Anda di halaman 1dari 17

EVALUASI BAB IV-VII

OLEH :

NAMA KELOMPOK : AGUNG LEONARDO SIMANJUNTAK (1183111124)

KELAS : PGSD REGULER E 2018

DOSEN PENGAMPU : Dra. MASTIANA RITONGA, M.Pd.

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
BAB IV

Keterampilan Membaca

Soal :

1. Analsislah gaya dan penyimpangan bahasa yang terdapat dalam sebuah wacana iklan
bergambar, boleh yang dimuat dalam surat kabar, majalah atau tabloid. Tunjukkan hubungan
antar gambar atau ilustrasi dengan pesan yang ingin disampaikan.
2. Buatlah teks pidato, seolah-olah anda menjadi kades, kadus, kasek, atau ketua panitia sebuah
peringatan hari besar. Teks pidato dapat dibacakan paling lama sepuluh menit.
3. Buatlah analisis sebuah wacana ilmiah yang populer yang terdapat dalam sebuah surat kabar,
majalah atau tabloid. Analisis yang anda lakukan dapat menyangkut isi, teknik, penyajian, dan
atau bahasa yang digunakan.

Jawaban:
1. Majas paralelisme merupakan majas yang digunakan untuk mengungkapkan kesejararan
sesuatu dengan seseuatu yang lainnya. Kalimat yang menggunakan majas pararelisme dibuat
juga untuk mengungkapkan isi hati seseorang serta untuk majas ini digunakan untuk
memudahkan penutur dalam mengungkapkan perasaannya. Iklan Dancow edisi Des 2010: Cek
labelnya lihat bedanya menggunakan gaya bahasa paralelisme. Hal tersebut dapat dilihat dari
penulisan fungsi predikat yang sama yaitu cek dan lihat . Kata cek dan lihat merupakan kata
kerja berupa perintah, penulisannya pun sengaja disamakan yaitu tanpa menggunakan
imbuhan. Fungsi objek yang ditulis juga tanpa imbuhan: labelnya dan bedanya . Padahal jika
diubah menjadi kalimat berita akan menjadi: Anda mengecek labelnya dan melihat
perbedaannya.
Jika demikian, kedua objek tersebut seharusnya tidak sejajar. Namun, produsen seolah-
olah sengaja tidak memberikan imbuhan pada kedua fungsi objek agar terdengar sama dan
sejajar. Pada iklan Dancow edisi Mei 2010: Cinta ibu mewarnai hari-harinya, Dancow
mengiringi langkah masa depannya , dapat dilihat dari kesejajaran predikat mewarnai dan
mengiringi. Keduanya merupakan predikat yang sejajar dengan kata dasar warna dan iring
yang masing-masing diberi konfiks me-/-i .
2. Assalamualaikum, Wr.Wb

Yang terhormat Bapak Ibu guru dan siswa-siswi semua yang saya sayangi dan
banggakan. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul pada hari
ini. Tak lupa juga Shalawat serta salam tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Dalam peringatan hari pahlawan jatuh yang selalu diperingati pada tanggal 10 November
setiap tahunnya.

Sejarah panjang perjuangan pahlawan telah membawa Indonesia pada Kemerdekaan


Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Beratus-ratus tahun sebelumnya Indonesia selalu
dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa, melakukan penindasan di negeri ini, menguasai
pemerintahan, mengeruk hasil kekayaan alam Indonesia. Selama ratusan tahun pula telah
banyak korban jiwa karena penindasan dari penjajah, kerugian materil, ekonomi, psikologi,
sosial budaya bangas Indonesia. Berbagai perlawanan dilakukan di daerah-daerah Indonesia,
namun apa daya bangsa kita kalah saing dengan teknologi yang dimiliki penjajah. Zaman
dahulu pahlawan kita masih menggunakan peralatan dan senjata sederhana untuk melawan
penjajah, sebaliknya mereka menggunakan senjata dan teknologi canggih untuk melawan
bangsa kita. Dengan semangat rela berkorban yang tinggi, mempertaruhkan nyawa, harta dan
keluarga demi kemerdekaan bangsa ini. Semangat bangsa Indonesia menjadi satu dari berbagai
daerah yang mengumpulkan tenaga dan keyakinan untuk mengusir penjajah dengan peralatan
sederhana. Akhirnya cita-cita bangsa Indonesia merdeka terwujud dengan ditandai pembaca
teks Proklamasi oleh Ir.Soekarno.

