Anda di halaman 1dari 20

Secara umum pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan

seseorang untuk menjalankan pekerjaan sehari – hari dengan ringan


dan mudah tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih
mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.
Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain. Definisi lainnya
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk melakukan
aktivitas tanpa mengalami kelahan yang berarti. Hal ini hampir sama
dengan pengertian kebugaran jasmani yang dikemukakan oleh
Sudarno (1992:9) bahwa kebugaran jasmani adalah suatu keadaan saat
tubuh mampu menunaikan tugas hariannya dengan baik dan efisien
tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan tubuh masih memiliki
cadangan tenaga baik untuk mengatasi cadangan mendadak maupun
yang darurat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Saraf


Manusia : Pengertian, Bagian, Dan Fungsinya Secara
Lengkap

Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para


Ahli
Berikut Ini Merupakan Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para
Ahli.

1. Prof. Sutarman

suatu aspek, yaitu aspek fisik dan kebugaran yang menyeluruh


(total fitness) yang memberi kesanggupan kepada seseorang
untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat
menyesuaikan diri pada tiap pembebanan fisik (physical stress)
yang layak.
2. Proff. Soedjatmo Soemowardoyo
menyatakan bahwa kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh
untuk menyesuaikan fungsi alat tubuhnya dalam batas fisologi
terhadap lingkungan (ketinggian, kelembapan suhu, dan
sebagainya) dan atau kerja fisik dengan yang cukup efisien tanpa
lelah secara berlebihan.

Secara umum pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan


seseorang untuk menjalankan pekerjaan sehari hari dengan
ringan dan mudah tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan
masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan
yang lain.

Komponen Kebugaran Jasmani


Berikut ini adalah komponen dan unsur-unsur kebugaran jasmani yang
terbagi atas sepuluh jenis, di antaranya adalah:

 Kekuatan (Strength)
Kekuatan dapat dikatakan sebagai kondisi tubuh yang mampu
mempergunakan otot ketika dibebankan untuk menjalankan suatu
aktivitas. Otot yang kuat dapat diraih dengan latihan berat yang
dilakukan secara rutin dan konsisten.

Salah satu cara untuk melatih kekuatan otot adalah dengan melakukan
latihan angkat beban. Beberapa bentuk latihan kebugaran jasmani
lainnya untuk melatih kekuatan otot adalah sebagai berikut:
1.
1. Push-up, untuk melatih kekuatan otot lengan.
2. Sit-up, melatih kekuatan otot perut.
3. Squat-jump, melatih kekuatan tungkai dan oto perut.
4. Daya Tahan (Endurance)

Daya tahan merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan


organ tubuhnya seperti jantung, paru-paru, dan sebagainya secara
efektif dan efisien untuk melakukan aktivitas. Berbeda dengan
kekuatan, daya tahan tubuh dapat dilatih dengan latihan-latihan ringan
seperti lari dan jogging yang dilakukan secara rutin setidaknya 30
menit setiap harinya.

 Daya Otot (Muscular Power)


Daya otot merupakan kemampuan seseorang dalam memanfaatkan
kekuatan maksimum dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Daya
otot berkaitan dengan sistem anaerobik dalam proses pemenuhan
kebutuhan energi.

Latihan kebugaran jasmani yang dapat melatih kemampuan daya oto


di antaranya adalah:

1.
1. Vertical jump, untuk melatih daya ledak otot tungkai.
2. Front jump, untuk melatih kemampuan otot betis dan
tungkai.
3. Side jump, melatih daya ledak otot tungkai dan paha.
4. Kecepatan (Speed)
Kecepatan merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan
gerakan berkesinambungan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Kemampuan ini sangat diandalkan dalam olahraga yang membutuhkan
kecepatan, seperti lari jarak pendek 100 dan 200 meter. Kekuatan otot
tungkai juga sangat berpengaruh dalam melatih kecepatan gerak tubuh
manusia. Latihan utama yang dilakukan untuk meningkatkan
kecepatan adalah berlari 50-200 meter.

 Daya Lentur (Flexibility)


Daya lentur merujuk pada efektivitas tubuh manusia dalam
menyesuaikan diri dengan gerakan atau aktivitas yang mengandalkan
kelenturan tubuh. Contoh latihan yang dapat melatih daya lentur
adalah senam, yoga, dan renang.

