Anda di halaman 1dari 9

Lafaz Wadhih dan Lafaz Ghairu Wadhih

Tugas disusun guna memenuhi tugas

Mata kuliah :Metododlogi Study Fiqih

Dosen Pengampu : Hj Nurul Hidayati,LC .,M.S.I

Disusun oleh :

1. Khabib Khodhori (1940110079)


2. Jaza Aufa (1940110081)
3. Dewi Roichatul Mustafidah (1940110094)

Program Studi Bimbingan Konseling Islam

Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam

Institut Agama Islam Negeri Kudus

Tahun 2019
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Di dalam ilmu ushul fikih adapun pengertian dalalah atau disebut
juga dengan dilalah lafal nas adalah suatu yang sangat penting ketika
melakukan istinbat hukum.
Adapun macam-macam dalalah dari segi keberadaan dalalah dibagi
menjadi dua yakni lafaz wadhih dan lafaz ghairu wadhih yang artinya
wadhih yaitu lafaz yang jelas maknanya sedangkaan lafaz ghairu wadhih
memiliki makna yaitu lafaz yang belum jelaas makna ataau artinya.
Adapun macam-macam lafaz waadhih ada 4 yakni zahir, nash,
mufassar,dan muhkam sedangkan lafaz ghairu wadhih dibagi menjadi 4
yakni khafi, musyikil, mujmal, mutasyabih,

2. Rumusan masalah
1. Apa yang disebut lafaz wadhih dan lafaz ghairu wadhih ?
2. Sebutkan macam-macam lafaz wadhih?
3. Sebutkan macam-macam lafaz ghairu wadhih?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian wadhih dan ghairu wadhih


Dalam ilmu ushul fikih dalalah atau sering disebut dengan dilalah
lafal nash adalah suatu yang sangat penting ketika melakukan istinbat
hukum1. Dilihat dari segi keberadannya dalalah lafal nash dapat dibedakan
kepada beberapa macam ,baik dari jelas dan tidak jelasnya. Dalalah nash
terdiri dua macam sebagai berikut:
1. Dalalah nash yang jelas maknanya (wadhih)
Lafaz Wadhih adalah lafal yang jelas maknanya, maksud dari lafaz
yang jelas adalah lafaz yang jelas penunjukannya terhadap makna yang
dimaksud tanpa memerlukan penjelasan dari luar. Lafaz yang jelas juga
biasa disebut dengan zhahirud, maksud dari zhahirud adalah suatu lafaz
yang menunjuk kepada makna yang dikehendaki oleh sighat lafaz itu
sendiri, artinya untuk memahami makna dari lafaz itu tidak tergantung
kepada suatu hal dari luar.
2. Dalalah nash yang tidak jelas maknanya (ghairu wadhih)
Lafaz Ghairu wadhih adalah lafaz yang tidak jelas maknanya,
maksud dari lafaz yang tidak jelas maknanya lafaz yang belum jelas
penunjukkannya terhadap makna yang dimaksud kecuali dengan
penjelasan dari luar lafaz itu.2 Lafaz yang tidak jelas juga biasa disebut
dengan khafiyud dalalah, khafiyud dalalah adalah lafaz yang
penunjukannya kepada makna yang bukan dikehendaki oleh sighat itu
sendiri, melainkan karena tergantung kepada sesuatu dari luar.
Ketergantungannya kepada sesuatu dari luar dikarenakan adanya

1
Romli,Studi Perbandingan Ushul Fiqh,(Yogyakarta:Pustaka Belajar,2014),305
2
Nur Rochman. “LAFADZ WADHIH DAN GHAIRU WADHIH”, 11 januari 2018.
http://pai2016ummagelang.blogspot.com/2018/01/lafadz-wadhih-dan-ghairu-wadhih-
makalah_11.html?m=1.

2
kekaburan pada lafaznya. Kekaburan lafaz itu dapat dihilangkan dengan
jalan mengadakan dan ijtihad.

