Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KEGIATAN KELOMPOK

KULIAH KERJA NYATA

DI DESA RAHTAWU KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN DAN S1 FARMASI

TAHUN AKADEMIK 2019/ 2020

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK : 2

1. Fara Triska F (820163032)


2. Fari Arba Ullya (820163033)
3. Cantika Putri D (820163013)
4. Khurimatur R (820163058)
5. Iin Dayana A (F220165031)
6. Lailul Nafisah (F220165033)
7. Novita K (F220165049)
8. Dewi Yuliana (F220165079)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS


Jln. Ganesha I, Purwosari, Kudus 59316, Telp/Fax. 0291-442993/437218
Telepon/Faxsimil : (0291) 437218 E-mail Address : sekretariat@umkudus.ac.id
Web Address : http://www.umkudus.ac.id

1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KELOMPOK KECIL
KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
KUDUS
TAHUN 2019

DESA : RAHTAWU (RW 3)


NOMOR KELOMPOK : KELOMPOK 2
KEGIATAN : PENYULUHAN KESEHATAN DAN PRODUK
TANGGAL PENGESAHAN : 1 NOVEMBER 2019

Ketua Kelompok, Dosen Pembimbing Lapangan,

Fari Arba Ullya Sri Siska Mardiana, M.Kep


NIM : 820163033 NIDN: 0607078701

Mengetahui,

Kepala Desa Rahtawu Ketua Panitia KKN


Universitas Muhammadiyah Kudus

Sugiyono Yulisetyaningrum, S.Kep., Ns. M.Si. Med.


NIDN: 0618048103

2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
karunia-Nya kepada kita semua, sehingga “Laporan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata
(KKN)” ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu tanpa hambatan
apapun.
Laporan ini disusun sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan KKN
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus yang telah dilaksanakan pada
tanggal 14 Oktober 2019 sampai dengan 02 November 2019. Penyusunan laporan
ini dilakukan berdasarkan hasil observasi dan pelaksanaan kegiatan KKN di Desa
Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan KKN merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diselesaikan
dalam suatu jenjang pendidikan di perguruan tinggi, karena kegiatan ini dapat
memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan,
kemampuan, dan kesadaran dalam hidup bermasyarakat. Dengan adanya KKN ini
diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi mahasiswa agar siap ketika masuk
dalam masyarakat.
Terlaksananya kegiatan KKN ini tidak lepas dari adanya bimbingan,
pengarahan, dan bantuan - bantuan dari berbagai pihak. Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan laporan ini, tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak yang telah
memberikan bimbingan, dukungan, bantuan dan nasihat yang sangat bermanfaat
bagi terselesaikannya laporan ini. Maka pada kesempatan ini, dengan kerendahan
hati, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam
penyusunan laporan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Rusnoto, SKM., M.Kes. (Epid) selaku rektor Universitas
Muhammadiyah Kudus, atas bimbingan dan dukungan yang telah diberikan.
2. Ibu Yulisetyaningrum, S.Kep,Ns, M.Si. Med selaku ketua umum pelaksana
KKN Universitas Muhammadiya Kudus, atas bimbingan dan dukungan yang
telah diberikan.
3. Ibu Sri Siska Mardiana, M.Kep selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),
atas nasehat, dukungan, dan bimbingan yang telah diberikan selama Kegiatan
KKN.

3
4. Ibu Noor Cholifah, M.Kes selaku dosen pembimbing laporan, atas bimbingan,
nasehatnya, dan dukungannya yang telah diberikan.
5. Bapak Sugiyono selaku kepala Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten
Kudus yang telah memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan KKN di Desa
Rahtawu.
6. Tokoh - tokoh masyarakat dan warga masyarakat Desa Rahtawu yang telah
bersedia menerima dan membantu kami selama melaksanakan program KKN.
7. Teman - teman kelompok 02 KKN Prodi Farmasi dan Perawat yang mengikuti
KKN terimakasih atas bantuan dan kekompakannya.
8. Tidak lupa juga kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu
pelaksanaan KKN yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan KKN ini masih jauh
dari kata sempurna, oleh karena itu kami berharap adanya kritik dan saran yang
membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak. Aamiin

Kudus, November 2019

Penyusun

4
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... 1

LEMBAR PEGESAHAN ....................................................................................... 2

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 3

DAFTAR ISI ........................................................................................................... 5

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 6

LATAR BELAKANG 6
TUJUAN UMUM 7
TUJUAN KHUSUS 7
MANFAAT 8
BAB II SASARAN DAN METODE .................................................................. 10
SASARAN 10
METODE PENERAPAN 10
PELAKSANAAN KEGIATAN 11
EVALUASI KEGIATAN 11
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 13
HASIL KEGIATAN 13
PEMBAHASAN 13
BAB IV PENUTUP 15
KESIMPULAN 15
SARAN 15
LAMPIRAN 17
DOKUMENTASI 17
SAP SADARI 20

