Anda di halaman 1dari 8

1.

Suatu industry farmasi akan memproduksi suatu sedian kapsul salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah uji disolusi. Dibawah ini alat manakah yang
harus digunakan?
a. Uji disolusi tipe 1
b. Uji disolusi tipe 2
c. Uji disousi tipe 3
d. Uji disolusi tipe 4
e. Uji disolusi tipe 5
2. Suatu industri farmasi akan membuat tablet hisap vitamin C 1000 mg untuk pasien dewasa. Dari data CoA dan MSDS vitamin C di dapatkan informasi
sifat fisika dan kimia zat sebagai berikut : berbentuk granulat, sifat kompresibilitas baik, larut air, termobilitas rendah.
Dari penjelasan diatas, metode pembuatan tablet apakah yang paling sesuai? a.
Granulasi Kering
b. Granulasi Basah
c. Fast melt granulation
d. Metode kempa langsung
e. Spray dried method

3. Fenomena pengangkutan fisiologis yang mempengaruhi mekanisme obat melewati membran sel yang diperantarai oleh pembawa yang berperan penting
dalam sekresi ginjal dan bilier dari berbagai obat dan metabolit disebut... a. Difusi pasif
b. Transport aktif
c. Difusi terfasilitasi
d. Pinositosis
e. Transport melalui pori

4. Nifedipin digunakan untuk obat angina dan hipertensi pada golongan Calcium Channel Blocker. Nifedipin memiliki waktu paruh 2-4 jam, dosis yang
biasa diberikan sebanyak 10-30 mg. Nefedipin terabsorpsi baik di lambung. Sebuah industri farmasi ingin mengembangkan produk nifedipin menjadi
bentuk sediaan sustained release. Sebelum siap dipasarkan produk ini harus melalui uji pelarutan. Metode resmi yang paling sesuai untuk melaksanakan
uji pelarutan produk ini sesuai USP/NF ialah...
a. Rotating basket
b. Paddle
c. Reciprocating cyllinder
d. Flow-Through-Cell
e. Paddle-over-Disk

5. Pertimbangan dalam merancang sebuah sediaan obat merupakan langkah awal untuk menjamin keamanan dan keefektifan obat. Pertimbangan yang
dikaitkan dengan waktu paruh eliminasi obat dan konsentrasi terapeutik obat ialah...
a. Pertimbangan penderitaan
b. Pertimbangan dosis
c. Pertimbangan frekuensi pemberian dosis
d. Pertimbangan terapeutil
e. Pertimbangan efek samping dalam saluran cerna

6. Bioavaibilitas setiap obat berbeda dengan adanya perbedaan bentuk sediaan. Parameter bioavaibilitas yang menggambarkan perkiraan jumlah obat yang
berada dalam sirkulasi sistemik adalah
a. AUC
b. MEC
c. CpMaks
d. tMaks
e. MTC
7. Zat aktif A memiliki kelarutan dalam air dan bioavailabilitas yang rendah. Untuk meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitasnya, dilakukan modifikasi
kimiawi denan penambahan gugus ester pada strukturnya. Zat termodifikasi ini baru dapat menimbulkan efek farmakologis setelah mengalami
penghilangan gugus ester secara enzimatik dalam hati. Bentuk modifikasi obat yang dimaksud disebut sebagai.... a. Metabolit
b. Garam
c. Ester
d. Prodrug
e. Polimer
8. Pelepasan obat dalam dari sediaan dipengaruhi oleh ukuran partikel obat. Selain itu, juga mempengaruhi kestabilan fisik dan respon farmakolois yang
ditimbulkan. Penentuan ukuran partikel menggunakan coulter counter merupakan cara penentuan ukuran partikel dengan metode .... a. Mikroskopi optik
b. Pengayakan
c. Impuls
d. Pengendapan
e. Pengukuran volume partikel
9. Ranitidin (biasa digunakan dalam pengobatan tukak (ulcer) merupakan salah satu obat yang tidak dapat berpenetrasi melewati membran dengan cara
difusi pasif. Hal ini dikarenakan sifat ranitidin yang ... a. Larut lipid
b. Tidak terionisasi
c. Hidrofobik
d. Hidrofilik
e. Ampifilik
10. Seorang pasien yang datang ke apotek Husada diberikan antifungi Griseofulvin dalam bentuk tablet. Griseofulvin diketahui memiliki kelarutan yang
rendah (tergolong BCS Kelas II) sehingga absorpsinya di saluran cerna juga rendah; di mana absorpsinya dapat dipengaruhi oleh makanan, terutama
makanan berlemak.

