Anda di halaman 1dari 27

PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 1/3
bagian umum (Scurity) -
RSIM SUMBERREJO 14/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang
Perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik adalah suatu upaya
rumah sakit untuk melindungi pasien dari kekerasan fisik oleh
pengunjung, pasien lain atau staf rumah sakit.
TUJUAN melindungi pasien dari kekerasan fisik oleh pengunjung, pasien lain atau
staf rumah sakit.
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift

PROSEDUR A. MELINDUNGI PASIEN DARI KEKERASAN FISIK OLEH


PENGUNJUNG
1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV
3. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap
5. Pastikan bahwa pengunjung yang berkunjung mendapatkan ijin
dari bagian security (dg ID Card pengunjung)
6. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik (berkelahi) antara pasien
dengan pengunjung petugas ruangan segera datang ke lokasi
kejadian dan mencoba melerai sambil menghubungi bagian
security untuk melerai perkelahian dengan menekan speed deal
**072.
7. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan sesuai jalur hukum

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 2/3
bagian umum (Scurity) -
14/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PROSEDUR B. MELINDUNGI PASIEN DARI KEKERASAN FISIK OLEH
PESIEN LAIN.

1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap


2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV
3. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik (berkelahi) antara
pasien dengan pasien lainnya, petugas ruangan datang ke
lokasi kejadian dan mencoba untuk melerai sambil segera
hubungi bagian security untuk melerai perkelahian. Dengan
Tekan Speed deal **072
4. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan sesuai jalur
Hukum

PROSEDUR C. MELINDUNGI PASIEN DARI KEKERASAN FISIK OLEH STAF


RUMAH SAKIT
1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV
3. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik (berkelahi) antara
pasien dengan staf Rumah Sakit, petugas ruangan datang ke
lokasi kejadian dan mencoba untuk melerai sambil segera
hubungi bagian security untuk melerai perkelahian. Dengan
Tekan Speed deal **072
4. Bagian Kepegawaian (SDI) Rumah Sakit melakukan
investigasi terhadap Staf Rumah sakit yang melakukan
kekerasan fisik untuk diselesaikan dan mengikuti
peraturan yang berlaku di Rumah Sakit

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 3/3
bagian umum (Scurity) -
RSIM SUMBERREJO 14/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


Unit terkait 1. Security
2. Semua unit Pelayanan
3. Bagian SDI

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR
DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 1/4
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
15/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang
Perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik adalah suatu upaya
rumah sakit untuk melindungi pasien dari kekerasan fisik oleh
pengunjung, pasien lain atau staf rumah sakit.
Bayi baru lahir (NEONATUS) adalah bayi dalam kurun waktu satu jam
pertama kelahiran
Bayi yang lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan
37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000
gram
TUJUAN melindungi pasien dari kekerasan fisik meliputi semua bentuk
tindakan/perlakuan menyakitkan secara fisik, pelayanan medis yang
tidak standar seperti inkubator yang tidak layak pakai,penculikan, bayi
tertukar dan penelantaran bayi.
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift ( 1 jam sekali)

PROSEDUR MELINDUNGI BAYI BARU LAHIR DARI KEKERASAN FISIK DI


RUMAH SAKIT :
a. Kekerasan fisik (Incubator yang tidak layak)
1. Lakukan pemeliharaan inkubator secara berkala (1
bulan sekali) oleh bagian pemeliharaan alat di ruang
rawat inap bayi (neonatus)
2. Lakukan kalibrasi 1 tahun sekali oleh bagian
pemeliharaan alat Rumah Sakit bekerjasama dengan
BPFK Jawa Timur.

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR
DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 2/4
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
15/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PROSEDUR 3. Jika bagian pemeliharaan alat / BPFK Jawa Timur
menyatakan alat incubator tidak layak pakai maka
inkubator di keluarkan dari ruagan Neonatus untuk
menghindari kejadian yang tidak diinginkan terhadap
bayi

b. Kekerasan fisik (Penculikan bayi)


1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap
bayi (neonatus)
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV
(terpasang CCTV di ruang Neonatus)
3. Orang asing / yang tidak berkepentingan dilarang berada
pada area tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat bayi pada
semua orang yang akan meninggalkan Rumah sakit dengan
bayi
5. Pastikan bahwa keluarga / orang tua bayi membawa surat
keluar Rumah Sakit (KRS) sesuai identitas
6. Cocokkan identitas gelang bayi dengan gelang ibu sebelum
keluar RS
7. Antarkan bayi dan ibu sampai di mobil penjemputan.
8. Jika ada laporan terjadi penculikan bayi segera lakukan
pemeriksaan terhadap seluruh area Rumah Sakit
9. Jika sasaran / penculik terlihat, jangan di hentikan sendiri
Segera hubungi security untuk menghidupkan Code Pink
dan laporkan lokasi temuan yang di curigai

