Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PENGUKURAN VISKOSITAS CAIRAN UNTUK MENENTUKAN JARI-JARI


MOLEKUL

NI PUTU ASTINI 1713031004

I GUSTI AYU AGUNG MAS ROSMITA 1713031013

APLIANA PRISKILA MONE 1713031017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2019
PERCOBAAN XII
PENGUKURAN VISKOSITAS CAIRAN UNTUK MENENTUKAN JARI-JARI
MOLEKUL
I. TUJUAN
 Menentukan viskositas cairan dengan metode Oswald
 Menentukan jari-jari suatu molekul berdasrkan pengukuran viskositas

II. DASAR TEORI

Setiap fluida, gas atau cairan memiliki suatu sifat yang dikenal sebagai viskositas, yang dapat
didefinisikan sebagai tahanan yang dilakukan suatu lapisan fluida terhadap suatu laisan lainnya.
Pada aliran laminar dalam pipa dianggap terdiri atas lapisan molekul-molekul yang bergerak satu
di atas yang lainnya dengan kecepatan yangberbeda-beda. Profil kecepatan berbagai lapisan ini
berbentuk parabola dengan kecepatan paling tingi terdapat pada lapisan bagian tengah pipa.

Salah satu cara untuk menentukan viskositas cairan adalah metode kapiler dari Poiseuille. Pada
metode ini, diukur waktu (t) yang diperlukan oleh sevolume tertentu cairan (v) untuk mengalir
melalui pipa kapiler di bawah pengaruh tekanan penggerak (P) yang tetap. Dalm hal ini, untuk
cairan yang mengalir dengan aliran yang laminar, persamaan Poiseuille ditnyatakan sebagai :

𝜋𝑅4 𝑃𝑡
Ŋ= ………………………………………………………………………………………… 1
8𝑉𝐿

yang mana R dan L masing-masing adalah jari-jari


dan panjang kapiler. Metode Oswald merupakan
suatu variasi dari metode Poiseuill. Prinsip dari metode
Oswald dapat dipelajkari dari gambar berikut.

b
a
Dari gambar diatas perhatikan bahwa, sejumlah volume tertentu airan dimasukkan ke dalam A
kemudian dengan cara mengisap atau meniup, cairan ibawah ke B sampai melewati garis M1.
Selanjutnya cairan dibiarkan mengalir secara bebas dan waktu yang diperlukan untuk mengalir
dari M1 ke M2 diukur pada proses pengaliran melalui kapiler C, tekanan penggerak tidak tepat
dan pada setiap saat sama dengan h.g.ρ dengan h merupakan beda tinggi permukaan cairan pada
kedua reservoir alat, g adalh percepatan gravitasi dan ρ adalah rapat masssa cairan. Pada metode
ini diperhatikan bahwa aliran cairan dari M1 ke M2 dab menggunakan viskosimeter yang sama,
maka viskositas suatu cairan dapat ditentukan degan membandingkan hasil pengukuran waktu (t)
alir larutan tersebut terhadap waktu t0 aliran pembnding (biasanya air sebagai pembanding) yang
telah diketahui viskositasnya. Viskositas larutan dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan:

Ŋ tρ
=𝑡 ………………………………………………………………………………………… 2
Ŋ0 0 𝜌0

yang mana Ŋ dan Ŋ0 adalah viskositas larutan dan cairan pemanding, t dan t0 adalah waktu alir
dari larutan dan cairan pembanding serta ρ dan ρ0 adalah massa jenis larutan dan cairan
pembanding.

Einstein menurunkan suatu persamaan yang menggambarkan hubungan antara volume zat
terlarut dengan viskositas larutan. persamaan itu adalah:

Ŋ
= 1 + 2,5ϴ …………………………………………………………………………………… 3
Ŋ0

Ŋ adalah viskositas larutan

Ŋ0 adalah viskositas pelaruta

ϴ adalah fraksi volume zat terlarut (dengan menganggap bahwa partikel zat terlarut berbentuk
bulat)

Persamaan 3 dapat disusun kembal, akan diperoleh:

Ŋ
= 1 + 6,3 x 1021 r3C ……………………………………………………………………………4
Ŋ0
Dengan r jari-jari molekul dalam satuan cm dianggap bahwa partikel zat terlarut berbentuk bulat,
sehingga volumenya adalah 4/3π r3 dan C merupakan konsentrasi partikel (molekul) zat terlarut
dalam mol/liter.

