Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PENGANTAR ANTROPOLOGI SOSIAL

KEPRIBADIAN

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Mata Kuliah PENGANTAR ANTROPOLOGI SOSIAL

Dosen Pembimbing : Prof. Dr.H. Arkanudin, M.Si/Dr. Hj. Hasanah, M. Ag

Disusun oleh:

Asmawati (E1121161022)

Ropitriantri (E1121161023)

Santi Ramadani (E1121161045)

Nadia Novianti (E1121161042)

Monica Mandala Putri (E1121161036)

Mellya Titania Oktavianti (E1121161024)

Bima Apriliadi (E1121161021)

FAKULTAS ISIP JURUSAN SOSIOLOGI PRODI ANTROPOLOGI


SOSIAL

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2016
DAFTAR ISI..............................................................................................................

KATA PENGANTAR.................................................................................................

DAFTAR ISI..............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................

A. LATAR BELAKANG..............................................................................................

B. RUMUSAN MASALAH ........................................................................................

C. TUJUAN .............................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................

A. Defenisi Kepribadian .........................................................................................

B.Unsur Unsur Kepribadian....................................................................................

C.Materi Dari Unsur Unsur Kepribadian................................................................

D. Aneka Warna Kepribadian ................................................................................

BAB III PENUTUP....................................................................................................

Kesimpulan dan Penutup ......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang KEPRIBADIAN ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih
pada Bapak Prof. Dr.H. Arkanudin, M.Si dan Ibu Dr. Hj. Hasanah, M. Ag
selaku Dosen mata kuliah Pengantar Antropologi Sosial, FISIP Universitas
Tanjungpura yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang


menjadi tugas Pengantar Antropologi Sosial dengan judul
"KEPRIBADIAN". Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan
makalah ini berlangsung sehingga terselesaikanlah makalah ini.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi
perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Pontianak, November 2016

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepribadian adalah merupakan sikap dan perilaku seseorang yang terlihat
oleh orang lain di luar dirinya. Sikap dan perilaku itu memberi gambaran
mengenai sifat-sifat khas, watak, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki
sebagai isi kepribadianseseorang.
Kepribadian adalah kualitas secara keseluruhan dari seseorang yang
tampak dari cara-cara berbuat, berfikir, mengeluarkan pendapat, sikap, minat
dan kepercayaan.
Secara psikologi, kepribadian sebagai struktur dan proses-proses
kejiwaan tetap yang mengatur pengalaman-pengalaman seseorang dan
membentuk tindakan-tindakan dan respons terhadap lingkungannya dengan cara
yang berbeda dengan orang lain
Apabila seorang ahli antropologi, sosilogi, atau psikologi berbicara
mengenai “pola kelakukan manusia”, maka yang dimaksudkan adalah kelakuan
dalam arti yang sangat khusus, yaitu kelakukan organisme manusia yang
ditentukan oleh naluri, dorongan-dorongan, refleks-refleks, atau kelakukan
manusia yang tidak lagi dipengaruhi dan ditentukan oleh akalnya dan jiwanya,
yaitu kelakuan manusia yang membabi-buta.
Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah
laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu, adalah apa yang disebut
“kepribadian” atau personality.
Konsep kepribadian rupa-rupanya telah menjadi konsep yang demikian
luasnya, sehingga konsep ini menjadi suatu konstruksi yang tidak mungkin
dirumuskan dalam satu definisi yang tajam tetapi yang dapat mencakup
keseluruhannya.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaiamana definisi kepribadian


2. Apa saja unsur unsur kepribadian manusia
3. Dorongan yang terkandung didalam manusia
4. Menjelaskan materi dari unsur unsur kepribadian
5. Apa saja aneka warna kepribadian
C. TUJUAN

1. Mengetahui apa itu kepribadian


2. Mengenal unsur kepribadian
3. Memahami dorongan apa saja yang terkandung didalam manusia
4. Mengetahui materi dari unsur kepribadian
5. Mengetahui macam kepribadian