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR
DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 ¾
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
15/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PROSEDUR
c. Kekerasan Fisik (Bayi tertukar)
1. Sebelum melahirkan, ibu mendapatkan dua gelang
identitas (nama ibu, tanggal lahir ibu dan nomer RM
ibu) :
 Gelang berwarna pink (untuk di pasangkan di ibu)
 Gelang putih bermotif untuk dipasangkan di bayi
segera setelah lahir)
2. Setelah bayi lahir, pasangkan gelang warna putih
bermotif pada salah satu ekstremitas bayi, hal ini
dilakukan di depan ibu bayi tersebut atau saksi lain bila
ibu dalam keadaan tidak sadar
3. Daftarkan identitas bayi kebagian pendaftaran rekam
medis
4. Setelah bayi didaftarkan, bayi akan mendapatkan gelang
sesuai jenis kelamin bayi yang berisikan tiga detail wajib
: nama bayi, tanggal lahir bayi dan nomer rekam medik
bayi
5. Lakukan verifikasi dan pasangkan gelang identitas bayi
(biru/merah muda) pada salah satu ekstremitas yang
berbeda dengan gelang putih bermotif)
6. Untuk bayi baru lahir yang belum diberi nama, identitas
di gelang bayi di tulis “nama ibu By Ny” tanggal lahir
dan nomor rekam medis bayi
7. Jika masih ada laporan bayi tertukar, pihak Rumah Sakit
melakukan Investigasi Internal Rumah Sakit
8. Jika masih tidak bisa menyelesaikan masalah,
bekerjasama dengan kepolisian setempat.

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR
DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 4/4
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
15/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PROSEDUR
d. Kekerasan Fisik (Penelantaran bayi)

1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap


bayi
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV
3. Jika ada laporan terjadi penelantaran bayi, petugas ruangan
segera datang ke lokasi kejadian sambil menghubungi bagian
security untuk menindaklanjuti kejadian penelantaran bayi
dengan menekan speed deal **072.
4. Bagian security menghubungi Polsek sumberrejo untuk
bekerjasama menengani penelantaran bayi tersebut, sesuai
aturan yang ada di Kepolisian.

Unit terkait 1. Ruang Neonatus


2. Ruang Mina
3. Security
4. Bagian pemeliharaan RS
5. Tim Keluhan pelanggan RS
6. Rekam Medis

7. Bagian SDI

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA ANAK (CHILD
ABUSE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 1/2
Medis-Keperawatan -
16/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang
Anak-anak adalah masa yang di mulai dari periode bayi sampai
masa pubertas yaitu 13-14 tahun
Kekerasan pada anak (Child Abuse) di Rumah Sakit adalah
perlakuan kasar yang dapat menimbulkan penderitaan,
kesengsaraan, penganiyaan fisik, seksual, penelantaran (ditinggal
orang tuanya di rumah sakit) maupun emosional, yang diperoleh
dari orang dewasa yang ada di lingkungan rumah sakit.
TUJUAN Melindungi Anak dari perlakuan kasar yang dapat menimbulkan
penderitaan, kesengsaraan, penganiyaan fisik, seksual,
penelantaran (ditinggal orang tuanya di rumah sakit) maupun
emosional, yang diperoleh dari orang dewasa yang ada di
lingkungan rumah sakit (orang tuanya sendiri, pasien lain,
pengunjung atau oleh staf RS)
KEBIJAKAN Peraturan Direktur RSI Muhammadiyah Sumberrejo

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA ANAK (CHILD
ABUSE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 2/2
Medis-Keperawatan -
16/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR 1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap anak


2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terdapat
CCTV di ruang Anak)
3. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap anak
5. Pastikan bahwa penunggu/pengunjung mendapatkan ijin dari
bagian security (dg ID Card pengunjung)
6. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik pada anak, petugas
ruangan segera datang ke lokasi kejadian sambil menghubungi
bagian security untuk menindaklanjuti laporan dengan menekan
speed deal **072.
7. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan sesuai jalur hukum
Unit terkait 1. Security
2. Ruangan Anak

