Anda di halaman 1dari 10

Kemampuan Kerja Hewan

Work Ability Of Animal

Yossi Olivia1)*), Zakiatil Fitri2), Islami Annisa 3), Yuni Zahara4), Raissa Miranda5), Septalian
Maharani6), Dhifa Oktavia7)

1)
NIM 1710422012, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
2)
NIM 1710421008, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
3)
NIM 1710421012, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
4)
NIM 1710421030, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
5)
NIM 1710422027, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
6)
NIM 1710423003, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
7)
NIM 1710423034, Kelompok VIIIB, Praktikan Fisiologi Hewan, FMIPA, UNAND
*)
Koresponden: yosiolivia1@gmail.com

ABSTRACT

A practice of work ability of animals was held on Friday November 1 st , 2019 in the Laboratory Teaching
II, Department of Biology, Faculty of Mathematics And Natural Sciences, Andalas University. The practice
was to known maximal works of animals in muscle system and to known relationship between weight and
work ability. The method that used in this experiment was direct observation of animals work ability. The
result of this practice was work that takes on a male Mus musculus faster than in female Mus musculus. The
average speed of fasting male mice is 0.56 m / s, the speed of fasting female mice is 0.12 m / s, the speed of
male fasting mice is 0.67 m / s, and the speed of fasting female mice is 0.0042 m /s. For body mass 22 gr
has a speed of 0.13 m / s.
Keywords: muscle, movement, muscular system, Mus musculus

