Anda di halaman 1dari 7

GEISHA

Jepang adalah salah satu negara yang terletak di Benua Asia. Ibu kota
dari Jepang adalah Tokyo. Jepang sendiri merupakan negara termaju di seluruh
dunia khususnya di bidang telekomunikasi dan permesinan.

Negara Jepang memiliki penduduk kira-kira sebanyak 128 juta orang.


Jepang juga merupakan salah satu tempat tujuan yang ingin di kunjungi oleh
para wisatawan dari berbagai negara. Yang membuat para wisatawan itu tertarik
pada negara Jepang adalah budaya dari negara Jepang itu sendiri.

Kebudayaan di Jepang sangat beragam. Salah satunya adalah budaya


Geisha. Di jepang, Geisha adalah sebutan untuk para wanita penghibu. Geisha
berpenampilan sangat menarik untuk membuat para pelanggannya tertarik
melihatnya. Geisha mengenakan kimono, berhias wajah dengan make up tebal
berwarna putih dan menggunkan lipstik berwarna merah tebal, serta rambutnya
sanggul dengan menggunakan sanggul yang besar. Alas kaki yang dikenakan
geisha yaitu sendal yang terbuat dari kayu atau bakiak yang tinggi kimono yang
dikenakan tidak menyentuh tanah (agar tidak kotor).

Pada waktu itu, Geisha sebenarnya merupakan kalangan atas (golongan elit).
Geisha juga sangat di puja oleh masyarakat Jepang dan merupakan simbol serta
paling penting dalam kebudayaan Jepang.

Zaman dulu, Geisha bukan seorang wanita melainkan seorang laki-laki yang
bertugas sebagai penghibur para pelanggan. Tetapi sekarang Geisha digantikan
oleh para perempuan. Di salah satu kota di Jepang khususnya di kota Kyoto,
banyak sekali ditemukan Geisha. Tempat berkumpulnya para Geisha sering
disebut “Gion”.
SEJARAH GEISHA

Sejarah geisha dimulai dari awal pemerintahan Tokugawa, di mana


Jepang memasuki masa damai dan tidak begitu disibukkan lagi dengan masalah-
masalah perang. Seorang calon geisha harus menjalani pelatihan seni yang berat
selagi usia dini. Berlatih alat musik petik shamizen yang membuat calon geisha
harus merendam jarinya di air es. Berlatih alat musik lainnya juga seperti
tetabuhan kecil hingga taiko. Berlatih seni tari yang menjadi kunci kesuksesan
seorang geisha, karena geisha papan atas umumnya adalah penari, tari Topeng
Noh yang sering dimainkan oleh geisha dihadirkan bagi masyarakat kelas atas
berbeda segmennya dengan pertunjukkan Kabuki yang lebih disukai rakyat
jelata.

Geisha (bahasa Jepang:芸者 “seniman”) adalah seniman-


penghibur (entertainer) tradisional Jepang. Kata geikodigunakan di Kyoto untuk
mengacu kepada individu tersebut. Geisha sangat umum pada abad ke-18 dan
abad ke-19, dan masih ada sampai sekarang ini, walaupun jumlahnya tidak
banyak. “Geisha” dilafalkan dalam bahasa Inggris:/ˈgeɪ ʃa/ (“gei-” – “may”).
Di Kansai, istilah “geiko” (芸妓) dan geisha pemula “maiko” (舞妓) digunakan
sejak Restorasi Meiji. Istilah “maiko” hanya digunakan di distrik Kyoto.
Pengucapan ˈgi ʃa (“gei-” –“key”) atau “gadis geisha” umum digunakan pada
masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, mengandung konotasi prostitusi.
Di Republik Rakyat Cina, kata yang digunakan adalah “yi ji,” yang
pengucapannya mirip dengan “ji” dalam bahasa Mandarin yang berarti
prostitusi.

Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya
untuk menghibur pelanggan tetapi juga untuk kehidupan mereka. Rumah-rumah
geisha (“Okiya”) membawa gadis-gadis yang kebanyakan berasal dari keluarga
miskin dan kemudian melatih mereka. Semasa kanak-kanak, geisha seringkali
bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai geisha pemula (maiko) selama
masa pelatihan.

Pada bulan Desember 2007, distrik Asakusa di Tokyo telah menjadi saksi
atas debut Sayuki (紗幸), geisha Barat non-Jepang pertama di sejarah Jepang.
Asalnya, Sayuki menjadi geisha untuk proyek akademik, tapi sekarang berniat
untuk melanjutkan pekerjaannya itu. “Sayuki: inside the flower and willow
world” akan dipublikasikan oleh Pan Macmillan Australia. Sebuah film
dokumenter tentang hidup seorang geisha juga sedang direncanakan.
BUSANA GEISHA

Ditahun 1930 , seorang Geisha tampil bak supermodel , cantik, anggun,


mempunyai tubuh yang seksi dan juga masih menghormati adat istiadat kuno
jepang.

Dan uniknya wanita Geisha sangat menutupi bagian auratnya yang bisa
mengundang nafsu kaum adam, ini terlihat dari pakaian para geisha (kimono)
seperti dibawah ini. Dan yang terbuka hanya bagian leher belakang yang
berbentuk V. semakin panjang bentuk V-nya kebawah berarti sang Geisha
semakin provokatif. Perlu diketahui, memakai Kimono tidak semudah yang kita
bayangkan ternyata baju kimono memiliki 12 lapisan. dan itu harus sesuai
dengan masing-masing setelannya. Dan setelah kimono terpakai si wanita harus
menyesuaikan gerakannya.
Untuk menentukan Geisha Muda dan Geisha Senior, lihat saja warna kerahnya.
jika warna kerahnya Merah berarti Geisha Muda, dan jika kerah warna putih
berarti Geisha Senior.

Soal Rambut, Geisha kadang memakai wig atau juga rambutnya di bentuk
dengan cara me-wax agar lebih mengembang. dan yang perlu dihindari adalah
terlalu sering mencuci rabut ataupun menyisir rambutnya yg bisa
mengakibatkan kerontokan rambut ataupun ramput tidak dapat mengembang
Ketrampilan apa yang harus dimiliki oleh seorang Geisha?

1. Kemampuan menari tradisional


2. Kemampuan Menyanyi
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan Melawak

KERAHASIAAN GEISHA

Hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang Geisha pada saat dia menghibur
dan mereka harus pandai merahasiakan hal tersebut :

1. Tidak boleh terlihat sedih , apalagi menangis


2. Tidak boleh menerima dan memberi cinta
3. Tidak boleh memilih cinta
4. Tidak boleh terlihat emosional apalagi melakukan kekerasan