Anda di halaman 1dari 15

PEMBERDAYAAN ANGGOTA KELOMPOKTANI DALAM PENGGUNAAN BENIH BERMUTU TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN SINDANGKERTA KABUPATEN BANDUNG BARAT

LAPORAN TUGAS AKHIR

DINI NUR AZILA

04.1.15.0699

BARAT LAPORAN TUGAS AKHIR DINI NUR AZILA 04.1.15.0699 PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN JURUSAN

PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN JURUSAN PERTANIAN

POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN BOGOR

2019

LEMBAR PENGESAHAN

Judul

:

Pemberdayaan Anggota Kelompoktani Dalam Penggunaan Benih Bermutu Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa) di Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat

Nama

:

Dini Nur Azila

NIM

:

04.1.15.0699

Program Studi

:

Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan

Jurusan

:

Pertanian

Pembimbing I

Nawangwulan W, SP., M.Si NIP. 19570913 198503 2 001

Ketua Jurusan Pertanian,

Rudi Hartono, S.ST., MP NIP. 19820307 200604 1 001

Disetujui,

Pembimbing II

Ir. M. Tassim Billah, M. Sc NIP. 19570725 198203 1 001

Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan

Ait Maryani, SP., M.Pd NIP. 19591009 198202 2 001

Diketahui Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Dr. Ir. Siswoyo, MP NIP. 1961017 199103 1 001

Tanggal Lulus: 31 Juli 2019

Judul

Nama

NIM

Program Studi

Jurusan

Penguji I,

:

:

:

:

:

Pemberdayaan Anggota Kelompoktani Dalam Penggunaan Benih Bermutu Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa) di Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat

Dini Nur Azila

04.1.15.0699

Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan

Pertanian

Menyetujui:

Ir. M. Tassim Billah, M. Sc NIP. 19570725 198203 1 001

Penguji II,

Nawangwulan W, SP., M.Si NIP. 19570913 198503 2 001

Penguji III,

Ait Maryani, SP., M.Pd NIP. 19591009 198202 2 001

Tanggal Ujian : 31 Juli 2019

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Penulis menyadari tanpa dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak penulisan laporan tugas akhir ini tidak akan berjalan dengan baik, oleh karena itu tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Nawangwulan Widyastuti, SP., M.Si selaku pembimbing 1 dan Ir. Muhammad Tassim Billah, M.Sc selaku pembimbing 2 yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis juga menyampaikan terimakasih kepada:

1. Dr. Ir. Siswoyo, MP selaku Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

2. Rudi Hartono, S.ST., MP selaku Ketua Jurusan Pertanian.

3. Ait Maryani, SP., M.Pd selaku Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan.

4. Koordinator dan Penyuluh BPP Kecamatan Sindangkerta.

5. Seluruh kelompoktani di Kecamatan Sindangkerta

6. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna, untuk itu

Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi menghasilkan laporan yang jauh lebih sempurna.

Bogor, Agustus 2019

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR TABEL

iv

DAFTAR BAGAN

vi

DAFTAR LAMPIRAN

vii

PENDAHULUAN Latar Belakang

1

Rumusan Masalah

3

Tujuan

3

Manfaat

3

TINJAUAN PUSTAKA Pemberdayaan

4

Karakteristik Petani

6

Penyuluhan Pertanian

8

Kegiatan Penyuluhan

9

Peran Penyuluh

12

Kelompoktani

13

Padi (Oryza sativa)

15

Benih Bermutu Tanaman Padi

15

Benih Bersertifikat

18

Pengujian Benih Bermutu

19

Kerangka Berpikir

22

PELAKSANAAN KEGIATAN Waktu dan Tempat

24

Populasi dan Sampel

24

Instrumen

26

Pengumpulan dan Anlisis Data

29

Definis Operasional

31

HASIL DAN PEMBAHASAN Keragaan Wilayah

34

Analisis Deskriptif

39

Karakteristik petani

39

Ketersediaan sarana dan prasaran

41

Kegiatan penyuluhan

42

Pemberdayaan anggota kelompok tani

43

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan

46

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan, sikap, keterampilan

47

Strategi pemberdayaan petani dalam penggunaan benih bermutu

53

RANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENYULUHAN Rancangan Kegiatan Penyuluhan

55

Materi Penyuluhan

55

Media Penyuluhan

55

Metode Penyuluhan

55

Menyusun Lembar Persiapan Menyuluh (LPM)

