Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Tentang
“ORGANISASI INDONESIA OPEC”

Disusun Oleh :
Kelompok 2

Nama : 1. Nur Adilah


2. Aina Romadana
3. Fina Yolanda
4. Siti Khodijah
5. Komariah
Kelas : XI TKJ 2
Mata Pelajaran : PKN
Guru Pembimbing : Muhammad Maksum Lubis, S.Pd

SMK NEGERI 3 PANYABUNGAN


T.P 2018 / 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan karunia-
Nyalah kami dapat menyelesaikan sebuah tugas makalah yang berjudul “Organisasi
Indonesia OPEC”
Makalah ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas dari guru yang
bersangkutan agar memenuhi tugas yang telah ditetapkan, dan juga agar setiap
siswa dapat terlatih dalam pembuatan makalah.
Adapun sumber-sumber dalam pembuatan makalah ini, didapatkan melalui
media internet. Kami sebagai penulis makalah ini, sangat berterima kasih kepada
penyedia sumber walau tidak dapat secara langsung untuk mengucapkannya.
Kami menyadari bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan, begitu pun
dengan kami yang masih seorang mahasiswa. Dalam pembuatan makalah ini
mungkin masih banyak sekali kekurangan-kekurang yang ditemukan, oleh karena itu
kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya.kami mangharapkan ada
kritik dan saran dari pembaca dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembacanya.

Panyabungan, Mei 2019


Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A. Latar Belakang................................................................................ 1
B.. Rumusan Masalah......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 2
A. Sejarah Perkembangan OPEC....................................................... 2
B. Tujuan Organisasi OPEC................................................................ 2
C. Struktur Organisasi Dan Manajemen OPEC.................................. 2
D. Peranan Indonesia Sebagai Anggota OPEC.................................. 3
BAB III PENUTUP............................................................................................ 5
A. Kesimpulan...................................................................................... 5
B. Saran............................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 6

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Era Globalisasi Saat Ini, Pelaksanaan Pembangunan Di
Indonesia Dan Negara – Negara Lain Berkaitan Erat Dengan Komitmen –
Komitmen Global Dalam Bidang Ekonomi, Perdagangan, Transaksi
Keuangan, Dan Lain – Lain. Indonesia Adalah Anggota PBB Dan Berbagai
Lembaga Lain Di Bawahnya, Serta Di Gerakan Non – Blok.
Indonesia Adalah Anggota Aktif Badan – Badan Keuangan Maupun
Program PBB Serta Organisasi Antar Pemerintah Seperti Gerakan Non –
Blok. Selain Itu Juga Terlibat Dalam Berbagai Konvensi Baik Global Maupun
Regional Seperti WTO, APEC Dan ASEAN. Untuk Menunjukkan Semangat
Internasionalnya, Indonesia Sangat Berperan Di Dalam Kerjasama Selatan-
Selatan Dan Terlibat Secara Aktif Dalam Program – Program TCDC
(Technical Cooperation Between Developing Countries) Seperti
Penyelenggaraan Training Dan Penyediaan Tenaga Ahli Bagi Negara -
Negara Belum Berkembang Di Asia Dan Afrika.
Selain Itu, Indonesia Juga Menandatangani Perjanjian Dagang
Internasional, Antara Lain WTO, APEC, OPEC, ASEAN, Dan AFTA. Salah
Satu Faktor Utama Yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Selama Ini Adalah Mengalirnya Dana Melalui Penanaman Modal Langsung
Dan Investasi Portofolio, Pinjaman Komersial, Bantuan Dana Pembangunan
(Official Development Assistant / ODA) Yang Berupa Pinjaman Lunak Dan
Hibah.