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

5
Program kuliah kerja nyata (KKN) merupakan salah satu program
Universitas Muhammadiyah Kudus sebagai salah satu implementasi Tri
Dharma Perguruan tinggi yaitu pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat
untuk membantu dan membimbing masyarakat dalam memanfaatkan sumber
daya yang diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi masyarakat.
Program ini dilaksanakan dengan menyelaraskan kegiatan riset dan pengabdian
kepada masyarakat dari dosen dan mahasiswa lintas keilmuan serta tetap
membawa nilai-nilai kebersamaan Universitas Muhammadiyah Kudus.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk pendidikan
dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup
ditengah-tengah masyarakat di luar kampus. KKN yang dilaksanakan oleh
Universitas Muhammadiyah Kudus merupakan salah satu bentuk perwujudan
pemberdayaan sumber daya manusia dalam proses pembangunan. Dalam
pelaksanaan KKN saling terjadi interaksi dan komunikasi dalam suatu proses
pembelajaran. Dalam proses pembelajaran tersebut diharapkan mahasiswa
mampu menghubungkan antara konsep - konsep akademis sesuai bidang
keahlian masing-masing mahasiswa dengan realitas kehidupan dalam
masyarakat sasaran.
Bagi mahasiswa, kegiatan KKN haruslah dirasakan sebagai
pengalaman belajar yang baru, yang selanjutnya diharapkan mahasiswa
memiliki pengetahuan, kemampuan dan kesadaran baru tentang masyarakat,
bangsa dan tanah airnya, serta tentang dirinya sendiri yang akan berguna dalam
pengembangan profesinya. Sedangkan bagi masyarakat sasaran, kehadiran
mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang
pembangunan. Hal ini selaras dengan fungsi perguruan tinggi sebagai agen
pembaharu. Oleh karena itu, mahasiswa harus dapat bertindak sebagai jembatan
(komunikator) dalam proses pembangunan dan penerapan IPTEK pada
khususnya.
Kegiatan KKN memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan
Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada
mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa dan

6
masyarakat saling berinteraksi secara sinergis untuk saling menerima, memberi,
dan saling asah, asih, asuh.
KKN Universitas Muhammadiyah Kudus dilaksanakan selama 3
minggu yaitu dimulai tanggal 14 Oktober 2019 - 2 November 2019 di Desa
Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Dimana desa Rahtawu
merupakan Desa yang berbasis perkebunan. Beraneka ragam perkebunan yang
terdapat pada Desa Rahtawu, salah satunya perkebunan kopi yang merupakan
perkebunan terluas di Desa Rahtawu. Potensi Desa Rahtawu tersebut nyatanya
belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat Desa
Rahtawu yang mayoritas berprofesi sebagai petani faktanya masih berada dalam
kondisi kemiskinan. Kondisi kemiskinan ini terlihat dari rendahnya sumber
daya manusia yang tercermin dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat
dan terbatasnya akses lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, di Desa Rahtawu,
tidak hanya para laki - laki saja yang bekerja namun para perempuanpun turut
bekerja sebagai buruh kopi maupun mengolah kebun kopi milik pribadinya
untuk membantu suami mereka dalam mencari nafkah. Padahal, potensi Desa
Rahtawu sebagai Desa berbasis perkebunan memiliki potensi sumber daya alam
yang melimpah. Salah satunya sumber daya alam yang dihasilkan dari
perkebunan kopi, yaitu daun kopi.
Daun kopi hasil pemangkasan banyak yang terbuang begitu saja
sehingga perlu dilaksanakan proses pemanfaatan lebih lanjut. Bagi penikmat
kopi mungkin tidak pernah terpikirkan bahwa selain bijinya, daun kopi ternyata
juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan camilan yaitu kerupuk
daun kopi. Selain memiliki rasa yang tak kalah sedap, daun kopi juga memiliki
banyak manfaat karena memiliki beberapa kandungan yang berguna bagi tubuh
kita. Selain memiliki kandungan antioksidan, pada daun kopi juga terdapat
bahan kimia yang disebut mangiferin. Berdasarkan permasalahan diatas, kami
mencoba melakukan pemberdayaan tentang pemanfaatan limbah daun kopi
menjadi makanan ringan yaitu kerupuk.
Selain memanfaatkan daun kopi sebagai keripik, kami juga
memanfaatkan biji kopi sebagai pengharum ruangan. Karena Penelitian terbaru
memperlihatkan bagaimana minum kopi dan mencium aromanya

7
mempengaruhi protein dan gen pada otak. Penelitian yang diterbitkan oleh
Journal of Agricultural and Food Chemistry Juni 2008 tersebut menunjukkan
bukti bahwa mengirup aroma kopi saja dapat meningkatkan aktivitas gen di
otak. Selain penurun tingkat stress akibat kurang tidur, aroma kopi yang nikmat
juga efektif untuk menghilangkan bau apek ruangan atau mobil.

2. TUJUAN UMUM
a. Mampu mendapatkan pengalaman belajar dengan mengembangkan
kompetensi berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan masyarakat,
yaitu melakukan pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan
tindakan deteksi dini kanker payudara dengan pemaparan materi, responden
mampu mengetahui, memahamai dan mengaplikasikan dalam bentuk
respon positif terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
b. Mampu mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam mengamati,
menganalisis, dan menemukan potensi dan tantangan yang ada di
masyarakat sebagai dasar pembuatan program yang sesuai dengan sumber
daya yang dimiliki yaitu dengan memanfaatkan hasil alam terbesar di Desa
Rahtawu yaitu kopi.

3. TUJUAN KHUSUS
a. Setelah diadakan pendidikan kesehatan, ibu - ibu muslimat Rw 03
memahami pengertian kanker payudara
b. Setelah diadakan pendidikan kesehatan, ibu - ibu muslimat Rw 03 bisa
memahami pencegahan sendiri kanker payudara
c. Setelah diadakan pendidikan kesehatan, ibu - ibu muslimat Rw 03
memahami tanda dan gejala apa saja yang timbul pada kanker payudara
d. Setelah diadakan pendidikan kesehatan, ibu - ibu muslimat Rw 03 mampu
memahami dalam pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
e. Meningkatkan dan membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap
kesehatan terutama kanker payudara.

