Anda di halaman 1dari 56

MONITORING DAN EVALUASI

JARINGAN IRIGASI AIR TANAH

Disampaikan oleh : DJITO


Di Solo, Tanggal 27 Maret 2018

D I R E K T O R AT BIN A OPERASI DAN PEMELIHARAAN


D I R E K TO R AT J E N D E R A L S U M B E R DAYA A I R
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
LATAR BELAKANG

Mengingat pemompaan air tanah mempunyai resiko terhadap


lingkungan maka untuk mendeteksi dini perlu dilakukan secara
terus menerus ataupun secara periodik. Pemantauan air tanah
dapat dilakukan pada sumur pantau yang dibuat khusus ataupun
dapat menggunakan sumur produksi.

Sumur produksi sebagai sumur pantau dipilih yang dapat


mewakili sumur-sumur di daerah pengembangan, pada sumur
produksi yang dipilih tersebut juga untuk monitoring kondisi
Jaringan Irigasi Air tanah meliputi: operasional pompa dan mesin
kondisi jaringan distribusi, intensitas dan produktivitas tanaman
dan seberapa jauh irigasi air tanah memberikan kenaikan petani
penerima manfaat.
Monitoring :
merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui secara
dini segala kemungkinan kejadian yang mungkin terjadi
sehubungan dengan pengoperasian prasarana irigasi air tanah

Pengoperasian prasarana air tanah :


merupakan sinergi dari sumur, pompa dan mesin, saluran
distribusi (JIAT) serta sumber daya manusia yang tergabung
dalam organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT)
perlu diupayakan untuk dapat bekerja secara bersama-sama.
Dan bila ada kendala salah satu variabel tersebut akan
mengganggu pelayanan dan kehandalan irigasi air tanah
POKOK BAHASAN
MONITORING AIR TANAH

MONITORING
PENGOPERASIAN
PRASARANA IRIGASI AIR
TANAH

MONITORING P3AT DAN


USAHATANI

EVALUASI KINERJA
PRASARANA IRIGASI
AIRTANAH
POKOK BAHASAN
v Monitoring Air Tanah
MONITORING
AIR TANAH Menurut Danaryanto dkk (2008), monitoring air tanah
sehubungan dengan penyadapan air tanah untuk keperluan
MONITORING
PENGOPERASIAN
irigasi antara lain meliputi :
PRASARANA IRIGASI • Pemantauan jumlah pengambilan dan pemanfaatan air tanah,
AIR TANAH ditujukan untuk mengetahui perubahan jumlah pengambilan dan
pemanfaatan air tanah dari sumur produksi, mata air dan sungai
MONITORING P3AT bawah tanah yang diturap.
DAN USAHATANI • Pemantauan kedudukan Muka Air Tanah (MAT), dilakukan untuk
mengetahui perubahan kedudukan Muka Air Tanah pada sumur
EVALUASI KINERJA pantau atau sumur produksi.
PRASARANA • Pemantauan kualitas air tanah.
IRIGASI AIRTANAH • Pemantauan dampak lingkungan keberadaan air tanah.
• Pemantauan amblesan tanah (land subsidence).
MONITORINGA AIR TANAH
1. Pemantauan jumlah pengambilan dan pemanfaatan air tanah
Pemantauan jumlah pengambilan dan pemanfaatan air tanah ditujukan untuk
mengetahui perubahan jumlah pengambilan dan pemanfaatan air tanah dari sumur
produksi, mata air dan sungai bawah tanah yang diturap. Pemantauan jumlah
pengambilan dapat dilaksanakan sebagai berikut :
a. Pencatatan atau pengukuran jumlah pengambilan dilakukan secara berkala setiap
bulan melalui meter air atau pengukur debit lainnya.
b. Selisih angka, dua jangka waktu pencatatan jumlah pengambilan dan
pemanfaatan air tanah pada meter air atau alat ukur debit lainnya merupakan
jumlah air tanah yang diambil dan dimanfaatkan selama satu bulan
c. Perubahan jumlah pengambilan dan pemanfaatan air tanah pada periode waktu
tertentu dapat diketahui dari hasil analisis pencatatan atau pengukuran tersebut
diatas
MONITORINGA AIR TANAH
2. Pemantauan kedudukan Muka Air Tanah (MAT)
Pemantauan kedudukan Muka Air Tanah (MAT) dilakukan untuk mengetahui
perubahan kedudukan Muka Air Tanah pada sumur pantau atau sumur produksi.
Pemantauan kedudukan Muka Air Tanah dilakukan sebagai berikut (Danaryanto
2006) :
a. Pengukuran MAT dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan
Automatic Water Level Recorder (AWLR)
b. Secara berkala setiap bulan pengukuran AWLR dikalibrasi dengan melakukan
pemantauan MAT secara manual dengan menggunakan hidrometer
c. Hasil rekaman alat AWLR tipe mekanik berupa hidrograf yang tergambar pada
kertas perekam , sedangkan hasil rekama alat AWLR tipe digital hasilnya berupa
hidrograf dan angka numerik yang tersimpan dalam perekam digital (flash disk
atau hard disk)
d. Perubahan kedudukan MAT pada periode waktu tertentu diperoleh dari hasil
analisis hidrograf AWLR
MONITORINGA AIR TANAH

