Anda di halaman 1dari 26

Kerajinan Bahan Keras : Contoh, Tahap Pembuatan, Teknik Pembuatan dan Pengertian

By Guru AnggaPosted on June 23, 2019

MateriBelajar.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang pengertia kerajinan bahan keras beserta tahap
dan contoh dalam pembuatanya, termasuk bahan-bahan pembuatanya. Untuk lebih jelasnya sima
pembahasan di bawah ini

kerajinan bahan keras

Daftar Menu Artikel

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

1. Kerajinan Bahan Keras Alami

2. Kerajinan Bahan Keras Buatan

Contoh kerajinan bahan keras

Tahap Membuat Kerajinan Bahan Keras

Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Keras

Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Contoh Kerajinan Bahan Keras

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras merupakan suatu kerajinan yang tahap pembuatannya memakai bahan yang
bersifat keras.

Kerajinan bahan keras dibedakan menjadi 2 :


1. Kerajinan Bahan Keras Alami

Kerajinan bahan keras alami merupaka suatu kerajinan yang terbuat dari bahan baku pembuatannya
yang berasal dari alam ataupun mengalami pengolahan tidak mengakibatkan perubahan wujud benda
itu. Bahan Keras Alami amat mudah didapatkan dan relatif murah sebab beberapa bahan bisa diambil
langsung di sekitar kita.

Contohnya yaitu :

Kayu

Tulang

Biji – Bijian

Bambu

Batu

Pasir

Kerang

Rotan

2. Kerajinan Bahan Keras Buatan

Berbeda dengan kerajinan bahan keras yang alami, kerajinan bahan keras buatan yaitu kerajinan suatu
yang bahannya sudah mengalami pengolahan kembali.

Contoh kerajinan bahan keras buatan :

Besi

Kaca

Kaleng
Kawat

Logam ( Tembaga, Kuningan, Perak, Emas dan Alumunium )

Semen

Timah

Contoh kerajinan bahan keras

Berikut adalah beberapa contoh kerajinan yana terbuat dari bahan keras

Lemari rotan

Patung yang di cetak

Kursi kayu jati

Kalung dari bahan Kerang

Bingkai Foto

Cincin Emas

Gong

Angklung

Uang Logam

Meja

Tahap Membuat Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan dari bahan keras dengan contoh kayu kereta

Pada tahap pembuatannya kerajinan bahan keras tak begitu berbeda dengan kerajinan yang berbahan
lunak, haya berbeda cara pengerjaannya saja, berikut tahapannya :

contoh kerajinan bahan keras

contoh kerajinan bahan keras

a. Membuat rancangan
Rancangan merupakan hal paling utama yang dilakukan setelah mendapatkan ide untuk membuat suatu
kerajinan dari bahan lunak, rancangan yang bagus biasanya mapu menghasilkan yang bagus. Rancangan
umumnya dibuat di suatu kertas lalu menggambarnya.

b. Siapkan alat dan bahan

Setelah di buat rancangan dibuat tahap selanjutnya yaitu menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan di
utamakan mempunyai kualitas yang bagus hingga akan mendapatkan hasil yang baik.

c. Membuat benda sesuai rancangan

Kemumdian siap dimulai dengan proses pembuatan, buatlah sebuah bagian dasar terlebih dahulu dari
suatu kerajinan hingga dengan mudah dibentuk dan mempercepat proses pembuatan.

d. Tahap penyelesaian

Tahap akhir membuat suatu kerajinan yaitu dengan merapikan dan memberi hiasan atau beberapa
tambahan lain misalnya mengecat da menghaluskan hingga meningkatkan kualitas kerajinan tersebut.

Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Keras

Berikut adalah beberapa teknik yang umum digunakan dalam membuat kerajinan bahan keras

1. Pengertian Teknik Cetak

2. Pengertian Teknik Patri.

3. Pengertian Teknik Grafir.

4. Pengertian Teknik Menganyam.

5. Pengertian Teknik Bubut.

6. Pengertian Teknik Las.

7. Pengertian Teknik Ukir.

8. Pengertian Teknik Etsa.


Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Fungsi kerajinan bahan keras dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

· Sebagai benda pakai

Karya kerajinan diciptakan dan mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahan sebagai sebuah
pendukung.