B. Rumusan Masalah
Yang Menjadi Pokok Permasalahan Dari Makalah Ini Antara Lain Sebagai
Berikut :
1. Bagaimana Sejarah Perkembangan OPEC ?
2. Apa Tujuan Dari Organisasi OPEC ?
3. Bagaimana Struktur Organisasi Dan Manajemen Dalam OPEC ?
4. Bagaimana Peranan Indonesia Sebagai Anggota OPEC ?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan OPEC


OPEC Adalah Organisasi Negara – Negara Pengekspor Minyak. OPEC
Dibentuk Sebagai AkibatJatuhnya Harga Minyak Pada Perusahaan Raksasa Seperti
Shell, British Petroleum, Texaco, ExxonMobil, Socal, Dan Gulf. Mereka Melakukan
Penurunan Harga Minyak Secara Drastis Sehingga Mereka Mampu Memenuhi
Kebutuhan Negara – Negara Industri Besar.
Untuk Mengatasi Hal Tersebut, Negara – Negara Timur Tengah Berusaha
Merebut Pasaran HargaMinyak Internasional Dengan Cara Mengadakan
Perundingan Pada Tanggal 11 – 14 September 1960Di Baghdad ( Irak ). Mereka
Sepakat Mendirikan OPEC Yang Anggotanya Terdiri Dari Saudi Arabia,Iran, Irak,
Kuwait Dan Venezuela.

B. Tujuan Organisasi OPEC


OPEC Didirikan Dengan Tujuan Sebagai Berikut :
1. Tujuan Ekonomi, Yaitu Mempertahankan Harga Minyak Dan Menentukan Harga
Sehingga Menguntungkan Negara – Negara Produsen.
2. Tujuan Politik, Yaitu Mengatur Hubungan Dengan Perusahaan – Perusahaan
Minyak Asing Atau Pemerintah Negara – Negara Konsumen.

C. Struktur Organisasi Dan Manajemen OPEC


Sesuai Dengan Statuta OPEC Pasal 9, Organisasi OPEC Terdiri Dari :

1. Konferensi
Adalah Organ Tertinggi Yang Bertemu Dua (2) Kali Dalam Setahun. Tetapi
Pertemuan Extra – Opecrdinary Dapat Dilaksanakan Jika Diperlukan. Semua
Negara Anggota Harus Terwakilkan Dalam Konperensi Dan Tiap Negara Mempunyai
Satu Hak Suara. Keputusan Ditetapkan Setelah Mendapat Persetujuan Dari Negara
Anggota ( Pasal 11 – 12).
Konperensi OPEC Dipimpin Oleh Presiden Dan Wakil Presiden OPEC Yang
Dipilih Oleh Anggota Pada Saat Pertemuan Konperensi ( Pasal 14 ).
Pasal 15 Menetapkan Konperensi OPEC Bertugas Merumuskan Kebijakan
Umum Organisasi Dan Mencari Upaya Pengimplementasian Kebijakan Tersebut.
Sebagai Organisasi Tertinggi, Pertemuan Konperensi OPEC Mengukuhkan
Penunjukan Anggota Dewan Gubernur Dan Sekretaris Jenderal OPEC.

2. Dewan Gubernur
Dewan Gubernur Terdiri Dari Gubernur Yang Dipilih Oleh Masing-Masing
Anggota OPEC Untuk Duduk Dalam Dewan Yang Bersidang Sedikitnya Dua Kali
Dalam Setahun. Pertemuan Extraordinary Dari Dewan Dapat Berlangsung Atas
Permintaan Ketua Dewan Sekretaris Jenderal Atau 2/3 Dari Anggota Dewan ( Pasal
17 Dan 18 ).
Tugas Dewan Adalah Melaksanakan Keputusan Konferensi
Mempertimbangkan Dan Memutuskan Laporan – Laporan Yang Disampaikan Oleh
Sekretaris Jenderal Memberikan Rekomendasi Dan Laporan Kepada Pertemuan
Konferensi OPEC Membuat Anggaran Keuangan Organisasi Dan Menyerahkannya
Kepada Sidang Konferensi Setiap Tahun Mempertimbangkan Semua Laporan
Keuangan Dan Menunjuk Seorang Auditor Untuk Masa Tugas Selama Satu (1)
Tahun Menyetujui Penunjukan Direktur – Direktur Divisi, Kepala Bagian Yang

2
Diusulkan Negara Anggota Menyelenggarakan Pertemuan Extraordinary Konferensi
OPEC Dan Mempersiapkan Agenda Sidang ( Pasal 20 ) Dewan Gubernur Dipimpin
Oleh Seorang Ketua Dan Wakil Ketua Yang Berasal Dari Para Gubernur OPEC
Negara – Negara Anggota Dan Yang Disetujui Oleh Pertemuan Konferensi OPEC
Untuk Masa Jabatan Selama 1 Tahun ( Pasal 21 ).

