Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
……………………………………………………………………………...........
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………

BAB 1. PENDAHULUAN
………………………………………………………………………..................

A. Latar Belakang
………………………………………………………………………………..........
B. Rumusan masalah ...........................................................................................
C. Tujuan …………………………………………………………………………………………

BAB II. PEMBAHASAN……………………………………………............................


A. Ciri-ciri Nemathelminthes
B. Struktur Tubuh Nemathelminthes
C. Klasifikasi Nemathelminthes
D. Sistem Reproduksi Nemathelminthes
E. Habitat Nemathelminthes
F. Peranan Nemathelminthes dalam Kehidupan Manusia
G. Sistem Respirasi Nemathelminthes

BAB III. PENUTUP ……………………………………………………………………………..


A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah dan rahmat-Nya
jualah sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah
berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan waktu dan pengorbanan yang tak
ternilai dari semua pihak yang memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu
dorongan yang positif bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun
bahan materi untuk menyusun makalah ini.
Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, baik
dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya. Karena itu saran dan kritik yang
bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi untuk melengkapi dan menyempurnakan
makalah ini.

Pasir sakti, februari 2016


penyusun

kelompok V
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nemathelminthes umumnya cacing yg hidupnya parasit dan merugikan manusia. Pada
umumnya merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan, kecuali Planaria. Planaria
dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan. Nemathelminthes (cacing giling), contohnya Ascaris
lumbricoides.
Sering disebut cacing perut atau cacing usus atau cacing gelang. Parasit pada usus halus
manusia, hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik
namun tidak ada sistem peredaran darah. Contoh cacing gilik.
Tubuhnya terdiri atas 3 lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm),
lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Pada lapisan luar tubuhnya dilapisi
oleh lapisan lilin atau kutikula. Rongga yang terdapat pada tubuhnya merupakan rongga semu
atau tidak sejati (pseudoselomata). Cacing ini memiliki simetri tubuh bilateral. Cacing ini
bersifat dioesius, yaitu cacing jantan dan cacing betina. Nemathelminthes memiliki sistem
pencernaan yang sempurna, saluran pencernaan memanjang dari mulut sampai ke anus dan
cacing ini belum memiliki sistem peredaran darah.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami angkat dalam penulisan makalah adalah
sebagai berikut :
1. Sebutkan ciri-ciri Nemathelminthes !
2. Jelaskan struktur tubuh Nemathelminthes !
3. Jelaskan klasifikasi Nemathelminthes !
4. Jelaskan sistem Reproduksi Nemathelminthes !
5. Sebutkan habitat Nemathelminthes !
6. Sebutkan peranan Nemathelminthes dalam kehidupan manusia !
7. Sebutkan sistem respirasi Nemathelminthes !

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang akan kami angkat dalam penulisan makalah adalah sebagai
berikut :
1. Dapat mengetahui ciri-ciri Nemathelminthes !
2. Dapat mengetahui struktur tubuh Nemathelminthes !
3. Dapat mengetahui klasifikasi Nemathelminthes !
4. Dapat mengetahui sistem Reproduksi Nemathelminthes !
5. Dapat mengetahui habitat Nemathelminthes !
6. Dapat mengetahui peranan Nemathelminthes dalam kehidupan manusia !
7. Dapat mengetahui sistem respirasi Nemathelminthes !
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ciri-ciri Nemathelminthes
Ciri-ciri cacing Nemathelminthes antara lain:
a. Berbentuk bulat panjang, berukuran kecil dan mengkilat.
b. Hidup di perairan tawar, parairan latu, di tanah, dan sebgai parasit di tubuh.
c. manusia, hewan, dan tumbuha Termasuk hewan triploblastik.
d. Sistem pencernaan makanan berupa mulut , kerongkongan, usus, dan anus.
e. Respirasi secara difusi di seluruh permukaan tubuh.
f. Ukuran tubuh wanita lebih besar daripada ukuran tubuh jantan.
g. Reproduksi secara seksual.
B. Struktur Tubuh Nemathelminthes
Nemathelminthes umumnya berukuran mikroskopis, meskipun ada yang panjang nya
sampai 1 meter. Individu betina berukuran lebih besar daripada individu jantan. Tubuh berbentuk
bulat panjang atau seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing.
Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi kutikula untuk melindungi diri. Kutikula ini
lebih kuat pada cacing parasit yang hidup di inang daripada yang hidup bebas. Kutikula
berfungsi untuk melindungi dari dari enzim pencernaan inang.
Nemathelminthes memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus,
dan anus. Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada ujung posterior.
Beberapa Nemathelminthes memiliki kait pada mulutnya.Nemathelminthes tidak memiliki
pembuluh darah. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cairan pada
pseudoselom.Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi, pernapasan dilakukan
secara difusi melalui permukaan tubuh. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam
individu berbeda.
Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik, sedangkan yang
parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya. Habitat
cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut. Nemathelminthes parasit
hidup dalam inangnya.