PENDAHULUAN
Pada hewan tingkat tinggi, pergerakan tubuh anggota gerak disebut dengan otot fasis.
secara keseluruhan berhubungan erat dengan Sistem kerjanya selalu saling antagonis.
kerja otot. Otot adalah jaringan yang dapat Disamping itu, terdapat otot yang
tereksitasi atau sebagai organ efektor yang menggerakkan organ-organ dalam seperti
dapat merespon berbagai stimulus seperti jantung, kantung urin, saluran pencernaan dan
perubahan tekanan, panas, dan cahaya. Fungsi dinding tubuh yang disebut dengan otot tonik
berbagai sistem seperti sistem pencernaan, (Levick, 1995).
reproduksi, ekskresi dan lainnya berhubungan Secara struktural jaringan otot yang
dengan pergerakan otot-otot yang terdiri dari berkas-berkas dari sel-sel yang
menyusunnya. Dengan demikian otot adalah panjang yang dinamakan serat-serat otot. Ada
unit yang berperan penting dalam pergerakan 3 macam jaringan otot yaitu otot rangka
hewan (Frandson, 1992). (skeletal muscles), otot jantung (cardiac
Otot memiliki karakter- karakter muscles) dan otot polos (smooth muscles).
kontraktilitas, ektensibilitas, dan elastisitas. Ketiga tipe otot tersebut memiliki struktur
Pada tubuh vertebrata, otot terbagi atas dua yang berbeda dan mekanisme kerja yang
tipe susunan. Otot yang menggerakkan
berbedaa pula terutama dalam hubungannya Otot polos diberi nama polos karena
dengan control saraf (Levick, 1995). tidak ada warna lurik. Otot polos terdapat pada
Otot rangka melekat pada tulang dinding pembuluh darah, dinding usus,
dengan perantaraan tendon dan berfungsi dinding kandung kencing. Dapat berkontraksi
untuk gerak-gerak tubuh yang volunter dalam perioda waktu yang panjang. Otot polos
(berkontraksi menurut kemauan). Berkas otot dan otot jantung adalah termasuk otot
rangka berwarna dengan kemasan lurik, involunter (merdeka, berkontraksi tidak
adanya strip berwarna gelap dan terang. dibawah kemauan) (Schnidt-Nielsen, 1997).
Dengan latihan fisik otot membesar bukan Proses kerja pada hewan merupakan
karena bertambahnya jumlah sel otot tetapi sel aktivitas yag memerlukan energi sebagai hasil
otot itu membesar. Contohnya semua otot dari metabolism seluler. Kemampuan kerja
rangka (Patellongi, 2000). hewan tergantung kepada beberapa faktor,
Otot rangka pada tubuh, memiliki 4 yaitu, seberapa besar kapasitas produksi energi
fungsi utama, yaitu menggerakan rangka, selulernya. Kapasitas energy seluler tersebut
kontraksi dan relaksasi otot yang menempel akan bervariasi antara jenis kelamin yang
pada rangka dapat menggerakan rangka, ; berbeda, bobot badan, dan kondisi fisik serta
mempertahankan postur dan posisi tubuh, fisiologis hewan. Secara umum pada
misalnya mempertahankan postur dan posisi vertebrata seperti mamalia, hewan jantan
kepala saat membaca buku, berjalan dengan memiliki laju metabolisme yang lebih tinggi
posisi tegak dan sebagainya, ; menyokong daripada betina sehingga memiliki kapasitas
jaringan lunak, misalnya dinding abdominal energi seluler yang lebih besar dan
dan rongga pelvic yang berfungsi menopang bermanifestasi kepada tingginya kemampuan
organ viseral, tersusun atas otot rangka, ; kerja. Hewan yang memiliki asupan nutrisi
mengatur pelaluan zat untuk masuk dan cukup akan mampu melaksanakan
keluar, misalnya menelan, buang air besar dan metabolisme selulernya secara baik dengan
kencing yang berlangsung melalui saluran ketersediaan bahan baku metabolisme (Ville,