Pemantauan kedudukan MAT pada sumur produksi dilaksanakan sebagai


berikut :
a. Pengukuran kedudukan MAT dilakukan seacara berkala sekurang-kurangnya dua
kali dalam setahun yakni pada puncak musim kemarau dan puncak musim
penghujan
b. Pada sumur pompa untuk irigasi sebaiknya dilakukan setiap sumur dioperasikan
yaitu sebelum pemompaan dan 30-60 menit setelah pompa dihentikan
c. Kedudukan MAT yang dibawah permukaan tanah setempat diukur secara manual
dengan menggunakan hidrometer, sedangkan MAT yang berada diatas
permukaan tanah (artesis) diukur dengan menggunakan manometer atau
memakai pipa hingga air tanah berhenti mengalir sendiri (self flowing).
d. Perubahan kedudukan MAT pada periode waktu tertentu dapat diketahui dari hasil
analisis pengukuran tersebut diatas.
MONITORINGA AIR TANAH
3. Pemantauan Kwalitas air tanah
Sumur Produksi yang terutama juga digunakan sebagai air minum perlu dilakukan
pemantauan terhadap kwalitas airnya. Pengujian kwalitas air dilakukan sebagai
berikut :

a. Analisis contoh air dilakukan secara berkala minimal dua kali dalam setahun,
masing-masing ada puncak musim kemarau dan pada puncak musim penghujan.
b. Dari sekelompok sumur bor produksi dipilih salah satu sebagai sumur pantau
yang dapat mewakili kondisi kwalitas air tanah disekitarnya
c. Jumlah dan kerapatan sumur pantau atau sumur produksi terpilih serta tata letak
lokasinya ditentukan sedemikian rupa sehingga membentuk suatu jaringan
pemantauan yang mewakili pemantauan seluruh kondisi kualitas air tanah di
suatu Cekungan Air Tanah.
MONITORINGA AIR TANAH

d. Letak saringan sumur pantau ditentukan atau dipilih pada pada kedudukan yang
dapat mewakili lapisan batuan atau kelompok akifer yang akan dipantau.

e. Analisis dilakukan dengan cara mengambil contoh air yang belum mengalami
pengolahan

f. Contoh air segera dianalisis dengan standar yang berlaku utuk mengetahui
kandungan kimia air tanahnya berdasar baku kualitas air

g. Hasil pengukuran dipakai sebagai dasar evaluasi izin pemanfaatan air, mata air
atau izin pemanfaatan sungai bawah tanah.
MONITORINGA AIR TANAH

4. Pemantauan Dampak Lingkungan Keberadaan Air Tanah


Pemompaan air tanah dengan sumur bor dalam dapat menimbulkan
dampak terhadap lingkungan, antara lain :

a. Keringnya sumur dangkal atau sumur penduduk disekitar sumur bor


dalam
b. Intrusi air laut didaerah dekat pantai
c. Amblesan tanah (Land Subsidence)
MONITORINGA AIR TANAH

5. Pemantauan amblesan Tanah (Land Subsidence)


Yang terpenting adalah mengamati adanya gejala amblesan tanah
yaitu adanya gejala menyembulnya pipa jambang terangkat dari
permukaan tanah setempat atau terjadinya keretakan bahkan pecahnya
beton cor penyangga pipa jambang.

