Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem pernafasan adalah sistem yang sangat penting untuk kehidupan
manusia. Ia memegang banyak peranan penting yang sec ara garis besar dibagi
menjadi fungsi respirasi dan non-respirasi. Fungsi respirasi di sini adalah proses
memasukan oksigen dari luar tubuh kedalam tubuh untuk digunakan lebih lanjut
sebagai bahan utama metabolisme sel. Karena fungsinya itu, sistem ini selalu
terpapar ke dunia luar terhadap dunia luar yang menyebabkan kerentanan sistem ini
untuk mengalami ganggguan.
Gangguan sistem respirasi sendiri secara garis besar dibagi kedalam 2
kelompok, yaitu penyakit paru restriktif dan paru obstruktif yang masih terbagi
kedalam beberapa kelompok kecil lainnya. Namun yang disayangkan kewaspadaan
warga Indonesia terhadap gangguan ini masih relatif rendah. Mungkin hal ini
dikarenakan gejala yang timbul sering dianggap sepele oleh masyrakat, seperti
batuk dan sesak nafas.
Penyakit saluran pernafasan memilki prevalensi yang cukup tinggi, di Amerika
sendiri kira kira 35 juta warganya mengalami gangguan respirasi obstruktif.
Gangguan ini menyebabkan angka morbitas yang tinggi, kira kira ia menghabiskan
uang 154 juta dolar Amerika untuk mengatasi efeknya. Selain itu gangguan ini
merupakan penyebab kematian ke-tiga tersering di dunia, setelah gangguan jantung
dan kanker dan angka ini terus naik. Pada tahun 2008 insiden mortalitasnya hingga
135.5/100.000 kematian.
Keadaannya di Indonesia tidak jauh berbeda, yang menjadi perhatian di
Indonesia adalah infeksi TBC (Tuberculosis). Menurut RISKESDAS 2007, TBC
merupakan penyebab kematian ke dua setelah stroke, dengan insidens 275/100.000
penduduk/tahun dengan prevalensi 0.99%. Pada tahun 2010 terjadi sedikit
penurunan menjadi 244 kasus/100.000 penduduk /tahun dengan total prevalensi
177.926 penderita. Dengan prevalensi tertinggi terdapat pada wilayah Jawa Barat
dengan total 29.851 kasus. Selain infeksi TBC yang juga menjadi perhatian adalah
ISPA dengan prevalensi 25.5% dengan angka tertinggi di kota Kaimana
(63.8%).Serta pneumonia dengan prevalensi 2.13%. Sedangkan untuk penyakit
paru kronis, COPD dengan prevalensi 5.6%, dan Asma sekitar 13.6 bervariasi dari
2.1% hingga 22.2%%. WHO mengatakan bahwa saat seseorang terinfeksi TBC
maka ia akan kehilangan penghasilannya selama 3- 4 bulan karena proses
pengobatan yang panjang.
Oleh sebab itu, dengan tinggi nya jumlah manusia yang menderita gangguan
pernapasan, seiring kemajuan teknologi maka tercpitalah banyak jenis alat alat yang
dapat membantu pernapasan manusia . Dilihat dari berbagai kasus ,banyak terdapat
alat alat bantu pernapasan yang sudah di modifikasi seiring kemajuan IPTEK . Di
Indonesia sendiri sudah banyak alat alat bantu pernapasan yang memang sangat
berguna sekali dalam proses respirasi masyarakat Indonesia terkhusus bagi mereka
yang menggunakan alat bantu pernapasan .

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan alat bantu pernapasan ?
2. Apa saja kegunaan dari alat bantu pernapasan ?
3. Apa saja jenis jenis alat bantu pernapasan ?
4. Bagaimana kerja masing masing alat bantu pernapasan ?

