Anda di halaman 1dari 29

Pengertian

Koperasi simpan pinjam yaitu suatu lembaga keuangan bukan bank yang berupa koperasi
dengan aktivitas usahanya menerima simpanan dan memberikan suatu pinjaman kepada
para anggotanya dengan bunga yang paling rendah.
Di Indonesia sendiri banyak berdiri koperasi simpan pinjam baik yang konvensional atau
yang syariah. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.
Pengertian Koperasi Simpan Pinjam
Definisi koperasi simpan pinjam menurut Pasal 1 UU No. 17 tahun 2012 adalah koperasi yang
menjalankan usaha simpan pinjan sebagai satu-satunya usaha.

Pengertian Koperasi Simpan Pinjam Menurut Para Ahli


Rusdianto (2010:51)
Menurut Rusdianto koperasi simpan pinjam merupakan simpan pinjam merupakan koperasi
yang bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dana para anggotanya, untuk selanjutnya
dipinjamkan kembali kepada para anggota yang membutuhkan bantuan dana.

Ninik Widiyanti dan Sunindhia (2009:198)


Menurut Ninik Widiyanti dan Sunindhia koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang
bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan-tabungan para
anggota secara teratur dan terus-menerus untuk selanjutnya dipinjamkan kepada untuk
anggota secara cepat, biaya murah, dimudahkan dan tepat untuk tujuan produktif dan untuk
kesejahteraan.

Aturan Koperasi Simpan Pinjam


Peranan koperasi simpan pinjam yang memudahkan dalam membantu menyalurkan dana
kepada masyarakat memiliki beberapa aturan, adapun jenis dan aturan komperasi simpan
pinjam antara lain yaitu:

Simpanan Pokok (KSP)


Adalah dana yang mempunyai nilai besaran yang sama untuk dibayarkan ketika pertama kali
mendaftar menjadi anggota. Simpanan jenis ini tidak dapat ditarik ketika masih menjadi
anggota.
Sedangkan aturan di koperasi simpanan pokok adalah ringan. Masyarakat yang sudah
terdaftar menjadi anggota, hanya diberikan aturan untuk menyetorkan dana awal yang
sudah ditentukan dan menurut kesepakatan bersama. Selanjutnya selama masa menjadi
anggota, dana itu tidak dapat ditarik atau diambil, namun pada saat sudah selesai menjadi
anggota, dana akan disalurkan ke anggota secara bertahap menyesuaikan dengan
pengembalian dana.

Simpanan Wajib (KSP)


Adalah dana yang harus disetorkan kepada koperasi dengan memiliki batas waktu yang
sudah ditetapkan. Jumlah dana simpanan wajib ini tidak ditentukan besarannya.
Dengan aturan seperti diatas, anggota dapat menabung sesuai dengan kehendak dan
kesanggupannya. Jenis simpanan ini dapat dilakukan penarikan atau pengambilan kapan saja
selama masih menjadi anggota.
Simpanan wajib tidak memiliki aturan yang ketata, namun anggota cukup menyalurkan dana
sebelum melampaui batas ketentuan, dan jumlahnya juga sesuai dengan kemampuan.
Tabungan Koperasi
Adalah dana yang disetor secara rutin kepada koperasi selama menjadi anggota. Anggota
kemudian akan memperoleh buku tabungan dan seluruh dana akan dicatat pada buku
tabungan itu.
Dana yang disetor dapat diambil kapan saja dan hanya dapat diambil oleh anggota atau yang
diberi kuasa. Selain itu waktu pengambilan bisa kapan saja, yang paling penting adalah ketika
jam kerja koperasi.
Adapun aturan dalam koperasi simpan pinjam jenis tabungan koperasi antara lain yaitu:
 Terdapat perjanjian dari anggota dan pihak koperasi untuk menentukan jumlah dana
yang akan ditarik. Agar dana simpanan tersebut tetap aman.
 Koperasi menyerahkan dana tambahan berupa bunga simpanan yang diterima oleh
anggota menurut perjanjian.
 Koperasi menyerahkan dana bagi hasil dari usaha koperasi di akhir tutup buku di tiap
tahunnya.
 Menentukan jumlah paling sedikit setoran pertama dan jumlah minimal setoran
berikutnya.
 Pada saat anggota mengambil tabungan hanya dapat dilakukan oleh pemilik atau
yang diberi kuasa.
 Sebagai imbalan, koperasi akan memberikan saldo tambahan kepada penyimpan
dana. Saldo tambahan itu merupakan dana dari bagi hasil usaha koperasi.
 Membayarkan bunga yang dilaksanakan di akhir bulan dan dimasukkan ke dalam
tabungan anggota.
Simpanan Berjangka Koperasi
Adalah simpanan yang diserahkan untuk jangka waktu yang sudah ditentukan dan dana tidak
dapat diambil hingga waktu tersebut. Sebelum melakukan simpanan berjangka, maka dibuat
perjanjian antara penyimpan dan pihak koperasi. Dalam perjanjian simpanan berjangka,
aturan yang diterapkan antara lain:
 Koperasi mempunyai suatu syarat untuk penyimpan bahwa calon penyimpan wajib
menjadi penabung lebih dulu sebelum mempunyai simpanan berjangka.
 Koperasi menentukan jumlah setoran paling sedikit di setiap waktu pembayarannya.
 Koperasi akan menyerahkan bunga atau imbalan di simpanan menurut jangka waktu.
 Bungan simpanan yang diberikan adalah jumlah bunga setiap bulannya. Koperasi
akan membayarkan bunga di akhir bulan dan akan ditambahkan dalam saldo
tabungan anggota.
 Bunga tidak dapat diambil dengan waktu berkalan. Bunga hanya dapat diambil ketika
waktu habis jangkanya.
Contoh Koperasi Simpan Pinjam
Adapun contoh koperasi simpan pinjam antara lain yaitu:
Koperasi Unit Desa (KUD)
Merupakan koperasi yang didirikan di pedesaan. Berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
anggotanya.
Koperasi Serba Usaha (KSU)
Merupakan koperasi yang dapat didirikan dimana saja, utamanya pada kota besar. Karena
kebutuhan hidup semakin tinggi, maka kehadiran KSU sangat berperan penting.
Koperasi Pasar
Adanya koperasi di pasar mempunyai peranan penting karena dapat mempersatukan
pedagang pasar dan sekitarnya seperti kuli panggul, tukang becak dan lainnya.
Koperasi Kredit
Koperasi ini biasanya dikelola oleh anggota yang memiliki tujuan untuk kesejahteraan
anggota. Semacam arisan namun sifatnya tidak tetap.

