Anda di halaman 1dari 1

WOC DOWN SYNDROM

NON-DISJUNCTION TRANSLOCATIONS MOZAIK Mk : Cemas


PENGERTIAN
 Usia ibu > 35 tahun Pembelahan trisomi bahan genetik Bilangan kromosom 23 pasang Noc (1211) tingkat kecemasan
 DOWN SYNDROME adalah abnormalitas
kromosom yang ditandai dengan berbagai derajat  Pemindahan genetic 14 ke trisomi 21 Nic (7200) peningkatan normalisasi
retardasi mental & defek fisik yang berhubungan; trisomi 15 & 21 - Bantu keluarga terkait advikasi bagi anak pada system
dikenal jg dengan trisomy 21 (wong, 2004)
yang ada di sekolah untuk memastikan anak mendapatkan
 Sindrom Down merupakan suatu kondisi
keterbelakangan mental anak yang diakibatkan program yang sesuai
adanya abnormalitas perkembangan kromosom, - Bantu keluarga untuk menghindari situasi yang berpotensi
kromosom ini terbentuk akibat kegagalan
sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri
DOWN mempermalukan anak.
saat terjadi pembelahan SYNDROME Nic (7140) dukunga keluarga
- Yakinkan keluarga bahwa pasien sedang di berikan

TANDA & GEJALA perawatan

Penderita down syndrome sangat mudah dikenali Fisik (terganggu) Kognitif (terganggu) Kelainan kromosom - Dukung harapan yang realistis

dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa - Bantu anggota keluarga dalam mengidentifikasi konflik dan

bentuk kepala yang relatif kecil dari normal pemecahan masalah


Perkembangan Tumbuh kembang Masalah di jantung/ - Hargai dan dukung mekanisme koping adaptif yang di
(microchephaly) dengan bagian (anteroposterior) kepala Kecemasan
fisik tidak MK : Cemas terlambat ketidaksempurnaan gunakan
mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela orang tua
normal organ jantung - Berikan sumber spiritual sesuai kebutuhan
hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang
menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi - Advokasi jika di perlukan

sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan Hubungan peran


terganggu Terjadi septal pada jantung Nic (7110) peningkatan keterlibatan keluarga
(epicanthal folds). Otot lemah
Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan & lemas MK : Defisit perawatan diri - Identifikasi kemampuam anggota keluarga untuk terlibat
yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak Kadar O2 dalam darah ke sirkulasi dalam perawatan pasien
antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun Interaksi sosial sitemik ↓ - Identifikasi deficit perawatan diri pasien
kaki melebar. Sementara itu lapisankulit biasanya berkurang - Antisipasi dan identifikasi kebutuhan keluarga
tampak keriput (dermatoglyphics). Motorik - Fasilitasi pemahaman mengenai aspek medis dan kondisi
kasar & halus Perfusi O2 kejaringan ↓ pasien pada anggota keluarga
PENATALAKSANAAN terlambat - Informasikan faktor faktor yang dapat yang dapat
MK : Resiko terlambat
 Dapatkan dukungan tentang informasi yang meningkatkan kondisi pasien dan anggota keluarga
penting/ kemudahan fasilitas
masalah sosial MK : Gangguan
- Fasilitasi manjemen aspek medis penyakit dengan anggota
 Perbaiki kualitas hidup. perfusi jaringan
keluarga
 Stimulasi dini : Tidak mampu jantung
- Terapi wicara
- Terapi okupasi beraktifitas
- Terapi remedial Mk : Resiko terlambat masalah sosial Mk : Gangguan perfusi jaringan jantung
- Terapi sensori integritas Noc (0405) Perfusi jaringan : kardiak
- Terapi tingkah laku Noc (1502) ketrampilan interaksi sosial
- Terapi alternative (akupuntur, terapi music, Nic (4254) Manajemen syok jantung
Nic (4976) peningkatan komunikasi kurang bicara
lumba – lumba, kraniosensori) - Monitor tandan – tanda detak penurunan curah jantung
- Monitor kecepatan, tekanan, volume, diksi bicara
 Pembedahan jika terjadi ASD dan VSD.
- Auskultasi suara napas
 Fisioterapi. Mk : Defisit perawatan diri
- Monitor proses kognitif anatomi dan fisiologi terakit dengan kemampuan bicara
- Monitor ketidakseimbangan perfusi arteri
(memori, pendengaran,bahasa)
Noc (0300) aktifitas sehari hari (ADL) - Berikan sesuai oksigen kebutuhan
SKRINING TEST (DETEKSI DINI) - Kenali emosi dan prilaku fisik sebagai bentuk komunikasi
Nic (1800) intervensi bantuan perawatan diri - Sediakan metode alternative untuk berkomunikasi
 Konseling genetic
- Monitor kemampuan perawatan diri secara mandiri - Ulangi apa yang di sampaikan pada pasien untuk menjamin akurasi
 Biologi molekuler
 Pemeriksaan CVS - Monitor kebutuhan pasien terkait alat alat kebersihan - Instruksikan pasien untuk bicara pelan Oleh :
 Pemerikasaan Amnion sintesis diri,alat bantu untuk berpakaian dandan, eliminasi dan - Koordinasikan aktifitas aktifitas tim rehabilitasi.
 Maternal serum skrining (AFP, UE3, HCG, Inhibion  TUTIK NURBAITI (010217A033)
makan.
A, PAPP-A)
Nic (4978) peningkatan komunikasi kurang penglihatan  FERDY H. MUHU (010217A016)
 USG skrining - Berikan bantuan sampai masien mampu melakukan aktifitas
mandiri - Atur pengkajian dan skrening penglihatan secara rutin
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK - Dorong pasien untuk melakukan aktifitas normal sehari hari - Pastikan kacamata atau lensa kontak yg di miliki di bersihkan jika tidak di gunakan Daftar Pustaka:
 Pemeriksaan fisik (pasien) - Dorong kemandirian pasien - Sediakan ruangan dengan pencahayaan memadai 1. Bulechek, Gloria M (et al). 2016. Nursing Interventions Classification (NIC) Edisi 6. Terjemahan
 Pemeriksaan kromosom - Ajarkan keluarga/orang tua untuk mendukung kemandirian Intansari Nurjanah, Roxsana Devi Tumanggor. Singapore: Eslevier.
- Minimalkan cahaya silau 2. Betz, dkk. (2002). Buku Saku Keperawatn Pediatrik, Edisi 3. Jakarta: EGC
 USG dengan membantu hanya ketika pasien tidak mampu - Bantu keluarga yang terlibat dalam mendidik anak yang memiliki penglihatan yang 3. Herdman, T. Heather. 2016. Nanda International Inc. Diagnosis Keperawatan: Definisi & Klasifikasi
 ECG 2015-2017 Edisi 10. Terjemahan Budi Anna Keliat (et al). Jakarta : EGC.
 Pemeriksaan darah (persutaneus umbilical blood melakukanya buruk 4. Moorhead, Sue (et al). 2016. Nursing Outcomes Classification (NOC) Edisi 5. Terjemahan Intansari
sampling) - Ciptakan rutinitas aktifitas perawatan diri - Bantu pasien dan keluarga mengidentifikasi kebutuhan rehabilitasi penglihatan. Nurjanah, Roxsana Devi Tumanggor. Singapore: Eslevier.
5. Wong, L. (2004). Bahan Ajar Keperawatan Anak . Jakarta: EGC