C. Tujuan Penulisan
1. Agar Mahasiswa mengetahui apa pengertian dari alat bantu pernapasan
2. Agar mahasiswa mengetahui fungsi dari alat bantu pernapasan
3. Agar mahasiswa mengetahui jenis jenis alat bantu pernapasan
4. Agar mahasiswa memahami bagaimana kerja masing masing jenis alat
bantu pernapasan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Alat Bantu Pernapasn


Alat bantu pernapasan merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk
membantu kelangsungan hidup seseorang jika paru-paru sedang dalam keadaan
yang kurang baik. Alat bantu pernapasan pada umumnya digunakan di rumah
sakit untuk membantu pernapasan pasien, membantu mengantarkan oksigen ke
paru-paru pasien, mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh pasien, dan
sebagai alat pernapasan bagi pasien yang kehilangan kemampuan untuk
bernapas.

B. Jenis,kegunaan dan cara kerja alat bantu Pernapasan


1. Alat Oksigensi
a. Tabung Oksigen
Tabung oksigen sangat membantu saat manusia kekurangan
O2, kegunaan tabung oksigen pada instalasi rumah sakit biasanya
digunakan untuk seseorang yang sedang menjalankan operasi atau
penderita asma, namun tabung oksigen juga dapat digunakan untuk
para penyelam, penyelam biasanya menggunakan tabung oksigen
yang berukuran kecil yang ditempatkan pada punggung penyelam,
sedangakan diinstalasi rumah sakit, puskesmas atau klinik tabung
oksigen ditempatkan pada samping tempat tidur pasien dan pada
umunya tabung oksigen yang digunakan adalah tabung oksigen yang
berukuran besar.
b. Regulator Oksigen
Regulator adalah alat pengukur tekanan yang berfungsi sebagai
penyalur dan mengatur serta menstabilkan tekanan gas yang keluar
dari tabng supaya aliran gas menjadi konstan.
Oxygen Regulator atau disebut juga tabung oksigen atau kadang
disebut juga sebagai O2 Gas Pressure Regulator adalah alat
pengaturan yang di pasang pada katup dan pada sumber oksigen (
oxygen ) untuk disalurkan ke pasien, Oksigen Regulator diperlukan
untuk pengaturan keluarnya oksigen sesuai dengan kebutuhan dari
masing masing pemakai . Setiap kebutuhan masing masing pemakai
atau pasien adalah berbeda , olek karena itu oksigen regulator sangat
diperlukan untuk pengaturan agar aman untuk oksigen yang masuk
ke dalam pernafasan.

c. Flow meter
Flowmeter adalah tekanan yang telah diatur dan
dikompensasikan dalam bentuk besar aliran dengan wujud
ketahanan serta kestabilan tekanan gas yang digunakan baik
Oksigen dan Udara Tekan. Besar aliran (flow) ini akan ditentukan
besarannya oleh tenaga medis dalam pengoperasiannya, sehingga
membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi untuk diberikan kepada
pasien dari sumber gasnya.
d. Humidifier
Untuk melembabkan udara yang masuk ke dalam hidung. Berisi air
matang/ aquades/aquabides. Air dimasukkan sampai ukuran water
flow

e. Nasal Kanul
Nasal kanul tidak serupa dengan masker, karena hanya berbentuk
selang dengan 2 lubang yang dimasukkan ke hidung. Alat ini hanya
memberikan oksigenasidengan konsentrasi oksigen antara 20%
sampai 40% dan laju aliran 1 sampai 6 ltr/menit

.
f. Simple face Mask
Alat ini memberikan oksigen jangka pendek, kontinyu atau
selang seling serta konsentrasi oksigen yang diberikan dari tingkat
rendah sampai sedang. Aliran oksigen yang diberikan sekitar 5-8
liter/menit dengan konsentrasi oksigen antara 40-60%. Berikut ini
adalah aliran FiO2 yang dihasilkan masker sederhana:
• 5-6 Liter/menit : 40 %
• 6-7 Liter/ menit : 50 %
• 7-8 Liter/ menit : 60 %