Makalah Koperasi Simpan Pinjam


Contoh makalah koperasi simpan pinjam dapat dilihat di situs berikut ini:
 http://regitaayunda.blogspot.com/2018/01/makalah-koperasi-simpan-pinjam.html
 http://mochdimas30.blogspot.com/2017/11/tugas-makalah-ekonomi-koperasi-
simpan.html
 http://stephanielauwrentina.blogspot.com/2016/01/makalah-koperasi-simpan-
pinjam.html
Demikianlah penjelasan lengkap tentang Koperasi Simpan Pinjam. Semoga bisa menambah
referensi kalian. Nantikan artikel berikutnya.
Koperasi Simpan Pinjam, Apa Saja yang Mesti Anda Ketahui?
Salah satu bentuk usaha yang selama ini dikenal pro rakyat dan mempunyai badan hukum di
Indonesia adalah Koperasi. Koperasi memiliki sedikit perbedaan dibanding badan usaha lain
seperti PT, CV, Firma atau Yayasan, di mana koperasi lebih terlihat dari sisi kekeluargaan dan
gotong royong untuk saling membantu anggotanya demi kesejahteraan bersama sesuai
prinsip dasar koperasi yang diatur dalam UU No 17 Tahun 2012. Dalam menjalankan usaha,
koperasi terdiri dari pengurus dan pengawas yang dipilih dalam Rapat Anggota. Pengurus
inilah yang akan menjalankan usaha koperasi demi kesejahteraan anggotanya.
Pada praktiknya ada banyak macam koperasi, salah satu yang populer di masyarakat adalah
Koperasi Simpan Pinjam. Pada artikel kali ini, kami akan memberikan uraian lengkap tentang
cara mengambil pinjaman koperasi terkait fungsinya sebagai koperasi simpan pinjam.
Berikut ini uraiannya:
Prinsip Dasar Koperasi Simpan Pinjam
Sesuai ketentuan dalam UU Koperasi, prinsip dasar koperasi simpan pinjam ini adalah
memiliki anggota dengan sifat terbuka dan sukarela, dikelola secara mandiri dengan cara
yang demokratis. Kekuasaan tertinggi ada pada Rapat Anggota. Keuntungan koperasi dalam
bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagi secara adil sesuai kesepakatan dalam Rapat Anggota.
Dalam menjalankan usaha, koperasi memiliki modal yang terdiri dari:
 Simpanan Pokok yang dibayarkan pertama kali oleh anggota koperasi dan hanya
sekali saja
 Simpanan Wajib yang dibayarkan oleh anggota setiap bulannya
 Simpanan Sukarela yang mirip seperti tabungan dengan jumlah dan waktu simpanan
tidak ditentukan
 Dana cadangan yang merupakan sisa hasil usaha yang tidak dibagikan ke anggota
namun digunakan untuk menambah modal usaha koperasi
 Modal pinjaman yang dilakukan oleh pengurus koperasi ke pihak lain seperti bank,
atau lembaga penyalur dana lainnya
 Hibah atau donasi yang diberikan oleh orag lain kepada koperasi
Dalam menjalankan usaha, koperasi memberikan pinjaman ke anggota dengan mekanisme
yang sudah ditentukan seperti uraian berikut ini:
Beberapa Syarat dan Cara Pengajuan Pinjaman Pada Koperasi
Pada awalnya koperasi fokus pada anggota saja, baik dalam hal simpan maupun pinjam.
Namun pada perkembangan usaha selanjutnya ada produk pinjaman yang khusus anggota
atau bisa juga non anggota namun saat akan meminjam koperasi statusnya adalah calon
anggota koperasi.
Syarat Menjadi Anggota Koperasi yang Paling Umum
 Warga Negara Indonesia;
 Keanggotaan bersifat perorangan dan bukan dalam bentuk badan hukum
 Bersedia membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sesuai ketentuan
 Menyetujui Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan atau ketentuan yang
berlaku dalam koperasi;
Setelah seseorang menjadi anggota koperasi maka bisa melengkapi syarat pengajuan
pinjaman berikut ini:
Syarat-Syarat Pengajuan Pinjaman
 Berstatus anggota atau calon anggota
 Mengisi formulir pinjaman
 Menyerahkan Foto Copy KTP suami istri apabila sudah menikah
 Menyerahkan Foto Copy KK,Rekening listrik,Slip gaji dan Agunan

Mengikuti Mekanisme atau Tahapan Berikut Ini:


 Melengkapi pengajuan pinjaman dengan proposal tujuan penggunaan dana, misalnya
untuk modal usaha
 Pengurus koperasi akan mempertimbangkan pengajuan pinjaman sesuai prosedur
pinjaman yang sudah ditentukan
 Jika pengajuan pinjaman disetujui, pencairan pinjaman dan lama pengembalian
berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam akad pinjaman koperasi

Saat mengajukan pinjaman koperasi anda akan dijelaskan mengenai ketentuan yang berlaku,
salah satunya terkait dengan perhitungan bunga koperasi berikut ini:
Perhitungan Bunga Koperasi
Secara umum bunga koperasi lebih murah dibandingkan pinjaman ke tempat lain, karena
memang tujuan penyelenggaraan usaha koperasi adalah untuk kesejahteraan anggotanya.
Dalam menjalankan usaha pinjaman, koperasi bisa menggunakan alternatif perhitungan
bunga sebagai berikut:

Mekanisme Bunga Flat


Perhitungan bunga ini paling banyak digunakan dalam pinjaman jangka pendek. Artinya
perhitungan bunga nominalnya selalu rata (sama) setiap bulannya.

Perhitungan Bunga Menurun (RC)


Bunga ini berjalan dengan dipengaruhi oleh besarnya pinjaman (pokok) yang masih ada pada
peminjam. Makin kecil pinjaman, maka semakin kecil juga nominal bunga yang harus di
angsur.
Berikut ini contoh perhitungan bunga menurun dengan suku bunga 1% yag biasa digunakan
dalam perhitungan pinjaman koperasi
Tanggal Sisa Pokok Jumlah hari ((Sisa Pokok X suku bunga) /30) x jumlah hari
01-Des Rp1.000.000,- 6 Rp2.000,-
07-Des Rp600.000,- 12 Rp2.400,-
19-Des Rp500.000,- 6 Rp1.000,-
25-Des Rp300.000,- 5 Rp500,-
30-Des Rp0,- 0 Rp0,-
TOTAL 30 Rp5.900,-
Jadi total bunga dalam satu bulan adalah Rp5.900 dengan pinjaman awal Rp1 juta. Peminjam
sebaiknya membayar pokok dan bunga rutin setiap bulan karena jika peminjam pada saat
akhir bulan tidak melakukan angsuran bunga, maka bunga yang belum terbayar tersebut
akan dihitung sebagai pengali (selain pokok) untuk perhitungan di bulan berikutnya.
Perhitungan Bunga Menurun Efektif (Sliding Rate)
Pinjaman dengan sistem bunga ini cukup menarik karena bunga kredit hsnys dihitung dari
saldo akhir setiap bulannya sehingga bunga yang dibayarkan setiap bulannya semakin
menurun. Anda bisa simak contoh perhitungan untuk asumsi pinjaman sebesar
Rp6.000.000,- selama 6 bulan dengan tingkat bunga 12 % per tahun sliding rate berikut ini.
Rumus Bunga Per Bulan = SA x (i/12)
SA : Saldo akhir periode
i : Suku bunga per tahun