56

Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan

56

Petak Percontohan

57

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

61

Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

62

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel

1. Populasi Kajian Penugasan Akhir Desa Pasir Pogor, Cicangkang Girang

dan Puncak Sari

24

2. Rencana Jumlah Sampel Masing-Masing Kelompoktani

26

3. Variabel, Indikator, Parameter dan Skala Pengukuran Pemberdayaan

Petani

27

4. Definisi Operasional Variabel Karakteristik Petani

32

5. Definisi Operasional Variabel Ketersediaan Sarana dan Prasarana

32

6. Definisi Operasional Variabel Kegiatan Penyuluhan

33

7. Definisi Operasional Variabel Pemberdayaan Petani Dalam

Penggunaan Benih Bermutu

33

8. Jumlah luas lahan

34

9. Tingkat penerapan teknologi padi sawah

35

10. Jumlah penduduk

35

11. Kriteria penduduk berdasarkan banyaknya kepala keluarga (KK)

36

12. Kriteria penduduk berdasarkan umur

36

13. Kepemilikan lahan usahtani berdasarkan KK tani

36

14. Status kepemilikan lahan usahatani berdasarkan KK

37

15. Data kelembagaan kelompoktani Desa Pasir pogor, Puncak

sari, Cicangkanggirang

37

16. Tingkat produktifitas usahatani

38

17. Karakteristik petani menurut umur, pendidikan, pengalaman dan

Luas lahan

39

18. Rata-rata skor ketersediaan sarana dan prasaran

41

19. Rata-rata skor kegiatan penyuluhan

42

20. Rata-rata skor pemberdayaan anggota kelompoktani

43

21. Rata-rata skor aspek pengetahuan, sikap, keterampilan

45

22. Pengaruh karakteristik petani, ketersediaan sarana & prasarana,

kegiatan penyuluhan terhadap pemberdayaan

46

DAFTAR BAGAN

Bagan

1. Kerangka berpikir pemberdayaan anggota kelompoltani dalam

penggunaan benih bermutu tanaman padi sawah di Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat

Halaman

23

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Jadwal Palang kegiatan tugas akhir

66

2. Lembar Persiapan Menyuluh

68

3. Sinopsis

80

4. Daftar Hadir

84

5. Leaflet

90

6. Power Point

91

7. Jurnal Harian

100

8. Tabulasi Responden Pengkajian

106

9. Jurnal Konsultasi

107

10. Dokumentasi Kegiatan

109

11. Kuesioner Penelitian

114

12. Tabulasi Responden Uji Validitas & Reliabilitas

119

13. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas (SPSS)

120

14. Hasil Uji Validitas (Microsoft Excel)

125

15. Hasil Uji Reliabilitas (Microsoft Excel)

126

PENDAHULUAN

Latar Belakang Indonesia merupakan Negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian dibidang pertanian. Pada era globalisasi saat ini banyak cara yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup seharihari, terutama kebutuhan pangan. Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia untuk dapat mempertahankan hidup. Masalah pangan di Indonesia tergolong masih sulit, terutama masalah kebutuhan beras. Sebagian besar masyarakat di Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok sehingga kebutuhan beras dalam negeri terus meningkat seiiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan tingkat konsumsi masyarakat yang juga terus bertambah tiap tahunnya. Ratarata konsumsi beras per kapita yaitu 1,642 kg seminggu (Badan Pusat Statistik, 2018). Dalam mengatasi masalah kebutuhan beras dalam negeri juga dapat dipenuhi dengan impor beras namun apabila impor beras selalu dilakukan akan menyebabkan ketergantungan akan pangan impor sehingga dapat berdampak pada berbagai aspek seperti aspek ekonomi, sosial bahkan politik. Pemerintah mempunyai peran penting untuk mengatasi permasalahan kebutuhan beras dalam negeri dengan usaha meningkatkan produktivitas pertanian salah satunya yaitu program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Program ini memiliki target utama, yaitu peningkatan produksi beras 2 juta ton setara beras atau 3,6 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2007, dan meningkat lima persen pada tahun-tahun selanjutnya sampai pada tahun 2009 (Departemen Pertanian, 2007). Gerakan P2BN merupakan upaya yang terkoordinasi untuk memasyarakatkan teknologi dan inovasi baru melalui pendekatan program pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah. Salah satu komponen teknologi dan inovasi PTT adalah penggunaan benih bermutu, pemerintah menggunakan input benih padi yang unggul dan bermutu di tingkat petani agar dapat memberikan pengaruh kepada peningkatan produktivitas padi. Benih merupakan salah satu input utama, sekaligus faktor yang cukup dominan dalam menentukan tingkat produktivitas tanaman padi. Benih mengandung potensi genetik produksi yang akan memberikan hasil dalam usaha pertanian. Sebaik apapun faktor lingkungan yang disediakan seperti ketersediaan

TINJAUAN PUSTAKA

Pemberdayaan

Istilah pemberdayaan masyarakat sebagai terjemahan dari kata

empowerment mulai ramai digunakan dalam bahasa sehari-hari di Indonesia

bersama-sama dengan istilah pengentasan kemiskinan (poverty alleviation) (Totok

Mardikanto, 2010).