pencernaan dan saluran kencing, dipengaruhi 1984).
oleh otot yang menyelaputinya Berbagai aktivitas fisik biasanya
mempertahankan temperatur tubuh, kontraksi sangat berhubungan dengan daya kerja otot.
otot rangka memerlukan energi serta Aktivitas seperti menggerakkan tubuh,
menghasilkan panas untuk mempertahankan mengangkat beban atau bahkan berkelahi
suhu normal bagi tubuh (Kimbal, 1996). tidak terlepas dari mekanisme kerja otot. Oleh
sebab itu, kemampuan kerja hewan sangat
Otot jantung adalah jaringan
baik jika diamati dari daya kerja otot itu
kontraktil dari jantung. Warna lurik tidak
sendiri. (Ville, 1984)
sebanyak pada otot rangka. Kontraksinya
Adapun tujuan dari pratikum kali ini
lambat tetapi berlangsung untuk perioda
yaitu untuk mengetahui kemampuan maksimal
waktu yang panjang. Ujung-ujung sel terikat
suatu hewan dalam bentuk kerja angkat beban
erat secara bersama membentuk satu struktur
dan gerak otot, dan untuk mengetahui
yang mampu mengantarkan signal dari sel ke
hubungan antara berat beban dengan
sel selama jantung berdetak (Schnidt-Nielsen,
kemampuan kerja hewan
1997).
METODE PENELITIAN
Waktu dan tempat Disediakan mencit jantan dan betina yang
Praktikum Kemampuan Kerja Hewan telah diberi perlakuan puasa dan tidak puasa
dilaksanakan pada hari Rabu, 07 Oktober dan ditimbang berat badan serta bebannya.
2018 di Laboratorium Teaching II, Jurusan Selanjutnya dipasangkan beban yang
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu bervariasi pada ekor mencit. Mencit
Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, ditempatkan di dalam bak air (kedalaman 10
Padang. cm) disatu sisi dan amati kemampuan
renangnya untuk mencapai sisi lainnya yang
Alat dan Bahan berseberangan. Hitung kecepatan mencit
Adapun alat yang digunakan pada praktikum tersebut untuk mencapai sisi lainnya tersebut
ini adalah bak air, beban, tali, timbangan, dalam satuan detik. Lakukan secara berulang
tissue, stopwatch, dan alat tulis. Sedangkan sesuai variasi beban yang digunakan. Dicatat
bahan yang digunakan adalah air, sepasang waktu dan hitung kecepatan mencit dalam
Mus musculus yang dipuasakan selama 12 jam berenang dengan beberapa level beban lalu
dan sepasangnya lagi tidak dipuasakan. dianalisis data dan disajikan dalam bentuk
grafik hubungan beban dengan kecepatan
Cara Kerja gerak mencit.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari praktikum yang telah dilakukan, diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Pengamatan Kemampuan Kerja Mus musculus
Perlakuan Jantan Betina
Lv 1 Lv 2 Lv 3 Lv 4 Lv 1 Lv 2 Lv3 Lv4
Adlibitium
Kel 1 0,4 0,17 0,06 0,11 0,1 0,12 0,10 0,1
2 0,12 0,10 0,08 0,07 0,1 0,08 0,06 0,06
3 0,1 0,04 0,02 0,01 0,08 0,03 0,01 0,01
4 0,33 0,15 0,11 0,06 0,33 0,52 0,08 0,07
5 3,07 0,05 0,03 0,01 0,2 0,24 0,10 0,01
Rata-rata 0,80 0,10 0,06 0,05 0,16 0,19 0,07 0,05
Puasa (p)
Kel 1 0,2 0,3 0,16 0,09 0,11 0,26 0,13 0,09
2 0,1 0,07 0,06 0,03 0,1 0,06 0,05 0,02
3 0,05 0,03 0,01 0,01 0,05 0,03 0,01 0,01
4 0,26 0,11 0,05 0,05 0,43 0,07 0,11 0,1
5 0,28 0,32 0,02 0,04 0,12 0,16 0,01 0,03
Rata-rata 0,17 0,16 0,06 0,04 0,16 0,12 0,06 0,05
Rata-rata 0,63 0,06 0 0,01 0 0,07 0,01 0
(AL-P)
Kecepatan Kerja Hewan Perlakuan Adlibitium
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
Lv 1 Lv 2 Lv 3 Lv 4 Lv 1 Lv 2 Lv3 Lv4
Jantan Betina

