Anda di halaman 1dari 30

MODUL 7 TEORI GRUP 1

Web-based form Modul 7:


Nama Modul : Modul 7 (Homomorfisme, Monomorfisme, Epimorfisme,
Isomorfisme, Endomorfisme dan Automorfisme)
Pengajar : Sri Suryanti, S.Pd. M. Si.
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menganalisis struktur sebuah Grup
serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah
secara tepat dan konsisten.
Sub Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu Menganalisis melakukan analisis
terhadap homomorfisme, monomorfisme, epimorfisme,
endomorfisme dan automorfisme grup.
Indikator 1. Mendefinisikan fungsi injektif, fungsi surjektif dan
fungsi bijektif (C1)
2. Mendefinisikan fungsi homomorfime (C1)
3. Membuktikan fungsi homomorfime (C3)
4. Menganalisis homomorfisme (C4, A5, P3)
5. Mendefinisikan fungsi monomorfisme (C1)
6. Membuktikan fungsi monomorfisme (C3)
7. Menganalisis monomorfisme (C4, A5, P3)
8. Mendefinisikan fungsi Epimorfisme (C1)
9. Membuktikan fungsi Epimorfisme (C3)
10. Menganalisis Epimorfisme (C4, A5, P3)
11. Mendefinisikan fungsi Isomorfisme (C1)
12. Membuktikan fungsi Isomorfisme (C3)
13. Menganalisis Isomorfisme (C4, A5, P3)
14. Mendefinisikan fungsi Endomorfisme (C1)
15. Membuktikan fungsi Endomorfisme (C3)
16. Menganalisis Endomorfisme (C4, A5, P3)
17. Mendefinisikan fungsi Automorfisme (C1)
18. Membuktikan fungsi Automorfisme (C3)
19. Menganalisis Automorfisme (C4, A5, P3)
Materi Definisi dan jenis-jenis fungsi, definisi homomorfisme fungsi,
analisis homomorfisme fungsi
Definisi fungsi monomorfisme, analisis monomorfisme
Definisi Epimorfisme, analisis Epimorfisme
Definisi Isomorfisme dan analisis Isomorfisme
Definisi Endomorfisme dan analisis Endomorfisme
Definisi Automorfisme dan analisis Automorfisme
Web-based Learning & Teks modul, Asesmen dan Kuis akan diupload di web spada
Resources UMG (www.spada.umg.ac.id )

MODUL 7 TEORI GRUP 2


Bentuk interaksi dan - Forum diskusi online melalui sistem e-learning UMG,
komunikasi yaitu www.spada.umg.ac.id

- Chat pada jam perkuliahan dengan dosen pengajar

Aktivitas belajar - Membaca dan mempelajari modul yang telah disediakan


mahasiswa dalam sistem e-learning UMG

- Membaca referensi tambahan secara online

- Mengerjakan kuis yang diberikan secara online

- Melakukan diskusi melalui forum diskusi

Sumber belajar (URL) Buku ajar: Suryanti,S. 2017. Teori Grup (Struktur Aljabar 1).
UMG Press. Bab 7 halaman 168-204
Buku referensi “Algebra An Approach via Module Theory”.
William A.Adkins Steven H. Weintraub.
Alokasi waktu 4 x 3 x 50 menit

MODUL 7 TEORI GRUP 3


Kegiatan Belajar 7: Homomorfisme, Monomorfisme, Isomorfisme,
Endomorfisme dan Automorfisme
1.1.Pendahuluan
A. Deskripsi singkat
Modul 7 ini mempelajari tentang membahas tentang homomorfisme grup, kemudian
dianjutkan pembahasan tentang monomorfisme, isomorfisme, endomorfisme dan
automorfisme.
B. Capaian pembelajaran
CP MK: Mahasiswa mampu menganalisis struktur sebuah Grup serta mengaplikasikannya
dalam pemecahan masalah secara tepat dan konsisten
Sub CP MK pada kegiatan belajar 6 adalah Mahasiswa mampu melakukan analisis
terhadap homomorfisme, monomorfisme, isomorfisme, endomorfisme dan automorfisme
grup.
C. Indicator capaian pembelajaran
 Mendefinisikan fungsi injektif, fungsi surjektif dan fungsi bijektif (C1)

 Mendefinisikan fungsi homomorfime (C1)

 Membuktikan fungsi homomorfime (C3)

 Menganalisis homomorfisme (C4, A5, P3)

 Mendefinisikan fungsi monomorfisme (C1)

 Membuktikan fungsi monomorfisme (C3)

 Menganalisis monomorfisme (C4, A5, P3)

 Mendefinisikan fungsi Epimorfisme (C1)

 Membuktikan fungsi Epimorfisme (C3)

 Menganalisis Epimorfisme (C4, A5, P3)

 Mendefinisikan fungsi Isomorfisme (C1)

 Membuktikan fungsi Isomorfisme (C3)

 Menganalisis Isomorfisme (C4, A5, P3)

MODUL 7 TEORI GRUP 4


 Mendefinisikan fungsi Endomorfisme (C1)

 Membuktikan fungsi Endomorfisme (C3)

 Menganalisis Endomorfisme (C4, A5, P3)

 Mendefinisikan fungsi Automorfisme (C1)

 Membuktikan fungsi Automorfisme (C3)

 Menganalisis Automorfisme (C4, A5, P3)