g. Sungkup Muka (Masker) dengan Kantong rebreathing


Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi
yaitu 60-80% dengan aliran 8-12 liter/menit. Memiliki kantong yang
terus mengembang, baik saat inspirasi maupun ekspirasi. Pada saat
inspirasi, oksigen masuk dari sungkup melalui lubang antara sungkup
dan kantung reservoir, ditambah oksigen dari kamar yang masuk
dalam lubang ekspirasi pada kantong. Udara inspirasi sebagian
tercampur dengan udara ekspirasi sehingga konsentrasi CO2 lebih
tinggi daripada simple face mask (Ni Luh Suciati, 2010) .
h. Sungkup Muka (Masker) dengan Kantong Non-Rebreathing
Non-rebreathing mask mengalirkan oksigen dengan konsentrasi
oksigen sampai 80-100% dengan kecepatan aliran 10-12 liter/menit.
Prinsip alat ini yaitu udara inspirasi tidak bercampur dengan udara
ekspirasi karena mempunyai 2 katup, 1 katup terbuka pada saat
inspirasi dan tertutup pada saat ekspirasi, dan ada 1 katup lagi yang
fungsinya mencegah udara kamar masuk pada saat inspirasi dan akan
membuka pada saat ekspirasi (Ni Luh Suciati, 2010).

2. Tabung oksgien Portable

yaitu tabung oksigen yang ringan dan tidak memakan tempat. Tabung
oksigen portabel memiliki ukuran mencapai 500 ml dengan tekanan 1.0 Mpa.
Alat bantu pernafasan ini bisa dipergunakan kapanpun dan di manapun,
terutama bagi mereka yang memerlukan bantuan oksigen untuk pernafasan,
termasuk bagi mereka :

1. Yang mengalami gangguan pernafasan


2. Kelelahan akibat beban pekerjaan yang terlalu berat
3. Sedang dalam kondisi mengantuk
4. Selesai melakukan aktivitas berolah raga
5. Sedang mendaki gunung
6. Sedang berkendara dalam jangka waktu yang lama
7. Dan lain sebagainya

Cara Penggunaan

Tabung oksigen portable merupakan alat bantu pernafasan yang


penggunaannya sangat mudah dan juga praktis. Adalah merupakan hal yang
sangat penting untuk mengetahui cara penggunaan yang aman pada tabung gas
yang bertekanan seperti tabung oksigen portable ini agar terhindar dari
kecelakaan maupun bahaya lain akibat kesalahan dalam penanganannya.

Berikut ini adalah cara penggunaannya adalah :

 Buka tutup atas pada tabung oksigen portable


 Letakkan tutup tabung tersebut pada kepala kaleng dan pergunakanlah
sebagai masker
 Tutup hidung dengan menggunakan tutup kaleng tersebut
 Tekanlah kepala kaleng lalu kemudian hiruplah dalam-dalam selama +/- 2
detik
 Ulangi hal tersebut 5 hingga 10 kali sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tabung oksigen portable adalah alat bantu pernafasan, khususnya bagi


Anda yang membutuhkan oksigen. Alat ini adalah pilihan yang tepat terutama
pada saat Anda sedang berada di lingkungan terbuka atau lingkungan umum,
karena sangat praktis dan ringan.
3. oxygen concentrator
adalah alat yang mengonsentrasikan oksigen dari pasokan gas
(biasanya udara sekitar) dengan secara selektif menghilangkan nitrogen
untuk memasok aliran gas produk yang diperkaya oksigen.

Prinsip kerja Oxygen Concentrator : mengambil udara dan


memurnikan untuk digunakan oleh orang orang yang memerlukan oksigen
medis karena tingkat rendah oksgien dalam darah mereka .

