Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM PEMBUATAN KEBIJAKAN


NEGARA
DI BIDANG HUKUM
(PANCASILA)

DISUSUN OLEH
PUTRI WINDASARI (511419005)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala atas terselesainya makalah ini. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah
Pancasila.
Makalah ini ditulis dari hasil berbagai sumber dari internet sebagai referensi, tak lupa
penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Pnacasila atas bimbingan dan arahan
dalam penulisan makalah ini.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,
semoga ini dapat menambah wawasan kita mengenai arti Pancasila dalam pembuatan kebijakan
negara dibidang hukum. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Demikian makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang membacanya, sehingga
menambah wawasan dan pengetahuan tentang bab ini, Aamiin.

Gorontalo, 1 Desember 2019


Penulis

2
DAFTAR ISI

COVER ....................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ....................................................................................................... 3
BAB I
A. Latar Belakang ....................................................................................................... 4
B. Rumusan masalah ....................................................................................................... 5
C. Tujuan ....................................................................................................... 5
BAB II
A. Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Hakikatnya ................ 6
B. Implementasi Pancasila dibidang hukum ...................................................................... 7
BAB III
A. Kesimpulan ....................................................................................................... 10
B. Saran ....................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 11

BAB I

3
A. LATAR BELAKANG

Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang
majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia?
Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia
seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna
kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan.

Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan landasan berbangsa dan
bernegara yang implementasinya mewajibkan semua manusia Indonesia harus ber-ketuhanan.
Karena keberadaan Tuhan melingkupi semua wujud dan sifat dari alam semesta ini, diharapkan
manusia Indonesia dapat menyelaraskan diri dengan dirinya sendiri, dirinya dengan manusia-
manusia lain di sekitarnya, dirinya dengan alam, dan dirinya dengan Tuhan. Keselarasan ini
menjadi tanda dari mausia yang telah meningkat kesadarannya dari kesadaran rendah menjadi
kesadaran manusia yang manusiawi.

Pancasila, dalam konteks masyarakat bangsa yang plural dan dengan wilayah yang luas,
harus dijabarkan untuk menjadi ideologi kebangsaan yang menjadi kerangka berpikir (the main of
idea), kerangka bertindak (the main of action), dan dasar hukum (basic law) bagi segenap elemen
bangsa. Namun, dalam kerangka pluralitas dan multikulturalisme tidak dinafikan dan dihalangi
hidupnya ideologi kelompok yang sifatnya lebih terbatas selama tidak bertentangan dengan nilai-
nilai Pancasila. Sebagai contoh, ideologi kelompok keagamaan (ormas), partai politik, dan
etnonasionalisme kesukuan tetap dibiarkan hidup sebagai khasanah kekayaan bangsa dalam
payung ideologi besar Pancasila. Hal ini, dimaksudkan untuk menghindari pemaksaan dan
monopoli ideologi serta penafsiran tunggal.

Pada hakikatnya, Pancasila juga terbuka pada pemikiran ideologi lainnya. Kecuali terhadap
ideologi Komunisme yang nyata-nyata bertentangan dengan Pancasila harus tetap dilarang dan
tidak boleh hidup di bumi Indonesia. Artinya Pancasila menjadi ajimat yang ampuh bagi rejim
dalam mengambil segala bentuk keputusan, rakyat diharuskan tunduk pada legitimasi yang
digunakan dengan melalui pengatasnamaan Pancasila, inilah di kemudian waktu menjadi
permasalahan yang rumit.

4
Implementasi nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Pelaksanaan nilai Pancasila lebih penting ketimbang pembahasan-pembahasan secara
teori.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan diangkat adalah sebagai
berikut :

1. Bagaimana Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Hakikatnya?


2. Bagaimana Implementasi Pancasila di bidang Hukum?

C. TUJUAN

Mahasiswa menjadi lebih mengetahui implementasi pancasila dalam kebijakan negara


dibidang hukum.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat pada Hakikatnya