Misalnya : lemari, rak buku, meja, kursi, dan lain sebagainya.

· Sebagai benda hias

Karya kerajinan yang di buat sebagai benda untuk pajangan ataupun hiasan, fungsi ini lebih
mengutamakan aspek keindahan daripada aspek kegunaan dan fungsinya. Misalnya : bingkai, patung,
hiasan dinding, gantungan kunci, dan lain-lain.

Contoh Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Logam

Kerajinan yang memakai bahan logam seperti misalnya besi, perunggu, emas, perak, dan lain-lain.
Teknik yang dipakai umumnya memakai sistem cor, ukir, tempa ataupun dicetak sesuai dengan bentuk
yang diinginkan. Contoh kerajinan logam yang umum adalah gelas, kap lampu, perhiasan, wadah
serbaguna. Logam mempunyai sifat keras, hingga pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah,
seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa

Kerajinan Kayu

Karya kerajinan terbuat dari bahan kayu yang dikerjakan juga dibentuk dengan tatah ukir. Kerajinan
ukiran lebih banyak memakai bahan baku kayu sebagai bahan utamanya. Kayu yang biasanya dipakai
adalah kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain. Contoh karya kerajinan dari kayu yaitu meja,
kursi, lemari, dan lain-lain.

Kerajinan Bambu

Beberapa teknik dalam tahap pembuatan kerajinan bambu yaitu teknik anyaman dan teknik tempel dan
juga sambung. Anyaman Indonesia sudah sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai macam motif
dan bentuk yang menarik.
Sfsf

Kerajinan Bahan Keras, Contoh dan Tahap Pembuatannya


PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

Kerajinan Bahan Keras, Contoh dan Tahap Pembuatannya -- Dalam kehidupan sehari - hari banyak
barang di sekitar kita, mulai yang kecil hingga besar. Tahukah kita bahwa benda - benda seperti biji
- bijian, kayu bekas bahkan benda lain yang tidak berharga dengan kreatifitas kita, benda yang
tadinya tidak berguna bisa memiliki nilai seni bahkan nilai jual.

Kerajinan bahan keras adalah kerajinan yang dalam tahap pembuatannya menggunakan bahan
yang bersifat keras. Kerajinan bahan keras juga dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Kerajinan Bahan Keras Alami

Kerajinan bahan keras alami adalah kerajinan yang bahan baku pembuatannya masih berasal dari
alam atau mengalami pengolahan tanpa mengakibatkan perubahan wujud benda itu. Bahan Keras
Alami mudah didapatkan dan relatif murah karena beberapa bahan bisa kita ambil langsung di
sekitar kita.

Contohnya yaitu :
 Kayu
 Biji - Bijian
 Bambu
 Batu
 Kerang
 Tulang
 Rotan
 Pasir

2. Kerajinan Bahan Keras Buatan

Berbeda dengan kerajinan bahan keras alami, kerajinan bahan keras buatan adalah kerajinan yang
bahannya telah mengalami pengolahan kembali. Contoh kerajinan bahan keras buatan :
 Kaca
 Kaleng
 Logam ( Tembaga, Perak, Kuningan, Emas dan Alumunium )
 Semen
 Kawat
 Timah
 Besi

Berikut contoh kerajinan bahan keras :

- Lemari rotan - Patung


- Kursi jati - Kalung dari Kerang
- Bingkai Foto - Cincin Emas
- Gong - Angklung
- Uang Logam - Meja

Dalam tahap pembuatannya kerajinan bahan keras tidak begitu berbeda dengan kerajinan bahan
lunak, cuman berbeda cara pengerjaannya saja, berikut tahapannya :