III. ALAT DAN BAHAN


Tabel 1. Daftar alat
No. Nama Alat Jumlah
1. Viskosimeter Oswald 1 buah
2. Pipet (10 mL) 1 buah
3. Buret (50 mL) 1 buah
4. Labu Erlenmeyer 3 buah
5. Stopwatch 1 buah
6. Penangas air 1 buah

Tabel 2. Daftar bahan


No. Nama Bahan Jumlah
1. Larutan glukosa 1,0 M Secukupnya
2. Alkohol atau aseton Secukupnya

IV. PROSEDUR KERJA

Larutan glukosa, 1,0 M ; 0,75 M; 0,5 M; Dibuat


dan 0,25 M.

Dimasukkan ke dalam
buret

Glukosa 1,0 M Aquades


Buret 1 Buret 2

Glukosa + Aquades
Hingga total 50 mL
Viskosimeter dibersihkan
menggunakan alcohol atau
aseton

Larutan glukosa 1,0 M


sebanyak 10 mL dipipet dan
masukkan ke viskosimeter

Viskosimeter ditempatkan
dalam penangas air dan tungu
hingga 10 menit

Waktu yang diperlukan glukosa


melewati jarak dua tanda yang terdapat
pada alat viskosimeter dicatat

Langkah diulangi dengan cara yang


sama menggunakan glukosal 0,75 M;
0,5 M; dan 0,25 M.

Lakukan pula pengukuran viskositas


terhada air
V. TABEL PENGAMATAN
Tabel 3. Tabel pengamatan

Waktu alir Waktu alir rata-


Konsentrasi (C)
(sekon) rata (sekon)
1,00 M 118 118 120 118,6
0,75 M 103 104 104 103,6
0,50 M 92 92 93 92,3
0,25 M 89 88 87 88
Aquades 74 77 77 76

VI. ANALISIS DATA


1. Menentukan waktu alir aquades (to)
𝑡1 +𝑡2 +𝑡3
to =
3
74+77+77
to =
3
to = 76 sekon
2. Menentukan massa jenis (ρ) setiap konsentrasi larutan
Massa jenis setiap larutan ditentukan menggunakan piknometer, dengan perhitungan
sebagai berikut.
 Massa jenis aquades
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎
ρ = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒

25,0202 𝑔𝑟𝑎𝑚
ρ= 25,187 𝑚𝐿

ρ = 0,99 g mL-1

Dengan cara yang sama dihitung massa jenis glukosa di setiap konsentrasi dan diperoleh
massa jenis glukosa sebagai berikut.
Tabel 4. Massa jenis glukosa

Konsentrasi glukosa Massa jenis (g mL-1)


1M 1,06
0,75 M 1,04
0,50 M 1,02
0,25 M 1,00

3. Menentukan viskositas
 Glukosa 1 M
Ŋ 𝑡 𝜌
= ×
Ŋ0 𝑡𝑜 𝜌𝑜
Ŋ 118,6 1,06
= ×
Ŋ0 76 0,99
Ŋ
= 1,669
Ŋ0
Ŋ
Dengan cara yang sama dihitung nilai glukosa pada konsentrasi 0,75 M; 0,50 M; dan
Ŋ0

0,25 M dan didapat nilai sebagai berikut.


Tabel 5. Nilai viskositas glukosa pada setiap konsentrasi

Konsentrasi glukosa Ŋ
Ŋ0
1M 1,669
0,75 M 1,428
0,50 M 1,246
0,25 M 1,161

Ŋ
Berdasarkan data tabel 5 dibuat kurva hubungan terhadap konsentrasi (C), kemudian
Ŋ0
Ŋ
ditentukan jari-jari molekul glukosa dalam satuan cm dan Ao berdasarkan persamaan =
Ŋ0

1 + 6,3 x 1021 r3 C
Kurva Hubungan Viskositas terhadap
Konsentrasi
1.8
1.6
1.4
y = 0.6824x + 0.9495
1.2 R² = 0.9594
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1

Berdasarkan persamaan garis lurus di atas, maka dapat ditentukan jari-jari molekul glukosa
sebagai berikut.

