Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini
dengan judul “Faktor Pergerakan Lempeng” sesuai dengan waktu yang diberikan.
Dalam penulisan laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan
bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih terdapat banyak
kesalahan maupun kekurangan, baik dalam susunan kata – kata, kalimat maupun
bahasannya karena terbatasnya kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman
penulis. Oleh karena itu saran yang bersifat membangun dari para
pembaca sangat penulis harapkan guna penyempurnaan ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga laporan ini
bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 21 November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI …................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Pendahuluan ........................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN …................................................................................. 2
2.1 Pergerakan Lempeng .. ……………………………………………………….... 2
2.2 Faktor Pergerakan Lempeng ................................................................... 3
2.3 Jenis-Jenis Batas Lempeng ..................................................................... 4
BAB III KESIMPULAN …................................................................................. 6
3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 6

ii
i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Bumi merupakan planet yang paling indah yang didalamnya terdapat
kehidupan, gunung–gunung menjulang tinggi menghiasi bumi, Manusia, hewan,
dan tumbuhan serta lingkungan alam Saling berinteraksi satu sama lainnya di atas
muka bumi ini. Permukaan bumi yang menarik tersebut, dibentuk oleh proses–
proses tektonik yang sangat lambat seperti pengangkatan, sedimentasi, erosi, yang
merubah bentuk muka bumi, perubahan tersebut terjadi seragam sepanjang sejarah
geologi (konsep Unifromitarianisme Hutton-lyell). Akan tetapi muka bumi juga
dipahat oleh proses tektonik yang sangat dasyat seperi vulkanisme, gempa bumi,
dan peristiwa-peristiwa besar lainnya seperti jatuhan meteorit yang bisa merubah
bentuk muka bumi ini (azas malapetaka / konsep katastropisme). Charles lyell
(1830), Dalam bukunya principle of geology, memberikan gambaran yang jelas
tentang evolusi bumi dengan contoh Grand Canyon di sungai Colorado
yang menoreh lembah 1 mil sepanjang 200 mil. (Malik, t.t)

Konsep Tektonik Lempeng menjelaskan bahwa kulit bumi terdiri


atas beberapa bagian lempeng yang tegar, yang bergerak satu terhadap lainnya, di
atas massa liat astenosfir yang kecepatannya rata-rata 10 cm/tahun atau 100
KM/10 juta tahun (Morgan, 1968; Hamilton, 1970, dalam Alzwar, et al., 1987).
Dalam konseptektoniklempeng tersebut, lempeng-lempeng (plate) kulit bumi
bergerak dari punggungan tengah samudera (mid oceanic ridge), dimana
dibentuknya kerak baru, menuju garis busur vulkanik lainnya dan menuju rantai
pegunungan aktif. (Zakaria, 2007)

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pergerakan Lempeng

Kebanyakan ahli geologi modern percaya arus konveksi di astenosfer


adalah kekuatan pendorong untuk gerakan lempeng. Energi panas di pusat planet
ini dibawa ke permukaan oleh arus. Saat mereka mencapai permukaan, arus
dingin dan mulai tenggelam kembali ke tengah. Di bawah kerak, tekanan yang
diberikan pada bagian bawah piring oleh arus konveksi membantu untuk
mendorong piring bersama. Lempeng bergerak pada tingkat sekitar 1 inci (2,5 cm)
per tahun. Piring tercepat bergerak lebih dari 4 inci (10 cm) per tahun.
Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer
samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pelepasan panas dari mantel
telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan lempeng
tektonik. Pandangan yang disetujui sekarang, meskipun masih cukup
diperdebatkan, adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang
membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat
pergerakan lempengan.

2
Pada waktu pembentukannya di mid ocean ridge, litosfer samudera pada
mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya,
tetapi kepadatan ini meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya
pendinginan dan penebalan. Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif
terhadap astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel
yang dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan
penggerak-pergerakan lempengan. Kelemahan astenosfer memungkinkan
lempengan untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi
Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak-pergerakan
lempengan, masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan adanya
lempengan seperti lempengan Amerika Utara, juga lempengan Eurasia yang
bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. Sumber penggerak ini
masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan ilmuwan ilmu
bumi.

Untuk lebih memahami mengenai penyebab pergeseran lempeng tektonik. Ada


baiknya mengetahui apa itu gerakan tektonik. Gerakan tektonik sendiri merupakan
proses pergerakan dari kerak bumi sehingga mengakibatkan tinggi rendahnya
permukaan bumi. Sehingga gerakan tektonik sangat erat kaitannya dengan bentuk
relief permukaan bumi. Sebab hasil dari gerakan tektonik akan menimbulkan
lipatan, lekukan, retakan dan juga patahan. Gerakan tektonik dibagi menjadi 2
bagian yaitu:

1. Gerakan Epirogenetik

Gerakan ini merupakan gerakan naik dan turunnya kulit bumi dengan
menggunakan tenaga yang lambat dan di daerah yang cukup luas. Gerakan
epirogenetik sendiri dibagi menjadi 2 yaitu gerakan epirogenetik positif
(mengarah ke bawah, akibatnya daratan menjadi turun, dan air laut seolah – olah
naik) dan gerakan epirogenetik negatif (mengarah ke atas, akibatnya muncul
gunung atau bukit dan air laut seolah – olah turun).

2. Gerakan Orogenetik

3
Gerakan ini lebih cepat dibandingkan dengan gerakan epirogenetik serta memiliki
di daerah yang memiliki ruang lingkup sempit. Bentuk dari gerakan orogenetik
berupa lipatan, retakan dan juga patahan.