8
f. Setelah diadakan sosialisasi dan demonstrasi, ibu - ibu Rw 03 mampu
mengaplikasikan kemanfaatan berbagai olahan kopi sebagai produk asli di
Desa Rahtawu.
g. Setelah diadakan sosialisasi dan demonstrasi, ibu - ibu Rw 03 mampu
mengetahui cara pengolahan produk kopi yaitu dibuat keripik daun kopi dan
pengharum biji kopi.
h. Setelah diadakan sosialisasi dan demonstrasi, ibu – ibu Rw 03 mampu
mengetahui manfaat dari daun kopi dan biji kopi.

4. MANFAAT
a. Mahasiswa
Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai kader
pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa optimis terhadap kemajuan
masyarakat karena melalui pengalaman kerja dalam penelaah, perumusan,
dan pemecahan masalah secara langsung akan lebih menumbuhkan sikap
profesionalisme dalam diri mahasiswa dalam arti meningkatkan keahlian
tanggung jawab, atau pun rasa kesejawatan.
b. Institusi Pendidikan
1) Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintergrasian mahasiswa
sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang
dibina di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata
dan pembangunan.
2) Memperoleh berbagai sumber belajar dan menemukan berbagai
masalah untuk pengembangan penelitian.
3) Memperoleh masukan untuk menelaah keadaan nyata dan mendiagnosis
secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu, teknologi, dan seni
yang akan diabadikan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
4) Meningkatkan, memperluas, dan mempererat kerja sama dengan
instansi serta departemen lain melalui rintisan kerja sama mahasiswa
yang melaksanakan KKN.
c. Lahan Praktik

9
Memberikan gambaran tentang status kesehatan serta permasalahan
kesehatan yang ditemukan di lingkungan wilayah RW 03 Desa Rahtawu
Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Serta memberikan gambaran tentang
hasil alam terbesar di Desa Rahtawu dan Sumber Daaya Manusia.

10
BAB II

SASARAN DAN METODE

1. SASARAN
Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang kami lakukan di daerah Desa
Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus terdapat beberapa sasaran,
yaitu :
a. Sasaran sosialisasi deteksi dini dengan menggunakan metode SADARI
adalah perempuan di Desa Rahtawu Kecamatan Gebok Kabupaten Kudus
khusunya kelompok ibu - ibu muslimat Rw 03 Desa Rahtawu.
b. Sasaran sosialisasi dan demonstrasi pembuatan produk dari olahan kopi
(keripik daun kopi dan pengahrum kopi) adalah ibu - ibu rumah tangga
warga Rw 03 Desa Rahtawu.
2. METODE PENERAPAN
Metode penerapan pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Rahtawu ini dilakukan
melalui beberapa karakteristik, antara lain :
a. Gagasan Bersama (Co-Creation)
Pelaksanaan KKN ini didasarkan pada suatu tema dan program yang
merupakan gagasan bersama antara pihak universitas (Dosen Pembimbing,
Mahasiswa, Pusat Studi) dengan pihak pemerintah daerah (Lingkungan,
Desa atau Kecamatan), mitra kerja dan masyarakat setempat.
b. Dana Bersama (Co-financing/Co-funding)
Pendanaan KKN dilaksanakan dengan pendanaan bersama antara
mahasiswa KKN Desa Rahtawu dengan Pihak Universitas Muhammadiyah
Kudus.
c. Keleluasaan (Flexibility)
KKN dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang sesuai
dengan situasi dan kebutuhan pemerintah daerah, mitra kerja dan
masyarakat dalam proses pembangunan di daerah. Mahasiswa dapat
memilih tema dan waktu pelaksanaan KKN.
d. Berkesinambungan (Sustainability)
KKN dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan suatu tema dan
program yang sesuai dengan tempat dan target tertentu.

11
e. Berbasis Riset (Research Based Community Survices)
KKN dilaksanakan sedapat mungkin melalui riset di daerah atau tempat
pelaksanaan KKN agar dapat menghasilkan program - program kerja yang
dapat diterapkan di daerah tersebut.

3. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Kudus yang
diselenggarakan di Desa Rahtawu pada taggal 14 Oktober – 2 November 2019
telah berhasil melaksanakan beberapa program, yaitu :
NO NAMA PROGRAM TANGGAL HASIL
PELAKSANAAN PELAKSANAAN
1. Penyuluhan SADARI 18 Oktober 2019 Sukses
(Periksa Payudara
Sendiri)
2. Demo dan sosialisasi 28 Oktober 2019 Sukses
pembuatan beserta
manfaat keripik
daun kopi yang
merupakan hasil
alam dari Desa
Rahtawu
3. Demo dan sosialisas 28 Oktober 2019 Sukses
pembuatan beserta
manfaat pengahrum
biji kopi yang
merupakan hasil
alam dari Desa
Rahtawu

12
4. METODE PEMBUATAN PRODUK
a. Keripik Daun Kopi
1) Alat dan bahan
No Nama alat Jumlah
1. Baskom 3
2. Wajan 1
3. Kompor 1
4. Panci 1
5. Pisau 2
6. Pengaduk 2
7. Sotel 1
8. Cobek dan ulekan 1
9. Talenan 1
10. Plastik 20

No Nama bahan Jumlah


1. Daun kopi ± 60 lembar
2. Tepung terigu 1 Kg
3. Tepung kanji 0,5 Kg
4. Garam Secukupnya
5. Bawang putih 16 siung
6. Bawang merah 5 siung
7. Ketumbar 2 sdm
8. Penyedap rasa Secukupnya
9. Air Secukupnya
10. Minyak goreng 1 liter