B. Macam-macam lafaz wadhih


1. Dzahir)‫(الظاهر‬

Kata “dzahir” secara etimologi memiliki arti al-wudhuh (jelas),


sedangkan secara terminologi adalah lafadz yang menunjukkan suatu
pengertian yang hanya sampai ke tingkat dzanny (dugaan keras), atau
makna yang cepat ditangkap dari mendengarkan lafadz itu. Menurut Zaky
al-DinSya’ban, yang dimaksud oleh kalangan hanafi adalah suatu nash
yang menunjukkan pengertian yang jelas dan tidak memerlukan unsur
yang berasal dari luar untuk memahaminya, mudah dipahami dengan jelas,
contohnya di surat al baqarah ayat 275.3

2. Nash)‫(النص‬

Yang dimaksud dengan isilah ini yaitu satu lafal nash yang
menunjukkan pengertian yang jelas dan tegas, walaupun ada kemungkinan
ta’wil dan ditakhsis. Lafaz nash merupakan bentuk lafaz yang lebih jelas
dari lafaz zhahir yang dijelaskan oleh lafaz itu sendiri dengan adanya
petunjuk, Dalam arti bahwa kejelasan makna lafaz nash dibandingkan
lafaz zhahir tidak terjadi semata-mata dari struktur kalimat namun dari
makna yang menghadirkan maksudnya. Contohnya an nisa’ ayat 3.

3. Al-Mufassar (‫)المفسر‬

Merupakan suatu lafal nash yang menunjukkan suatu ketentuan hukum


yang penunjukkannya sangat jelas dan tidak ada kemungkinan untuk di
ta’wil atau ditakhsis. Kejelasan petunjuk lafaz mufassar lebih tinggi
daripada petunjuk lafaz zhahir dan lafaz nash. Karena pada petunjuk lafaz

3
Romli,Studi Perbandingan Ushul Fiqh,(Yogyakarta:Pustaka Belajar,2014),307

3
zhahir dan lafaz nash masih terdapat kemungkinan ditakwil atau ditakhsis,
sedangkan pada lafaz mufassar kemungkinan tersebut sama sekali tidak
ada. Contohnya surat an-nur ayat 4

4. Al-Muhkam (‫)المحكم‬

Merupakan suatu lafal nash yang menunjukkankeentuan hukum yang


sangat jelas. Ia tidak bisa dita’wil dan ditakhsis serta tidak berlaku nasakh,
baik di masa Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat. 4
Ketentuan yang berlaku pada al-Muhkam ini dalalahnya sudah pasti dan
lafal nash yang dikategorikan pada tingkatan ini tidak bisa dirubah atau
dibatalkan, ia harus wajib diamalkan.

C. Macam-macam Ghairu Wadhih


1. Al-Khafi (‫)الخفي‬

Al-Khafi merupakan lafadz yang maknanya samr (tidak jelas) pada


sebagian pengertian yang ditunjuk (madlul)nya dikarenakan oleh faktor
penerapan terhadap madlulnya. 5 Fakhrul Islam al-Bazdawi menjabarkan
bahwa al-khafi merupakan lafadz yang maknanya tidak jelas, dan apapun
yang dikehendaki menjadi kabur (samr).atau lebih jelasnya Contoh lafaz
khafi ini adalah lafazh ‫( قراسلا‬pencuri) dalam firman Allah, surat al-
maidah (5) :

‫ال سارق وال سارق ة ف اق ط عىااي دي هما‬


“Pencuri lai-lai dan pencuri perempuan, potonglah tangan keduanya.”
Lafaz gnay atrah libmagnem gnay gnaro utiay salej pukuc uti‫ال سارق‬
bernilai milik orang lain dalam tempat penyimpanannya secara sembunyi-
sembunyi". Namun lafaz "pencuri" itu mempunyai satuan arti (afrad) yang