1.2.Penyajian
A. Uraian Materi

HOMOMORFISME GRUP

Pembahasan homomorfisme grup, terlebih dahulu kita awali dengan pembahasan fungsi.
Definisi 7.1
Diketahui fungsi : → . Fungsi f ini dikatakan surjektif jika dan hanya jika ∀ ∈ , ada
ℎ = ( )

Contoh 7.1
1. Fungsi ( ) = 2 dimana : → , fungsi f ini merupakan fungsi ynag surjektif
2. Fungsi ( ) = , : → fungsi f ini bukan fungsi surjektif, karena ∃ − 1 ∈ , tetapi tidak ada
yang memenuhi = −1

Definisi 7.2
Diketahui fungsi : → . Fungsi f ini dikatakan fungsi injektif jika dan hanya jika ∀ , ∈ , maka jika
( ) = ( ) haruslah =

Contoh 7.2
Fungsi = adalah fungsi yang injektif karena ≠ ," ( )≠ ( )

MODUL 7 TEORI GRUP 5


Definisi 7.3 Misalkan (#,∗)% (&,∘) adalah Grup. Maka pemetaan : # → & dinamakan homomorfisme
grup jika f mengawetkan operasi, yaitu ( ∗ ) = ( ) ∘ ( )

Definisi 7.4
Fungsi : → fungsi f ini dikatakan bijektif jika fungsi f ini injektif sekaligus surjektif.

Definisi 7.5 Homomorfisme grup


Misal (#,∗) dan (&,∘) adalah grup, pemetaan/fungsi dari G ke H dikatakan mengawetkan operasi /
homomorfisme jika:
( ∗ )= ( )∘ ( )

Contoh 7.3
Misalkan (#,×) merupakan grup abelian. : # → # dengan ( ) = )
. Akan ditunjukkan bahwa f suatu
homomorfisme grup.
Bukti. ( ) = ( )) = ) ) = ( ) × ( )

Contoh 7.4
Misalkan
* = +… , −3, −2, −1,0,1,2,3, … /
% *) = +0,1,2,3, … , − 1/ . Misalkan pemetaan
: * → *) , dengan ( ) = . Pemetaan ini homomorfisme karena
( + 1) = + 1 = ( ) + (1)

Definisi 7.6
Misal : # → & adalah sebuah homomorfisme grup, maka:
(i). dinamakan monomorfisme jika injektif
(ii). dinamakan epimorfisme jika surjektif
(iii). dinamakan isomorfisme jika bijektif
(iv). dinamakan endomorfisme jika # = &
(v). dikatakan automorfisme jika # = & dan bijektif

Contoh 7.5
: * → 2* dengan f(x)=2x merupakan isomorfisme
: # → # dengan f(g)=e merupakan endomorfisme
: # → # dengan f(g)=g merupakan automorfisme

Definisi 7.7
Jika : # → & homomorfisme, kernel adalah
ker = + ∈ #| ( ) = 6 /
Dan images dari adalah
" ( ) = +ℎ ∈ &| ( ) = ℎ, ∈ #/

MODUL 7 TEORI GRUP 6


Contoh 7.6
Misalkan : * → *7 % ( )=3
Didapatkan
ker = +2 | ∈ */
Dan " ( ) = +0,3/

Sifat
Jika : # → & homomorfisme, maka ker adalah subgrup normal dari G
Bukti:
Misal ambil sembarang ∈ #, % 1 ∈ ker . Maka:
( 1 89 ) = ( ) (1) ( 89 )
= ( ) ( 89 )
=
Sehingga diperoleh ( 1 89 ) ∈ ker ∀1 ∈ ker dan ∈ #. Dengan demikian
ker % : ℎ 1 ; <;" : % ; #

Proposisi

Misal G dan H grup dan : # → & adalah homomorfisme, maka:


(i). ( = ) = >
(ii). ( 89 ) = ( )89
(iii). ( ) ) = ( ))
(iv). ker ≤ #
(v). " ( ) ≤ &
Bukti
Pembuktian digunakan sebagai latihan

Definisi 7.8
Misal : # → & adalah homomorfisme dengan kernel K.
Maka Grup faktor (G/K) adalah grup.

Theorema 7.1
Sebuah homomorfisme dari grup G adalah fungsi satu-satu jika dan hanya jika ker =+ /

Theorema Fundamental homomorfisme


Misal suatu homomorfisme dari grup G ke grup H dengan kernel K, maka (#) adalah sebuah grup dan
(#) isomorfis dengan #/A

MODUL 7 TEORI GRUP 7


Corollary
Misal G, H grup, : # → & adalah suatu homomorfisme, maka:
(i). B B % ℎ B ker = =
(ii). |#: ker | = | (#)|
Bukti
Pembuktian digunakan sebagai latihan

MODUL 7 TEORI GRUP 8


ISOMORFISMA

Definisi 7.9
Misal (#,∗) % (&,∘) adalah grup, maka dikatakan Grup G isomorfisme dengan H jika terdapat fungsi
: # → & yang memenuhi,
1. Fungsi f adalah fungsi injektif
2. Fungsi f adalah fungsi surjektif
3. F adalah homomorfisme
Maka dapat dikatakan f isomomorfisme

Theorema 7.2.