1. mengambil udara dari udara bebas


2. Lalu mengompresi udara,sementara mekanisme pendingin terus
konsetratot dari overheating
3. Proses menghapus nitrogen dari udara melalui filter
4. Penyesuain dan pengaturan dengan elektronik
5. Dan memberikan oksgien yang disucikan melalui hidung dengan
masker
Oksigen konsentrator digunakan di rumah sakit atau dirumah untuk
menghasilkan oksigen bagi pasien . Generator PSA menyediakan sumber
oksigen yang hemat biaya . Mereka lebih aman, lebih murah dan alternative
yang lebih nyaman untuk tangki oksigen kriogenik atau silinder bertekanan.
4. Oxymeter
alat yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen maupun
kepekatan oksigen dalam darah tanpa memasukkan alat apapun ke dalam
tubuh ( non- invasive ). Dalam pengukuran pulse oximeter kadar oksigen
dilambangkan sebagai SpO2 dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam
persentasi, dan juga pulse oximeter dapat menampilkan pengukuran denyut
jantung ( pulse rate), dan pengukurannya ditampilkan dalam bpm (beat per
minute).
Cara kerja pulse oximeter adalah dengan memanfaatkan sifat dari
haemoglobin yang dapat menyerap cahaya infra merah dan denyut alami di
dalam arteri untuk mengukur kadar oksigen dalam tubuh, secara elektronik
alat ini menggunakan sumber cahaya infra merah dan cahaya merah yang
berbeda panjang gelombangnya, pendeteksi cahaya (sensor), dan
mikroprosesor yang berfungsi untuk membandingkan dan menghitung
perbedaan haemoglobin yang kaya oksigen dan haemoglobin yang
kekurangan oksigen, untuk kemudian membandingkan perbedaan tersebut
dan menampilkan kadar oksigen dan pulse rate.

5. Nebulizer
alat untuk mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap yang
dihirup. Pengobatan yang memanfaatkan nebulizer biasanya diberikan pada
penderita gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif
kronis (PPOK) saat gejala sesak napas sedang muncul.
Cara Menggunakan Nebulizer yang Benar

Seperangkat alat nebulizer mencangkup kompresor udara, masker


atau corong mulut, tabung kompresor, dan cangkir nebulizer atau wadah
obat. Obat yang biasa digunakan adalah obat asma (bronkodilator), obat
antiradang, dan obat pengencer dahak.

Berikut ini adalah urutan cara yang tepat dalam menggunakan nebulizer:

1. Taruh kompresor di tempat yang rata dan mudah dicapai.


2. Pastikan peralatan yang digunakan sudah bersihkan.
3. Cuci tangan sebelum menyiapkan obat.
4. Masukkan obat ke cangkir Saat memasukkan obat, pastikan dosis yang
diberikan sesuai anjuran atau resep dokter.
5. Sambungkan corong mulut atau masker ke cangkir nebulizer.
6. Pasang selang penyambung ke kompresor dan cangkir nebulizer.
7. Saat alat sudah siap, nyalakan mesin kompresor. Jika berfungsi normal,
alat akan mengeluarkan kabut atau uap yang berisi obat.
8. Letakkan corong mulut atau masker ke mulut. Pastikan tidak ada sela.
9. Duduklah dengan nyaman dalam posisi Prosedur ini memakan waktu
sekitar 15 hingga 20 menit.
10. Ketika menggunakan alat, bernapaslah secara perlahan hingga obat
habis.
11. Jaga agar cangkir nebulizer tetap tegak selama alat digunakan.
6. CPAP

CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), merupakan alat


kesehatan yang biasanya digunakan oleh orang yang memiliki masalah
pernapasan, seperti sleep apnea. Perlu Anda ketahui, bahwa CPAP adalah
pengobatan non-bedah yang paling efektif untuk obstructive sleep apnea
dan merupakan pengobatan pilihan pertama serta paling banyak digunakan
untuk orang dewasa. Sleep apnea adalah gangguan tidur dimana terdapat
jeda dalam bernapas. Saluran pernapasan Anda terdiri dari hidung, mulut,
dan tenggorokan, yang memungkinkan aliran udara yang membawa oksigen
masuk ke dalam paru-paru dan mengeluarkan karbodioksida dari paru-paru.
Pada orang dengan obstructive sleep apnea saluran pernapasan mengalami
penyempitan atau menutup sepenuhnya sehingga memblokir aliran udara.

