Anda di halaman 1dari 40

LAYANAN POSBINDU PTM

No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

1. Kegiatan peran serta masyarakat dalam melakukan


deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM utama
secara periodik dan terpadu
1. Pengertian 2. Layanan Posbindu PTM dilaksanakan di setiap
Desa/Kelurahan di wilayah kerja puskesmas.
3. Layanan Posbindu PTM dilaksanakan oleh Penanggung
Jawab upaya.

Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan


2. Tujuan penemuan dini faktor resiko PTM

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor......Tentang .....


4. Referensi 1. Buku Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit
Tidak Menular Tahun 2012
2. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular Di Puskesmas Tahun 2013
3. PMK RI Nomor 71 Tahun2015 Tentang Pengendalian
Penyakit Tidak menular
5. Prosedur 1.Alat :
- Timbangan Dewasa
- Pengukur Tinggi badan
- Tensi Lapangan ( tensi Kompas )
- Meteran
- Stetoskop
- Alat Pemeriksa Kimia Darah
- Pulpen
2.Bahan :
- Buku pencatatan kegiatan
- Daftar hadir peserta
6. Langkah- 1. Persiapan
langkah Pelaksanaan Podbindu PTM terintegrasi dengan Program
Usila,Sebelum melaksanakan kegiatan posbindu
dilakukan penyampaian kepada pengelola Program
usila,dan penyampaian kepada kader
tentang pelaksanaan posbindu melalui media telepon
atau sms.
2. Pelaksanaan
a. Pembritahuan kepada masyarakat melalui pengeras
suara di mesjid
b. Meja 1 : Pendaftaran yang dilaksanakan oleh kader
c. Meja 2 : Wawancara riwayat kesehatan dan
kebiasaan sehari - hari
d. Meja 3 : Pengukuran Tinggi badan,Berat
badan,Lingkar perut,
e. Meja 4 : Pemeriksaan tekanan darah dan kimia
darah oleh petugas dari puskesmas
f. Meja 5 : Konseling ,edukasi,rujukan
g. Pencatatan
7. Bagan alir

Penyampaia
n kepada

Penyampaian
kepada masyarakat
melaui pengeras
suara

Pendaftaran

Wawancara

Pengukuran

Pemeriksaan
tekanan darah dan
kimia darah

Konseling,edukasi,
dan rujukan

Pencatatan

8. Hal-hal yang 1. Jadwal Posbindu


perlu 2. Kejelasan pengumuman pelaksanaan posbindu di
diperhatikan masyarakat

9. Unit terkait 1. Pengelola Usila


2. Kepala Puskesmas
3. Kader

10. Dokumen 1. Buku pencatatan Posbindu


terkait 2. Daftar hadir peserta posbindu

11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
MEMBUAT LAPORAN PTM TIAP
AKHIR BULAN
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Membuat laporan rekapan data kunjungan terkait penyakit


tidak menular baik di posbindu,di puskesmas dan di
pustu/poskesdes,selama sebulan yang direkap pada akhir
1. Pengertian
bulan.
Laporan PTM tiap akhir bulan dikirim ke dinas kesehatan
kabupaten

Sebagai pedoman dalam membuat laporan PTM tiap akhir


2. Tujuan bulan untuk mendapatkan cakupan pelayanan upaya
pengendalian penyakit tidak menular.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tentang.....


4. Referensi 1. Buku Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit
Tidak Menular Tahun 2012
2. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular Di Puskesmas Tahun 2013
3. PMK RI Nomor 71 Tahun2015 Tentang Pengendalian
Penyakit Tidak menular
4. Prosedur Alat :
 Laptop
 Pulpen
 Print
Bahan :
 Kertas
 Tinta
5. Langkah- 1. Penanggung jawab upaya merekap data kejadian
langkah penyakit tidak menular setiap akhir bulan bersumber
dari laporan kunjungan PTM di
pustu/poskesdes,Laporan kunjungan PTM di
Posbindu,dan Laporan Kunjungan PTM di Puskesmas
2. Laporan rekapan di mulai dari data di awal sampai
akhir bulan
3. Penanggung jawab upaya berkoordinasi /
menyampaikan kepada program lain yang terkait jika
ada hal – hal yang ingin disampaikan.
4. Laporan di cek oleh pengelola SIK kemudian
ditandatangani oleh kepala puskesmas
5. Laporan dikirim ke dinas kesehatan kabupaten