Juga perlu diamati bangunan sekitar sumur-sumur produksi didaerah


pengembangan yaitu adanya tiang-tiang pancang yang menunjukkan
gejala terangkat pondasinya.
POKOK BAHASAN

MONITORING AIR
TANAH
2. Pengamatan
1. Pemantauan
adanya
MONITORING jam operasi
kerusakan
PENGOPERASIAN
Monitoring
PRASARANA pengoperasia
IRIGASI AIR TANAH n prasarana
irigasi air
MONITORING P3AT tanah
DAN USAHATANI
4. Monitoring 3. Monitoring
layanan irigasi Air kondisi jaringan
EVALUASI KINERJA tanah distribusi air tanah
PRASARANA
IRIGASI AIRTANAH
MONITORINGA PENGOPERASIAN PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

1. Pemantauan jam operasi

Pengoperasian pompa dilakukan setiap hari dengan melakukan


pencatatan lama jam operasi pada form yang disediakan, dan direkap
setiap bulannya. Dengan demikian dapat diketahui jumlah jam operasi
pompa dan terutama mesin penggerak pompa sehingga dapat dilakukan
pemeliharaan secara berkala seperti pengantian pelumas dapat
dilakukan dengan tepat waktu.
MONITORINGA PENGOPERASIAN PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
2. Pengamatan adanya kerusakan
Pompa dan terutama mesin penggerak mempunyai umur teknis pada
masing masing komponennya.
Namun kerusakan sering terjadi kerusakan sebelum tercapainya umur
teknis komponen tersebut.
Hal ini disebabkan pengoperasian yang tidak benar atau kerena
kurangnya perawatan.
Langkah awal adalah melakukan pengamatan secara rutin sebelum
maupun selama pompa dan mesin beroperasi.
Gejala gejala yang menyimpang berarti adanya kinerja yang kurang akibat
adanya komponen yang kurang berfungsi.
Pengamatan yang dini disertai penanganan yang segera dilaksanakan
akan memperpanjang usia teknisnya dan tentunya akan menghemat
beaya perbaikan.
MONITORINGA PENGOPERASIAN PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

3. Monitoring kondisi jaringan distribusi air tanah

Pemantauan kondisi Jaringan distribusi dilakukan secara periodik


minimal 3 bulan sekali menjelang musim tanam.

Hal-hal yang diamati terutama adanya kebocoran pipa, pelumasan pada


alvalva valfe, keretakan pada box bagi dan lain lain.

Bila ditemui kerusakan segera dilakukan perbaikan.


MONITORINGA PENGOPERASIAN PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

4. Monitoring layanan irigasi Air tanah


Irigasi air tanah memerlukan beaya yang relative lebih mahal daripada irigasi air
permukaan.
Efisiensi irigasi harus setinggi mungkin.
Disamping perlunya memonitoring kondisi jaringan distribusi , sejauh mana air irigasi
di manfaatkan petani seefisien mungkin.
Monitoring meliputi : percepatan aliran air kepetak atau lahan petani, adanya
pemborosan penggunaan air dan sejauh mana giliran pemberian semaksimal mungkin
air dapat menjangkau areal layanan irigasi air tanah.
Pemantauan layanan irigasi air tanah dilakukan bersamaan dengan pemantauan
terhadap kondisi fisik jaringan distribusi irigasi air tanah, dan dilakukan minimal
sebulan sekali.
POKOK BAHASAN

MONITORING AIR
TANAH
2. Monitoring
1. Monitoring
Administrasi dan
MONITORING kegiatan P3AT
keuangan P3AT
PENGOPERASIAN
PRASARANA IRIGASI
AIR TANAH Monitoring
P3AT dan
usahatani
MONITORING
P3AT DAN
4. Monitoring 3. Monitoring
USAHATANI pendapatan intensitas dan
usahatani dilahan produktivitas
EVALUASI KINERJA
sumur pompa tanaman
PRASARANA
IRIGASI AIRTANAH
MONITORINGA P3AT DAN USAHA TANI

