Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ANITA ERLISA

NIM : 0303183229

KELAS : BKI 3/ SEM III

Contoh Program BK di Sekolah Dasar

1. Program Orientasi dan Informasi.


Program ini berisikan kegiatan layanan yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada
murid (khususnya murid baru ) dan orang tua tentang persekolahan secara menyeluruh.
Antara lain adalah:
a. Informasi tentang tugas dan kewajiban murid
b. Informasi tentang pelaksanaan kurikulum, tata tertib, dan organisasi sekolah.
c. Informasi tentang cara-cara belajar yang baik
d. Informasi tentang fasilitas-fasilitas yang dimanfaatkan oleh murid di sekolah.
2. Program Pengumpulan Data
Program ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang tepat dan menyeluruh
tentang murid.
3. Program Pemberian Bantuan
Program ini berisikan berbagai bentuk kegiatan pelayanan dalam rangka membantu
murid baik dalam mengatasi kesulitan yang dihadapinya maupun dalam mengembangkan
potensi-potensinya.

Analisis masalah yang terkait pada Sekolah Dasar Saya Dulu

Program BK yang dilakukan di sekolah Dasar (SD) saya sangat jauh dari contoh program
BK di atas, karena sewaktu saya duduk di bangku SD, Guru BK saya tidak pernah memberikan
informasi tentang cara-cara belajar yang baik, serta fasilitas-fasilitas yang dapat dimanfaatkan
oleh siswa. Guru BK saya sewaktu SD lebih menekankan kepada aturan-aturan serta hukuman-
hukuman apabila kita tidak mematuhi aturan-aturan tersebut, kalau soal belajar di dalam ruang
kelas guru BK saya tidak begitu memantaunya namun guru mata pelajaran lah yang mengatasi
hal tersebut. Dan

Guru BK saya kurang berperan dalam memberikan bantuan, jadi hal ini lebih banayak
ditangani oleh wali kelas, karena kebanyakan murid lebih dekat dengan wali kelasnya daripada
guru BK, dan juga hal itu disebabkan oleh penanganan guru BK yang hanya untuk siswa yang
bermasalah saja. Guru BK saya disini lebih condong dan lebih fokus kepada siswa yang
bermasalah, sehingga ketika siswa lain yang tidak pernah melakukan kesalahan jarang
melakukan komunikasi dengan Guru BK, dan ketika ada siswa yang berprestasi guru BK tidak
berperan di dalam hal ini. Padahal hal ini perlu dilakukan agar siswa tersebut dapat termotivasi
dan dapat belajar lebih giat dan serta mengembangkan potensi yang ia miliki.

Contoh Program BK di Sekolah Menengah Pertama (SMP)

1. Layanan orientasi
2. Layanan informasi
3. Layanan penempatan dan penyaluran
Layanan ini merupakan kegiatan bimbingan dalam mebantu peserta didik memperoleh
penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan atau penyaluran di dalam
kelas, kelompok, belajar, jurusan, atau program studi, program pilihan, dan kegiatan
ekstrakurikuler )
4. Layanan pembelajaran
Layanan pembelajaran ini merupakan kegiatan layanan bantuan kepada inidividu (sendiri
dan kelompok) untuk menguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui proses
belajar yang membantu individu dalam penguasaan konten
5. Layanan bimbingan kelompok
6. Penyelenggaraan himpunan data
7. Konferensi kasus
Kegiatan ini dilakukan untuk membahas permasalahan siswa (konseli) dalam suatu
pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudan
dan komitmen bagi terentaskannya masalah siswa tersebut.
8. Kunjungan rumah
9. Alih tangan kasus

Analisis masalah yang terkait pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya dulu

Program BK di SMP Saya dulu masih banyak yang belum dilaksanakan atau yang belum
diterapkan sesuai dengan contoh program BK di atas. Salah satunya ialah di layanan penempatan
dan penyaluran. Di SMP saya dulu layanan ini dilakukan namun sayangnya hal ini tidak
terlaksanan dengan baik, hal ini disebabkan oleh guru BK yang kurang teliti dalam penempatan
siswa serta kurangnya pengetahuan guru BK tentang siswa-siswa yang dihadapinnya.

