Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

HIDROLOGI

Dosen Pengampu :
Fitra Delita, S.Pd, M.Si

Disusun Oleh :
Febiyola Valentina Lumbanraja

317 333 1015

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
BAB I
PENDAHULUAN

Identitas buku

Buku I

Judul : Dasar-dasar hidrologi

Penulis : Ersin seyhan

ISBN : 979-420-176-6

Penerbit : Gadjah mada university press

Tahun terbit : 1995

Urutan cetakan : cetakan ketiga

Dimensi buku : 14,5 x 21 cm

Tebal buku : 380 halaman

Buku II

Judul

2
BAB II
PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REPORT

A. latar belakang masalah


Mata kuliah hidrologi seharusnya memiliki buku yang sesuai dengan mata
kuliah hidrologi akan tetapi mata kuliah hidrologi masih memerlukan banyak
buku sebagai panduan dan penunjang untuk mahasiswa yang mengambil mata
kuliah hidrologi demi kelangsungan proses perkuliahan hidrologi. Minimnya buku
hidrologi yang tersedia membuat mahasiswa merasa sulit dalam mengkaji atau
memahami mata kuliah hidrologi.
Buku hidrologi yang tersedia masih kurang bagus dari segi penyampaian
materi serta penggunaan EYD yang belum efektif. Berdasarkan itu perlu
dilakukannya critical book report agar buku hidrologi kedepannya menjadi lebih
bagus lagi dari sebelumnya.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa isi dari buku dasar-dasar hidrologi
2. Apa kelebihan serta kelemahan buku dasar-dasar hidrologi

C. Kajian teori
Kajian teori yang digunakan yaitu dengan meringkas isi buku tersebut dari setiap
buku serta mencantumkan identitas buku.

D. Metode
Menganalisis serta mengevaluasi buku.

Tujuan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui isi dari buku dasar-dasar hidrologi
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dasar-dasar hidrologi

3
BAB III
PEMBAHASAN BUKU SECARA UMUM

a. Sinopsis buku
Pada bagian pendahuluan buku ini menjelaskan mengenai batasan, sejarah
singkat serta hubungan hidrologi dengan pelbagai disiplin ilmu.
Pada bagian kedua yaitu tanggapan sistem yang menjelaskan mengenai
konsep sistem, tanggapan daerah aliran sungai-daur hidrologi serta persamaan
neraca air.
Pada bagian ketiga dalam buku ini membahas mengenai presipitasi yang
mencakup mengenai tipe-tipe presipitasi baik dalam klasifikasi genetik maupun
dari segi klasifikasi bentuk. Peda bagian ini juga membahas mengenai keragaman-
keragaman presipitasi, ukuran dan laju jatuhnya tetesan hujan, pengukuran
presipitas yang mencakup persyaratan penakar hujan dan alat-alat pengukur
presipitasi.
Presipitasi juga mambahas mengenai penyajian agihan-titik presipitasi
serta pemrosesan data presipitasi: karakteristik ruang-waktu yang mencakup
penentuan agihan kawasan yaitu rata-rata aritmatik, polygon thiessen, polygon
dengan tinggi yang dikoreksi, metode isoyet, persen metode normal, serta metode
kebalikan kuadrat jarak (terbalik). penambahan catatan presipitasi, analisis jeluk-
luas-lama hujan serta membahas pemrosesan data presipitasi: penerapan desain
meliputi analisis jeluk-lama hujan-frekuensi, analisis intensitas-lama hujan-
frekuensi, transformasi curah hujan titik dengan curah hujan kawasan serta
intersepsi.
Bagian keempat dalam buku ini adalah infiltrasi yang membahas tentang
lengas tanah, kepentingan praktis infiltrasi, faktor-faktor yang mempengaruhi
infiltrasi, keragama waktu kapasitas infiltrasi serta penentuan laju-laju infiltrasi.
Bagian kelima yaitu evapotranspirasi yang mencakup mengenai fisika
evaporasi, terminologi evaporasi, pengukuran evaporasi, penaksiran evaporasi
serta pengurangan evaporasi.