Semangat juang dan rela berkorban para pahlawan kita yang begitu besar patut kita
teladani. Jasa-jasanya yang begitu besar untuk bangsa ini tak akan terbalaskan oleh apapun.
Saat ini Indonesia memang merdeka dari tangan penjajah, namun nyatanya Indonesia masih
banyak permasalahan. Kita lihat saja kemiskinan masih merajalela, penangguran semakin
bertambah, kriminalitas juga meningkat, ekonomi dikuasi oleh asing dan masih banyak
permasalahannya. Untuk memberantas permasalahan-permasalahan tersebut tak perlu
menggunakan senjata lagi untuk berperang. Sekarang bangsa kita hanya membutuhkan niat
dan kemauan untuk bergerak menyelesaikan berbagai masalah yang melilit bangsa ini.
Hadirin sekalian. Semoga pidato tentang kerja nyata untuk mewujudkan cita-cita
bangsa ini membuat kita semua lebih semangat untuk menjadi penerus bangsa ini. Berjalan
selaras untuk meneruskan perjuangan para pahlawan mencapai cita-cita bangsa, yaitu cita-cita
Indonesia lebih baik kedepannya. Jangan lupa kita sebagai generasi penerus harus senantiasa
mendoakan arwah para pahlawan agar diterima disisi-Nya. Dan semoga bangsa ini senantiasa
dalam lindungan-Nya, tetap dikaruniai kemerdekaan, persatuan, kedamaian, kesejahteraan.
Amin. Sekian pidato yang saya sampaikan, apabila ada perkataan yang salah saya mohon maaf
sebesar-besarnya.

Waalaikumussalam. Wr. Wb

3. “Banyaknya Peserta UNAS yang tidak Lulus”.


Dua sekolah di Provinsi Sumatera Utara dinyatakan tidak lulus 100 persen dalam
ujian nasional (UN) yang digelar pada 16 sampai 19 April lalu. Namun angka kelulusan secara
kumulatif di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengalami kenaikan dibanding tahun
2011. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Bahauddin Manik menyebutkan
tingkat kelulusan UN tahun ini mencapai 99 persen lebih. ”Memang ada dua sekolah yang
peserta ujiannya tidak lulus 100 persen karena jumlah pesertanya empat sampai sebelas siswa.
Kedua sekolah yang siswanya 100 persen tidak lulus UN itu adalah Sekolah Menengah Atas
Dorome di Kota Medan dengan jumlah peserta UN empat siswa dan madrasah aliyah di
Kabupaten Langkat dengan peserta UN hanya sebelas siswa.Data dari Dinas Pendidikan
Provinsi Sumatera Utara, dari 312.684 peserta UN, jumlah siswa yang tidak lulus 288 orang.
Tingkat ketidaklulusan 0,07 persen. Untuk program ujian dengan kelulusan 100 persen adalah
Program Keagamaan. Secara rangking, tingkat kelulusan UN di 33 kabupaten/kota Provinsi
Sumatera Utara diraih Kota Pematang Siantar, lalu Kota Medan, Kota Tebing Tinggi,
Kabupaten Simalungun, dan Kota Sibolga. Pengumuman hasil UN akan dilaksanakan
serempak oleh pihak sekolah, Sabtu besok. Naiknya tingkat kelulusan UN ini dikritisi
Komunitas Air Mata Guru. Mereka menyebutkan peningkatan kelulusan peserta UN karena
kecurangan. ”Tahun ini lebih parah dan masif dibanding tahun sebelumnya. Abdi mengklaim,
dari hasil investigasi mereka pada hari pertama pelaksanaan UN April lalu, justru kecurangan
hampir di mayoritas sekolah. Modus kecurangan, kata Abdi, seragam. “Bocoran kecurangan
sama, jawaban disebar melalui handphone,” katanya.
Analisis:

 Disajikan secara objektif dan mendalam, juga referensial, deskriptif, dan


argumetatif;
 Disajikan dengan bahasa populer, yaitu bahasa yang akrab (komunikatif),
menyenangkan, menarik, dan mudah dipahami olehrakyat (populus).
Meskipun demikian, bahasa tersebut harus tetap menggunakan istilah-istilah
yang tepat, tidak ceroboh, tidak urakan;
 Tidak memancing pernyataan-pernyataan yang bernada meragukan;
 Penyajian fakta objektif sering disertai oleh penyajian deskripsi fakta proses
pengamatan secara sederhana.