 Kelincahan (Agility)
Kelincahan merupakan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan
diri dengan posisi-posisi tubuh seperti dari depan ke belakang, atau
dari kiri ke kanan. Salah satu jenis olahraga yang mengandalkan
kelincahan adalah bulu tangkis, dan sepak bola. Beberapa jenis latihan
fisik yang dapat melatih kelincahan di antaranya adalah lari zig-zag dan
naik-turun anak tangga.

 Koordinasi (Coordination)
Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan
gerakan tubuh berbeda ke dalam satu gerakan yang efektif.
Kemampuan koordinasi tubuh dapat dilatih dengan cara memantulkan
bola pada tembok dengan tangan kanan dan menangkapnya kembali
menggunakan tangan kiri. Intinya, latihan koordinasi membutuhkan
kemampuan gerak insting yang kuat sekaligus konsentrasi yang tinggi.
 Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mengendalikan organ
dan syaraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan tubuh dengan
baik. Salah satu cabang olahraga yang mengandalkan kemampuan
keseimbangan adalah senam dan loncat indah.

Latihan-latihan fisik yang berguna untuk melatih keseimbangan di


antaranya adalah latihan sikap lilin, berjalan di atas balok kayu, dan
berdiri dengan tangan sebagai tumpuannya.

 Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah kemampuan dalam mengendalikan gerakan sesuai
dengan sasaran. Permainan bola bowling, dan memanah merupakan
cabang permainan olahraga yang mengandalkan ketepatan.
Beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk melatih ketepatan atau
akurasi di antaranya adalah melempar bola pada keranjang atau
sasaran tertentu.

 Reaksi (Reaction)
Reaksi merupakan kemampuan seseorang dalam menanggapi
rangsangan atau stimulus yang diberikan orang lain. Bentuk latihan
kebugaran jasmani untuk melatih ketepatan reaksi adalah lempar
tangkap bola.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah


Lahirnya Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara
Manfaat Kebugaran Jasmani
Berikut ini merupakan manfaat yang diperoleh dari kebugaran jasmani
yang diantaranya yaitu:

1. Meningkatkan sirkulasi darah dan sistem kerja jantung.


2. Meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh sehingga tubuh
menjadi lebih energik.
3. Memiliki kemampuan pemulihan organ-organ tubuh secara tepat
setelah latihan.
4. Memiliki respon tubuh yang tepat.
5. Mengurangi risiko obesitas.
6. Mencegah penyakit jantung.
7. Menurunkan tekanan darah tinggi.
8. Mengatasi depresi.
9. Terhindar dari osteoporosis “tulang keropos”.

Macam-Macam Bentuk Latihan Kebugaran


Jasmani
Berikut Ini Merupakan Macam-Macam Bentuk Latihan Kebugaran
Jasmani

 Latihan Kebugaran Jasmani


Tujuan utama dari latihan kebugaran jasmani adalah untuk
mempertahankan dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani.
Unsur-unsur kebugaran jasmani yang berhubungan dengan konsep
kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari-hari terdiri dari kekuatan,
kelenturan dan keseimbangan.

Bentuk- bentuk latihan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan yang


dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan murah, namun
menghasilkan kebugaran yang maksimal apabila dilakukan dengan
benar, teratur, dan dalam jangka waktu yang lama.

 Kekuatan (Strength)
Kekuatan adalah kemampuan otot tubuh untuk melakukan kontraksi
guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Bentuk
latihan yang cocok untuk mengembangkan kekuatan yaitu latihan-
latihan tahanan (resistance exercice) dimana kita harus mengangkat,
mendorong, atau menarik suatu beban. Beban itu bisa berasal dari
anggota tubuh kita sendiri (external resistance).

Agar hasilnya baik, latihan tahanan harus maksimal untuk menahan


beban tersebut dan beban harus sedikit demi sedikit bertambah berat
agar perkembangan otot meningkat. Bentuk latihannya antara lain :
mengangkat barbell, dumbell, weight training (latihan beban), dan
latihan dengan alat-alat menggunakan per (spring divices).

Kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna


meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Manfaat kekuatan bagi
tubuh adalah :

1. Sebagai penggerak setiap aktivitas fisik,


2. Sebagai pelindung dari kemungkinan cedera
3. Dengan kekuatan akan membuat orang berlari lebih cepat,
melempar atau menendang lebih jauh dan efisien, memukul lebih
keras, dan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : PPKI :


Pengertian, Sejarah, Tugas, Dan Anggota Beserta Sidang
Lengkap
Latihan kekuatan dengan beban tubuh kita sendiri (internal
resistance) antara lain :

 Latihan untuk otot-otot lengan

1) Push up (telungkup dorong angkat badan)

1. a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.