13
2) Cara kerja
a) Cuci daun kopi dengan air mengalir
b) Rendam daun kopi yang telah dicuci dengan air garam
secukupnya
c) Rebus daun kopi sekitar 10 menit
d) Membuat adonan untuk kripik daun kopi, dengan cara:
Campur tepung terigu/tepung gandum 1 kg dengan tepung
kanji 0,5 kg kemudian tambahkan air secukupnya dan aduk
sampai terbentuk adonan
e) Membuat bumbu untuk kripik daun kopi,dengan cara:
Haluskan semua bahan di cobek sampai lembut yaitu bawang
putih 16 siung, bwang merah 6 siung, ketumbar 2 sdm, garam
secukupnya, penyedap rasa secukupnya
f) Campur adonan yang sudah terbentuk dengan bumbu yang sudah
dihaluskan, aduk sampai homogen
g) Masukkan daun kopi kedalam adonan
h) Panaskan wajan yang sudah diberi minyak goreng
i) Goreng dan bolak balik sampai berwarna agak kecoklatan
j) Angkat dan tiriskan agar kripik terpisah dengan minyak.
k) Kemas kedalam plastik klip
b. Pengharum Ruangan Aroma Kopi
1) Alat dan bahan
No Nama alat Jumlah
1. Baskom 1
2. Wajan tanah liat 1
3. Kompor 1
4. Sendok 2
5. Pengaduk kayu 1
8. Plastik klip 25
9. Karung goni 25
10. Nampan 1

14
No Nama bahan Jumlah
1. Biji kopi 0,5 Kg
2. Air Secukupnya

2) Cara Kerja
a) Cuci biji kopi dengan air
b) Panaskan wajan yang terbuat dari tanah liat
c) Masukkan semua biji kopi kedalam wajan yang sudah panas
d) Sangrai biji kopi tersebut sekitar 20 menit dengan cari di bolak balik
dengan pengaduk kayu sampai berwarna coklat kehitaman dan
tercium aroma kopi
e) Dinginkan sekitar 10 menit
f) Masukkan biji kopi yang telah disangrai ke dalam kantong goni
g) Kemas dengan plastik klip agar aroma kopi tahan lama.

5. EVALUASI KEGIATAN

Dalam melaksanakan kegiatan KKN yang berlangsung dalam kurun tiga


minggu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus telah merencanakan
beberapa program kerja dalam berbagai bidang dengan alokasi waktu, dana,
lokasi serta sasaran dan tujuan yang berbeda-beda. Pada saat melaksanakan
program kerja yang telah direncanakan, tim pelaksana menemui beberapa
hambatan antara lain jauhnya jarak dan tidak terdapat tempat untuk mendapatkan
bahan baku, peralatan dan perlengkapan untuk setiap program kerja.

Pelaksanaan program kerja yang dilakukan di desa Rahtawu RW 03 yaitu


interakasi mahasiswa kepada setiap warga di desa Rahtawu khususnya dinilai
kurang.Interaksi tidak mencangkup seluruh warga sehingga banyak warga yang
kurang berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang telah direncanakan oleh
mahasiswa.

Hambatan lain faktor jadwal kegiatan bekerja warga desa yang mana
setiap pagi harus pergi keladang hingga siang hari, membuat kurangnya minat

15
warga untuk mengikuti setiap kegiatan mahasiswa adalah salah satu penghambat
program kerja.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. HASIL KEGIATAN
Hasil kegiatan adalah suatu perubahan yang didapatkan melalui sebuah proses
yang telah di lakukan. Berikut adalah hasil kegiatan yang telah kami lakukan
pada warga masyarakat Rw 03 Desa Rahtawu adalah sebagai berikut :
1) Pembuatan produk olahan kopi
Setelah dilakukan demontrasi pembuatan kripik daun kopi dan pengharum
biji kopi warga RW 03 mengetahui cara pembuatan dan manfaat lain dari
daun kopi yang biasanya dibuang begitu saja sekarang dapat dijadikan
keripik dengan bahan yang mudah dan dijual di warung-warung terdekat.
2) Penyuluhan SADARI
Setelah dilakukan penyuluhan tentang SADARI ibu - ibu muslimat di RW
03, memahami pentingnya SADARI sebagai bentuk pencegahan kanker
payudara secara dini, dengan peragaan cara SADARI yang benar membantu
ibu - ibu muslimat memulai gerakan SADARI secara mandiri.

2. PEMBAHASAN
a. Faktor Pendukung dan Penghambat
1) Faktor Pendukung
Adapun beberpa faktor yang ikut mendukung keberhasilan program
KKN adalah sebagai berikut :
a) Adanya keterbukaan dari perangkat desa serta tokoh masyarakat
untuk memberikan informasi - informasi yang berkaitan dengan
masalah yang dihadapi masyarakat.
b) Adanya partisipasi dari semua lapisan masyarakat, baik dari
perangkat desa, ketua RT/RW, tokoh agama dan ibu - ibu muslimat