BAB V

Keterampilan Menulis

Soal:

1. Tulis atau karanglah cerita anak – anak yang sumbernya boleh diangkat dari
pengalaman anda sendiri waktu kecil atau rekayasa secara imajinatif! Untuk
penulisanya anda harus melakukan hal – hal berikut, antara lain:
a. Ingtatlah suatu peristiwa yang berupaa pengalaman anda masa kecil yang paling
berkesan.
b. Tentukan yang terlibat dalam peristiwa itu.
c. Dimana peristiwa itu terjadi.
d. Bagaimana peristiwa demi peristiwa itu terjadi.
e. Karang atau tulis kembali pengalaman anda itu dalam bentuk cerita anak – anak.
f. Berikan karangan anda itu kepada teman lain agar dibaca dan dikometari.
g. Perbaiki karangan anda berdasarkan komentar teman.
h. Ketiklah karangan anda dengan sebaik – baiknya, lalu kirimkan kepada salah satu
majalah anak – anak.
2. buatlah naskah pidato untuk dibacakan di antara acara berikut:
1. Mewakili wisudawan dalam acara wisuda, sebagai sambutan camat dalam acara
pelantikan pengurus KNPI kecamatan, 3. Sebagai kata – kata takziah ketika orang tua
teman meninggal, 4. Sebagai sambutan krtua remaja mesjid dalam acara peringatan Isra
miraj, 5. Sebagai tokoh masyarakat dalam acara natal.
Ketentuan dan langkah harus di perhatikan ialah:
a. Naskah tidak lebih dari dua halaman ketik spasi rangkap.
b. Naskah terdiri atas tiga bagian pokok, yaitu pendahulan, isi, dan penutup.
c. Berikan naskah anda kepada orang lain untuk dibaca dan dikomentari.
d. Perbaiki naskah anda berdsarkan komentar kawan.
e. Coba sampaikan naskah anda di depan publik/kelas.

Jawaban:

1. Dulu itu aku sering sekali tidak meminta izin saat pergi bermain bersama teman, karena saat
itu aku sering bersama sepupuku. Ia adalah teman masa kecilku yang selalu bersama-sama itu
sebabnya ibuku selalu tidak khawatir saat aku pergi bermain tanpa izin karena aku bersama
sepupuku. Saat kecil mungkin karena terlalu dibiarkan bermain sesuka hati oleh ibuku, kami
sering sekali bermain air karena rumah kami yang dekat sungai dan apalagi jika hujan turun
deras membuat halaman rumah menjadi banjir aku dan herlik benar-benar menyukai itu, kami
sering bermain air di sungai bersama-sama, Saat itu kami juga mempunyai 2 teman tetangga
kami.

Saat itu ada kejadian yang menimpaku saat kecil, aku tidak ingat tanggal dan tahun
berapa kejadiannya Tetapi saat itu kira kira usiaku antara 8-9 tahunan. Aku dan teman-teman
saat itu bermain air di sungai sangat lama kebetulan karena saat itu habis hujan, kami begitu
bersemangat menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain air. Saat itu kebiasaanku yang
tidak meminta izin pada ibuku atau kakakku saat akan bermain air, setelah kami selesai
bermain air entah kenapa di jalan menuju pulang ke rumah sekujur tubuhku terasa gatal-gatal.
Awalnya aku berfikir setelah mandi mungkin rasa gatal-gatal di tubuhku akan hilang, karena
teman temanku pun berfikir begitu.

Setelah sampai di rumah aku langsung bergegas mandi karena tidak ada ibu di rumah,
saat itu ibu sedang pergi ke sawah dan kakakku sedang tertidur, entah kenapa sampai malam
tiba rasa gatal di tubuhku tidak hilang juga aku terus menggaruk-garuk seluruh tubuhku dan
saat itu aku tidak berani untuk bicara pada ibuku, saat itu aku hanya dapat menghilangkan rasa
gatalnya untuk sementara dengan mengoleskan minyak ke bagian tubuhku yang gatal itu dan
aku mencoba untuk tidur meskipun sulit karena rasa gatal yang berlebihan membuatku tidak
tenang sepanjang malam.