Bln Saldo Angsuran Pokok Angsuran Bunga Jumlah Angsuran


1 Rp6.000.000 Rp1.000.000 Rp60.000 Rp1.060.000
2 Rp5.000.000 Rp1.000.000 Rp50.000 Rp1.050.000
3 Rp4.000.000 Rp1.000.000 Rp40.000 Rp1.040.000
4 Rp3.000.000 Rp1.000.000 Rp30.000 Rp1.030.000
5 Rp2.000.000 Rp1.000.000 Rp20.000 Rp1.020.000
6 Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp10.000 Rp1.010.000
Jumlah Rp6.000.000 Rp210.000 Rp6.210.000

Perhitungan Bunga Anuitas (Annuity Rate)


Pinjaman jenis ini sebenarnya mirip dengan perhitungan bunga efektif namun dipengaruhi
oleh sisa pinjaman perbulannya (debet). Keuntungannya adalah bunga yang dibayarkan tiap
bulannya menurun sedangkan nominal pokok nya naik. Jenis bunga ini banyak digunakan
pada produk KPR (Kredit Pemilikan rumah)
Perhatikan rumus perhitungan bunga Anuitas dengan suku bunga 12 % dengan Realisasi
Rp12.000.000,- selama 12 per bulan berikut ini:
Baca Juga: 5 Produk Bank yang Sering Digunakan dan Manfaatnya
Rumus Angsuran bunga Anuitas
Bunga = sisa pokok × suku bunga, misal :
= Rp12.000.000 × 1.25%
= Rp150.000
Sedangkan cara mendapatkan angsuran pokok
Angsuran Pokok = sisa pokok ─ angsuran bunga, misal :
= Rp1.066.184 – Rp111.189
= Rp954.995

Bln Saldo Angsuran Pokok Angsuran Bunga Jumlah Angsuran


1 Rp12.000.000 Rp954.995 Rp111.189 Rp1.066.184
2 Rp11.045.000 Rp962.937 Rp103.247 Rp1.066.184
3 Rp10.082.000 Rp970.880 Rp95.304 Rp1.066.184
4 Rp9.111.188 Rp978.822 Rp87.362 Rp1.066.184
5 Rp8.132.366 Rp986.763 Rp79.421 Rp1.066.184
6 Rp7.145.603 Rp994.705 Rp71.479 Rp1.066.184
7 Rp6.150.898 Rp1.002.647 Rp63.537 Rp1.066.184
8 Rp5.148.251 Rp1.010.589 Rp55.595 Rp1.066.184
9 Rp4.137.662 Rp1.018.532 Rp47.652 Rp1.066.184
10 Rp3.119.130 Rp1.034.416 Rp31.768 Rp1.066.184
11 Rp2.092.271 Rp1.042.348 Rp23.836 Rp1.066.184
12 Rp1.050.523 Rp1.050.298 Rp15.886 Rp1.066.184
Jumlah Rp12.000.000 Rp794.208 Rp12.794.208
Makalah koperasi simpan pinjam
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah dan
karunia-Nya kepada kita semua, dan atas izin-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul “ Koperasi Simpan Pinjam “ .

Terima kasih disampaikan kepada Miss Maya selaku guru mata kuliah pelajaran Koperasi
Simpan Pinjam yang telah membimbing dan memberikan ilmu demi lancarnya
tugas makalah ini. dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman materi pembangunan
koperasi serta sebagai pedoman bagi siswa dalam melakukan pembelajaran. Kami memohon
maaf apabila sekiranya dalam penulisan makalah masih banyak terjadi kesalahan dan ketidak
sempurnaan.

Tasikmalaya, 28 Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1
LATAR BELAKANG 1
RUMUSAN MASALAH 2
TUJUAN 2
BAB II PEMBAHASAN 3
PENGERTIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM 3
SEJARAH KOPERASI SIMPAN PINJAM 4
MANFAAT KOPERASI SIMPAN PINJAM 7
PRINSIP DASAR KOPERASI SIMPAN PINJAM 9
SALAH SATU CONTOH KOPERASI SIMPAN PINJAM DI INDONESIA 11
BAB III PENUTUP 14
KESIMPULAN 14
SARAN 14
DAFTAR PUSTAKA 15

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Dilihat dari dasar hukum yang tertuang dalam Undang-Undang 1945, Koperasi memperoleh
hak untuk hidup dan perkembangan diIndonesia. Koperasi yang sudah dibangun selama ini
juga jumlahnya sudah cukup besar. Jumlah ini merupakan aset yang harus dipelihara dan
diberdayakan agar dapat berkembang membantu pemerintah untuk memerangi kemiskinan
dan menyediakan lapangan kerja. Jika sekarang masih banyak koperasi yang tumbuh belum
mampu mencapai tujuan bersama anggotanya,mereka harus diberdayakan melalui
pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk meningkatkan kemampuan memahami jati
diri dan menerapkannya.
Saat ini kehidupan koperasi timbul dan tenggelam ditengah–tengah masyarakat. Ada yang
masih melestarikan kehidupan koperasi ditangan masyarakat ada pula yang sudah hilang.
Padahal koperasi dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan
keinginan yang diperlukan seperti kegiatan koperasi yang sudah sering kita ketahui
menyediakan barang sembako, simpan pinjam uang dan lain sebagainya. Koperasi diciptakan
untuk menyejahterakan kehidupan anggota didalamnya maupun bukan anggota operasi.
Koperasi diciptakan karena adanya tujuan dan kepentingan bersama diantara anggota dan
bukan anggota, untuk menyejahterakann dan membantu masyarakat yang memerlukan
bantuan dana, oleh sebab itu kami ingin membahas lebih mendalam mengenai koperasi
simpan pinjam sebagai lembaga yang menghimpun dana dari para anggotanya yang
kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan untuk meringankan
beban kebutuhan orang tersebut.
Sumber dana koperasi simpan pinjam diperoleh dari iuran para anggotanya yang
menyetorkanya sebagai iuran wajib dan iuran pokok kemudian dana yang ada dipinjamkan
kembali kepada anggota ataupun masyarakat luas yang membutuhkan pinjaman dana.