1. Monitoring kegiatan P3AT

Dalam rangka pembinaan dan bimbingan terhadap pengurus


P3AT makan perlu pdimonitor kegiatan organisasi meliputi,
Pertemuam rutin atau pertemuan periodik setiap bulan atau
minimal tiga bulanan musim penanaman , pertemuan tahunan
atau pertemuan yang bersifat ensidentil saat diperlukan untuk
memecahkan permasalahan dalam kaitan pengoperasian
prasarana irigasi air tanah.
MONITORINGA P3AT DAN USAHA TANI

2. Monitoring Administrasi dan keuangan P3AT

Sebagai organisasi sosial yang juga bersifat ekonomis, diarahkan


dan diharapkan menjadi organisasi yang transparan dan akuntabel.
Untuk dapat mewujudkann hal tersebut perlu diberikan bimbingan
dan penyuluhan melalui kunjungan yang rutin dilakukan oleh
petugas pembina.
MONITORINGA P3AT DAN USAHA TANI

3. Monitoring intensitas dan produktivitas tanaman

Salah satu parameter untuk mengukur keberhasilan irigasi air


tanah adalah adanya peningkatan intensitas tanam. Umumnya
di rencanakan yang semula intensitas tanam sekitar 150 – 200
persen, dengan adanya irigasi air tanah direncanakan
intensitas tanam bisa mencapai 300 persen.

Monitoring intensitas dan produktivitas tanaman di arel sumur


pompa seyogyanya dilakukan setahun sekali dan dipilih pada
salah satu contoh sumur diareal pengembangan.
MONITORINGA P3AT DAN USAHA TANI

4. Monitoring pendapatan usahatani dilahan sumur pompa


Disamping peningkatan intensitas dan produktivitas pertanian di lahan
sumur pompa, tentunya harus diikuti dengan peningkatan usaatani yang
memadai.
Peningkatan pendapatan yang signifikan akan berpengaruh langsung
terhadap keberlanjutan pengoperasian sumur pompa.
Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa pengoperasian sumur
pompa membutuhkan beaya yang memadai.
Monitoring pendapatan usahatani seyogyanya dilaksanakan setidaknya
2-3 sekali dilahan areal irigasi air tanah.
Pendapatan usahatani yang diamati adalah dalam jangka waktu satu
tahun atau dalam siklus tahunan pelaksanaan usahatani.
POKOK BAHASAN
v Indikator Evaluasi
MONITORING AIR
TANAH • Evaluasi terhadap sumur
• Evaluasi terhadap mesin penggerak
MONITORING • Evaluasi terhadap Pompa
PENGOPERASIAN • Evaluasi terhadap Jaringan Irigasi Aair Tanah (JIAT)
PRASARANA IRIGASI
• Evaluasi terhadap P3A
AIR TANAH
• Evaluasi terhadap Usahatani
MONITORING P3AT v Penilaian
DAN USAHATANI Setiap prasarana yang dilakukan evaluasi sesuai parameter-
parameter tersebut diatas selanjutnya dilakukan penilaian
EVALUASI KINERJA berdasar bobot dan score yang diberikan
PRASARANA v Penyusunan Kategori Kerusakan
IRIGASI AIRTANAH Kategori : Baik, Rusak Ringan, Rusak Sedang, Rusak Berat, dst.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
1. INDIKATOR EVALUASI :
a. Evaluasi terhadap sumur
q Adanya kebocoran sumur diluar Casing
q Adanya penurunan debit jenis
q Adanya bau dan warna
q Adanya rasa asin

b. Evaluasi terhadap mesin penggerak


q Adanya spare part yang harus diperbaiki
q Kondisi Pelumasan
q Adanya Kerusakan yang harus mengganti spare part
q Adanya kerusakan berat yang harus dilakukan overhaul
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
1. INDIKATOR EVALUASI :
c. Evaluasi terhadap Jaringan Irigasi Aair Tanah (JIAT)
q Adanya kerusakan Rumah pompa
q Adanya kerusakan bak ukur
q Adanya kerusakan saluran
q Adanya kerusakan box bagi

