Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. METODOLOGI
PENELITIAN PENDIDIKAN
PRODI PTM S1 FT

SKOR NILAI :

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

Oleh:

Joni Hendra Siregar


Munawir Rajali Siregar
Chandra Habibi Hasibuan
Candres Atur H Silaban
Fitrah Faizin Hasibuan

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr.Abd.Hasan Saragih, M. Pd,

MATA KULIAH : Metodologi Penelitian Pendidikan

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
NOPEMBER 2019

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya kepada saya dalam menyelesaikan tugas individu critical book report,
sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Terimakasih saya ucapkan
kepada Bapak Prof. Dr.Abd.Hasan Saragih, M. Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah
Metodologi Penelitian yang telah membimbing kami.

Dalam makalah ini saya membahas dan menjelaskan mengenai critical book report
dengan judul buku Metodologi Penelitian Pendidikan karangan Prof. Dr. Emzir, M.Pd
yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang
konsep serta aplikasi mengenai metodologi penelitian pendidikan. Selaku manusia
biasa, saya menyadari bahwa dalam hasil makalah ini masih terdapat kekurangan dan
kekeliruan yang tidak disengaja.

Oleh karena itu saya sangat membutuhkan kritik dan saran. Saya berharap makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya pada mata kuliah Metodologi Pendidikan
pada Jurusan Pendidikan Teknik Mesin di Universitas Negeri Medan.

Medan, November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................i

DAFTAR ISI...................................................................................................................................ii

BAB I................................................................................................................................................1

PENDAHULUAN............................................................................................................................1

A. Latar Belakang................................................................................................................1

B. Tujuan Penulisan Critical Book Report (CBR)..........................................................2

C. Manfaat Penulisan Critical Book Report (CBR)........................................................2

BAB II..............................................................................................................................................3

PEMBAHASAN..............................................................................................................................3

A. Identitas Buku.................................................................................................................3

B. Ringkasan Buku...............................................................................................................4

BAB III.............................................................................................................................................9

PEMBAHASAN..............................................................................................................................9

A. Kelebihan Isi Buku..........................................................................................................9

B. Keterkaitan antar Bab....................................................................................................9

C. Kekurangan Isi Buku......................................................................................................9

BAB IV...........................................................................................................................................10

PENUTUP......................................................................................................................................10

A. Kesimpulan....................................................................................................................10

B. Saran...............................................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................11

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diperhadapkan dengan berbagai persoalan atau
permasalahan, baik yang bersifat awam maupun masalah yang menuntut pemecahan secara
sistematik. Masalah-masalah tersebut pemecahannya sering dengan cara sederhana saja dan
bersifat segera dan tidak membutuhkan data-data pendukung.
Disamping masalah-masalah awam, ada masalah-masalah yang bersifat kompleks atau
rumit yang pemecahannya menuntut dan memerlukan pengumpulan sejumlah data pendukung
yang dipergunakan untuk membuat keputusan dan menarik kesimpulan. Masalah yang seperti
inilah yang menjadi perhatian kita, khususnya dalam dunia pendidikan. Masalah seperti ini
menuntut metode ilmiah untuk penyelesaiannya, yaitu melalui langkah-langkah tertentu
dalam usaha memecahkan masalah yang dijumpai.
Kedudukan masalah dalam alur prosedur penelitian sangatlah penting, bahkan lebih
penting dari solusi atau jawaban yang akan diperoleh/dicari, karena masalah yang dipilih
dapat menentukan perumusan masalah, tujuan, hipotesis, kajian pustaka yang akan digunakan
bahkan juga untuk menentukan metodologi yang tepat untuk memecahkannya.
Dalam dunia pendidikan banyak fenomena-fenomena dari suatu masalah yang
kompleks dan kait-mengkait yang mengganjal yang perlu dipecahkan dalam suatu penelitian.
Namun tidak semua masalah itu harus dipecahkan secara ilmiah. Olehnya itu makalah ini
akan membahas masalah-masalah dalam dunia pendidikan yang dapat diselesaikan dengan
suatu penelitian.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang minim di karenakan rendahnya minat baca


masyarakat pada saat ini. Mengkritik buku salah satu cara yang dilakukan untuk menaikkan
ketertarikan minat baca seseorang terhadap suatu pokok bahasan. Mengkritik buku (critical
book report) ini adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya atau buku, baik
berupa buku fiksi ataupun nonfiksi, juga dapat diartikan sebagai karya ilmiah yang
melukiskan pemahaman terhadap isi sebuah buku.

