Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM BAKTERIOLOGI 1

PEWARNAAN KAPSUL

NAMA : NURFARDILA
NIM : 18 3145 353 044
KELAS : 18 B
KELOMPOK : II (DUA)
ASISTEN : RISMAYANTI

LABORATORIUM MIKROBOLOGI
PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
FAKULTAS FARMASI, TEKNOLOGI RUMAH SAKIT, DAN
INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGA REZKY
MAKASSAR
2019
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Praktikum : Pewarnaan Kapsul
Nama : Nurfardila
Nim : 18 3145 353 044
Hari/ Tanggal : Jum’at, 21 Juni 2019
Kelompok : II (Dua)
Rekan kerja : 1. Novian
2. Sariani Kusnandi
3. Sebastiana Elsye Teniwut
4. Selviana 066
5. Siti Nuria Kamarudin
6. Yulius Ontaha
Penilaian

Makassar , 24 Juni 2019


Disetujui oleh,
Asisten Praktikan

Rismayanti Nurfardila
NIM : 16 3145 353 029 NIM : 18 3145 353 044

Dosen Pembimbing

Nirmawati Angria, S.Si.,M.Kes


NIDN : 09 180687 02
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bakteri memiliki struktur dan organisasi dasar yang sama meskipun
dengan bentuk yang berbeda. Bakteri terkadang memiliki struktur tambahan,
yaitu diantaranya yang penting adalah cambuk (flagella), kapsul (capsules)
dan endospora (endospores), struktur tersebut berpengaruh penting untuk
pengenalan dan identifikasi bakteri.(Apri.2017).
Banyak sekali jenis bakteri yang mampu membentuk lendir secara
tebal dan merupakan selaput yang membungkus selaput lendir yang
membungkus seluruh permukaan bakteri dan merupakan bagian dari sel
bakteri disebut kapsul.(Indan. 2001)
Kapsul merupakan lapisan polimer yang terletak diluar dinding sel.
Jika lapisan polimer ini terletak berlekatan dengan dinding sel maka lapisan
ini disebut kapsul. Tetapi jika polimer atau polisakarida ini tidak berlekatan
dengan dinding sel maka lapisan ini disebut lendir. Kapsul bukan organ yang
penting untuk kehidupan sel bakteri. Hal ini terbukti bahwa sel bakteri yang
tidak dapat membentuk kapsul mampu tumbuh dengan normal dalam
medium. Kapsul berfungsi dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya.
Misalnya berperan dalam mencegah terhadap kekeringan, mencegah atau
menghambat terjadinya pencantelan bakteriofag. Kapsul pada bakteri dapat
menyebabkan penyakit (pathogen) yang berfungsi untuk menambah
kemampuan bakteri untuk menginfeksi. Ukuran kapsul sangat dipengaruhi
oleh medium tempat tumbuhnya bakteri tersebut.
Oleh karena itu, pada praktikum kali ini yang melatar belakangi
yaitu untuk mengamati bakteri yang memiliki kapsul dengan menggunakan
pewarnaan tinta cina dan air fuchsin.
B. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk melihat bentuk bakteri ( morfologi), warna dan kapsul pada
bakteri dengan menggunakan pewarnaan tinta cina dan air fuchsin.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bakteri merupakan mikroorganisme bersel tunggal dengan ukuran
panjang 0,5-10 µ dan lebar 0,5-2,5 µ. Karakteristik bakteri dilihat dari bentuknya,
seperti bulat (cocci), batang (spirilli), koma (vibrios). Tambahan struktur bakteri
yang terpenting diketahui cambuk (flagella), kapsul (capsule) dan endospora
(endospore). (Achsanul, dkk. 2017)
Bakteri merupakan mikroorganisme yang banyak terdapat di dalam
tubuh manusia. Bakteri dapat bersifat patogen dan apatogen. Bakteri yang bersifat
patogen dan apatogen dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia dan
disebut oportunistik patogen. Bakteri bersifat patogen jika sudah menimbulkan
suatu infeksi atau penyakit di dalam tubuh inangnya, salah satunya adalah
Escherichia coli, dapat ditemukan pada tubuh manusia, bakteri juga dapat
ditemukan di dalam air, makanan, tanah yang sering kita injak ataupun dalam
pakaian kita sendiri. Bakteri tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, ukuran
mereka yang sangat kecil menyebabkan kita tidak dapat melihat mereka, tetapi
bakteri dapat menyebabkan penyakit meskipun tidak dapat dilihat secara
langsung. Bakteri dapat dilihat bentuk, ukuran, dan jenisnya dengan menggunakan
beberapa teknik pewarnaan. (Apri.2017.)
Menurut Fifendy, Mades. 2017 Hal. 17 mengemukakan tentang macam-
macam bentuk morfologi bakteri yaitu sebagai berikut :
a. Bakteri berbentuk batang
Bakteri berbentuk batang dikenal sebagai basil. Kata basil berasal dari
bacillus yang berarti batang. Bentuk basil dapat pula dibedakan atas :
1. Basil tunggal yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal,
misalnya Salmonella typhi.
2. Diplobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan dua-dua,
misalnya Diplobacillus pneumpnoa.
3. Streptobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan
memanjang membentuk rantai misalnya Bacillus antracis.
b. Bakteri berbentuk bola
Bakteri berbentuk bola dikenal sebagai coccus, bakteri ini juga dapat
dibedakan atas:
1. Monokokus, yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisseria
gonorrhoeae.
2. Diplokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang bergandengan dua-dua,
misalnya Diplococcus pneumonia.
3. Sarkina, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat
sehingga bentuknya mirip kubus, misalnya Sarcina sp.
4. Streptokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok
memanjang membentuk rantai, misalnya Streptococcus thermophillus.
5. Stapilokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk
sekelompok sel tidak teratur sehingga bentuknya mirip kumpulan buah
anggur, misalnya Staphylococcus aureus.
c. Bakteri berbentuk spiral
Ada tiga macam bentuk spiral :
1. Spiral, yaitu golongan bakteri yang berbentuknya seperti spiral, misalnya
Spirillum.
2. Vibrio, ini di anggap sebagai bentuk spiral tak sempurna, misalnya
Vibrio cholera.
3. Spiroseta yaitu golongan bakteru berbentuk spiral yang bersifat lentur.
Pada saat bergerak, tubuhnya dapat memanjang dan mengerut, misalnya
Spirochaeta pallidum.
Beberapa bakteri dan siano bakteri mengeluarkan bahan-bahan yang
sangat berlendir dan lengket pada permukaan selnya, serta melingkungi dinding
sel. Jika bahan berlendir tersebut kompak dan tampak sebagai suatu bentuk yang
pasti (bundar atau lonjong), dinamakan kapsula / kapsel, tetapi jika terbentuknya
tidak teratur dan menempel kurang erat pada dinding sel dinamakan lapisan
lender. Kapsula merupakan lapisan yang melekat di luar dinding sel yang terdiri
dari polisakarida atau polipeptida dengan kekebalan 1-2 µm. kapsula berfungsi
untuk melekatkan diri pada permukaan dan melindungi bakteri terhadap sel-sel
fagosit. (Fajar. 2017).
Kapsul membantu sel berkompetisi dalam lingkungan alami dan
memudahkan sel melekat ke suatu permukaan substrat. Kapsul merupakan
pelindung bakteri yang mencegah terjadinya fagositosis oleh makrofag dan
leukosit polimirfonuklear hewan tingkat tinggi. Fungsi proteksi kapsul ini terjadi
melalui peran kapsul sebagai barrier ostomatic antara sel dengan lingkungan.
Virulensi berbagai bakteri berkapsul berkaitan erat dengan adanya kapsul itu
swndiri, antibody terhadap kapsul tersebut meningkatkan fagositosis melalui
perusakan intra sel secara perlahan. Bila kapsul suatu bakteri hilang, maka sifat
virulensinya ikut hilang. Kapsul berperan sebagai determinan utama kemampuan
sel bakteri untuk mengkolonisasi niche tertentu. (Muhyiatul. 2011)
BAB III
METODE PRATIKUM
A. WAKTU DAN TEMPAT
1. Waktu
Adapun waktu yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu :
Hari : Jum’at
Tanggal : 21 Juni 2019
Pukul : 09.00- 12.00 WITA
2. Tempat
Adapun tempat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu di
Laboratorium Mikrobiologi Lantai 1 Gedung D Universitas Mega
Rezky Makassar.
B. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
a. Objek glass
b. Gegep kayu
c. Mikroskop
d. Gelas kimia
e. Pipet tetes
2. Bahan
a. Aquadest
b. Pewarna tinta cina/nigrosin
c. Pewarna safranin/air fuchin
d. Karang gigi
e. Alkohol 70%
f. Oil emersi
g. Tissue
h. Tusuk gigi
C. PRINSIP PERCOBAAN
Lapisan kapsul cukup tebal, sehingga dapat dilihat dengan mikroskop
cahaya, namun demikian sulit diwarnai sehingga digunakan pewarnaan
negative atau prosedur pewarnaan khusus lainnya. Pada pewarnaan negative,
latar belakang di warnai zat warna negative, sedangkan bakterinnya diwarnai
dengan zat warna basa. Kapsul tidak menyerap warna karena kapsul
memelikii dinding tebal sehingga terlihat sebagai lapisan terang tembus
dengan latar belakang yang berwarna.
D. PROSEDUR KERJA
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Disterilkan objek glass menggunakan alkohol 70 %
3. Diteteskan satu tetes nigrosin pada objek glass (bagian ujung)
4. Diambil karang gigi menggunakan tusuk gigi
5. Dicampurkan karang gigi dengan nigrosin atau tinta cina lalu
homogenkan
6. Dibuat apusan tipis menggunakan objek glas yang satunya
7. Dikeringkan di suhu ruang
8. Diteteskan dengan air fuksin 2-3 tetes, diamkan selama 1 menit
9. Dibilas dengan air mengalir
10. Didiamkan hingga kering keringkan menggunakan suhu ruang
11. Diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x, 40x, dan 100x
dengan penambahan oil emersi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENGAMATAN
1. TABEL HASIL PENGAMATAN