Pada layanan bimbingan kelompok, layanan ini tidak pernah diterapkan di sekolah saya,
dan mungkin saja apabila diterapkan hal ini hanya diperuntukkan bagi siswa yang bermasalah
saja. Namun, sepengetahuan saya apabila ada siswa yang bermasalah lebih difokuskan kepada
layanan konseling individual agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara khusus dan
mendalam.
Pada konferensi kasus di sekolah saya ini sudah dilaksananakan namun menurut saya
apabila siswa masih bisa menangani masalah nya sendiri alangakah baiknya Guru BK tidak
melibatkan peran orang tua apabila kasus ini masih tergolong ringan, karena di sekolah SMP
saya dulu seringkali erjadi apabila siswa melanggar aturan yang ditetapkan guru bk langsung
membuat SPO, dan akhirnya siswa tersebut berbohong karena faktor orang tuanya yang tidak
bisa hadir, lalu adanya rasa takut siswa terhadap kemarahan orang tuanya sehingga siswa
tersebut membayar orang lain biasanya tukang becak yang lagi nongkrong untuk dating ke
sekolah si anak tersebut dan mewakilkan orang tuanya, sehingga tidak ada dampak jerah bagi si
anak.

Contoh Program BK di SMA

1. Layanan Orientasi
2. Layanan Informasi
3. Layanan penempatan dan penyaluran
4. Layanan penguasaan konten
Layanan ini lebih diarahkan kepada aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa yang
memungkinkan individu mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan
belajar yang efisien dan efektif.
5. Layanan konseling individual
6. Layanan bimbingan kelompok
7. Layanan mediasi
8. Layanan konsultasi
Layanan konsultasi ialah layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh
konselor terhadap seorang konseliyang memungkinkan konseli tersebut mendapatkan
wawasan, pemahaman dan cara cara yang perlu dilaksanakannnya dalam menangani atau
kondisi masalah.
9. Himpunan Data

Analisis Program BK terkait di SMA saya

Program BK yang dilakukan di SMA saya pada penempatan dan penyaluran bakat dan
minat siswa kurang diperhatikan oleh guru BK tersebut sehingga banyak yang salah jurusan, dan
di sekolah SMA ini tidak ada melakukan ujian tes bakat ketika akan masuk jurusan, SMA saya
hanya melihat nilai-nilai raport semester 1 dan semester 2 pada saya menduduki kelas 1 SMA,
tentu saja hal ini tidak relavan sehingga banyak siswa yang masuk ke jurusan yang tidak sesuai
dengan bakatnya. Lalu dalam penempatan dan penyaluran seharusnya guru BK juga berperan
dalam mengatur posisi tempat duduk siswa yang mempunyai masalah akan matanya misalnya
orang yang mempunyai mata yang rabun seharusnya guru BK berperan disini yaitu
menempatkan siswa tersebut di depan agar ia dekat dengan papan tulis. Namun sayangnya hal ini
tidak pernah dilakukan disekolah saya, hal ini lebih ditangani oleh wali kelas maupun guru mata
pelajaran.

Di dalam program BK di sekolah SMA saya dulu lebih menekankan dengan aturan-
aturan yang berlaku. Misalnya ketika ada siswa yang terlambat datang sekolah guru BK hanya
menghukum saja tanpa mendengarkan penjelasan siswanya yang terlambat dan apabila
keterlambatan ini terjadi selama 3 kali di dalam 1 bulan maka guru BK langsung mengeluarkan
SPO. Menurut saya hal ini kurang bagus untuk diterapkan di sekolah. Guru BK SMA saya lebih
berperan dalam siswa siswa yang melanggar peraturan misalnya memakai sepatu yang
berwarna, rambut yang terlalu panjang, serta siswa yang jarang hadir. Nah, dengan keadaan
seperti ini sehingga guru BK di sekolah saya sering dikenal dengan “polisi sekolah” sehingga
ketika seorang siswa yang sedang menghadapi masalah ia takut untuk berkonsultasi denan guru
BK tersebut.

