Anda di halaman 1dari 10

Soal 1

Jelaskan mengapa akademisi akuntan merasa perlu dan bersikeras menyusun kerangka konseptual
pelaporan keuangan? -200 kata
Para akademisi akuntan merasa perlu untuk menyusun kerangka konseptual laporan keuangan
karena dalam praktiknya, banyak masalah yang timbul karena kurangnya teori secara umum. Sejak
dulu belum ada teori umum akuntansi yang disepakati. Namun, saat ini akuntansi dianggap terlalu
permisive, artinya akuntansi membiarkan entitas untuk memilih metode akuntansi mereka sendiri
dalam batas-batas prinsip akuntansi yang berlaku umum. Regulasi akuntansi selama ini banyak yang
berasal dari praktek, didukung dengan kesepakatan dan bukan dengan prinsip-prinsip yang konsisten.
Banyak skema akuntansi yang dibuat untuk menguntungkan manajemen dan mengurangi pajak.
Karena belum ada teori yang dapat diterima secara umum, maka aturan yang dibuat oleh pembuat
standar hanya menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Jadi, kerangka konseptual
dapat menjadi pertahanan dari pengaruh politik dalam akuntansi untuk mewujudkan suatu basis teori
yang koheren.
Menurut Australian Standard Setters, manfaat kerangka konseptual:
1. Persyaratan dalam pelaporan keuangan menjadi lebih konsisten dan logis
2. Adanya aturan yang jelas mendorong pihak-pihak yang terlibat dalam pelaporan keuangan untuk
mematuhinya
3. Pihak-pihak yang menyusun peraturan menjadi lebih akuntabel atas apa yang dibuatnya
4. Meminimalisir risiko over-regulation
5. Akuntan maupun auditor dapat lebih memahami requirements laporan keuangan yang dibuat atau
diperiksa
6. Pengaturan requirements lebih ekonomis karena masalah yang muncul tidak perlu diperdebatkan
Soal 2
Buatlah matriks yang membandingkan:

 IASB Conceptual Framework for Financial Reporting 2018 (dokumen terdapat pada link materi) -
 Draft Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan IAI terbaru (dokumen terdapat pada link materi)!
 IASB Conceptual Framework for Financial Reporting 2009 (terdapat pada buku Godfrey atau pada link ini); dengan
 IASB Conceptual Framework for Financial Reporting 1989

Jelaskan perbedaan-perbedaan yang penting dan fundamental!

Kategori IASB Framework 1989 IASB Conceptual Framework for Draft Kerangka Konseptual IASB Conceptual Framework
Financial Reporting (2010) Pelaporan Keuangan IAI (2016) for Financial Reporting (2018)
Bab 1 Tujuan dari laporan keuangan ialah Istilah 'stewardship' telah dihapus Secara umum sama dengan versi Memunculkan kebutuhan
Tujuan dari menyediakan informasi laporan dari Kerangka Konseptual 2010. tahun 2010 yang mana Tujuan fungsi stewardship dalam
laporan keuangan, kinerja, dan perubahan di Tujuan dari general purpose dari general purpose financial infomasi akuntansi.
keuangan laporan keuangan dari suatu financial reporting adalah reporting adalah menyediakan
Pada versi 2018, tujuan dari
perusahaan yang bermanfaat bagi menyediakan informasi entitas informasi entitas yang
pelaporan keuangan
pengguna yang beragam dalam yang bermanfaat bagi investor bermanfaat bagi investor saat ini
ditambahkan menjadi untuk
pengambilan keputusan saat ini dan yang akan datang, dan yang akan datang, serta bagi
menyediakan informasi yang
serta bagi para kreditor dalam para kreditor dalam mengambil
berguna dalam membuat
mengambil keputusan keputusan
keputusan tentang:
 membeli, menjual, atau
menyimpan instrument
utang atau ekuitas
 menyediakan atau
menyelesaikan pinjaman
dan bentuk kredit lain,
 memberikan hak suara atau
mempengaruhi tindakan
manajemen.