2. b) Cara melakukan : (1) Tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus
ke belakang dengan ujung kaki bertumpu pada lantai. (2) Kedua
telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari-jari
menghadap ke depan, siku ditekuk. (3) Angkat badan ke atas
hingga kedua tangan lurus, sementara posisi kepala, badan, dan
kaki berada dalam satu garis lurus. (4) Badan diturunkan kembali
dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala, badan,
dan kaki tetap lurus tidakmenyentuh lantai. (5) Gerakan ini
dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat.

2) Pull up (gantung angkat tubuh)

1. a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.


2. b) Cara melakukan : (1) Sikap awal : bergantung pada palang
tunggal, jarak kedua tangan selebar bahu, posisi telapak tangan
mengahadap kearah kepala, kedua lengan lurus. (2) Mengangkat
tubuh ke atas hingga dagu berada di atas palang. (3) Badan
diturunkan kembali dengan cara meluruskan lengan, sementara
posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus. (4) Gerakan ini
dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat.

3) Jongkok angkat tubuh

1. a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.


2. b) Cara melakukan : (1) Sikap awal jongkok, kedua kaki sedikit
terbuka, kedua telapak tangan menempel di lantai di antara kedua
paha mendekati lutut, dan lengan lurus. (2) Sentuhan paha ke
bagian dalam dekat dengan siku tangan (3) Angkat kedua kaki ke
atas secara perlahan-lahan hingga lepas dan lantai, siku dapat
berfungsi sebagai penahan pada paha. (4) Tahan gerakan ini
selama mungkin.

4) Berjalan telungkup dengan tangan

1. a) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu


2. b) Cara melakukan : (1) Latihan ini dilakukan berpasangan, satu
orang berjalan dengan telapak tangan, sedangkan pansangannya
membantu dengan memegang mengangkat kedua kakinya. (2)
Latihan ini dilakukan berulang-ulang dan bergantian dengan
jarak tempuh 10 meter

 Latihan kekuatan otot perut (sit up)

1) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.


2) Cara melakukan : a) Sikap awal tidur terlentang, kedua lutut ditekuk,
jari-jari berkaitan di belakang kepala, dan pergelangan kaki
dipegangi teman. b) Angkat badan ke atas sampai posisi duduk, kedua
tangan tetap berada di belakang kepala. c) Badan diturunkan kembali
ke sikap awal. d) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak
mungkin.

 Latihan otot punggung (back up)

1) Tujuan : untuk melatih kekuatan otot punggung


2) Cara melakukan : a) Sikap awal tidur terlungkup, kedua kaki rapat
lurus ke belakang, kedua tangan dengan jari-jari berkaitan diletakkan
di belakang kepala, pergelangan kaki dipegang oleh teman b) Angkat
badan ke atas sampai posisi dada dan perut tidak lagi menyentuh lantai
, kedua tangan tetap berada di belakang kepala. c) Badan diturunkan
kembalid) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.

2. Latihan Kelenturan (Flexibility)

Kelenturan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerak


dalam ruang gerak secara maksimum tanpa hambatan yang berarti.
Terdapat (2) dua teknik gerakan latihan kelenturan, yaitu kelenturan
dinamis dan kelenturan statis.

 Latihan kelentuiran dinamis

Latihan keleturan dinamis adalah berbagai pola pergerakan mengayun


dan berputar sederhana yang bertujuan untuk mengembangkan
kebebasan dan kehalusan gerakan. Contoh gerakan dalam latihan
kelenturan dinamis : memutar lengan , mengayun kaki, memutar leher,
dan memutar pinggang. Latihan-latihan tersebut benar-benar untuk
mengembangkan kesantaian, memperlancar sirkulasi darah, dan
menyajikan latihan seperti pemanasan yang ringan. ke sikap awal.
1) Latihan kelenturan leher secara dinamis

1. a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot leher.


2. b) Cara melakukan : (1) Miringkan kepala kesamping kiri dan
kanan, sentuhkan telinga kiri ke bahu kiri dan telingan kanan ke
bahu kanan lakukan gerakan sebanyak 2×8 hitungan (2)
Gerakkan kepala menunduk ke depan, dagu menyentuh dada, dan
gerakkan ke belakang hingga menengadah lakukan sebanyak 2×8
hitungan (3) Tengokkan kepala ke kanan dan ke kiri lakukan
sebanyak 2×8 hitungan (4) Putar kepala ke samping kirir dan
kanan. Satu putaran 4 hitungan lakukan gerakan sebanyak 2×8
hitungan.

