Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REVIEW

ANALISA STRUKTUR DASAR

PRODI S1 TEKNIK SIPIL - FT

Skor Nilai:

NAMA MAHASISWA : ANGGI TRI RAHMANA TAMBA

NIM : 5193250024

DOSEN PENGAMPU : Drs. Sempurna Perangin angin ,M.Pd.

MATA KULIAH : ANALISA STRUKTUR DASAR

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL A 2019

FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga critical
book report ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik
materi maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga critical book report ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya. Saya
yakin masih banyak kekurangan dalam critical book report ini. Oleh karena itu saya sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan cbr ini.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ............................................................................................................. 1


1.2. Tujuan ..........................................................................................................................
1.3. Manfaat ........................................................................................................................

BAB II RINGKASAN BUKU

2.1. Identitas Buku ..............................................................................................................

2.2. Ringkasan Buku ...........................................................................................................

BAB III KEUNGGULAN BUKU

BAB IV KELEMAHAN BUKU

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KEPUSTAKAAN ...............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada zaman modern ini perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat. Perkembangan
tersebut sangat dipengaruhi oleh buku-buku yang beredar di masyarakat sebagai sumber ilmu yang
sangat mudah diperoleh. Namun saat ini sudah banyak buku yang diterbikan namun tidak sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, terutama oleh para tenaga pengajar dikalangan
sekolah maupun para mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan. Sehingga dibutuhkan
generasi generasi muda yang mampu melakukan seleksi terhadap isi buku, agar ilmu yang
dipublikasikan benar benar berkualitas dan mudah dimengerti oleh para generasi penerus bangsa
ini.
Maka dengan kekurangan buku yang berkualitas sekarang ini, kami para mahasiswa
melakukan Critical Book Report untuk mengetahui sejauh mana keefektifan dan kelayakan buku
yang telah diterbitkan atau dipubilikasikan di masyarakat. Critical Book Report ini juga diwajibkan
sebagai tugas untuk memenuhi standar kurikulum yang sedang dilaksanakan.

1.2 Tujuan

Tujuan critical book report ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menyelesaikan tugas critical book report Analisis Struktur Dasar.


2. Untuk menambah pengetahuan dasar tentang Anaalisis Struktur Dasar.
3. Untuk memahami lebih luas dari berbagai buku tentang Aalisis Struktur Dasar.
1.3 Manfaat
Manfaat dari critical book report ini adalah antara lain :
1. Dapat menyelesaikan tugas critical book report Analisis Struktur Dasar.
2. Dapat menambah pengetahuan dasar tentang Analisis Struktur Dasar.
3. Dapat memahami lebih luas dari berbagai buku tentang Analisis Struktur Dasar.
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
2.1 Identitas Buku
 Buku Pertama

Judul buku : Mekanika teknik 1 statika dan kegunaannya

Edisi/Cetakan : Pertama

Penulis : Ir. Heinz Frick

Penerbit : PT KANISIUS

Tahun terbit : 2017

Kota Terbit : Yogyakarta

Halaman : 250 Halaman

ISBN : 979-413-218-7

 Buku Kedua

Judul buku : Mekanika teknik statika

Edisi/Cetakan : Ke-2

Penulis : J.L. Meriam , L.G. Kraige

Penerbit : Erlangga

Tahun terbit : 2000

Kota Terbit : Jakarta

Halaman : 407 Halaman

ISBN : 32-01-013
2.2 Ringkasan Buku

 Buku Pertama

Gaya

Walaupun kita tidak bisa merasa gaya luar dan gaya dalam ,kita bisa melihat akibatnya.
Suatu gaya menggeser suatu benda jikalau benda itu diikat dan gaya yang bekerja tidak seimbang.
Suatu gaya pada pada tangkai pengungkit dengan jarak siku siku pada titik putaran mengakibatkan
suatu momen. Suatu gaya bisa kita tentukan dengan ukuran,jurusan dan tempatnya. Gaya gaya
bisa ditentukan dengan huruf P dengan kekcualian huruf K untuk gaya tekuk dan huruf R bagi
suatu resultan. Pada gambar gaya kita menggaris gaya sebagai garis sebagai garis dalam skala
misalnya 1cm = 1t dengan tanda mata panah menujukan jurusannya.

Ukuran dan jurusan pada gaya

Suatu gaya P bisa ditentukan oleh garis kerja dan oleh ukurannya. Garis kerja bisa
ditentukan oleh uda dari empat nilai berikut: A,b,r dan o (missal oleh a dan b atau a dan o dsb.),
ukuran dari gaya P ditentukan dalam t (ton) atau kg. Kita boleh mengubah suatu gaya dalam arah
garis kerja tanpa mengubah akibatnya.

Gaya gaya dengan titik tangkap bersama

Secara grafis: Dua gaya P1 dan P2 dengan titik tangkap bersama (titik potong pada garis
kerja)bisa disusun dengan jajaran genjang dua gaya itu dan sebagai resultante R ialah diagonal
pada jajaran genjang itu. Pada dua gaya dengan garis kerja sama, kita boleh menjumlahkan atau
mengurangi saja untuk mendapat resultantenya.

Poligon batang tarik

Poligon batang tarik meupakan metode grafis untuk menyusun gaya gaya dengan titik
tangkap diluar kertas menggambar aau tiada jikalau gay gaya itu sejajar. Dengan menggunakan
suatu gambar situasi dan gambar gaya kita bisa menentukan resultante dari dua gaya yang sejajar.

