Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Genetika

“MONOHIBRID”

Nama : Desti Febriani

NIM : 17 507 043

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BIOLOGI

2019
Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan, sehingga saya bisa menyelesaikan
Laporan Genetika ini. Adapun tujuan disusunnya laporan ini adalah sebagai syarat
untuk memenuhi tugas mata kuliah tersebut.

Tersusunnya laporan ini tentu bukan karena buah kerja keras saya semata,
melainkan juga atas bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, saya ucapkan terima
kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu terselesaikannya
laporan ini.

Saya sangat menyadari bahwa laporan ini masihlah jauh dari sempurna.
Untuk itu, saya selaku penyusun menerima dengan terbuka semua kritik dan saran
yang membangun agar laporan ini bisa tersusun lebih baik lagi. Saya berharap
semoga laporan ini bermanfaat untuk kita semua.

Tondano, 23 Maret 2019

Penyusun

I
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................................. ii

Bab I. Pendahuluan............................................................................................. 1

Bab II. Dasar Teori ............................................................................................. 2

Bab III. Metode Praktikum ............................................................................... 5

Bab IV. Hasil Pengamatan ................................................................................. 7

Bab V. Penutup ................................................................................................... 11

Daftar Pustaka ..................................................................................................... 12

II
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Genetika berasal dari kata bahasa Yunani genno, yang berarti
"melahirkan", genetika adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat
pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Secara singkat
dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya
. Genetika merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari
berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi pada organis maupun
suborganisme. Terdapat sifat keturunan yang ditentukan oleh gen yang terdapat
Dalam autosom. Seperti halnya pada saat mempelajari menurunnya warna bunga
pada tanaman atau sifat albino pada manusia. Selain itu pada manusia, sifat-sifat
yang menurun dikenal dengan istilah hereditas. Biasanya gen dominan
memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki jantan atau betina. Baru
dalam keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu akan menampakkan diri
dalam fenotipe. Orang yang pertama kali melakukan persilangan dengan
menggunakan tumbuhan sebagai bahan adalah orang berkebangsaan Australia
bernama George Mendel (1822-1884) pada tahun 1866, Mendel melakukan
eksperimen dengan menanam tanaman kacang ercis.

B. Tujuan
Adapun tujuan penulis dalam penulisan laporan ini adalah:
1. Membuktikan Hukum Mendel I tentang Monohibrid

1
BAB II
DASAR TEORI

A. Gen

Pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Hunt Morgan, ahli Genetika


danEmbriologi Amerika Serikat (1911), yang mengatakan bahwa substansi
hereditasyang dinamakan gen terdapat dalam lokus, di dalam kromosom. Menurut
W. Johansen, gen merupakan unit terkecil dari suatu makhluk hidup yang
mengandung substansi hereditas, terdapat di dalam lokus gen. Gen terdiri
dariprotein dan asam nukleat (DNA dan RNA), berukuran antara 4 – 8 m
(mikron).

B. Fungsi Gen

Fungsi gen antara lain:

1. Menyampaikan informasi kepada generasi berikutnya.


2. Sebagai penentu sifat yang diturunkan.
3. Mengatur perkembangan dan metabolisme.

C. Simbol-Simbol Gen
1. Gen dominan, yaitu gen yang menutupi ekspresi gen lain, sehingga
sifat yang dibawanya terekspresikan pada turunannya (suatu individu)
dan biasanya dinyatakan dalam huruf besar, misalnya M.
2. Gen resesif, yaitu gen yang terkalahkan (tertutupi) oleh gen lain (gen
dominan) sehingga sifat yang dibawanya tidak terekspresikan pada
keturunannya.
3. Gen heterozigot , yaitu dua gen yang merupakan perpaduan dari sel
sperma (A) dan sel telur (a).

2
4. Gen homozigot, dominan, yaitu dua gen dominan yang merupakan
perpaduan dari sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, misalnya
genotipe AA.
5. Gen homozigot resesif, yaitu dua gen resesif yang merupakan hasil
perpaduandua sel kelamin. Misalnya aa
6. Kromosom homolog, yaitu kromosom yang berasal dari induk betina
berbentukserupa dengan kromosom yang berasal dari induk jantan.
7. Fenotipe, yaitu sifat-sifat keturunan pada F1, F2, dan F3 yang dapat
dilihat, seperti tinggi, rendah, warna, dan bentuk.
8. Genotipe, yaitu sifat-sifat keturunan yang tidak dapat dilihat, misalnya
AA, Aa, dan aa.