3. Sekretariat
Adalah Pelaksana Eksekutif Organisasi Sesuai Dengan Statuta Dan
Pengarahan Dari Dewan Gubernur. Sekretaris Jenderal Adalah Wakil Resmi Dari
Organisasi Yang Dipilih Untuk Periode Tiga (3) Tahun Dan Dapat Diperpanjang Satu
Kali Untuk Periode Yang Sama. Sekretaris Jenderal Harus Berasal Dari Salah Satu
Negara Anggota. Dalam Melaksanakan Tugasnya Sekjen Bertanggung Jawab
Kepada Dewan Gubernur Dan Mendapat Bantuan Dari Para Kepala Divisi Dan
Bagian.

D. Peranan Indonesia Sebagai Anggota OPEC


Sejak Menjadi Anggota OPEC Tahun 1962, Indonesia Ikut Berperan Aktif
Dalam Penentuan Arah Dan Kebijakan OPEC Khususnya Dalam Rangka
Menstabilisasi Jumlah Produksi Dan Harga Minyak Di Pasar Internasional.
Sejak Berdirinya Sekretariat OPEC Di Wina Tahun 1965, KBRI / PTRI Wina
Terlibat Aktif Dalam Kegiatan Pemantauan Harga Minyak Dan Penanganan Masalah
Substansi Serta Diplomasi Di Berbagai Persidangan Yang Diselenggarakan Oleh
OPEC. Pentingnya Peran Yang Dimainkan Oleh Indonesia Di OPEC Telah
Membawa Indonesia Pernah Ditunjuk Sebagai Sekjen OPEC Dan Presiden
Konferensi OPEC.
Pada Tahun 2004, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral ( MESDM )
Indonesia Terpilih Menjadi Presiden Dan Sekjen Sementara OPEC. Namun Akhir –
Akhir Ini, Status Keanggotaan Indonesia Di OPEC Telah Menjadi Wacana
Perdebatan Berbagai Pihak Di Dalam Negeri, Karena Indonesia Saat Ini Dianggap
Telah Menjadi Negara Pengimpor Minyak ( Net – Importer ). Dalam Kaitan Ini,
Indonesia Sedang Mengkaji Mengenai Keanggotaanya Di Dalam OPEC Dan Telah
Membentuk Tim Untuk Membahas Masalah Tersebut Dari Sisi Ekonomi Dan Politik.
Hambatan Dan Peluang Secara Ekonomi, Keanggotaan Indonesia Di OPEC
Membawa Implikasi KewajibanUntuk Tetap Membayar Iuran Keanggotaan Sebesar
US$ Dua (2) Juta Setiap Tahunnya, Disamping Biaya Untuk Sidang – Sidang OPEC
Yang Diikuti Oleh Delegasi RI.
OPEC Melihat Bahwa Penurunan Tingkat Ekspor Di Beberapa Negara
Anggota OPEC, Termasuk Indonesia, Disebabkan Karena Kurangnya Investasi Baru
Di Sektor Perminyakan. Apabila Kondisi Tersebut Terus Berlangsung, Maka
Diperkirakan Indonesia Akan Mengalami Hambatan Dalam Meningkatkan Tingkat
Produksinya Dan Tetap Menjadi Pengimpor Minyak Di Masa Mendatang.
Disamping Hambatan – Hambatan Tersebut Di Atas, Keanggotaan Indonesia
Di OPEC Akan Memberikan Berbagai Keuntungan Politis, Yaitu Meningkatkan Posisi
Indonesia Dalam Proses Tawar – Menawar DalamHubungan Internasional.
Kedudukan Menteri ESDM Dalam Kapasitasnya Sebagai Presiden Konferensi
OPEC Sekaligus Acting Sekjen OPEC Pada Tahun 2004, Telah Memberikan Posisi
Tawar Yang Sangat Tinggi Dan Strategik Serta Kontak Yang Lebih Luas Dengan
Negara – Negara Produsen Minyak Utama Lainnya.
Peningkatan Citra RI Di Luar Negeri. Pemberitaan Mengenai Persidangan
Dan Kegiatan OPEC Lainnya Yang Sangat Luas Secara Otomatis Dapat
Mengangkat Citra Negara Anggota. Perhatian Media Massa Lebih Terfokus Ketika