C. Klasifikasi Nemathelminthes
Filum Nemathelminthes terbagi menjadi dua kelas yakni kelas Nematoda dan
kelas Nematomorfa. Kelas Nematoda memiliki kutikula tubuh yang transparan. mempunyai mulut dan
lubang ekskresi, alat reproduksi pada jantan dengan testis dan betina dengan ovarium. Umur cacing
pada umumnya mencapai 10 bulan. Contohnya anggoc. Nematoda, antara
lain Ascaris lumbricoides (cacing pern pada manusia), Anguilaaceti (cacing
cuka), Enterobim vermicularis atau Oxyuris vermicularis (cacing kreim pada
manusia), Oxyurisequi (cacing kremi pada
kuda), Necator americanus atau Ancylostoma duodenale (cacing tambang pada
manusia), Wuchereria bancrofti (cacing yang menyebabkan penyakit elefantiasis pada
manusia), Trichinellaspiralis (cacing otot pada manusia), Loa lee (cacing mata pada manusia),
dan Heterodera radicicote (cacing yang menyebabkan puru/bengkak pada akar tanaman).
Kelas Nematomorfa merupakan cacing yang memiliki dun di kepala. Hidup dalam usus Vertebrata dan
biasannya melekat pada dinding usus dengan belalai bengkok berkan duri. Cacing ini mempunyai alat
pencernaan makanan yang sempurna dan alat reproduksinya terpisah.Nematomorfa mempunyai hospes
intermedier, yaitu bangsa Crustacea (udang dan Insecta (serangga),
misalnya Neoechi norhynchus emydis yang menyerang penyakit kura-kura, dan bulus.

 Kelas Nematoda
Nematoda memiliki kutikula tubuh yang transparan, mempunyai mulut dan lubang
ekskresi, alat reproduksi pada jantan dengan testis dan betina dengan ovarium. Umur cacing pada
umumnya mencapai 10 bulan. Nematoda dapat dijumpai di darat, air tawar, dan air laut, dari
daerah kutub hingga daerah tropis. Hidupnya ada yang bebas, namun ada pula yang parasit pada
manusia, hewan, dan tumbuhan. Cacing ini tidak memiliki sistem peeredaran darahy dan jantung,
tetapi tubuhnya mengandung cairan semacam darah yang dapat merembes ke bagian tubuh
aakibat kontraksi tubuh. Bentuk tubuhnya gilik panjang dengan simetri bilateral. Tubuhnya tidak
dilapisi silia dan tidak bersegmen

Contoh anggota Nematoda antara lain adalah:


a. Ascaris lumbricoides (cacing perut)
Ascaris adalah salah satu contoh cacing gilig parasit, tidak punya segmentasi tubuh dan
memiliki dinding luar yang halus, bergerak dengan gerakan seperti cambuk.Cacing ini hidup di
dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.

Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin
berbeda, bukan hemafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris
lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut
spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan
sperma saat kawin.
Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-
anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur
ascaris.
Cacing dewasa menghasilkan telur-telur yang akan matang di tanah, saat telur in tertelan
orang, larvanya akan melubangi dinding usus, bergerak ke hati, jantung dan/atau paru-paru.
Sesaat di dalam paru-paru, larva berganti kulit, setelah sepuluh hari bermigrasi lewat saluran
udara ke kerongkongan tempat dimana mereka akan tertelan. Dalam usus kecil cacing dewasa
kawin dan betinanya menimbun telur-telur yang akan dilepaskan keluar bersama feses. Telur
dalam feses ini harus mencapai mulut orang lagi untuk memulai siklus baru.
b. Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah
tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh
pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing
perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul
mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk
menempel pada usus inangnnya. Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa
kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin. Cacing
betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.

c. Oxyuris vermicularis (cacing kremi)


Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm.
Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia. Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit
yang berbahaya namun cukup mengganggu. Infeksi cacing kremi tidak me
Memerlukan perantara. Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang
terkontaminasi telur cacing ini. Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi, yaitu
dilakukan ole penderita sendiri. Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa
gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan,
maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.

d. Wuchereria bancrofti (cacing rambut)


Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria.Tempat hidupnya di dalam pembuluh
limfa.Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan
tubuh.Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat
oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan
nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.

e. Trichinella spiralis
Cacing ini hidup pada otot manusia dan menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan
otot. Manusia yang terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak dimasak dengan
baik.
Cacing betina dewasa melubangi dinding usus halus, keturunan yang hidup terbawa oleh
aliran darah menuju otot rangka kemudian menjadi kista.
D. Sistem Reproduksi Nemathelminthes
Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, yakni sistem
reproduksi bersifat gonokoris. Organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang
berbeda, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin. Fertilisasi
(pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, kemudian akan menghasilkan telur yang
sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup
pada keadaan lingkungan yang buruk. Habitat cacing ini yaitu hidup bebas di air atau di tanah,
dan sebagian parasit pada hewan atau manusia.
Alat kelamin Nemathelminthes terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing jantan dan
yang jantan mempunyai ujung berkait. Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan
telur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual.

E. Habitat Nemathelminthes
Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada juga sebagai parasit
dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan Vertebrata.
F. Peranan Nemathelminthes dalam Kehidupan Manusia
Peranan nemathelminthes bagi kehidupan manusia secara ekonomi tidak ada yang
menguntungkan bahkan merugikan. Nemathelminthes kebanyakan adalah parasit pada manusia,
tanaman, dan hewan.
G. Sistem Respirasi Nemathelminthes
Sistem respirasi nemathelminthes tdk ada melainkan bernafas secara difusi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami angkat dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Nemathelminthes umumnya cacing yg hidupnya parasit dan merugikan manusia.
2. Tubuhnya terdiri atas 3 lapisan (triploblastik), yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah
(mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm).
3. Nemathelminthes terbagi menjadi kelas, yaitu
 Nematoda terbagi menjadi :
 Ascaris lumbricoides (cacing perut)
 Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
 Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
 Wuchereria bancrofti (cacing rambut)
 Trichinella spiralis
B. Saran
Dengan terselesainya makalah ini, maka kami menyarankan, agar kita semua lebih
memperdalam lagi mempelajari tentang zoologi invertebrata dalam hal ini Nemathelminthes
(cacing giling) dan mudah-mudahan makalah yang singkat ini dapat menambah khasanah ilmu
bagi siapa saja yang membaca makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

http://zoologiinvertebrata.com

www.nemathelminthes.com
http://rahmahsari37.blogspot.com/2017/10/makalah-praktikum-nemathelminthes.html