Anda di halaman 1dari 8

KEMENTERJAN RJSET DAN TEKNOLOGI/BADAN RJSET DAN

INOVASI NASIONAL
SEKRETARIAT KEMENTERIAN /SEKRETARIAT UTAMA
Gedung II BPPT Jalan MH Thamrin Nomor 8, Jakarta Pusat 10340

RISTEK-BRIN

PENGUMUMAN
NOMOR: B/9/A.A2/KP.02.01/2019
TENTANG
SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
TAHUN 2019

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi


Nomor 868 Tahun 2019 tanggal 13 November 2019 tentang Perubahan Atas Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 460 Tahun 2019
tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2019, Kementerian Riset dan
Teknologi/Badan Riset Dan lnovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) membuka kesempatan
kepada Warga Negara Indonesia yang berintegritas dan berdedikasi tinggi untuk diangkat
menjadi Galon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemenristek/BRIN, dengan
ketentuan dan syarat sebagai berikut:

I. NAMA JABATAN, KUALIFIKASI PENDIDIKAN, JUMLAH FORMASI, DAN RENCANA


PENEMPATAN

A. Jumlah alokasi formasi berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur


Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 868 Tahun 2019 tanggal 13 November 2019,
sebanyak 11, yang terdiri dari:
1. formasi jabatan fungsional Analis Kepegawaian sebanyak 4; dan
2. formasi jabatan fungsional Auditor sebanyak 7.

B. Nama jabatan, kualifikasi pendidikan, jumlah dan jenis formasi , dan rencana
penempatan sebagaimana tersebut dalam lampiran pengumuman ini.

II. PERSYARATAN
A. PERSYARATAN UMUM
1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa setia dan
taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
2. Sehat Jasmani dan Rohani sesuai denga persyaratan jabatan yang dilamar;
3. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau
sejenisnya;
4. Berkelakuan baik;
5. tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang
telah berkekuatan hukum tetap karena melakukan suatu tindak pidana dengan
pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak
dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Anggota Polri atau TNI;
7. Tidak menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik atau terlibat politik praktis;
8. Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, Anggota Polri, Prajurit TNI dan
siswa/mahasiswa sekolah ikatan dinas;
9. Berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat pelamaran;
10.Pelamar yang saat ini sedang dalam proses/mengikuti program beasiswa, apabila
lulus seleksi dan telah ditetapkan sebagai CPNS dapat melanjutkan program
beasiswanya setelah berstatus PNS;
11 .Tidak sedang menjalani ikatan dinas/wajib kerja dengan institusi/lembaga/
perusahaan;
12.Tidak terafiliasi pada ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

B. PERSYARATAN KHUSUS
1. Formasi Umum
a. Memiliki kualifikasi pendidikan baik jenjang pendidikan maupun program studi
yang sesuai dengan persyaratan jabatan, dengan ketentuan:
1) Untuk lulusan perguruan tinggi dalam negeri, program studi telah terakreditasi
oleh BAN-PT pada saat kelulusan.
2) Untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri, telah memperoleh penyetaraan
ijazah dari pejabat yang berwenang pada Kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi (Ditjen
Pendidikan Tinggi/Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kernen ristekd ikti/Kemend ikb ud).
b. lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) ijazah minimal 2,85 (dua koma delapan lima)
skala 4,00 (empat koma nol).

2. Formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian/Cumlaude


Memiliki kualifikasi pendidikan baik jenjang pendidikan maupun program studi yang
sesuai dengan persyaratan jabatan, dengan ketentuan:
a. Untuk lulusan perguruan tinggi dalam negeri, berasal dari perguruan tinggi
terakreditasi A/Unggul dan program studi terakreditasi A/Unggul oleh BAN-PT
pada saat kelulusan. Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan
Pujian/Cum/aude dibuktikan dengan keterangan Dengan Pujian/Cum/aude pada
ijazah atau transkrip nilai.
b. Untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri:
1) Telah memperoleh penyetaraan ijazah dari pejabat yang berwenang pada
Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
pendidikan tinggi (Ditjen Pendidikan Tinggi/Ditjen Pembelajaran dan
Kemahasiswaan Kemenristekdikti/Kemendikbud).