3
Pejabat RI ( Menteri ESDM ) Memegang Jabatan Sebagai Presiden Konferensi
OPEC.
Peningkatan Solidaritas Antar Negara Berkembang. Di Dalam Forum –
Forum OPEC, Semua Negara Anggota Memiliki Visi Dan Misi Yang Sama Di Bidang
Energi Serta Menjadikan OPEC Sebagai Wahana Bersama Untuk Meningkatkan
Rasa Persaudaraan Sesama Negara Anggota Dan Negara Berkembang Lainnya.
Opec Fund ( Lembaga Keuangan OPEC ) Telah Memberikan Bantuan Dana Darurat
Sebesar 1,2 Juta Euro, Dimana Separuhnya Diperuntukkan Bagi Indonesia, Untuk
Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Aceh Dan Sumatera Utara Yang Dilanda Gempa Bumi
Dan Tsunami Pada Akhir Tahun 2004.
Akses Terhadap Informasi. Sebagai Anggota OPEC, Indonesia Mendapatkan
Akses Terhadap Informasi, Baik Yang Bersifat Terbuka Dari Sekretariat OPEC
Maupun Informasi Rahasia Mengenai Dinamika Pasar Minyak Bumi.
Disamping Itu, Indonesia Memiliki Kesempatan Untuk Menempatkan Sumber
Daya ManusiaNya Untuk Bekerja Di Sekretariat OPEC. Hal Ini Merupakan Investasi
Jangka Panjang Karena Akan Dapat Menjadi Network Bagi Indonesia Di Masa
Datang.
Prakiraan Perkembangan Keadaan, Menurut Kajian Yang Dilakukan OPEC,
Peranan OPEC Dalam Menentukan Stabilitas Produksi Dan Harga Minyak Dunia
Akan Tetap Penting, Setidaknya Hingga Tahun 2025, Karena Pangsa Pasar Negara
– Negara OPEC Masih Lebih Besar Dari Negara – Negara Non – OPEC.
Pentingnya Peran OPEC Dapat Dilihat Dengan Jelas Selama Tahun 2004,
Ketika Harga Minyak Mentah Dunia Melambung Tinggi, OPEC Ikut Berperan
Menstabilkan Harga Antara Lain Dengan Menjaga Pasokan Minyak Dunia.
Keanggotaan Indonesia Masih Diperlukan Oleh Negara – Negara Anggota Lainnya
Karena Indonesia Dipandang Sebagai Negara Yang Selalu Menjaga Solidaritas
OPEC Dan Selalu Berusaha Membangun Dialog Konstruktif Serta Konsensus Di
Dalam OPEC.
OPEC Tetap Membutuhkan Indonesia Sebagai Faktor Penyeimbang Dalam
Komposisi Keanggotaannya. Indonesia Merupakan Satu-Satunya Negara Asia Yang
Menjadi Anggota OPEC. Keanggotaan OPEC Yang Didominasi Oleh Negara –
Negara Timur Tengah Tidak Akan Menguntungkan Dalam Sudut Pandang Citra
OPEC Di Dunia Internasional. Citra Indonesia Sebagai Negara Demokratis Dan
Berpenduduk Muslim Terbesar Dan Moderat Di Dunia Dapat Membantu Perbaikan
Citra OPEC.
Dalam OPEC Sendiri Belum Ada Tuntutan Agar Indonesia Mengkaji
Keanggotaannya Karena Turunnya Tingkat Produksi Minyak Bumi Indonesia Serta
Mulainya Indonesia Menjadi Negara Importir Minyak. OPEC Menyadari Bahwa
Kemungkinan Penurunan Ekspor Minyak Negara – Negara Anggota Adalah Salah
Satu Akibat Dari Kurangnya Investasi Di Sektor Perminyakan Negara Tersebut.