2) Latihan kelenturan sendi bahu secara dinamis

1. a) Tujuan : melatih persendian dan otot bahu serta meluaskan


gerakan bahu
2. b) Cara melakukan : (1) Mula-mula berdirir tegak, kedua kaki
dibuka selebar bahu, dan kedua tangan disamping badan (2)
Kemudian rentangkan kedua tangan lurus kesamping, lalu
putarlah kedua lengan tersebut dari mulai putaran perlahan-
lahan kemudian cepat dan putaran dari kecil kemudian membesar
(3) Gerakan ini dilakukan mulai dari gerakan memutar lengan
kearah kanan sebanyak 8 hitungan, kemudian dilanjutkandengan
gerakan memutar lengan kea rah kiri sebanyak 8 hitungan.

3) Latihan kelenturan batang tubuh secara dinamis

1. a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot batang tubuh


2. b) Cara melakukan : (1) Letakkan tangan di pinggang, lalu
bengkokkan badan kesamping kiri dan kanan sebanyak 8
hitungan (2) Tangan di atas kepala, telapak tangan rapat, lengan
lurus, bengkokkan badan ke samping kiri dan sebanyak 2×8
hitungan (3) Letakkan tangan di pinggang dan putar ke kiri dan
kanan 2×8 hitungan (4) Tangan di atas kepala, telapak tangan
rapat, lenganlurus, putar ke kiri dan kanan 2×8 hitungan.

4) Latihan kelenturan sendi pinggul

1. a) Tujuan : melenturkan sendi dan otot pinggul


2. b) Cara melakukan : (1) Mula-mula berdiri tegak, kedua kaki
dirapatkan dan kedua tangan lurus di atas kepala (2) Kemudian
ayunkan kedua lengan ke bawah dengan cara membungkukkan
pinggul, lalu dilanjutkan menggerakkan kedua tangan ke atas
kepala (3) Gerakan ini dilakukan secara bergantian dari atas ke
bawah dan sebaliknya 5×8 hitungan.

5) Latihan kelenturan sendi lutut

1. a) Tujuan : mengutakan persendian lutut


2. b) Cara melakukan : (1) Mula-mula berdiri tegak, kemudian
letakkan salah satu kaki berada di depan dan kaki yang lain di
belakang di mana lutut kaki depan ditekuk (2) Kedua telapak
tangan menapak / bertumpu di lantai, sejajar dengan kaki
depan (3) Kemudian renggut-renggutkan pinggul ke bawah
berulang-ulang dengan menggunakan pergantian posisis kaki (4)
Gerakan ini dilakukan ke depan dan belakang (2×8 hitungan

 Latihan kelenturan statis

Latihan keleturan statis adalah bertahan dalam posisi yang dilakukan


dalam jangka waktu tertentu

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Isi Trikora (


Tri Komando Rakyat ) : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal
Hingga Akhir

1) Latihan kelenturan sendi lutut secara statis

1. a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot sendi lutut


2. b) Cara melakukan : (1) Berdiri tegak, letakkan salah satu kaki di
depan lalu bengkokan kaki ke belakang lurus, tangan menyentuh
lantai, tahan 8 hitungan (2) Balik badan, kaki yang tadinya lurus
gentian ditekuk, tahan 8 hitungan

2) Latihan kelenturan otot punggung dan paha secara statis

1. a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot punggung dan paha


2. b) Cara melakukan : (1) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus,
bungkukkan badan hingga tangan menyentuh lantai tahan 8
hitungan (2) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan
badan tangan memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8
hitungan

3) Latihan kelenturan otot punggung secara statis.

1. a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot punggung


2. b) Cara melakukan : (1) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus,
bungkukkanb badan hingga tangan menyentuh lantai, tahan 8
hitungan. (2) Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan
badan tangan memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8
hitungan.