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA LANSIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 1/3
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
17/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang
Lansia (lanjut usia) adalah periode dalam kehidupan yang
ditandai dengan menurunya kemampuan fisik dan psikologis.
WHO menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu : usia
pertengahan (middle age) 45-59 tahun, lanjut usia (elderly) 60-74
tahun, lanjut usia tua (old) 75-90 tahun dan usia sangat tua very
old) diatas 90 tahun.
Kekerasan pada lansia adalah suatu kondisi ketika seorang lansia
mengalami kekerasan oleh orang lain. Kekerasan fisik pada lansia
di rumah sakit, yaitu bisa berupa perkosaan, pemukulan,
dipermalukan / di ancam seperti anak kecil, diabaikan /
ditelantarkan, atau mendapatkan perawatan yang tidak standar.
TUJUAN Melindungi Lansia dari perlakuan kasar yang berupa perkosaan,
pemukulan, dipermalukan / di ancam seperti anak kecil, diabaikan
/ ditelantarkan, atau mendapatkan perawatan yang tidak standar.
KEBIJAKAN Peraturan Direktur RSI Muhammadiyah Sumberrejo

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA LANSIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 2/3
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
17/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR 1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Rawat Inap Umum


2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terdapat
CCTV di ruangan rawat inap umum)
3. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap umum
5. Pastikan bahwa penunggu/pengunjung mendapatkan ijin dari
bagian security (dg memakai ID Card penunggu /pengunjung)
6. Semua pengunjung/tamu diluar jam besuk didaftarkan dan
dicatat oleh scurity
7. RSIM Sumberrejo memfasilitasi antara lain : Mendahulukan
pasien lansia saat daftar di pendaftaran, Savety bed untuk lansia,
Kamar mandi khusus dengan ada peganganya dan tangga khusus
dengan ada peganganya sebagai tindakan preventif kekerasan
pada lansia
8. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik pada Lansia, petugas
ruangan segera datang ke lokasi kejadian sambil menghubungi
bagian security untuk menindaklanjuti laporan dengan menekan
speed deal **072.
9. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan sesuai jalur hukum

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA LANSIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 3/3
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
17/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

Unit terkait 1. Security


2. Ruangan Rawat inap Umum

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK RUANG PERAWATAN
YANG TERPENCIL DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 1/2
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
24/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang
Perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik adalah suatu upaya
rumah sakit untuk melindungi pasien dari kekerasan fisik oleh
pengunjung, pasien lain atau staf rumah sakit.
Ruang terpencil adalah daerah ruang perawatan yang terpencil
yang jauh dari jangkauan (NICU, Isolasi dan ruang pemulasaran
jenazah).
TUJUAN melindungi pasien dari situasi berbahaya berhubungan dengan
kejahatan yang mengancam fisik.
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift (2 jam sekali)

PROSEDUR
1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruang Perawatan yang
terpencil (Neonatus, Isolasi dan pemulasaran jenazah)
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terpasang
CCTV di ruang Neonatus, Isolasi dan Pemulasaran jenazah)
3. Orang asing / yang tidak berkepentingan dilarang berada pada
area tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang terpencil (NICU, Isolasi
dan pemulasaran jenazah)

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK RUANG PERAWATAN
YANG TERPENCIL DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 2/2
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
24/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR
5. Jika ada laporan terjadi situasi berbahaya berhubungan dengan
kejahatan yang mengancam fisik ruang terpencil segera petugas
ruangan menghubungi security untuk menghidupkan Code Grey
(lampu ungu)
6. Segera security mendatangi lokasi kejadian untuk

menangani kaejadian tersebut


Unit terkait 1. Seluruh Ruangan yang terpencil (Neonatus, Isolasi, dan
ruang pemulasaran jenazah)
2. Security

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK ADANYA ANCAMAN
BOM DI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 1/2
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
25/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang
Perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik adalah suatu upaya
rumah sakit untuk melindungi pasien dari kekerasan fisik oleh
pengunjung, pasien lain atau staf rumah sakit.

TUJUAN melindungi pasien dari situasi berbahaya berhubungan dengan


ancaman Bom.
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift (2 jam sekali)

PROSEDUR 1. Jika ada informasi ancaman bom lewat telephone / SMS


atau langsung yang bersangkutan (bom bunuh diri)
2. Segera ke lokasi tempat barang yang dicurigai sebagai bom
yang diletakkan
3. Jangan disentuh serta isolasi area benda yang dicurigai
4. Melaporkan kepada security untuk menghidupkan code black
(lampu warna hitam)
5. Segera security mendatangi lokasi kejadian untuk
menangani kejadian tersebut
6. Security segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk
penanganan lebih lanjut.