Secara yuridis-konstitusional kedudukan Pancasila sudah jelas, bahwa Pancasila adalah
pandangan hidup bangsa, dasar negara republic Indonesia, dan sebagai ideology nasional. Sebagai
pandangan hidup bangsa, Pancasila merupakan kristalisasi nila-nilai yang kebenarannya diakui,
dan menimbulkan tekad untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sejarah telah
mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan
hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengajar kehidupan lahir batin yang
makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian Pancasila itu, perlu
diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengalaman nila-nilai luhur yang
terkandung didalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta
setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.
Pancasila sebagai dasar negara dan landasan idil bangsa Indonesia, dewasa ini dalam zaman
reformasi telah mnyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman disintergrasi selama lebih dari lima
puluh tahun. Namun sebaliknya sakralisasi dan penggunaan berlebihan dari ideology Negara
dalam format politik orde baru banyak menuai kritik dan protes terhadap Pancasila. Sejarah
implemnatsi pancasila memang tidak menunjukkan garis lurus bukan dalam pengertian keabsahan
substansialnya, tetapi dalam konteks implementasinya. Tantangan terhadap pancasila sebagai
kristalisasi pandangan politik berbangsa dan bernegara bukan hanya berasal dari factor domestic.
Tetapi juga dunia internasional.
Pada zaman reformasi saat ini pengimplementasian pancasila dibutuhkan oleh masyarakat,
karena di dalam pancasila terkansung nila-nilai luhur bangsa Indonesia yang sesuai dengan
kepribadian bangsa. Selain itu, kini zaman globalisasi begitu cepat menjangkit negara-negara di
seluruh dunia termasuk Indonesia. Gelombang demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme,
serta non-konservatisme dan globalisme bahkan telah memasuki cara pandangan dan cara
masyarakat Indonseia. Hal ini demikian bisa memingkirkan pancasila dan dapat menghadirkan
nilai dan idealism baru yang bertentangan dengan keribadian bangsa.

6
Implementasi pancasila dalam kehidupan bermasyarakat pada hakikatnya merupakan suatu
realisasi praksis untuk mencapai tujuan bangsa. Adapun pengimplementasian tersebut di rinci
dalam berbagai macam bidang anatar lain dalam bidang hukum.

B. Implementasi Pancasila di bidang Hukum

Implementasi konsep, prinsip dan nilai Pancasila di bidang hukum mengharuskan pembuat
undang-undang untuk menggali nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat sesuai dengan inspirasi
dan kesadaran hukum masyarakat yang berkembang. Dalam hal telah disepakati bahwa nilai-nilai
Pancasila bersifat universal, yang menjadi persoalan pokok adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila
yang universal itu dijabarkan dalam bentuk norma-norma yang jelas dikaitkan dengan tingkah laku
masyarakat dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan pada hakikat
sifat kodrat manusia bahwa setiap manusia adalah sebagai individu dan sekaligus makhluk sosial,
konsekuensinya kita harus mengimplementasikan Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan
negara dan setiap sikap dan tingkah laku masyarakat dalam melaksanakan kehidupan berbangsa
dan bernegara. Karena itu bagi bangsa Indonesia mengimplementasi-kan Pancasila adalah suatu
keharusan baik moral maupun yuridis.

Dalam hubungan ini kita diingatkan oleh kata-kata yang bijak dari Prof.Drs.Notonagoro, S.H
yang berbunyi :

“Apabila pelanggaran moral Pancasila itu terus-menerus dilakukan banyak orang, akan
merusakkan derajat hidup seluruhnya tidak hanya moral tetapi juga kultural, religius, sosial
ekonomi dan akan tidak terhindar keburukan akibatnya bagi bangsa, rakyat dan negara”.