16
yang begitu besar sangat antusias dalam menyambut kegiatan yang
kami adakan.
c) Dengan adanya kesiapan dan kematangan program yang kami
lakukan juga menjadi salah satu faktor pendukung kami dalam
melaksanakan KKN ini.
2) Faktor penghambat
Dalam melakukan kegiatan selain mendapatkan faktor pendukung,
kamipun mempunyai hambatan selama kami mengabdi kepada
masyarakat Desa Rahtawu.
a) Harapan yang besar dari masyarakat Rahtawu terhadap kami yang
tidak dapat kami penuhi semua.
b) Dana yang kami miliki tidak mencukupi dalam menjalankan
program kerja kami, sehingga kami harus menambahkan sedikit dari
yang kami punya.
c) Tingkat SDM masyarakat yang rendah membuat beberapa
masyarakat lebih memilih bekerja daripada mengikuti program yang
telah kami buat.
d) Apabila tidak ada teman masyarakat yang ikut warga tersebut tidak
ikut kegiatan yang kami adakan.
b. Tindak lanjut /Kelanjutan Program
Berdasarkan program-program kegiatan yang kami laksanakan selama
Kuliah Kerja Nyata (KKN), ada beberapa program yang dapat ditindaklanjuti
seperti sosialisasi pembuatan Keripik Daun Kopi dan pengaharum dari biji
kopi yang kami lakukan yang mendapatkan respon sangat baik dengan
antusiasme dari warga dan beberapa petani, lebih lagi keterampilan
masyarakat yang sudah kami ajarkan dan sosialisasikan kepada anak - anak
maupun ibu - ibu warga Rw 03 Desa Rahtawu dapat pula ditindaklanjuti
karena yang kami ajarkan juga memanfaatkan dari bahan - bahan yang
dianggap tidak punya manfaat yang pada akhirnya dapat menjadi benda yang
berguna dan dapat menghasilkan uang sebagai usaha sampingan untuk
menambah penghasilan.

17
BAB IV

PENUTUP

1. KESIMPULAN
Dari laporan yang telah disusun oleh peserta KKN dapat disimpulkan sebagai
berikut:
a. Peserta KKN selama bertugas di Desa Rahtawu mendapat sambutan yang
baik dari semua lapisan masyarakat. Dan dapat memberikan motivasi dan
semangat baru bagi warga untuk mencari dan belajar, khususnya belajar
ilmu Kesehatan.
b. Program kerja KKN Universitas Muhammadiyah Kuuds di Desa Rahtawu
mendapat dukungan dan partisipasi yang cukup besar dari semua
masyarakat baik program sektoral maupun program lintas sektoral.
c. Dengan berakhirnya KKN Universitas Muhammadiya Kudus dirasa masih
banyak hal – hal yang perlu perbaikan.

2. SARAN
Saran ini dimaksudkan untuk pengembangan dan peningkatan pelaksanaan
KKN di masa yang akan datang.
a. KKN merupakan bagian pelaksanaan aspek kognitif, aspek afektif, dan
aspek psikomotorik, sehingga diharapkan semua mahasiswa melaksanakan
KKN dengan semangat dan penuh dedikasi yang tinggi dalam rangkadian
masyarakat dan mengembangkan tugas dari Perguruan
b. Kepada Pemerintah Setempat diharapkan pemerintah setempat tidak
berhenti untuk meningkatkan SDM masyarakat di Desa Rahtawu, dan tetap
ikut membantu peserta KKN menjalankan program kerja yang sudah

18
dilaksanakan agar program kerjanya tidak berhenti sampai disitu sehingga
masyarakat di Desa Rahtawu semakin maju.
c. Kepada pihak Perguruan Tinggi diharapkan, tahun mendatang peserta KKN
ada yang di tempatkan kembali di DesaRahtawu agar apa yang telah kami
laksanakan di Desa Rahtawu ada tindak lanjut dan tidak berhenti sampai
disitu saja.
d. Kepada Masyarakat diharapkan masyarakat tetap menerapkan sedikit ilmu
yang sudah kami berikan, dan juga lebih peduli lingkungan sekitar rumah.
e. Kepada Mahasiswa KKN berikutnya diharapkan tahun mendatang dapat
melanjutkan program kerja yang telah kami laksanakan dan memberikan
program-program kerjabaru yang dapat mengatasi masalah didesa Rahtawu
yang dapat meningkatkan SDM didesa tersebut

Demikian saran dari peserta KKN Universitas Muhammadiyah Kudus


Tahun Akademik 2019 yang membangun, bukan untuk mencari kesalahan dan
kekurangan, tetapi semata-mata acuan dan koreksi kepada kami dan semua
pihak yang terkait dalam rangka untuk kemaslahatan, kemajuan, dan
keberhasilan bersama.

19
LAMPIRAN DOKUMENTASI

1. Penyuluhan SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

20
21
2. Sosialisasi Produk Olahan Kopi

22
LAMPIRAN SATUAN ACARA PENYULUHAN SADARI

Pokok Bahasan : SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

Sub Pokok Bahasan : - Pengertian kanker payudara,


- Gejala-gejala kanker payudara,
- Faktor resiko kanker payudara,
- Pengertian SADARI,
- Tujuan SADARI,
- Manfaat SADARI,
- Aturan SADARI,
- Prosedur atau teknik SADARI

23
Sasaran : Ibu - ibu muslimat Rw 03 Desa Rahtawu

Hari/Tanggal : Jumat/18 oktober 2019

Waktu/Tempat : 60 Menit / TPQ RW 3

Penyuluh : Kelompok 2

I. PENDAHULUAN
Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara.
Berdasarkan data dari badan Registrasi Kanker Perhimpunan Dokter Spesialis
Patologi Indonesia (IAPI) dan yayasan Kanker Indonesia (YKI), kanker
payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia dengan
frekuensi relatf' sebesar 18,6%. Prevalensi yang semakin meningkat
menyebabkan perlunya pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini,
dan pengobatan agar pelayanan penderita dapat dijalankan dengan optimal.
Faktor risiko dari kanker payudara, meliputi jenis kelamin wanita, usia lebih
dari 50 tahun, adanya riwayat keluarga penderita kanker payudara, riwayat