Jika : # → # C adalah sebuah fungsi yang isomorfisme dari G ke G’, dan adalah elemen identitas di G,
maka ( ) adalah identitas pula di G’, demikian juga dengan
89
( 89 )
= D ( )E
Untuk setiap ∈ #
Bukti:
Misal ′ ∈ #′. Karena adalah fungsi ynag isomorfisme, maka ∃ ∈ # sedemikian hingga ( ) = ′
C
= ( )
C
= ( )
C
= ( ) ( )
C
= ( ) ′
Dan

= ( )
C

= ( )
C
C
= ( ) ( )
C
= ′ ( )
Selanjutnya untuk ∀ ′ ∈ #′, kita mempunyai:
( ) C= C= C ( )
Sehingga ( ) adalah identitas di G’
Demikian pula untuk ∀ ∈ #, kita mempunyai:
( ) = ( 89 ) = ( 89 ) ( )
Dan
( ) = ( 89 ) = ( ) ( 89 )
89
Terbukti ( 89 )
= D ( )E

Teorema 7.3. Teorema Isomorfisme pertama


Misalkan : # → & adalah suatu homomorfisme dengan Kernel adalah ker . Maka #/A isomorfis
dengan G" ( )
Bukti:

MODUL 7 TEORI GRUP 9


Misal didefinisikan sebuah fungsi H: #/A → G"( ) dengan
H( A) = ( )
Fungsi ini telah jelas terdefinisi dengan baik, sebab A = 1A jika dan hanya jika 89 1 ∈ A yang artinya
( 89 1) = > atau dengan kata lain ( ) = (1),
Dan juga untuk:
HD( A)(1A)E = H( 1A) = ( 1) = ( ) (1) = H( A)H(1A)
Jadi dapat kita simpulkan bahwa H adalah suatu homomorfisme grup dan H adalah fungsi satu-satu,
karena jika
A ∈ ker
Maka H( A) = ( ) = >
Jadi ∈ A, ℎ A=A
Ini artinya ker H = A, dimana K adalah elemen identitas di G/K.
Dengan demikian dapat disimpulkan H fungsi yang bijektif, sehingga H suatu isomorfisme.
∴ #/A isomorfis dengan G" ( )

Teorema 7.4. Theorema isomorfisme kedua


Sifat.
Misal H dan K adalah subgrup dari G. Jika H atau K adalah subgrup normal dari G, maka HK adalah suatu
subgrup dari G pula.
Bukti:
Diketahui salah satu dari H atau K adalah subgrup normal dari G.
Misal disini diambil K subgrup normal dari G, maka untuk semua ∈ # 1 ;: A=A
Hal ini tentu berlaku juga untuk
ℎA = &, ℎ∈#
sehingga &A = A&, oleh karena itu HK subgrup dari G.

Teorema isomorfisme kedua


Misal H dan K adalah subgrup dari G, dengan K subgrup normal di G, maka
&/(& ∩ A) isomorfis dengan &K/K
Bukti:
Misal fungsi yang memetakan # dengan #/A
Adalah L, maka dapat kita tulis sebagai:
L: # → #/A
Dengan L pemetaan natural dan LM adalah pembatasan L pada H. Maka LM adalah sutu homomorfisme
dengan
ker(LM ) = & ∩ A
Sehingga
&/& ∩ A = &/ ker(L) = & ∩ A ;(LM ) isomorfis dengan G"(LM ).

Teorema 7.6
Jika pemetaan : # → & adalah suatu isomorfisme grup, maka:
(i). 89 : & → #

MODUL 7 TEORI GRUP 10


(ii). |#| = |&|
(iii). Jika abelian maka H abelian
(iv). Jika G siklik maka H siklik
(v). Jika ∈ # dengan | | = ", maka | ( )| = "
Bukti:
(i). Karena f isomomorfisme, maka f adalah fungsi bijektif, sehingga jelas 89 ada.
Misal kita ambil sembarang elemen di H, misal ℎ9 % ℎ , maka ∃ 9 , ∈ #, sehingga
ℎ9 = ( 9 )
Dan
ℎ = ( )
Diperoleh:
ℎ9 ℎ = ( 9 ) ( ) = ( 9 )
Sehingga
89 (ℎ
9ℎ ) = 9
= 89 (ℎ9 ) 89 (ℎ ) , ∀ℎ9 , ℎ ∈ &
(ii). Karena fungsi f bijektif, maka jelas bahwa banyaknya elemen di G sama dengan banyaknya
elemen di H.
(iii). Diketahui G abelian. Akan kita tunjukkan bahwa H juga abelian.
Misal ambil sembarang elemen di H, misal ℎ9 , ℎ ∈ &, karena f surjektif, maka pasti ada 9 , ∈
# yang memenuhi
ℎ9 = ( 9 )
Dan
ℎ = ( )
Diperoleh:
ℎ9 ℎ = ( 9 ) ( ) = ( 9 ) = ( 9)
= ( ) ( 9)
= ℎ ℎ9
terbukti bahwa untuk setiap ℎ9 , ℎ ∈ & berlaku
ℎ9 ℎ = ℎ ℎ9
Jadi H abelian

(iv). Diketahui G siklik, akan kita tunjukkan bahwa H juga siklik.