Mengkritik buku dilakukan bukan untuk menjatuhkan atau menaikkan nilai suatu buku
melainkan untuk menjelaskan apaa danya suatu buku yaitu kelebihan atau kekurangannya
yang akan menjadi bahan pertimbangan atau ulasan tentang sebuah buku kepada pembaca

1
perihal buku-buku baru dan ulasan kelebihan maupun kekurangan buku tersebut. Yang lebih
jelasnya dalam mengkritik buku, kita dapat menguraikan isi pokok pemikiran pengarang dari
buku yang bersangkutan diikuti dengan pendapat terhadap isi buku.

Uraian isi pokok buku memuat ruang lingkup permasalahan yang dibahas pengarang,
cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan, konsep dan teori yang
dikembangkan, serta kesimpulan. Dengan demikian laporan buku atau resensi sangat
bermanfaat untuk mengetahui isi buku selain itu, akan tahu mengenai kekurangan dan
kelebihan dari isi buku yang telah dibaca. Untuk itu, kami harapkan kepada pembaca
agar mengetahui dan memahami mengenai laporan buku atau resensi sehingga dapat
menilai isi buku tersebut dengan baik dan bukan hanya sekedar membaca sekilas buku
tersebut melainkan dapat memahami apa yang ada dalam buku tersebut secara mendalam.

B. Tujuan Penulisan Critical Book Report (CBR)

Kritik buku (critical book report) ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu yang
bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam mengetahui
kelebihan dan kekurangan suatu buku, menjadi bahan pertimbangan, dan juga
menyelesaikan salah satu tugas individu mata kuliah Metodologi Penelitian pada Jurusan
Pendidikan Teknik Mesin di Universitas Negeri Medan.

C. Manfaat Penulisan Critical Book Report (CBR)

 Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah


buku atau hasil karya lainnya secara ringkas.

 Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang dikritik.

 Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.

 Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis


yang sama atau penulis lainnya.

 Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara
penulisan, isi, dan substansi buku.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Identitas Buku

Buku Pertama
 Judul Buku : Metodologi Penelitian Pendidikan

 No. ISBN 978-979-769-162-2

 Pengarang : Prof. Dr. Emzir, M.Pd.

 Penerbit : PT RajaGrafindo Persada

 Tahun Terbit : 2015

 Edisi : Revisi ke 9

 Harga : Rp. 50.000

 Kota terbit : Jakarta

 Tebal Buku : 320 halaman

 Bahasa Teks : Bahasa Indonesia

Buku Kedua (Buku Pembanding)


 Judul Buku : Metodologi Penelitian Pendidikan

 Penulis : Prof. Triyono, M.Pd.

 Penerbit : Ombak

 Tebal Buku : xii + 322 hlm; 14,5 * 21cm

 Kota Terbit : Yogyakarta

 Tahun Terbit : 2013

 ISBN : 978-602-258-076-8

3
B. Ringkasan Buku
Bagian Pertama : Pendahuluan
BAB 1 PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF, DAN METODE GABUNGAN
Penelitian pada dasarnya dalah sutu kegiatan atau proses sistematis untuk
memecahkan msalah yang dilakukan dengan metode ilmiah. Langkah dalam penilitian terdri
dari : Identifikasi masalah, Review informasi, Pengumpulan data, Analisis data, dan Penarikan
kesimpulan.
Kecenderungan Pendekatan Kualitatif Pendekatan Pendekatan Metode
atau biasanya Kuantitatif Gabungan
Menggunakan Tuntutan pengetahuan Tuntutan pengetahuan Tuntutan
asumsi filosofis ontruktivisme/advokasi/ postpositivisme pengetahuan
ini participatori pragmatik
Menggunakan Fenomenologi, ground Survei dan Sekuensial,
strategi theory, etnografi, studi eksperimen concurrent, dan
penelitian ini kasus dan naratif transformatif
Menggunakan Pertanyaan terbuka, Pertanyaan tertutup, Keduanya
metode ini pendekatan emerging, pendekatan ditentukan pertanyaan terbuka
data teks atau gambaran sebelumnya, data dan tertutup,
numerik pendekatan emerging
dan ditentukan
sebelumnya, analisis
data kuantitatif dan
kualitatif
Melaksanakan Memosisikan diri Menguji atau Mengumpulkan baik
praktik sendiri memverifikasi atau data kuantitatif
penelitian ini Mengumpulkan makna menejelaskan teori maupun data
sebagai peneliti partisipan Mengidentifikasi kualitatif
Memfokuskan pada variabel untuk studi Mengembangkan
konsep atau fenomena Menghubungkan rasional untuk
tunggal variabel dalam penggabungan
Membawa nilai masalah dan hipotesis Mengintegrasikan
personal ke dalam Menggunakan data pada tahap
penelitian validitas dan reabilitas penelitian yang
Mengkaji konteks atau standar berbeda
4
latar partisipan Mengobservasi dan Menyajikan gambar
Memvalidasi mengukur informasi visual dari prosedur
keakuratan data secara numerik penelitian
Menciptakan suatu Menggunakan Melaksanakan
agenda perubahan atau pendekatan yang tidak praktik penelitian
reformasi bias baik kuantitatif
Berkolaborasi dengan Melaksanakan maupun kualitatif.
partisipan prosedur statistik