Tahap Membuat Kerajinan Bahan Keras


a. Membuat rancangan
Rancangan adalah hal awal yang kita lakukan setelah mendapat ide untuk membuat suatu kerajinan
dari bahan lunak, rancangan yang bagus biasanya akan menghasilkan yang bagus. Rancangan
biasanya dibuat di suatu kertas lalu kita menggambarnya.

b. Menyiapkan alat dan bahan


Setelah rancangan dibuat tahap selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan di
utamakan memiliki kualitas yang bagus sehingga akan mendapat hasil yang baik.

c. Membuat benda sesuai rancangan


Setelah semua siap kita mulai dengan proses pembuatan, buatlah sebuah bagian dasar terlebih dari
suatu kerajinan sehingga akan mudah dibentuk dan mempercepat proses pembuatan.

d. Tahap penyelesaian
Tahap akhir setelah kita membuat suatu kerajinan adalah salah satunya dengan merapikan atau
memberi hiasan atau beberapa tambahan lain sehingga meningkatkan kualitas kerajinan tersebut.

Itulah ulasan mengenai Kerajinan Bahan Keras, Contoh dan Tahap Pembuatannya. Semoga
bermanfaat

Rawrawr

Aneka Produk Kerajinan Bahan Keras, Teknik, dan ContohnyaBY DAWAN ON 05/14/2019 NO
COMMENTS

Kerajinan bahan keras juga merupakan salah satu kerajinan yang dapat mendatangkan pundi-pundi
pendapatan. Tak sedikit pengusaha kerajinan ini yang merambah ke luar negeri sebagai pangsa
pasarnya. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai pengertian, teknik, cara membuat
hingga beragam contoh produk kerajinan bahan keras alami maupun buatan.
Daftar Isi

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Bahan Keras Alami

Contoh Kerajinan Bahan Keras Alami

Bahan Keras Buatan

Contoh Kerajinan Bahan Keras Buatan

Teknik Membuat Kerajinan Bahan Keras

Teknik Cor (Cetak Tuang)

Teknik Etsa

Teknik Ukir

Teknik Ukir Tekan

Teknik Bubut

Teknik Anyam

Cara Membuat Kerajinan Bahan Keras

Membuat Rancangan

Menyiapkan Alat dan Bahan

Membuat Benda sesuai dengan Rancangan

Tahap Penyelesaian

Contoh Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Logam

Kerajinan Kayu

Kerajinan Bambu

Kerajinan Rotan

Kerajinan Batu

Kerajinan Kaca Serat (Fiberglass)


Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Benda Pakai

Benda Hias

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan dari bahan keras merupakan sebuah produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar
bersifat keras. Di antara kerajinan bahan keras di Nusantara, ada kerajinan yang tetap mempertahankan
bentuk dan ragam hias tradisionalnya, namun ada pula yang telah mendapat inovasi sesuai dengan
tuntutan pasar.

Berdasarkan bahan yang digunakan kerajinan bahan keras ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, antara
lain :

Bahan Keras Alami

kerajinan bahan keras alamiKerajinan bahan keras alami adalah kerajinan yang dalam tahap
pembuatannya menggunakan bahan baku berasal dari alam atau mengalami pengolahan namun tidak
menyebabkan perubahan wujud benda bahan tersebut.

Bahan keras alami ini mudah didapatkan dan harga yang terjangkau karena pada beberapa bahan bisa
kita peroleh langsung di sekitar kita.

Contoh Kerajinan Bahan Keras Alami

Kayu

Biji-bijian

Bambu

Batu

Kerang
Tulang

Rotan

Pasir

Bahan Keras Buatan

kerajinan bahan keras buatanSementara kerajinan bahan keras buatan adalah kerajinan yang bahan
dasarnya telah mengalami pengolahan kembali. Bahan-bahan ini diolah menjadi keras sehingga dapat
digunakan untuk membuat bahan-bahan kerajinan.