Diantara guru BK saya ada yang bukan berlatar belakang dari bimbingan dan konseling,
namun ia berlatar belakang pendidikan biologi sehingga ia kurang mengerti dengan bimbingan
dan konseling yang harusnya diterapkannya, sehingga ketika ia menghadapi suatu permasalahan
ia hanya bisa marah-marah tanpa melakukan layanan-layanan di dalam bimbingan dan konseling.

Di dalam program himpunan data, biasanya guru BK juga berperan dalam absensi
kehadiran siswa, nah jadi di SMA saya dulu guru BK hanya menunggu di ruang BK dalam
menerima absensi kehadiran yang dibawkan oleh setiap sekertaris di masing-masing kelas,
menurut saya hal ini kurang bagus dilakukan karena jika guru BK hanya menunggu di ruang BK
tentu saja guru BK tersebut tidak tahu kondisi dan situasi lingkungan sekolah, baik diluar kelas
maupun di dalam kelas, jika ia mengambil absensi kehadiran secara langsung di setiap kelas
tentu saja ia lebih mengetahui bagaimana kondisi belajar siswa ketika di dalam kelas, namun hal
ini tidak dilakukan.

Di dalam program layanan bimbingan kelompok. Disini guru BK membuat program


seperti membuat waktu satu jam pelajaran dalam seminggu untuk siswa lebih mengenal
bimbingan dan konseling, menurut saya ini sudah bagus namun yang sering jadi masalah disini
ialah siswa tetap kurang mengerti dengan bimbingan dan konseling yang baik itu seperti apa.

Program Bimbingan dan konseling di Perguruan Tinggi

Diperlukannya bimbingan dan konseling di perguruan tinggi adalah banyaknya


problematika yang dihadapin mahasiswa dalam perkembangan studinya, dimana belajar
perguruan tinggi memiliki kakateristik yang sangat berbeda dengan belajar di sekolah yang
sebelumnya. Di perguruan Tinggi layanan bimbingan dan konseling dilaksananakan oleh suatu
Unit Pelayanan Bimbingan Konseling (UPBK).

Contoh Program Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

1. Layanan Akademik maupun non akademik


2. Layanan konsultasi
3. Tes psikologi, apabila perlu
4. Layanan Konseling karir
Kegiatan di dalam layanan konseling karir ini ialah:
a. Melakukakn seminar karier dengan melakukan lembaga penerima tenaga kerja
b. Menyusun program intensif yang dapat memberi pengalaman dalam beberapa disiplin
ilmu
c. Melakukan aplikasi instrumen, sebagai balikan bagi mahasiswa dalam upaya
pemahaman dirinya
d. Menugaskan mahasiswa dalam melakukan interview kepada karyawan suatu
pelajaran
e. Kunjungan perpustakaan, bursa kerja dan pertemuan-pertemuan karier yang banyak
dilakukan pengusaha
f. Konselor menginformasikan berbagai jenis dan persyaratan berbagai macam
pekerjaan yang mungkin dapat dilamar mahasiswa setelah tamat kuliah.

Analisis Masalah Program di Atas Terkait Program BImbingan dan Konseling di


Perguruan Tinggi (kampus) saya

Jadi menurut saya UPBK disini kurang berperan aktif di dalam meberikan pelayanan baik
itu pelayanan akademis, non akademis, konsultasi serta layanan karier seperti yang telah
dipaparkan di atas. Mungkin hal ini terjadi karena pihak kampus menganggap hal ini merupakan
hal yang tidak begitu penting karena hal seperti ini lebih dominan di tangani oleh Dosen
Pembimbing Akademik, jadi segala sesuatu yang berkenaan dengan program yang tertera di atas
lebih berkenaan dengan Dosen Pembimbing Akademik, hanya saja Dosen PA kurang memahami
layanan layanan yang harusnya ia lakukan dengan baik dan benar. Padahal jika UPBK aktif dan
sangat berperan dalam masalah masalah mahasiswa kemungkinan besar tidak akan terjadi lagi
pengurangan mahasiswa yang setiap semesternya terjadi.