Bagian Kedua : Penelitian kuantitatif


BAB 2 PENELITIAN KORELASIONAL : SURVEI
Menurut Gay (1981 : 183) penelitian korelasional kadang-kadang diperlakukan
sebagai peneiltian deskriptif, terutama disebabkan penelitian korelasional mendeskripsikan
sebuah kondisi yang telah ada, dalam istilah kuantitatif tingkatan dimana variabel-variabel
berhubungan. Studi korelasional melengkapi penaksiran seberapa tepat hubungan dua
variabel. Jika dua variabel mempunyai hubungan yang tinggi, koefisien korelasi mendekati
+1,00 (atau -100) akan diperoleh; jia dua variabel tidak mempunyai hubungan, suatu koefisien
korelasi mendekati 0,00 akan ditemukan. Penelitian survei mengilustrasikan prinsip-prinsip
penelitian korelasional dan melengkapinya dengan cara yang tepat dan efektif untuk
mendeskripsikan pemikiran, pendapat, dan perasaan orang. Survei melibatkan sampling dan
penggunaan suatu set pertanyaan awal yang pada umumnya berbentuk kuesioner. Tiga metode
survei umum yaitu, survei pos, survei wawancara personal, dan wawancara telepon.
Kemudian terdapat 3 rancangan penelitian survei, rancangan lintas-seksional (the cross-
sectional design), rancangan sampel bebas suksesif (the sucsesive independent samples
design) dan rancangan longitudinal (the longitudinal design).
BAB 3 PENELITIAN EKSPERIMENTAL
Menurut Davis (2004) penelitian eksperimental didasarkan pada asumsi bahwa dunia
bekerja menurut hukum-hukum kausal, yang esensinya adalah linear, bersifat komplikasi dan
interaktif. Penelitian eksperimental merupakan satu-satunya metode penelitian yang menguji
secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal ( sebab – akibat ). Dalam hal ini peneliti
memanipulasi paling sedikit satu variabel, mengontrol variabel lain yang relevan, dan
mengobservasi efek/pengaruhnya terhadap satu atau lebih variabel terikat.