Contoh Kerajinan Bahan Keras Buatan

Kaca

Kaleng

Logam (Tembaga, Perak, Kuningan, Emas dan Alumunium)

Semen

Kawat

Timah

Besi

Teknik Membuat Kerajinan Bahan Keras

teknik membuat kerajinanAda beberapa teknik yang digunakan untuk membuat kerajinan bahan keras,
antara lain yaitu :

Teknik Cor (Cetak Tuang)

Bangsa Indonesia mulai mengenal teknik pengolahan perunggu ketika kebudayaaan perunggu mulai
masuk ke Indonesia, termasuk dengan teknik cor ini. Ada beberapa produk kerajinan dari bahan
perunggu kala itu seperti gendering, perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan.

Ada dua macam yang digunakan dengan menggunakan teknik cor yaitu :
Teknik Tuang Berulang (Bivalve)

Bi = dua dan Valve = kepingan. Teknik ini menuang berulang kali yaitu dengan menggunakan dua keping
cetakan yang terbuat dari batu dan dapat digunakan berulang kali sesuai dengan kebutuhan.

Cetakan yang dibuat untuk teknik tuang ini dapat dipakai kembali setelah digunakan. Teknik Bivalve
digunakan untuk mencetak benda yang sederhana, baik bentuk maupun hiasannya seperti wadah dan
barang simpel lainnya.

Teknik Tuang Sekali Pakai ( A Cire Perdue)

Teknik tuang sekali pakai hanya khusus dibuat pada benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih
rumit, seperti arca dan patung perunggu. Untuk menggunakan teknik ini, haruslah membuat model dari
tanah terlebih dahulu. Kemudian model tersebut dilapisi lilin, dan ditutup lagi dengan tanah liat, lalu
dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga.

Tuangkan perunggu ke dalam rongga tersebut. Cetakan tanah liat dapat dipecah setelah dingin sehingga
diperoleh benda perunggu yang diinginkan. Teknik sekali pakai ini hanya berguna untuk sekali
pemaikaian.

Teknik Etsa

Kata Etsa berasal dari Jerman yang berarti memakan, berkorosi, atau berkarat. Teknik etsa berarti
merendam bahan-bahan logam dalam larutan etsa (larutan asam).

Berikan lapisan dengan bahan penolak asam pada bagian yang tidak ingin tertetsa oleh pengikisan
larutan asam ini. Sedangkan bagian yang ingin dietsa sesuai dengan desain biarkan kondisi terbuka agar
terkena pengikisan asam. Jenis logam yang akan dietsa juga sangat mempengaruhi terhadap beberapa
larutan dan bahan kimia yang secara terpisah menggigit dan melarutkannya.

Larutan asam ini terdiri atas larutan asam organik, asam mineral anorganik maupun campuran dari
keduanya. Pada sebagian larutan asam mempunyai daya kikis yang sangat baik untuk logam-logam
tertentu. Sementara pada beberapa asam lainnya hanya sedikit sekali bahkan terkadang tidak ada
pengaruh sama sekali.

Sukses tidaknya mengetsa sangat tergantung pada pengaturan dan pengawasan yang sangat teliti pada
kekuatan larutan asam pengetsa. Seperti :

Penerapan bahan penolak asam pada logamnya.

Cara dan ketrampilan dalam membuat desain agar tetap terbuka melalui penggunaan resist (bahan
pelindung).

Pengawasan akan perhitungan waktu untuk pengukuran dan pengikisan asam, agar gambar etsa muncul
di permukaan logam dengan derajat keteraturan dan kedalaman yang dinginkan.

Teknik Ukir

Teknik ini dalam tahap penggunaannya melalui proses pencukilan sehingga membentuk cekungan atau
cembungan dan menyusu suatu pola tertentu. Teknik ukir sendiri sudah dikenal sejak zaman Batu Muda,
di Indonesia. Kala itu sudah banyak peralatan yang dibuat dari batu, seperti perkakas rumah tangga dan
benda-benda dari gerabah.