d. Evaluasi terhadap P3A


q Pertemuan rutin
q Perlengkapan Adminisitrasi dan keuangan
q Adanya keluhan anggota
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
INDIKATOR EVALUASI :

e. Evaluasi terhadap Usahatani


q Perobahan Pola tanam
q Adanya High Value Crops
q Kenaikan pendapatan petani
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
a. Sumur
q Baik (B), artinya tidak ada kerusakan sama sekali dari sumur.
q Rusak Ringan (RR), artinya ada sedikit kebocoran tapi bukan karena kebocoran
diluar casing tapi karena packing yang kurang baik.
q Rusak Sedang (RS), artinya ada sedikit kebocoran, mulai ada gejala air mengandung
pasir halus tapi dengan menurunkan debit pemompaan pasir halus jauh berkurang.
Dapat juga air berbau logam atau berbau asing lainnya.
q Rusak Berat (RB), artinya sumur mengalami kebocoran yang permanen,
mengandung pasir halus sampai kasar, atau air asin dan membahayakan manusia
maupun tanaman.
q Rusak Sama Sekali (RSS), artinya gravel pack kosong sehingga casing jatuh, air tidak
keluar sama sekali, atau terjadi penyumbatan yang tidak bisa diatasi, misal karena
tertimbun atau tersumbat batu.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
b. Mesin Penggerak
q Baik (B) :
Apabila mesin dalam kondisi tidak ada kerusakan sehingga siap untuk dioperasikan sewaktu-
waktu dengan hanya mengisi bahan bakar saja; atau apabila untuk mengoperasikan mesin
tersebut hanya memerlukan servis rutin saja, misalnya pada mesin yang tidak dioperasikan
selama musim hujan (mungkin selama 2 sampai 3 bulan) dan tidak dioperasikannya bukan
karena akibat adanya kerusakan.
Servis rutin yang dimaksudkan adalah meliputi :
- Mengganti oli mesin.
- Mengganti filter oli.
- Mengganti filter solar.
- Membersihkan/mengganti filter udara.
- Strom aki/mengganti aki.
q Rusak Ringan (RR) :
Apabila mesin bisa dioperasikan dan hanya mengalami kerusakan pada alat-alat bantu atau
alat kontrolnya saja misalnya :
- Kerusakan/penggantian V-belt.
- Kerusakan pada alternator.
- Kerusakan motor stater.
- Kerusakan pada panel kontrol.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
b. Mesin Penggerak
q Rusak Sedang (RS)
Apabila mesin bisa dioperasikan akan tetapi memerlukan penyetelan-penyetelan/ tune up
atau mengalami kerusakan pada bagian drive train.
- Top overhoul.
- Pengetesan/penyetelan injection nozzle dan penyetelan timing.
- Kerusakan pada PTO, menganti disc clutch dan bearing.
- Kerusakan pada propeller shaft/mengganti cross joint.

q Rusak Berat (RB)