RUMUSAN MASALAH

Pengertian koperasi simpan pinjam


Sejarah terbentuknya koperasi simpan pinjam
Manfaat koperasi simpan pinjam bagi anggota dan masyarakat
Prinsip dasar koperasi simpan pinjam
Salah satu contoh koperasi simpan pinjam di Indonesia

TUJUAN

Untuk mengetahui pengertian koperasi simpan pinjam


Untuk mengetahui sejarah terbentuknya koperasi simpan pinjam
Untuk mengetahui manfaat koperasi simpan pinjam bagi anggota dan masyarakat
Untuk mengetahui prinsip dasar koperasi simpan pinjam
Untuk mengetahui salah satu contoh koperasi simpan pinjam di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang bertugas
memberikan pelayanan masyarakat, berupa pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi
masyarakat.
Sumber dana koperasi simpan pinjam, di peroleh dari simpanan sukarela anggotanya dan
berbagai lembaga pemerintah, maupun lembaga swasta yang mengalami kelebihan dana.
Secara umum, sumber dana koperasi berasal dari : anggota sendiri berupa simpanan
pokok,simpanan wajib dan simpanan sukarela.
Usaha koperasi yang dikelolah oleh para anggota dengan membentuk pengurus koperasi
melalui Rapat Anggota, dilaksanankan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi.
Diantaranya :
1. keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2. pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3. pembagian laba (sisa hasil usaha) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besar jasa
para anggota.
4. Kemandirian.
5. Pendidikan perkoperasian
6. Kerjasama antar koperasi.

Peranan koperasi simpan pinjam yaitu ikut mengembangkan perekonomian masyarakat


terutama bagi para anggotanya antara lain :
Membantu keperluan kredit para anggota dengan syarat-syarat yang ringan.
Mendidik para anggotanya supaya giat menabung secara teratur sehingga membentukmodal
sendiri.
Menambah pengetahuan tentang perkoperasian.
Menjauhkan anggotanya dari cengkeraman rentenir.
Manfaat koperasi simpan pinjam bagi anggota :

Anggota dapat memperoleh pinjaman dengan mudah dan tidak berbelit-belit.


Proses bunganya adil karena disepakati dalam rapat anggota.
Tidak ada syarat meminjam memakai jaminan

SEJARAH KOPERASI SIMPAN PINJAM


Koperasi simpan pinjam dimulai pada abad ke-19. Ketika Jerman dilanda krisis ekonomi
karena badai salju yang melanda seluruh negeri. Para petani tak dapat bekerja karena
banyak tanaman tak menghasilkan. Penduduk pun kelaparan.
Situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang berduit. Mereka memberikan pinjaman kepada
penduduk dengan bunga yang sangat tinggi. Sehingga banyak orang terjerat hutang. Oleh
karena tidak mampu membayar hutang, maka sisa harta benda mereka pun disita oleh lintah
darat.
Kemudian tidak lama berselang, terjadi Revolusi Industri. Pekerjaan yang sebelumnya
dilakukan manusia diambil alih oleh mesin-mesin. Banyak pekerja terkena PHK. Jerman
dilanda masalah pengangguran secara besar-besaran.
Melihat kondisi ini wali kota Flammersfield, Friedrich Wilhelm Raiffeisen merasa prihatin dan
ingin menolong kaum miskin. Ia mengundang orang-orang kaya untuk menggalang bantuan.
Ia berhasil mengumpulkan uang dan roti, kemudian dibagikan kepada kaum miskin.
Ternyata derma tak memecahkan masalah kemiskinan. Sebab kemiskinan adalah akibat dari
cara berpikir yang keliru. Penggunaan uang tak terkontrol dan tak sedikit penerima derma
memboroskan uangnya agar dapat segera minta derma lagi. Akhirnya, para dermawan tak
lagi berminat membantu kaum miskin.
Raiffeisen tak putus asa. Ia mengambil cara lain untuk menjawab soal kemiskinan ini. Ia
mengumpulkan roti dari pabrik-pabrik roti di Jerman untuk dibagi-bagikan kepada para
buruh dan petani miskin. Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi
roti, besok sudah habis, begitu seterusnya.
Berdasarkan pengalaman itu, Raiffeisen berkesimpulan: “kesulitan si miskin hanya dapat
diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama
dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk
tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah watak si
peminjam.”
Untuk mewujudkan impian tersebutlah Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin
akhirnya membentuk koperasi simpan pinjam bernama Credit Union (CU)artinya, kumpulan
orang-orang yang saling percaya.
Credit Union yang dibangun oleh Raiffeisen, petani miskin dan kaum buruh berkembang
pesat di Jerman, bahkan kini telah menyebar ke seluruh dunia.
Koperasi simpan pinjam memiliki tiga (3) prinsip utama yaitu:
Swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya);
Setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada anggota);
Pendidikan dan Penyadaran (membangun watak adalah yang utama; hanya yang berwatak
baik yang dapat diberi pinjaman).

Koperasi Simpan Pinjam Menurut Peraturan Pemerintah


Kegiatan usaha simpan pinjam adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghimpun dana dan
menyalurkannya melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota koperasi
yang bersangkutan, calon anggota koperasi yang bersangkutan, koperasi lain dan atau
anggotanya.
Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang kegiatannya hanya usaha simpan pinjam.
Unit Simpan Pinjam adalah unit koperasi yang bergerak di bidang usaha simpan pinjam,
sebagai bagian dari kegiatan usaha Koperasi yang bersangkutan.
Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota, koperasi-koperasi
lain dan atau anggotanya kepada koperasi dalam bentuk tabungan, dan simpanan koperasi
berjangka.
Simpanan Berjangka adalah simpanan di koperasi yang penyetorannya dilakukan sekali dan
penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara
penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan.
Tabungan Koperasi adalah simpanan di koperasi yang penyetorannya dilakukan berangsur-
angsur dan penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati
antara penabung dengan koperasi yang bersangkutan dengan menggunakan Buku Tabungan
Koperasi.

Pinjaman adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara Koperasi dengan pihak
lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu
tertentu disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan.

MANFAAT KOPERASI SIMPAN PINJAM BAGI ANGGOTA DAN MASYARAKAT


a. Manfaat koperasi simpan pinjam bagi anggota
Memenuhi kebutuhan anggotanya dengan harga yang relatif murah
Koperasi serba usaha yang bergerak di bidang jual beli kebutuhan pokok atau sembako
dapat melayani anggotanya dengan harga jual barang yang lebih murah.Hal ini di karenakan
anggota adalah pemilik jadi di khususkan untuk anggota harganya di bawah harga umum.

Memberi kemudahan kepada seluruh anggota koperasi untuk memperoleh modal usaha.
Dengan bergabung pada koperasi simpan pinjam maka anggota koperasi dapat memperokeh
modal usaha dengan mudah.Hal ini tentu saja berbeda jika anggota tersebut mengajukan
pinjaman kepada bank atau kepada koperasi yang dia bukan anggota.Ada persaratan yang
lebih mudah untuk memperoleh pinjaman khusus bagi anggota koperasi simpan pinjam.