4) Latihan kayang

1. a) Tujuan : melatih kelenturan otot-otot punggung


2. b) Cara melakukan Tidur telentang, kaki terbuka dan lutut
ditekuk, telapak kaki menapak di lantai, kedua telapak tangan
berada di sisi telinga, siku mengarah ke atas. (2) Angkat badan
dengan cara menolakkan kedua tangan hingga lurus dan kedua
kaki juga diluruskan bersamaan. Pertahankan posisi kayang
selama 8 hitungan
 Latihan Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah mempertahankan tubuh dari suatu tekanan


atau beban dari badan dalam keadaan diam atau sedang bergerak.
Latihan keseimbangan ini dapat dilakukan dengan jalan mengurangi
atau memperkecil bidang tumpuan. Latihan keseimbangan adalah
latihan / bentuk sikap badan dalam keadaan seimbang baik pada sikap
berdiri, duduk, maupun jongkok.

 Latihan keseimbangan mengangkat salah satu kaki dari


sikap kayang.

1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai, punggung, dan lengan,


serta menjaga keseimbangan.

2) Cara melakukan : a) Tidur telentang, kaki terbuka dan lutut ditekuk,


telapak kaki menapak di lantai, kedua telapak tangan berada di sisi
telinga, siku mengarah ke atas. b) Angkat badan dengan cara
menolakkan kedua lengan hingga lurus dan kedua kaki juga diluruskan
bersamaan (posisi kayang). c) Angkat salah satu kaki lurus ke atas,
pertahankan posisi selama 8 hitungan. d) Lakukan dengan kaki tumpua
yang berbeda.

b.Latihan keseimbangan dengan sikap kapal terbang.


1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga
keseimbangan
2) Cara melakukan : a) Berdiri tegak, kedua kaki rapat dan kedua
tangan di samping badan. b) Rentangkan kedua lengan, badan
dibungkukkan ke depan. c) Angkat salah satu kaki perlahan-lahan lurus
ke belakang, hingga badan dan kaki membentuk satu garis horizontal,
sedangkan kepala tetap menengadah (sikap kapal terbang) d) Setelah
seimbang, nagkat tumit kaki tumpu dan pertahankan posisi ini selama
8 hitungan. e) Lakukan dengan kaki tumpu yang berbeda.

 Latihan keseimbangan dari sikap berdiri kemudian


jongkok.

1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga


keseimbangan.
2) Cara melakukan : a) Berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan kedua
tangan di pinggang. b) Angkat salah satu kaki perlahan-lahan lurus ke
depan hingga membentuk sudut 90 menit dengan kaki yang lain. c)
Perlahan-lahan bengkokkan lutut kaki tumpu hingga jongkok dan
tahan sebentar. d) Berdiri lagi dengan posisi salah satu kaki tetap lurus
ke depan. e) Lakukan dengan tumpuan kaki yang berbeda.

 Latihan keseimbangan dari sikap duduk.

1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga


keseimbangan.
2) Cara melakukan : a) Duduk terlunjur dan kedua kaki rapat lurus ke
depan. b) Dari sikap duduk, angkat kedua kaki bersamaan ke atas
sehingga membentuk huruf V, pertahankan posisi selama 8 hitungan.

 Latihan keseimbangan dari berdiri dengan satu kaki dan


kaki yang lain disilangkan di lutut.

1) Tujuan : melatih kekuatan otot-otot tungkai dan menjaga


keseimbangan.
2) Cara melakukan : a) Gerakan 1, angkat dan tekuklah kaki kanan ke
dalam, pertahankan selama mungkin. b) Gerakan 2, tekuklah kaki
kanan ke luar, pertahankan selama mungkin. c) Lakukan
berulang ulang dengan kaki bergantian.

Tujuan Kebugaran Jasmani


Untuk meningkatkan kebugaran jasmani harus melakukan latihan
yang teratur. Kurangnya daya tahan kelenturan persendian, kekuatan
dan kelincahan menyebabkan kondisi fisik seseorang tidak sempurna.
Adapun fungsi dan tujuan kebugaran jasmani yang diantaranya yaitu :

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : VOC :


Sejarah, Hak Istimewa, Kebijakan, Tujuan, Dan Latar
Belakang VOC

1. Meningkatnya sistem sirkulasi darah, sistem saraf dan fungsi


jantung.
2. Meningkatnya komponen kelenturan, stamina dasn kecepatan.
3. Mempercepat pemulihan fungsi organ tubuh setelah berlatih atau
bahkan pada kondisi-kondisi tertentu misalnya ibu hamil, orang
tua dan pemulihan setelah sakit.
4. Bagi olahragawan derjat kebugaran jasmani yang tinggi berfungsi
untuk meningkatkan prestasi.
5. Merangsang perkembangan dan pertumbuhan bagi balita dan
anak-anak.

