Anda di halaman 1dari 3

PEMBERIAN SUNTIKAN VIT K

PADA BBL

Nomor : Kepala UPTD


SOP Terbit ke : Puskesmas PONED
UPTD. No.Revisi : Pagar Dewa
PUSKESMAS Tgl.Diberlak :
PONED PAGAR u
DEWA Halaman : 1-2

Suhaendi, SKM
NIP.
19810228.201011.1.004

a. Pengertian

b. Tujuan Untuk mencegahan perdarahan pada Bayi Baru Lahir


c. Kebijakan SK kepala puskesmas tentang pelayanan klinis
d. Referensi Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, 2010
e. Prosedur PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK :
1. Sapa ayah/wali pasien, sebutkan bahwa anda petugas yang diberi
wewenang untuk menjelaskan tindakan penyuntikan vit K pada
bayi.
2. Jelaskan bahwa segala tindakan klinis mengandung resiko
3. Buat persetujuan tidakan medic, simpan dalam catatan medic
4. Mempersiapkan alat yang dibutuhkan

PERSIAPAN ALAT
Alat dan Bahan :
 Sarung tangan bersih
 Kain kasa atau kapas yang sudah direndam dalam larutan
antiseptic
 Spuit 1 cc

Mempersiapkan obat yang akan disuntikkan


 Siapkan Vit K
 Siapkan dalam jumlah dosis yang akan diberikan

PERSIAPAN PENOLONG
5. Mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan
6. Letakkan bayi dengan posisi terlentang
7. Lakukan desinfeksi pada bagian tubuh bayi yang akan diberikan
suntikkan vit. K :
a. Muskulus quadriseps pada bagian antero-lateral paha (lebih
dipilih karena resiko kecil terinjeksi secara IV atau mengenai
tulang femur dan jejas pada nervus skiatikus)
b. Muskulus deltoideus (mengandung sedikit lemak atau jaringan
subkutan sehingga memudahkan penyuntikkan). Area ini
digunakan hanya untuk pemberian imunisasi.

CARA MEMBERIKAN SUNTIKAN VIT.K


8. Pilih daerah otot yang akan disuntik (paha kiri)
9. Bersihakan daerah suntikan dengan kasa atau bulatan kapas yang
telah direndam lautan antiseptic dan biarkan mongering
10. Yakinkan bahwa jenis dan dosis vit K yang diberikan sudah tepat
11. Isap obat yang akan disuntikkan ke dalam spuit dan pasang
jarumnya
12. Bila memungkinkan pegang bagian otot yang akan disuntik dengan
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk
13. Dengan satu gerakan cepat, masukkan jarum tegak lurus melalui
kulit
14. Tarik tuas spuit perlahan untuk meyakinkan bahwa ujung jarum
tidak menusuk dalam vena.
- Bila dijumpai darah :
 Cabut jarum tanpa menyuntikkan obat
 Pasang jarum steril yang baru ke spuit
 Pilih tempat penyuntikkan yang lain
 Ulangi prosedur di atas
- Bila tidak dijumpai darah, suntikkan obat dengan tekanan kuat
dalam waktu 3-5 detik
15. Bila telah selesai, tarik jarum dengan sekali gerakan halus dan
tekan dengan bol a kasa steril kering
16. Masukkan dalam catatan medic
17. Lakukan pencegahan infeksi pasca tindakan

f. Unit Terkait 2) PONED

g. Dokumen Kartu rawat jalan, register rawat


Terkait

Dibuat oleh Yana Awita, Amd.Keb


Koordinator PONED

Suhaendi, SKM
Disetujui oleh Kepala UPTD Puskemas
PONED Pagar Dewa