6. Bagan alir

Merekap laporan dari


pustu/poskesdes,posbindu
dan kunjungan puskesmas
Rekapan dilakukan
dari data di awal
bulan sampai akhir
bulan

Koordinasi dengan
program lain yang
terkait

Proses pengecekan
laporan di SIK

Pengiriman Laporan ke
dinas kesehatan
Kabupaten

7. Hal-hal yang 1. Kelengkapan laporan dari pustu/poskesdes


perlu 2. Waktu pengiriman laporan
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Bidan Desa
2. Pengelola SIK
3. Poli Umum
4. Poli KIA/KB
5. Poli Gigi
6. Pengelola Usila
7. Kepala Puskesmas
9. Dokumen 1. Format Laporan Bidan Desa
terkait 2. Buku pencatatan Posbindu PTM
3. Buku pencatatan kunjungan Puskesmas
10. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
KONSELING PTM
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

1. Upaya membantu masyarakat untuk menemukan


masalah yang berkaitan dengan faktor risiko PTM dan
cara mengatasi masalah sesuai kemampuan yang
dimiliki.
1. Pengertian 2. Memberikan pengertian kepada pasien/keluarga tentang
hal – hal yang berhubungan dengan
penyakitnya,sehingga pasien dapat mengerti tentang
penyakitnya.

1. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam


2. Tujuan mengendalikan faktor resiko PTM
2. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan konseling

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017


Tentang Pemberlakuan SOP
4. Referensi a. Buku pintar kader konseling faktor resiko dan
pengobatan tradosional PTM. Jakarta: Kemenkes RI
b. Buku pinter kader respon cepat PTM. Jakarta:
Kemenkes RI
c. Buku pintar Kader peyenggaraan posbindu PTM.
Jakarta: Kemenkes RI
5. Prosedur Alat dan bahan:
1. Media Lembar Balik
2. Buku pencatatan
3. Pulpen

6. Langkah- 1. Petugas melakukan wawancara sederhana kepada


langkah pasien tentang riwayat PTM
2. Petugas menyampaikan materi konseling sesuai jenis
penyakit yang di derita pasien dan memberi kesempatan
kepada pasien untuk bertanya
3. Petugas melakukan screning (pengukuran Tinggi
badan,Berat badan,Lingkar perut,dan tekanan darah).
4. Petugas mencatat data pasien di buku pencatatan
7. Bagan alir
Wawancara

Menyampaikan
materi konseling

Petugas melakukan
screning (pengukuran
TB,BB,LP dan tekanan
darah
Pencatatan

8. Hal-hal yang 1. Kondisi ruangan/lingkungan


perlu 2. Metode penyampaian konseling
diperhatikan 3. Waktu konseling
9. Unit terkait 1. Poli Umum
2. Pengelola Usila

10. Dokumen 1. Buku pencatatan


terkait
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
diberlakukan
perubahan
PERHITUNGAN IMT
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kategori berat


1. Pengertian badan pasien.proporsional atau tidak.

1. Untuk menilai risiko penyakit yang terjadi akibat berat


2. Tujuan badan berlebih.
2. Sebagai acuan dalam melakukan perhitungan IMT
(Indeks Massa Tubuh ).
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017
Tentang Pemberlakuan SOP
4. Referensi Buku pintar kader seri 2, pengukuran faktor resiko PTM
kementrian kesehatan RI tahun 2012
5. Prosedur Ala t:
1. Pulpen
2. Kalkulator
3. Timbangan Dewasa
4. Pengukur Tinggi badan
Bahan :
1. Buku pencatatan

6. Langkah- 1. Petugas melakukan pengukuran tinggi badan dan berat


langkah badan
2. Hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan di catat
di buku pencatatan
3. Petugas menghitung IMT pasien dengan menggunakan
rumus : IMT = BB/TB x TB
4. Petugas menentukan IMT pasien dari hasil perhitungan
IMT dengan acuan
 Normal IMT : 18 – 24,9 kg/m2
 Overeight ( gemuk ) : 25,0 – 29,9 kg/m2
 Obesitas : 30 keatas

5. Hasil perhitungan IMT di catat di buku pencatatan


6. Bagan alir
Pencatatan hasil
Pengukuran TB &
pengukuran
BB

Menghitung IMT
pasien

Pencatatan hasil
Menentukan IMT
perhitungan IMT
pasien

7. Hal-hal yang 1. Kelengkapan bahan dan alat yang diperlukan


perlu 2. Kelengkapan data TB dan BB pasien
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Posbindu Usila
2. Gizi
9. Dokumen 1. Buku pencatatan
terkait
10. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
KUNJUNGAN RUMAH DAN
PENDAMPINGAN
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

