Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ANALISIS LEVERAGE

Disusun oleh :
Suteja Permana 0117103028

UNIVERSITAS WIDYATAMA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Konsep operating dan financial Leverage bermanfaat untuk analisis,
perencanaan dan pengendalian keuangan. Dalam manajemen keuangan,
Leverage adalah penggunaan assets dan sumber dana (sources of founds) oleh
perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar
meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Jika semua biaya
bersifat variabel, maka akan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam
menghasilkan laba. Tapi karena sebagai biaya perusahaan bersifat biaya tetap,
maka untuk menghasilkan laba diperlikan tingkat penjualan minimum
tertentu.
Biaya tetap adalah biaya yang tidak terkait dengan operasi perusahaan,
sehingga tidak ada kaitannya dengan penjualan perusahaan. Karena biaya
tetap tidak terkait dengan penjulan perusahaan, maka biaya ini menjadi risiko
yang hasus ditanggung oleh perusahaan. Biaya tetap perusahaan dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Biaya tetap operasi
Adalah biaya tetap dari aktivitas operasional perusahaan. Risiko yang
ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko operasional. Biaya ini seperti
biaya sewa gudang, biaya tenaga kerja bagian administrasi, dan lain-lain.
2. Biaya tetap keuangan
Adalah biaya tetap karena perusahaan menggunakan hutang sebagai
sumber pendanaan perusahaan. Risiko yang ditimbulkan dari biaya ini
disebut risiko keuangan. Biaya ini berupa biaya bunga.
3. Biaya tetap total
Adalah penjumlahan dari biaya tetap operasi dan keuangan. Risiko yang
ditimblkan dari biaya ini disebut risiko bisnis atau perusahaan.
Perusahaan menggunakan operating dan financial leverage dengan tujuan
agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya assets dan sumber
dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuangan pemegang saham.
Sebaliknya leverage juga menigkatkan variabilitas (risko) keuntungan, karena
jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari
biaya tetapnya maka penggunaan leverage akan menurunkan keuntungan
pemegang saham.

B. Batasan Masalah
Dari Latar belakang diatas kami batasi makalah ini hanya pada analasis
leverage financial

C. Rumusan Masalah
1. Apakah Pentingnya dan pengertian Leverage?
2. Bagaimanakah Leverage operasi?
3. Bagaimanakah Leverage Finansial?
4. Bagaiamanakah Leverage kombinasi?

2
5. Bagaimanakah Indefferent point?
6. Bagaiamanakah Analisis leverage operasi dan analisis leverage
finansial laporan keuangan perusahaan?

D. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pentingnya Dan Pengertian Leverage
2. Untuk Mengetahui Leverage Operasi
3. Untuk Mengetahui Leverage Finansial
4. Untuk Mengetahui Leverage Kombinasi
5. Untuk Mengetahui Indefferent Point
6. Untuk Mengetahui Analisis Leverage Operasi Dan Analisis
Leverage Finansial Laporan Keuangan Perusahaan

3
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian dan Pentingnya Leverage
Perusahaan dalam beroperasi selain menggunakan modal kerja, juga
menggunakan aktiva tetap, seperti tanah, bangunan, pabrik, mesin, kendaraan,
dan peralatan lainnya yang mempunyai masa manfaat jangka panjang atau
lebih dari satu tahun. atas penggunaaan aktiva tetap tersebut perusahaan harus
menanggung biaya yang bersifat tetap yaitu biaya tetap atau fixed cost. Di
samping itu untuk memnuhi kebutuhan dananya perusahaan bisa
menggunakan modal sendiri atau modal yang bersal dari pemilik, dan bisa
juga berasal dari perusahaan secara rutin akan membayar biaya bunga yang
merupakan beban tetap bagi perusahaan. Masalah leverage timbul karena
perusahaan menggunakan aset yang menyebabkan harus membayar biaya
tetap menggunkan hutang yang menyebabkan perusahaan menanggung beban
tetap. Dengan demikian Leverage adalah penggunaan aktiva atau sumber
dana di mana untuk penggunaan tersebut perusahaan harus menanggung
biaya tetap atau membayar beban tetap.
Leverage dibagi dalam dua macam yaitu (1) Leverage operasi atau
operating leverage dan (2) Leverage finansial atau finacial leverage.
Perusahaan menggunakan leverage operasi finansial dengan tujuan agr
keuntungan yang diperoleh perusahaan lebih besar daripada biaya aset dan
sumber dananya. Dengan demikian akan meningkatkan keuntungan bagi para
pemegang saham.
Leverage operasi adalah penggunaan aktiva yang menyebabkan
perusahaan harus menanggung biaya tetap berupa penyusutan. penggunaan
leverage operasi oleh perusahaan diharapkan agar penghasilan yang diperoleh
atas penggunaan aktiva tetap tersebut cukup untuk menutup biaya tetap dan
biaya variabel. sedangkan levereg finansial merupakan penggunaan dana
yang menyebabkan perusahaan harus menanggung beban tetap ini diharapkan
penghasilan yang diperoleh lebih besar dibanding dengan beban yang
dikeluarkan.
Bila dihubungkan dengan laporan rugi-laba leverage operasi dan leverage
finansial akan nampak sebagai berikut:

Penjualan xxx
Harga Pokok Penjualan xxx
Laba Kotor xxx Leverage Operasi
Biaya Operasi xxx
EBIT xxx
Bunga xxx
EBT xxx Leverage Finansial
Pajak xxx

4
B. Leverage Operasi
Seperti diuraikan di atas bahwa leverage operasi ini terjadi karena
perusahaan dalam beroperasi menggunkan aktiva tetap sehingga harus
menampung biaya tetap. leverage operasi mengukur perubahan pendapatn
atau penjualan terhadap keuntungan operasi. dengan mengetahui tingkat
leverage operasi, maka manajemen bisa menaksir perubahan laba operasi
sebagai akibat perubahan penjualan. ukuran leverage operasi adalah degree of
operating leverage (DOL), artinya bila DOL diketemukan 2, maka bila
penjualan naik atau penurunan penjualan, berarti 2 x 10% = 20%. semakin
tinggi DOL, perusahaan semakin berisiko, karena harus menanggung biaya
tetap semakin besar. untuk menghitung besarnya degree of operating leverage
bisa digunakan rumus:

perubahan dalam EBIT


DOL=
perubahan dalam sales

atau

S−BV Q( P−V )
DOL= =
S−BV −BT Q ( P−V )−BT

Cara lain untuk mencari koefisien DOL adlah dengan menyederhankan


persamaan menjadi:

Penjualan−Biaya Variabel
DOL=
EBIT

Dimana:

Q = Kuantitas
P = Harga per unit
V = Biaya Variabel per unit
BT= Biaya Tetap total
S = Penjualan
BV= Biaya Variabel total

C. Leverage Finansial
Leverge finansial terjadi akibat perusahaan menggunakan sumber dana
dari hutang yang menyebabkan perusahaan harus menanggung beban tetap.
Atas penggunaan dana pengaruh perubahan keuntungan operati (EBIT)
terhadap perubahan pendapatan bagi pemegang saham (EAT). yang
mempengaruhi pendapatan pemilik adalah besarnya EBIT yang diterima dan
struktur modal yang dipunyai. Ukuran tingkat leverage finasial adalah degree
of finacial leverage (DFL), dan untuk mengukut besarnya DFL bisa
digunakan rumus sebagai berikut:

5
EBIT Q(P−V )
DF L= =
EBIT −I Q ( P−V )−BT−I
Keterangan:
I = bunga
Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban
tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang
lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkat keuntungan
yang tersedia bagi pemegang saham. Financial leverage dengan demikian
menunjukan perubahan lab per lembar saham (earning per share atau EPS)
sebagai akibat perubahan EBIT.
Degree financaial leverage (DFL) seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya adalah perubahan laba per lembar saham (EPS) karena perubahan
laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Atau rasio antara persentase perubahan
EPS dibanding dengan persentase perubahan EBIT.
peruba h an EPS
DFL=
Peruba h an EBIT
Yang dapat diformulasikan menjadi:
∆ EPS
EP S
DFL=
∆ EBIT
EBIT
Persamaan sebenarnya dapat disederhankan:
EBIT
DFL=
EBIT −I −D p /(1−t)

D. Leverage Kombinasi
Kita juga bisa mengetahui secra langsung efek perubahan penjualan
terhadap perubahan laba unutk pemegang saham atau EAT yaitu combine
leverage. Combine leverage adalah pengaryh perubahan penjualan terhadap
perubahan laba setelah pajak. bila ditemukan combine leverage 3 artinya
perubahan penjualan 20% akan mempengaruhi laba setelah pajak sebesar 3 x
20% = 60%. Untuk menghitung degree of combine leverage sebagai berikut:

S−BV Q(P−V )
DCL= =
EBIT −I Q ( P−V )−BT −I

E. Indefferent Point
Dalam memenuhi sumber dananya, manajemen dihadapkan pada beberapa
alternatif sumber pendanaan. apakah dengan modal sendiri atau dengan
pinjaman (modal asing). Mana yang dipilih dari alternatif yang ada, tidak

6
menjadi masalah asal bisa meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham
yang diukur dengan earning per share (EPS) atau return ob equity (ROE).
Dalam memilih alternatif sumber dana perlu diketahui pada tingkat EBIT
berapa apabila dibelanjai dengan modal sendiri atau hutang menghasilkan EPS
atau ROE sama. EBIT pada kondisi di atas disebut indifferent point.
Indefferent point adalah tingkat EBIT yang dapat menyamakan keuntungan
bagi pemegang saham dengan modal sendiri. Pada indifferent point tersebut,
berapapun leverage faktor akan menghasilkan EPS atau RPE sama.

X (1−T ) ( X −c ) (1−T )
=
S1 S2

Dimana:
X = EBIT pada indifferent point
c = Bunga hutang
T = Pajak
S1 = Jumlah lembar saham bila dibelanjai modal sendiri
S2 = Jumlah lembar saham bila dibelanjai modal asing

7
BAB III
PENERAPAN LEVERAGE PADA PERUSAHAAN
A. Tentang Perusahaan
Lebih dari 25 tahun Industri PT. Seho Makmur bereksperimen dan
menciptakan perlengkapan keselamatan terutama sepatu keselamatan atau
yang sering disebut safety footwear and work boots. Perusahaan ini dibentuk
pada tahun 2004 dengan presiden direkturnya bernama Mr. Henry Kurniawan,
direkturnya bernama Mr. Poh Hong Lee dan Mr. Wong Sang Man dan
komisarisnya bernama Mr. Dharma A. Lubis. Total pegawai ± 460 orang.
Industri PT. Seho Makmur mempunyai sertifikat BS EN 345-1 of The
European Safety Standard & EN ISO 20345, American Standard of ASTM,
dan Standart Nasional Indonesia. Teknisinya dari SATRA Footwear
Technology Centre, U.K.
Kantor utama di Indonesia ada di Ruko Kebon Jeruk Permai Blok B-3 Jl.
Kebun Jeruk raya no.10, Jakarta Barat 11530. Pabriknya ada di Jl. Raya
Rancaekek km 24,5 Kawasan Industri PT. Dwipapuri Abadi Kav. M-10
Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat 45364, Indonesia.

8
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Laporan keuangan Perusahaan

PT. SEHO MAKMUR


PERHITUNGAN RUGI/LABA
PER 31 DESEMBER 2008
Penjualan Bersih Rp 24.255.865.949
Harga Pokok Barang yang Dijual Rp (17.145.103.245)
Laba Bruto Rp 7.110.762.704
Biaya Operasi
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Pegawai Rp 439.862.200
Biaya Kendaraan Rp 142.324.256
Biaya Kantor Rp 90.419.645
Biaya Kantor Jakarta Rp 875.900.953
Biaya Umum Rp 370.008.934
Total Biaya Adm dan Umum Rp 1.918.515.988
Biaya Penyusutan
Inventaris Gedung Rp 30.385.375
Inventaris Kantor Rp 12.681.634
Inventaris Kendaraan Rp 82.434.234
Inventaris Other Rp 14.057.675
Total Biaya Penyusutan Rp 139.558.918
Biaya Penjualan Rp 404.546.610
Total Biaya Operasi Rp (2.462.621.516)
Laba Kotor Rp 4.648.141.188
Biaya Lain-Lain
Jasa Giro Rp 7.472.928
Selisih Kurs Rp 554.169.950
Biaya Bunga Rp 226.356.579
Jumlah Biaya Lain-Lain Rp (773.053.601)
Laba Bersih Rp 3.875.087.587

