Anda di halaman 1dari 3

1.

Geotermal
Energi panas yang terbentuk dan terdapat didalam bumi seiring bertambahnya
kedalaman.

2. Lokasi

Gunung seulawah agam dengan tinggi puncak 1.809,8 meter dari permukaan laut
adalah dengan strato aktif tipe A. Posisi Geografis terletak pada koordinat 05°22’-
05°34’ LU sampai 95°30’-95° 44’ BT Kecamatan Seulimum dan Kecamatan Lembah
Seulawah, bagian barat Kecamatan Kuta Cot Glie, bagian barat Kecamatan Indrapuri
dan bagian barat Utara Kecamatan Mesjid Raya, yang semuanya termasuk kedalam
kabupaten Aceh Besar. Gunung api seulawah agammemiliki 2 kawah yaitu kawah
Heuzt yang terdapat di utara dan kawah Cempaga di selatan.

3. Manifestasi goethermal merupakan jegala-jegala yang tampak di permukaan bumi


yang mengindikasikan adanya sumber daya geothermal d tempat tersebut.
Manisfestasi geothermal yang terdapat di seulawah yaitu:
a. Mata air panas,
dapat terbentuk dalam beberapa tingkatan mulai dari rembesan hingga
menghasilkan air dan uap panas yang dapat dimanfaatkan secara langsung
(pemanas ruangan / rumah pertanian atau air mandi) atau penggerak turbin listrik
dan yang paling penting adalah bahwa dengan menghitung / mengukur suhunya
dapat diperkirakan besaran keluaran energi panas (thermal energy output) dari
reservoir di bawah permukaan.

b. Sinter silika,
berasal dari fluida hidrotermal bersusunan alkalin dengan kandungan cukup
silika diendapkan ketika fluida yang jenuh silika amorf mengalami pendinginan
dari 100 oC ke 50°C. Endapan ini dapat digunakan sebagai indikator yang Intik
bagi keberadaan reservoir bersuhu > 175oC

c. Fumarol.
Uap panas (vapour) yang keluar melalui celah-celah dalam batuan dan
kemudian berubah menjadi uap air (steam), yang umumnya mengandung gas SO2
yang relatif tinggi serta gas CO2.

d. Steaming Ground.
Uap air yang keluar dalam jumlah sedikit melalui pori dalam tanah atau
batuan yang kenampakannya hanya berupa uap putih dan hangat dan tidak tidak
terdengar bunyi dari tekanan uap yang tinggi seperti pada fumarol.
e. Mud pools .
Kolam lumpur yang kenampakannya sedikit mengandung uap dan gas CO2,
tidak terkondensasi, umumnya fluida berasal dari kondensasi uap. Penambahan
cairan lumpur uap menyebabkan gas CO2 keluar.

f. Mata Air Panas/Hangat (Hot/ Warm Spring)


Mata air panas/hangat juga merupakan salah satu petunjuk adanya sumber
dayapanasbumi di bawah permukaan. Mata air panas/hangat ini terbentuk karena
adanya aliran air panas/hangat dari bawah permukaan melalui rekahan-rekahan
batuan.Istilah “hangat” digunakan bila temperatur air lebih kecil dari 50oC dan
istilah“panas” digunakan bila temperatur air lebih besar dari 50 0C.

g. Kolam Air Panas (Hot Pools)


Adanya kolam air panas di alam juga merupakan salah satu petunjuk adanya
sumberdaya panasbumi di bawah permukaan. Kolam air panas ini terbentuk
karena adanya aliran air panas dari bawah permukaan melalui rekahan-rekahan
batuan. Pada permukaan air terjadi penguapan yang disebabkan karena adanya
perpindahan panas dari permukaan air ke atmosfir. Panas yang hilang ke atmosfir
sebanding dengan luas area kolam, temperatur pada permukaan dan kecepatan
angin.
Kolam air panas dibedakan menjadi tiga, yaitu:
􀀔 kolam air panas yang tenang (calm pools)
􀀔 kolam air panas yang mendidih (boiling pools)
􀀔 kolam air panas yang bergolak (ebulient pools).

h. Telaga Air Panas (Hot Lakes)


Telaga air panas pada dasamya juga kolam air panas, tetapi lebih tepat
dikatakan telaga karena luasnya daerah permukaan air. Umumnya istilah telaga
dipakai bila luas permukaannya lebih dari 100 m2. Telaga air panas sangat jarang
terdapat di alam karena telaga air panas terjadi karena hydrothermal eruption yang
sangat besar.

i. Geyser ,
Geyser didefinisikan sebagai mata air panas yang menyembur ke udara secara
intermitent (pada selang waktu tak tentu) dengan ketinggian air sangat beraneka
ragam, yaitu dari kurang dari satu meter hingga ratusan meter.

4. Jenis manifestasi Seulawah


Luas area manifestasi : 5000 m2
Jenis manifestasi : fumarol dan kolam lumpur panas
Temperatur air : 98°C
Temperatur gas : 98°-99°C
Catatan : manifestasi berupa fumarol dan kolam lumpur panas, Kemunculan fumarol
dan kolam lumpur panas lebih dominan. Bau gas H2S tercium menyengat. Pada setiap
lubang gas ditemukan hasil sublimasi gas H2S yang membentuk kristal mineral sulful.

5. Geologi
Secara geologi, daerah gunung seulawah agam di dominasi batuan anggota Lahar dan
abtuan gung api yang terdiri dari dasit, breksi, batu apung, tufa, aglomerat.bStruktur
di bawah permukaan daerah gunung seulawah terdiri dari 3 lapisan, yaitu :
Lapisan paling atas ditafsirkan sebagai lapisan tufa pasiran dan diikuti lapisan
lempung dibawahnya. Lapisan terbawah diduga sebagai breksi vulkanik. Breksi
vulkanik dapat dianggap sebagai lapisan reservoir dan lapisan clay sebagai lapisan
penutup pada sistem panas bumi di gunung seulawah agam.

6. Reservoir
Reservoir panas bumi di sumatera umumnya menempati batuan sedimen yang telah
mengalami beberapa kali deformasi tektonik atau pesesaran setidaknya sejak tersier
sampai resen. Hal ini menyebabkan terbentuknya porositas atau permeabilitas
sekunder pada batuan, sehingga akan memiliki konduktifitas fluida besar.

7. Energi
Energi panas bumi berasal adanya gunung api aktif yang disebabkan oleh proses
magmatik dalam lapisan bumi. Energi panas yang timbul akibat proses tersebut
berinteraksi dengan lapisan air tanah, sehingga air dalam lapisan tersebut akan
mengandung energi panas dan keluar melalui rekahan-rekahan batuan. Abaerkaitan
dengan sifat batuan tersebut, akan mempengaruhi sifat fisis batuan yang salah satunya
adalah nilai kerapatan (density)

8. Kesimpulan