1. Kegiatan yang dilakukan kepada pasien penyandang


penyakit tidak menular dengan keluhan serius.
2. Kegiatan pemantauan perkembangan kesehatan dan
1. Pengertian kemandirian pasien dan keluarga dalam mengatasi
masalah yang dialami

1. Untuk meningkatkan kemandirian


2. Tujuan individu,keluarga,dan masyarakat dalam mengatasi
masalah kesehatannya.
2. Terlayaninya kasus – kasus yang memerlukan tindak
lanjut dan pelayanan keperawatan
3. Terlayaninya kasus risiko tinggi yang memerlukan
pelayanan keperawatan.

4. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017


Tentang Pemberlakuan SOP

5. Referensi Kepmenkes no 279/Menkes/IV/2006 tentang Pedoman


penyelenggaraan Upaya Perawatan Kesehatan
Masyarakat di Puskesmas.

6. Prosedur Ala t:
1. Pulpen
2 Tensi meter
1. Alat pemeriksaan kimia darah
Bahan :
1. Format pengkajian

7. Langkah- 1. Petugas memastikan alamat,dan identitas pasien yang


langkah akan dikunjungi.
2. Petugas memperkenalkan diri,dan mejelaskan tujuan
kunjungan rumah.
3. Melakukan waancara,anamnese,pengkajian riwayat
penyakit diri sendiri dan keluarga
4. Petugas mengukur TTV pasien
5. Petugas memberikan motivasi dan konseling tentang
penyakit dan perawatannya kepada pasien dan
keluarganya.
6. Pasien dengan keluhan serius dilakukan pendampingan
maksimal 3 kali kunjungan.
7. Petugas melakukan pencatatan

8. Bagan alir

Memastikan alamat
dan identitas pasien
Menjelaskan tujuan
kunjungan rumah

Wawancara
,ananmese
,pengkajian

Mengukur
TTV

butuh Pendam
pingan
Tidak

Motivasi
&
Konseling

Pencatatan

9. Hal-hal yang
perlu 1. Data identitas dan alamat pasien
diperhatikan
10. Unit terkait 1. Perkesmas
2. Posyandu Usila
3. Poli Umum

4. Dokumen 1. Format pengkajian


terkait
2. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PENDAMPINGAN PASIEN PTM
RISIKO
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Mendampingi pasien selama dalam kondisi dengan


1. Pengertian keluhan yang serius.

1. Untuk meningkatkan kemandirian


2. Tujuan individu,keluarga,dan masyarakat dalam mengatasi
masalah kesehatannya.
2. Terlayaninya kasus – kasus yang memerlukan tindak
lanjut dan pelayanan keperawatan
3. Terlayaninya kasus risiko tinggi yang memerlukan
pelayanan keperawatan.
4. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017
Tentang Pemberlakuan SOP
5. Referensi Kepmenkes no 279/Menkes/IV/2006 tentang Pedoman
penyelenggaraan Upaya Perawatan Kesehatan
Masyarakat di Puskesmas.

6. Prosedur Ala t:
1. Pulpen
2. Tensi meter
3. Alat pemeriksaan kimia darah
Bahan :
1. Format pengkajian

7. Langkah- Pendampingan dilakukan maksimal 3 kali kunjungan


langkah 1. Mengkaji keluhan dan keadaan umum pasien
2. Melakukan pemeriksaan TTV dan kadar kimia darah
bagi penderita diabetes
3. Mengontrol pola makan dan kebiasaan sehari – hari
pasien
4. Memberikan motivasi dan konseling kepada penderita
dan keluarga tentang perawatan penyakit yang dialami.
5. Pencatatan
6. Bagan alir
Mengkaji Melakukan
keluhan dan pemeriksan TTV dan
kadar kimia darah Mengontrol
keadaan
pola makan
umum pasien
dan
kebiasaan

Motivasi &
Pencatatan Konseling

8. Hal-hal yang 1. Data identitas pasien


perlu
diperhatikan
9. Unit terkait 1. Perkesmas
2. Pengelola Usila
3. Poli umum

10. Dokumen 1. Format pengkajian


terkait
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PENGEMBANGAN DAN
PEMBINAAN KAWASAN TANPA
ROKOK DI TEMPAT PROSES
BELAJAR MENGAJAR
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Perlindungan terhadap risiko ancaman gangguan