2. Alhamdulillah segala puji dan syukur kami panjatkan Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kepada kita panjang umur dan kesehatan.
Pertama, kami ucapkan terimakasih kepada khususnya para tetangga terdekat, yang telah
memberikan bantuan yang sedemikian banyak dari mulai almahum/mah sakit hingga
meningglanya, baik bantuan tenaga, material, atau spiritual yang sungguh sangat membantu kami
sekeluarga. Dan juga kepada para jama'ah ta'jiah pada umumnya kami ucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya. Kedua, kami ingin memintakan ma'af untuk almarhum/mah, kepada seluruh
pelayat, atau para ta'jiah. Barang kali selama hidupnya almarhum/mah di lingkungan bapak/ibu,
tetangga terdekat, ada hal-hal yang tidak disenangi karena perbuatan atau tinkah laku yang kurang
tepat, baik dari ucapan, tindakan, dan perbuatan yang dinggap kurang etis, maka kami mohon
untuk dibukakan pintu ma'af yang seikhlas-iklasnya kepada almarhum/mah. Mudah-mudah
pemberian maaf tersebut dapat menjadi jalan kemudahan untuk menemui Allah Swt. Ketiga, hal-
hal yang terkait dengan urusan hak dan kewajiban di dunia, barangkali almarhum/mah mempunyai
hutang dan piutang kepada bapak/ibu, tetangga, dan saudara-saudara yang lain, yang belum
diselesaikan ketika hidupnya, maka kami dari ahli waris mempersilahkan untuk menghubungi
kami agar dapat diselesaikan dengan baik dan secepatnya. Dan terakhir, sekali lagi kami dari
keluarga yang ditinggalkannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh
bantuan bapak/ibu sekalian khususnya warga RT...../RW..... Kami tidak dapat membalas seluruh
kebaikan warga, dan hanya doa yang dapat kami panjatkan kepada Tuhan. Sekian dari kami.
BAB VI
Apresiasi Karya Sastra Dan Kemampuan Berbahasa Reseptif
Soal:
1.Dengarkan cerita saur sepuh: darah biru seri I. Catat bagian-bagian penting, kemudian
diskusikan dengan kawan yang lain (dapat diganti dengan kisah yang lain).
2.perhatikan setiap lomba baca puisi atau deklamasi yang diselenggarakan di daerah
anda.perhatikan baik-baik pembacaannya dan catatlah bagian-bagian yang penting sebagai bahan.
3.bacalah legenda batu menangis karangan james danandjaya. Perhatikan dan catatlah bagian-
bagian yang penting sebagai bahan diskusi diantara sesama kawan (dapat diganti dengan cerita
yan lain)
4.bacalah puisi-puisi yang dimuat dalam majalah anak-anak atau surat kabar yang terbit di daerah
anda. Tentukan tema dan nilai estetis yang terdapat di dalamnya. Coba diskusikan hasil
pemahaman anda dengan sesama kawan.

Jawaban:
i. Bibit konflik dan peperangan mulai tumbuh di bumi Kerajaan Majapahit setelah Bhre Wirabhumi mendirikan
Kerajaan Pamotan dan bertekad untuk merebut tahta kerajaan besar yang menjadi besar di bawah
kepemimpinan ayahnya, Prabu Hayam Wuruk, dari tangan Wikramawardhana, menantu ayahnya tersebut.
Dalam kekacauan tersebut, kekasih Lasmini, seorang hulubalang dari Kerajaan Pamotan, tewas di tangan
Brama Kumbara karena telah membunuh utusan dari Kerajaan Madangkara yang berniat mendamaikan
pertikaian Kerajaan Pamotan dan Majapahit. Lasmini tidak terima atas kematian kekasihnya tersebut sehingga
menuntut balas pada Brama Kumbara, seorang satria gagah berani dan bersahaja dari Kerajaan Madangkara
yang menjadi buah bibir di warga Madangkara. Akan tetapi ketika berhadapan dengan Brama Kumbara,
Lasmini menjadi terpikat dan jatuh hati pada Brama, namun dia juga menjadi muak pada Mantili, adik
kesayangan Brama. Kisah ini menjadi awal mula kisah cinta tragis dalam serial Saur Sepuh, dimana cinta
Lasmini pada Brama tidak terbalas dan menjadi musuh bebuyutan Mantili
2.Adalah sebagai berikut:
 Ketepatan ekspresi / mimik. Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik
adalah gerak air muka.
 kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
 Kejelasan artikulasi. Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
 Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
 Irama puisi artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara.
 Intonasi atau lagu suara. Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut
: * Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting. * Tekanan nada yaitu
tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya : Suara tinggi menggambarkan keriangan, marah,
takjud, dan sebagainya.Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan
sebagainya. * Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata

3. Cerita Batu Menangis adalah cerita rakyat yang berasal dari Kalimantan Barat yang bercerita
tentang seorang anak perempuan yang tidak mau membantu ibunya dalam memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Alih-alih membantu ibunya, pekerjaannya sehari-hari hanya berdandan
dan berjalan-jalan memamerkan kecantikannya. Hingga suatu hari, sang anak berjalan bersama
ibunya ke pasar. Sepanjang jalan sang anak meminta ibunya agar tidak berjalan di samping, dan
setiap kali ada yang bertanya siapakah yang berjalan di belakangnya, ia akan menjawab beliau
adalah pembantunya. Karena sedih dan marah, sang ibu berdoa kepada Tuhan agar anaknya
diberi hukuman. Nilai moral pada cerita batu menangis:

1) Doa ibu adalah kemauan Tuhan. Maka, janganlah menyakiti ibumu.

2) Meski dalam kehidupan susah, kita harus menghormati dan menghargai orang tua yang telah
berusaha untuk kita.

BAB VII

Aplikasi Karya Sastra Dan Kemampuan Berbahasa Produktif

Soal:

1. (a) buatlah puisi bertemakan kehidupan anak-anak


(b) berikan puisi-puisi itu kepada sesama kawan untuk mendapatkan komentar
(c) perbaikilah puisi itu dan kirim ke media cetak

2. (a) buatlah naskah drama untuk anak-anak yang ceritanya diangkat dari kehidupan mereka
(b) sampaikan naskah itu kepada anak-anak sebagai persiapan untuk pementasan

