Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ni Wayan Melyana Sinta Rusmana

NIM : 1713031028

Kelas : VA Pendidikan Kimia

PERCOBAAN 12

PENGUKURAN VISKOSITAS CAIRAN UNTUK MENENTUKAN JARI-JARI


MOLEKUL

I. Tujuan Percobaan

1. Menentukan viskositas cairan dengan metode Oswald.

2. Menentukan jari-jari suatu molekul berdasarkan pengukuran viskositas.

II. Dasar teori

Setiap fluida, gas dan cairan memiliki suatu sifat yang dikenalkan sebagai viskositas,
yang dapat didefinisikan sebagai tahanan yang dilakukan suatu lapisan fluida terhadapan
suatu lapisan lainnya.

Pada aliran laminer, fluida dalam pipa dianggap teridiri atas lapisan molekul-molekul
yang bergerak satu diatas yang lainnya dengan kecepatan yang berbeda-beda. Profil
kecepatan berbagai lapisan ini berbentuk parabola dengan kecepatan paling tinggi
terhadap pada lapisan di bagian tengah pipa.

Perhatikan suatu lapisan pada jarak r (dari sumbu pipa) yang bergerak dengan
kecepatan tertentu c. Gaya (F) yang diperlukan untuk mempertahankan beda kecepatan dc
antara lapisan ini dengan lapisan dr diatasnya diungkapkan dengan rumus sebagai
berikut:

dc
F=ƞA ............................................................................................................1
dr

Dimana A adalah luas penampang pipa dan ƞ adalah koedisien viskositas. Berdasarkan
persamaan tersebut, suatu koefisien viskositas dalam SI adalah Nm-2 dt atau Pa ft.
Sedangkan dalam satuan cgs adalah dyne cm-2 dt atau poise. Kebalikan dari koefisien
1
viskositas tersebut fuiditas, ø = yang merupakan ukuran kemudian mengalir suatu
n
fluida.

Salah satu cara untuk menentukan viskositas cairan adalah metode kapiler dari poiseuille.
Pada metode ini, diukur waktu (t) yang dipelulkan oleh sevolume tertentu cairan (v)
untuk mengalir melalui pipa kapiler dibawah pengaruh tekanan penggerak (p) yang tepat.
Dalam hal ini, untuk cairan yang mengalirkan dengan aliran laminer, persamaan
Poiseuille dinyatakan sebagai berikut:

phiR 4 Pt
Ƞ= ................................................................................................................2
8VL

Dimana R dan L masing-masing adalah jari-jari dan panjang pipa kapiler. Metode Oswald
merupakan suatu variasi dari metode Poiseuille. Prinsip dari metode Oswald.

Dari gambar tersebut diperhatikan bahwa, sejumlah volume tertentu cairan dimasukkan
ke dalam A dan kemudian dengan cara mengisap atau meniup, cairan dibawa ke B sampai
melewati garis m. Selanjutnya cairan dibiarkan mengalur secara bebas dan waktu yang
diperlukan untuk mengalir dari m ke n diukur. Pada proses pengaliran melalui kapiler C,
tekanan penggerakan tidak tetap dan pada setiap saat sama dengan h.g.p dengan h
merupakan beda tinggi permukaan cairan pada kedua resevoir alat, g adalah percepatan
gravitasi dan p adalah rapat massa cairan. Pada metode ini diperhatikan bahwa aliran
cairan dari m ke n dapat menggunakan viskosimeter yang sama, maka viskositas suatu
cairan dpaat ditentukan dengan membandingkan hasil pengukuran waktu

(t) alir larutan tersebut terhapat waktu t0 alir cairan perbandingan (biasanya sebagai
perbandingan adalah air) yang telah diketahui viskositasnya. Viskositas larutan dapat
ditentukan dengan menggunakan persamaan:

n tp
= ................................................................................................................3
n0 t 0 p0

Dimana : ƞ dan ƞ0 adalah viskositas dan cairan perbandingan, t dan t0 adalah waktu alira
dari larutan dan cairan perbandingan serta p dan p0 adalah massa jenis larutan dan cairan
perbandingan.