Misal # = 〈 〉 = + ) | ∈ */ dan ( ) = ℎ untuk suatu ℎ ∈ &
Ambil sembarang elemen di H, misal ℎ9 ∈ &, maka akan ada " ∈ * sedemikian hingga ℎ9 =
( P)
Dimana:
( ) … ( ) = ℎP , " ≥ 0
( P) = Q
( )89 … ( )89 = ℎ8P , " < 0
Sehingga untuk setiap ℎ ∈ &, ℎ9 = ℎP
% "∈*
Hal ini berarti bahwa:

MODUL 7 TEORI GRUP 11


& = 〈ℎ〉 = +ℎP |" ∈ */
Terbukti H siklik
(v). Jika | | = " % | ( )| =
maka > = ( = ) = ( P ) = ( )P
sehingga diperoleh:
terdapat bilangan bulat positif , yang memenuhi " =
selain itu, > = ( )) = ( ) )
karena f fungsi bijektif, dan > = ( = ), maka ) = =
sehingga ada bilangan bulat positif 9 yang memenuhi = 9 "
dari persamaan " = % = 9"
maka diperoleh:
" = 9 ", ℎ 9 =1
Karena masing-masing dari % 9 adalah bilangan bulat positif, maka nilai % 9 yang
memenuhi adalah = 1 % 9 =1
Sehingga diperoleh:
"= =1 =

Contoh 7.7
Tunjukkan bahwa *T isomorfis dengan 〈 〉, jika antara *T dengan 〈 〉 didefinisikan sebuah fungsi
sebagai berikut:
: *T → 〈 〉, % ( ) = U , ∀ ∈ *T
Akan kita tunjukkan bahwa f adalah fungsi yang bijektif
*T ={0,1,2,3}
Dan
( ) = U , ∀ ∈ *T , " :
(0) = = 1
M

(1) = 9 =
(2) = = −1
(3) = = −
Akan kita tunjukkan pula bahwa f adalah suatu homomorfisme,
( + 1) = UVW = U . W = ( ). (1)
∀ ,1 ∈ *
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa *T isomorfis dengan 〈 〉

Contoh 7.8
Tunjukkan bahwa Y tidak isomorfis dengan *7 meskipun keduanya memiliki order yang sama.
Jawab.
Akan kita tunjukkan bahwa Y tidak isomorfis dengan *7 . Telah kita buktikan pada bagian sebelumnya
bahwa Y tidak komutatif, sedangkan *7 komutatif.

MODUL 7 TEORI GRUP 12


Misal ambil sembarang elemen di Y , misal Z, [ ∈ Y , dengan Z[ ≠ [Z
Andaikan pemetaan : *7 → Y % : ℎ <"<; " , maka ∃ , 1 ∈ *7 sedemikian hingga
( ) = Z dan (1) = [. Sehingga diperoleh:
Z[ = ( ) (1) = ( + 1) = (1 + )
= (1) + ( ) = [Z
Hal ini kontradiksi dengan kenyataan bahwa Z[ ≠ [Z
Jadi pengandaian salah, seharusnya : *7 → Y % : ℎ 1 <"<; "

MODUL 7 TEORI GRUP 13


MONOMORFISME
Definisi 7.10
Misal : # → & adalah sebuah homomorfisme grup, maka:
dinamakan monomorfisme jika injektif

Contoh 7.9
Fungsi yang memetakan : → dengan definisi ( ) =
Kita akan menyelidiki apakah suatu monomorfisme
Ambil sembarang , 1 ∈ , "
Jika ∃ ≠ 1 ( ) = (1),
Selanjutnya apakah suatu monomorfisme
( + 1) = +1
= ( ) + (1)
∴ "< <"<; "

Contoh 7.10
Fungsi yang memetakan : → dengan definisi ( ) =
Kita akan menyelidiki apakah suatu monomorfisme
Ambil sembarang , 1 ∈ , "
Karena ∃ ≠ 1, ( ) = (1)
Yaitu (2) = 4 % (−2) = 4

∴ 1 "< <"<; "

Contoh 7.11

Diketahui dua himpunan bilangan Real , yaitu


∗ V
= + ∈ | ≠ 0/ dan himpunan = + ∈ | > 0/
∗ V
Diberikan suatu pemetaan yang memetakan ke yang didefinisikan sebagai berikut:
: ∗
→ V
,% ( ) = | |, ∀ ∈ ∗

Kita akan selidiki apakah pemetaan tersebut merupakan monomorfisme.

MODUL 7 TEORI GRUP 14


 suatu homomorfisme
( . ) = ( ). ( )
=| |
= | |. | |
= ( ). ( )
 suatu pemetaan yang injektif
Jika ( ) = ( ) maka | | = | |
Dapat kita ambil contoh:
=2" | |=2
= −2 " | |=2
∃ ≠ ( )= ( )
Jadi bukan suatu monomorfisme

Contoh 7.12
Sebuah fungsi yang memetakan *T ke # dimana # = 〈 〉
Fungsi tersebut didefinisikan sebagai berikut:
: *T → #, % ( )= ^
, ∈ *T
Akan kita selidiki apakah adalah suatu monomorfisme
 suatu homomorfisme
( )= ( ) ( )
^_
=
^ _
=
= ( ) ( )
 suatu pemetaan yang injektif
B ( ) = ( )" =
Dapat kita tunjukkan sebagai berikut:
*T = +0,1,2,3/
(0) = M
=1
(1) = 9
=
(2) = = −1
(3) = =−
Terbukti bahwa suatu monomorfisme

MODUL 7 TEORI GRUP 15


EPIMORFISME
Definisi 7.11

Misal : # → & adalah sebuah homomorfisme grup, maka: dinamakan epimorfisme jika surjektif