Jawaban:
1. Pekerjaan Rumah

Dari sekolah ku mendapatkan PR

Dari mengaji aku juga mendapatkan PR

Seakan-akan hidupku selalu ada yang namanya PR

Dan kini ku mengerti akan manfaat itu

Dahulu ku sempat tak terima

Jika aku mendapatkan PR yang selalu menumpuk dari setiap ibu bapak guru ku

Setelah ku menyadari akan semua itu

Ternyata semua itu membawa manfaat bagiku

Karena mu aku belajar di rumah

Karenamu aku kembali mengulas pelajaran yang sudah di ajarkan

Dan kini ku mengerti akan maksud semua itu

Terimakasih

2.
 MENJENGUK TEMAN YANG SAKIT
 Tokoh:
 · Ibu Guru
 · Ketua Kelas
 · Deni, Ade, Ani, Riska
 · Ayah Mira
 · Ibu Mira
 · Mira
 Setting : Ruang Kelas, di dalamnya terdapat tiga buah meja dan enam buah kursi
untuk murid berjejer sebaris.
 Semua tokoh yang berperan sebagai siswa telah duduk rapih di mejanya masing-masing
saat Ibu guru dating.
 (ibu guru dating dari pintu, menyimpan buku yang dibawa ke atas meja, kemudian berdiri
di depan paramurid)
 Ibu Guru : Selamat pagi anak-anak
 Semua Murid : Selamat pagi Bu (mengucapkan secara serempak)
 Ibu Guru : Senang sekali ya, hari ini kita dapat bertemu kembali di kelas untuk
melaksanakan pembelajaran. Akan tetapi sebelum kita melanjutkan pembelajaran, ibu
ingin tahu, apakah ada teman kalian yang tidak hadir hari ini?
 (ketua kelas mengacungkan tangannya)
 Ketua Kelas : Mira tidak hadir bu.
 Ibu Guru : Ada yang tau kenapa Mira tidak hadir?
 Ani : Ibunya bilang kalau Mira sedang sakit Bu
 Ibu Guru : Memangnya sakit apa, Ni?
 Ani : saya kurang tahu bu
 Ibu Guru : Yasudah kalau begitu, bagaimana kalau nanti sepulang sekolah kita
menjenguk Mira ke rumahnya? Ada yang mau ikut?
 Semua Murid : Mau Bu!! (mengucapkan secara serempak)
 Narrator : akhirnya sepulang sekolah Ibu Guru, Ketua Kelas, Deni, Ade, Ani dan
Riska pergi ke rumah Mira.
 Setting : Sebuah ruangan yang didalamnya terdapat delapan buah kursi serta dua
buah meja. Meja pertama digunakan sebagai pelengkap kedelapan buah kursi dan di
tempatkan ditengah-tengah kedelapan kursi tersebut sedang satu meja yang lain
ditempatkan terpisah berfungsi sebagai tempat tidur. Ayah dan Ibu Mira sedang asik
mengobrol ketika ibu guru dan para murid dating. Sedangkan mira sedang berbaring di atas
meja yang telah disediakan saat ibu guru dan para murid datang.
 Ibu Guru dan Semua Murid : Assalamualaikum
 (Ibu dan Ayah Mira Kaget. Mereka saling berpandangan kemudian Ibu Mira menghampiri
ibu guru)
 Ibu Mira : Walaikum salam, Eh Ibu Guru, silahkan masuk Bu
 Ibu Guru : terimakasih Bu, ayo masuk anak-anak
 Ayah Mira : Eh ibu Guru, silahkan duduk Bu.
 (Semua orang saling bersalaman sebelum akhirnya mereka semua duduk)
 Ibu Guru : Begini bu, maksud kedatangan kami adalah untuk menjenguk Mira.
Saya dengar ia sedang sakit.
 Ibu Mira : wah terimakasih banyak bu atas perhatiannya, sebentar ya bu saya
panggilkan Mira. Mira kesini sayang
 (Mira datang dengan lemas kemudian duduk disebelah ibunya)
 Ibu Mira : Mira sudah dua hari ini terkena flu Bu. Sepulang sekolah pada hari
senin kemarin, Mira main hujan-hujanan dengan teman-temannya. Setelah itu badannya
demam dan bersin-bersin.
 Ayah Mira : kami pun langsung membawanya ke dokter bu. Memang anak ini
sedikit bandel sudah diberitahu jangan hujan-hujanan tapi tetap saja main.
 Ibu Guru ` : Sabar ya pak, saya yakin Mira pasti sudah kapok dan tidak akan
mengulanginya lagi, benar kan Mira?
 Mira : Benar Bu, saya sudah kapok tidak akan main hujan-hujanan lagi.
 Ibu Guru : Bagus, Nah, anak-anak kalian belajar kan dari sakitnya Mira hari
ini, kalian tidak boleh main hujan-hujanan ya kalau tidak mau sakit seperti Mira!

Semua Murid : Baik Bu (menjawab secara serentak)

SOAL PILIHAN GANDA

BAB IV

1. Membaca ekstensif dilaksanakan terutama dalam rangka....


a. memahami persoalan sampai ke relung-relung dan pernik-perniknya
b. memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan umum
c. menangkap yang tersirat di balik yang tersurat
d. menikmati keindahan karya sastra
Jawaban: c
2. Membaca yang mengandalkan singkatnya waktu yang dibutuhkan dan ketepatan pemahaman
dinamakan membaca....

a. scanning

b. cepat

c. kritis

d. intensif

Jawaban: b

3. Dalam membaca cepat usahakan jangan smapai mengulang kata atau kalimat yang
sudah di baca. Membaca mundur tersebut disebut dengan ...
a. Progresi
b. Degresi
c. Ingrsesi
d. Regresi

Jawaban: d

4. Kemampuan pemahaman dalam membaca cepat dikatakan berhasil apabila pembaca


cepat mampu menjawab pertanyaan dengan keceptan jawaban minimal ... %
a. 20
b. 50
c. 75
d. 100