24
menstruasi dini (<12 tahun), obesitas, riwayat reproduksi (tidak memiliki anak
atau tidak menyusui), dan faktor lingkungan.
Skrining kanker payudara adalah suatu metode untuk menemukan
seseorang atau kelompok orang yang terdeteksi mempunyai kelainan pada
payudaranya. Skrining kanker payudara diperlukan, sehingga memungkinkan
penderita segera terdiagnosis sehingga pengobatan menjadi lebih efektif.
Skrining untuk deteksi kanker payudara terdapat tiga tindakan, yaitu periksa
payudara sendiri (SADARI), periksa payudara klinis (SADANIS), dan
mamografi skrining.
SADARI merupakan pemeriksaan yang mudah, murah, dan dapat
dilakukan sendiri oleh setiap individu secara berkala minimal satu kali per
bulan. SADARI memiliki beberapa teknik pemeriksaan yang mudah untuk
dipraktikan oleh setiap individu. SADANIS merupakan pemeriksaan payudara
yang dilakukan oleh dokter atau petugas yang terlatih, sedangkan mammografi
adalah pencitraan menggunakan sinar X pada jaringan payudara yang
dikompresi. Mammografi ditujukan untuk wanita lebih dari 35 tahun. Namun,
dikarenakan payudara orang Indonesia lebih padat, disarankan untuk dilakukan
pemeriksaan pada usia lebih dari 40 tahun. Adapaun cara melakukan
pemeriksaan sadari yaitu terdapat 5 langkah dengan menghadap kearah cermin
:
1. Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan
apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting
payudara.
2. Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat - kuat untuk mengencangkan
otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan
sebaliknya.
3. Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah.
Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada
payudara.
4. Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan
kedua payudara anda, termasuk di bagian bawah.

25
5. Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting anda. Tempatkan
jempol dan jari telunjuk anda di sekitar putting, lalu tekan perlahan, dan
perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.
II. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluha diharapkan para wanita dapat
melakukan deteksi dini kanker payudara dengan SADARI.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan para wanita dapat menjelaska tentang:
a. Pengertian kanker payudara
b. Gejala-gejala kanker payudara
c. Faktor resiko kanker payudara
d. Pengertian SADARI
e. Tujuan SADARI
f. Manfaat SADARI
g. Aturan SADARI
h. Prosedur atau teknik SADARI
III. SASARAN
Ibu - ibu muslimat Rw 03 desa Rahtawu
IV. METODE
Ceramah dan Tanya Jawab
V. MATERI
(Terlampir)
VI. MEDIA
Leaflet
VII. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
No Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Peserta
1. Pembukaan 5 - Menjawab salam
- Memberi salam menit - Mendengarkan dan
- Memperkenalkan diri, memperhatikan
menjelaskan tujuan - Menjawab
penyuluhan pertanyaan

26
- Mengkaji pengetahuan
ibu-ibu muslimat rw.03
desa rahtawu
2. Penyajian 45 - Mendengarkan dan
- Memberi materi tentang menit memperhatikan
Pengertian kanker - Mempraktekan teknik
SADARI
payudara, Gejala-gejala
kanker payudara, Factor
resiko kanker payudara,
Pengertian SADARI,
Tujuan SADARI, Manfaat
SADARI, Aturan
SADARI, Prosedur/teknik
SADARI
- Penyuluh mencontohkan
teknik SADARI
- Memberikan sesi untuk
bertanya
3. Penutup 10 - Mengajukan pertanyaan
- Meminta peserta untuk menit - Menjawab pertanyaan
menjelaskan kembali materi yang di berikan oleh
yang telah di berikan penyuluh
dengan singkat. - Mempraktekan teknik
- Meminta peserta untuk SADARI
mempraktikkan teknik - Membalas salam
SADARI
- Menyimpulkan hasil
penyuluhan
- Menutup acara, dengan
salam penutup

VIII. SETTING TEMPAT


A A A A A

B B B B B
M M M M M A
en B
en B
en B
en en
cu M
cu M
cu M
cu cu
B B A
ci en
ci M en
ci en
ci ci
M cu cu cu
tan en tan tan tan tan
ga ci en
ga ci
ga ci
ga ga27
cu tan cu tan tan
n ci n ci n n n
me ga
me ga
me ga
me me
tan n tan n n
ru ru ru ru ru
Ket :
A : Penyuluh

