Anda di halaman 1dari 3

F.4.

Usaha Kesehatan Masyarakat


Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Puskesmas Kutoarjo, Kab. Purworejo
Oktober 2019 - Februari 2020

PENYULUHAN STUNTING DI RW 6 KELURAHAN BANDUNG


dr. Dyah Rahayu Utami
Latar Belakang Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang
atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi
ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua
standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita
stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak
faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada
bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang
akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan
fisik dan kognitif yang optimal. (Kemkes RI, 2018)
Nutrisi yang diperoleh sejak bayi lahir sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhannya termasuk risiko terjadinya stunting. Tidak
terlaksananya inisiasi menyusu dini (IMD), gagalnya pemberian air susu
ibu (ASI) eksklusif, dan proses penyapihan dini dapat menjadi salah
satu faktor terjadinya stunting. Sedangkan dari sisi pemberian makanan
pendamping ASI (MP ASI) hal yang perlu diperhatikan adalah kuantitas,
kualitas, dan keamanan pangan yang diberikan. (Kemkes RI, 2018)
Kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan saat kehamilan serta
setelah persalinan mempengaruhi pertumbuhan janin dan risiko
terjadinya stunting. Faktor lainnya pada ibu yang mempengaruhi adalah
postur tubuh ibu (pendek), jarak kehamilan yang terlalu dekat, ibu yang
masih remaja, serta asupan nutrisi yang kurang pada saat kehamilan.
(Kemkes RI, 2018)
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014
tentang Pelayanan Kesehatan Masa sebelum Hamil, Masa Hamil,
Persalinan, dan Masa sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan
Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual, faktor-faktor yang
memperberat keadaan ibu hamil adalah terlalu muda, terlalu tua, terlalu
sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kelahiran. Usia kehamilan ibu
yang terlalu muda (di bawah 20 tahun) berisiko melahirkan bayi dengan
berat lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR mempengaruhi sekitar 20% dari
terjadinya stunting. (Kemkes RI, 2018)
Kondisi sosial ekonomi dan sanitasi tempat tinggal juga berkaitan
dengan terjadinya stunting. Kondisi ekonomi erat kaitannya dengan
kemampuan dalam memenuhi asupan yang bergizi dan pelayanan
kesehatan untuk ibu hamil dan balita. Sedangkan sanitasi dan keamanan
pangan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi. (Kemkes
RI, 2018)
Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development
Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan
ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada
tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan
adalah menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025.
(Kemkes RI, 2018)
Permasalahan Stunting dalam jangka pendek dapat menyebabkan anak rentan
terhadap suatu penyakit, dan perkembangan kognitif, motorik, dan
verbal pada anak tidak optimal. Oleh karena itu diperlukan kegiatan
penyuluhan stunting dengan tujuan para orangtua dapat memberikan
gizi seimbang untuk anak-anaknya agar menurunkan angka stunting
pada balita di Kelurahan Bandung.
Perencanaan dan Telah dilakukan kegiatan penyuluhan stunting pada:
Pemilihan Hari/tanggal : 16 Oktober 2019
Tempat : Rumah warga RW 6, Kelurahan Bandung
Intervensi
Kab. Purworejo
Pelaksana : Endang Welasih, S.Gz
dr. Dyah Rahayu Utami

Pelaksanaan Kegiatan berjalan dengan lancar dan masyarakat tampak antusias


terhadap penyuluhan stunting ini. Angka partisipasi pada kegiatan ini
hanya sedikit dikarenakan jumlah balita di RW 6 kelurahan bandung
hanya 10 orang.
Monitoring dan Tidak ada kendala di dalam menjalankan kegiatan dan diharapkan
Evaluasi kegiatan penyuluhan stunting dapat dijalankan secara
berkesinambungan kedepannya guna menurunkan angka stunting pada
balita khususnya di Kelurahan Bandung.
Dokumentasi

Komentar / saran pendamping :

Kutoarjo, 16 Oktober 2019


Peserta Pendamping

dr. Dyah Rahayu Utami dr. Hendi Rastiawan

Anda mungkin juga menyukai