Bentuk
Warna
Bakteri
Kapsul Sel Bakteri Latar Belakang
Coccus Transparan/
Merah Hitam
Bening
2. GAMBAR HASIL PENGAMATAN

Gambar 2.1 Gambar 2.2


Pembesaran 10x Pembesaran 40x

Sel bakteri

Kapsul

Gambar 2.3
Pembesaran 100x
B. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi


pada tanggal 21 Juni 2019 jam 09.00 – 12.00 kita akan melakukan Pewarnaan
Kapsul .
Kapsula merupakan lapisan yang melekat di luar dinding sel yang
terdiri dari polisakarida atau polipeptida dengan kekebalan 1-2 µm. kapsula
berfungsi untuk melekatkan diri pada permukaan dan melindungi bakteri
terhadap sel-sel fagosit. Kapsul merupakan pelindung bakteri yang mencegah
terjadinya fagositosis oleh makrofag dan leukosit polimirfonuklear hewan
tingkat tinggi. Fungsi proteksi kapsul ini terjadi melalui peran kapsul sebagai
barrier ostomatic antara sel dengan lingkungan. Virulensi berbagai bakteri
berkapsul berkaitan erat dengan adanya kapsul itu swndiri, antibody terhadap
kapsul tersebut meningkatkan fagositosis melalui perusakan intra sel secara
perlahan. Bila kapsul suatu bakteri hilang, maka sifat virulensinya ikut hilang.
Kapsul berperan sebagai determinan utama kemampuan sel bakteri untuk
mengkolonisasi niche tertentu.
Tujuan praktikum kali ini yaitu untuk melihat bentuk bakteri (
morfologi), warna dan kapsul pada bakteri dengan menggunakan pewarnaan
tinta cina dan air fuchsin. Prisip kerjanya yaitu Lapisan kapsul dukup tebal,
sehingga dapat dilihat dengan mikroskop cahaya, namun demukian sulit
diwarnai sehingga digunakan pewarnaan negative atau prosedur pewarnaan
khusus lainnya. Pada pewarnaan negative, latar belakang di warnai zat warna
negative, sedangkan bakterinnya diwarnai dengan zat warna basa. Kapsul
tidak menyerap warna sehingga terlihat sebagai lapisan terang tembus dengan
latar belakang yang berwarna.
Pada pewarnaan kapsul, reagen yang digunakan adalah tinta
cina/nigrosin dan safranin untuk pewarnaan kapsul. Hasil dari pewarnaan
kapsul pada bakteri setelah dilihat dengan menggunakan mikroskop
menunjukkan warna hitam pada latar belakang , warna merah pada sel bakteri
dan warna bening/transpara pada kapsul.
Selanjutnya, sebelum kita melakukan pewarnaan terlebih dahulu kita
mensterilkan objek glass menggunakan alkohol 70 %, Alkohol 70 %
berfungsi sebagai pelarut atau pembunuh bakteri yang merugikan dan
digunakan untuk membersihkan objek glass. Setelah itu, teteskan satu tetes
nigrosin pada objek glass (bagian ujung), nigrosin berfungsi memberi warna
gelap pada latar belakang. Lalu diambil karang gigi menggunakan tusuk gigi.
Kita menggunakan sampel karang gigi karena karang gigi merupakan
kombinasi perlekatan bakteri pada matriks protein saliva dan produk bakteri
yang melapisi pelikel yang telah ada sehingga terdapat bakteri yang
berkapsul, yang menyebabkan adanya karang gigi pada gigi manusia.
Kemudian, campurkan karang gigi dengan nigrosin atau tinta cina lalu
homogenkan agar tercampur rata. Setelah itu dibuat apusan yang tipis
menggunakan objek glass yang satunya. Apusan di buat karena apusan adalah