Mesin CPAP bekerja dengan memberikan aliran udara bertekanan


melalui selang ke hidung dan/atau mulut sehingga saluran pernapasan tetap
terbuka. Tekanan udara yang diberikan tergantung pada tingkat keparahan
sleep apnea yang Anda miliki. Tekanan yang diperlukan biasanya
ditentukan oleh dokter setelah meninjau studi semalam (polysomnography)
di laboratorium tidur di bawah pengawasan.

Pada umumnya manfaat CPAP adalah:

- Menjaga jalan napas terbuka saat Anda tidur

- Mengurangi bahkan menghilangkan dengkuran

- Meningkatkan kualitas tidur

- Meredakan gejala sleep apnea, seperti kantuk di siang hari yang berlebihan

- Mengurangi atau mencegah tekanan darah tinggi

CPAP juga digunakan untuk mengobati bayi prematur yang paru-


paru belum sepenuhnya berkembang. Untuk pengobatan ini, garpu lembut
ditempatkan dalam lubang hidung bayi. Mesin CPAP dengan lembut
meniupkan udara ke dalam hidung bayi, yang membantu membuat paru-
paru mengembang, sehingga meningkatkan kelangsungan hidup.

Sebuah alat kesehatan CPAP memiliki tiga bagian utama:

- Sebuah masker (atau perangkat lain) yang cocok di hidung dan/atau mulut.

Serta tali yang menjaga masker di tempat saat Anda sedang memakainya.

- Sebuah tabung yang menghubungkan masker untuk motor mesin.

- Sebuah motor yang meniupkan udara ke dalam tabung.

7. Inhaler untuk Asma

sebuah perangkat alat obat genggam dari pengguna asma yang berisi
obat asma dan memiliki fungsi sebagai alat yang menyalurkan obat asma
secara langsung kedalam saluran pernafasan.

Jenis inhaler asma berdasarkan cara penggunaannya

Ada dua jenis inhaler asma yang dipakai berdasarkan cara penggunaannya,
yaitu
 Inhaler yang digunakan setiap hari. Inhaler ini digunakan 2 kali
sehari untuk mencegah gejala asma yang mungkin menyerang. Obat-
obatan di dalam inhaler bekerja mencegah peradangan di saluran napas.
Inhaler jenis ini biasanya berisi obat kortikostreoid seperti
beclomethasone, budesonid, fluticasone, dan mometasone.
 Inhaler yang digunakan saat kambuh. Inhaler ini digunakan untuk
segera meredakan serangan asma begitu gejala awalnya terjadi. Obat
yang biasanya digunakan adalah bronkodilator. Bronkodilator terdiri
dari berbagai macam jenis obat yang bekerja melemaskan otot-otot
saluran napas yang menegang. Dengan begitu, sehingga pernapasan
Anda dapat kembali normal.

Jenis inhaler asma berdasarkan bentuknya

Ada dua jenis inhaler asma yang dipakai berdasarkan cara bentuk (model
alat), yaitu:

1. Inhaler dosis terukur bertekanan (metered dosage inhaler)

Inhaler ini terdiri dari tabung bertekanan yang berisi obat dan di
ujungnya terdapat corong plastik. Ketika asma kambuh, Anda harus cepat-
cepat menghirup napas dari inhaler ini. Dengan begitu obat juga akan
langsung masuk ke dalam saluran napas dan meredakan gejala.

Jika menggunakan inhaler ini, maka sebaiknya Anda mencatat


berapa banyak dosis obat yang telah Anda hirup. Inhaler asma jenis ini
terkadang tidak disertakan pengukur dosis yang membuat Anda tahu
seberapa banyak obat yang Anda hirup.

2. Inhaler serbuk kering

Berbeda dengan inhaler dosisi bertekanan, inhaler asma dengan


serbuk kering ini bukan berbentuk aerosol yang bisa langsung Anda hirup
dari alatnya. Inhaler ini tak dapat menyemprotkan obat. Jadi, pasien harus
menghirup serbuk dengan cepat dan kuat. Biasanya inhaler ini tersedia
untuk satu kali hirup, jadi mencegah penggunaan dosis yang berlebihan.