Adlibitium Kel 1 2 3 4 5 Rata-rata

Grafik 1. Kecepatan Kerja Hewan Perlakuan Adlibitium

Kecepatan Kerja Hewan Perlakuan Puasa


0.5
0.45
0.4
0.35
0.3
0.25
0.2
0.15
0.1
0.05
0
Lv 1 Lv 2 Lv 3 Lv 4 Lv 1 Lv 2 Lv3 Lv4
Jantan Betina

Puasa (p) Kel 1 2 3 4 5 Rata-rata

Grafik 2. Kecepatan Kerja Hewan Perlakuan Puasa

Berdasarkan tabel dan grafik diatas, dapat mencit dipengaruhi kondisi metabolisme
diketahui bahwa kecepatan rata-rata mencit mencit dimana pada mencit yang tidak puasa
jantan puasa sebesar 0.17 m/s, kecepatan metabolisme masih berlangsung dengan baik
mencit betina puasa sebesar 0.16 m/s, rata- sedangkan pada mencit yang puasa
rata kecepatan tertinggi mencit jantan tidak metabolisme tubuh tidak berlangsung
puasa sebesar 0.10 m/s, dan kecepatan rata- dengan baik.
ratamencit betina tidak puasa sebesar 0.19 Pada perlakuan adlibitium,
m/s. Hal ini menandakan bahwa pergerakan kecepatan yang dimiliki mencit lebih laju
dibanding mencit yang puasa. Hal ini terjadi Dari hasil praktikum dapat dilihat
adanya hubungan antara status metabolisme bahwa mencit jantan lebih memiliki
dengan kecepatan. penambahan berat beban kecepatan gerak yang lebih cepat daripada
berpengaruh terhadap mekanisme kerja otot. betina dikarenakan kecepatan metabolisme
Dimana pergerakan akan semakin lambat jantan juga lebih cepat dibandingkan dengan
jika beban bertambah karena nutrisi yang betina. Hal ini sesuai dengan pendapat
terdapat dalam tubuh mencit tersebut. Eckert, (1983) yang menyatakan bahwa
Menurut Campbell (2004), semakin pengukuran laju metabolisme adalah suatu
tinggi laju metabolisme, jaringan tubuh bentuk pengukuran energi yang dihasilkan
hewan yang lebih kecil memerlukan laju tubuh berdasarkan asupan makanan yang
pengiriman oksigen ke jaringan yang lebih masuk dan melibatkan oksidasi oksigen.
tinggi secara proporsional. Berkolerasi juga Eckert menjelaskan bahwa metabolisme
dengan laju metabolismenya yang tinggi itu, yang paling tinggi itu terdapat pada jantan
mamalia yang lebih kecil juga memiliki laju hal ini dikarenakan laju konsumsi oksigen
respirasi, volume darah (relatif terhadap perunit masa lebih besar dibandingkan
ukuran tubuhnya) dan laju denyut jantung hewan betina dan berat badan yang lebih
yang lebih tinggi. Setiap gram mencit besar juga memiliki laju metabolisme yang
misalnya, mengkonsumsi energi sekitar lebih besar. Faktor yang dapat
sepuluh kali lebih besar daripada satu gram mempengaruhi laju metabolisme adalah
gajah (meskipun keseluruhan individu gajah aktivitas, suhu lingkungan, panjang siang
itu mengkonsumsi lebih banyak kalori hari, musim, umur, jenis kelamin, berat
daripada keseluruhan individu mencit itu). badan, ukuran tubuh, stress, jenis makanan
Hal ini membuktikan bahwa laju yang dimetabolisme dan kebuntingan.
metabolisme per gram berbanding terbalik Pada Mus musculus betina
dengan ukuran tubuh diantara hewan-hewan membutuhkan waktu yang lebih lama
yang serupa. dibanding dengan Mus musculus jantan
Pada perlakuan puasa, kecepatan untuk mencapai tujuannya. Hal ini
mencit lebih lambat dibanding yang tidak sebagaimana menurut Scanlon dan Irianto
puasa. Faktor utama yang mempengaruhi (2013) yang menyatakan bahwa Mus
lambatnya gerakan Mus musculus menurut musculus jantan memiliki kemampuan kerja
Adnan (2010), peningkatan radikal bebas, yang lebih besar daripada Mus musculus
stress, oksidatif dan menurunya anti-oksidan betina dikarenakan metabolisme seluler yang
tubuh, dimungkinkan menjadi faktor yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan
berpengaruh pada penurunan sistem tubuh dengan Mus musculus betina.
sehingga daya tahan tubuh juga menurun.

KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah 2. Berat badan dapat mempengaruhi
dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa: kemampuan kerja pada Mus musculus,
1. Semakin besar berat beban maka kecepatan selain itu faktor yang mempengaruhi
akan semakin lambat, begitupun kemampuan kerja pada hewan adalah usia,
sebaliknya dan semakin berat badan maka jenis kelamin, faktor lingkungan, kondisi
kemampuan mengangkat beban semakin fisik, berat beban, dan panjang lintasan.
besar.

DAFTAR PUSTAKA
Adnan, Pagarra, Halifah. 2010. Struktur Irianto, Koes. 2013. Anatomi dan Fisiologi
Hewan. Jurusan Biologi FMIPA Manusia. Bandung: Alfabeta
UNM. Makassar. Kimball, J.W. 1996. Biologi. Erlangga :
Campbell, N. A., 2004, Biologi Edisi Kelima Jakarta.
Jilid 3, Erlangga, Jakarta Levick, J. R. 1995. An Introduction to
Cardiovascular Physiology. 2nd Edn.
Eckert, R. 1983. Animal Energetics and
Patellongi, I. 2000. Fisiologi Olahraga.
Temperature in: Animal Physiology Bagian Ilmu Faal : Universitas
Mechansm and Adaptation. 2nd Edition. Hasanuddin
WH Freeman and Company. New York. Schnidt-Nielsen, K. 1997. Animal Physiology:
pp:23-25. Adaptation and Environment.5th ed.
Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Cambridge University Press.
Ternak. Gadjah Mada University Press. Ville dkk. 1984. Zoologi Umum. PT Gelora
Yogyakarta. Aksara Pratama. Jakarta.