Bagaimana pengaruh makanan terhadap absorpsi griseofulvin?


a. Adanya makanan meningkatkan absorpsi griseofulvin sehingga griseofulvin sebaiknya diberikan 2 jam sebelum makan
b. Adanya makanan meningkatkan absorpsi griseofulvin sehingga griseofulvin sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan
c. Adanya makanan menurunkan absorpsi griseofulvin sehingga griseofulvin sebaiknya diberikan 2 jam sebelum makan
d. Adanya makanan menurunkan absorpsi griseofulvin sehingga griseofulvin sebaiknya diberikan 2 jam setelah makan
e. Adanya makanan menurunkan absorpsi griseofulvin sehingga griseofulvin sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan

11. Koefisien partisi merupakan indikasi lipofilisitas suatu obat. Semakin lipofil suatu obat, umumnya semakin mudah obat tersebut untuk berpenetrasi
melewati membran dan sampai di tempat kerjanya. Obat A diketahui memiliki koefisien partisi <1. Dilihat dari koefisien partisi obat A tersebut, maka
dapat dikatakan bahwa obat A memiliki... a. Kelarutan yang tinggi
b. Kelarutan yang rendah
c. Permeabilitas yang tinggi
d. Permeabilitas yang rendah
e. Kelarutan dan permeabilitas yang sama tinggi

12. Natrium diklorofenak adalah obat anti infamasi non-steroid yang merupakan senyawa aktif dengan efek farmakologis sebagai analgetik, antipiretik, dan
antiradang. Mekanisme diklorofenak yaitu menghambat sintesa prostaglandin.natrium diklorofenak mempunyai waktu paruh yang pendek sekitar 1-2
jam.
Dari prnjelasan tersebut maka, bentuk sediaan apakah yang dapat dibuat untuk obat ini? a.
Tablet salut selaput
b. Tablet floating
c. Tablet salut enterik
d. Tablet salut gula
e. Tablet lepas lambat

13. Rute biofarmasetika yang dialami oleh suatu formula obat dan tablet khususnya dapat diuraikan dalam 3 tahap secara berurutan yaitu: a. Disolusi,
liberalisai dan absorbsi
b. Liberalisasi, absorbsi dan disolusi
c. Liberalisasi, disolusi dan absorbsi
d. Absorbsi, liberalisasi dan disolusi
e. Absorbs,disolusi dan liberalisasi

14. Industri farmasi sedang mengembangkan bentuk sediaan larutan dengan bahan aktif ibuprofen. Ibuprofen memiliki sifat sukar larut dalam air. Oleh karena
itu untuk meningkatkan kelarutan ditambahkan polimer hidrofilik. Metode apakan yang digunakan?
a. Kosolvensi d. dispersi padat
b. Solubilisasi e. pembentukan garam
c. Kompleks inklusi

15. Seorang wanita berusia 70 tahun, dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung yang di deritanya, dia mendapatkan terapi digoksin untuk penyakit
jantungnya. Dibawah ini manakah fisiologi/ metabolism yang dapat mempengaruhi farmakokinetik dari digoksin? a. Penurunan a-glukoprotein d.
penaikan pH
b. Penurunan fungsi hepar e. penurunan fungsi ginjal
c. Penurunan pH

16. Suatu industri farmasi memproduksi fenofibrate 200mg yang merupakan pengembangan dari produk 100mg. agar produk tersebut dapat diedarkan maka
harus dilakukan uji ekuivalensi. Uji ekuivalensi apa yang harus dilakukan? a. Uji kandungan senyawa aktif d. uji permeabilitas in vitro
b. Uji disolusi terbanding e. uji absopsi in situ
c. Uji bioavailabilitas
17. Industri farmasi memproduksi sediaan paracetamol. Untuk mengetahui sifat fisik tablet dapat menggunakan alat seperti Monsanto tester, Pfizer tester,
dan Strong cobb hardness tester. Alat-alat tersebut digunakan untuk mengetahui salah satu evaluasi tablet yaitu...
a. Keseragaman ukuran tablet d. Keseragaman bobot
b. Waktu hancur e. karapuhan
c. Kekerasan
18. Semakin kecil partikel, semakin luas permukaan obat, semakin mudah larut. Dengan memperkecil ukuran partikel, dosis obat yang diberikan dapat
diperkecil pula, sehingga signifikan dari segi ekonomis. Salah satu factor yang mempengaruhi bioavaibilitas berdasarkan uraian tersebut adalah…. a.
Kelarutan obat
b. Ukuran partikel
c. Bentuk fisik obat
d. Dosage form
e. Excipient