Eisten menurunkan suatu persamaan yang menggambarkan hubungan antara volume


zat terlarut dengan viskositas larutan. Persamaan itu adalah:

n
= 1 + 2,5 ø ..............................................................................................................4
n0

Ƞ adalah viskositas larutan

Ƞ0 adalah viskositas pelarut

Ø adalah fraksi volume zat terlarut (dengan menganggap bahwa partikel zat terlarut
berbentuk bulat)

Persamaan 4 dapat disusun kembali, akan diperoleh:

n
= 1 + 6,3 x 1021 r3 C ...............................................................................................5
n0

Dengan r merupakan jari-jari molekul dalam satuan cm (dianggap bahwa partikel zat
terlarut terbentuk bulat, sehingga volumenya adalah 4/3πr3 dan C merupakan konsentrasi
partikel (molekul) zat terlarut dalam satuan mol/liter.

III. Alat dan Bahan

Tabel 1. Alat

Nama alat Jumlah

Viskometer Oswald 1 buah

Pipet 10 mL 1 buah

Buret 50 mL 1 buah
Labu erlenmeyer 3 buah

stopwarch 1 buah

Penangas air 1 buah

Tabel 2. Bahan

Nama bahan Jumlah

Larutan gliserol 1,0 M 1,0 M

Alkohol atau aseton 92,1 gr/L

IV. Prosedur kerja

1. Bualah 50 mL larutan gliserol masing-masing dengan konsentrasi 1,0 M; 0,75 M;


0,5 M; dan 0,25 M. Larutan dibuat dengan menggunakan dua buret, satu buret
diisi air suling dan satu buret lagi diisi dengan larutan 1,0 M gliserol. Larutan 1,0
M gliserol. Larutan 1,0 M gliserol dialirkan sejumlah volume tertentu ke dalam
labu erlenmeyer dan selanjutnya dialirkan air silung hingga memperoleh volume
total 50 mL.

2. Bersihkan bagian dalam viskosimeter dengan menggunakan alkohol atau aseton.


Keringkan viskosimeter tersebut dengan pompa vakum atau oven yang bersuhu
500C.

3. Ke dalam viskosimeter Oswald, masukkan 5 mL larutan gliserol 1,0 M dengan


menggunakan pipet volume.

4. Tempatkan viskosimeter Oswald tersebut pada oenangas air yang bersuhu 30


kurang lebih 0,10C dan biarkan selama 10 menit agar tercapai suhu
kesetimbangan.
5. Ukur waktu yang diperlukan gliserol untuk melewati jarak dia tanda yang
terdapat pada alat viskosimeter Oswald. Caranya adalah dengan jalan mengisap
larutan melalui pipa plastik sampai cairan berada di atas tanda pada bagian atas
viskosimeter Oswald. Kemudian biarkan cairan itu mengalir turun, catat wkatu
yang dibutuhkan cairan untuk melauli jarak antara ke dua tanda tersebut. Ulangi
langkah ini dua kali, jika perbedaan ketiga waktu yang diperoleh melebihi 0,5
detik, periksa suhu penangas.

6. Ulangi dengan cara yang sama dengan menggunakan larutan gliserol dengan
kosentrasi 0,75 M; 0,5 M; dan 0,25 M.

7. Lakukan pula pengukuran viskositas terhadap air dan bandingkan hasil


pengukuran viskositas tersebut dengan viskositas air yang diperoleh dari
percobaan. (setiap kali berganti larutan, viskosimeter harus dicuci dan
dikeringkan).

V. Lembar pengamatan

1. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel berikut:

Konsentrasi (C) Waktu air rata-rata t p n


n0
t0 p0
(detik)

1,00 M

0,75 M

0,50 M

0,25 M

Air suling T = t0

Untuk penghitung p larutan gliserol, gunakan rumus p = 1 = 0,021C


p0 p0
I. Analisis Data

1. Menentukan viskositas larutan

η/ηo = t o

Hubungan antara volume zat terlarut dengan viskositas, dapat melalui


persamaan : η/ηo = 1 + 2,5 x fraksi volume zat terlarut

2. Membuat kurva η/ηo sebagai fungsi konsentrasi ( C ). Kurva ini harus memotong
sumbu η/ηo di 1.

3. Hubungan gradient kurva dan menghitung jari-jari molekul gliserol dalam satuan
cm dan Ao. η/ηo = 1 + 6,3 x 1021 r3 C