Namun memberdayakan masyarakat merupakan satu masalah tersendiri

yang berkaitan dengan hakikat power (daya). Pada dasarnya daya atau power

dimiliki oleh setiap individu dan kelompok. Akan tetapi kadar dari power tersebut

berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai

faktor yang saling terkait antara lain seperti pengetahuan, kemampuan, status dan

gender. Faktor-faktor yang saling terkait tersebut pada akhirnya membuat

hubungan dengan dikotomi “subyek” (penguasa) dan “obyek” (yang dikuasai)

sehingga dari hal tersebut berimplikasi kepada terbentuknya pembagian daya antara

pihak yang berkuasa kepada yang dikuasai atau yang biasa disebut “power sharing”

(Erman, 2003).

Suharto (2010) mendefinisikan pemberdayaan sebagai sebuah proses dan

tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk

memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat,

termasuk individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan,

maka pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh

sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau

mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya

yang baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial seperti memiliki kepercayaan

diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi

dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya.

Pengertian pemberdayaan sebagai tujuan seringkali digunakan sebagai indikator

keberhasilan pemberdayaan sebagai sebuah proses.

Soedijanto (2003) menyatakan bahwa mutu SDM petani akan dapat mendukung pembangunan pertanian kini dan masa mendatang manakala penyuluhan pertanian merupakan proses pemberdayaan, bukan proses transfer teknologi.

METODE PELAKSANAAN

Waktu dan Tempat

Kegiatan pengkajian ini dilaksanakan dari tanggal 22 April sampai dengan

tanggal 26 Juli tahun 2019 yang berlokasi di Desa Pasir Pogor, Desa Cicangkang

Girang dan Desa Puncak Sari Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat

Provinsi Jawa Barat.

Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi merupakan keseluruhan obyek/subyek pengkajian. Populasi bukan

hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga

bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi

seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Kecamatan Sindangkerta terdiri atas 11 Desa, komoditas andalan di

Kecamatan Sindangkerta adalah padi sawah, kedelai, jagung, sayuran, perkebunan

teh, padi gogo dan manggis (Programa Kecamatan Sindangkerta, 2018). Kriteria

yang digunakan untuk penentuan populasi secara purposive sample adalah anggota

kelompoktani yang memiliki lahan sawah yang ditanami padi tiap tahunnya, Desa

yang memiliki kriteria tersebut diantaranya Desa Pasir Pogor, Cicangkang Girang

dan Puncak Sari. Dari ketiga Desa tersebut terdapat 26 kelompoktani yang

kemudian dilakukan pemilihan kelompoktani yang menjadi populasi secara

purposive sample dengan jumlah 2 kelompoktani pada setiap Desa dengan kriteria

kelompoktani yang telah mendapatkan program teknologi dan inovasi PTT

penggunaan benih bermutu padi sawah. Kelompoktani yang terpilih dapat dilihat

pada tabel 1.

Tabel 1. Populasi Kajian Penugasan Akhir Desa Pasir Pogor, Cicangkang Girang dan Puncak Sari

No

Desa

Nama Kelompoktani

Anggota (Orang)

1 Pasir Pogor

Motekar

26

Mekar Arum

30

2 Cicangkang Girang

Cicangkang

29

Babakan Jati

19

3 Puncak Sari

Tani Lestari

18

Harapan Saluyu

24

 

Jumlah

146

Sumber: Data primer diolah (2019)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Keragaan Wilayah Desa Pasir pogor, Desa Puncak sari dan Desa Cicangkanggirang Desa Pasir pogor memiliki luas lahan sawah 240 Hektar, darat 350 Hektar. Desa Puncak sari memiliki luas lahan sawah 100 Hektar, darat 262 Hektar sedangkan Desa Cicangkanggirang memiliki luas lahan sawah 241 Hektar, darat 370 Hektar. Luasan lahan tersebut merupakan sumber pokok pendapatan para petani dilihat dari potensi wilayah jika dimanfaatkan masih mungkin untuk ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Batas administrasi:

Desa Pasir pogor

- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Puncak sari hilir Kecamatan Cipongkor

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Puncak sari

- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cijenuk Kecamatan Cipongkor

- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sindangkerta Desa Puncak sari

- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pasir pogor

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Weninggalih

- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cicangkang

- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Cintakarya

Desa Cicangkanggirang

- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Giri Mukti Kecamatan Cipongkor

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Weninggalih

- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Celak Kecamatan Gununghalu

- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Cintakarya

Kondisi Sumberdaya Alam Tabel 8. Jumlah luas lahan di Desa Pasir pogor, Puncak sari & Cicangkanggirang

No

Nama

Sawah

Darat

Kolam

Pekarangan

Jumlah

Kelurahan/Desa

(Ha)

(Ha)

(Ha)

1.