BAB II
PEMBAHASAN
KEPRIBADIAN

1. DEFENISI
Defenisi mengenai kepribadian itu tidak hanya berbeda dengan arti yang melekat pada
konsep itu dalam bahasa sehari-hari. Dalam bahasa populer istilah “kepribadian”
juga berarti ciri ciri watak yang konsisten, sehingga seorang individu memiliki suatu
identitas yang khas. Kalau dalam bahasa sehari hari kita mengatakan bahwa seseorang
memiliki kepribadian, yang dimaksudkan ialah bahwa individu tersebut memilik
beberapa ciri watak yang diperlihatkan secara konsisten dan konsekuen, yang
menyebabkan bahwa ia memiliki identitas yang berbeda dari individu individu
lainnya.
Konsep kepribadian yang lebih tajam tetapi seragam agakanya belum ada karena
konsep tersebut sangat luas dan merupakan suatu kontruksi yang sukar dirumuskan
dalam satu definisi yang tajam tetapi mencangkup seluruhnya. Oleh karena itu, bagi
kita yang belajar antropolgi, kirany cukup apabila untuk sementara kita gunakan saja
defenisi yang masih “kasar” tersebut diatas, dan penggunaan defenisi definisi yang
lebih tajam untuk keperluan analisa yang lebih mendalam sebaiknya kita serahkan
kepada para ahli pisikologi saja.
2. UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
 PENGETAHUAN
Unsur-unsur yang mengisi akal dan alama jiwa orang yang sadar, terkandung
didalam otaknya secara sadar. Dalam alam sekitar manusia terdapat berbagi hal yang
diterimanya melalui panca indranya serta melalui alat penerima yang lain, misalnya
getaran eter (cahaya dan warna), getaran akustik (suara), bau, rasa, sentuhan,
tekanan mekanikal (berat/ringan), tekanan termikal (panas/dingin), dan lain lain,
yang masuk kedalam berbagai sel di bagian bagian tertentu dari otaknya. Disana
berbagai macam proses fisik, fisiologi, dan pisikologi terjadi, sehingga getaran
getaran dan tekanan tekanan tadi diolah menjadi satu susunan yang dipancarkan atau
di proyeksikan oleh individu yang bersangkutan menjadi suatu gambaran tentang
lingkungan sekitarnya. Dalam ilmu Antropologi, seluruh proses akar manusia yang
sadar itu tersebut “prsepsi”.
Ada kalanya suatu presepsi yang diproyeksikan kembali menjadi suatu pengambaran
berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian bagian yang menyebabkan
bahwa ia tertarik kepada bagian bagian tertentu, individu itu akan memusatkan
akalnya secara lebih intensif terhadap bagian bagian yang khusus. Pengambaran yang
terfokus secara lebih intensif yang terjadi karena pemusatan secara lebih intensif itu,
dalam pisikologi itu disebut “pengamatan”.
Cara pengamatan seperti itu menyebabkan bahwa pengambaran tentang lingkungan
mungkin ada yang ditambah tambah atau dibesar besarkan, tetapi ada pula yang
dikurangi atau diperkecil pada bagian bagian tertentu. Ada pula yang digabung
gabungkan dengan pengambaran pengambaran lain sehingga menjadi pengambaran
yang baru sama sekali, yang secara nyata sebenarnya tidak akan pernah ada.