Pada Contoh 7.12


Sebuah fungsi yang memetakan *T ke # dimana # = 〈 〉
Fungsi tersebut didefinisikan sebagai berikut:
: *T → #, % ( )= ^
, ∈ *T
 Telah ditunjukkan bahwa suatu homomorfisme
 Akan kita tunjukkan bahwa suatu pemetaan yang surjektif
Ambil sembarang elemen di G, misal ∈ #, maka
^
= , ℎ = log c
Dengan jelas pula bahwa # = 〈 〉={1,i,-1,-i}
Terbukti bahwa suatu epimorfisme

Contoh 7.13

Didefinisikan sebuah fungsi H yang memetakan dua buah grup yaitu ( , +)% ( V
,×). Fungsi H
ini didefinisikan sebagai berikut:

H: → V
,% H( ) = U

Akan kita selidiki apakah fungsi tersebut suatu epimorfisme

 H suatu homomorfisme
H( 9 + ) = H( 9 )H( )
(Ud VUe )
=
Ud Ue
=
= H( 9 )H( )
 H suatu pemetaan yang surjektif

MODUL 7 TEORI GRUP 16


V V
Ambil sembarang elemen di ," : 1∈
Maka
U
1= diperoleh = ln 1
(gh W)
Sehingga H( ) = U
= =1
Terbukti bahwa H suatu epimorfisme

Contoh 7.14
Sebuah fungsi i memetakan j ∗ ke k × dengan definisi sebagai berikut:
1
i( + 1 ) = l m
−1
Akan kita selidiki apakah fungsi i adalah suatu epimorfisme
 i suatu homomorfisme
in( + 1 ). (o + % )p = i( + 1 )i(o + % )
in( + 1 ). (o + % )p
= i( o − 1% + ( % + 1o) )
o − 1% % + 1o
=l m
− % − 1o o − 1%

i( + 1 )i(o + % )
1 o %
ml =l m
−1 −% o
o − 1% % + 1o
=l m
−1o − % o − 1%
Terbukti in( + 1 ). (o + % )p = i( + 1 )i(o + % )
 i suatu pemetaan yang surjektif
Dapat kita amati bahwa:
Untuk
1
k × = ql mr , 1 ∈ % ≠ 0, 1 ≠ 0s
−1
Untuk himpunan k × yang didefinisikan seperti itu, maka untuk sembarang elemen dapat dijamin
memiliki prapeta di j ∗

ISOMORFISME
Definisi 7.12

MODUL 7 TEORI GRUP 17


Misal : # → & adalah sebuah homomorfisme grup, maka: dinamakan isomorfisme jika bijektif

Catatan: Pada bagian sebelumnya sebenarnya telah dibahas tentang isomorfisme, tetapi pada bagian ini
sengaja dimunculkan kembali untuk lebih menegaskan pada jenis-jenis homomorfisme.

Contoh 7.15
Diberikan sebuah fungsi yang didefinisikan sebagai berikut:

: *t∗ → *t∗ % ( )= ,
∀ ∈ *t∗
Akan kita selidiki apakah suatu isomorfisme
 suatu homomorfisme
( )= ( ) ( )
=( )
=
= ( ) ( )
 suatu pemetaan yang bijektif
pemetaan yang surjektif
Ambil sembarang elemen di *t∗ , misal ∈ *t∗ , maka =
Diperoleh = vu
pemetaan yang injektif
Dapat diamati pula bahwa ∀ ≠ maka ( ) ≠ ( )

Contoh 7.16
Selidikilah apakah fungsi dari R ke R berikut merupakan automorfisme, yaitu suatu isomorfisme dari R
ke R:
: → ,% ( ) = −3 , ∀ ∈
 suatu homomorfisme
( + )= ( )+ ( )
= −3( + )
= −3 + (−3 )
= ( )+ ( )

MODUL 7 TEORI GRUP 18


 suatu pemetaan yang bijektif
Dapat diamati dengan mudah bahwa suatu pemetaan yang bijektif

MODUL 7 TEORI GRUP 19


ENDOMORFISME
Definisi 7.13
Misal : # → & adalah sebuah homomorfisme grup, maka: dinamakan endomorfisme jika # = &

Contoh 7.17:
Fungsi H: *9M → *9M % ( )=8
Akan kita selidiki apakah fungsi ini suatu endomorfisme
 H suatu homomorfisme
( + )= ( )+ ( )
= 8( + )
=8 +8
= ( )+ ( )

 H memetakan dua himpunan yang sama


Telah diketahui bahwa H memetakan dari *9M ke *9M

Contoh 7.18.

Fungsi : * → * % ( )=3
Akan kita selidiki apakah fungsi ini suatu endomorfisme
 suatu homomorfisme
( + )= ( )+ ( )
= 3( + )
=3 +3
= ( )+ ( )

 memetakan dua himpunan yang sama


Telah diketahui bahwa memetakan dari * ke *

Contoh 7.19:

Fungsi i: ∗
→ ∗
% ( )=
Akan kita selidiki apakah fungsi ini suatu endomorfisme

MODUL 7 TEORI GRUP 20


 i suatu homomorfisme
( ) = ( ). ( )
=( )
=
= ( ). ( )

 i memetakan dua himpunan yang sama


∗ ∗
Telah diketahui bahwa i memetakan dari ke

Contoh 7.20:

Fungsi i: ∗
→ ∗
% ( )= 8

Akan kita selidiki apakah fungsi ini suatu endomorfisme


 i suatu homomorfisme
( ) = ( ). ( )
=( )8
8 8
=
= ( ). ( )
 i memetakan dua himpunan yang sama
∗ ∗
Telah diketahui bahwa i memetakan dari ke

MODUL 7 TEORI GRUP 21


AUTOMORFISME
Definisi 7.14
Misal : # → & adalah sebuah homomorfisme grup, maka:
dikatakan automorfisme jika # = & dan bijektif

Contoh 7.21:
Diberikan fungsi : *T → *T , % ( )=2 +3
Akan kita selidiki apakah f merupakan suatu automorfisme
 suatu homomorfisme
( + ) = ( )+ ( )
( + ) = 2( + ) + 3
= 2 +2 +3
Sedangkan:
( )+ ( )=2 +3+2 +3
=2 +2 +2
Diperoleh
( + ) ≠ ( )+ ( )

 ; bukan homomorfisme maka bukan automorfisme

Contoh 7.22:
Diberikan fungsi L: * ∗ → * ∗ , % L( ) =
Akan kita selidiki apakah f merupakan suatu automorfisme
 L suatu homomorfisme
L( 1) = L( ). L(1)
L( 1) = ( 1)
= 1
Sedangkan:
L( ). L(1) = 1
Diperoleh
L( 1) = L( ). L(1)
 L adalah suatu pemetaan yang bijektif

MODUL 7 TEORI GRUP 22


L pemetaan yang surjektif, ambil sembarang elemen di * ∗ , " : 1, " :
1=
Untuk = 1, " 1=1
Untuk =2" 1=2
Jelas pula bahwa L adalah pemetaan yang injektif
 L memetakan dua himpunan yang sama, telah jelas bahwa L memetakan dari * ∗ kedirinya
sendiri
 Jadi L suatu automorfisme

Contoh 7.23:
Diberikan fungsi : j ∗ → j ∗ , % ( )= x

Akan kita selidiki apakah f merupakan suatu automorfisme


 suatu homomorfisme
( ") = ( ). (")
( ") = ( ")x
x
= "x
Sedangkan:
( ). (") = x
"x
Diperoleh
( ") = ( ). (")
 adalah suatu pemetaan yang bijektif
pemetaan yang surjektif, ambil sembarang elemen di j ∗ , " : ," :
x
= , maka = yu
Jelas pula bahwa L adalah pemetaan yang injektif, yaitu untuk ∀ ≠ ", " ( ) ≠ (")
 memetakan dua himpunan yang sama, telah jelas bahwa memetakan dari j ∗ kedirinya
sendiri
Jadi suatu automorfisme

MODUL 7 TEORI GRUP 23


Latihan
1. Tunjukkan bahwa fungsi berikut merupakan fungsi homomorfisme
a. : *9MM → *9MM , % ( )=2
b. ℎ: * ∗9M → * ∗9M , % ℎ( ) =
c. :* → % ( )=| | ∀ ∈*
d. : # → # % ( )= 89
∀ ∈#

2. Buktikan bahwa fungsi berikut suatu homomorfisma


ℎ: * ∗9M → * ∗9M , % ℎ( ) =
3. Didefinisikan f : R→ R dengan f(x) = -3x. Buktikan bahwa f suatu homomorfisma!
4. Diketahui : * ∗ t → * ∗ t , % ( ) = , tentukan G"( ) % Ker( )
5. Selidikilah apakah Grup ( , +) isomorfis dengan Grup
( V ,×), 1: %% "
Dari ke V, dengan definisi sebagai berikut:
H: → V , % H( ) = U , ∀ ∈
6. Diketahui sebuah fungsi yang memetakan dua buah grup ( , +) dengan ( V ,×), dimana fungsi
tersebut didefiniskan sebagai berikut:
H: → V , % H( ) = 2_ , untuk ∀ ∈
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu homomorfisme, kemudian tentukan kernelnya.
7. Diketahui sebuah fungsi yang memetakan dua buah grup (*, +) dengan (*, +), dimana fungsi tersebut
didefiniskan sebagai berikut:
{: * → *, % {( ) = 2 , untuk ∀ ∈ *
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu homomorfisme, kemudian tentukan kernelnya
Selanjutnya selidikilah apakah fungsi { suatu isomomorfisme atau bukan.
8. Diketahui sebuah fungsi yang memetakan dua buah grup (*, +) dengan (#,×), dimana fungsi tersebut
didefiniskan sebagai berikut:
|: * → #, % |( ) = U , untuk ∀ ∈ *
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu homomorfisme, kemudian tentukan kernelnya.
9. Buktikan bahwa fungsi-fungsi berikut ini adalah suatu isomorfisme:
a. i: *9MM → *9MM % i( ) = 3 ,
∀ ∈ *9MM
∗ ∗
b. [: *9M → *9M % [( ) = ,

∀ ∈ *9M

10. Selidikilah apakah fungsi dari R ke R berikut merupakan automorfisme, yaitu suatu isomorfisme dari
R ke R:
: → ,% ( ) = −2 , ∀ ∈
11. Buktikan bahwa setiap grup G isomorfis dengan dirinya sendiri
12. Diketahui sebuah fungsi memetakan *t∗ *t∗ , dengan definisi sebagai berikut:
: *t∗ → *t∗ % ( )=
Tentukan G" ( ) % K = ker

MODUL 7 TEORI GRUP 24


Kemudian selidikilah apakah *t∗ /A isomomorfis dengan G" ( )
∗ ∗
13. Diketahui sebuah fungsi H memetakan *9M *9M , dengan definisi sebagai berikut:
∗ ∗
H: *9M → *9M % H( ) =
Tentukan G" ( ) % K = ker

14. Kemudian selidikilah apakah *9M /A isomomorfis dengan G" ( )

B. Pustaka
1. Fraleigh, John, 1988. A first Course In Abstract Algebra,Addison Wesley Company,
Canada.

2. Gallian,Joseph, 2006. Contemporary Abstract Algebra, Houghton Mifflin Company,


USA.