B : Peserta
M
en
IX. EVALUASI
cu
Evaluasi
ci Hasil
tan
a. Stuktur
ga
n Peserta hadir ditempat penyuluhan
me Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di TPQ RW 3
ru
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
pa
ka (SAP,leaflet)
n
b. Proses
hal
ya Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
ng Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
pal Peserta mengajukan pertanyaan dan mahsiswa menjawab dengan benar
in
c. Hasil
g
se Para peserta mengerti penjelasan yang diberikan
de
rh
Daftar Pertanyaan
an Untuk Evaluasi
a
1. Apa pengertian SADARI ?
dil
Periksa
ak payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah usaha atau
cara uk
pemeriksaan payudara yang secara teratur dan sistematik dilakukan oleh
an
wanita itu sendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari program
set
screening
iap atau deteksi dini.
in
2. Bagaimana teknik SADARI?
di
Cuci vitangan dengan sabun dan air mengalir dengan metode tujuh langkah,
du
Tanggalkan seluruh pakaian bagian atas, Atur posisi dan berdiri di depan cermin
de
dengan dada terbuka bahu tegak dengan kedua tangan tergantung lepas.,
ng
Perhatikan
an dengan teliti kedua payudara bagian kanan dan kiri simetris, apakah
tuj membesar atau mengeras, apakah arah putingnya lurus ke depan atau
bentuknya
ua
berubahn arah, apakah putingnya tertarik ke dalam, apakah kulit putingnya ada
hi
du
p 28
se
hat
,
yang lecet, apakah kulitnya nampak kemerahan/kebiruan/kehitaman, apakah
permukaan kulitnya tampak adanya kerutan atau cekungan, apakah kulitnya
menebal seperti kulit jeruk. Jika ditemukan hal-hal di atas, berarti itu tanda
abnormal, Angkat kedua lengan lurus ke atas, dan perhatikan apakah ada tarikan
pada kulit atau tidak, Lihat payudara dari berbagai sudut, Berbaring di tempat
tidur untuk memeriksa payudara satu demi satu. Untuk memeriksa payudara
kiri, letakkan sebuah bantal tipis di bawah bahu kiri sedang lengan kiri
direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.
Periksa payudara kiri dengan menggunakan tangan kanan dan kemudian
payudara kanan dengan menggunakan tangan kiri, Periksa dengan
menggunakan beberapa jari tangan yang dirapatkan, datar dan bersamaan
dengan sentuhan halus. Gunakan ketiga jari tangan kanan yang saling
dirapatkan untuk meraba payudara, Rabaan dilakukan dengan gerakna memutar
(seperti membuat lingkaran kecil-kecil), mulai dari tepi payudara hingga ke
puting susu, Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya dan lakukan lagi
gerakan memutar dari tepi payudara sampai puting susu. Lakukan terus secara
berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan
gerakan, boleh menggunakan lotion atau sabun sebagai pelicin, Setelah itu
lakukan gerakan memutar dari puting susu, melingkar semakin lebar ke arah
tepi payudara atau secara vertikal ke bawah dan ke atas mulai dari tepi paling
kiri hingga ke tepi paling kanan. Yang penting seluruh area payudara harus
tuntas teraba, tak ada yang terlewatkan. Perlu diperhatikan bahwa masing-
masing gerakan memutar harus dilakukan dengan kekuatan tekanan yang
berbeda-beda. Setidaknya dengan tiga macam tekanan. Pertama-tama dilakukan
dengan tekanan ringan untuk meraba adanya benjolan di dekat permukaan kulit,
yang kedua dengan tekanan sedang untuk meraba adanya benjolan di tengah-
tengah jaringan payudara, yang ketiga dengan tekanan yang cukup kuat untuk
merasakan adanya benjolan di dasar payudara, dekat dengan tulang dada/iga,
Setelah selesai dengan payudara kiri, pindahkan posisi bantal dan lengan,
lakukan pemeriksaan pada payudara kanan dengan menggunakan keempat jari
tangan kiri, Raba seperempat payudara sebelah luar, letakkan tangan kanan
lurus ke bawah dan raba payudara dengan tangan kiri, lakukan bergantian dan

29
perhatikan dengan teliti ada tidaknya benjolan, Setelah itu raba ketiak dan area
di sekitar payudara untuk mengetahui adanya benjolan yang diduga suatu anak
sebar kanker, setelah selesai, berdiri, Kenakan pakaian kembali, Cuci tangan
dengan sabun dan air mengalir dengan metode tujuh langkah.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hasan. 2009. Action Research: Desain Penelitian Integratif Untuk Mengatasi


2. Komite Penanggulangan Kanker Nasional. 2016. Panduan Penatalaksanaan
Kanker Payudara. Kemenkes RI: Jakarta.
Permasalahan Masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4 (8): 177-187.
3. Seo, Han-Seok. 2008. Effects of Coffee Bean Aroma on the Rat Brain Stressed
by Sleep Deprivation: A Selected Transcript- and 2D Gel-Based Proteome
Analysis. Journal of Agricultural and Food Chemistry. Hlm 4665-4673

30
MATERI
SADARI (PERIKSA PAYUDARA SENDIRI)

A. Pengertian Kanker Payudara


Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar,
saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara tidak termasuk kulit
payudara. Di Indonesia problem kanker payudara menjadi lebih besar lagi
karena lebih dari 70% penderita datang ke dokter pada stadium yang sudah
lanjut, maka dari itu permasalahan mengenai kanker payudara memang
membutuhkan perhatian khusus.
B. Gejala - gejala Kanker payudara
a. Payudara asimetris
b. Perubahan bentuk dan besarnya payudara
c. Adanya benjolan di payudara

31
d. Nyeri pada payudara
e. Kulit pada payudara menebal
f. Kulit puting susu dan aerolla melekuk ke dalam atau berkerut
g. Adanya luka atau borok yang tidak sembuh
h. Keluar cairan yang tidak normal dari putting susu, cairan dapat berupa
nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada wanita yang tidak hamil
dan menyusui
C. Faktor resiko Kanker Payudara
 Faktor dari dalam :
a. Wanita usia di atas 30 tahun
b. Wanita yang sudah menikah
c. Wanita yang menikah tapi tidak mempunyai anak
d. Tidak pernah menyusui anak
e. Mengalami trauma yang berulang kali pada payudara
f. Mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit kanker
g. Menstruasi pada usia yang sangat muda
h. Menopause terlambat
i. Wanita yang mempunyai gangguan jiwa (misalnya stres berat)
j. Menderita lesi fibrokistik yang berat
 Faktor dari luar :
a. Pola makan tidak baik dimana terlalu banyak mengkonsumsi lemak
b. Paparan sinar radio aktif
c. Terpapar polusi
d. Mengkonsumsi obat yang mengandung estrogen jangka panjang (pil
KB, Hormone Replacement Therapy)
e. Mengkonsumsi alkohol
f. Merokok
D. Pengertian SADARI
Periksa payudara sendiri atau yang biasa disingkat SADARI, adalah usaha
atau cara pemeriksaan payudara yang secara teratur dan sistematik dilakukan
oleh wanita itu sendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari program
screening atau deteksi dini.

