Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH SPESIALITE DAN TERMINOLOGI KESEHATAN

“OBAT WAJIB APOTEK”

OLEH :

KELOMPOK 5 : 1. CHINTIA MILENIA

2. FITRI MELINIA

3. SHAFA NATHASYA AKINA

4. SITI QURROTA AKYUNI

5. THARISSA RIZKA RAMADHANI

KELAS : REGULER 2B

KELOMPOK :6

JURUSAN : D3 FARMASI

DOSEN PENGAMPU : 1. FERAWATI SUZALIN S.FARM, APT, M.SC

2. NUR AIRA JUWITA S.FARM, APT, M.SI

POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG


JURUSAN FARMASI
2019
BAB 1
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

Selain memproduksi obat generik, untuk memenuhi keterjangkauan pelayanan


kesehatan khususnya akses obat, pemerintah mengeluarkan kebijakan Obat Wajib Apoteker
(OWA). OWA merupakan obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker Pengelola Apotek
(APA) kepada pasien.

Dalam peraturan ini disebutkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan masyarakat


dalam menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan, dirasa perlu ditunjang
dengan sarana yang dapat meningkatkan pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional.

Peningkatan pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional dapat dicapai melalui
peningkatan penyediaan obat yang dibutuhkan disertai dengan informasi yang tepat sehingga
menjamin penggunaan yang tepat dari obat tersebut.

Oleh karena itu, peran apoteker di apotek dalam pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi
dan Edukasi) serta pelayanan obat kepada masyarakat perlu ditingkatkan dalam rangka
peningkatan pengobatan sendiri. Walaupun APA boleh memberikan obat keras, namun ada
persayaratan yang harus dilakukan dalam penyerahan OWA.

2. RUMUSAN MASALAH
A. Apa itu obat wajib apotek?
B. Apa saja jenis-jenis obat wajib apotek?
C. Peraturan perundang-undangan mana yang mengatur tentang obat wajib apotek?

3. TUJUAN
A. Mahasiswa mengetahui pengertian obat wajib apotek
B. Mahasiswa mengetahui jenis jenis obat wajib apotek
C. Mahasiswa mengetahui peraturan mana yang mengatur tentang obat wajib apotek
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
1. TEORI UMUM

A. DEFINISI

Obat wajib Apotek (OWA) Adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker oleh
Apotek tanpa resep dokter. Peraturan tentang Obat Wajib Apotek berdasarkan keputusan menteri
kesehatan RI No. 347/Menkes/SK/VII/1990 yang telah di perbaharui dengan keputusan menteri
kesehatan No. 924/Menkes/Per/X/1993, di keluarkan dengan pertimbangan sebagai berikut :

a. Pertimbangan yang utama untuk obat wajib apotek ini sama dengan pertimbangan obat
yang diserahkan tampa resep dokter, yaitu meningkatkan kemampuan masyrakat
dalam menolong diri nya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan, dengan
meningkatkan pengobatan sendiri secara tepat,aman dan rasional.

b. Pertimbangan yang kedua untuk meningkatkan peran apoteker di apotek dalam


pelayanan komunikasi, informasi dan eduksi atau pembelajaran serta pelayanan obat
kepada masyrakat sehingga masyrakat lebih mengerti tentang penggunaan obat yang baik
dan benar sesuai dengan dosis

c. Pertimbangan yang ketiga untuk meningkatkan penyediaan obat yang dibutuhkan untuk
pengobatan sendiri.

B. TUJUAN DAN JENIS-JENIS OWA

Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyrakat, maka obat-obat yang
digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita
pasien. Antara lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat), obat alergi kulit (salep hidrokotison),
infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi sistemik (CTM), obat KB hormonal.

Sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat diserahkan:

a) Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia
2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.
b) Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan
penyakit.
c) Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh
tenaga kesehatan.
d) Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.
e) Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan
untuk pengobatan sendiri.
DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (OWA) NO.1

No. Nama Obat Jumlah tiap jenis obat per pasien


1 Aminofilin Supp. maks 3 supp.
2 Asam Mefenamat maks 20 tab
3 Asetilsistein maks 20 dus
4 Betametason maks 1 tube
5 Bisakodil Supp. maks 3 supp.
6 Bromhexin maks 20 tab
7 Desoksimetason maks 1 tube
8 Difluocortolon maks 1 tube
9 Ekonazol maks 1 tube
10 Eritromisin maks 1 botol
11 Framisetna SO4 maks 2 lembar
12 Fluokortolon maks 1 tube
13 Fopredniliden maks 1 tube
14 Gentamisin SO4 maks 1 tube
15 Glafeni maks 20 tab
16 Heksakklorofene maks 1 botol
17 Hexetidine maks 1 botol
18 Hidrokortison maks 1 tube
19 Hidroquinon maks 1 tube
20 Hidroquinon dgn PABA maks 1 tube
21 Karbosistein maks 20 tab
22 Ketotifen maks 10 tab
23 Kloramfenikol maks 1 tube
24 Lidokain HCl maks 1 tube
25 Linestrenol 1 siklus
26 Mebendazol maks 6 tab
27 Mebhidrolin maks 20 tab
28 Metampiron maks 20 tab

DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (OWA) NO.2


No. Nama Obat Jumlah tiap jenis obat per pasien
1 Albendazol tab 200mg, 6 tab
tab 400mg, 3 tab