Konsep Kebugaran Jasmani


Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan, akan
tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan
kegiatannya sehari-hari. Nah tiga hal yang penting dalam kebugaran
jasmani yaitu:

1. Fisik berhubungan dengan otot, tulang dan bagian lemak.


2. Fungsi organ berhubungan dengan efisiensi sistem jantung,
pembuluh darah dan paru-paru “pernafasan”.
3. Respon otot berhubungan dengan kecepatan, kelenturan,
kelemahan dan kekuatan.

Dalam hal kebugaran jasmani yang dibutuhkan oleh setiap orang


berbeda-beda, tergantung sifat tantangan fisik yang dihadapi.

Unsur Unsur Kebugaran Jasmani


Adapun unsur-unsur kebugaran jasmani yang diantaranya yaitu:

 Kekuatan “Strength”
Kekuatan ialah kemampuan dalam mempergunakan otot untuk
menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan otot dapat diraih dari
latihan dengan beban berat dan frekuensi sedikit.

 Daya Tahan “Endurance”


Daya tahan ialah kemampuan seseorang dalam memakai organ
tubuhnya seperti jantung dan paru-paru secara efektif dan efisien
dalam melakukan aktivitasnya.

 Daya Otot “Muscular Power”


Daya otot disebut juga daya ledak otot “explosive power” ialah
kemampuan seseorang dalam menggunakan kekuatan maksimum yang
dikerahkan dalam waktu se singkat-singkatnya.

 Kecepatan “Speed”
Kecepatan merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan
gerakan berkesinambungan dalam waktu se singkat-singkatnya.
Bentuk latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kecepatan ialah
berlari 50-200 meter.

 Daya Lentur “Flexibility”


Daya lentur melihat pada efektivitas tubuh manusia dalam
menyesuaikan diri dengan gerakan atau aktivitas yang mengandalkan
kelenturan tubuh.

 Kelincahan “Agility”
Kelincahan merupakan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan
diri dengan posisi-posisi tubuh seperti dari depan ke belakang atau dari
kiri ke kanan.

 Koordinasi “Coordination”
Koordinasi merupakan kemampuan seseorang dalam menyatukan
gerakan tubuh berbeda ke dalam satu gerakan yang efektif.

 Keseimbangan “Balance”
Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mengendalikan organ
dan syarat otot sehingga bisa mengendalikan gerakan tubuh dengan
baik.

 Ketepatan “Accuracy”
Ketepatan ialah kemampuan dalam mengendalikan gerakan sesuai
dengan sasaran.

 Reaksi “Reaction”
Reaksi merupakan kemampuan seseorang dalam menanggapi
rangsangan atau stimulus yang diberikan orang lain.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pembacaan


Teks Proklamasi 17 Agustus 1945
Tes Untuk Mengukur Tingkat Kebugaran
Jasmani
Setiap orang memiliki tingkat ketahanan fisik dan kebugaran yang
berbeda-beda. Fungsi tes kebugaran jasmani dapat menjadi indikasi
kemampuan tubuh seseorang dalam beraktifitas. Tingkat kebugaran
seseorang dapat diketahui melalui tes-tes berikut ini:

 Jenis Gerakan
Kebugaran jasmani dapat diperoleh dengan melakukan gerakan yang
sesuai dengan kemampuan tubuh, yakni diawali dengan melakukan
gerakan yang mudah lalu intensitas dan tingkat kesulitan gerakan
tersebut dapat ditingkatkan seiring dengan kemampuan tubuh yang
semakin bertambah.

 Frekuensi
Latihan kebugaran jasmani yang ringan dan dilakukan secara rutin
dapat memberikan efek yang bagus bagi tubu

h dibanding latihan berat yang dilakukan hanya sesekali. Frekuensi


latihan yang konsisten seperti tiga kali dalam satu minggu dibutuhkan
untuk membentuk kekuatan tubuh yang prima.

 Waktu
Waktu dan durasi latihan pun menentukan tingkat kebugaran jasmani
seseorang. Waktu latihan kebugaran jasmani ditentukan dari tingkat
ketahanan tubuh yang dimiliki seseorang. Umumnya, orang-orang
yang tidak terlalu rutin dalam berolahraga dianjurkan untuk latihan
fisik setidaknya 30 menit setiap harinya untuk menghindari kelelahan
yang berlebihan.