9
PT. SEHO MAKMUR
NERACA
PER 31 DESEMBER 2008
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas Rp 8.552.730
Bank Rp 829.157.952
Piutang Dagang Rp 4.143.046.304
Piutang Lain Rp 37.811.038
Persediaan Rp 9.876.460.020
UM Pembelian Rp 284.756.620
Asuransi yang Dibayar
Dimuka Rp 26.447.838
UM Lain-lain Rp 120.833.900
Pajak yang Dibayar Dimuka Rp 857.085.839
Jumlah Aktiva Lancar Rp 16.184.152.241
Aktiva Tetap
Tanah Rp 889.250.000
Bangunan Rp 1.110.245.000
Akum. Peny. Inv. Bangunan Rp (30.385.375)
Rp 1.079.859.625
Mesin Rp 2.016.651.881
Akum. Peny. Inv. Mesin Rp (844.902.523)
Rp 1.171.749.358
Kendaraan Rp 338.833.905
Akum.Peny. Inv. Kendaraan Rp (162.373.095)
Rp 176.460.810
Inventaris Pabrik Rp 469.609.707
Akum. Peny. Inv. Pabrik Rp (301.234.774)
Rp 168.374.933
Inventaris Kantor Rp 57.012.573
Akum. Peny. Inv. Kantor Rp (34.413.800)
Rp 22.598.773
Inventaris Lain-lain Rp 56.230.700
Akum. Peny. Inv. Lain-lain Rp (40.505.616)
Rp 15.725.084
Jumlah Aktiva Tetap Rp 3.524.018.583
Jumlah Aktiva Rp 19.708.170.824

PASIVA
Hutang Jangka Pendek
Hutang Dagang Rp 4.319.445.646
Hutang BCA Loan Rp 1.100.000.000

10
Hutang R/K BCA Rp 2.240.901.115
Hutang Pajak Rp 96.434.271
Hutang Pemegang Saham Rp 4.356.444.349
Biaya ymh dibayar Rp 82.542.842
UM Penjualan Rp 193.421.457
Hutang Lain Rp 231.089.702
Total Hutang Rp 12.620.279.382
Modal
Modal Saham Rp 1.281.300.000
Sisa laba tahun lalu Rp 1.931.503.854
Laba tahun 2008 Rp 3.875.087.587
Jumlah Modal Rp 7.087.891.441
Total Pasiva Rp 19.708.170.823

Modal Saham
Henry Kurniawan 500 lbr USD 50.000 Rp 427.100.000
Poh Thong Chiew 501 lbr USD 50.000 Rp 427.100.000
Seho Co., Ltd 502 lbr USD 50.000 Rp 427.100.000
150.000 Rp 1.281.300.000

Hutang Pemegang Saham


Henry Kurniawan Rp 2.272.390.857
Seho Co., Ltd Rp 1.675.370.822
Poh Thong Chiew Rp 408.682.670
Rp 4.356.444.349

B. Degree of Operating Leverage


S−BV
DOL=
S−BV −BT

11
24.255 .865.949−370.008 .934
DOL=
24.255.865 .949−370.008.934−1 .548 . 507 . 054

23885857015
DOL=
22337349961

DOL=1,06

C. Degree of Financial Leverage


EBIT
DF L=
EBIT −I

4.648.141 .188
DF L=
4.648 .141.188−226.356 .579

4.648 .141.188
DF L=
4 . 421 . 784 . 609

DF L=1,05

D. Degree of Combine Leverage


S−BV
DCL=
EBIT −I
24.255 .865.949−370.008.934
DCL=
4.648 .141.188−226.356 .579
23885857015
DCL=
4 . 421. 784 . 609
DCL=5,4

12
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
DOL sebesar 1,06 berarti bahwa setia perubahan satu persen penjualan
atas dasar Rp 24.255 .865.949 akan mengakibatkan perubahan EBIT
sebesar 1,06% dengan arah yang sama. Atau dengan kata lain kenaikan
penjualan sebesar 10% akan mengakibatkan kenaikan EBIT sebesar 10% x
1,06 = 10,6%. Semakin besar DOL maka semakin besar pengaruh perubahan
penjualan terhadap perubahan EBIT. Yang berarti bahwa semakin besar DOL,
maka semakin besar tingkat risiko.
Degeree finaancial leverage (DFL) seperti telah dijelaskan sebelumnya
adalah perubahan laba per lembar saham (EPS) karena perubahan laba
sebelum bunga dan pajak. Atau rasio antara persentase perubahan EPS
dibanding dengan persentase perubahan EBIT.
Leverage kombinasi terjadi apabila perusahaan memiliki baik operating
leverage maupun financial leverage dalam usahananya untuk meningkatkan
keuntungan bagi pemegang saham biasa. Degree combined leverage sebesar
5,4 berarti bahwa setiap perubahan penjualan satu persen dari Rp
24.255 .865.949 akan mengakibatkan perubahan laba per lembar saham
sebesar 5,4% dengan arah perubahan yang sama. Atau untuk setiap kenaikan
penjualan sebesar 10% maka akan mengakibatkan kenaikan laba per lembar
saham sebesar 5,4 x 10% = 54%.
Sumber: https://www.academia.edu/32903766/Analisis_leverage_yes

13