2
2) Melampirkan Surat Keterangan Hasil Konversi Nilai dan Predikat yang
menyatakan yang bersangkutan lulus dengan predikat lulusan terbaik
berpredikat dengan pujian/cum/aude dari Kementerian yang menyeleng-
garakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi (Ditjen Pendidikan
Tinggi/Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti/
Kemendikbud).

3. Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat


a. Memiliki kualifikasi pendidikan baik jenjang pendidikan maupun program studi
yang sesuai dengan persyaratan jabatan dengan ketentuan:
1) Untuk lulusan perguruan tinggi dalam negeri, program studi telah terakreditasi
oleh BAN-PT pada saat kelulusan.
2) Untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri, telah memperoleh penyetaraan
ijazah dari pejabat yang berwenang pada Kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi (Ditjen
Pendidikan Tinggi/Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kernen ristekd ikti/Kemend ikbud).
b. lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 (dua koma tujuh puluh lima) skala
4,00 (empat koma nol).
c. Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 23 Tahun 2019, kriteria
Putra/Putri Papua dan Papua Barat harus merupakan keturunan Papua/Papua
Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak atau ibu) asli Papua,
dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang
bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala
Suku.
4 . Pelamar disabilitas wajib menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan
penyandang disabilitas dan dibuktikan dengan dokumen/surat keterangan resmi
yang berlaku dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas yang menyatakan jenis dan
derajat kedisabilitasannya.

Ill. TATA CARA PENDAFTARAN


A. PENDAFTARAN SSCASN
1. Setiap calon pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi dan 1 (satu)
formasi jabatan.
2. Pendaftaran dimulai tanggal 21 November 2019 dengan mengisi data sesuai data
kependudukan yang tertera pada KTP dan/atau KK. Registrasi online ditutup pada
tanggal 5 Desember 2019. Tata cara pendaftaran secara online mengikuti petunjuk
sebagaimana tercantum pada laman https://sscasn.bkn.go. id.
3. Mengunggah hasil scan berkas lamaran sesuai format yang ditentukan di SSCASN
antara lain:
a. Surat lamaran yang ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani di atas
materai Rp 6.000,- yang ditujukan kepada Menteri Riset dan Teknologi/Kepala
Sadan Riset Dan lnovasi Nasional;

3
b. Pas Photo dengan latar belakang warna merah ;
c. KTP yang masih berlaku atau surat keterangan telah melakukan perekaman e-
KTP;
d. Asli ijazah pendidikan terakhir (khusus lulusan Perguruan Tinggi Dalam
Negeri), atau asli ijazah luar negeri dan asli Surat Keputusan Penyetaraan ljazah
yang dikeluarkan oleh Pejabat berwenang pada Kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi (Ditjen
Pendidikan Tinggi/Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti/
Kemendikbud). (khusus lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri);
e. Asli transkrip nilai pendidikan terakhir;
f. Sertifikat akreditasi program studi. Khusus pelamar formasi Putra/Putri Lulusan
Terbaik Berpredikat Dengan Pujian/Cum/aude, selain sertifikat akreditasi program
studi juga wajib mengunggah sertifikat akreditasi perguruan tinggi;
g. Surat Keterangan Hasil Konversi Nilai dan Predikat yang menyatakan yang
bersangkutan lulus dengan predikat lulusan terbaik berpredikat dengan
pujian/ Cum/aude dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang pendidikan tinggi (khusus lulusan Perguruan Tinggi
Luar Negeri yang melamar formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat
Dengan Pujian/Cum/aude);
h. Akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir pelamar dan surat keterangan dari
Kepala Desa/Kepala Suku, (khusus bagi pelamar formasi khusus Putra/Putri
Papua dan Papua Barat);
i. Surat keterangan dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas yang menjelaskan
jenis dan derajat kedisabilitasannya (khusus bagi pelamar disabilitas yang
melamar formasi umum atau formasi khusus).
4. Seluruh dokumen yang diunggah wajib berwarna, jelas terlihat dan terbaca.
5. Pelamar yang mengunggah dokumen tidak sesuai ketentuan sebagaimana
dimaksud pada angka 3 dan 4, dinyatakan tidak memenuhi syarat kelulusan seleksi
administrasi (tidak lulus seleksi administrasi).