Dalam kerangka konseptual


versi 2018 dijelaskan pula
bahwa untuk membuat
keputusan tersebut, pengguna
laporan keuangan perlu
menilai prospek arus kas
bersih entitas di masa
mendatang dan stewardship
manajemen terhadap sumber
daya ekonomi perusahaan.

Bab 2 Karakteristik Kualitatif terdiri dari : Kerangka Konseptual 2010, Sama dengan kerangka Pada kerangka konseptual
Karakteristik 1. Understandability, konsep substance over form tidak konseptual tahun 2010. versi 2018, IASB
Kualitatif disorot sebagai komponen Karakteristik kualitatif mempertahankan
2. Relevance:
terpisah dari faithful fundamental, yaitu: karakteristik kualitatif versi
2.1. Materiality representation. - relevansi (relevance) 2016 dan menjelaskan
1. Fundamental qualitative - representasi yang tepat (faithful tentang peran prudence,
3. Reliability:
characteristics: representation), yaitu lengkap, measurement uncertainty, dan
3.1. Verifiability - relevance (predictive value, netral, dan bebas dari kesalahan substance over from. Prudence
3.2. Faithful Representation confirmatory value, materiality) diperlukan untuk menjamin
3.3. Substance over form - faithful representation Karakteristik kualitatif peningkat, adanya netralitas. Prudence
3.4. Neutrality (complete, neutral, free from yaitu: tidak memperbolehkan
3.5. Prudence error) - keterbandingan (comparability), overstatement atau
3.6. Completeness - keterverifikasian (verifiability), understatement atas
2. Enhancing qualitative
4. Comparability - ketepatwaktuan (timelines), dan kewajiban, pendapatan, atau
characteristics:
beban. Sedangkan,
- comparability - keterpahaman measurement uncertainty
- verifiability (understandability) dianggap mempengaruhi
- timeliness relevansi informasi sehingga
- understandability pembuat laporan keuangan
harus meminimalkan level
ketidakpastian tersebut.
1. Fundamental qualitative
characteristics:
- relevance (predictive value,
confirmatory value,
materiality)
- faithful representation
(complete, neutral, free from
error)

2. Enhancing qualitative
characteristics:
- comparability
- verifiability
- timeliness
- understandability

Bab 3 Belum diatur Belum diatur Belum diatur Bab ini merupakan bab baru
Laporan sehingga belum diatur dalam
Keuangan dan kerangka konseptual versi
Entitas sebelumnya. Bab ini
Pelaporan menjelaskan tujuan dan ruang
lingkup laporan keuangan
bahwa laporan keuangan
adalah salah satu bentuk baku
dari pelaporan keuangan yang
memuat informasi mengenai
aset, liabilitas, ekuitas,
pendapatan, dan beban
entitas pelaporan.
Serta memberikan deskripsi
entitas pelapor. Entitas
pelaporan adalah pihak yang
melakukan pelaporan
keuangan dan entitas
pelaporan tidak harus
merupakan entitas legal.

Bab 4 Definisi asset : Definisi asset : Definisi asset : Definisi asset :


Unsur – Unsur Aset adalah sumber daya yang Aset adalah sumber daya yang Aset adalah sumber daya yang Aset adalah sumber daya
Laporan dikendalikan entitas sebagai hasil dari dikendalikan entitas sebagai hasil dikuasai entitas sebagai akibat ekonomi di masa kini yang
Keuangan kejadian masa lalu dimana manfaat dari kejadian masa lalu dimana dari peristiwa masa lalu dan dari dikendalikan oleh entitas
ekonomi di masa depan diperkirakan manfaat ekonomi di masa depan mana manfaat ekonomi masa sebagai hasil kejadian masa
mengalir ke entitas diperkirakan mengalir ke entitas depan diharapkan akan mengalir lalu.
ke entitas. Sumber daya ekonomi adalah
hak yang memiliki potensi
untuk menghasilkan manfaat
ekonomi.
Perubahan:

 memisahkan definisi
sumber daya ekonomi
untuk memastikan bahwa
aset adalah sumber daya
ekonomi tersebut dan
bukan arus masuk manfaat
ekonomi yang diharapkan
diterima,
 kata “diharapkan”
dihilangkan karena
mengandung
ketidakpastian, dan
 kemungkinan yang rendah
atas masuknya manfaat
ekonomi dapat
mempengaruhi pengakuan
dan pengukuran aset.