Memberikan keuntungan bagi anggota dengan memperoleh SHU


Dengan kita bergabung kepada koperasi maka setiap akhir tahun kita akan memperoleh sisa
hasil usaha atau keuntungan yang di bagikan kepada seluruh anggota koperasi sesuai dengan
besarnya simpanan maupun kontribusi anggota kepada koperasi tersebut.

Mengembangkan usaha anggota koperasi


Dengan bergabung pada koperasi kita akan memperoleh pengetahuan baru di bidang usaha
dengan cara mengikuti pelatihan yang di adakan oleh koperasi.Koperasi juga mengadakan
program untuk meningkatkan usaha para anggotanya.
Meniadakan praktek Rentenir
Dengan berkembangnya koperasi di masyarakat dan kita ikut di dalamnya maka kita telah
membantu menghilangkan praktek rentenir yang sering menjerat para pedagan kecil dan
para petani.Biasanya rentenir memberikan bungan yang besar kepada orang yang akan
meminjam uang.

b. Manfaat bagi masyarakat


Membuka lapangan kerja baru
Bagi koperasi yang telah maju dan berkembang pesat tentu pengurus tidak bisa melakukan
kegiatan operasional sehari hari.Mereka tentu akan membutuhkan karyawan baru untuk
melaksanakan kegiatan operasional harian.Disinilah koperasi berperan mengurangi
pengangguran di masyarakat.
Memudahkan masyarakat dalam menabung dan meminjam uang
Biasanya di koperasi untuk orang yang akan menabung atau meminjam uang mereka tidak
perlu ke kantor koperasi.karyawanlah yang datang kerumah rumah para nasabah untuk
menarik tabungan atau untuk meminjamkan uang.hal ini tentu memudahkan masyarakat
untuk memabung.karena jika mereka menabung harus ke bank umum mereka tidak sempat
ke kantor karena kesibukan harian,Dan juga mereka malu jika kekantor tapi hanya
menabung sedikit.Di sinilah koperasi membantu mereka dengan cara di tarik langsung ke
rumah.

Ikut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi negara


Manfaat yang ketiga ini manfaat secara umum koperasi bagi pemerintah.Dengan maju dan
berkembangnya koperasi maka ikut menggerakkan roda ekonomi suatu negara.Dan juga ikut
menjadi benteng pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi MEA atau masyarakat
ekonomi asean.

PRINSIP DASAR KOPERASI SIMPAN PINJAM


Sesuai ketentuan dalam UU Koperasi, prinsip dasar koperasi simpan pinjam ini adalah
memiliki anggota dengan sifat terbuka dan sukarela, dikelola secara mandiri dengan cara
yang demokratis. Kekuasaan tertinggi ada pada Rapat Anggota. Keuntungan koperasi dalam
bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagi secara adil sesuai kesepakatan dalam Rapat Anggota.
Dalam menjalankan usaha, koperasi memiliki modal yang terdiri dari:
Simpanan Pokok yang dibayarkan pertama kali oleh anggota koperasi dan hanya sekali saja
Simpanan Wajib yang dibayarkan oleh anggota setiap bulannya
Simpanan Sukarela yang mirip seperti tabungan dengan jumlah dan waktu simpanan tidak
ditentukan
Dana cadangan yang merupakan sisa hasil usaha yang tidak dibagikan ke anggota namun
digunakan untuk menambah modal usaha koperasi
Modal pinjaman yang dilakukan oleh pengurus koperasi ke pihak lain seperti bank, atau
lembaga penyalur dana lainnya
Hibah atau donasi yang diberikan oleh orag lain kepada koperasi
SALAH SATU CONTOH KOPERASI SIMPAN PINJAM DI INDONESIA
Koperasi Simpan Pinjam “Sejahtera”
KSP
Alamat : Jl. Srengseng sawah no.99
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640

Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya KSP


Berdasarkan badan hukum akte notaris jakarta no. 10 sk meneg KUKM nomor : 0235/BH/-
1.82/IV/2005 dikelurahan serengseng sawah tumbuh secara cepat industri kecil, awal tahun
1997 potensi ini mendapat tanggapan yang positif dari tokoh masyarakat sehingga perlu
didirikan koprasi yang dapat dijadikan bank desa. Maka pada tanggal 3 desember 1998
berdirilah KSU Warga Sejahtera karena tuntutan dan permohonan calon anggota yang terus
berkembang pada tanggal 5 April 2005 KSU Warga Sejahtera di tingkatkan statusnya menjadi
“KOPERASI SIMPAN PINJAM SEJAHTERA”.

Struktur Organisasi
Ketua (pengawas) : Drs.H.Achmad muar effendi
Anggota (pengawas) : Drs.Muhadi Muhdiono
Ketua (pengurus) : H.Teguh Prajidno,SE,MM
Bendahara (pengurus) : Bambang Suprayitno,Ssos
Bendahara (pengurus) : Sarmo,SE
Rapat anggota tahunan dilaksanakan setiap satu tahun sekali periode 1 januari-31 desember
yang berisi laporan pertanggung jawaban pengurus kepada anggota dan RAPP(Rencana
Anggaran Pendapatan dan Pembiayaan).
Rapat pemilihan pengurus koperasi dilakukan tiga tahun sekali namun sampai sekarang
pengurusnya masih sama karena masih dipercaya oleh para anggota. Pengurus dipilih oleh
anggota.

Modal Koprasi
Modal usaha koprasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela.
adapun rincian dari masing-masing simpanan dari per 31 desember’ 2009 anatara lain :
1. Simpanan Pokok per 31 des’09 Rp. 106.400.000
2. Simpanan Wajib per 31 des’09 Rp. 241.820.000
3. Simpanan Sukarela per 31 des’09 Rp. 602.374.000
Modal yang disimpan oleh anggota dapat tidak dapat diambil kecuali keluar dari
keanggotaan atau meninggal dunia. Keanggotaan Koperasi juga tidak dapat diwarisakan.