 Patahan yang dihasilkan juga terbagi menjadi 2 yaitu: Graben, patahan


yang lebih rendah dan Horst patahan yang lebih tinggi. Kedua patahan
tersebut sebagai akibat dari gaya renggangan pada lempeng.
 Selain patahan, lipatan juga terbagi menjadi 2 yaitu: Antiklinal, lipatan
yang lebih tinggi dan Sinklinal, lipatan yang lebih rendah. Kedua lipatan
diakibatkan adanya kompresi lempeng.

Gerakan lempeng ternyata menghasilkan bagian yang dinamakan batas lempeng.


Batas lempeng tersebut dibagi menjadi 3 bagian yaitu, batas lempeng divergen,
batas lempeng konvergen dan batas lempeng sesar.

2.2 Faktor Penyebab Pergerakan Lempeng Tektonik

Pergerakan lempeng ini membutuhkan sebuah energi. Energi ini berasal


dari selaput bumi yang merupakan gumpalan yang berwujud besar yang terletak
di bawah lempeng tektonik. Ketebalan dari selaput bumi ini mencapai 2.800 km,
terdiri atas meteri bebatuan berupa senyawa silikat, tersusun sangat rumit dan
beberapa bagian bahkan keselurahannya melebur. Bukan berarti selaput ini
berwujud cair, namun agak lembek dan sangat lengket serta memiliki suhu dan
tekanan yang sangat tinggi.

Semakin ke dalam suhu selaput bumi akan semakin panas. Oleh karena
perbedaan suhu antara selaput bumi bagian atas dengan selaput bumi bagian
bawah, maka hal tersebut membuat selaput bumi menjadi terus bergerak. Proses
perbedaan suhu ini menghasilkan arus yang bermuatan sangat besar yang terus
bergerak dari bawah ke atas secara berputar. Arus inilah yang menyebabkan
lempeng tektonik dapat bergerak.

Hal tersebut terjadi karena selaput bumi bagian bawah berusaha untuk
memindahkan material – materialnya yang sangat panas ke bagian atas, sebab

4
terjadi perbedaan ketebalan antara lapisan bawah dengan lapisan atas selaput
bumi. Lapisan atas selaput bumi cukup tebal dan beras sehingga beberapa
bagiannya akan turun ke bawah yang bersuhu lebih panas. Proses ini berlangsung
secara terus menerus tanpa henti.

Para ahli berpendapat, sekitar 300 juta tahun yang lalu di bumi hanya
terdapat satu benua yang berukuran sangat luas yang bernama Pangea. Seiring
berjalannya waktu, benua ini perlahan – lahan berpisah sehingga menghasilkan
Gondwana dan Laurasia. 65 juta tahun yang lalu, Laurasia terpecah menjadi
Amerika Utara dan Eurasia, dan saat itu juga Amerika Selatan menjauh dari
Afrika Selatan. 10 juta hingga 20 juta tahun yang lalu, Amerika Utara bergabung
dengan Amerika Selatan dan Benua India bersatu dengan Eurasia, sedangkan
Australia terpisah dengan Antartika. Hingga saat ini, benua Australia pada setiap
tahunnya semakin bergerak ke arah utara sekitar 7 cm, ditambah Australia berada
di atas lempengan tektonik yang memiliki pergerakan paling cepat di antara
lempeng tektonik yang lain. Akibat dari pergerakan lempeng – lempeng
tersebutlah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

2.3 Jenis-jenis Batas Lempeng

Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut
bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing
berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas
lempeng tersebut adalah:
1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan
mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar
transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral
(ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke
kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini
adalah Sesar San Andreas di California.
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi
ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge
dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen

5
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi
jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga
membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah
yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng
mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona
subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak
bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan
saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan
pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini
dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau
Jepang (Japanese island arc). Batas konvergen dibagi kembali menjadi
tiga, yaitu:
1. Bila 2 lempeng samudra yang saling mendekat, lempeng yang satu
akan menghunjam kebawah lempeng yang lain membentuk busur
kepulauan.
2. Bila lempeng benua dan lempeng samudra yang saling mendekat,
maka lempeng samudranya akan menghunjam kebawah lempeng b
enua, membentuk pegunungan uplift seperti Andes.
3. Bila 2 lempeng benua yang saling mendekat, terjadilah peristiwa t
umbukan (collision), membentuk pegunungan lipatan seperti Hima
laya.
Selain 3 jenis batas lempeng diatas, terdapat juga plate boundary zone, dimana
interaksi antar lempengnya belum diketahui. Dan pada umumnya, plate boundary
zone melibatkan paling tidak 2 lempeng besar dan beberapa microplate yang
bergerak dengan cukup rumit, sehingga pada daerah tersebut terdapat fitur geologi
yang kompleks dan pola gempa bumi. Contoh dari plate boundary zone adalah
daerah Mediterranean-Alpine yang merupakan batas antara lempeng Eurasia dan
Afrika, dimana terdapat kenampakan subduksi, kolisi, dan transform fault.

6
BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Lempeng tektonik terbentuk oleh kolaborasi antara lempeng benua dan
lempeng samudera dan upper mantle yaitu lithosfer mengapung diatas asthenosfer
yang lebih plastis dan selalu aktif mencari keseimbangan pada bumi, dimana
kegiatan-kegiatan tektonika tersebut akan merubah bentuk muka bumi baik
ketinggian ekstrim sampai palung yg sangat dalam, itu semua bisa disebabkan
oleh proses tektonika ataupunnon-tektonika. Ada 3 jenis pergerakan lempeng :

1. Transform (pergeseran).
2. Divergent (penarikan atau saling menjauhi).
3. Convergent (pertemuan atau pergesekan).