Anda di halaman 1dari 3

KOP SEKOLAH

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LABORATORIUM IPA SMP

1. Latar Belakang
Dalam penggunaan alat alat laboratorium SMP, terkadang para siswa SMP ceroboh
dalam menggunakan alat - alat laboratorium. Dan para guru tidak terlalu mengawasi para
siswa dalam memakai alat - alat dalam kegiatan praktikum sehingga terkadang alat - alat
praktikum sering rusak dan hilang. Dengan alat praktikum yang rusak maka praktikum
tidak dapat berjalan dengan baik dan para siswa tidak terlalu mengerti dengan praktikum
dikarenakan praktikum dilakukan dengan cara demonstrasi.

2. Tujuan dan Fungsi Standar Operasional Prosedur (SOP)


2.2.1 Tujuan SOP
1. Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja
petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam
organisasi.
3. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari
petugas/pegawai terkait.
4. Melindungi organisasi atau unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek
atau kesalahan administrasi lainnya.
5. Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan
inefisiensi.
2.2.2 Fungsi SOP
1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

3. Ruang Lingkup
3.1 Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum siswa di laboratorium di lingkungan
sekolah.
3.2 Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum rutin, penggunaan alat untuk
penelitian siswa maupun guru dan pengguna dari pihak lain.

4. Definisi
Alat adalah kumpulan peralatan/perkakas yang digunakan dalam menunjang kegiatan
praktikum di laboratorium
5. Wewenang dan Tanggung Jawab
5.1 Kepala Laboratorium bertanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur ini.
5.2 Teknisi/Laboran bertanggung jawab atas perawatan, penyimpanan, pendistribusian
alat, dan pemeriksaan alat.
5.3 Siswa bertanggung jawab terhadap penggunaan alat dalam kegiatan praktikum dan
guru pembimbing mengawasi dan mengontrol penggunaan alat dalam kegiatan
praktikum
6. Bahan Acuan
6.1 UU Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
6.2 UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
6.3 PP Nomor: 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

7. Prosedur

7.1 Sebelum Praktik


7.1.1 Kepala laboratorium, teknisi dan analis/laboran mengadakan rapat membahas kesiapan
kegiatan praktik dua pekan sebelum kegiatan praktikum untuk siswa dilakukan;
7.1.2 Kepala Laboratorium bersama dengan teknisi/laboran mengecek kesiapan dan
kelayakan alat yang akan digunakan satu pekan sebelum kegiatan praktikum dimulai.
7.1.3 Kepala dan penanggung jawab laboratorium mengecek kesiapan LKS yang akan
digunakan untuk kegiatan praktikum;
7.1.4 Laboran menyerahkan daftar bon alat kepada siswa/gosen untuk diisi alat apa yang akan
dipinjam;
7.1.5 Laboran menyerahkan alat kepada ketua dan anggota kelompok siswa;
7.1.6 Siswa (ketua kelompok)/dosen bersama dengan teknisi/analis/laboran bersama-sama
mengecek kelayakan alat yang dipinjam. Jika terjadi ketidaklayakan alat akan
dikembalikan kepada laboran/teknisi dan dicatat dalam buku kerusakan alat.
7.1.7 Guru praktikum diwajibkan mengisi Berita Acara Praktikum yang diketahui oleh
penanggungjawab laboratorium sebelum melakukan praktikum.

7.2 Selama Praktik


7.2.1 Sebelum masuk praktik siswa harus menggunakan jas praktik sesuai dengan ketentuan
dan tidak membawa tas masuk ke laboratorium.
7.2.2 Siswa harus mengisi buku daftar hadir yang telah disiapkan mulai jam praktik sampai
dengan selesainya praktik.
7.2.3 Guru menjelaskan cara penggunaan alat kepada siswa praktikan baik yang standart
maupun yang dipinjam sesuai dengan fungsinya;
7.2.4 Siswa menggunakan alat sesuai dengan fungsi dan petunjuk praktik dan diamati oleh
guru pembimbing.

7.3 Selesai Praktik


7.3.1 Siswa membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikannya kepada
teknisi/laboran;
7.3.2 Teknisi/Laboran memeriksa kelayakan alat jika rusak/hilang maka teknisi/laboran
mencatat sebagai alat yang ditinggalkan yang harus diganti oleh peminjam.
7.4 Lain-Lain

7.4.1 Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, siswa harus memahami petunjuk


penggunaan alat itu, sesuai dengan petunjuk penggunaan yang diberikan atau
disampaikan oleh penanggungjawab praktikum;
7.4.2 Siswa harus memperhatikan dan mematuhi peringatan (warning) yang biasa tertera pada
badan alat;
7.4.3 Siswa harus memahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan
menggunakan alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau
peruntukannya. Menggunakan alat praktikum di luar fungsi atau peruntukannya
dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan;
7.4.4 Siswa harus memahami spesifikasi dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan
menggunakan alat-alat tersebut sesuai spesifikasi dan jangkauan kerjanya.
Menggunakan alat praktikum di luar spesifikasi dan jangkauan kerjanya dapat
menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan;
7.4.5 Seluruh peralatan praktikum yang digunakan harus dipastikan aman dari benda/logam
tajam, api/ panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat
tersebut;
7.4.6 Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau
sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.

Anda mungkin juga menyukai