32
E. Tujuan SADARI
Dapat mendeteksi ketidaknormalan atau perubahan yang terjadi pada
payudara.
F. Manfaat SADARI
Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan SADARI wanita semakin
waspada dan mampu mendeteksi secara dini adanya kelainan pada
payudaranya. Sehingga ketika didapatkan kelainan pada payudaranya,
pemeriksaan bisa segera dilakukan, pengobatan yang dibutuhkan bisa segera
diberikan, dan tingkat kesembuhan bisa lebih cepat dicapai.
G. Aturan SADARI
Semua wanita di atas usia 20 tahun sebaiknya melakukan sadari setiap
bulan dan segera periksakan diri ke dokter bila ditemukan benjolan.
Pemeriksaan sadari sangat penting dianjurkan kepada masyarakat karena
hampir 86% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.
a. SADARI dilakukan setiap bulan secara teratur pada hari pertama setelah
haid, saat payudara mengendor, sehingga jika ada benjolan-benjolan dapat
diraba dengan mudah.
b. Jika wanita sudah tidak lagi mendapat haid, sebaiknya menentukan satu hari
tertentu untuk pemeriksaan, misalnya setiap tanggal satu setiap bulan.
c. SADARI juga harus dilakukan pada wanita hamil dan wanita yang telah
mengalami rekonstruksi payudara.
d. Ketika melakukan SADARI, fokus perhatian adalah ukuran, bentuk, kontur,
warna payudara dan putting, serta deteksi adanya benjolan, retraksi kulit,
warna, dan cairan abnormal pada payudara.
H. Prosedur/Teknik SADARI
Posisi Berdiri
a. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan metode tujuh langkah
b. Tanggalkan seluruh pakaian bagian atas
c. Atur posisi dan berdiri di depan cermin dengan dada terbuka bahu tegak
dengan kedua tangan tergantung lepas.
d. Perhatikan dengan teliti kedua payudara bagian kanan dan kiri simetris,
apakah bentuknya membesar atau mengeras, apakah arah putingnya lurus

33
ke depan atau berubah arah, apakah putingnya tertarik ke dalam, apakah
kulit putingnya ada yang lecet, apakah kulitnya nampak
kemerahan/kebiruan/kehitaman, apakah permukaan kulitnya tampak
adanya kerutan atau cekungan, apakah kulitnya menebal seperti kulit jeruk.
Jika ditemukan hal-hal di atas, berarti itu tanda abnormal.
e. Angkat kedua lengan lurus ke atas, dan perhatikan apakah ada tarikan pada
kulit atau tidak.
f. Lihat payudara dari berbagai sudut.
g. Berbaring di tempat tidur untuk memeriksa payudara satu demi satu. Untuk
memeriksa payudara kiri, letakkan sebuah bantal tipis di bawah bahu kiri
sedang lengan kiri direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan
di bawah kepala. Periksa payudara kiri dengan menggunakan tangan kanan
dan kemudian payudara kanan dengan menggunakan tangan kiri.
h. Periksa dengan menggunakan beberapa jari tangan yang dirapatkan, datar
dan bersamaan dengan sentuhan halus. Gunakan ketiga jari tangan kanan
yang saling dirapatkan untuk meraba payudara.
i. Rabaan dilakukan dengan gerakna memutar (seperti membuat lingkaran
kecil-kecil), mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu.
j. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya dan lakukan lagi gerakan
memutar dari tepi payudara sampai puting susu. Lakukan terus secara
berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan
gerakan, boleh menggunakan lotion atau sabun sebagai pelicin.
k. Setelah itu lakukan gerakan memutar dari puting susu, melingkar semakin
lebar ke arah tepi payudara atau secara vertikal ke bawah dan ke atas mulai
dari tepi paling kiri hingga ke tepi paling kanan. Yang penting seluruh area
payudara harus tuntas teraba, tak ada yang terlewatkan. Perlu diperhatikan
bahwa masing-masing gerakan memutar harus dilakukan dengan kekuatan
tekanan yang berbeda-beda. Setidaknya dengan tiga macam tekanan.
Pertama-tama dilakukan dengan tekanan ringan untuk meraba adanya
benjolan di dekat permukaan kulit, yang kedua dengan tekanan sedang
untuk meraba adanya benjolan di tengah-tengah jaringan payudara, yang

34
ketiga dengan tekanan yang cukup kuat untuk merasakan adanya benjolan
di dasar payudara, dekat dengan tulang dada/iga.
l. Setelah selesai dengan payudara kiri, pindahkan posisi bantal dan lengan,
lakukan pemeriksaan pada payudara kanan dengan menggunakan keempat
jari tangan kiri.
m. Raba seperempat payudara sebelah luar, letakkan tangan kanan lurus ke
bawah dan raba payudara dengan tangan kiri, lakukan bergantian dan
perhatikan dengan teliti ada tidaknya benjolan.
n. Setelah itu raba ketiak dan area di sekitar payudara untuk mengetahui
adanya benjolan yang diduga suatu anak sebar kanker, setelah selesai,
berdiri.
o. Kenakan pakaian kembali
p. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan metode tujuh langkah.

35