2 Bacitracin 1 tube

3 Benorilate 10 tablet

4 Bismuth subcitrate 10 tablet

5 Carbinoxamin 10 tablet

6 Clindamicin 1 tube

7 Dexametason 1 tube
8 Diclofenac 1 tube

9 Diponium 10 tablet

10 Fenoterol 1 tabung

11 Flumetason 1 tube

12 Hydrocortison butyrat 1 tube

13 Ibuprofen tab 400 mg, 10 tab


tab 600 mg, 10 tab

14 Isoconazol 1 tube

15 Ketokonazole kadar <2%


krim 1 tube

scalp sol. 1 btl

16 Levamizole
tab 50 mg, 3 tab

17 Methylprednisolon
1 tube

18 Niclosamide tab 500mg, 4 tab

19 1 siklus
Noretisteron

20 Omeprazole 7 tab

21 Oxiconazole kadar<2%,>

22 Pipazetate sirup 1 botol

23 Piratiasin Kloroteofilin 10 tablet

24 Pirenzepine 20 tablet

25 Piroxicam 1 tube

26 Polymixin B Sulfate 1 tube

27 Prednisolon 1 tube

28 Scopolamin 10 tablet

29 Silver Sulfadiazin 1 tube


Sucralfate 20 tablet
30 Sulfasalazine 20 tablet

31 Tioconazole 1 tube

32 Urea 1 tube

33 Dexpanthenol 1 tube

DAFTAR OBAT WAJIB APOTEK (OWA) NO.3


No. Nama Obat Jumlah tiap jenis obat per pasien
Alopurinol maks 10 tab 100mg

Aminofilin supositoria maks 3 supositoria

Asam Azeleat
maks 1 tube 5g

maks 1 tube 5g
Asam Fusidat

Bromheksin maks 20 tab


sirup 1 botol

Diazepam maks 20 tab

Diklofenak natrium maks 10 tab 25mg

Famotidin maks 10 tab 20mg/40mg

Gentamisin
maks 1 tube 5 gr atau
botol 5 ml

Glafenin maks 20 tab

Heksetidin maks 1 botol

Klemastin Maks 10 tab

Kloramfenikol (Obat maks 1 tube 5 gr atau


Mata) botol 5ml

maks 1 botol 5ml


Kloramfenikol (Obat
Telinga)

Mebendazol maks 6 tab


sirup 1 botol

Metampiron + maks 20 tab


Klordiazepoksid

Mequitazin maks 10 tab atau botol


60ml

maks 1 tube 5g
Motretinida
Orsiprenalin
maks 1 tube inhaler

Piroksikam maks 10 tab 10mg

Prometazin teoklat maks 10 tab atau botol


60ml

Ranitidin maks 10 tab 150mg

Satirizin maks 10 tab

Siproheptadin maks 10 tab

Toisiklat maks 1 tube 5g

Tolnaftat maks 1 tube

Tretinoin maks 1 tube 5g

2. PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN

Peraturan tentang OWA di Indonesia terdiri dari:

KepMenKes No.347 Tahun 1990 tentang Obat Wajib Apotek (OWA) No.1, berisi daftar obat
yang dapat diserahkan tanpa resep oleh apoteker di apotek, mencakup oral kontrasepsi, obat saluran
cerna (antasida, anti-spasmodik, anti-spasmodik analgetik, anti mual, laksan), obat mulut dan
tenggorokan, obat saluran napas (obat asma, sekretolitik/mukolitik), obat sistem neuromuscular
(analgetik antipiretik, antihistamin), antiparasit (obat cacing), obat kulit topikal (antibiotik topikal,
kortikosteroid topikal, antiseptik lokal, antifungi lokal, anestesi lokal, enzim antiradang topikal,
pemucat kulit.

PerMenKes No.919 Tahun 1993 tentang kriteria obat yang dapat diserahkan tanpa resep,
yaitu tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan
orang tua di atas 65 tahun, pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan resiko pada
kelanjutan penyakit, penggunaan tidak memerlukan cara dan atau alat khusus yang harus dilakukan
oleh tenaga kesehatan, penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di
Indonesia, dan obat memiliki rasio kemanfaatan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk
pengobatan sendiri.

PerMenKes No.924 Tahun 1993 tentang OWA No.2, peraturan ini memuat tambahan daftar
OWA yang dapat diserahkan apoteker.

PerMenKes No.925 Tahun 1993 tentang perubahan golongan OWA No.1, memuat perubahan
golongan obat terhadap daftar OWA No. 1, beberapa obat yang semula OWA berubah menjadi obat
bebas terbatas atau obat bebas, selain itu juga ada keterangan pembatasannya.

KepMenKes No. 1176 Tahun 1999 tentang OWA No.3


BAB 3
PENUTUP
1. KESIMPULAN

Obat wajib Apotek (OWA) Adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker oleh
Apotek tanpa resep dokter. Peraturan tentang Obat Wajib Apotek berdasarkan keputusan menteri
kesehatan RI No. 347/Menkes/SK/VII/1990 yang telah di perbaharui dengan keputusan menteri
kesehatan No. 924/Menkes/Per/X/1993.

Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyrakat, maka obat-obat yang
digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita
pasien. Antara lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat), obat alergi kulit (salep hidrokotison),
infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi sistemik (CTM), obat KB hormonal.