4
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam Era Globalisasi Saat Ini, Pelaksanaan Pembangunan Di Indonesia
Dan Negara – Negara Lain Berkaitan Erat Dengan Komitmen – Komitmen Global
Dalam Bidang Ekonomi, Perdagangan, Transaksi Keuangan, Dan Lain – Lain.
Indonesia Adalah Anggota PBB Dan Berbagai Lembaga Lain Di Bawahnya, Serta Di
Gerakan Non – Blok.
OPEC Adalah Organisasi Negara – Negara Pengekspor Minyak. OPEC
Dibentuk Sebagai Akibat Jatuhnya Harga Minyak Pada Perusahaan Raksasa Seperti
Shell, British Petroleum, Texaco, Exxon Mobil, Sosial, Dan Gulf. Mereka Melakukan
Penurunan Harga Minyak Secara Drastis Sehingga Mereka Mampu Memenuhi
Kebutuhan Negara – Negara Industri Besar.
Semua Negara Anggota Harus Terwakilkan Dalam Konperensi Dan Tiap
Negara Mempunyai Satu Hak Suara. Keputusan Ditetapkan Setelah Mendapat
Persetujuan Dari Negara Anggota ( Pasal 11 – 12). Konperensi OPEC Dipimpin Oleh
Presiden Dan Wakil Presiden OPEC Yang Dipilih Oleh Anggota Pada Saat
Pertemuan Konperensi ( Pasal 14 ). Pasal 15 Menetapkan Konperensi OPEC
Bertugas Merumuskan Kebijakan Umum Organisasi Dan Mencari Upaya
Pengimplementasian Kebijakan Tersebut. Sebagai Organisasi Tertinggi, Pertemuan
Konperensi OPEC Mengukuhkan Penunjukan Anggota Dewan Gubernur Dan
Sekretaris Jenderal OPEC.
Indonesia Memiliki Kesempatan Untuk Menempatkan Sumber Daya
ManusiaNya Untuk Bekerja Di Sekretariat OPEC. Hal Ini Merupakan Investasi
Jangka Panjang Karena Akan Dapat Menjadi Network Bagi Indonesia Di Masa
Datang.
OPEC Tetap Membutuhkan Indonesia Sebagai Faktor Penyeimbang Dalam
Komposisi Keanggotaannya. Indonesia Merupakan Satu-Satunya Negara Asia Yang
Menjadi Anggota OPEC. Keanggotaan OPEC Yang Didominasi Oleh Negara –
Negara Timur Tengah Tidak Akan Menguntungkan Dalam Sudut Pandang Citra
OPEC Ddi Dunia Internasional. Citra Indonesia Sebagai Negara Demokratis Dan
Berpenduduk Muslim Terbesar Dan Moderat Di Dunia Dapat Membantu Perbaikan
Citra OPEC.
Dalam OPEC Sendiri Belum Ada Tuntutan Agar Indonesia Mengkaji
Keanggotaannya Karena Turunnya Tingkat Produksi Minyak Bumi Indonesia Serta
Mulainya Indonesia Menjadi Negara Importir Minyak. OPEC Menyadari Bahwa
Kemungkinan Penurunan Ekspor Minyak Negara – Negara Anggota Adalah Salah
Satu Akibat Dari Kurangnya Investasi Di Sektor Perminyakan Negara Tersebut.

B. Saran

Penulis Hanya Mau Menyarankan Kepada Para Pembaca Sekalian Bahwa


Kerjasama Antar Suatu Negara Dengan Negara Lain Itu Sangat Di Pentingkan,
Dalam Hal Ini Untuk Kemajuan Ekonomi Bangsa. Dapat Kita Lihat Betapa
Pentingnya Organisasi OPEC Yang Di Dirikan Dengan Tujuan Tertentu Khususnya
Dalam Penanganan Minyak Dunia Agar Harga Minyak Dunia Itu Tetap Stabil Dan
Seluruh Masyarakat Dunia Bisa Dapat Menggunakan Minyak Tersebut Dalam
Kelangsungan Hidup Tiap Hari. Jadi, Betapa Pentingnya Suatu Organisasi Yang
Mengatur Perekonomian Secara Global.

5
DAFTAR PUSTAKA

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/09/pengertian-opec-sejarah-
tujuan-anggota-terlengkap.html
https://kelasips.co.id/latar-belakang-opec-sejarah-tujuan-syarat-dan-peran/
http://jemsbeniko.blogspot.com/
https://www.seputarpengetahuan.co.id/tag/makalah-opec