Definisi liabilitas : Definisi liabilitas : Definisi liabilitas : Definisi liabilitas :


Liabilitas adalah kewajiban masa kini Liabilitas adalah kewajiban masa Liabilitas adalah kewajiban kini Liabilitas adalah kewajiban di
entitas yang muncul dari kejadian kini entitas yang muncul dari entitas yang timbul dari peristiwa masa kini untuk mentransfer
masa lalu, penyelesaiannya kejadian masa lalu, masa lalu, yang penyelesaiannya sumber daya ekonomi sebagai
diperkirakan akan mebuat manfaat penyelesaiannya diperkirakan diharapkan mengakibatkan arus akibat adanya kejadian di masa
ekonomi keluar dari entitas. akan mebuat manfaat ekonomi keluar dari sumber daya entitas lalu.
keluar dari entitas. yang mengandung manfaat Kewajiban adalah tugas atau
ekonomi. tanggung jawab yang praktis
tidak dapat dihindari oleh
entitas (no practical ability to
avoid).
Perubahan:

memisahkan definisi
liabilitas dan kewajiban
untuk memastikan bahwa
liabilitas adalah kewajiban
untuk mentransfer sumber
daya dan bukan nilai akhir
keluarnya manfaat ekonomi,
kata “diharapkan” juga
dihilangkan dengan alasan
yang sama pada aset
adanya kriteria baru dalam
definisi kewajiban, yaitu no
practical ability to avoid.

Definisi pendapatan : Definisi pendapatan : Definisi pendapatan : Dalam versi 2018 definisi
Pendapatan adalah meningkatnya Pendapatan adalah meningkatnya Pendapatan adalah kenaikan pendapatan direvisi menjadi
manfaat ekonomi dalam periode manfaat ekonomi dalam periode manfaat ekonomi selama suatu peningkatan aset atau
akuntansi dalam bentuk arus kas akuntansi dalam bentuk arus kas periode akuntansi dalam bentuk penurunan kewajiban, yang
masuk atau peningkatan aset atau masuk atau peningkatan aset atau pemasukan atau peningkatan menghasilkan peningkatan
penurunan liabilitas, yang berdampak penurunan liabilitas, yang aktiva/aset atau penurunan ekuitas, selain yang berkaitan
pada meningkatnya ekuitas selain dari berdampak pada meningkatnya kewajiban/liabilitas yang dengan kontribusi dari
kontribusi partisipan ekuitas. ekuitas selain dari kontribusi mengakibatkan kenaikan pada pemegang klaim ekuitas
partisipan ekuitas. ekuitas yang tidak berasal dari
kontribusi penanam modal.

Definisi beban : Definisi beban : Definisi beban : Dalam versi 2018 definisi
Beban adalah menurunnya manfaat Beban adalah menurunnya Beban adalah penurunan beban direvisi menjadi
ekonomi dalam periode akuntansi manfaat ekonomi dalam periode manfaat ekonomi selama suatu penurunan aset, atau
dalam bentuk arus kas keluar atau akuntansi dalam bentuk arus kas periode akuntansi dalam bentuk peningkatan liabilitas, yang
penurunan aset atau peningkatan keluar atau penurunan aset atau pengeluaran atau berkurangnya menyebabkan penurunan
liabilitas, yang berdampak pada peningkatan liabilitas, yang aset atau terjadinya liabilitas ekuitas selain yang merupakan
berdampak pada turunnya ekuitas yang mengakibatkan penurunan distribusi kepada pemegang
turunnya ekuitas selain dari kontribusi selain dari kontribusi partisipan pada ekuitas yang tidak terkait klaim atas ekuitas.
partisipan ekuitas. ekuitas. dengan distribusi kepada
penanam modal.