Pasir pogor

240

350

-

590

2.

Puncaksari

100

262

-

362

3.

Cicangkanggirang

241

370

-

611

Jumlah

581

982

1.563

Sumber: Programa Desa Pasir pogor, Puncak sari, Cicangkanggirang, 2018

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Berdasarkan uraian pembahasan di atas, pengkajian ini memperoleh simpulan sebagai berikut:

1. Pemberdayaan anggota kelompoktani dalam penggunaan benih bermutu padi sawah di Desa Pasir Pogor, Puncak Sari dan Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta termasuk kategori sedang yang artinya sebagian petani masih menggunakan benih asalan yang berasal dari hasil pertanaman sebelumnya sesuai dengan kebiasaan serta petani masih kurang mengetahui cara seleksi benih padi yang baik dan benar.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan anggota kelompoktani dalam penggunaan benih bermutu padi sawah adalah kegiatan penyuluhan dan pendidikan petani, hal ini karena dengan adanya kegiatan penyuluhan petani secara rutin dan berkelanjutan maka petani akan lebih banyak mengetahui informasi dan teknologi, salah satunya yaitu tentang benih bermutu padi sawah.

3. Strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemberdaayaan anggota kelompoktani dalam penggunaan benih bermutu padi sawah adalah dengan meningkatkan intensitas dan kualitas kegiatan penyuluhan secara terpadu untuk dapat menerapkan teknologi benih bermutu padi sawah. Seperti sering melakukan kunjungan dan membuat petak percontohan.

Saran Berdasarkan pengalaman dalam kegiatan pengkajian tugas akhir yang telah dilaksanakan, adapun saran yang dapat diberikan yaitu:

1. Peran penyuluh diharapkan lebih intensif untuk meningkatkan pemberdayaan petani melalui kegiatan penyuluhan serta perlu adanya bimbingan secara berkelanjutan untuk menambah wawasan, sikap dan keterampilan petani dalam kegiatan seleksi benih padi sawah guna mendapatkan benih padi yang bermutu.

2. Perlu adanya dorongan kuat untuk keikutsertaan pemuda dalam kegiatan usahatani untuk meregenerasi petani di Kecamatan Sindangkerta.

DAFTAR PUSTAKA

Amanah, Siti. 2007. Makna Penyuluhan dan Transformasi Perilaku Manusia. Jurnal Penyuluhan. 3(1):63-67.

Anonim,

1997.

Ensiklopedia

Kehutanan

Indonesia.

Badan

Penelitian

dan

Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta. PT Asdi Mahasatya.

Arlis. 2016. Hubungan Karakteristik Petani Dengan Produksi Padi Sawah Di Desa Rambah Tengah Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Universitas Pasir Pengairan. Rokan Hulu.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2015. Pedoman Umum PTT Padi Sawah. Kementirian Pertanian.

Badan Pusat Statistik. 2018. Tingkat Konsumsi Pangan Per Kapita Seminggu. Jakarta.

Departemen Pertanian. 2002. Kebijaksanaan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian. Badan Pengembangan SDM Departemen Pertanian, Jakarta. Departemen Pertanian.

Effendy, L. 2014. Metode Pengkajian Penyuluhan. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian. Bogor.

Erman.

Strategi

Komunitas

2003.

Pemberdayaan

Petani

Padi:

Suatu

Pengembangan Masyarakat Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis.

Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hardin. 2012. Pengaruh Identitas Petani Terhadap Produktivitas Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Kelurahan Ngkaringkaring Kecamatan Bungi Kota Baubau. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta.

Hernalius, Lidwina A. 2017. Pengaruh Penyuluhan Pertanian Terhadap Tingkat Produktivitas Padi Sawah Di Desa Bojongsari Kecamatan Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ikhsan, Muljono Pudji, Sadono Dwi. 2018. Persepsi Petani Tentang Kompetensi Keujruen Blang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Jurnal Penyuluhan. 14 (2) : 351-353.

Indraningsih Kurnia Suci, Pranadji Tri, Sunarsih. 2013. Revitalisasi Sistem Penyuluhan Pertanian Dalam Perspektif Membangun Insdusttrialisasi Pertanian Perdesaan. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Kidd, A.D., et al. 2000. Privatising Agricultural Extension: Caveat Emptor dalam Journal of Rural Studies No.16 (2000) 95-102. Pergamon Press.