8. Ventilator

Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu


sebagian ataupun seluruh proses ventilasi pasien untuk mempertahankan
oksigenasi atau pernapasan. Penggunaan ventilator pada pasien dapat
dilakukan lain pada unit perawatan kritis, medikal bedah umum, atau
bahkan di rumah.

Ada beberapa hal yang menjadi tujuan penggunaan ventilasi


mekanik, antara lain adalah sebagai berikut:

 Mengurangi kerja pernapasan.


 Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien.
 Pemberian MV yang akurat.
 Mengatasi ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi.
 Menjamin hantaran O2 ke jaringan adekuat.

Menurut sifatnya ventilator dibagi tiga tipe yaitu:


1. Volume Cycled Ventilator
Prinsip dasar ventilator ini adalah siklusnya berdasarkan volume. Mesin
akan berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai volume
yang ditentukan. Keuntungan volume cycled ventilator adalah perubahan
pada komplain paru pasien tetap memberikan volume tidal yang konsisten.
2. Pressure Cycled Ventilator
Prinsip dasar ventilator tipe ini adalah siklusnya yang menggunakan
tekanan. Mesin akan berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah
mencapai tekanan yang telah ditentukan. Pada titik tekanan ini, katup
inspirasi tertutup dan ekspirasi terjadi dengan pasif. Kerugian pada tipe ini
bila ada perubahan komplain paru, maka volume udara yang diberikan
juga berubah. Sehingga pada pasien yang setatus parunya tidak stabil,
penggunaan ventilator tipe ini tidak dianjurkan.
3. Time Cycled Ventilator
Prinsip kerja dari ventilator tipe ini adalah siklusnya berdasarkan waktutu
ekspirasi atau waktu inspirasi yang telah ditentukan. Waktu inspirasi
ditentukan oleh waktu dan kecepatan inspirasi (jumlah napas permenit)
normal dengan rasio I:E (inspirasi : ekspirasi ) sebesar 1:2.
9. Ambubag ( BVM)

alat bantu pernafasan untuk memompa oksigen udara bebas yang


berdimensi kecildan ringan yang dapat digunakan dimana saja dan mudah
dibawa berpergian karna tidak memakan tempat yang cukup besar dalam
penyimpanannya, ambubag adalah alat bantu pernafasan buatan yang
sederhana sekali yang mudah dipakai siapa saja, ambubag terbagi $ jenis
yaitu ambubag infant yang digunakan pada bayi, ambubag child yang
digunakan anak%anak usia balita dan batita, dan ambubag dewasa yang
digunakan usia remaja atau dewasa.

Ambubag yaitu berbentuk pompa bulat dan terdapat masker sebagai


penghubung udara ke hidung dan mulut kita, pompa tersebut kita tekan
secara berulang%ulang maka akan mengeluarkan udara yang kita butuhkan
dan dapat mengeluarkan gas CO2. Ambubag pada umumnya lebih banyak
digunakan oleh bidan untuk menangani bayi yang terkadang masih
membutuhkan bantuan pernafasan, dan digunakan pada penderita asma
yang sering mengalami keadaan darurat dimana sangat membutuhkan
pertolongan pertama pada gejala asma, dan kini telah banyak tersedia di
toko%toko alat kesehatan yang menjualnya secara terjangkau .