1. Pengertian kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok

1. Untuk menurunkan angka kesakitan dan atau


2. Tujuan kematian dengan cara mengubah perilaku guru dan
anak usia sekolah untuk hidup sehat.
2. Mewujudkan kualitas udara yang sehat dan
bersih,bebas dari asap rokok
3. Menurunkan angka perokok dan mencegah perokok
pemula
4. Mewujudkan generasi muda yang sehat
5. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan
pengembangan dan pembinaan kawasan tanpa rokok
6. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017
Tentang Pemberlakuan SOP
7. Referensi 1. Buku pedoman Pengembangan Kawasan Tanpa
Rokok (Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI tahun
2011
2. Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Nomor 4/U/1997 Tentang Lingkungan sekolah
Bebas Rokok
3. Perda Bupati Maros Nomor 11 tahun 2014 tentang
Larangan merokok

8. Prosedur Alat dan bahan:


1. Kertas
2. Pulpen
3. Laptop
4. LCD ( bila diperlukan )
5. Buku Pedoman Penerapan dan Pengembangan Kawasan
Tanpa Rokok

7. Langkah-
langkah 1. Melakukan pendataan perokok usia sekolah
2. Melakukan pemantauan ada atau tidaknya kebijakan
Kawasan Tanpa Rokok.
3. Advokasi Kepada pihak sekolah dengan menyampaikan
maksud,tujuan dan manfaat Kawasan Tanpa Rokok
4. Meminta masukan tentang penerapan Kawasan Tanpa
Rokok
5. Menetapkan penanggungjawab serta susunan pengurus
pengawasan penerapan Kawasan Tanpa Rokok
6. Penyuluhan bahaya rokok dan sosialisasi Penerapan
Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan sekolah kepada
guru dan siswa.
7. Pemasangan Stiker dan poster tentang larangan
merokok.
8. Bagan alir
Pendataan Pemantauan Advokasi
perokok
regulasi

Masukan dan
saran dari
pihak sekolah

Penetapan
penanggungjawab
KTR

Penyuluhan dan
sosialisasi

Pematauan dan
Pemasangan
evaluasi secara
poster dan stiker
berkala

9. Hal-hal yang 1. Jadwal pembinaan dan pengembangan


perlu 2. Hari Libur /Hari Raya
diperhatikan
10. Unit terkait 1. Promkes
2. UKS
3. PKPR
11. Dokumen 1. SK susunan pengurus Pengawas Penerapan Kawasan
terkait Tanpa Rokok.
12. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PENYULUHAN LUAR GEDUNG
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Penyampaian informasi kesehatan kepada


1. Pengertian masyarakat/sasaran UKM

Meningkatkan perilaku masyarakat agar terbebas dari


2. Tujuan masalah – masalah kesehatan.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017


Tentang Pemberlakuan SOP
4. Referensi KepMenKes RI Nomor 585/Menkes/SK/V/2007 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas

5. Prosedur Alat dan bahan:


1. Laptop (bila diperlukan )
2. LCD ( bila diperlukan )
3. Lembar balik,Poster dll
4. Pulpen
5. Kertas

6. Langkah-
langkah 1. Memperkenalkan diri
2. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Menjelaskan point – point materi penyuluhan
4. Menyampaikan materi penyuluhan dengan bahasa yang
mudah dimengerti
5. Menyiapkan waktu untuk bertanya bagi peserta
6. Menyimpulkan materi penyuluhan yang telah dibahas.
7. Menutup kegiatan penyuluhan dengan ucapan salam

8. Bagan alir
Memperkenalka
n diri

Menjelaskan
maksud dan
tujuan

Menjelaskan
point –point
materi
penyuluhan
Menggunakan
bahasa yang
mudah dimengerti

Tanya jawab

Kesimpulan
s materi
penyuluhan

Menutup
dengan ucapan
salam

9. Hal-hal yang 1. Jadwal Penyuluhan


perlu 2. Materi penyuluhan
diperhatikan
3. Unit terkait 1. Promkes
2. Bidan Desa
3. Kader
4. Kepala Puskesmas
5. Dokumen 1. Materi Penyuluhan
terkait 2. Daftar hadir peserta
6. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PENYULUHAN DALAM GEDUNG
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Penyampaian informasi kesehatan kepada