3. Judson,W.T, 2009.Abstract Algebra Theory and Application, Austin State University.

4. Herstein, I.N.,1975. Topics in Algebra. John Willey & Sons,New York.

5. Isnarto, 2002, Struktur Aljabar, Bahan Ajar,Universitas Negeri Semarang

C. Penutup
I. Tes Formatif
1. Analisislah apakah fungsi berikut merupakan homomorfisme. Jika fungsi tersebut merupakan
homomorfisme, lanjutkan analisis anda terhadap kernel dan image fungsi tersebut
a. :* → % ( )=
b. : → * % ( )=1: 1 : ;1 ; ≤
c. : ∗→ ∗% ( )=| |
d. : *7 → * % ( )= % ; %1 <: ℎ 2
e. : *} → * % ( )= % ; %1 <: ℎ 2
2. Berapa banyak homomorfisme dari * *~
3. Apakah fungsi berikut merupakan homomorfisme
a. :* → V % ( ) = 2^ ∀ ∈*
b. : k) → ∗ ∗
% ( ) = det , ∀ ∈ k)∗
4. Analisislah apakah fungsi berikut merupakan homomorfisme grup, jika merupakan
homomorfisme lanjutkan analisis anda apakah merupakan monomorfisme, epimorfisme,
isomorfisme, endomorfisme ataukah automorfisme
a. : * → V % ( )=2 ^ ∀ ∈*

MODUL 7 TEORI GRUP 25


b. : k)∗ → ∗ % ( ) = det , ∀ ∈ k)∗
c. ℎ: * ∗ t → * ∗ t , % ℎ( ) =

d. : * → * % ∗ ( )=| |
e. : *7 → *7 % ( ) = 89 ∀ ∈ *7
5. Selidikilah apakah * <"<; % 3*
6. Sebuah fungsi memetakan antara dua grup yaitu ∗ ke k ∗ ( ), dimana fungsi tersebut
didefinisikan sebagai berikut:
1 0
( )=l m, ∀ ∈ ∗
0
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu isomorfisme? Kemudian tentukan kernel dari fungsi
tersebut
7. Diberikan dua buah grup, yaitu j ∗ = +• ∈ j|• ≠ 0/
Dan V = + ∈ | > 0/
Didefinikan sebuah fungsi yang memetakan j ∗ kepada V, dengan definisi sebagai berikut:
H: j ∗ → V % H(•) = |•|, ∀• ∈ j ∗
Selidikilah apakah H adalah suatu homomorfisme kemudian temukan kernelnya.
8. Diberikan dua buah grup, yaitu ∗ = + ∈ | ≠ 0/
Dan V = + ∈ | > 0/
Didefinikan sebuah fungsi yang memetakan ∗ kepada V, dengan definisi sebagai berikut:
‚: ∗ → V % ‚( ) = | |, ∀ ∈ ∗
Selidikilah apakah H adalah suatu homomorfisme kemudian temukan kernelnya.
9. Diberikan dua buah grup, yaitu Y) dan * = +0,1/
Didefinikan sebuah fungsi yang memetakan Y) kepada * , dengan definisi sebagai berikut:
ƒ: Y) → *
0, B Z ;"
% H(Z) = Q
1, B Z ;" B:
Selidikilah apakah H adalah suatu homomorfisme kemudian temukan kernelnya

II. Kunci Jawaban soal Latihan


1. Tunjukkan bahwa fungsi berikut merupakan fungsi homomorfisme
a. : *9MM → *9MM , % ( )=2
Jawab.
( + 1) = 2( + 1)
= 2 + 21
= ( ) + (1)
Terbukti adalah homomorfisme
b. ℎ: * ∗9M → * ∗9M , % ℎ( ) =
jawab.
ℎ( × 1) = ℎ( ) × ℎ(1)

MODUL 7 TEORI GRUP 26


= ( 1)
= ×1
= ℎ( ) × ℎ(1)
Terbukti ℎ adalah homomorfisme

c. :* → % ( )=| | ∀ ∈*
Jawab.
( + )= ( )+ ( )
=| + |
≤| |+| |

≠ ( )+ ( )

Terbukti adalah bukan homomorfisme

d. :# → # % ( ) = 89 ∀ ∈#
Jawab.
( 9 ) = ( 9) ( )
= ( 9 )89
= 89 989
= ( ) ( 9)
≠ ( ) ( 9 ), B # < 1 : ;
Terbukti bukan homomorfisme

2. Buktikan bahwa fungsi berikut suatu homomorfisma


ℎ: * ∗9M → * ∗9M , % ℎ( ) =
jawab.
ℎ( ) = ℎ( )ℎ( )
=( )
=
= ℎ( )ℎ( )
Terbukti ℎ suatu homomorfisme

3. Didefinisikan f : R→ R dengan f(x) = -3x. Buktikan bahwa f suatu homomorfisma!


f(x+y)= ( ) + ( )
= −3( + )
= −3 + (−3)
= ( )+ ( )