Penggunaan ambubag memang tidak semudah orang kira, karena


diperlukan latihan khusus seperti pergerakan dada korban. Bila salah dalam
menangani, maka dapat memperparah keadaan korban. Ambubag akan
lebih efektif bila digunakan oleh dua orang yang berpengalaman, penolong
pertama sebagai pengontrol ambubag, dan penolong kedua sebagai
pengamat pergerakan udara “apakah saat mengelurkan karbondioksida atau
menghirup oksigen”

Manfaat ambubag memang sangat penting, bukan hanya digunakan


pada sisi kalangan medis saja, ternyata ambubag juga di manfaatkan oleh
kalangan lain seperti penjaga pariwisata untuk menolong korban pasca
tenggelam, berikut ini manfaat lainnya :

1. Sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan oksigen terhadap seseorang


yang mengalami gangguan pernfasan
2. Memberikan bantuan pernafasan pada seseorang yang mengalami
koma
3. Mengurangi kematian sebelum ditangani oleh dokter
4. Menjaga jalan nafas agar tetap terbuka
5. Mejaga jantung, paru-paru agar tetap normal

Pelaksanaan
1. Perawat memeriksa pernapasan dengan cara :
- Look (Lihat) : Gerak dada, gerak cuping hidung (flaring nostril),
retraksi sela iga
- Listen (Dengar) : Suara nafas, suara tambahan
- Feel Rasakan : Udara nafas keluar hidung-mulut
2. Perawat menilai pernapasan.
3. Menilai tanda-tanda distress nafas, jika tanda-tanda muncul lakukan
pemberian nafas buatan menggunakan ambubag.
4. Mengangkat rahang bawah pasien untuk mempertahankan jalan nafas
terbuka.
5. Menekan sungkup pada muka pasien secara kuat.
6. Memompa udara dengan cara tangan satu memegang bag sambil
memompa udara dan yang satunya memegang dan memfiksasi masker,
pada saat memegang masker ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf
C sedangkan jari-jari lainnya memegang rahang bawah sekaligus
membuka jalan napas dengan membentuk huruf E.
7. Lakukan sebanyak 10-12 kali/menit sampai dada nampak terangkat.
8. Evaluasi pernapasan.
9. Bereskan alat-alat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Alat bantu pernapasan merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk
membantu kelangsungan hidup seseorang jika paru-paru sedang dalam keadaan
yang kurang baik. Alat bantu pernapasan pada umumnya digunakan di rumah
sakit untuk membantu pernapasan pasien, membantu mengantarkan oksigen ke
paru-paru pasien, mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh pasien, dan
sebagai alat pernapasan bagi pasien yang kehilangan kemampuan untuk
bernapas.

B. Saran
Perawat atau mahasiswa kesehatan hendaknya lebih tanggap dan trampil dalam
memberikan pertolongan bantu nafas dengan menggunakan alat bantu nafas sehingga
bantuan yang diberikan dapat maksimal, efektif, dan efisien.
DAFTAR PSUTAKA

-Sherwood L. Human physiology from cells to systems. 6thed. Brooks: Cole; 2008.
-American Lung Association. New York:Lung Diseases Data;2008.
-Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007: Laporan Nasional 2007. Jakarta: --
-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan
RI;2008.
-Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010: Laporan Nasional 2010.
Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI; 2011.
-Teguh, M. 2010. Bekajar di rumah Sakit itu Asyik!,
(http://teguhsukabumi.blogspot.com/2010/03/belajar-dirumah-sakit-itasyik.html),
diakses pada 9 Desember 2014.
-Haryana, I. 2009. Pengelolaan Fungsi Pernapasan (Breathing Management),
(http://dokter-medis.blogspot.com/2009/06/pengelolaan-fungsi-pernapasan-
breathing.html),diakses pada 6 Desember 2014.
-Dikrullah, A. 2013. Bantuan Napas dengan Ambubag, (http://id.scribd.com/doc/
175285285/Bantuan-Napas-Dengan-Ambubag), diakses pada 11 November 2014.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang......................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................... 3
A. Definisi Alat Bantu Pernapasn................................................................................. 3
B. Jenis,kegunaan dan cara kerja alat bantu Pernapasan ........................................... 3
BAB III PENUTUP .............................................................................................................. 20
A. Kesimpulan ............................................................................................................ 20
B. Saran ..................................................................................................................... 20
DAFTAR PSUTAKA ............................................................................................................. 21