Pengambaran baru yang sering ali tidak realistik itu dalam pisikologi disebut
“fantasi”.
seorang dapat juga mengabungkan dan membandingkan-bandingkan bagian-bagian
dari suatu penggambaran dengan bagian-bagian dari berbagai penggambaran lain
yang sejenis secara konsisten berdasarkan asas asas tertentu. Dengan proses akal itu ia
memiliki kemampuan untuk membentuk suatu penggambaran baru yang abstrak, yang
dalam kenyataannya tidak mirip dengan salah satu dari sekian macam bahan kongkret
dari penggambaran yang baru. Dengan demikian manusia dapat membuat suatu
penggambaran tentang tempat-tempat tertentu di muka bumi bahkan juga diluar bumi,
padahal ia belum pernah melihat, atau mempresepsikan tempat-tempat tadi.
Penggambaran abstrak tadi dalam ilmu sosisal disebut “konsep”.
Seluruh penggambaran, apersepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi merupakan unsur
unsur pengetahuan yang secara sadar dimiliki seorang individu. Sebaliknya banyak
pengetahuan atau bagian bagian dari seluruh pengetahuan yang berhasil dihimpun
seseorang selama hayatnya, dapat hilang dari akalnya yang sadar yang disebabkan
oleh berbagai sebab, yang banyak dipelajar ilmu pisikologi. Walaupun demikian perlu
diperhatikan bahwa unsur-unsur pengetahuan sebenarnya tidak hilang atau lenyap
begitu saja akan tetapi hanya terdesak ke bagian jiwanya yang dalam ilmu
pisikologinya disebut “alam bawah sadar”.
Dalam alam bawah sadar itu, berbagai pengetahuan larut dan terpecah pecah menjadi
bagian bagian yang tidak teratur. Proses itu terjadi karena akal sadar individu yang
bersangkutan tidak lagi menyusun dan menatanya dengan rapi, walaupun bagian
bagian tertentu dari pengetahuan tadi ada kalanya muncul ke alam sadarnya.setiap
orang tentu pernah tiba tiba teringat akan suatu hal baik dalam keadaan utuh atau
sepotong potong atau bahkan tercampur campur dengan berbagai pengetahuan atau
pengalaman lain yang telah dilupakannya.
Pengetahuan seseorang karena berbagai sebab juga dapat terdesak atau dengan
sengaja dibuat terdesak oleh individu yang bersangkutkan, kedalam bagian dari
jiwanya yang lebih dalam, yaitu bagian yang dalam ilmu pisikologi disebut “alam tak
sadar”. Dalam alam tak sadar itu pengetahuan larut dan terpecah pecah kedalam
bagian bagian yang tercampur aduk. Bagian bagian dari pengetahuan yang tercampur
aduk itu ada kalanya muncul kembali terutama pada saat saat akal yang mengatur
alam kesadaran berada dalam keadaan relaks atau tak berfungsi.
Proses proses pisikologi yang terjadi dalam alam bahwa sadar dan tak sadar, yang
banyak dipelajari oleh bagian dari pisikologi yang dikembangkan oleh S. Freud, yaitu
ilmu pisikoanalisa, tidak akan kita perhatikan lebih lanjut dalam buku ini untuk
mendapatkan pengertian mengenai asas asas kehidupan masyarakat dan kebeudayaan
manusia, untuk sementara kita hanya akan memperhatian bagian kesadaran dari alam
jiwa manusia saja.
 PERASAAN

Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagi macam


“perasaan”. skalau pada suatu hari yang luar biasa panasnya kita melihat papan iklan
bergambar minuman coca cola yang tampak sejuk dan nikmat, maka presepsi itu
menyebabkan bahwa kita membayangkan gelas coca cola yang dingin dan
pengambaran itu dihubungkan oleh akal kita dengan penggambaran lain yang muncul
kembali sebagai kenangan dalam kesadaran kita, menjadi suatu apresepsi tentang diri
sendiri yang sedang menikmati coca cola dingin, manis, dan menyegarakan pada saat
hari sangat panas, yang menyebabkan air liur keluar dengan sendirinya.apresepsi
orang yang menggambaran dirinya sendiri tengah menikmati coca cola dingin itu
menimbulkan suatu “perasaan” yang positif dalam kesadarannya yaitu perasaan
nikmat, sampai sampai air liurnya itu benar benar keluar.
Sebaliknya, kita dapat juga menggambarkan individu yang melihat suatu hal yang
buruk atau mendengar suara yang tidak menyenangkan, mencium bau busuk, dan
sebgainya. Presepsi presepsi seperti itu dapat menimbukan kesadarannya perasaan
negatif, karena ia terkenang bagaimana ia menjadi muak setelah mencium ikan yang
busuk dimasa lampau. Apresepsi itu mungkin dapat menyebabkan menjadi benar
benar muak pada waktu ia mencium ikan busuk lagi.
Dalam kedua contoh diatas, kita menjumpai suatu konsep baru, yaitu “perasaan”,
yang disamping segala macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran
manusia setiap saat dalam hidupnya. Apabila kita perhatikan kedua contoh diatas
dengan seksama, “perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang
karena pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif atau negatif. Suatu
perasaan yang selalu bersifat sunbyektif karena adanya unsur penilaian tadi, biasanya
menimbulkan “kehendak” dalam kesadaran individu. Kehendak itu mungkin positif
yaitu individu yang bersangkutan ingin mendapatkan hal yang dirasakannya memberi
kenikmatan atau mungkin juga negatif yaitu individu yang bersangkutan ingin
menghindari hal yang dirasakannya membawa perasaannya tidak nikmat.
 DORONGAN NALURI

Kesadaran manusia menurut para ahli pisikologi juga mengandung berbagai perasaan
lain yang tidak ditimbukan karena dipengaruhi oleh pengetahuannya, tetapi karena
memang sudah terkandung didalam organismenya, khusunya dlam gennya sebagai
naluri. Kemauan yang sudah merupakan naluri disebut “dorongan”.

Walaupun diantara para ahli pisikologi ada perbedaan paham mengenai jenis dan
jumlah dorongan naluri yang terkandung dalam naluri manusia, mereka semua
sependapat bahwa ada sendikitnya 7 macam dorongan naluri :

1. Dorongan untuk mempertahankan hidup, dorongan ini memang merupakan


suatu kekuatan biologis yanga ada pada setiap makhluk di dunia untuk dapat
bertahan hidup.
2. Dorongan sex, dorongan ini telah banyak menari perhatian para ahli antropologi,
dan mengenai hal ini telah dikembangkan berbagai teori. Dorongan biologis yang
mendorong manusia untuk membentuk keturunan bagi kelanjutan keberadaanya
didunia ini muncul pada setiap individu yang normal yang tidak dipengaruhi oleh
pengetahuan apapun.
3. Dorongan untuk berupaya mencari makan, Dorongan inin tidak perlu
dipelajari, dan sejak baru dilahirkanpun manusia telah menampakkannya dengan
mencari puting susu ibunya atau botol susunya tak perlu diajari.
4. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia, yang
memang merupakan landasan biologi dari kehidupan masyarakat manusia sebagai
makhluk kolektif
5. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya, Dorongan ini merupakan
asal mua dari adanya beragam kebudayaan manuia, yang menyebabkan bahwa
manuia mengembangkan adat. Adat sebaliknya memaksa perbuatan yang seragam
dengan manusia-manuia disekelilingnya.
6. Sorongan untuk berbakti, Dorongan ini mungkin ada karena manusia adalah
makhluk kolektif . agar manusia dapat hidup serasi bersama manusia lain
diperlukan suatu landasan biologi untuk mengembangkan altruisme, simpati,
cinta, dan sebagainya
7. Dorongan untuk keindahan yang berbentuk warna, suara, dan gerak,
Dorongan ini sering kali sudah tampak dimiliki bayi, yang sudah dimulai tertarik
pada betuk-bentuk, warna-warna, dan suara-suara, irama, dan gerak-gerk. Ini
berdasarkandari unsur kesenian
3. MATERI DARI UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN

Ahli etnopsikologi, A.F.C. Wallace, pernah membuat suatu kerangka yang memuat
seluruh materi yang menjadi objek dan sasaran unsur-unsur kepribadian manusia secara
sistematis. Dalam kerangka itu ada tiga hal yang pada tahap pertama merupakan isi
kepribadian yang pokok yaitu sebagai berikut :

1. Beragam kebutuhan organik diri sendiri, beragam kebutuhan dan dorongan


psikologi diri sendiri, dan beragam kebutuhan serta dorongan organik maupun
psikologi sesama manusia selain diri sendiri., sedang kebutuhan-kebutuhan tadi dapat
dipenuhi atau tidak dipenuhi individu yang bersangkutan, sehingga memuaskan dan
bernilai positif baginya atau tidak memuaskan dan bernilai negatif
2. Beragam hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri
sendiri (identitas “aku”), baik aspek fisik maupun aspek pikologinya, dan segala hal
yang menyangkut kessadaran individu mengenai beragam
katagorimanusia,binatang,tumbuh-tumbyhan,benda,zat,kekuatan, atau gejala-gejala
alam baik yang nyata maupun yang gaib yang terdapat dialam sekelilingnya.
3. Berbagai macam cara untuk memenuhi, memmperkuat,berhubungan, mendapatkan,
atau menggunakan beragam kebutuhan dari hal-hal tersebut diatas sehingga tercapai
keadaan yang memuaskan dalam kesadaran individu yang bersangkutan. Pelaksanaan
dari berbagai macam cara itu terwujud dalam kegiatan orang sehari-hari.

4. ANEKA WARNA KEPRIBADIAN

A. Aneka ragam kepribadian individu


Berbagai isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak, dan keinginan
kepribadian, serta perbedaan kualitas hubungan antara berbagai unsur kepribadian
dalam kessadaran individu, menyebabkan adanya beragam struktur kepribadian
pada stiap manusia yang hidup dimuka bumi ini, sehingga setiap individu
memiliki kepribadian yang unik.
Mempelajari materi dari setiap unsur kepribadian baik pengetahuan maupun
perasaan, sasaran dari kehendak , keinginan dan emosi adalah tugas psikologi
yang mempelajari sebab dari tingkah laku pola yakni habit(kebiasaan) yang
menyebabkan timbulnya kepribadian serta segal tingkahlaku berpola dari
iindividu yang bersangkutan. Antropologi dan ilmu-ilmu sosial lain seringkali
juga memperhatikan masalah kepribadian, walaupun hanya untuk memperdalam
serta memahami adat istiadat dan sosial masyarakat yang dipelajarinya.
Khususnya antropologi juga mempelajari kepribadian yang dimiliki sebagian
besar warga ssuatu masyarakat yaitu kepribadian umum.