Tiap sifat makhluk hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan


yang dikenal dengan nama gen. Sepasang gen ini satu berasal dari induk jantan
dan yang lainnya dari induk betina. Gen yang satu pasang ini disebut sebagai gen
yang satu alela. Menurut Mendel gen yang satu alela akan memisah pada waktu
pembentukan gamet, yang selanjutnya dikenal dengan prinsip segregasi secara
bebas dan gen akan berpasangan kembali pada waktu fertilisasi sehingga setiap
individu akan diploid.

D. Persilangan Monohibrid

Persilangan monohibrid adalah persilangan sederhana yang


hanyamemperhatikan satu sifat atau tanda beda. Persilangan ini dapat
membuktikan kebenaran Hukum Mendel II yaitu bahwa gen-gen yang terletak
pada kromosomyang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan dihasilkan
empat macamfenotip dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1. Kenyataannya, seringkali
terjadi penyimpangan atau hasil yang jauh dari harapan yang
mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya interaksi gen, adanya gen y
ang bersifat homozigotletal dan sebagainya. Mendel melakukan persilangan
monohibrid atau persilangan satu sifat beda, dengan tujuan mengetahui pola
pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya.

3
Persilangan ini untuk membuktikan hukum Mendel I yang menyatakan bahwa
pasangan alel pada proses pembentukkan sel gamet dapat memisah secara bebas.

E. Penyimpangan Semu Hukum Mendel

Dalam beberapa kasus, persilangan dengan sifat beda lebih dari satu
kadang menghasilkan keturunan dengan perbandingan yang berbeda dengan
Hukum Mendel. Misalnya, dalam suatu persilangan monohibrida (dominan-
resesif), secara teori, akan didapatkan perbandingan 3 : 1, sedangakan pada
dihibrida didapatkan perbandingan, 9 : 3 : 3 : 1. Namun pada kasus tertentu,
hasilnya bisa lain, misal untuk monohibrida bukan 3 : 1 tapi 1 : 2 : 1. Dan pada
dihibrida, mungkin kombinasi yang mucul adalah, 9 : 6 : 1 atau 15 : 1. Munculnya
perbandingan yang tidak sesuai dengan hukum Mendel ini disebut ‘Penyimpangan
Semu Hukum Mendel’, mengapa disebut ‘Semu’,karena prinsip segregasi bebas
tetap berlaku, hal ini disebabkan oleh gen-gen yang membawa sifat memiliki ciri
tertentu.

4
BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari/tanggal : Kamis, 21 Maret 2019
Waktu : 14: 00 - 15:40 WITA
Tempat : Laboratorium Zoologi Vertebrata Jurusan Biologi FMIPA UNIMA

B. Alat & Bahan Praktikum


a) Alat
 Alat Tulis
 Buku Tulis
b) Bahan
 30 Kancing Genetika masing-masing Warna Merah dan
putih

C. Langkah Kerja
a. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam praktek.
b. Pisahkan 30 kancing genetika yang berwarna merah dan putih.
c. Satukan kancing genetika menjadi 15 pasang masing-masing warna..

5
d. Lepaskan kembali kancing genetika itu dan satukan dengan warna
merah dan putih. Sehingga setengah berwarna merah dan setengah
berwarna putih.
e. Lepaskan kancing genetika tersebut.
f. Kancing merah dan putih dicampur kemudian di random.
g. Di ambil secara acak.
h. Lakukan seterusnya sampai kancing genetika habis diambil.

6
BAB IV

HASIL PENGAMATAN

I. Persilangan Monohibrid

P: Merah x Putih

(MM) x (mm)

G: M, M x m, m

F: MM, Mm, Mm, mm

Fenotipe (Genotipe) MERAH (M) PUTIH (m)

MERAH (M) MM Mm

PUTIH (m) Mm mm

- Percobaan 1

M m

M IIIII IIII IIIII III

m IIIII III IIIII IIII

Rasio Fenotipe :

Merah : Putih = ( 9+16) : 9

= 25 : 9

=3:1

Rasio Genotipe :

MM : Mm : mm =1:2:1

7
- Percobaan 2

M m

M IIIII I IIIII IIII

m IIIII IIII IIIII I

Rasio Fenotipe :

Merah : Putih = ( 6+18) : 6

= 24 : 6

=4:1

Rasio Genotipe :

MM : Mm : mm =1:3:1

II. Analisis Data

Pada persilangan ini berlaku hukum mendel I yang menyatakan bahwa


ketika berlangsung pembentukan gamet pada individu heterozigot terjadi
perpisahan alel secara bebas sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen
saja. Oleh karena itu, setiap gamet mengandung salah satu alel yang dikandung sel
induknya.Peristiwa ini dikenal dengan Persilangan Monohibrid yang dikenal pula
dengan hukum segregasi. Persilangan ini menggunakan satu sifat beda.Dengan
menggunakan kancing genetik warna merah dilambangkan dengan (M) dan warna
putih dilambangkan dengan (m), pada keturunan satu (F1) perkawinan dari
keduanya merupakan gabungan dari kedua gen (Mm) yang dalam fenotifnya
bentuk tetap bulat (percampuran kancing merah dan kancing putih). Sedangkan
pada keturunan F2 mulai tampak berlakunya hukum segregasi yaitu pemisahan
secara bebas gen sealel. Pada percobaan 1 ini, persilangan antara keturunan F1
didapatkan perbandingan genotifnya dari MM : Mm : mm adalah 9 : 16 : 9
sehingga perbandingan fenotifnya adalah 25 : 9.