1. Pengertian masyarakat/sasaran yang dilaksanakan di dalam gedung
puskesmas.

Meningkatkan perilaku masyarakat agar terbebas dari


2. Tujuan masalah – masalah kesehatan.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017


Tentang Pemberlakuan SOP
4. Referensi KepMenKes RI Nomor 585/Menkes/SK/V/2007 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas

5. Prosedur Alat dan bahan:


1. Laptop (bila diperlukan )
2. LCD ( bila diperlukan )
3. Lembar balik,Poster dll
4. Pulpen
5. Kertas

6. Langkah-
langkah 1. Memperkenalkan diri
2. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Menjelaskan point – point materi penyuluhan
4. Menyampaikan materi penyuluhan dengan bahasa yang
mudah dimengerti
5. Menyiapkan waktu untuk bertanya bagi peserta
6. Menyimpulkan materi penyuluhan yang telah dibahas.
7. Menutup kegiatan penyuluhan dengan ucapan salam

7. Bagan alir
Memperkenalka
n diri

Menjelaskan
maksud dan
tujuan

Menjelaskan
point –point
materi
penyuluhan
Menggunakan
bahasa yang
mudah dimengerti

Tanya jawab

Kesimpulan
s materi
penyuluhan

Menutup
dengan ucapan
salam

8. Hal-hal yang 1. Jadwal Penyuluhan


perlu 2. Materi penyuluhan
diperhatikan
3. Unit terkait 1. Promkes
2. Bidan Desa
3. Kader
4. Kepala Puskesmas
10. Dokumen 1. Materi Penyuluhan
terkait 2. Daftar hadir peserta
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PEMERIKSAAN SADARI
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017


Tentang Pemberlakuan SOP
4. Referensi
5. Prosedur Alat dan bahan:

6. Langkah-
langkah

7. Bagan alir
Memperkenalka
n diri

Menjelaskan
maksud dan
tujuan

Menjelaskan
point –point
materi
penyuluhan

Menggunakan
bahasa yang
mudah dimengerti

Tanya jawab

Kesimpulan
s materi
penyuluhan
Menutup
dengan ucapan
salam

8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
9. Unit terkait
10. Dokumen
terkait
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
diberlakukan
perubahan
PENGUKURAN LINGKAR PERUT
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Kegiatan pengukuran yang menggambarkan ketebalan lemak


di dasar perut
1. Pengertian Parameter untuk menentukan resiko terjadinya penyakit
jantung.

Sebagai acuan dalam pengukuran lingkar perut


2. Tujuan Untuk mengetahui ada tidaknya obesitas abdominal atau
obesitas sentral

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Maros Baru Nomor....Tahun 2017


Tentang Pemberlakuan SOP
4. Referensi 1. Buku Pintar Kader
5. Prosedur Alat dan bahan:
1. Pita Meteran
2. Pulpen
3. Kertas

6. Langkah- 1. Pasien diminta berdiri tegak di depan petugas


langkah 2. Bila memakai pakaian yang tebal,pasien diminta
untukmenyingkap /membuka pakaianbagian atasnya
3. Tentukan letak tulang rusuk terbawah dan tulang
panggul,kemudian tempatkan pita meteran pada jarak
pertengahan antara kedua tulang tadi.
4. Pengukuran dilakukan dari titik tengah kemudian
secara sejajar horisontal melingkari pinggang dan perut
kembali menuju titik tengah di awal pengukuran.
5. Apabila pasienmempunyai perut yang gendut ke
bawah,pengukuran mengambil bagian yang paling
buncit lalu terakhir pada titik tengah tersebut lagi

7. Bagan alir

Pasien Berdiri
tegak di depan
petugas

Bila memakai pakaian


tebal,pasien diminta
menyingkap pakaian
bagian atasnya
Tentukan letak tulang rusuk
terbawah dan tulang panggul.

Pengukuran dilakukan tepat di


bagian tengah sejajar
melingkari pinggang kemudian
kembali ke titik awal

Pasien dengan perut


buncit,pengukuran
mengambil bagian yang
paling buncit

8. Hal-hal yang 1. Letak daerah pengukuran


perlu 2. Pakaian pasien
diperhatikan
9. Unit terkait 1.Gizi
2. Usila
3. Poli Umum
10. Dokumen 1. Buku kegiatan posbindu
terkait
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
diberlakukan
perubahan
PENGUKURAN BERAT BADAN
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Menimbang berat badan adalah kegiatan yang bertujuan