6,3 × 1021 r3 = 0,682

0,682
r3 =
6,3 × 1021

r3 = 1,082 × 10-22

r = 4,765 × 10-8 cm

r = 4,765 Ao

VII. PEMBAHASAN

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan viskositas cairan dengan metode Oswald dan
mementukan jari-jari suatu molekul berdasarkan pengaruh viskositas. Pada percobaan ini
dilakukan pembandingan viskositas antara larutan glukosa yang dibuat dengan berbagai
konsentrasi dengan pembanding yaitu aquades. Variasi konsentrasi glukosa yang digunakan
yaitu 1 M,; 0,75 M; 0,50 M; 0,25 M. Pada percobaan ini pertama-tama diletakkan viskometer
pada posisi vertikal pada penangas air dengan suhu 30oC kemudian dipipet 10 mL larutan
glukosa dimasukkan larutan ke dalam reservoir A kemudian dengan cara menghisap atau
meniup cairan dibawa ke reservoir B sampai melewati garis m. Selanjutnya cairan dibiarkan
mengalir secara bebas dan diukur waktu yang diperlukan untuk mengalir dari garis m ke n.
Sebelum mulai mengukur waktu aliran glukosa, larutan dibiarkan di dalam penangas selama
10 menit, hal ini bertujuan untuk mengkondisikan agar suhu larutan glukosa pada masing-
masing konsentrasi yang akan diukur viskositasnya memiliki suhu yang sama, sehingga tidak
ada pengaruh suhu larutan, jika terdapat perbedaan suhu maka akan mempengaruhi
viskosistas larutan. Sehingga untuk menentukan viskositas larutan hanya dilakukan variasi
terhadap kosnetrasi. Berdasarkan hasil percobaan semakin besar konsentrasi maka akan
semakin besar viskositas, massa jenis, jari-jari molekul, sehingga waktu alir yang dibutuhkan
semakin lama. Hal tersebut disebabkan karena adanya gaya kohesi antar parikel dalam larutan
glukosa. Semakin besar konsentrasi larutan maka gaya kohesi yang terjadi pada larutan akan
semakin meningkat, sehingga waktu yang dibutukan larutan untuk mengalir semakin lama.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh viskositas larutan glukosa pada konsentrasi 1 M;
0,75 M; 0,50 M; dan 0,25 M berturutturut sebesar 1,669; 1,428; 1,246; dan 1,161. Untuk
menentukan jari-jari molekul glukosa dibuat kurva hubungan antaraa viskositas terhadap
Ŋ
konsentrasi yang mana berdasarkan persamaan = 1 + 6,3 x 1021 r3C dapat diperoleh nilai
Ŋ0

jari-jari molekul glukosa yang disubstitusikan ke dalam persamaan garis lurus hubungan
viskositas terhadap konsentrasi, sehingga diperoleh nilai jari-jari molekul glukosa sebesar
4,765 x 10-8 cm atau 4,765 Ao. secara teoritis jari-jari molekul glukosa sebesar 5 x 10 -8 cm
atau 5 Ao. Bedasarkan data tersebut maka dapat dihitung persen kesalahan sebagai berikut.

5 𝐴𝑂 −4,765 𝐴𝑂
% kesalahan = 5 𝐴𝑂
X 100 %

= 4,7 %

Kesalahan pada praktikum ini disebabkan pada saat menghitung waktu alir zat pada pipa
kapiler, hal ini dikarenakan kurang telitinya dalam pengamatan larutan dan stopwatch ketika
tepat melewati tanda batas pada pipa kapiler.

VIII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa viskositas
larutan akan tinggi jika jari-jari molekul besar dan struktur molekul juga besar, untuk
memperpanjang dan memperbesar jari-jari molekul larutan dapat dilakukan dengan
memperbesar konsentrasi larutan. Semakin besar konsentrasi maka akan semakin besar
viskositas, massa jenis, waktu alir, dan jari-jari molekulnya. Jari-jari molekul glukosa
berdasarkan hasil analisis data percobaan yaitu sebesar 4,765 × 10 -8 cm atau 4,765 Ǻ.
DAFTAR PUSTAKA
Suardana, I Nyoman dan Nyoman Retug. 2003. Kimia Fisika III. Singaraja: IKIP Negeri
Singaraja.
Retug, Nyoman., dan Ni Made Wiratini. 2014. Buku Penuntun Praktikum Kimia Fisika.
Singaraja: Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Undiksha Singaraja.
LAMPIRAN GAMBAR

Pengukuran viskositas glukosa 0,25 M Pengukuran viskositas glukosa 0,75 M

Pengukuran viskositas glukosa 0,50 M Pengukuran viskositas glukosa 1 M


Larutan glukosa 1 M; 0,75 M; 0,50 M; 0,25 M