Ditinjau dari segi filsafat hukum, maka hukum digunakan untuk mencapai keserasian,
kedamaian, dan keadilan. Dengan menegaskan bahwa Pancasila adalah sendi keserasian hukum,
maka harus terbukti bahwa keserasian tersebut memang terdapat dalam tiap-tiap silanya.

a) Keserasian dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa


Sila pertama mengungkapkan hubungan yang serasi antara Maha Pencipta dan ciptaan-Nya.
Manusia yang mengakui dan yakin akan kebenaran Pancasila akan berikhtiar memantapkan dan
tidak mengganggu hubungan yang serasi antara Maha Pencipta dan ciptaan-Nya. Karena itu

7
wajarlah jika hukum tidak hanya menjadi pedoman hidup antar manusia, tetapi juga pedoman
bagi berlangsungnya keserasian antara kehidupan manusia dengan lingkungannya.
b) Keserasian dalam sila Kemanusian yang Adil dan Beradab
Sila kedua menunjuk pada hubungan serasi antar manusia perseorangan, antar kelompok
ataupun antara perseorangan dengan kelompok. Hubungan serasi tersebut harus mampu
mewujudkan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia secara adil dan beradab.
Kemanusiaan yang adil dan beradab harus dijadikan sendi keserasian hukum, termasuk hukum
tata negara, hukum administrasi negara, hukum pidana dan hukum perdata serta aturan hukum
yang tidak tertulis.
c) Keserasian dalam sila Persatuan Indonesia
Sila ketiga Persatuan Indonesia maksudnya ialah persatuan suku, ras dan golongan yang
menjelma menjadi satu bangsa, sehingga tidak dibenarkan satu sama lain saling meniadakan,
tetapi harus membangun keserasian hubungan sinergis sehingga dapat terwujud satu kesatuan
bangsa dalam kehidupan nasional. Kehidupan nasional dimaksud merupakan kehidupan
kebangsaan yang tidak sempit atau chauvenistic, melainkan benar-benar merupakan
perwujudan bhinneka tunggal ika dan membuka diri dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa
lain.
Dalam hukum, sila ketiga ini diwujudkan dengan adanya prinsip faham unifikasi, terutama
dalam Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Benda (zakenrecht) dan
Hukum Pidana yang terjalin dalam suatu sistem hukum Nasional. Namun juga mengakui
adanya prinsip faham pluralisme, khususnya dalam hukum keluarga dan hukum waris.
d) Keserasian dalam sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebikaksanaan dalam
Permusyawaratan / Perwakilan
Sila keempat Pancasila mengamanatkan bahwa demi mempertahankan kesebersamaan dalam
perbedaan diperlukan upaya untuk mencapai konsensus atau kesepakatan.
Apabila terjadi ketidakserasian antara kepentingan penguasa dan kepentingan warganegara
yang pada dasarnya adalah ketidakserasian hubungan antara kekuasaan dan kepatuhan, maka
harus diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.
e) Keserasian dalam sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila kelima Pancasila terarah pada tujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia secara serasi rohaniah dan jasmaniah serta merata dan berkesinambungan.

8
Dalam hukum harta kekayaan atau hukum ekonomi harus diutamakan keserasian rohaniah dan
jasmaniah serta keselarasan antara kebebasan dan ketertiban demi terwujudnya keadilan sosial.

9
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang
majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia?
Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia
seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna
kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan.
Oleh karena itu pengalamannya dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap
penyeleggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi penhgalaman Pancasila oleh
setiap kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah.
Oleh karenanya pertahanan dan keamanan negara harus harus mengimplementasikan nilai-
nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Dan akhirnya agar benar-benar negara meletakan
pada fungsi yang sebernya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara berdasarkan
atas kekuasaan.

B. SARAN
Pancasila merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang mana setiap warga negara
Indonesia harus menjunjung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila dengan setulus hati
dan penuh rasa tanggung jawab. Agar pancsila tidak terbatas pada coretan tinta belaka tanpa
makna.

10
DAFTAR PUSTAKA

Hasil lokakarya nasional tentang Implementasi Pancasila dalam Mewujudkan Kesejahteraan


Masyarakat yang diselenggarakan oleh LPPKB bekerjasama dengan Yayasan Sinar Wijaya
Indonesia Cs, di Jakarta tanggal 9 Oktober 2004.

https://www.academia.edu/37588178/IMPLEMENTASI_PANCASILA_DALAM_PEMBUATA
N_KEBIJAKAN_NEGARA_DALAM_BIDANG_POLITIK_EKONOMI_SOSIAL_BUDAYA_
DAN_HANKAM

https://www.scribd.com/doc/102202816/MAKALAH-IMPLEMENTASI-PANCASILA

11