salah satu teknik atau cara pemeriksaan sel-sel bakteri menggunakan
mikroskop. Lalu dikeringkan di suhu ruangan. Kemudian diteteskan air
fuchsin 2-3 tetes dan diamkan selama satu menit. Air fuchsin digunakan
untuk mewarnai sel-sel pada bakteri. Setelah itu bilas dengan air mengalir ,
lalu diamkan dan keringkan di suhu ruangan. Kemudian amati dibawah
mikroskop dengan pembesaran 10x, 40x, dan 100x dengan penambahan oir
emrsi. Oil emersi digunakan untuk memperjelas obyek dibawah mikroskop.
Berdasarkan hasil pengamatan, pada pewarnaan kapsul ketika diamati
dibawah mikroskop, hasil yang ditemukan pada karang gigi yang digunakan
ditemukan bentuk bakteri coccus yang mempunyai kapsul dengan warna
transparan atau bening, kapsul tidak dapat diwarnai karena kapsul pada
bakteri memiliki dinding yang tebal, sehingga kapsul tidak dapat mengikat zat
warna. Sedangkan sel bakteri berwarna merah dan latar belakang bewarna
hitam. Contoh bakteri berkapsul yaitu Streptococcus pneumoniae,
Streptocuccus mutans, Bacillus antrarcis, sphaerotilus, dan Pseusomonas
aeruginosa.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pewarnaan kapsul yaitu pada saat
pengambilan karang gigi yang salah, pembuatan apusan yang terlalu tebal,
waktu pewarnaan tidak tepat, dan konsentrasi reagen.
Syarat-syarat pembuatan apusan yang baik yaitu sediaan tidak melebar,
mempunyai bagian yang tipis untuk dapat diperiksa, pinggiran sediaan rata
tidak berlubang dan tidak bergaris.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan Pewarnaan Kapsul dengan menggunakan
pewarna tinta cina/nigrosin dan air fuchsin ditemukan bentuk bakteri coccus
yang mempunyai kapsul dengan warna transparan atau bening, sedangkan sel
bakteri berwarna hitam dan latar belakang bewarna hitam. Contoh bakteri
berkapsul yaitu Streptococcus pneumoniae, Streptocuccus mutans, Bacillus
antrarcis, sphaerotilus, dan Pseusomonas aeruginosa.
B. SARAN
Dalam melakukan percobaan selanjutnya sebaiknya lebih berhati-hati
dan teliti dalam melakukan pewarnaan kapsul serta menggunakan alat
pelindung diri yang lengkap agar dalam melakukan pengamatan bakteri ini
tidak terjadi kesalahan dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
KA
Arisandi, Apri. Badrud Tamam. Dan Raini Yuliandari. 2017. Jumlah Koloni Pada
Media Kultur Bakteri Yang Berasal Dari Thallus Dan Perairan Sentra
Budidaya Kappaphycus Alvarezii Di Sumenep. Jawa Timur : Universitas
Trunojoyo Madura
Fadilah, Muhyiatul. dkk. 2011. Deteksi Kapsul dan Slime pada Bakteri Patogen
yang Diisolasi dari Benih Lele Dumbo. Sumatra Barat : Unversitas Negeri
Padang. Vol. 3. No. 2.
Fifendy, Drs. Mades dan M. Biomed. 2017. Mikrobiologi. Depok : PT Kharisma
Putra Utama.
Kurniawan, Fajar Bakti dan indra taufik Sahli. 2017. Bakteriologi : Praktikum
Teknologi Laboratorium Medik. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Rahayuningtyas, Achsanul Dzuriyati. Warta Dewi dan Indrati 2017. Pemanfaatan
ekstrak etil asetat buah merah sebagai zat pengganti pewarna primer pada
teknik pengecatan tunggal bakteri gram negatif batang. Sumedang :
Universitas Padjadjaran.