8
Perbandingan ini sesuai dengan hukum Mendel I atau hukum segregasi
dimana pada persilangan antar keturunan F1 tampak bahwa perbandingan hasil
perkawinan antar faktor dominan dan resesif pada genotifnya adalah 1 : 2 : 1 dan
perbandingan fenotifnya adalah 3 : 1.

Sedangkan pada percobaan 2, persilangan antara keturunan F1 didapatkan


perbandingan genotifnya dari MM : Mm : mm adalah 6 : 18 : 6 sehingga
perbandingan fenotifnya adalah 24 : 6.

Perbandingan ini tidak sesuai dengan hukum Mendel I atau hukum


segregasi dimana pada persilangan antar keturunan F1 tampak bahwa
perbandingan hasil perkawinan antar faktor dominan dan resesif pada genotifnya
adalah 1 : 3 : 1 dan perbandingan fenotifnya adalah 4 : 1.

Berdasarkan percobaan yang dilakukan mengenai hukum Mendel I atau


persilangan monohibrid pada percobaan 1 yang diambil secara acak berdasarkan
data di atas jelas sesuai dengan hukum Mendel. Dan jika kita menuliskan
persilangannya juga akan sesuai dengan hukum Mendel tersebut, yaitu:

P: ♀MM >< ♂ mm

(Merah) ↓ (Putih)

F1: Mm

(Merah)

F1>< F1: ♀ Mm >< ♂ Mm

(Merah) ↓ (Merah)

G: M,m M,m

9
F2:

Fenotif (genotif) MERAH (M) PUTIH (m)

MERAH (M) MM Mm

PUTIH (m) Mm mm

Jadi berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, didapatkan hasil


persilangan dengan perbandingan yaitu sebagai berikut:

- Rasio Genotifnya = MM : Mm : mm

9 : 16 :9→1:2:1

- Rasio Fenotifnya = Merah : Putih

25 : 9 → 3 : 1

10
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada persilangan ini berlaku hukum mendel I yang menyatakan bahwa


ketika berlangsung pembentukan gamet pada individu heterozigot terjadi
perpisahan alel secara bebas sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen
saja. Oleh karena itu, setiap gamet mengandung salah satu alel yang dikandung sel
induknya.Peristiwa ini dikenal dengan Persilangan Monohibrid yang dikenal pula
dengan hukum segregasi. Persilangan ini menggunakan satu sifat beda.Dengan
menggunakan kancing genetik warna merah dilambangkan dengan (M) dan warna
putih dilambangkan dengan (m), pada keturunan satu (F1) perkawinan dari
keduanya merupakan gabungan dari kedua gen (Mm) yang dalam fenotifnya
bentuk tetap bulat (percampuran kancing merah dan kancing putih). Sedangkan
pada keturunan F2 mulai tampak berlakunya hukum segregasi yaitu pemisahan
secara bebas gen sealel.

Pada praktikum ini, hasil yang diperoleh dari persilangan monohybrid


pada percobaan 1 sesuai dengan bunyi Hukum Mendel I. Sedangkan pada
percobaan 2 tidak sesuai. Namun kebanyakan pada praktikum ini sesuai dengan
bunyi Hukum Mendel I. Hukum Mendel tetap nyata dan penyimpangan yang
terjadi bukanlah penyimpangan yang nyata melainkan penyimpangan yang semu
karena masih mengikuti Hukum Mendel.

11
Daftar Pustaka

- Sipayung, Julita.2014. Laporan Praktikum Genetika.


https://www.academia.edu diakses pada 23 Maret 2019
- Faadinyah, Rahillah Hauraa.2012. Laporan Praktikum I Persilangan
Monohibrid dan Dihibrid.
http://marygold248.blogspot.com/2012/03/laporan-praktikum-i-
persilangan.html diakses pada 23 Maret 2019
- Assrafy, Aisya. 2018. Laporan Praktikum Percobaan Hukum Mendel
(Kancing Genetika). https://www.academia.edu diakses pada 23 Maret
2019

12