B. KEPRIBADIAN UMUM
Sejak abad ke-19 hingga tahun 1930-an para pengarang etnografi seringkali
mencatumkan suatu pelukisan tentang watak atau kepribadian umum dari para
warga suatu kebudayaan didalam karangan etnografi mereka. Apabila data dan
bahan tentang kebudayaan bali yang diteliti, maka dalam pergaulan mereka
dengan orang bali mungkin didapatkan pengalaman-pengalaman yang
menyenangkan sehingga dalam membuat pelukisan mengenai kepribadian orang
bali merka biasanya juga menyebutkan bahwa orang balii ramah,ssetia,jujur,
gembira, dan sebagainya. Sebaliknya, appabila mereka mempunyai pengalaman
yang tidak menyenangkan maka hal itu seringkali tercermin pula dalam buku
etnografi yang mereka tulis mengenai orang bali , yaitu misalnya bahwa orang
bali bersifat ketus, tidak setia, penipu, tidak bermoral dan sebagainya. Ketika
metedologi penelitian lapangan dalam antropologi berkembang dan dipertajam
dalam abad ke-20, metode-metode ppelukisan kepribadian umum yang lebih eksta
mulai digunakan. Bersama dengan pakar psikologi A. Kardiner, R. Linton dalam
tahun 1930-an mengembangkan metode yang ekstra untuk mengukur kepribadian
umum yang diterapkan dalam suatu penelitian terhadap penduduk kepeluan
Marquesas, di bagian timur polinesia, dan suku bangsa tanala di bagian timur
pulau madagaskah. Bahan etnografi nya di kumpulkan oleh linton, dan kardiner
menerapkan metode-metode psikologinya. Hasil penelitian itu adalah buku
berjudul the individual and his society.
Penelitian mengenai etos kebudayaan dan kepribadian bangsa yang pertama-tama
dilakukan oleh tokoh antropologi R.Benedict, R. Linton dan M. Mead itu
kemudian ditiru dan berkembang lebih lanjut sehingga menjadi bagian khusus
dalam antropologi yang dinamakan personality and culture, atau kepribadian dan
kebudayaan.
C. Kepribadian Barat dan Kepribadian Timur
Meraka yang suka mendiskusikan kontras antara kedua konsep kepribadian Barat
dan kepribadian Timur biasanya beranggapan bahwa kepribadian Timur
mempunya pandangan hidup yang mementingkan kehidupan kerohanian , mistik ,
pikiran prelogis, keramah-tamahan , dan kehiidupan sosial. Sebaliknya kepribadian
Barat mempunyai pandangan hidup yang mementingkan kehidupan material ,
pikiran logis , hubungan berdasarkan asas guna ,dan individualisme.
Ilmu pengetahuan (suatu usaha rohaniah yang paling berhasil dalam sejarah umat
manusia) berkembang terutama dalam kebudayaan Eropa; tokoh-tokoh filsafat
ternama ,bahkan ahli-ahli mistk terkenal, tidak kurang jumlahnya dalam
kebudayaan Eropa , bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh filsafat yang timbul di
kebudayaan Asia.
Adat sopan santun dalam kebudayaan-kebudayaan di Idonesia pada umumnya
pada umumnya memang menyaratkan sikap ramah ,tapi hanya keramahan
lahiriah.Adat sopan santun dalam berbagai ebudayaan Cina dan India malahan
tidak mengutamakan sikap ramah,tetapi lebih menekankan pada rinsip untuk tidak
merugikan, tidak membuat malu, dan tidak merendahkan orang lain, mirip dengan
adat sopan santun dalam kebudayaan Eropa.Adapun kontras kolektivisme-
individualisme Timu-Barat merupakan kontras mengenai orientasi nilai budaya
manusia .
BAB III
KESIMPULAN
Dari penjabaran para ahli bisa diambil kesimpulan bahwa, kepribadian manusia itu
terbentuk dari proses pembelajaran ataupun yang memang ada sejak lahir atau berupa naluri
dan dorongan yang bersifat alami.

Dan kadang-kadang pembentukan pribadi seseorang ada juga yang berdasarkan


pengalaman dimasa kanak-kanak, yang mana adanya pola pengasuhan oleh orang tua serta
naluri alami yang memang memberikan respon ketika mengalami dan mempelajari sesuatu.

Sebagaimana unsur-unsur pengetahuan yang terdapat dalam pembentukan


kepribadian manusia, yang dihimpun menjadi satu, juga tidak berasal dari naluri saja, tetapi
juga pembelajaran. Karena dalam alam bawah sadar manusia berbagai pengetahuan larut dan
terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang seringkali tercampur aduk tidak teratur.

PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan dan presentasikan. Tentunya dalam
penyusunan makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan yang perlu dibenahi, oleh
karenanya saran dan kritik yang membangun dari Bapak dosen dan para audien sangat kami
harapkan guna memperbaiki karya ini. Atas perhatian dan partisipasinya kami sampaikan
terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
Prof.Dr. Koentjaraningrat.2013.Pengantar Antropologi Sosial.Jakarta : Rineka Cipta