B. PENGATURAN TERHADAP PESERTA SELEKSI YANG TERMASUK KATEGORI


P1/TL HASIL SELEKSI CPNS TAHUN 2018

1. Yang termasuk Pelamar dari kategori P1/TL adalah peserta seleksi penerimaan
CPNS tahun 2018 dan memenuhi nilai ambang batas/passing grade berdasarkan
Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan CPNS Tahun 2018 serta masuk
dalam 3 (tiga) kali formasi jabatan yang dilamar untuk mengikuti Seleksi Kompetensi
Bidang (SKB) tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap
akhir;
2. Peserta P1 /TL dapat mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS tahun 201 9 dengan
menggunakan kualifikasi pendidikan yang sama saat melamar sebagai CPNS
Tahun 2018;

4
3. Peserta P1/TL sebagaimana dimaksud pada angka 2, diberikan peluang
menggunakan nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dan nilai SKD Tahun 2019,
sebagai dasar untuk dapat mengikuti SKB;
4. Data Peserta P1/TL sebagaimana dimaksud pada angka 3, didasarkan pada basis
data hasil SKD tahun 2018 yang disimpan dalam SSCASN BKN . Sistem SSCASN
BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang
dilamar, kualifikasi pendidikan , nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada
3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai
dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018;
5. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang
sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan
dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang
dipersyaratkan oleh instansi. Apabila yang bersangkutan tidak memenuhi
persyaratan administrasi maka dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi;
6. Nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila:
a. Nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun
2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya;
b. Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama
dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pelamaran tahun
2018.
7. Pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun
2019 pada sistem SSCASN ;
8. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian
tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur;
9. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka
nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018;
10. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang
batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka
nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan
nilai SKD Tahun 2019;
11 . Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang bataslpassing grade,
maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.
12. Nilai SKD peserta P1/TL sebagaimana dimaksud pada angka 9 atau angka 10 atau
angka 11, akan diperingkat dengan nilai SKD dari peserta Seleksi CPNS Tahun
2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang bataslpassing grade pada jenis formasi
dan jabatan yang dilamar untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti SKB
paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi.

s
IV. TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI
A. TAHAPAN SELEKSI
1. Seleksi Administrasi
a . Pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi apabila memenuhi seluruh
persyaratan dan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka romawi II dan Ill;
b. Pelamar disabilitas yang melamar pada formasi umum atau formasi khusus wajib
bersedia memenuhi undangan panitia ke kantor pusat di Jakarta untuk
memastikan kesesuaian formasi dengan jenis dan derajat kedisabilitasannya.
c. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi diumumkan di laman
https://sscasn.bkn.go.id dan https://casn .ristekdikti.go .id pada tanggal 10
Desember 2019;
d . Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti SKD.

2. SKD
a. SKD dilaksanakan dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT);
b. SKD dilaksanakan di lokasi sesuai wilayah yang dipilih pelamar pada saat
melakukan pendaftaran online;
c. Materi SKD terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan , Tes lnteligensia Umum, dan
Tes Karakteristik Pribadi;
d. Kelulusan SKD didasarkan pada nilai ambang batas (passing grade) yang diatur
dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 24 Tahun 2019.

3. SKB
a. Peserta SKB adalah peserta yang lulus SKD dan berdasarkan peringkat nilai
ditentukan paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan masing-masing formasi .
b. Tahapan SKB terdiri dari :
1) Tes Kompetensi sesuai dengan jabatan yang dipilih menggunakan CAT
dengan bobot 75%;
2) Wawancara dengan bobot 25% ;
c. SKB dilaksanakan di Unit Kerja penempatan yang dituju (di Kantor Pusat
Jakarta). Lokasi dan denah lokasi akan disampaikan sebelum pelaksanaan SKB.