Terbukti suatu homomorfisme

4. Diketahui : * ∗ t → * ∗ t , % ( )= , tentukan G"( ) % Ker( )

MODUL 7 TEORI GRUP 27


Jawab.
* ∗ t = +1,2,3,4,5,6/
(1) = 1
(2) = 4
(3) = 2
(4) = 2
(5) = 4
(6) = 1
Sehingga dapat diperoleh:
G"( ) = +1,2,4/
Dan Ker( ) = +1,6/

5. Selidikilah apakah Grup ( , +) isomorfis dengan Grup


( V ,×), 1: %% "
V
Dari ke , dengan definisi sebagai berikut:
H: → V , % H( ) = U , ∀ ∈
Jawab.
Untuk membuktikan bahwa H suatu isomorfisme, maka H harus bijektif dan H suatu
homomorfisme
 H suatu pemetaan yang bijektif
Misal diberikan sembarang 1 ∈ V, dan ∈ , maka 1 = U , ℎ = ln 1
Diperoleh:
H( ) = U = (gh W) = 1
Sehingga H suatu pemetaan yang surjektif
Selanjutnya untuk membuktikan H adalah pemetaan yang injektif:
Andaikan H( 9 ) = H( )
Maka
Ud
= Ue
Ud 8Ue
=1
9− =0
9 =
Karena H( 9 ) = H( ) → 9 =
Maka H adalah fungsi yang injektif / satu-satu
Terbukti H fungsi bijektif
 H suatu homomorfisme
H( + 1) = H( ). H(1)
= (UVW)
= U. W
= H( ). H(1)
Terbukti bahwa H adalah suatu homomorfisme
Jadi Grup ( , +) isomorfis dengan Grup ( V ,×)

MODUL 7 TEORI GRUP 28


6. Diketahui sebuah fungsi yang memetakan dua buah grup ( , +) dengan ( V ,×), dimana fungsi
tersebut didefiniskan sebagai berikut:
H: → V , % H( ) = 2_ , untuk ∀ ∈
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu homomorfisme, kemudian tentukan kernelnya.
Jawab.
H( 9 + ) = H( 9 )H( )
= 2(_d V_e )
= 2(_d ) . 2(_e )
= H( 9 )H( )
H adalah suatu homomorfisme, dan ker H = +0/

7. Diketahui sebuah fungsi yang memetakan dua buah grup (*, +) dengan (*, +), dimana fungsi
tersebut didefiniskan sebagai berikut:
{: * → *, % {( ) = 2 , untuk ∀ ∈ *
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu homomorfisme, kemudian tentukan kernelnya
Jawab.
{( + ) = {( ) + {( )
= 2( + )
=2 +2
= {( ) + {( )
Terbukti { adalah suatu homomorfisme, dan ker { = +0/

8. Diketahui sebuah fungsi yang memetakan dua buah grup (*, +) dengan (#,×), dimana fungsi
tersebut didefiniskan sebagai berikut:
|: * → #, % |( ) = U , untuk ∀ ∈ *
Selidikilah apakah fungsi tersebut suatu homomorfisme, kemudian tentukan kernelnya.
Jawab.
|( + 1) = |( ). |(1)
= (UVW)
= U. W
= |( ). |(1)
Terbukti | adalah suatu homomorfisme, dan ker | = +0/

9. Buktikan bahwa fungsi-fungsi berikut ini adalah suatu isomorfisme:


a. i: *9MM → *9MM % i( ) = 3 , ∀ ∈ *9MM
Jawab.
 i fungsi bijektif
i fungsi surjektif, ambil sembarang 1 ∈ *9MM
1=3
1
=
3

MODUL 7 TEORI GRUP 29


1
i( ) = 3. = 1
3
i fungsi injektif
Misal i( ) = i(1), maka 3 = 31 ⟹ = 1
 i suatu homomorfisme
i( + 1) = i( ) + i(1)
= 3( + 1)
= 3 + 31
= i( ) + i(1)
Terbukti i suatu isomorfisme
b. [: *~ → *~∗ %

[( ) = , ∀ ∈ *9M ∗

 [ bukan fungsi bijektif


∃ , 1 ∈ *~∗ , ≠ 1, [( ) = [(1)
Yaitu:
[(1) = 1
[(3) = 1
Sehingga [ bukan suatu isomorfisme

D. Tindak lanjut
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban soal latihan yang terdapat pada bagian
akhir modul ini kemudian hitunglah banyaknya jawaban anda yang benar. Kemudian
hitunglah tingkat penguasaan anda dengan menggunakan rumus berikut:

1 B ˆ 1 1 ;
‡ = × 100%
1 < :

Setelah mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi pada modul ini, lanjutkan
dengan mengerjakan tes formatif kemudian konsultasikan dengan dosen anda.
Arti tingkat penguasaan yang anda capai:
90% - 100% : Baik sekali
80% - 89% : Baik
70% - 79% : Sedang
≤ 69% : Kurang
Catatan: jika anda mencapai tingkat penguasaan ≥ 80%, maka anda dapat melanjutkan ke
bab berikutnya. Tetapi jika nilai anda dibawah 80%, maka sebaiknya anda mengulangi
modul ini terutama bagian yang belum anda kuasai.

MODUL 7 TEORI GRUP 30

Anda mungkin juga menyukai