4
Bagian keenam membahas tentang limpasan permukaan dan hidrologi
sungai yang mencakup faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan, keragaman
stokastik dalam limpasan, pengukuran limpasan, hubungan tinggi air dan debit,
keragaman limpasan, hubungan curah hujan dengan limpasan, konsep hidrograf,
serta penaksiran limpasan.
Bagian ketujuh buku ini membahas mengenai air tanah yang mencakup
tempat dan asal mula air tanah, gerakan air tanah aras-aras dan fluktuasi air tanah,
hubungan antara air permukaan dan air tanah, produksi (hasil) air tanah yang
aman, pengisian kembali secara buatan serta penelitian-penelitian permukaan dan
bawah permukaan air tanah.
Pada bagian delapan dalam buku ini membahas mengenai hidrologi hutan
yang mencakup neraca air kawasan hutan, kondisi-kondisi dalam hutan,
presipitasi, intersepsi, evapotranspirasi, infiltrasi, serta aliran permukaan.

BAB II – JARINGAN PENGAMATAN HIDROLOGI

2.1 Pengertian Umum Buku I


Dalam mempersiapkan data untuk analisis hidrologi untuk berbagai
kepentingan pengembangan sumber daya air, seorang hidrologi dihadapkan pada
2 masalah pokok yaitu:
1. ketetapan tentang jumlah stasiun hujan dan statsiun hirometri yang akan
digunakan dalam analisis, termasuk didalamnya pola penyebaran stasiun
dalam DAS yang bersangkutan
2. berapa besar ketelitian yang dapat dicapai oleh suatu jaringan pengamatan
dengan kerapatan tertentu.
Secara umum dapat dikatakan bahwa pengembangan ilmu alam didasarkan
atas pengukuran dan pengamatan. Oleh sebab itu, setiap hipotesis atau teori hanya
dapat dibuktikan apabila tersedia informasi yang didapat dari pengukuran
terhadap fenomena yang bersangkutan. Pengertian pengamatan dan pengukuran

5
dapat dilihat dari sudut pandang yaitu, dilihat dari keberadaan air di bumi, segi
kualitan dan kuantitas, segi dimensi dan proses dan fungsinya.
Dalam kaitan ini dapat disimpulkan bahwa jaringan mempunyai fungsi sangat
penting yaitu mengurangi variabilitas besaran kejadian atau mengurangi
ketidakpastian dan meningkatkan pemahaman terhadap besaran yang terukur
maupun terinterpolasi. Dalam kenyataan semua faktor yang mempengaruhi
rencana pengembangan jaringan tersebut selalu berubah sebagai fungsi waktu,
baik keterikatan, variabilitas data lebih-lebih nilai sosio-ekonomi dan ketelitian
yang dikehendaki oleh pemakai data. Hal tersebut diperlukan, karena dalam
jaringan stasiun hujan , perbedaan jumlah stasiun yang digunakan dalam
memperkirakan besar hujan yang terjadi dalam suatu DAS memberikan perbedaan
dalam besaran hujan yang didaptkan

2.2 Pengertian Umum Buku II


Secara umum analisis hidrologi merupakan satu bagian analisis awal
dalam perancangan banguna-bangunan hidraulik. Pada dasarnya didalam
perancangan bangunan hidraulik peranan faktor teknis dapat menjadi kecil, tetapi
faktor-faktor nonteknis menjadi berperan penting. Faktor-faktornya adalah : faktor
ekonomi, sosial, politik, keamanan dan teknis. Pertimbangan sosial dan ekonomi
dan faktor nonteknis lain paling menentukan, misalnya berapa luas daerah yang
akan dilindungi, dan kaitannya deengan sistem drainase.
Didalam hidrologi . salah satu aspek analisis yang diharapkan dihasilkan
adalah untuk menunjang perancangan bangunan-bangunan hidraulik adalah
penetapan besaran-besaran rancangan, baik hujan, bajir maupun unsur hidrologi
lainnya. Hal ini merupakan suatu masalah yang cukup rumit karena di satu pihak
dituntut hasil yang memadai namun di pihak lain sarana yang diperlukan untuk itu
sering tidak memadai. Yang dimaksudkan disini adalah cara hitungan yang sesuai
dan informasi yang dibutuhkan untuk dapat menggunakan cara-cara hitungan
tertentu. Hal ini merupakan satu topik bahasan tersendiri yang sangat luas.
Seorang hidrologi lebih banyak dihadapkan pada tiga buah pertimbangan :
jenis, sifat dan karakteristik DAS yang diketahui; ketepatan pemilihan model dan