Bab 5 Kriteria pengakuan: Kriteria pengakuan : Kriteria pengakuan pada versi kriteria pengakuan pada revisi
Pengakuan dan item diakui jika kemungkinan salah a. Kemungkinan besar ada 2016 didasarkan pada 2018 merujuk secara eksplisit
Penghentian paham yang muncul kecil karena manfaat ekonomi di masa pemenuhan definisi elemen dan kepada karakteristik kualitatif
Pengakuan pengakuan tersebut. depan terkait item mengalir ke bila terdapat kemungkinan aliran informasi yang bermanfaat
dalam atau dari dalam entitas; manfaat ekonomi yang nilainya yakni terkait dengan relevan
Penilaian ini harus memperhitungkan : b. Item memiliki biaya atau nilai dapat ditentukan dengan andal. dan faithful representative
a. peran item dalam aktivitas entitas; yang dapat diukur secara yang bertujuan untuk
b. apakah ada informasi kredible handal. mengembangkan seperangkat
tentang manfaat ekonomi di masa konsep yang lebih koheren
depan yang akan mengalir ke dalam dan bukan untuk menambah
atau dari dalam entitas; atau mengurangi jangkauan
c. tingkat ketidakpastian estimasi dari aset dan liabilitas yang diakui.
biaya atau nilai dari item di masa
Kerangka konseptual versi
depan
2018 menambah ketentuan
tentang penghentian
pengakuan. Ketentuann
penghentian pengakuan
adalah:

 Aset  entitas kehilangan


kontrol atas seluruh atau
sebagian dari aset yang
diakui.
 Kewajiban  entitas tidak
mempunyai kewajiban atas
sebagian atau seluruh
kewajiban yang diakui.

Bab 6 Kerangka konseptual tidak banyak Kerangka konseptual tidak banyak Kerangka konseptual tidak banyak Kerangka konseptual versi
Pengukuran memberikan panduan terkait memberikan panduan terkait memberikan panduan terkait 2018 memberikan informasi
pengukuran. pengukuran. pengukuran. terkait dasar pengukuran dan
Pengukuran adalah proses Pengukuran adalah proses Pengukuran adalah proses menjelaskan faktor-faktor
menentukan jumlah moneter dimana menentukan jumlah moneter menentukan jumlah moneter yang harus dipertimbangkan
suatu elemen laporan keuangan diakui dimana suatu elemen laporan dimana suatu elemen laporan dalam memilih dasar
dan dibawa nilainya dalam neraca dan keuangan diakui dan dibawa keuangan diakui dan dibawa pengukuran.
laporan laba rugi. nilainya dalam neraca dan laporan nilainya dalam neraca dan Kerangka konseptual ini
Dasar-dasar pengukuran yang ada : laba rugi. laporan laba rugi. mengungkapkan dua dasar
1. Historical cost. Dasar-dasar pengukuran yang ada Dasar-dasar pengukuran yang pengukuran yakni historical
2. Current cost. : ada : cost dan current value. Faktor-
3. Realizable (settlement) value 1. Historical cost. 1. Historical cost. faktor yang harus
4. Present value. 2. Current cost. 2. Current cost. dipertimbangkan ketika
3. Realizable (settlement) value 3. Realizable (settlement) value memilih dasar pengukuran
Dasar yang paling umum dipakai
4. Present value. 4. Present value. adalah relevansi (relevant) dan
adalah historical cost, dan sering
representasi yang jujur
digabung dengan dasar lainnya. Dasar yang paling umum dipakai Dasar yang paling umum dipakai
(faithful representative)
adalah historical cost, dan sering adalah historical cost, dan sering
karena tujuannya adalah
digabung dengan dasar lainnya. digabung dengan dasar lainnya.
untuk memberikan informasi
yang berguna bagi investor,
pemberi pinjaman, dan
kreditor lainnya.

Bab 7 Belum diatur Belum diatur Belum diatur Kerangka revisi 2018 mengatur
Penyajian dan bagaimana informasi harus
Pengungkapan disajikan dalam laporan
keuangan untuk meningkatkan
efektivitas komunikasi.
Entitas mengkomunikasikan
informasi aset, liabilitas,
ekuitas, pendapatan, dan
beban melalui penyajian dan
pengungkapan informasi
dalam laporan keuangan.