5
Karakteristik penelitian eksperimental : 1. Manipulasi, 2. Pengendalian, 3.
Pengamatan. Kemudian langkah-langkahnya tidak jauh berbeda dengan penelitian lain yaitu,
1) Memilih dan merumuskan masalah
2) Memilih subjek dan instrumen pengukuran
3) Memilih desain penelitian
4) Melaksanakan prosedur
5) Menganalisis data
6) Merumuskan kesimpulan
Validitas eksperimental berkaitan dengan validitas internal (historis, maturasi, testing,
instrumentasi,regresi statistik, seleksi subjek yang berbeda, moralitas, interaksi seleksi-
maturasi) dan validasi internal (interaksi prates-perlakuan, interaksi seleksi-perlakuan,
spesifikasi variabel, pengaturan reaktif, interferensi perlakuan jamak, kontaminasi dan bias
perlakuan eksperimen). Desain penelitian eksperimental terdiri dari, pengontrolan variabel
luar, pemadanan, perbandingan kelompok atau subkelompok homogen, penggunaan subjek
sebagai pengendalian diri mereka sendiri, analisis kovarian. Jenis desain kelompok ada 3,
yaitu desain pra-eksperimental, desain eksperimental sebenarnya, dan desain eksperimental
semu.
BAB 4 PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF (Ex Post Facto)
Penelitian kausal komparatif disebut juga penelitian ex post facto dimana peneliti tidak
melakukan pengendalian variabel bebas secara langsung karena eksistensi dari variabel
tersebut telah terjadi, atau karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi.
Pada penelitian melibatkan variabel terikat dan variabel bebas. Kelebihannya penelitian ini
tidak memerlukan waktu yang lama namun kekurangannya hasil yang diperoleh kurang
maksimal.
Bagian Ketiga : Penelitian kualitatif
BAB 5 PENELITIAN ETNOGRAFI
Etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui
observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural, fokusnya pada suatu masyarakat
(tidak selalu secara geografis, juga memerhatikan pekerjaan, pengangguran, dan masyarakat
lainnya), pemilihan informan yang mengetahui yang memiliki suatu pandangan/pendapat
tentang berbagai kegiatan masyarkat. Metode etnografi mulai dengan pemilihan tentang suatu
budaya, tinjauan kepustakaan berkaitan dengan kebudayaan, dan identifikasi variabel yang
menarik, biasanya variabel yang dilihat berarti/bermakna oleh anggota kebudayaan tersebut.
Metode etnografi bervariasi dan banyak peneliti etnografi mempertahankan penggunaan
desain observasi terstruktur. Ada beberapa asumsi terkait dengan penelitian etnografi, seperti
kepentingan penelitian yang prinsip terutama dipengaruhi oleh pemahaman kultural
6
masyarakat, kemampuan mengidentifikasi masyarakat yang relevan dari kepentingan, peneliti
mampu memahami kelebihan kultural dari masyarakat yang diteliti, menguasai bahasa atau
jargon teknis dari kebudayaan tersebut, dan memiliki temuan yang didasarkan pada
penegtahuan komprehensif dari budaya tersebut. Pada penelitian ini melibatkan banyak
informan dan berkaitan kultur dengan prinsip-prinsip naturalisme, pemahaman, dan
penemuan. Berkaitan dengan ilmu sosila dan budaya dimana diharapkan setelah penelitian ini
ditemukan suatu penemuan baru terkait kultur baik benda maupun kehidupan yang ada.
BAB 6 PENELITIAN GROUNDED THEORY TEORI DASAR
Perhatian studi grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan teori,
skema analitis abstrak suatu fenomena yang berhubungan dengan situasi khusus. Grounded
theory lebih mengambil suatu kasus daripada mengambil perspektif variabel, meskipun
perbedaan tersebut hampir tidak mungkin digambarkan. Ini berarti dalam bagian itu peneliti
mengambil kasus-kasus yang berbeda menjadi keseluruhan, dalam mana variabel berinteraksi
sebagai suatu unit untuk memproduksi hasil tertentu. Grounded theory berwujud suatu
konsepsi tentang penelitian ilmiah yang dutarik jauh dari tanggung jawab. Haig (2004 )
mengatakan bahwa grounded theory merupakan yang terbaik dan dihormati sebagai teori
umum dari metode ilmiah terkait penjelasan dan pendeteksian fenomena sosial. Masalah yang
diambil dalam grounded theory diperoleh setelah terjun langsung kelapangan berdasarkan
data yang diperoleh dari narasumber.
BAB 7 PENELITIAN TINDAKAN
Penelitian tndakan (action research), menghadirkan suatu perkembangan bidang
penelitian pendidikan yang mengarahkan pengidentifikasian karakteristik kebutuhan
pragmatis dari praktisi bidang pendidikan untuk mengorganisasi penyelidikan reflektif ke
dalam pengajaran kelas. Penelitian tindakan bertujuan untuk memberikan kontribusi kepaa
kepedulian praktis dari orang dalam situasi probmatisb secara langsung dan untuk tujuan lebih
lanjut dari ilmu sosial secara serempak. Dalam penelitian tindakan ada beberapa prinsip yaitu
kritik reflektif, kritik dialektika, sumber daya kolaboratif, ambil risiko, struktur jamak, teori,
praktik, transformasi. Penelitian tindakan digunakan dalam situasi nyata.
BAB 8 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Menurut Gay, Mills, dan Airasian (2009: 18) dalam bidang pendidikan tujuan utama
penelitian dan pengembangan bukan untuk merumuskan atau menguji teori, tetapi untuk
mengembangkan produk-produk yang efektif untuk digunakan di sekolah-sekolah. Kita
meletakkan desain dan pengembangan sebgai sebuah pengetahuan ilmiah (science). Penelitian
desain dan pengembangan mencakup suatu spktrum yang luas dalam aktivitas dan peminatan.
7
Penelitian desain dan pengembangan mengarah pada produksi pengetahuan, suatu
pemahaman yang lebih lengkap tentang lapangan dan kemampuan untuk membuat prediksi.
Kebanyakan penelitian dan pengembangan baik penelitian produk dan peralatan maupun
penelitian model bergantung pada suatu variasi teknik kualitatif, antara lain studi kasus,
wawancara, review dokumen, dan observasi.