Pada umumnya benda-benda tersebut diberi ukiran geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis,
swastika, ziq zaq dan segitiga. Selain berfungsi sebagai hiasan, ukiran tersebut juga mengandung
simbolis dan religius.

Berdasarkan dari jenisnya, teknik ukir ini ada beberapa jenis : ukiran tembus, ukiran rendah, ukiran
tinggi, dan ukuran utuh.

Teknik Ukir Tekan

Teknik ukir tekan adalah teknik membuat hiasan di atas permukaan plat logam tipis dengan ketebalan
sekitar 0,2 mm untuk plat logam kuningan dan sampai dengan 0,4 mm untuk plat logam tembaga.
Alat yang sering digunakan untuk ukir tekan ini dibuat dari bahan tanduk sapi atau kerbau, yang telah
dibentuk sesuai dengan kebutuhan ukir tekan. Jika tanduk tidak dapat ditemukan, dapat juga
menggunakan bambu ataupun kayu. Cara penggunaan alat ukir tekan ini dengan menekan permukaan
benda kerja mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah ditentukan.

Teknik Bubut

Dalam teknik ini dibutuhkan alat pahat bubut yang berfungsi untuk mengiris, menyayat/mengaruk dan
membentuk benda. Teknik bubut ini akan menghasilkan sebuah karya kerajinan yang simetris, bulat dan
rapi.

Contoh karya kerajinan dengan teknik bubut adalah asbak kayu, vas bunga dari kayu, dan benda-benda
mainan.

Teknik Anyam

Teknik anyam merupakan teknik kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan
menumpangtindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman. Teknik
anyaman ini menggunakan bahan keras antara lain : bambu, rotan dan plastik.

Cara Membuat Kerajinan Bahan Keras

Beberapa langkah untuk membuat suatu karya dari kerajinan bahan keras :

Membuat Rancangan

Langkah pertama adalah membuat rancangan objek atau karya yang akan kita buat. Rancangan yang
bagus dan detail biasanya juga akan menghasilkan karya yang bagus. Rancangan atau sketsa ini biasanya
digambar di suatu kertas dengan sedetail mungkin.

Menyiapkan Alat dan Bahan

Selanjutnya adalah persiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Alat dan bahan dengan kualitas
yang bagus akan mendapat hasil yang maksimal juga.
Membuat Benda sesuai dengan Rancangan

Setelah semuanya siap, barulah kita mulai membuat karya. Buatlah sebuah bagian dasar terlebih dahulu
dari suatu kerajinan sehingga akan mudah dibentuk dan mempercepat proses pembuatan.

Tahap Penyelesaian

Tahap finishing ini dengan merapikan, menghaluskan atau memberi hiasan dan beberapa tambahan lain
sehingga meningkatkan kualitas kerajinan tersebut.

Contoh Kerajinan Bahan Keras

Contoh produk yang dihasilkan dari kerajinan bahan keras ini sangat beraneka ragam. Berikut ini adalah
beberapa contohnya :

Kerajinan Logam

kerajinan bahan keras logam 2Logam memiliki sifat yang keras, sehingga dalam pengolahannya
memerlukan teknik yang sedikit rumit, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.

Bahan logam :

seperti besi, perunggu, emas, perak dan sebagainya.

Teknik yang digunakan

Menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

kerajinan bahan keras logam 1

Fungsi kerajinan
Kerajinan logam sering digunakan sebagai perhiasan dan aksesoris, kemudian berkembang sebagai
benda hias dan fungsional seperti gelas, wadah, bahkan sampai simbol kejuaraan.

Kerajinan Kayu

kerajinan bahan keras kayuHutan yang tersebar di seluruh Indonesia menjadikan negara kita ladang
akan bahan kayu. Karya kerajinan ukiran ini lebih banyak menggunakan bahan kayu sebagai bahan
utamanya.

Bahan kayu

Kayu yang sering digunakan ialah kayu jati, kayu mahoni, waru, sawo, nangka dan sebagainya.