6
resiko yang akan ditanggung. Dalam hubungan ini perlu diperhatikan adanya
beberapa kelemahan umum dalam hidrologi Indonesia, diantaranya :
1. kualitas data yang tidak sebaik yang diharapkan, baik tagihan waktu maupun
ruangnya
2. kesulitan memperoleh data yang dibutuhkan, yang diantaranya disebabkan
karena pengelolaan yang kurang terkoordinasi antara beberapa instansi
3. rencana pengembangan daerah yang tidak selalu dapat diketahui sebelumnya,
sehingga menyulitkan rencana pengembangan jaringan hidrologi.
2.3 Hidrologi di Indonesia
Ilmu hidrologi di dunia sebenarnya ada sejak orang mulai
mempertanyakan dari mana asal muasal air yang berada di sekelilingnya, baik
dalam bentuk mata air, selokan, sungai, danau, rawa maupun air yang berada
dalam tanah dan dalam tumbuh-tumbuhan. Ketidakmampuan para pendahulu
dalam menetapkan pengertian yang tepat karena didasari pada anggapan bahwa:
1. tanah terlalu kedap sehingga tidak memungkinkan air masuk ke dalam tanah
2. jumlah hujan tidak cukup banyak untuk dapat menimbulkan air sebesar yang
dilihat di sungai danau dan sebagainya.
Mulai awal tahun 1970-an ilmu hidrologi berkembang cukup pesat,
diantaranya ditandai
dengan cukup banyaknya pertemuan-pertemuan ilmiah dalam bentuk seminar,
lokakarya, diskusi yang mempersoalkan peran ilmu hidrologi di berbagai bidang
keinsinyuran. Didukung oleh suasana pembangunan secara keseluruhan,
perkembangan ilmu hidrologi secara kualitatif dan kuantitatif menjadi sangat
pesat. Peran para konsultan asing yang jumlahnya cukup banyak, juga sangat
besar. Selain cara-cara analisis baru diperkenalkan, akan tetapi dengan adanya
“transfer of knowledge” tenaga dalam negeri juga mendaptkan tambahan
pengetahuan yang sangat berarti dan cakrawala yang lebih luas.
1.3 Konsep Dasar
a) Daerah Aliran Sungai merupakan daerah dimana semua airnya mengalir
kedalam suatu sungai yang dimaksudkan. Daerah ini umumnya dibatasi oleh
batas topografi, yang berarti ditetapkan berdasarkan aliran air di permukaan.

7
b) Daur Hidrologi , matahari merupakan sumber tenaga bagi alam. Dengan
adanya tenaga tersebut maka dari seluruh permukaan dibumi akan dapat
terjadi penguapan, baik dari muka tanah, permukaan pohon-pohonan dan
permukaan air. Penguapan yang terjadi dari permukaan air dikenal dengan
evaporasi sedangkan penguapan yang terjadi dari permukaan pohon-pohonan
dikenal dengan transpirasi.
c) Akuifer , dalam kaitan ini ada dua istilah pokok yang dikenal, yaitu lapisan
telap, akuifer ditakrifkan sebagai formasi geologi yang mampu menahan dan
melepaskan air dalam jumlah yang cukup dan lapisan tak telap yang
merupakan formasi geologi yang dapat menyimpan air.
d) Daur Limpasan , unsur-unsur proses hidrologi yang tersangkut dalam
pengalihragaman hujan menjadi debit cukup banyak. Setaip unsur tersebut
memiliki sifat yang khas, tetapi juga mempunyai sifat ketergantungan
terhadap unsur lain secara khas pula. Daur limpasan ini memiliki pengertian
kapasitas lapangan, yaitu kemampuan tanah maksimum untuk menahan air
terhadap gaya gravitasi dan soil-moisture-deficiency yaitu perbedaan antara
kapasitas lapangan dengan kadar air tanah pada suatu saat.