Keanggotaan Koperasi
Adapun persyaratan untuk menjadi anggota koperasi simpan pinjam antara lain
• WNI
• Memiliki kesinambungan kegiatan usaha dengan kegiatan uasaha koperasi
• Memiliki kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum
• Bersedia membayar simpanan pokok sebesar Rp 100.000 dan simpanan wajib sebesar Rp
10.000 dibayar setiap bulan
• Menyetujui anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan ketentuan yang berlaku dalam
koperasi
• Bertempat tinggal dan berdomisili di dalam kota Jakarta Selatan (Jagakarsa)

Keuangan
Pemberian/pengguliran pinjaman didasarkan pada analisa ”5c“ dan harus teruji
a) Character
b) Capital
c) Capabilitas
d) Capasitas
e) Condition

SHU
SHU tahun berjalan per 31 desember 2009 sebesar Rp. 75.656.000 dipotong dengan biaya
cadangan, biaya sosial, dan biaya pendidikan.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Koperasi Simpan Pinjam didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya
untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga ringan. Koperasi simpan
pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar tidak terlibat dalam jeratan
kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang, dengan
jalanmenggiatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman uang dengan bunga yang
serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang
kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya.
SARAN
Sebaiknya koperasii perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan banyak pelatihan yang
diberikan utamanya kepada pengurus koperasi sehingga dapat membuat kinerja dan dan
pelayanan yang diberikan lebih baik dengan demikian akan semakin banyak msyarakat yang
tertarik untuk berkoperasi, tentunya hal ini diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah
khusunya instansi yang terkait. Kepada anggota koperasi untuk lebih aktif berpartisipasi
dalam koperasi sebagai usaha yang dikerjakan secara barsama-sama dan untuk kepentingan
bersama pula.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.cermati.com/artikel/koperasi-simpan-pinjam-apa-saja-yang-mesti-anda-
ketahui
http://logokoperasi.blogspot.co.id/2016/02/manfaat-koperasi-simpan-pinjam-bagi.html
http://lisafitri2008.blogspot.com/2008/11/bab-ii-landasan-teori.html
http://dkbuisness.blogspot.com/2013/11/masalah-koperasi-simpan pinjam.html
Kasmir, bank dan lembaga keuangan lainnya, edisi revisi 12, Jakarta :rajawali pers 2013
http://www.academia.edu/10030551/MAKALAH_PEMBANGUNAN_KOPERASI_Perkembanga
n_Koperasi_Simpan_Pinjam_Di_Indonesia_
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah
tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
.

Jakarta, Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………...

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………….


 I. Latar Belakang …………………………………………………...
 II. Rumusan Masalah ……………………………………………...
 III. Tujuan ……………………………………………………………

BAB II LANDASAN TEORI ……………………………………. ……………...

I. KONSEP KOPERASI ……………………………………………………...

A. Aliran Koperasi………………………………………….................................

II. SEJARAH KOPERASI……………………………………………………


B. Prinsip-prinsip koperasi……………………………………………………….
III. Bentuk Organisasi…………………………………………………………..
C. Pola Manajemen……………………………………………………………....
D. Tujuan dan Manfaat Koperasi………………………………………………...

IV. Jenis-Jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usaha……………………………


BAB III PEMBAHASAN............................................................................................
I Pengertian Koperasi………………………………………………………….
II. Koperasi Simpan Pinjam……………………………………………………
III. Sumber Modal Koperasi…………………………………………………...
IV. Sumber Dana KOKPIC……………………………………………………
V. Syarat Menjadi Anggota……………………………………………………
V.I. Cara mengajukan pinjaman di koperasi KOKPIC………………………..
VII. Proses pengembalian Pinjaman…………………………………………....

BAB IV PENUTUP…………………………………………………………………....
I. Kesimpulan………………………………………………………………….
II. Kritik dan Saran……………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Koperasi sebagai salah satu pelaku industri yang berbeda dengan yang lain, mempunyai
tantangan tersendiri untuk menghadapi perdagangan bebas, baik dari sektor gerakan
maupun permasalahan internal koperasi itu sendiri. Eksistensi gerakan Koperasi sebagai
suatu institusi ekonomi diharapkan dapat berperan sebagai mesin penggerak kegiatan
ekonomi nasional sekaligus sebagai soko guru perekonomian bangsa Indonesia. Oleh karena
itu, peran koperasi harus terus ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
anggota dan sekaligus dapat meningkatkan kegairahan berusaha di kalangan masyarakat
dengan cara pembinaan yang intensif agar dapat tumbuh berkembang sehingga koperasi
benar-benar mampu menunaikan peranannya menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Koperasi sendiri dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis berdasarkan sektor usahanya,
yaitu : koperasi simpan pinjam, koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi pemasaran.
Dan pada kesempatan inisaya mencoba untuk memberikan beberapa informasi mengenai
koperasi simpan pinjam Graha Arthamas.

II. Rumusan Masalah


a. Apa itu Koperasi Simpan Pinjam
b. Bagaimana prosedur menjadi anggota KOKPIC
c. Bagaimana aplikasi koperasi simpan pinjam dari sisi operasionalnya

III. Tujuan
a. Mengetahui tentang koperasi simpan pinjam
b. Menjelaskan prosedur menjadi anggota KOKPIC
c. Mengetahui aplikasi koperasi simpan pinjam dari sisi operasionalnya

BAB II
LANDASAN TEORI
I. KONSEP KOPERASI
Konsep koperasi itu terdiri dari 3 konsep yaitu, konsep koperasi barat, konsep koperasi
sosialis, dan konsep koperasi negara berkembang. Berikut ini adalah penjelasan tentang
masing-masing konsep tersebut.
1. Konsep Koperasi Barat
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang
dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan,
dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan
timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Persamaan kepentingan tersebut berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan
bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk
membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.
2. Konsep Koperasi Sosialis
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh
pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang
perencanaan nasional.
3. Konsep Koperasi Negara Berkembang
Konsep koperasi Negara berkembang ialah konsep koperasi yang sudah berkembang dan
memiliki ciri tersendiri, dengan adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan
pengembangannya. Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan
pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis.
Perbedaanya, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor
produksi dari kepemilikan kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di
Indonesia, tujuanya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.
A. ALIRAN KOPERASI
Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam aliran koperasi. Aliran koperasi tersebut
terbagi menjadi 3 macam yaitu:
1. Aliran Yardstick
Didalam aliran ini pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi. Aliran ini
pada umumnya dapat dijumpai di negara-negara yang beridiologi kapitalis atau yang
menganut sistem perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi menjadi kekuatan untuk
mengimbangi, menetralisir, dan mengoreksi berbagai masalah yang ditimbulkan sistem
kapitalisme. Hubungan pemerintah dalam aliran ini bersifat netral. Pemerintah tidak
melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah
masyarakat, maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri. Aliran ini
mempunyai pengaruh sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri
berkembang dengan pesat. Seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda, dll.
2. Aliran Sosialis
Berbanding terbalik dengan Aliran Yardstick, di Aliran Sosialis ini pemerintah ikut campur
tangan dalam kegiatan koperasi. Campur tangan pemerintah ini menyebabkan hilangnya
otonomi koperasi. Menurut aliran sosialis, koperasi dipandang sebagai alat yang paling
efektif dan efisien untuk mensejahterakan masyarakat. Selain itu juga sebagai alat
menyatukan rakyat dengan organisasi koperasi. Aliran ini dapat dijumpai di Negara Eropa
Timur dan rusia.
3. Aliran Persemakmuran(Commonwealth)
Aliran persemakmuran ini sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan
memegang peran utama dalam struktur perekonomian masyarakat. Hubungan pemerintah
dangan koperasi bersifat “Kemitraan (Partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab
dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik. Maka sistem aliran ini
sebagai alat yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
II. SEJARAH KOPERASI
Sejarah Lahirnya Koperasi
Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di
Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme
sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha
penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan
terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri
barang yang akan dijual.
Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan
menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi
tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi
anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah.
Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan
koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah
mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama
The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih
kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik
di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka
perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.
Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi,
perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha di bidang
penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News.