Jawaban: c

BAB V

1.Berikut ini adalah contoh situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, kecuali …


A. Mendengarkan Radio
B. Mendengarkan TV
C. Mendengarkan Film
D. Percakapan Tatap Muka
Jawaban: D
2.Menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara dan intonasi, menyadari adanya
reduksi bentuk-bentuk kata, merupakan salah satu keterampilan mikro yang harus dikuasai dalam
kegiatan …
A. Menulis
B. Membaca
C. Mendengarkan
D. Berbicara
Jawaban:C
3. Dalam menyimak kreatif, penyimak bertujuan untuk …
A. Mengembangkan kemampuan berbahasa
B. Meningkatkan pengetahuan kebahasaan
C. Mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas
D. Memperkaya perbendaharaan kata
Jawaban:C
4. Kemampuan mencamkan, menyimpan dan memproduksikan pemahaman disebut … A.
Kemampuan Menulis
B. Kemampuan Retensi
C. Kemampuan Membaca
D. Kemampuan Menyimak
Jawaban: D

BAB VI

1. Dari hasil suatu kegiatan berikut ini yang dimaksud karya sastra yaitu...

A. kreasi manusia dengan menggunakan bahasa.

B. komunikasi manusia dengan mengguna-kan bahasa.


C. evaluasi manusia dengan menggunakan bahasa.

D. inovasi manusia dengan menggunakan bahasa.

Jawaban: A

2. Urutan kegiatan apresiasi yaitu...

A. penerapan, penikmatan, penghafalan, pengenalan, dan pemahaman.

B. pemahaman, penikmatan, pengenalan, penghayatan, dan penerapan.

C. penghayatan, pengenalan, penikmatan, pemahaman, dan penerapan.

D. pengenalan, pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan penerapan.

Jawaban:D

3. Berikut ini adalah manfaat pengajaran apresiasi sastra ...

A. membantu kemampuan menulis dan membantu pembentukan watak.


B. meningkatkan keempat keterampilan berbahasa, membantu pembentukan watak, dan
mengembangkan cipta dan rasa.
C. membantu kemampuan membaca dan membantu pembentukan watak.
D. membantu pembentukan watak dan meningkatkan rasa solidaritas.

Jawaban: B

4. Yang termasuk dalam kegiatan apresiasi sastra yaitu...


A. membaca karya sastra, membaca biografi sastrawan, dan sejarah kritikus.
B. menonton pementasan karya sastra, mendengarkan pembacaan karya sastra, dan membaca
karya sastra.
C. membaca koran sastra, membaca majalah sastra, dan menonton drama.
D. membaca sastra, mendengarkan musikalisasi puisi, dan membaca sejarah kritikus.

Jawaban: B

BAB VII
1. Kegiatan mengakrabi karya sastra secara sungguh-sungguh sehingga terjadi proses
pengenalan,pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan penerapan adalah pengertian dari…
a.sastra
b.karya sastra
c.apresiasi satra
d.kegiatan kreatif
jawaban: B
2. Ekspresi sastra adalah karya sastra yang dihasilkan melalui imajinasi seseorang, sedangkan
apresiasi sastra adalah ….
A. Menghasilkan karya sastra bermutu
B. menulis karya sastra sehingga memperluas pengetahuan penulis dan membantu
pengetahuan pembaca
C. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi
pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
D. menjadi sastrawan yang dapat menghasilkan berbagai jenis karya sastra
jawaban: B
3. Melalui pem belajaran apresiasi sastra siswa akan memiliki kemampuan lengkap baik
pengetahuan maupun kekayaan batin karena fungsi pem belajaran apresiasi sastra adalah
sebagai berikut kecuali... .
A. menjadi penelaah karya sastra
B. melatih keempat kemampuan berbahasa
C. meningkatkan wawasan kehidupan
D. membantu pembentukan watak
jawaban: D
4. Kegiatan yang memperlihatkan keterkaitan antara pembelajaran sastra dengan menyimak
adalah … .
A. Guru memperdengarkan naskah pidato
B. Guru meminta siswa membaca puisi di muka kelas
C. Guru memperdengarkan casset pembacaan cerpen kepada siswa
D. Siswa menuliskan hasil diskusi mengenai tema cerita 6 Dinda biasa
jawaban: B