4
Romli,Sumber Perbandingan Ushul Fikih,(Yogyakarta:Pustaka Belajar,2014),309
5
Hasbiyallah .Fiqh dan Ushul fiqh:Metode Istinbath dan Istidlal . (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2013),51

4
banyak seperti pencopet, perampok, pencuri barang kuburan dan lain
sebagainya

2. Musykil (‫)المشكل‬

Musykil adalah lafadz yang maknanya samr karena disebabkan oleh


lafadz itu sendiri, sehingga apa yang dikehendaki oleh lafadz tidak dapat
dipahami kecuali dengan menggunakan dalil dari luar.6

Sebagai contoh adalah lafaz quru' yang terdapat dalam firman Allah Surat
Al Baqarah (2) : 228.
‫ةق و‬ ‫سه‬ ‫والمط ا ي‬
“Perempuan-perempuan yang bercerai dari suaminya hendaklah beriddah
selama tiga quru’
lafaz quru' disini termasuk lafaz musytarak, yaitu mempunyai pengertian
ganda antara suci dan haidh. Akibatnya, petunjuknya menjadi tidak jelas,
mana yang harus dikehendaki dari dua arti tersebut. Oleh karena itu, dalam
pengamalan lafaz musykil harus disertai dengan hadiss nabi atau ijma’
para ulama

3. Mujmal (‫)المجمل‬

Secara bahasa, mujmal berarti sekumpulan sesuatu tanpa


memperhatikan satu persatunya. 7 Menurut istilah adalah lafadz yang
maknanya mengandung beberapa keadaan dan beberapa hukum yang
terkumpul di dalamnya.Lafadzmujmal ini lebih samr dari lafadz
sebelumnya, karena dari segi sighatnya sendiri ia tidak menunjukkan arti
yang dimaksud, tidak ditemukan juga qarinah yang membawa kita kepada

6
Hasbiyallah .Fiqh dan Ushul fiqh:Metode Istinbath dan Istidlal . (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2013) ,52

7
Hasbiyallah .Fiqh dan Ushul fiqh:Metode Istinbath dan Istidlal . (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2013) ,54

5
maksudnya, tidak mungkin pula dipahami arti yang dimaksud kecuali
dengan penjelasan dari syari’.

Contohnya : lafaz sholat, secara bahasa berarti doa, tetapi secara istilah
syara' adalah ibadah khusus yang segala sesuatunya dijelaskan oleh
Rasulullah

4. Mutasyabih (‫)المنشا به‬

Mutasyabih adalah lafadz yang samr maknanya, dan tidak mungkin


dijangkau oleh nalar ulama’ sekalipun, baikal-Qur’an maupun hadits di
dalamnya tidak ada penafsiran secara pasti (qath’i).

Contohnya ‫ي س‬, ‫كه ي عص‬, ‫ال ر‬,‫ال م‬

6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dilalah lafal nash adalah suatu yang sangat penting ketika
melakukan istinbat hukum, Dalalah nash terdiri dua macam yaitu lafaz
wadhih atau lafaz yang jelas dan lafaz ghairu wadhih yaitu lafaaz yang
tidak jelas, adapun macam-macam wadhih ada 4 yakni zhahir, nash,
mufassar, dan muhkam. Sedangkan lafaz ghairu wadhih ada 4 macam
yakni khafi, muykil, mujmal, mutasyabih.

7
DAFTAR PUSTAKA

Hasbiyallah .Fiqh dan Ushul fiqh:Metode Istinbath dan Istidlal . Bandung:


PT Remaja Rosdakarya.2013.

Romli. Studi Perbandingan Ushul Fiqh. Yogyakarta : Pustaka Pelajar


.2014.

Rochman, Nur. “LAFADZ WADHIH DAN GHAIRU WADHIH”, 11


januari 2018. http://pai2016ummagelang.blogspot.com/2018/01/lafadz-
wadhih-dan-ghairu-wadhih-makalah_11.html?m=1.