Anda di halaman 1dari 5

VULKANISME

adalah peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai


permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita
sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema

Pengertian Vulkanisme
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma
yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau
melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.
Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava.

Vulkanik didefinisikan sebagai tempat munculnya batuan leleran dan


rempah lepas gunungapi yang berasal dari dalam bumi, jenis atau kegiatan magma
yang sedang berlangsung serta bentuk timbulan dipermukaan bumi yang dibangun
oleh timbunan rempah gunungapi. Definisi yang lain menyatakan bahwa
gunungapi ialah tempat dimana magama keluar kepermukaan bumi.Dari definisi
diatas bahwa bentuk luar dari suatu gunungapi tidak perlu berbentuk kerucut
melainkan dapat berbentuk lain yaitu hanya berupa lubang kepundan saja atau
bentuk lain sebagai rekah memanjang.
Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma
yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau
melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma
yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava.Magma dapat bergerak naik
karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup
energi untuk mendorong batuan di atasnya.
Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur
magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan
letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma
dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya
aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau
kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber
utama aktivitas vulkanik.
Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan
mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di
atasnya. Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur
magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan
letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma
dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya
aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau
kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber
utama aktivitas vulkanik.

Ciri Bentuk Lahan Vulkanik


Tanah vulkanik merupakan tanah yang terbentuk dari material-material
letusan gunung api. Material ini kemudian lapuk dengan berjalannya waktu
sehingga menjadi tanah yang sangat tinggi unsur haranya. Tanah ini banyak
dijumpai pada wilayah-wilayah sekitar lereng gunung berapi.
Ketika sebuah gunung api meletus, ia akan memuntahkan aneka partikel
yang panas ke udara. Salah satu material yang dikeluarkan gunung api adalah abu
vulkanis. Ketika pertama kali muncul, abu yang sangat panas dan pekat ini bisa
membahayakan. Namun, begitu kondisi mendingin, abu yang melapisi permukaan
tanah tersebut bisa meningkatkan kesuburan tanah. Lapisan tanah yang dilapisi
abu vulkanik tersebut sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman
dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk.
Lapisan tanah vulkanik gembur serta berwarna hitam. Pada lapisan subsoil
mempunyai warna kecoklatan dan terasa licin apabila di gosok di antara jari-jari.
Bulk densitnya sangatlah rendah (<0,85). Daya tahan air sangat tinggi dan
perkembangan struktur tanah baik. Dari itulah dapat kita dlihat bahwa pada
kawasan lereng-lereng gunung yang pernah terjadi letusan gunung api, lahan
pertaniannya sangatlah subur.
Indonesia kaya akan sumber daya alam . Lahan pertanian dan
perkebunan luas di seluruh pelosok negri. Tidak heran jika Negara Indonesia di
sebut Negara agraris. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya tanah vulkanis di
wilayah kepulauan Indonesia yang terbentuk dari materiletusan gunung berapi.
Materi yang terbentuk dari abu vulkanik tersebut di muntahkan ke daratan,
kemudian mengalami pelapukan kemudian membentuk mineral dan
unsure hara yang berpengaruh pada tingkat kesuburan tanah

Ciri-ciri tanah vulkanik :


1. Tanah nya subur
2. Mengandung unsure hara yang tinggi
3. Merupakan hasil materi letusan gunung berapi
4. Mudah menyerap air
5. Tanahnya berwarna lebih gelap
6. Terdapat disekitar gunung berapi

Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung


berapi yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan
pembakaran bahan-bahna mineral. Lapisan tanah yang di lapisi abu tersebut
kemudian menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman
dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk.
Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal
di sekitar gunung berapi. Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan dan
membahayakan, namun manfaatnya sangat banyak untuk lahan pertanian. Daerah-
daerah pertanian yang di usahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak terdapat
diIndonesia , yang memang memiliki banyak gunung berapi aktif. Misalnya di
bagian utara pulau Jawa , Sumatera , Bali, Lombok, Halmahera, Sulawesi dll.
Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak gunung berapi.

Gejala-gejala Vulkanisme
Magma sebagai masa silikat cair pijar sangat giat melakukan gerakan ke
segala arah baik secara vertical, miring, menyusup atau mendatar, yang bergerak
dipermukaan bumi ataupun hanya di dalam bumi. Bagian bumi tempat keluarnya
magma disebut gunung berapi, sedangkan gerakan magma yang dapat
mengangkat lapisan batuan yang cembung keatas dan mengikis ruangan yang
gejala-gejala vulkanisme tersebut meliputi :

Instruksi Magma
Yaitu proses penerobosan magma ke dalam litosfer tetapi tidak mampu
mencapai permukaan bumi. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan di
dalam dapur magma.
 Batolit, yaitu magma yang membeku di dalam dapur magma.
 Lakolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan
membeku diantara dua lapisan batuan berbentuk lensa cembung.
 Sill/keeping intrusi, batuan beku yang berbentuk diantara dua lapisan
batuan, berbentuk pipih dan melebar.
 Gang, yaitu magma yang memotong lapisan batuan dengan arah
tegak/miring, berbentuk pipih dan melebar.
 Apofisa, yaitu batuan beku yang berbentuk dicabang-cabang gang,
berukuran kecil.

Ekstrusi Magma
Yaitu gerakan magma mencapai permukaan bumi dalam bentuk letusan
atau erupsi.erupsi dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut:
a. Erupsi linear, yaitu keluarnya magma melalui retakan atau celah.
b. Erupsi sentral, yaitu keluarnya magma melalui terusan kepundan
 Gunung api perisai (tameng)
Terjadi akibat magma keluar sangat encer. Selanjutnya magma yang
emcer ini mengalir kesegala arah membentuk lereng yang sangat
landai, sekitar 10 – 100.
 Gunung Api Strato
Terjadi akibat erupsi eksplosip yang diselingi dengan erupsi efusif
sehingga lerengnya berlapis-lapis dan terdiri atas bermacam-macam
batuan. Gunung api strato paling banyak terdapat di dunia, seperti di
Indonesia adalah gunung merbabu dan Merapi Jawa Tengah, semeru
dan Kelud (Jawa Timur).
 Gunung Api Maar
Terjadi akibat letusan ekspolosif yang membentuk lubang lingkaran
besar di permukaan bumi. Dapur magma yang kecil dan dangkal
mengakibatkan letusan satu kali dan mati. Gunung api maar tidak
tinggi dan terdiri atas timbunan bahanbahan padat atau efflata dan
dibawahnya kadang-kadang terdapat air.
c. Erupsi Areal, yaitu keluarnya magma pada satu areal tertentu karena
dekatnya dapur magma dengan permukaan bumi. Berdasarkan kuat
tidaknya letusan dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi gunung
api dibedakan atas dua macam, yaitu :
1. Erupsi eksplosif, adalah erupsi atau letusan dan kandungan mineral
yang dikeluarkan, erupsi ini biasanya menyemburkan material
vulkanik yang bersifat padat cair.
2. Erupsi efusif atau letusan yang tidak menimbulkan ledakan karena
tekanan gas kurang kuat. Pada proses erufsi ini material yang
dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit
material padat yang berukuran kecil. Selanjutnya bahan-bahan tersebut
mengalir pada lereng gunung sebagai aliran lava.

Referensi
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-vulkanisme/