Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PERSIAPAN PENYEMPURNAAN

PENGARUH VARIASI WAKTU TERHADAP PROSES PENGURANGAN BERAT PADA


KAIN POLIESTER

GRUP : 2K3
KELOMPOK 3

M. RIZAL NASHIRUDIN W.P (18020052)


NIDA ALYA N. (18020058)
PNIEL EKA (18020063)
RESTY SEPTIANI (18020069)

DOSEN :
ASISTEN : Eka O., S.Teks
:

POLITEKNIK STT TEKSTIL


BANDUNG
2019
I. Maksud dan Tujuan
 Maksud
: Melakukan proses pengurangan berat dengan variasi waktu pada kain poliester
 Tujuan : Memahami mekanisme dan tujuan proses WR,mengetahui faktor-faktor

yang mempengaruhi WR, menganalisa dan mengetahui hasil WR.

II. Teori Dasar

1. Poliester
Serat Poliester adalah salah satu serat sintetis yang paling banyak digunakan. Serat
sintetis organik ini dibentuk oleh polikondensasi dari asam bervalensi dua (terephtalat asam)
dan dialcohol (glikol etilena). Proses yang digunakan untuk memperoleh polimer ini adalah
melalui melt spinning (pemintalan leleh) dengan panas peregangan 400%.
1.1 Sifat Sifat Poliester
Poliester memiliki penampang membujur berbentuk silinder dengan dinding kulit tebal,
dan penampang lintang bulat dengan bintik-bintik di dalamnya. Gambar berikut
memperlihatkan penampang melintang dan membujur serat poliester

Gambar 1.1 Penampang Serat Poliester

1.2 Sifat Serat Poliester


Serat polyester memiliki daya serat yang jelek karena bersifat hidrofobik(alias tidak
suka dengan air), dengan Moisture Regain sekitar 0.4 %, karena MR yang kecil pencelupan
memerlukan temperature yang tinggi dan menggunakan zat warna disperse/kecuali
menggunakan bahan kimia bantuan yang sering dinamakan dengan carier sehingga dapat
dicelup dengan temperature seratur derajat celcius. Serat ini tahan panas sampai sekitar 200
derajat celcius dan akan meleleh pada suhu 250 derajat celcius, sifat elastic yaitu pada
penarikan 8% dapat kembali kebentuk semula sampai 80%. Sifat terhadap bahan kimia, tidak
tahan terhadap alkali kuat, tahan terhadap asam, larut dalam metal salisilat dan M cresol, jika
dibakar akan mengeluarkan asap hitam, tidak meneruskan pembakaran, meleleh dan
meninggalkan bulatan keras, kestabilan dimensi, jika telah dilakukan heat setting akan baik.
Kekuatan sekitar 4.5 sampai 7 g/denier dan mulur 25 sampai 11%.

2. Pengurangan Berat
Proses pengurangan berat merupakan proses pengikisan permukaan serat polyester
dengan larutan alkali pekat pada suhu didih sehingga berat kain berkurang dan bahan tersebut
menjadi lemas, lembut, dan tipis seperti sutera (silky) yang bersifat permanent. Tujuan dari
serat polyester dikerjakan dalam larutan alkali adalah untuk mendapatkan pegangan kain yang
lembut seperti sutera. Pengaruh hidrolitik dari soda kostik akan menyebabkan kulit luar dari
serat polyester terkelupas dan penampang serat polyester mengecil. Pengerjaan ini
dimaksudkan untuk membuat serat selemas mungkin tanpa mengurangi kekuatan serat terlalu
banyak. Pengurangan berat serat akibat pengerjaan dengan alkali berkisar antara 5 – 20 %
tergantung jenis dan anyaman kain serta hasil pegangan yang diinginkan.

3. Metode Pengurangan Berat


Ada banyak metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah metoda
exhaust/perendaman suhu dan tekanan tinggi menggunakan mesin HT-dyeing. Kain yang telah
mengalami pengurangan berat akan terasa lebih lembut dan langsai. Selain metode exhaust,
terdapat metode lagi pada proses pengurangan berat yangtergantung dari jenis mesin yang
tersedia seperti ; Metoda exhaust/perendaman pada suhu dan tekanan tinggi, Metoda pad-Rol-
Batching, Metoda pad-steam, Metoda pad-cure, dan Metoda pad-radia

4. Waktu
Waktu perendaman kain poliester di dalam larutan NaOH akan berpengaruh terhadap
pengurangan berat. Semakin lama waktu perendaman maka semakin tinggi persen
pengurangan berat karena semakin banyak pula permukaan serat yang terkikis.