Sejarah Koperasi di Indonesia


Singkat sejarah adanya koperasi di Indonesia. pada abad ke 20 umumnya hasil yang
tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang kaya, koperasi tumbuh dari kalangan
rakyat. Ketika menderita dalam keadaan ekonomi yang sulit dan orang-orang yang hidup
dengan ekonomi terbatas, maka dari situlah terdorong untuk mempersatukan diri untuk
meolong dirinya sendiri dan manusia yang lainnya. Koperasi di Indonesia dikenalkan oleh R.
A. Wiriaatmadjadi Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. pada tanggal 12 Juli 1947.
Kongres pertama koperasi pada saat itu di Tasikmalaya. Tanggal kongres tersebut ditetapkan
sebagai Hari koperasi Indonesia. Secara garis besar ada 2 masa sejarah berkembangnya
koperasi di indonesia, yaitu pada masa penjajahan dan masa kemerdekaan.
Dimasa penjajahan, peranan ekonomi koperasi dimulai dari menolong pegawai kecil
seperti buruh,petani, terus meningkat menjadi menolong koperasi rumah tangga dan
mencoba memajukan koperasi dengan bantuan modal dan koperasi. Setelah bangsa
Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan
ekonomi. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian Indonesia harus
didasrkan pada asas kekeluargaan.
Dimasa kemerdekaan, koperasi bukan lagi sebagai reaksi atas penderitaan akibat
penjajahan, koperasi menjadi usaha bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf
hidup yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Hal ini sangat sesuai dengan ciri khas bangsa
Indonesia, yaitu gotong royong.
B. Prinsip-Prinsip Koperasi :
1. Keangotaan bersifat sukarela dan terbuka.
Maksudnya setiap keanggotaan / anggota secara sukarela memberikan modalnya sendiri-
sendiri untuk di gabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan
kenggotaan bersifat terbuka maksudnya terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi anggota
koperasi tersebut.
2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
Karena setiap kenggotaan koperasi bebas berpendapat, tetapi yang dimaksud bebas
berpendapat harus memakai aturan yang jelas berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan
ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan demi mewujudkan dan mengembangkan
perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing
anggota.
Maksudnya setiap hasil usaha (SHU) adalah jasa darj masing-masing anggota dan modal dari
masing-masing anggota ,jadi pembagian SHU setiap anggota harus dibayar secara tunai
karena disini setiap anggota adalah investor atas jasa modal,selain investor anggota koperasi
adalah pemilik jasa sebagai pemakai /pelangan. SHU juga merupakan hak dari setiap anggota
koperasi.
4.Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Pembelian balas jasa di dalam anggota koperasi terbatas oleh besarnya modal yang tersedia.
Apabila modal sedikit pembelian balas jasanya juga sedikit dan begitu juga sebaliknya, jadi
dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri.

5. Kemandirian.
Maksudnya setiap anggota mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing
atas setiap usaha itu sendiri, selain itu anggota koperasi di tuntut berperan secara aktif
dalam upaya mempertingi kualitas dan bisa mengelola koperasi dan usaha itu sendiri.
6. Pendidikan perkoperasiaan
Maksudnya pendidikan perkoperasiaan memberikan bekal kemampuan bekerja setelah
mereka terjun dalam masyarakat karena manusia disamping sebagai makhluk sosial juga
sebagai makhluk individu, dan melalui usaha-usaha pendidikan perkoperasian dan partisipasi
anggota sangat di hargain dan dianjurkan dalam berkehidupan koperasi, selain itu juga
melalui pendidikan perkoperasiaan setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya masing-
masing.
7. Kerjasama antar koperasi.
Maksudnya adanya hubungan kerjasama antar koperasi satu dengan koperasi lainnya untuk
mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama
dan dengan adanya kerjasama antar koperasi dapat mewujudkan kesejahteraan koperasi
tersebut.
III. Bentuk Organisasi
1. Bentuk organisasi koperasi menurut Hanel
Merupakan bentuk koperasi / organisasi yang tanpa memperhatikan bentuk hukum dan
dapat didefiniskan dengan pengertian hokum
2. Bentuk organisasi koperasi menurut Ropke
Koperasi merupakan bentuk organisasi bisnis yang para anggotanya adalah juga pelanggar
utama dari perusahaan tersebut.
3. Bentuk organisasi di Indonesia
Merupakan suatu susunan tanggung jawab para anggotanya yang melalui hubungan dan
kerjasama dalam organisasi perusahaan tersebut.
IV. Hirarki Tanggung Jawab
Dalam rapat anggota tugasnya memilih dan memberhentikan pengawas dan pengurus
1. Pengurus
Pengurus memberi kuasa kepada pengelola untuk mengatur dan mengembangkan usaha
dengan efisien dan profesional, hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja,
Diangkat dan diberhentikan oleh pengurus.
Tugas :
1. Mengelola koperasi dan usahanya
2. Mengajukan rancangan Rencana kerja, Budget dan belanja koperasi
3. Menyelenggarakan rapat anggota
4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban
5. Maintenance daftar anggota dan pengurus

Wewenang :
1. Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan
2. Meningkatkan peran koperasi
2. Pengawas
Pengawas atau badan pemeriksa adalah orang-orang yang diangkat oleh forum rapat
anggota untuk mengerjakan tugas pengawasan kepada pengurus.
Tiga hal penting yang diawasi dari pengurus oleh pengawas, yakni:
(a) keorganisasian;
(b) keusahaan;
(c) keuangan.
Tugas pengawas dalam manajemen koperasi memiliki posisi strategis, mengingat secara
tidak langsung, posisi-nya dapat menjadi pengaman dari ketidakjujuran, ketidaktepatan
pengelolaan atau ketidakprofesionalan pengurus. Oleh sebab itu menjadi pengawas harus
memiliki per-syaratan kemampuan (kompentensi), yaitu:
a) kompentensi pribadi;
b) kompentensi profesional.
C. Pola Manajemen
Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan pola manajemen yang baik agar
tujuan koperasi tercapai dengan efektif dan efisien.
Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat
manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan
seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah.
Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab
kepada pengurus.
D. TUJUAN DAN MANFAAT KOPERASI
Tujuan Koperasi
1. Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
2. Membangun tatanan perekonomian nasional agar terwujud masyarakat yang maju,
adil dan makmur
Manfaat Koperasi
1. Meningkatkan kesejahteraan anggota dan kemakmuran masyarakat, bukan mengejar
keuntungan pribadi.
2. Menyediakan kebutuhan para anggota.
3. Mempermudah para anggota untuk memperoleh modal usaha.
4. Koperasi merupakan dasar untuk memperkokoh perekonomian rakyat.