19. Seorang Apoteker akan membuat tablet asam mefenamat. Asam mefenamat merupakan obat dengan golongan BCS kelas II yang memiliki kelarutan
rendah tetapi permeabilitas baik sehingga dengan tingkat kelarutan yang rendah itu, laju pelarutannya menjadi tahap yang paling lambat dan menjadi
penentu laju absorpsi obat. Berat molekul asam mefenamat adalah 241,3, BM ini tergolong memiliki ukuran partikel yang besar sehingga akan bermasalah
dengan kelarutannya dalam air yang juga dapat mempengaruhi bioavailabiitas asam mefenamat. HPMC merupakn polimer yang tepat untuk membawa
obat asam mefenamat. salah satu efek samping dari asam mefenamat adalah dapat mengiritasi lambung. Untuk memperbaiki bioavaibilitas obat dan
menurunkan efek samping pada saluruan cerna, maka sediaan apa yang tepat? a. Nanopartikel
b. Kapsul Cangkang
c. Tablet
d. Emulsi
e. Suspensi
20. Furosemid merupakan salah satu obat yang memiliki sifat praktis tidak larut dalam air. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kecepatan disolusi tersebut dapat ditambahkan polimer hidrofilik seperti polivinilpirolidon. Apakah metode yang dapat digunakan? a. Kompleksasi
b. Dispersi padat
c. Pembentukan garam
d. Pengecilan ukuran partikel
e. Pembentukan prodrug
21. Seorang farmasis akan membuat formulasi sediaan dengan menggunakan bahan ekstrak tanaman yang memiliki efek sebagai antidiabetes. Apa jenis
sediaan yang sesuai jika sistem penghantaran dimaksudkan untuk memperpanjang waktu absorbsi obat dengan mukus yang telah diformulasi dengan
adanya bantuan polimer? a. Tablet floating
b. Tablet bukal
c. Tablet mukoadesif
d. Tablet salut enteric
e. Tablet salut gula
22. Suatu proses perlintasan membran oleh molekul-molekul besar dan terutama oleh molekul yang tidak larut, di mana perlintasan terjadi dengan
pembentukan vesikula (bintil) yang melewati membran merupakan salah satu jenis mekanisme transpor membran ... a. Transpor aktif
b. Difusi pasif
c. Pinositosis
d. Difusi terfasilitasi
e. Transpor oleh pasangan ion
23. Beberapa hal dapat memengaruhi laju disolusi suatu sediaan sehingga berakibat pada rendahnya bioavailibilitas obat tersebut. Hal tersebut dapat berupa
sifat fisikokimia zat aktif itu sendiri ataupun teknik pembuatan sediaan. Salah satu teknik pembuatan obat yang dapat menurunkan laju disolusi sediaan
adalah…
a. Penambahan jumlah zat pengisi
b. Peningkatan kompresi saat pencetakan tablet
c. Pengurangan jumlah lubrikan
d. Komponen lubrikan ditiadakan
e. Peningkatan desintegran
24. Sejumlah faktor telah menunjukkan pengaruh terhadap waktu pengosongan lambung. Beberapa faktor yang cenderung menghambat pengosongan
lambung meliputi konsumsi makanan dengan lemak tinggi, minuman dingin, dan obat-obat antikolinergik. Obat-obat yang tidak stabil pada pH asam,
seperti penisilin dapat terurai jika pengosongan lambung tertunda. Bagaimana bentuk sediaan yang sesuai agar zat aktif tersebut tidak terurai? a. Tablet
salut gula
b. Tablet salut enterik
c. Tablet bukal
d. Tablet sublingual
e. Tablet floating
25. Tranport aktif bisa mengalami kejenuhan kaena
a. transport aktif perlu energi
b. transport aktif perlu carier
c. Pertanyaan salah, transport aktif tidak bisa mengalami kejenuhan
d. transport aktif untuk senyawa polar
e. Jawaban a dan b benar

Essay

1. Seorang apoteker akan membuat sediaan tablet paracetamol dengan metode granulasi basah, namun dalam pembuatannya terdapat masalah dalam
pembuatan tabletnya. Sebutkan dan jelaskan masalah dalam pembuatan tablet?
2. Penggunaan obat generik untuk terapi suatu penyakit terkadang sering dipertanyakan dalam hal mutu. Hal ini karena harga obat generik relatif lebih murah
dibandingkan dengan harga obat paten, sehingga muncul anggapan bahwa bioavailabilitas obat generik lebih rendah dibandingkan obat paten. Berikan
tanggapan terhadap pernyataan tersebut mengenai apa langkah yang seharusnya dilakukan untuk membuktikan adakah perbandingan bioavailabilitas
antara kedua jenis obat tersebut?

Anda mungkin juga menyukai