B. JADWAL SELEKSI*)

NO TANGGAL KEGIATAN
1 19 November 2019 Pengumuman Pengadaan CPNS
2 21 November s/d 4 Desember Pendaftaran
2019
3 10 Desember 2019 Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
4 11-13 Desember 2019 Masa Sanggah
5 Januari 2020 Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKD
6 Februari 2020 Pelaksanaan SKD
7 Maret 2020 Pengumuman Hasil SKD
8 Maret 2020 Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKB
9 Maret 2020 Pelaksanaan SKB
10 April 2020 Pengumuman Kelulusan Akhir

6
*) Jadwal bersifat tentatif, menyesuaikan dengan jadwal yang ditetapkan Panselnas.
Perubahan atau kepastian jadwal akan diumumkan pada laman
https://casn.ristekdikti.go.id

V. PENETAPAN KELULUSAN
A. Peserta dinyatakan lulus berdasarkan hasil integrasi nilai SKD dan nilai SKB;
B. Bobot nilai SKD dan SKB yaitu 40% : 60%;
C. Pengolahan hasil integrasi nilai SKD dan nilai SKB dilakukan oleh Panselnas;
D. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi adalah peserta dengan peringkat tertinggi sesuai
dengan jumlah formasi masing-masing jabatan dan kualifikasi pendidikan;
E. Keputusan Ketua Panitia Seleksi tidak dapat diganggu gugat.

VI. PEMBERKASAN
A. Pelamar yang dinyatakan lulus wajib melengkapi berkas/dokumen dalam rangka
pengangkatan sebagai CPNS;
B. Berkas/dokumen sebagaimana dimaksud pada angka A akan diumumkan pada saat
pengumuman kelulusan akhir.

VII. KETENTUAN LAIN


A. Setiap pelamar wajib mematuhi dan mengikuti seluruh ketentuan/persyaratan seleksi
yang ditetapkan.
B. Apabila dikemudian hari pelamar terbukti memberikan data yang tidak benar dan/atau
tidak sesuai dengan fakta atau melakukan manipulasi data maka kelulusan yang
bersangkutan dinyatakan batal dan/atau yang bersangkutan diberhentikan sebagai
CPNS/PNS.
C. Pelamar yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat:
1. Surat pernyataan bersedia mengabdi dan tidak mengajukan pindah dengan alasan
apapun sekurang-kurangnya selama 10 (sepuluh) tahun sejak TMT PNS.
2. Surat pernyataan tidak terikat ikatan dinas/wajib kerja dengan
instansi/lembaga/perusahaan/organisasi lain.
D. Dalam hal pelamar sudah dinyatakan lulus seleksi kemudian mengajukan pindah, yang
bersangkutan dianggap mengundurkan diri.
E. Pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi wajib membuat surat
pernyataan mengundurkan diri yang ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,-
F. Dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina Kepegawaian,
tetapi di kemudian hari terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang
dibutuhkan dan/atau tidak memenuhi persyaratan lainnya yang telah ditetapkan, maka
status kelulusan yang bersangkutan dibatalkan.
G. Dalam hal peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah
mendapat persetujuan NIP ternyata kemudian mengundurkan diri, kepada yang
bersangkutan diberikan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan CPNS untuk
periode berikutnya.
H. Pelayanan informasi terkait pelaksanaan seleksi CPNS Kemenristek/BRIN Tahun 2019
dapat melalui Telepon 126 pada hari Senin s.d . Jumat mulai pukul 08.30 s.d. 16.00 WIB
atau dapat menghubungi call center masing-masing Unit Kerja penempatan.

7
I. Pelamar diharapkan selalu memantau perkembangan informasi terkait dengan seleksi
CPNS Kemenristek/BRIN pada laman https://casn.ristekdikti.go.id. atau
https://ristekdikti.go.id.
J. Seluruh tahapan seleksi TIDAK DIPUNGUT BIAVA APAPUN.
K. Pelamar dimohon untuk mewaspadai tawaran/janji dari oknum tertentu yang
mengatasnamakan Kemenristek/BRIN yang menjanjikan dapat membantu untuk
diangkat menjadi CPNS serta dimohon untuk melaporkan hal tersebut kepada Panitia
Seleksi.

Jakarta, 18 November 2019

Sekretaris Menteri
~ ~ ~u~Ketua Panitia Seleksi,

1986011001