LAMPIRAN
Tabel1. Parameter dasar mencit dan perlakuan
Parameter Nilai
pengukuran

♀puasa ♀adlibitum ♂ puasa ♂ adlibitum


Jenis kelamin betina betina jantan jantan
Umur 2,5 2,5 bulan 2,5 bulan 2,5 bulan
bulan
Berat badan mencit 34,31 g 30,4 g 30,02 g 35,6 g
Bobot beban level1 kontrol kontrol kontrol kontrol
Bobot badan level 2 3,6 g 3,6 g 3,6 g 3,6 g
Bobot beban level 3 7,2 g 7,2 g 7,2 g 7,2 g
Bobor beban level 4 10,8 g 10,8 g 10,8 g 10,8 g
Panjang lintasan 50 cm 50 cm 50 cm 50 cm

Tabel 2. Hubungan berat badan dengan kecepatan gerak Mus musculus


No perlakuan Jantan Betina
Lv 1 Lv 2 Lv 3 Lv 4 Lv 1 Lv 2 Lv 3 Lv 4

1 Rata-rata 0,29 0,26 0,11 0,090 0,27 0,22 0,081 0,042


adlibitum

2 Rata-rata 0,26 0,25 0,11 0,12 0,22 0,17 0,093 0,092


puasa

Tabel 3. Data Kemampuan Kerja Hewan Mus musculus jantan dan betina dengan berbagai beban
Perlakuan Jantan Betina
Lv 1 Lv 2 Lv 3 Lv 4 Lv 1 Lv 2 Lv3 Lv4
Adlibitium
Kel 1 0,4 0,17 0,06 0,11 0,1 0,12 0,10 0,1
2 0,12 0,10 0,08 0,07 0,1 0,08 0,06 0,06
3 0,1 0,04 0,02 0,01 0,08 0,03 0,01 0,01
4 0,33 0,15 0,11 0,06 0,33 0,52 0,08 0,07
5 3,07 0,05 0,03 0,01 0,2 0,24 0,10 0,01
Rata-rata 0,80 0,10 0,06 0,05 0,16 0,19 0,07 0,05
Puasa (p)
Kel 1 0,2 0,3 0,16 0,09 0,11 0,26 0,13 0,09
2 0,1 0,07 0,06 0,03 0,1 0,06 0,05 0,02
3 0,05 0,03 0,01 0,01 0,05 0,03 0,01 0,01
4 0,26 0,11 0,05 0,05 0,43 0,07 0,11 0,1
5 0,28 0,32 0,02 0,04 0,12 0,16 0,01 0,03
Rata-rata 0,17 0,16 0,06 0,04 0,16 0,12 0,06 0,05
Rata-rata 0,63 -0,06 0 0,01 0 0,07 0,01 0
(AL-P)

Ket :
Lv 1 = tanpa beban
Lv 2 = 1 ring beban
Lv 3 = 2 ring beban
Lv 4 = 3 ring beban

Lampiran Gambar Praktikum


Gambar 1. Betina puasa beban level 1 Gambar 2. Betina puasa beban level 2

Gambar 3. Betina puasa beban level 3 Gambar 4. Jantan puasa beban level 1

Gambar 5. Jantan puasa beban level 2 Gambar 6. Jantan puasa beban level 3
Gambar 7. Betina beban level 1 Gambar 8. Betina beban level 2

Gambar 9. Betina beban level 3 Gambar 10. Jantan beban level 1


Gambar 11. Betina beban level 2 Gambar 12. Betina beban level 3