1. Pengertian untuk mengetahui berat badan,menggunakan alat timbangan
berat badan

Sebagai pedoman bagi pelaksana klinik umum dalam melakukan


2. Tujuan penimbangan berat badan pada pasien yang memerlukan

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No Tentang


4. Referensi Iagnostik Tahun 1995
5. Prosedur Alat dan Bahan
1. Timbangan berat badan
2. ATK
6. Langkah- 1. Petugas meletakkan timbangan ditempat yang terang dan datar.
langkah 2. Petugas memastikan jarum timbangan pada angka nol
3. Petugas meminta klien/pasien untuk membuka/ melepaskan
alas kaki atau benda-benda lain yang dapat mempengaruhi
pengukuran berat badan
4. Petugas meminta klien / pasien naik keatas timbangan,berdiri
tegak tanpa berpegangan pada benda lain seperti dinding atau
orang lain
5. Petugas membaca angka yang ditunjuk oleh jarum timbangan
6. Petugas meminta klien/pasien untuk turun dari timbangan dan
memakai alas kaki kembali

7. Bagan alir

Letakkan
timbangan di
tempat yang terang

Memastikan jarum
timbangan pada
angka nol

Pasien
membuka alas
kaki

Meminta pasien
naik keatas
timbangan,berdiri
tegak tanpa
berpegangan
Membaca angka
yang ditunjuk oleh
timbangan

Meminta pasien turun


dari timbangan dan
memakai alas kaki
sendiri

8. Hal-hal yang 1. Letak timbangan harus ditempat yang datar


perlu 2. Timbangan dalam keadaan baik
diperhatikan
9. Unit terkait 1.Poli Umum
2.Poli KIA/KB
3.Poli MTBs
10. Dokumen 1.Buku Rekam Medis
terkait 2.Buku pencatatan kegiatan
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PENGUKURAN TINGGI BADAN
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui tinggi badan


1. Pengertian menggunakan alat pengukur tinggi badan.

Sebagai pedoman bagi pelaksana klinik umum dalam melakukan


2. Tujuan pengukuran tinggi badan bagi pasien yang memerlukan

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No Tentang


4. Referensi
5. Prosedur Alat dan Bahan
1. Pengukur Tinggi Badan
2. ATK
6. Langkah- 1. Petugas meminta pasien membuka alas kaki
langkah 2. Petugas meminta pasien untuk berdiri tegak lurus dengan
pandangan kedepan, kepala tidak menunduk.
3. Petugas mengukur tinggi badan pasien
4. Petugas membaca hasil yang ditunjukkan pada alat pengukur
tinggi badan
5. Petugas meminta klien/pasien memakai alas kaki kembali
6. Petugas mencatat hasil pengukuran

7. Bagan alir

Pasien membuka
alas kaki

Pasien berdiri tegak


lurus,Kepala tidak
menunduk
pandangan
kedepan

Petugas Mengukur
tinggi badan pasien

Petugas membaca
hasil yang
ditunjukkan pada
alat pengukur tinggi
badan
Meminta pasien
memakai alas kaki
kembali

Petugas mencatat hasil


pengukuran

8. Hal-hal yang 1. Letak alat pengukur tinggi badan


perlu 2. Alat pengukur tinggi badan dalam kedaan baik
diperhatikan
9. Unit terkait 1.Poli Umum
2.Poli KIA/KB
3.Poli MTBs
4. Gizi
10. Dokumen 1.Buku Rekam Medis
terkait 2.Buku pencatatan kegiatan
11. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
PENGUKURAN TEKANAN
DARAH
No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
SOP

PUSKESMAS HAMKA CHAIR, SKM, M. Kes


MAROS BARU NIP. 19621228 198403 1 011

Kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui tinggi badan


1. Pengertian menggunakan alat pengukur tinggi badan.

Sebagai pedoman bagi pelaksana klinik umum dalam melakukan


2. Tujuan pengukuran tinggi badan bagi pasien yang memerlukan

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No Tentang


4. Referensi
5. Prosedur Alat dan Bahan
1. Pengukur Tinggi Badan
2. ATK
6. Langkah- 1.
langkah
7. Bagan alir
8. Hal-hal yang 1. Letak alat pengukur tinggi badan
perlu 2. Alat pengukur tinggi badan dalam kedaan baik
diperhatikan
3. Unit terkait 1.Poli Umum
2.Poli KIA/KB
3.Poli MTBs
4. Gizi
4. Dokumen 1.Buku Rekam Medis
terkait 2.Buku pencatatan kegiatan
5. Rekaman
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan