Anda di halaman 1dari 25

Microteaching

CRITICAL BOOK REPORT

MICROTEACHING

OLEH:
VERONIKA SITEPU
NIM: 4173341078

KELAS BIOLOGI JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU


PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
201
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Book Report Micro
teaching

Penulis juga menyadari bahwa Tugas ini masih memiliki kekurangan dalam penulisan
nya , oleh karena itu, penulis meminta maaf atas kesalahan dalam penulisan CBR ini, penulis
juga mengharapkan kritik dan saran para pembaca yang membangun guna kesempurnaan
tugas ini. Akhir kata Penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 14November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................... i


Daftar Isi .............................................................................................................................. ii

BAB I : PENDAHULUAN ................................................................................................ 1


1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1
1.2 Tujuan..................................................................................................................... 1
1.3 Manfaat................................................................................................................... 1
1.4 Identitas Buku ........................................................................................................ 1

BAB II :RINGKASAN ISI BUKU .................................................................................. 2


2.1Ringkasan Isi Buku Micro teaching ........................................................................ 2

BAB III: KEUNGGULAN DAN KELEBIHAN BUKU ................................................ 6


3.1 Keunggulan Buku................................................................................................... 6
3.2 Kelemahan Buku .................................................................................................... 6

BAB V : PENUTUP........................................................................................................... iii


5.1 Kesimpulan.............................................................................................................. iv
5.2 Saran ........................................................................................................................ iv

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kutipan di atas menjelaskna bahwa manusia dalah mahluk belajar yang tidk henti-
hentinya mencari,menyusun, menandai,menyimpan,dan mengunakan pengetahuan sepanjang
hidupnya. Manusia selalu berusaha memnuhi rasa inggin tahu dengan adanya strategi yang
mereka anggap efektif dan tidak sulit. Menginggat karakteristik manusia sepeprti ini, sebuah
lembaga pendididka formal harus memiliki suatu sistem yang bisa memfasilitasi pembelajaran
untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya.
Bab ini membahasi tentang kurikkulum dan implementasinya sebagai bagian utama dari
sebuahh sistem pendidikan di sekolah. Pembahasan pad abab ini mencakup pemahaman
kurikulum, jenis-jenis kurrikulum, sejarah kurikulum di indonesia, serta kurikulum 2013 dan
implementasinya

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian Micro teaching
2. Untuk mengetahui Fungsi Micro teaching
3. Untuk mengetahui Tujuan dari Micro teaching

1.3 Manfaat
Dengan membaca CBR ( Critical Book Report) ini diharapkan mahasiswa sebagai calon guru
dapat melaksanakan atau melakukan kegiatan pembelajaran dan mengetahui dan
mengaplikasikan nya pada sekolah siswa siswi yang di ajar kannya

1.4 Identitas Buku


1. Judul : Pengantar Micro Teaching
2. Edisi : ke Dua (2)
3. Pengarang : Ni Nyoman Padmadewi, dkk
4. Penerbit : PT Grafindo Persada
5. Kota terbit : Depok
6. Tahun terbit : 2017
7. ISBN : 978-623-231-064-3

1
1
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

BAB I : KURIKULUM 2013

 Hakikat Kurikulum

Kurikulum secara umum bisa diartikan sebagai dokumen tertulis dipakai oleh sekolah
sebagai dokumen tertulis yang dipakai oleh sebgai pedoman untuk menyelenggarakan
pembelajaran. Smith, Stanley dan Shores mendefinisikan kurikulum sebagai kumpulan
pengalaman yang ditentukan oleh lembaga sekolah dengan tujuan mendisiplinkan siswa dan
mendidik mereka dalam berpikir dan berperilaku. Tujuan pendidikan dimaksud
diformulasikan menjadi rekonstruksi pengetahuan dan keterampilan sehingga pembelajaran
tidak sajabelajar untuk menjadi pintar, tetapi juga bisa mengembangkan kompetensi personal
dan sosial secara sistematis dan berkelanjutan .Alivior (2015) menyebutkan 7 jenis kurikulum
yang melinatkan pemerintah , sekolah,dan guru untuk menentukan keberhasilan program
pembelajaran sekolah.

1. Recommended Curriculum yaitu kurikulum yang dikembangkan oleh pemerintah yang


dalam hal ini dikembangkan oleh pemerintah yang dalam hal ini Kementerian
Pendidikan, Direktoorat atau organisasi profesi yang secara de jure
2. Written Curriculum yeti berupa silabus dan rencana program pembelajaran (RPP)
Yang dikembangkan oleh guru atau kelompok rofesi guru untuk menyelesaikan
program pembelajaran.
3. Taught Curriculum yaitu implementasi dari kurikulum tertulis pada pembelajaran riil
disekolah atau di kelas .
4. Supporrted Curriculum yaitu penunjang kurikulum seperti misalnya materi
pembelajaran, buku teks, materi audio visual, dansebagai yang dapat membantu
[enyelengaraan proses pembelajaran.
5. Assessed Curriculum yaiu sistem evaluasi dan assesment peforma dan hasil belajar yang
dilakukan oleh guru untuk mendapatkan gambaran tetan pencapaian belajar siswa dan
keberhasilan kurikulum.
6. Learned Curriculum Yaitu kurikulum yang bisa menunjukan apa yang sudah dipelajari
oleh siswa dan seberapa banyak mereka sudah belajar.

2
7. Hidden Curriculum yaitu kurikulum yang tidak direncanakan atau tidak
dicantumkantetapi memiliki peran yang sanggat penting dalam pembelajaran.

Seacar operasional kurikulum bisa dijelaskan berdasarkan komponen yang terkandung


didalamnya sebagai berikut:

a) Kurikulum adalah acuan dari apa yang diajarkan kepala sekolah


b) Kurikulum adalah sekumpulan mata pelajaran
c) Kurikulum adalah konten
d) Kurikulum Adalah tahapan pembelajaran
e) Kurikulum adalah sekumpulan tujuan

Kurikkulum dibedakan menjadi 4 yaitu:

1. Kurikulum Sebagai Materi


2. Kurikulum Sebagai Produk
3. Kurikulum Sebagai Proses
4. Kurikulum Sebagai Praksis Kontekstual
 Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum yang berlaku sebelumnya


yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pad KTSP sudah ada rumusan nilai-
nilai karakter yang masuk dalam kurikulum .sesuai yang dirumuskan oleh pusat kurikulum
,nilai-nilai yang dimaksud berjumlah 18 terdiri dari:

1. Religius 10 Semanggat
2. Jujur 11 Cinta Tanah air
3. Toleransi 12 Menghargai Prestasi
4. Disiplin 13 Bersahabat
5. Kerja keras 14 Cinta damai
6. Kreatif 15 Gemar membaca
7. Mandiri 16 Peduli lingkungan
8. Demikratis 17 Peduli sosial
9. Rasa 18 Tanggung jawab

Ada empat kompetensi Inti (KI) yang mencerminkan 4 ranah yang ditargetkan:

 KI 1: Sikap religius (menghayati dan mengamalkan)

3
 KI 2 : Sikap sosial ( mengembangkan perilak jujur, gotong royong, kerja sam dll)
 KI 3 : Kemampuan Kognitif ( memahami dan menerapkan pengetahuan faktual,
konseptual,prosedural dll)
 KI 4: Keterampilan/kecakapan ( mengolah ,menalar dan menyaji dalam ranah konkret
dan ranah abstrak)
 Prinsip kurikulum Berbasis Sains
1. Teori yang Mendasari Pengembangan Kurikulum 2013

Ada beberapa teori yang menjadi dasar pengembangan K13, Teori yng dimaksud
antara lain Taxonmy Bloom yang mejelaskan tentang hierarki pengetahuan yang terdiri dari 6
level yaitu:Pengethauan, pemahaman, penerapan,analisis,sintesa,dan evaluasi. Masing-masing
level dari hierarki ini kemudian dijabarkan menjadi herarki kumulatif .

2. Standra Poroses K13

Dalam pembelajaran yang menerapkan K13,alur ilmuan tersebut tercermin melalui


langkah-langkah : Mengamati ,mengumpulkan, menanya, mengumpulkan data, Mengasosiasi,
mengomunikasikan

3. Scientific Approach dalam Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing


(EFL)
a. Observing
Kegiatan observing betujuan untuk menyiapkan konteks belajar bagi siswa.
Pada kegiatan ini guru diberi petunjuk mengenai topik pembelajaran di hari
tersebut.
b. Questioning
Aadpun tujuan kegiatan bertanya adalah :
1. Meningkatkan minat atau motivasidalam pembelajaran
2. Mengethui kesiapan siswa dalam belajar
3. Mengembangkan kemampuan keterampilan berpikir kritis
4. Untuk re-view atau menyimpulkan materi pembelajaran sebelumnya
5. Membangun sikap terbuka dan berinteraksi kreatif
6. Menilai pencapaiantujuan pembelajaran
7. Menstimulasikan penting nya mencari tahu dan belajar mandiri.
c. Collecting Data/information ( Exploring)

4
Prinsip segmen ini adalah membangun konsep yeti siswa memiliki pemahaman
tentang konsep berbahasa yang di pelajari Peran guru di segmen ini adalah
sebagai comunicator dan fasilitator tugas- tugas latihan dan media .

d. Associating
Associating adalah kegiatan dimana siswa mulai menerapkan, menghubungkan
atau,mengabungkan apa yang sudahdipelajarinya dengan apa yang baru di
pelajarinya untuk mengerjakan sesuatu. Ada beberapa tips agar kegiatan
Associating bisa berlangsung dengan sukses yaitu:
1. Guru harus menyiapkan materi yangg sesuai dengan harapan
kurikulum
2. Guru mengantarkan siswa terhadap pemahamn yang terkonsep melalaui
kegiatanyang jelas
3. Guru menyiapkan tugas atau projek yang memberi kesempatan kepada
siswa untuk menunjukan pemahaman atau ketrampilan
4. Menentukan strategi asesmen
5. Memberikan perbaikan dan perbaikan miskonsepsi
6. Melakukan pengulangan
7. Melakuakn asesmen autentik
e. Networking ( Communicating)

Networking adalah segmen utama dan terakhir dalam langkah pembelajaran


menurut kurikulum berbasis sains. Makna yang dikandung adalah suatu kegiatan
mensosialisasikan hasil karya atau produk pembelajaran kepada khayalak atau
orang lain.

4. Menentukan Apakah Metode Pembelajaran Scientific atau Tidak

Berikut 7 kriteria untuk menentukan apakah metode yang dipilih sudah berbasis
Scientific atau tidak menurut Suharyad (2013).

a. Materi berbasis konteks dan kehidupan nyata


b. Penjelasan Guru
c. Materi pembelajaranmendukung dan menginspirasi
d. Materi pembelajaran mendorong dan menginspirasi siswa
e. Materi disusun berdasarkan konsep, teori dan logika berpikri

5
f. Rumusan tujuan pembelajaran sederhana,jelas dan menarik.

BAB II : PEMBELAJARAN MENURUT KURIKULUM 2013

 Konsep Kontruktivisme dalam Pembelajaran

Aliran ini percaya bahwa belajar yang efektif akan terjadi apabila setiap pembelajar
memiliki kesempatan untuk menkonstruksi hal-hal baru yang dipelajari dengan cara yang
kontekstual dan berkaitan dengan hal-hal yang sudah pernah dipelajari sebelumnya.
Konstruktivisme juga percaya bahwa pengetahuan awal memiliki pengaruh terhadap proses
belajar. Filosof dari aliran kontruktivisme melahirkan sekumpulan gaya belajar yang
selanjutnya membentuk model model belajar.

 Model-Model Belajar Menurut Aliran Kontruktivisme


1. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan model ppembelajaran yang memiliki
5karakteristik:
 Saling bekerja sama dalam kelompok heterogen
 Berintraksi Langsung
 Saling tergantung satu sama lain
 Setiap anggota kelompok me miliki kontribusi yang sama
 Memiliki tujuan yang sama.

Tujuan : agar setiap siswa bisa menyesuaikan diri dan bekerja sama untuk kepetingan
dan tujuan bersama. Ada sisitem untuk menilai secara terbuka, dimana setiap kelompok bisa
memprediksi skor kelompok yang akan dicapai dan bagaimana perbedaan jika dibandingkan
dengan kelompok lainya,

a. STAD (Student Team Achievement Division)


Dalam model ini siswa dikellompokkan dalam pembelajaran kooperatif karena setiap
skor individu diakumulasikan menjadi skor tim.model kooperatif ini merupakan
pembelajaran yang efektif untuk pembelajaran,termasuk pembelajaran bahassa inggris
sebagai bahas asing
b. Jigsaw Model
Model pembelajaran seperti ini menggambarkan bagaimana setiap kelompok merasa
bertangug jawab .tangung jawab dengan tujuan menjadi expert dan bisa saling berbagi

6
dengan anggota kelompok. Model ini sanggat cocok untuk mengajar semua mata
pelajaran
c. Think-Pair –Share
Terdiri dari 3 yaitu :
1). Think (berpikir atau memikirkan jawaban dari pertanyaan guru)
2). Pair (Berpasangan dan berbagai pendapat tentang jawaban atas suatu pertanyaan)
3). Share (pasangan berbagai hasil hasil pemikiran dan diskusi mereka atau kepada
kelas)

d. Numbered Heads Together

Pembagian dengan kelompok terdiri dari 4 orang . kelompok berdiskusi tentang


jawaban dari pertanyaan tersebut dalam kelompok agar mereka siap menjawab.Kelompok
diskusi terntang jawaban dai pertanyaan tersebut dalam kelompok agar mereka siap mejawab.

e. Problem Sets
Pada model ini siswa dibentuk dalam kelompok dan diberi tugas rmah lalu membuat
siapa saja yang tidak berkontribusi dan nilai yang diberikan dalam tugas yang
diberikan guru adalah nilai kelompok, namun penugasan adalah penugasan individu.

2. Problem-based Learning

Dalam model pembelajaran berbasis masalah siswa dihadapkan pada masalah


kontekstual dan selanjutnya siswa harus mencari tau jawaban serta solusinya. Masalah yang
diberikan kepada siswa harus terbuka yeti masalah yang mana pemecahannyabersifat fleksibel
dan tidak ada jawaban yang benar atau salah.

3. Inquiry-based Learning

Merupakan model pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Inti dari


pembelajaran ini adalah siswa diberikan kesempata untuk menyususn
pertanyaan,mengumpulkan ide-ide melalui observasi dan mengumpulkan data

4. Self-regulated Lerning

Adalah proses pembelajaran yang terintegrasi dan menargetkan pad pengembangan


kemampuan mengontribusikan makna secara mandiri

7
 Strategi Pembelajaran bahasa inggris sebagai bahasa asing yang inovatif
Strategi inovasi memillliki 3 alternatif wujud yaitu:
1. Tif memiliki Strategi baru hasil kreasi atau pengembangan
2. Strategi inovatif merupakan strategi yang diadaptasi atau dimodifikasi
3. Strategi inovatif yang merupakan adopsi dari strategi yang sudah ada
implementasi nya sesuai dengan aslinya.

Selain tiga wujud tersebut, strategi inovatif memiliki bebrapa ciri khas sebgai berikut:

1. Berpusat pada peserta didik


2. Interaksi multiarah
3. Menerapkan asas demokrasi
4. Menyediakan pengalaman
5. Membuka wawasan
6. Kontekstual
7. Belajar mandiri
8. Melatih kemampuan mandiri

 Pembelajaran Inovatif dalam kelas bahs inggris sebagai bahas asing

Kemampuan berbicara dinilai dari berhasilnya seeorang sudah bisa berbicara


sesacara lancar, berterima dan engan pelafalan dan intonasi yang benar

 Keterampilan Berbicara dalam Bahasa inggris


 “Snow ball” untuk pengajaran Speaking
Sintaks memebrikan Snow ball:
a. Guru memberikan penjelasan tentang materi
b. Guru meminta kepada siswa untuk membuat kelompok
c. Siswa dalam setiap kelompok menulis pertanyan di kertas
d. Mengepalkan kertas yang berisi pertanyaan menjadi bola.
e. Siswa melempar bola dan siswa yang mendapat pertanyan harus menjawab
nya
f. Guru mengelavaluasi jawaban siswa.

8
 Meningkatkan kemampuan mengucapkan

Pengucapan mengacu pada tata cara kata atau bahasa yang diucapkan atau cara
dimana seseorang engucapkan kata. Pengucapan adalah kemampuan untuk mengatakan kata-
kata dengan suara yang benar di tepat yang benar. Ada dua kunci mengucapkan dengan tepat,
yaitu belajar dikelas, dan belajar mandiri di luar kelas.

 Performance Assesment dan keterampilan berbicara

Performance assesment merupakan jenis instrumen yang cocok untuk menilai


kemampuan speaking. Hal ii dikarenakan oleh karakteristik keterampilan berbicara yang
terjadi secara berproses dan selanjutnya siswa bisa menunjukan kemampuannya baik
melakukankegiatan berbicara sendiri maupun berdua.

 Menilai kegiatan Berbicara

Melalui jenis penilaian ini dapat memperoleh lebih banyak kesempatan untuk
berbicara dlam bahasa ingris di kelas. Siswa jug dapat berpartisipasi secara jauh lebih
aktif terlibat dalam berbicara.

 Keterampilan Mendengar dalam Bahasa inggris


a. Langkah-langkah strategi prediksi
1. Pre-Listening
a. Memberikan informasi tentang latar belakang
b. Menajarkan kosa kata dana tata bahasa baru
c. Menerjemahkan beberapa kata yang sulit
2. Whilst-Listening
a. Memeriksa ketepatan prediksi mereka
b. Memeperbaiki setelah proses mendengarkan berlangsung
c. Mebimbing pemahaman dengan pertanyaan
3. Post-Listening
a. Memeriksa prediksi dan menilai
b. Mendiskusikan apa yang mereka dengar
c. Membahas strategi prediksi yang digunakan
d. Menyimpulkan
b. Think Pair Untuk mengajar Listening
9
Digunakan dalam kegiatan berbicara seperti yang dijelaskan diatas tetapi juga
sanggat efektif dalam kegiatan mendengar

c. Manfaat strategi TPS dalam Listeninng

Pertama TPS tidak mengamil banyak penyitaan waktu dan mudah unuk digunakan,

Kedua interaksi personl memotivasi banyak siswa, ketiga TPS membantu siswa untuk
mengembangkan pemahaman konseptual topik.

 Keterampilan membaca dalam Bahasa Inggris

Menurut Anderson dalam Nunan (2003) setidaknya ada delapan prinsip yang perlu
diperhatikan oleh guru dalam mengajar membaca yaitu:

a. Mengeksploitasi Latar belakang pegetahuan pembaca


b. Membangun dasar kosakata yang kuat
c. Mengajar konsentrasi untuk pemahaman
d. Menningkatkan kemampuan membaca
e. Mengajarkan strategi membaca
f. Mendorong pembac auntuk mengubah strategi menjdai keterampilan
g. Membangun penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran

BAB III REFLEKSI DALAM MENGAJAR

 Ciri-ciri Guru Reflektif

Salah satu cir utama seorang guru yang reflektif adalah memiliki dinamis dan
kemauan untuk belajar. Sifat dinamis yang dimaksud disini adalah sifat yang secara hafiah
berarti tidak pernah berhenti dan selalu mencari terobosan baru dalam meningkatkan
profesionalisme. Setelh kegiatan belajar berlangsung, guru pun mulai melakukan refleksi
langsung dengan pedoman pada beberapa pertanyaan

1. Indikator atau tujuan pembelajaran yang ana yang sudah tercapai?


2. Indikator atau tujuan yang mana yang belum tercapai?
3. Apakah peserta saya bersemangat dalam pembelajaran tadi?
4. Apa penyebab sebagian atau beberapa peserta didik kelihatan pasif?

10
 Berlatih Menjadi Guru Reflektif dalam Micro Teaching

Adapun langkah-langkah untuk melatih calon guru agar bisa reflektif dikemukakan
oleh Perry dan Power yang dkutip oleh Diaz yaitu:

1. Mengonversi sebuah proses pembelajaran


2. Memberikan daftar pertanyaan reflektif
3. Melakukan refleksi secara berkolompok
4. Diskusi kelas

Empat langkah di atas merupakan langkah awal untuk membuka wawasan


mahasiswa untuk fokus terhadap penampilan mengajar dan menyadari perlunya berpikir
kritis. Latihan melakukan diri selanjutnya dibagi menjadi dua tahapan:

1. Tahap keterampilan mengajar mikro


2. Tahap mengajar kolaboratif

Adapun teknis presentasi hasil simulasi adalah:

1. Mahasiswa melakukan secara kolaboratif


2. Pada saat simulasi terakhir dari anggota kelompok, dosen mengampu mendiskusikan
tentang apa yanga diamati tetapi idak pada ranah penampilan atau simulasi pribadi.
3. Mengundang masing-masing mahasiswa anggota kelompok menarasikan hasil
refleksinya
4. Dosen Berperan sebagai moderator

Dari langka-langkah perkuliahan micro teaching di atas bisa dibayangkan bahwa


mahasiswa benar-benar mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan
refleksi.Tujuan utama dari micro teaching adalah memebekali mahasiswa calon guru dengan
sekolah.

BAB IV: MICRO TEACHING

 Definisi Pembelajaran Mikro (Micro Teaching)

MicroTeaching adalah metode yang telaah digunakan sejak tahun 1960 an dalam
pendidikan guru dan lingkungan pemebelajaran lainya.Penerapan metode ini menunjukan
bahwa perilaku menunjukan bahwa bahwa perilaku guru dikelas-kelas dalam jurusan
pendiidkan,kedokteran dll. Pada dasarnya Micro Teaching merupakan sebuah metode

11
pembelajaran yang berdasarkan peforma mahasiswa calon guru, yang tekniknya dilakukan
dengan cara melakukan /melatih komponen-komponen keterampilan dasar mengajar
dalam proses belajar mengajar.

MicroTeaching merupakan bagian yang sanggat penting karena memberikan wadah


para mahasiswa calaon gur untuk melakukan praktik belajar. MicroTeaching adalah
teknik yang digunakan dalam pendidikan guru dimana calon guru mengajar sebagian kecil
dari pelajaran untuk sekelompok kecil teman-teman. MicroTeaching harus dilakukan
oleh mahasiswa calon guru sebelum mereka mengajar didalam situasi kelas yang
sebenarnya karena calon guru harus harus menpelajari keterampilan mengajar.

1. Menguasai sejumlah keterampilan dasar mengajar


2. Menumbuhkan kepercayaann diri ketika mengajar
3. Memahami konsep MicroTeaching
4. Memahami prinsip-prinsip yang mendasari MicroTeaching
5. Menganalisis proseskompleks dsalam mengajar melalui MicroTeaching
6. Memahami prosedur MicroTeaching.

 Tujuan dan Fungsi Pengajaran Mikro


1. Tujuan Micro Teaching

Menurut Allen dalam Moedjiono, tujuan pembelajaran mikro adalah:

a. Bagi siswa calon guru


1. Memberikan pengalaman belajar yanag nyata dan memperoleh kesempatan
melatih sejumlah keterampilan dasar mendasar seacara terpisah
2. Mengembangkan Keterampilan dasar mengajar para mahasiswa
3. Selain mendapatkan kesempatan untuk medapatkan macam-macam
keterampilan dasar mengajar , mahasiswa akan belajar bagaimana dan kapan
keterampilan itu digunakan
b. Bagi guru
1. Memberikan penyegaran dalam program pendidikan
2. Memperoleh pengalaman pembelajaran yang bersifat individual demi
pengembangan profesinya

12
3. Mengembangkan sikap terbuka bagi guru untuk siap menerima masukan
tentang pembaruan ilmu dan dalam bidang keterampilan mengajar dasar yang
baru.

Tujaun pembelajaran mikro adalah untuk memeberikan kesemparatan mahasiswa calon guru
untukmelatih mendemonstarsikan beberapa keterampilan dasar mengajar didepan teman-
temannya.

2. Fungsi Micro Teaching

Dalam perannya Micro Teaching mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. Fungsi Instruksional
Fungsi micro Teaching ini berkaitan dengan perannya sebgai pemyedia fasilitas
latihan bagi mahasiswa calon guru atau guru
b. Tungsi Pembinaan
Fungsi micro Teaching yang kedua dalah sebagai tempat pembinaan dan pembekalan
untuk para mahasiswa calon guru sebelum sungguh- sungguh siap ditempatkan
disekolah-sekolah mitra melaksanakan praktik pengajarannya sebenarnya.
c. Fungsi Intergralistik
Dalam dunai pendidikan PPL meupakan cara utama yang digunakan untuk menguji
kualitas mahasiswa calon guru pada konteks menguji kompetensi
d. Fungsi Eksperimen
Berfungsi sebagai wadah eksperimen bagi guru atau pakar pendidikan dalam menguji
coba satu keterampilan mengajar tertentu.

Micro teachinng memiliki dua fungsi utama:

a. Micro Teaching

Adalah alat pelatihan untuk melatih keterampilan dasar mengajar. Micro Teaching
memeberikan kesempatan berlatih bagi calon guru agar mereka memeperoleh manfaat dan
hasil yang diharapkan

b. Micro Teaching

Salah satu persyaratan mahasiswa untuk dapat melakukan praktik mengajar nayata
atu PPL, diaman memiliki tanggung jawab untuk melakukan tugasnya

13
 Pentingnya Micro Teaching untuk calon Guru

Micro Teaching terdiri atas dua unsur yaitu kata micro dan teaching. Microo berarti
kecil yang bermakna menurunkan atau menyederhanakan kompleksitas pembelajaran yang
nyata di kelas. Micro Teaching adalah perangkat pelatihan yang sangat individual. Dengan
mengikuti kuliah Micro Teaching peserta pelatihan dapat:

1. Belajar dan mengasimilasi keterampilan mengajar barudibawah kondisi yang


terkendali
2. Menguasai sejumlah keterampilan mengajar
3. Memperoleh kepercayaan diri
4. Mencapai kompetensi guru tertentu
5. Menampilkan situasi pengajaan nyata
6. Mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang seni mengajar
7. Belajar memerhatikan perbedaan kebutuhan individu pembelajaran.

BAB V : KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN


MIKRO

A. Pendahuluan
Pembelajaran merupakan sebuah proses yang bersifat komprehensif, dinamis,
dan kompleks sebab dalam kegiatan pembelajaran terjadi interaksi antara pesrta didik,
pengajar, dan lingkungan belajar sehingga peserta didik mengalami perubahan
perilaku dan dapat memenuhi target kompetensi yang diinginkan . PP No.19 Tahun
2005 menekankan empat kompetensi dasar yang patut dimiliki guru,yaitu : 1)
kompetensi pedagogik, 2) kompetensi profesional, 3) kompeensi kepribadian, 4)
kompetensi sosial
B. Keterampilan Dasar Mengajar
1. Pengertian keterampilan dasar mengajar
Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiata pembelajaran yang
melibatkan dua komonen utama yakni pesrta didik atau pengajar atau guru.
Mengajar merupakan proses mentransfer informasi atau pengetahuan dari guru,
pengajar, instruktur dan dosen kepada siswa.
Pegertian mengajar yang selanjutnya dan yakni kini banyak dianut adalah
kegiatan pengajar dalam mengatur dan engelola lingkungan belajar serta
berinteraksi dengan siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Guru,

14
pengajar, atau dosen harusmeguasai dua kemmpuan pokok dalam mengajar
menliputi: 1) penguasaan materi atau bahan ajar yang akan diajarkan ( what to
teach ) , 2) penguasaan metodologi atau cara untuk mengajarkan materi tersebut
(how to teach ) .
Pada hakekatnya didalam proses pembelajaran terdapat tiga tahap aktivitas utama
yang harus dilaksanakan, yaitu : kegiatan membuka pebelajaran, kegiatan inti
pembelajarn, dan kegiatan menutup pembelajaran .
2. Jenis- Jenis Keterampilan Dasar Mengajar
Keterampilan dasar mengajar merupakan kemampuan khusus yang harus
dikuasai guru, pengajar , dan dosen untuk mendukung kegiatan pembelajaran
yang merka laksanakan. Ada 9 keterampilan dasar dalam mengajar , antara lain
:
a. Keterampilan membuka ( set induction ) dan menutup pelajaran ( closure)
b. Keterampilan menjalaskan
c. Keterampilan bertanya
d. Keterampilan memberikan penguatan
e. Keterampilan menggunakan media pembelajaran
f. Keterampilan membuka kelompok kecil
g. Keterampilan mengelola kelas
h. Keterampilan menggunakan variasi
i. Keterampilan mengajar individu dan kelompok kecil
C. Urgensi Menguasai Keterampilan Dasar Mengajar Guru

Empat kompetensi yang disebutkan dalam Undang-Undang No 14 Tahun 2005


tentang guru dosen, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi
social , dan kompetensi profesional.

BAB VI : ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN MIKRO

A. Pendahuluan
Asesmen merupakan bagian yang sangat pentig dalam pembelajaran.
Keberhasilan sebuah proses pembelajaran bisa dilakukan dengan mengadakan
asesmen
B. Konsep dan Defenisi tentang Asesmen

15
Pengertian penilaian sama dengan asesmen . Penilaian adalah proses mengumpulkan
informasi atau bukti melalui pengukuran, meafsirkan, mendeskripsikan, dan
menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Mengacu pada pengetian tersebut
asesmen menyangkut tes degan nontes. Untuk meyakinkan bahwa proses penilaian
ayang dilakukan dosen dengan baik, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan
antara lain
1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkkan
2. Objektif, berarti penilaian berdasarkan prosedur yang jelas , dan tidak dipengaruhi
subjektivitas
3. Adil , berarti penilaian tidak menguntungkan ataupun merugikan oeserta didik.
4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komonen yang tak
terpisahan dari kegiatan pembelajaran
5. Terbuka, berarti prosedur , kriteria , dan dasar pengambilan keputusan penilaian ,
diketahui oleh pihak yang berkepentingan
6. Menyeluruh dan berkesinambungan , berarti penilaian mencakup semua aspek
kompetisi
7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap
8. Beracuan kriteria , berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan.
9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan
10. Edukatif , berarti penilaian dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan
peserta didik

Jenis Asesmen dalam Pembelajaran Mikro dari segi tehniknya dibagi menjadi
dua antara lain yaitu asesmen tes dan non tes . Ada beberapa contoh instrument
asesmen dalam pembelajaran mikro , seperti :

a. asesmen dalam melakukan persiapan pembelajaran, yang dibagi menjadi , antara


lain:
1. Asesmen diri selama membuat persiapan mengajar
2. Asesmen untuk menilai proses mahasiswa membuat pesiapan
3. Instrument untuk menilai persiapan mahasiswa
b. Asesmen untuk menilai praktik tiap- tiap keterampilan dasar mengajar
1. Instrument untuk menilai keterampilan membuka dan menutup pelajaran
2. Asesmen keterampilan menjelaskan

16
3. Asesmen keterampilam mengelola kelas
4. Asesmen membimbing diskusi kelompok
5. Asesmen keterampila mengadakan variasi
6. Asesmen keterampilann bertanya ( dasar dan lanjut )
7. Asesmen keterampilan memberikan penguatan
8. Asesmen menlai praktik penggunaan keterampilan dasar secara terpadu

Keteranmpilan dasar dalam pembelajaran mikro sangat penting karena


menentukan keterampilan mahasiswa calon guru dalam praktik mengajar . asesmen
dalam pembelajaran mikro, berfungsi untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam
melakukan pelaksanaan praktik . Instrumen yang digunaka berfungsi sebagai tuntunan
bagi mahasiswa tentang cakupan kmpetensi untuk keterampilan dasar yang dilatih .

BAB VII : PROSEDUR PEMBELAJARAN MIKRO

Agar pengaturan pembelajaran mikro mampu berjalan sesuai dengan tujuan


dan kompetisi yang ingin dicapai , maka dalam prosedur pembelajaran mikro perlu
mempertimbangkan tentang pengaturan tugas dan peran tiap mahasiswa.