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK ANCAMAN BOM DI
RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO P-BU/Keperawatan – 0 2/2
RSIM SUMBERREJO bagian umum (Scurity) -
25/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska


Unit terkait 1. Seluruh Ruangan
2. Security

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA INDIVIDU YANG
CACAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 1/3
Medis-Keperawatan -
27/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang

Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan


fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan
rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara
selayaknya, yang terdiri dari:

1. penyandang cacat fisik;


2. penyandang cacat mental; serta
3. penyandang cacat fisik dan mental

TUJUAN upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang cacat


berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

setiap penyandang cacat mempunyai kesamaan kesempatan


dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift (2 jam sekali)

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA INDIVIDU YANG
CACAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 2/3
Medis-Keperawatan -
27/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR 1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruangan rawat inap yang


ada individu yang cacat
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terdapat
CCTV di ruangan rawat inap yang ada yang cacat)
3. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area yang ada orang cacat tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap tersebut
5. Pastikan bahwa penunggu/pengunjung mendapatkan ijin dari
bagian security (dg memakai ID Card penunggu /pengunjung)
6. Semua pengunjung/tamu diluar jam besuk didaftarkan dan
dicatat oleh scurity
7. RSIM Sumberrejo memfasilitasi antara lain : Mendahulukan
pasien dengan kondisi cacat saat daftar di pendaftaran, Savety
bed untuk individu cacat, Kamar mandi khusus dengan ada
peganganya dan tangga khusus dengan ada peganganya sebagai
tindakan preventif kekerasan pada Individu yang cacat
8. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik pada individu yang cacat,
petugas ruangan segera datang ke lokasi kejadian sambil
menghubungi bagian security untuk menindaklanjuti laporan
dengan menekan speed deal **072.

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA INDIVIDU YANG
CACAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 3/3
Medis-Keperawatan -
27/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

9. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan sesuai jalur


hukum

Unit terkait 1. Security


2. Ruangan Rawat inap Umum

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA PEREMPUAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 1/3
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
28/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang

Perempuan adalah Seseorang manusia yang mempunyai vagina,


dapat menstruasi, melahirkan dan menyusui anak

Kekerasan fisik pada perempuan adalah kekerasan fisik yang


terjadi pada seorang perempuan di Rumah Sakit dapat berupa
perkosaan yaitu hubungan seksual yang dilakukan seseorang atau
lebih tanpa persetujuan korbanya, namun perkosaan tidak
semata-mata sebuah serangan seksual akibat pelampiasan dari
rasa marah, bisa juga di sebabkan karena godaan yang timbul
sesaat seperti melihat bagian tubuh pasien wanita yang tidak
ditutupi pakaian atau selimut, mengintip pasien pada saat mandi.
TUJUAN melindungi pasien dari situasi berbahaya berhubungan dengan
kejahatan yang mengancam fisik bagi perempuan.
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift (2 jam sekali)

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA PEREMPUAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 2/3
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
28/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR 1. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruangan rawat inap yang


ada perempuannya
2. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terdapat
CCTV di ruangan rawat inap yang ada perempuanya)
3. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area tersebut
4. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap tersebut
5. Pastikan bahwa penunggu/pengunjung mendapatkan ijin dari
bagian security (dg memakai ID Card penunggu /pengunjung)
6. Semua pengunjung/tamu diluar jam besuk didaftarkan dan
dicatat oleh scurity
7. RSIM Sumberrejo memfasilitasi antara lain : Menyediakan
selimut di saat transfer pasien di ruangan, menyediakan selimut
diruang rawat inap yang bersangkutan, Savety bed, dan Kamar
mandi khusus tertutup rapat (tidak ada celah) disertai dengan
ada peganganya dan tangga khusus dengan ada peganganya
sebagai tindakan preventif kekerasan pada perempuan
8. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik pada perempuan,
petugas ruangan segera datang ke lokasi kejadian sambil
menghubungi bagian security untuk menindaklanjuti laporan
dengan menekan speed deal **072.

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA PEREMPUAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 3/3
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
28/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

9. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan sesuai jalur


hukum

Unit terkait 1. Security


2. Ruangan Rawat inap Umum

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA ORANG DENGAN
GANGGUAN JIWA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 1/3
Medis-Keperawatan -
29/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang

Orang gangguan jiwa adalah Orang yang mengalami suatu


perubahan pada fungsi kejiwaan, keadaan ini ditandai dengan
adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan
penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam
melaksanakan peran social

TUJUAN Agar pasien dibatasi pergerakannya karena dapat mencederai orang lain
atau dicederai orang lain.

KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift (2 jam sekali)

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA ORANG YANG
MENGALAMI GANGGUAN JIWA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 2/3
Medis-Keperawatan -
29/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR 1. Jika ada pasien dengan gangguan jiwa dan menolak di Rujuk Ke
Rumah Sakit Jiwa
2. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruangan rawat inap yang
ada orang dengan gangguan jiwa
3. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terdapat
CCTV di ruangan rawat inap yang ada orang gangguan jiwa)
4. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area tersebut
5. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap tersebut
6. Pastikan bahwa penunggu/pengunjung mendapatkan ijin dari
bagian security (dg memakai ID Card penunggu /pengunjung)
7. Semua pengunjung/tamu diluar jam besuk didaftarkan dan
dicatat oleh scurity
8. RSIM Sumberrejo memfasilitasi antara lain : Menyediakan ruang
Isolasi, menyediakan alat Restrain (pengikat fisik)
9. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik pada perempuan,
petugas ruangan segera datang ke lokasi kejadian sambil
menghubungi bagian security untuk menindaklanjuti laporan
dengan menekan speed deal **072.

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA ORANG YANG
MENGALAMI GANGGUAN JIWA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIM SUMBERREJO SPO YM-P/Pelayanan 0 3/3
Medis-Keperawatan -
29/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

10. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan kekeluarga


untuk segera merujuk ke RS jiwa dengan di beri penjelasan
ulang oleh petugas.
Unit terkait 1. Security
2. Ruangan Rawat inap Umum

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA PASIEN KOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 1/2
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
30/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PENGERTIAN Kekerasan fisik adalah ekspresi dari apa baik yang dilakukan secara fisik
yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan
atau martabat seseorang, kekerasan fisik dapat dilakuakn oleh
perorangan atau kelompok orang

Pasien koma adalah suatu kondisi tidak sadar yang sangat dalam,
sehingga tidak memberikan respon atas rangsangan rasa sakit
atau rangsangan cahaya
TUJUAN Melindungi pasien koma dari kekerasan fisik yang disebabkan oleh
pemberi asuhan medis yang tidak standar, penelantaran, diperlakukan
secara kasar sampai menghentikan bantuan hidup dasar pada pasien
tanpa persetujuan keluarga / wali
KEBIJAKAN Security melakukan keliling ruangan pada tiap shift (2 jam sekali)

PROSEDUR 1. Jika ada pasien koma menolak di Rujuk Ke Rumah Sakit yang
lebih tinggi
2. Lakukan pemeriksaan secara berkala di ruangan rawat inap yang
ada pasien koma
3. Monitor seluruh ruangan dengan menggunakan CCTV (terdapat
CCTV di ruangan rawat inap yang ada pasien koma)
4. Pengunjung / orang asing yang tidak berkepentingan dilarang
berada pada area tersebut
5. Awasi dengan ketat pintu keluar diruang rawat inap tersebut

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga


PROSEDUR PERLINDUNGAN KEKERASAN FISIK PADA PASIEN KOMA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO YM-P/Pelayanan 0 2/2
RSIM SUMBERREJO Medis-Keperawatan -
30/ 2015
Ditetapkan
Tgl terbit Direktur RSIM Sumberrejo
SPO
16 Februari 2015

dr. H. Tomy Oeky Prasiska

PROSEDUR 6. Pastikan bahwa penunggu/pengunjung mendapatkan ijin dari


bagian security (dg memakai ID Card penunggu /pengunjung).
7. Semua pengunjung/tamu diluar jam besuk didaftarkan dan
dicatat oleh scurity
8. RSIM Sumberrejo memfasilitasi antara lain : Memberikan
Asuhan Medis dan Asuhan Keperawatan sesuai standar yang
ada.
9. Jika ada laporan terjadi kekerasan fisik pada pasien koma,
petugas ruangan segera datang ke lokasi kejadian sambil
menghubungi bagian security untuk menindaklanjuti laporan
dengan menekan speed deal **072.
10. Jika masih tidak ada penyelesaian diserahkan kejalur hukum

Unit terkait 1. Security


2. Ruangan Rawat inap Umum
3. ICU

RSIM SUMBERREJO | SPO Hak Pasien dan Keluarga