Teknik yang digunakan

Menggunakan teknik tatah ukir.

kerajinan bahan keras kayu 1

Fungsi kerajinan

Kerajinan kayu selain sebagai benda yang memiliki kegunaan juga dibuat sebagai benda hias dan
pajangan seperti mainan dan pernak pernik.

Kerajinan Bambu

kerajinan bambu anyaman

indonesiakaya.com
Sejak jaman dulu, masyarakat Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, dari
yang paling sederhana hingga yang rumit. Berbagai produk kerajinan yang bernilai seni dan ekonomi
yang tinggi banyak sekali berasal dari bahan bambu. Produk anyaman dari Indonesia sendiri telah
digemari oleh mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik.

kerajinan bambu anyaman 1

desaabang.wordpress.com

Teknik yang digunakan

Teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alami yaitu teknik anyaman dan teknik tempel.

Fungsi kerajinan

Aneka produk dari bambu ini sering dibuat sebagai peralatan rumah tangga.

Kerajinan Rotan

kerajinan bahan keras rotan 1

blog.handmadenesia.com

Rotan ialah salah satu hasil kekayaan alam di Indonesia, dan Pulau Kalimantan yang paling banyak
menghasilkan rotan.

Teknik yang digunakan

Tumbuhan rotan yang kuat dan lentur menjadikannya sangat cocok sebagai benda kerajinan dengan
teknik anyaman.

kerajinan bahan keras rotan


Fungsi Kerajinan

Produk kerajinan dari rotan sering digunakan pada kebutuhan rumah tangga seperti, meja kursi, lemari,
tempat makanan, dan lain lain.

Kerajinan Batu

kerajinan bahan keras batuSelain kayu dan rotan, Indonesia terdapat sumber alam bebatuan. Berbagai
jenis batu ada di negara kita, dan lagi-lagi Pulau Kalimantan merupakan penghasil batu warna yang
sangat unik. Batu hitam yang keras dan batu padas yang berwarna putih/coklat yang lunak sering
dimanfaatkan untuk produk kerajinan.

kerajinan bahan keras batu 1

Teknik yang digunakan

Teknik pengolahan untuk batu banyak menggunakan teknik pahat dan teknik ukir.

Fungsi kerajinan

Kerajinan batu biasanya digunakan untuk hiasan interior dan eksterior. Selain itu produk kerajinan ini
juga dibuat sebagai aksesoris pelengkap busana atau penghias benda.

Kerajinan Kaca Serat (Fiberglass)

kerajinan bahan keras fiberglassKaca serat atau fiberglass adalah serat gelas berupa kaca cair yang
ditarik menjadi bentuk serat-serat tipis. Serat ini dipintal untuk menjadi sebuah benang atau ditenun
menjadi kain yang siap pakai. Kemudian, diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan
tahan terhadap korosi. Kerajinan fiberglass membutuhkan beberapa campuran dalam proses
pembuatannya, yaitu :

Cairan Resin (minyak resin bahan dasarnya minyak bumi dan residu)

Katalis, met atau serat fiber, polish atau sabun krim silicon untuk membuat cetakan.

Talk untuk memekatkan warna.


Cara membuatnya pun harus ada perbandingan agar memperoleh hasil yang baik dan maksimal. Jika zar
cair (resin dan katalis) dicampur maka akan berekasi dari cair berubah menjadi padat dan keras, serta
berwarna bening mengkilap.

Lihat juga bagaimana kardus bekas diubah menjadi bingkai foto yang unik dan berbagai Produk Unik
Kerajinan dari Bambu.

Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Adapun fungsi produk kerajinan dari bahan keras antara lain :

Benda Pakai

Produk kerajinan ini diciptakan untuk memprioritaskan fungsi dan kegunaan. Unsur keindahaan pada
produk ini hanya sebagai pendukung.

Benda Hias

Untuk produk kerajinan ini hanya digunakan untuk benda hiasan atau pajangan. Jenis produk ini sangat
menonjolkan sisi keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.