A. Tahapan Pembelajaran Mikro


Pembelajaran mikro memiliki peran yang sangat penting dalam
membentuk kompetensi pedagogic mahasiswa agar nantinya mampu menjadi
guru profesional. Untuk menjamin pelaksanaan pembelajaran ikro berjalan
dengan baik, maka prosedur pwlaksanaannya perlu diatur dalam beberapa
tahapan- tahapan. Antara lain :
1. Pendahuluan
Tahapan ini merupakan tahap pemberian orientasi yang diberikan di
awal perkuliahan. Tujuannya adalah untuk menjelaskan kontrak kuliah .

2. Pengenalan Konsep dan Keterampilan Dasar Pembelajaran Mikro


Pada tahap ini dosen pengajar menjelasakn tentang konsep
pembelajaran mikro dengan menggunakan media power point sehingga
dalam penyampaian materi bisa diselesaikan secara tepat waktu
3. Pemutaran Vidio Pmbelajaran

17
Pada sesi ini dosen memutar contoh video keterampilan dasar pembelajaran mikro dan
mahasiswa menonton serta mengamati setiap keterampilan dasar yang dipraktikkan dalam
pembelajaran mikro

4. Pembahsan Video dan Diskusi tentang Contoh dalam Vidio dalam


Kelompok Kecil

Pada fase ini diskusi dilanjutkan secara intensif agar pemahaman mahasiswa tentang
keterampilan dasar mengajar menjadi jelas . Vidio pembelajaran dibahas untuk untuk diihat
kekuatan dan kekurangan pada tiap- tiap keterampilan dasar.

5. Tes Pemahaman Teori Keterampilan Dasar Mengajar

Untuk menilai apakah mahasiswa memahami konsep pembelajaran mikro seccara


teoritis, maka dosen menilai pemahaman mahasiswa lewat tes.

6. Praktik Keterampilan Dasar dalam Kelompok Kecil dalam Siklus


Pembelajaran

Praktik ini dibagi menjadi dua tahapan yaitu : 1) praktik keterampilan dasar secara
terpisah untuk tiap keterampilan dasar . 2) praktik keterampilan dasar mengajar secara holistic

1. Tahapan praktik keterampilan dasar mengajar secara terpisah


Tahapan ini dilakukan untuk membentuk pemahaman mahasiswa calon guru
tentang keterampilan dasar menjajar .
2. Tahapan praktik secara holistic
Pada tahapan ini mahasiswa akan melakukan kegiatan praktk pembelajaran secara
utuh dari awal sampai akhir. Berikut adalah prosedur yang dilakukan dengan
mengikuti tahapan berikut :
 Merencanakan (planning)
 Praktik mengajar ( teaching practice)
 Feedback
 Merencanakan ulang ( re-planing)
 Praktik mengajar ulang
 Pemberian feedback kembali ( re-feedback)

18
BAB III
KEUNGGULAN DAN KELEBIHAN BUKU

3.1 Keunggulan Buku


1. Cover pada Buku sudah Menarik
2. Sudah Terdapat Identitas Buku yang lengkap
3. Terdapat Gllosarium pada akhir buku
4. Materi apada Buku suadah mengunakan Bahasa yang baik
5. Materi sudah tersusun secara sistematis
6. Terdapat Tabel pada isi buku

3.2 Kelemahan Buku


1. Pada isi Buku tidak menarik karena tidak berwana
2. Tidak terdapat gambar yang mendukung materi/penjelasan
3. Tidak terdapat bagan pada isi Buku

19
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
MicroTeaching adalah metode yang telaah digunakan sejak tahun 1960 an dalam
pendidikan guru dan lingkungan pemebelajaran lainya.Penerapan metode ini menunjukan
bahwa perilaku menunjukan bahwa bahwa perilaku guru dikelas-kelas dalam jurusan
pendiidkan,kedokteran dll.
Untuk mengetahui Fungsi Micro teaching yaitu :Micro Teaching Adalah alat pelatihan
untuk melatih keterampilan dasar mengajar, Micro Teaching Salah satu persyaratan
mahasiswa untuk dapat melakukan praktik mengajar nayata atu PPL, diaman memiliki
tanggung jawab untuk melakukan tugasnya.Tujaun pembelajaran mikro adalah untuk
memeberikan kesemparatan mahasiswa calon guru untukmelatih mendemonstarsikan
beberapa keterampilan dasar mengajar didepan teman-temannya

5.2 Saran
Semoga dengan adanya Critical Book Report dapat membantu menambah pengetahuan
dan sebagai pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon guru dan dapat diterapkan di
sekolah.

20
21