, luas permukaan minyak lebih besar sehingga tegangan permukaannya kecil. Begitu
pula dengan senyawa kloroform yang bersifat nonpolar. Tiga buah atom Cl yang terikat pada
atom C menyebabkan senyawa ini menjadi kurang polar. Dengan demikian, gaya tarik antar
molekulnya lebih lemah, sehingga luas permukaan kloroform lebih besar sehingga tegangan
permukaanya kecil.
Setelah dilakukan pengukuran γ pada zat murni, dilakukan pengukuran γ pada
campuran air-detergen dengan variasi konsentrasi 0.05%, 0,1%, dan 0,15%. Nilai tegangan
permukaan campuran ini berturut-turut yaitu 25,06 mN/m; 21,63 mN/m; dan 21,33 mN/m.
Berdasarkan data yang diperoleh terdapat perbedaan nilai tegangan permukaan air dengan
campuran air-detergen. Tegangan permukaan campuran air-detergen lebih kecil dibandingkan
dengan tegangan permukaan air, selain itu nilai tegangan permukaan campuran air-detergen
dengan konsentrasi yang berbeda juga mengalami penurunan berbanding terbalik dengan
konsentrasi. Hal ini desebabkan karena adanya detergen dalam campuran yang mengandung
surfaktan. Surfaktan atau surface active agent merupakan zat aktif permukaan yang
mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil dan hidrofob. Ujung surfaktan yang bersifat hdrofil
akan berikatan dengan molekul air sehingga menyebabkan interaksi antar molekul air
berkurang, dengan berkurangnya interaksi antar molekul air menyebabkan luas permukaan
air semakin besar sehingga tegangan permukaannya semakin kecil.
Setelah dilakukan pengukuran tegangan permukaan, kemudian dilanjutkan dengan
pengukuran tegangan antar muka pada air-kloroform dan air-minyak. Hasil pengukuran yang
diperoleh berturut-turut 18,76 mN/m dan 27,53 mN/m. Jika dibandingkan dengan tegangan
permukaan air murni maka tegangan permukaan campuran zat-zat tersebut lebih kecil
daripada zat murninya. Hal tersebut terjadi karena minyak dan kloroform dapat merusak
ikatan air, dengan rusaknya interaksi molekul air dapat menyebabkan ikatan antar molekul air
menjadi lebih lemah dibandingkan dengan air murni. Sehingga luas permukaan campuran air
dengan kloroform dan air dengan minyak akan menjadi lebih besar sehingga tegangan
permukaannya lebih kecil.
Percobaan terakhir dilakukan dengan mengukur tegangan antar muka antara air-
kloroform-detergen dan air-minyak-detergen. Pada percobaan ini diperoleh nilai tegangan
antar muka berturut-turut yaitu 17,26 mN/m dan 23,16 mN/m. Turunnya tegangan permukaan
menandakan bahwa detergen mampu menurunkan tegangan permukaan campuran air-kloroform dan
air-minyak. Hal ini disebabkan karena deterjen mengandung surfaktan (surface active agent).
Dimana surfaktan ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu
hidrofil dan hidrofob. Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air.
VII. SIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut.
1. a. Tegangan permukaan cairan/gas antara lain:
- Tegangan permukaan air/udara adalah 31,97 mN/m.
- Tegangan permukaan kloroform/udara adalah 13,53 mN/m.
- Tegangan permukaan minyak /udara adalah 21,47 mN/m.
b. Tegangan permukaan cairan/cairan antara lain:
- Tegangan permukaan larutan detergen 0,05% adalah 25,06 mN/m.
- Tegangan permukaan larutan detergen 0,10% adalah 21,63 mN/m.
- Tegangan permukaan larutan detergen 0,15% adalah 21,33 mN/m.
- Tegangan permukaan campuran air-kloroform adalah 18,76 mN/m.
- Tegangan permukaan campuran air-minyak adalah 27,53 mN/m.
- Tegangan permukaan campuran air-kloroform-detergen adalah 17,26 mN/m.
- Tegangan permukaan campuran air-minyak-detergen adalah 23,16 mN/m.
2. Penambahan surface activeagent (surfaktan) ke dalam aquades dapat mengurangi
tegangan permukaan (γ) dimana semakin besar konsentrasi detergen maka semakin
besar luas permukaanya sehingga tegangan permukaan semakin kecil.
DAFTAR PUSTAKA
Suardana, I Nyoman dan Nyoman Retug. 2003. Kimia Fisika III. Singaraja: IKIP
Negeri Singaraja.
Retug, Nyoman., dan Ni Made Wiratini. 2014. Buku Penuntun Praktikum Kimia
Fisika. Singaraja: Jurusan Pendidikan Kimia, FakultasMIPA, Undiksha
Singaraja.
LAMPIRAN GAMBAR

Pengukuran tegangan Pengukuran tegangan


Pengukuran tegangan
permukaanair-detergen- permukaan kloroform
permukaan air
minyak

Pengukuran tegangan permukaan Pengukuran tegangan permukaan air-


minyak-air detergen

Pengukuran tegangan permukaan air- Pengukuran tegangan permukaan


detergen-kloroform minyak

Anda mungkin juga menyukai