IV. Jenis-Jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya


1. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah sebuah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu usaha para
anggotanya atau melakukan usaha secara bersama-sama. Ada berbagai macam bentuk
koperasi produksi seperti koperasi produksi untuk para petani, peternak sapi, pengrajin, dan
sejenisnya
2. Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah sebuah koperasi yang menjual berbagai barang kebutuhan pokok
untuk para anggotanya. Harga barang-barang dari koperasi umumnya lebih murah dari harga
di pasaran. Sebagai contoh koperasi menjual beras, telur, gula, tepung, kopi, dan lain
sebagainya.
3. Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam (KSP) biasanya juga dikenal sebagai koperasi kredit. Sesuai dengan
namanya koperasi ini menyediakan pinjaman uang dan untuk tempat menyimpan uang.
Uang pinjaman diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara bersama-sama oleh para
anggotanya.
4. Koperasi Serba Usaha
Koperasi serba usaha (KSU) adalah jenis koperasi yang didalamnya terdapat berbagai macam
bentuk usaha. Bentuk usaha yang dilakukan bisa
berupa gabungan antara koperasi produksi dan koperasi konsumsi atau antara koperasi
produksi dan koperasi simpan pinjam.
BAB III
PEMBAHASAN

I. Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan atas asas kekeluargaan yang
anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk
mensejahterakan anggotanya. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh
anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan
yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau
SHU biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan
melakukan pembagian laba berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan
oleh anggota.
II. Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan
pinjaman. Koperasi sejenis ini didirikan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya
memperoleh pinjaman dengan mudah dan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam berusaha
untuk mencegah para anggotanya terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu
mereka memerlukan sejumlah uang dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur
pemberian pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya.
Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian
menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya. Menurut Widiyanti dan
Sunindhia, koperasi simpan pinjam memiliki tujuan untuk mendidik anggotanya hidup
berhemat dan juga menambah pengetahuan anggotanya terhadap perkoperasian.
Untuk mencapai tujuannya, berarti koperasi simpan pinjam harus melaksanakan aturan
mengenai peran pengurus, pengawas, manajer dan yang paling penting, rapat anggota.
Pengurus berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan tinggi, pemberi nasehat dan penjaga
berkesinambungannya organisasi dan sebagai orang yang dapat dipercaya. Menurut UU
no.25 tahun 1992, pasal 39, pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi dan menulis laporan koperasi, dan
berwewenang meneliti catatan yang ada pada koperasi, mendapatkan segala keterangan
yang diperlukan dan seterusnya. Yang ketiga, manajernya koperasi simpan pinjam, seperti
manajer di organisasi apapun, harus memiliki ketrampilan eksekutif, kepimpinan, jangkauan
pandangan jauh ke depan dan mememukan kompromi dan pandangan berbeda. Akan
tetapi, untuk mencapai tujuan, rapat anggota harus mempunyai kekuasaan tertinggi dalam
organisasi koperasi. Hal ini ditetapkan dalam pasal 22 sampai pasal 27 UU no.25 tahun 1992.
III. Sumber Modal Koperasi
Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya,
koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal
pinjaman. Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada
koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali
selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya
sama untuk setiap anggota.
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota
kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah
simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali
selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan
Deposito Berjangka. Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan
Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada
anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila
diperlukan. Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang
yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.
Adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut:
· Anggota dan calon anggota
· Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama
antarkoperasi
· Bank dan Lembaga keuangan bukan banklembaga keuangan lainnya yang dilakukan
berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku
· Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
· Sumber lain yang sah
IV. Sumber Dana KOKPIC
KOKPIC atau kopeerasi karyawan pasar induk cipinang, mempunyai beberapa sumber dana
1. Simpanan pokok
sejumlah uang yang diwajibkan kepada anggota untuk diserahkan kepada koperasi pada
waktu seseorang masuk menjadi anggota koperasi tersebut dan besarnya sama untuk seua
anggota. Simpanan pokok KOKPIC Rp.35.000
2.Simpanan Wajib
adalah simpanan yang diwajibkan kepada anggota untuk membayar kpada koperasi pada
waktu-waktu tertentu, KOKPIC mewajibkan simpanan wajib setiap bulan sebesar RP.75.000
3.Simpanan Sukarela
adalah simpana yang dadakan oleh anggota atas dasar sukarela atau berdasarkan perjanjian-
perjanjian atau peraturan-peraturan khusus. KOKPIC membebaskan dana sukarela, dimana
dana berasal dari gaji karyawan (dipotong setiap bulan melalui gaji)
4.Dana Cadangan
adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan
untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan
koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

V. Syarat Menjadi Anggota


1.Karyawan Pasar induk beras cipinang
2.menyerahkan foto copy KTP dan Kartu Keluarga
3.Slip gaji
4.mengisi formulir pendaftaran
5.membayar simpanan pokok dan simpanan waji yang telah di tentukan

V.I Cara mengajukan pinjaman di koperasi KOKPIC


1.Berstatus sebagai anggota koperasi
2.Mengisi formulir pinjaman

VII. Proses pengembalian Pinjaman


1. bunga 7%
2. angsuran 5bulan dan 10 bulan
BAB IV
PENUTUP
I. Kesimpulan
Koperasi sebagai salah satu pelaku industri yang berbeda dengan yang lain,
mempunyai tantangan tersendiri untuk menghadapi perdagangan bebas, baik dari sektor
gerakan maupun permasalahan internal koperasi itu sendiri. Eksistensi gerakan Koperasi
sebagai suatu institusi ekonomi diharapkan dapat berperan sebagai mesin penggerak
kegiatan ekonomi nasional sekaligus sebagai soko guru perekonomian bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, peran koperasi harus terus ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan anggota dan sekaligus dapat meningkatkan kegairahan berusaha di kalangan
masyarakat dengan cara pembinaan yang intensif agar dapat tumbuh berkembang sehingga
koperasi benar-benar mampu menunaikan peranannya menjadi soko guru perekonomian
Indonesia.

II. Kritik dan Saran


Meningkatkan ilmu / pengetahuan tentang Koperasi Simpan Pinjam dan kembangkan
lagi Perkoperasian Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

http://westbatavia.blogspot.com/2015/04/3-contoh-kata-pengantar-makalah-yang-
baik.html

http://stephanielauwrentina.blogspot.co.id/2016/01/makalah-koperasi-simpan-pinjam.html

https://informazone.com/jenis-jenis-koperasi/

https://sifafauziah692.wordpress.com/2013/09/25/konsep-aliran-dan-sejarah-koperasi/