III. Data Pengamatan


3.1 Alat dan Bahan

Alat : Bahan :
1. Kain Poliester
1. Pengaduk kaca
2. Asam Asetat encer
2. Timbangan digital
3. NaOH Kripik
3. Beaker Glass
4. Air
4. Pipet Ukur

3.2 Resep WR
NaOH Keripik : 2 g/L
Zat anti digomer : 1 ml/L
Vlot : 1:20
Suhu : 130oC
Waktu : 20,30,40 dan 50 menit
Resep Sabun
Teepol : 2ml/L
Suhu : 60oC
Waktu :10 menit
Vlot : 1 : 30
3.3 Fungsi Zat
NaOH : Zat yang menghidrolisa serat poliester
Zat anti oligomer : mencegah oligomer terbentuk dan agar oligomer tidak tertahan
di kain dan mesin.
Zat pembasah : membantu kain agar mudah terbasah

3.4 Skema Proses

Kain

100oC

menit
0 5 15 75
3.5 Diagram Alir

Timbang Bahan

Menyiapkan kain dan zat sesuai resep

Proses weight reduce

pencucian

Penetralan

Pengeringan

Evaluasi (uji berat kain)


3.6 Data Pengamatan

NAMA BERAT AWAL BERAT AKHIR %PENGURANGAN BRAT WAKTU VARIASI

M. RIZAL 2,88 g 2,80 g 2,77 % 20 menit


NIDA 2,91 g 2,78 g 4,46 % 30 menit
PNIEL 2,98 g 2,86 g 4.02 % 40 menit
RESTI 2,80 g 2,58 g 7,86 % 50 menit

IV. PERHITUNGAN

RIZAL

Larutan : 2,88 x 20 =57,6 ml/L

NaOH : x57,6 =0,1152 g/l

WA : x 57,6 =0,0576 ml/L


Anti oligomer : x 57,6 =0,0576 ml/L

Air : 57,6 – 0,2304 =57,3696

NIDA

Larutan : 2,91 x 20 =57,6 ml/L

NaOH : x57,6 =0,1152 g/l

WA : x 57,6 =0,0576 ml/L

Anti oligomer : x 57,6 =0,0576 ml/L

Air : 57,6 – 0,2304 =57,3696

PNIEL

Larutan : 2,98 x 20 =59,6 ml/L

NaOH : x59,6 =0,1092 g/l

WA : x 59,6 =0,0596 ml/L

Anti oligomer : x 59,6 =0,0596 ml/L

Air : 59,6 – 0,2304 =59,3696

RESTY

Larutan : 2,80 x 20 =56 ml/L

NaOH : x56 =0,11 g/l

WA : x 56 =0,06 ml/L
Anti oligomer : x 56 =0,06 ml/L

Air : 56 – 0,23 =55,77

PERHITUNGAN PROSES CUCI PANAS

RIZAL

Larutan : 2,88 x 30 = 86,4 ml/L

Teepol : 0,1728 ml/L

Air : 86,4 – 0,1728 = 86,2272 ml/L

NIDA

Larutan : 2,91 x 30 = 87,3 ml/L

Teepol : 0,1746 ml/L

Air : 87,3 - 0,1746 = 87,1254ml/L

PNIEL

Larutan : 2,98 x 30 = 89,4 ml/L

Teepol : 0,1788 ml/L

Air : 89,4 – 0,1788 = 89,2212ml/L

RESTY

Larutan : 2,80 x 30 = 84 ml/L

Teepol : 0,168 ml/L

Air : 84 – 0,168 = 83,832 ml/L

grafik
Grafik Variasi Waktu Terhadap Persen Pengurangan Berat Kain Poliester

V. DISKUSI
Proses pengurangan berat tujuan utamanya adalah untuk memperoleh kain poliester
yang lembut,halus dan langsai. Serat poliester mempunyai sifat ketahanan yang jelek
terhadap alkali kuat dan suhu tekanan tinggi, sifat inilah yang dimanfaatkan pada
proses pengurangan berat. Pada dasarnya alkali kuat sepersi NaOH Keripik akan
menghidrolisa serat poliester membentuk natrium tereftalat yang larut dalam air.
Bagian kain poliester yang menjadi sasaran hidrolisa adalah bagian permukaan serat
terutama bagian amorfnya dan perlahan masuk kedalam inti serat lalu bagian kristalin.
Dengan adanya hidolisa ini kain mengalami penkikisan permukaan bahan, sehingga
berat kain berkurang ,kain menjadi agak tipis dan lembut. Pada proses pengerjaan
pengurangan berat pada kain poliester dengan NaOH keripik ini, dalam resep yang
digunakan ada yang kami bedakan pada proses perendamannya yaitu waktu rendam
darii 20 menit,30 menit,40 menit,50 menit dan semakin lama waktu perendaman
dengan rentang waktu 50 – 60 menit, maka persen pengurangan berat kain poliester
semakin tinggi.
Hal ini terjadi karena NaOH menghidrolisa serat poliester dimulai dari bagian
amorf. Semakin lama waktu perendaman maka semakin banyak bagian serat yang
terhidrolisa yang menyebabkan serat kehilangan beratnya.

VI. Kesimpulan
Pada pengerjaan pengurangan berat pada kain poliester dengan NaOH Keripik,
semakin lama waktu perendaman dengan rentang waktu 20 – 50 menit, maka persen
pengurangan berat kain poliester semakin tinggi
Daftar Pustaka

Muhammad Ichwan, dkk. 2004. Pedoman Praktikum Teknologi Persiapan Penyempurnaan Tekstil.
Bandung : Institut Teknologi Tekstil.

Astuty, d. T. (2010, Mei 8). Pembahasan. Retrieved from Tekhnologi Tekstil:


http://thessatriyas.blogspot.com/2010/05/pembahasan.html

Zulendzra. (2012, April 7). Persiapan Poliester. Retrieved from Mixing Education and Hobby.: http://silky-
wool.blogspot.com/2012/04/persiapan-poliester.html