8
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kelebihan Isi Buku


1. Layout dan ketatabahasaan yang sudah mengikuti selera pembaca
2. Cover buku ini juga menarik sehingga dapat memikat pembaca untuk membacanya
3. Materi juga sudah sangat bagus karena pada setiap bab nya penulis sudah memaparkan
maksud dan tujuan dari membaca
4. Setiap akhir bab penulis juga memberikan rangkuman dari keseleruhan babnya
sehingga pembaca langsung dapat mengingat kembali materi yang sudah dibaca
5. Mudah dipahami dan dicerna oleh si pembaca
6. Materi pada buku ini lebih diperluas agar pembaca lebih luas memiliki engetahuan
tantang Metode Penelitian Pendidikan sehingga memudahkan mereka untuk menyusun
penelitian
B. Keterkaitan antar Bab
Secara keseluruhan menurut saya pembahasan pada buku ini sangat terstruktur
sehingga dapat membuat pola pikir pembaca menjadi terarah dan mudah untuk mengikuti
langkah-langkah ataupun ilmu yang akan disampaikan. Pokok pembahasan dari bab dua (ii)
sampai dengan bab lima (x) merupakan suatu kesatuan dalam melakukan suatu penelitian,
yang tentunya saling berkaitan dan dengan urutan yang sudah sesuai.
C. Kekurangan Isi Buku
Buku sudah baik karena berukuran sedang dan dicetak menggunakan kertas yang
ringan dan tipis sehingga mudah untuk dibawa. Kulit buku ini menggunakan hardcover yang
seharusnya memberikan kesan elegan tetapi dikarenakan gambar latar belakang yang tidak
menarik serta cover menggunakan kombinasi warna yang pucat, sehingga menjadikan buku
ini terlihat tidak menarik untuk dibaca.
Bahasa dan kalimat yang digunakan dalam buku tersebut masih kurang baik karena
masih susah untuk dimengerti dan dicerna, kata-katanya tidak begitu mudah untuk dipahami
sehingga pembaca harus lebih serius dan berkonsentrasi saat membacanya. Dalam setiap bab
sering di jumpai antara kalimat yang tidak berhubungan, maka sebab itu dalam memahamipun
menjadi susah. Sebaiknya penggunaan kalimat dalam dibuat dengan menggunakan bahasa
yang mudah dipahami agar isi yang terkandung didalamnya dapat tersampaikan dengan jelas.

9
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Secara keseluruhan menurut saya pembahasan pada buku ini sangat terstruktur
sehingga dapat membuat pola pikir pembaca menjadi terarah dan mudah untuk mengikuti
langkah-langkah ataupun ilmu yang akan disampaikan. Penulis juga menggunakan sumber
bacaan atau referensi yang akurat dan terpercaya seperti buku panduan terjemahan, jurnal
terakreditasi dan dengan buku-buku yang memang penulisnya ahli dalam bidang metodologi
penelitian. Penulis juga mencantumkan beberapa contoh proposal artikel jurnal ilmiah hal
tersebut menggambarkan bahwa penulis dapat langsung menerapkan teori dan mengambil
contoh terbaru sebagai sampelnya.

B. Saran

Sebaiknya penulis mengganti tampilan cover yang menarik serta menggunakan


kombinasi warna yang cerah, sehingga menjadikan buku ini terlihat menarik untuk dibaca.
Selain itu, sebaiknya penulis mencantumkan referensi yang jelas dari setiap kutipan yang
diambil dan jika diperlukan membuat daftar referensi dari setiap babnya.

10
DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Emzir,M.Pd. 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo


Persada.

Prof. Dr. Sugiyono. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Nazir, Muhammad. 2003. ”Metode Penelitian “, Jakarta : Ghalia Indonesia.

Bambang Prasetyo. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: PT


Bumi Aksara.

11