b. Penilaian buku
 Kelebihan buku
1. Buku 1 mengandung banyak materi yang dapat membantu
mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugasnya
2. Bahan materi yang ada pada buku 1 dan 2 disampaikan
dengan penjelasan pada setiap poin-poinnya
3. Buku ini dapat dijadikan sebagai buku pegangan
mahasiswa dalam mata kuliah hidrologi karena memiliki
materi yang cukup bagus dalam menunjang perkuliahan
hidrologi.
4. Penyampaian materi disertai dengan beberapa gambar pada
buku pertama

8
5. Adanya rumus dan cara penyelesaian salah satu contoh soal
 Kelemahan buku
1. Cover buku masih kurang menarik
2. Gambar yang ada tidak berwarna
3. Terdapat beberapa kalimat yang kurang baku
4. Terdapat beberapa kalimat yang sulit untuk dipahami

c. Analisis critical book report


 Tujuan
Tujuan dalam critical book ini adalah agar penulis dapat mengetahui
kelemahan dan kelebihan buku sehingga penulis dapat merevisi ulang mengenai
kelemahan yang terdapat dlam bukunya.
Critical book ini juga bermanfaat untuk pengkritik buku yaitu dalam
menambah pegetahuan dan wawasan serta bagi pembaca dapat mengetahui bahwa
dalam hal belajar tidak hanya berpatokan pada satu buku saja dan lihatlah
relefansi buku tersebut
 Isi

Isi dalam buku ini cukup bagus serta sangat luas cakupannya dan memiliki
banyak materi yang salaing bersangkutan mengenai hidrologi.

 Penilaian kualitas buku

Buku ini sangat bagus untuk dijadikan sebagai salah satu buku dalam mata
kuliah hidrologi meskipun terdapat beberapa hal yang masih perlu diperbaiki
dalam buku ini seperti masih terdapat kata-kata yang kurang baku.

9
BAB IV

PENUTUP

a. Kesimpulan
Kedua buku ini sangat bagus karena penyampaian materi hidrologi
di dalamnya memiliki cukupan yang luas serta memiliki beberapa
kelebihan yaitu Buku mengandung banyak materi yang dapat membantu
mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, Bahan materi yang ada
pada buku disampaikan dengan penjelasan pada setiap poin-poinnya, Buku
ini dapat dijadikan sebagai buku pegangan mahasiswa dalam mata kuliah
hidrologi karena memiliki materi yang cukup bagus dalam menunjang
perkuliahan hidrologi, Penyampaian materi disertai dengan beberapa
gambar dan adanya rumus dan cara penyelesaian salah satu contoh soal.
Akan tetapi buku ini juga masih perlunya perbaikan dilihat dari
beberapa kekurangan buku seperti, Cover buku masih kurang menarik,
Gambar yang ada tidak berwarna, dan terdapat beberapa kalimat yang
kurang baku serta beberapa kalimat yang sulit untuk dipahami.

b. Saran
Buku ini sudah sangat bagus namun masih perlu dilakukan
perbaikan pada bagian-bagian tertentu agar pembaca merasa tertarik untuk
membaca buku ini dikemudian hari nantinya

10
Daftar pustaka

Seyhan,Ersin. 1995. Dasar-dasar Hidrologi. Yogyakarta: Gadjah mada


university press.

11

Anda mungkin juga menyukai