Momen suatu gaya


Suatu momen adalah positif jikalau momen itu berputa searah jarum jam, dan menjadi
negatif sebaliknya. Hasil gaya kali jarak antara garis kerja dan kutub D kita tentukan sebagai
momen satu gaya terhadap titik kutub D. M= P . a

Gaya ganda

Dua gaya P1 dan P2 dengan ukuran yang sama dan garis kerjanya sejajar tetapi jurusannya
berlawanan, mempunyai suatu resultante R=0 yang berada pada tempat tak terbatas.

Gaya dalam

Pada keseimbangan harus diperhatikan bahwa kontruksi batang atau rangka batang
seluruhmya harus seimbang.

Pembagian satu gata R pada tiga garis kerja

Secara grafis menurut cullmann (1821-1881) tiga garis kerja ini tidak boleh bertemu pada
satu titik tangkap, dan oleh karna itu juga tidak boleh berjalan sejajar.

 Buku Kedua

Gaya

Gaya didefinisikan sebagai aksi suatu benda terhadap benda lainnya. Kita mengetahui
bahwa gaya merupakan suatu besaran vektor, karna akibat yang ditimbulkan bergantung pada
arahnya selain hokum jajaran genjangb dari kombinasi vektor. Spesifikasi lengkap dari aksi
suatu gaya harus mencamtumkan besar,arah, dan titik kerjanya,yang dalam kasus ini
diperlalakukan sebagai vektor tetap.

Aksi sebuah gaya pada suatu benda dapat digolongkan kedalan dua pengaruh yakni luar I
gaya dan dalam. Gaya luar pada suatu benda ada dua macam, yakni gaya terapan dan gaya
reaktif. Gaya digolongkan sebagai gaya kontak atau gaya benda. Gaya kontak tejadi akibat
kontak fisik langsung antara dua benda. Gaya benda adalah gaya yang terjadi akibat aksi dari
jauh seperti gaya gravitasi dan gaya magnetik.

Gaya mungkin saja terpusat atau terdistribusi. Berat suatu benda adalah gaya tarikan
gravitas yang terdistribusi pada volumenya dan dapat dikatakan sebagai gaya terpusat yang
bekerja melalui titik berat benda yang bersangkutan. Gaya dapat diukur melalui perbandingan
dengan gaya lain yang diketahui, dengan memakai keseimbangan mekanis, atau dengan gerakan
terkalibrasi dari suatu elemen elastik.

Hukum segitiga dapat juga dipakai untuk memperoleh R,tetapi kita harus memindahkan
garis kerja dari salah satu dari gaya gaya tersebut sebagaimana dua buah gaya yang sama dengan
diatas dijumlahkan, dan meskipun besar serta arah R tetap sama. Kita kehilangan garis kerja
yang benar, karena R yang didapatkan dengan cara ini tidak melalui A.

Secara matematis jumlah kedua gaya dapat ditulis dengan persamaan vektor. R =F1+F2

Momen

Kecenderungan untuk berotasi dikenal saebagai momen M dari gaya tersebut. Momen
juga dikenal sebagai puntiran. Momen adalah suatu vektor M yang tegak lurus terhadap bidang
benda. Arah M adalah tergantung pada arah berputarnya benda akibat gaya F. Pada saat
menghadap gaya gaya yang semuanya bekerja pada suatu bidang,biasanya kita membayangkan
suatu momen terhadap satu titik. Momen akibat F terhadap titik A dapat dinyatakan dengan
pernyataan perkalian silang.

Resultan

Resultan system gaya adalah kombinasi gaya paling sederhana yang dapat menggantikan
gaya mula mula tanpa mengubah pengarh luar pada benda tegar yang dikenakan gaya tersebut.
Kesetimbangan suatu benda adalah kondisi dimana resultan seluruh gaya yang bekerja padanya
sama dengan nol. Besar dan arah gaya resultan R diperoleh dengan membentuk poligon.
BAB III

KEUNGGULAN BUKU

 Buku pertama

Pada bab ini memiliki keunggulan materi dengan pembahasan yang cukup lengkap dan
bahasa yang mudah dimengerti. Dan penjelasan rumus diberitahu dengan baik. Pada bab ini si
pembaca diajak untuk berpikir terkait dengan materi tersebut.

 Buku Kedua

Pada bab ini diunggulkan dengan pembahasan yang panjang. Dan soal soal yang disajikan
juga cukup banyak. Penjelasan rumus diberitahu dengan baik. Pada bab ini halamannya lebih
banyak maka dari itu pembahasannya jga lebih banyak.

BAB IV

KELEMAHAN BUKU

 Buku pertama

Dalam buku ini memliki kekurangan namun tidak banyak. Buku ini nyaris tidak ada
kesalahan, buku ini benar benar disusun dengan baik dan teliti oleh ahlinya. Kekurangannya
menurut saya hanya terdapat pada contoh soal nya perlu diperbanyak supaya pembaca lebih
mengerti.

 Buku kedua

Dalam buku ini menrut saya kekurangannya terletak pada penulisan kata yang sulit
dimengerti sehingga si pembaca harus benar benar berpikir untuk memahaminya.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Bahwa buku pertama lebih baik digunakan dalam proses belajar dan pembelajaran karena
lebih rinci jelas, dan mudah dipahami dibandingkan buku kedua yang tidak mudah dimengerti.
Jadi menurut saya buku pertama lebih unggul.

Saran

Untuk lebih memahami suatu analisa struktur dasar sebaiknya dan seharusnya
menggunakan dua buah buku atau lebih sehingga kita dapat lebih dalam lagi ilmu dan wawasan
kita mengenai analisa sruktur dasar..

KEPUSTAKAAN

Frick, Heinz. 2017. Mekanika teknik 1 statika dan kegunaannya. Yogyakarta: PT Kanisius.

Meriam, J.L. dan L.G. Kraige. 2000. Mekanika teknik statika. Jakarta: Erlangga.