Apabila mesin tidak bisa dihidupkan (motor stater dan aki dalam keadaan baik) atau bisa
dihidupkan tapi sulit dan kalau sudah hidup ada indikasi tidak normal misalnya asapnya
terlihat hitam sekali, suara yang tidak semestinya, pemakaian bahan bakarnya yang boros,
selalu menambah oli dengan jumlah yang relatif banyak dan adanya kebocoran-kebocoran oli
(mesin selalu terlihat kotor), sehingga untuk perbaikannya harus dilakukan :
- Top overhoul atau bahkan general overhoul.
- Penyetelan/penggantian injection nozzle element.
- Penyetelan/penggantian injection pump element.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
b. Mesin Penggerak
q Rusak Sama Sekali (RSS)
Apabila kondisi mesin adalah sebagai berikut :
- Mesin mengalami kerusakan, tidak berhasil diperbaiki kemudian banyak spare part-
nya diambil untuk digunakan mesin yang lainnya (kanibal).
- Mesin di-overhoul tapi karena ketiadaan atau kesulitan mendapatkan spare-part
akhirnya mengalami kasus sama seperti kasus diatas.
- Akibat salah pengoperasian sehingga mengalami kerusakan yang fatal sampai
connecting rod bengkok, crank shaft patah, connecting rod putus menghantam crank
case hingga pecah dsb.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
c. Pompa
q Baik/Siap operasi (B) :
Pompa bisa berfungsi dengan baik dan sewaktu-waktu siap dihubungkan dengan
mesin penggerak (dioperasikan) meskipun
q Rusak ringan (RR) :
Pompa masih bisa beroperasi akan tetapi,
- Terdapat kebocoran air dari kerenggangan antara as pompa dengan gland packing,
yang bisa diatasi dengan mengeraskan flens penjepit gland pacing atau
megganti/menambah gland packing.
- Terjadi penurunan kapasitas yang bisa diatasi dengan menyetel kembali posisi
impleller pompa.
q Rusak sedang (RS) :
Kerusakan yang terjadi bukan pada pompa itu sendiri akan tetapi untuk
memperbaikinya menyebabkan pompa tidak bisa dioperasikan seperti :
- Kerusakan pada gear head (RAGD) karena untuk memperbaikinya harus
membongkar unit tersebut.
- Kerusakan pada flow meter.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
c. Pompa
q Rusak berat (RB) :
Pompa mengalami kerusakan ringan yang tidak bisa diatasi dengan cara tersebut diatas
yaitu :
- Terjadi penurunan kapasitas yang tidak bisa diatasi dengan menyetel posisi impeller
pompa, sehingga harus mencabut kembali pompa untuk memeriksa kondisinya.
- Kerusakan-kerusakan lain yang untuk memperbaikinya hanya bisa dilakukan dengan
mencabut kembali pompa tersebut seperti :
o Mengganti top shaft/line shaft.
o Mengganti rubber bearing/bearing spider.

q Rusak sama sekali (RSS) :


Kerusakan berat yang setelah dilakukan pemeriksaan ternyata bagian-bagian vital dari pompa
tersebut yang harus diganti misalnya :
- Roda gigi dan bearing pada gear head (RAGD) rusak/harus diganti.
- Line shaft putus.
- Rubber bearing harus diganti.
- Impeller harus diganti.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
d. JIAT
q Baik (B) :
Semua prasarana JIAT dalam kondisi dan berfungsi baik,rumah pompa dan pagar tidak ada
kerusakan, pondasi sumur, pondasi pompa dan mesin berfungsi baik, aerasi berupa rooster
dalam keadaan baik. Discharge box dalam kondisi baik peil schal terbaca jelas, box bagi
berikut Alvalva Valve kondisi baik tidak ada kebocoran, Asesories Stand dan raiser pipe
berfungsi baik demikian juga air valve.
q Rusak Ringan (RR) :
Semua prasaran JIAT berfungsi baik namun ada kerusakan yang tidak berarti seperti cat
tembok rumah pompa, peilschal yang tidak jelas alvalva valve yang kurang dilumasi atau hal
hal kecil lainnya yang sama sekali tidak mengganggu fungsi JIAT
q Rusak Sedang (RS):
Kerusakan yang terjadi umumnya adalah kerusakan pada alvalva valve akibat kurangnya
perawatan atau sebab lain misalnya hilang dicuri yang berakibat tidak berfungsi box bagi
sehingga pembagian air tidak dapat dikontrol. Kerusakan lainnya misalny pada Discharge box
yang terjadi kebocoran parah. Atau terjadinya kebocoran saluran di satu atau beberapa titik.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
d. JIAT
q Rusak Berat (RB) :
Adanya kerusakan misalnya pondasi mesin dan pompa ambles, dischage box bocor
parah, saluran banyak yang bocor demikian pula box bagi tidak lagi berfungsi.
Oprasional prasarana irigasi air tanah pada kondisi ini terhenti namun prasarananya
masih ada.

q Rusak Sama Sekali (RSS) :


Pda kondisi rusak sama sekali hampir semua prasarana terutama mesin sudah tidak
ada bekasnya lagi. Rumah pompa tidak berfungsi, pintu dan pagar tidak ada lagi.
Kondisi ini terjadi misal karena pencurian dan penjarahan.
Adanya kerusakan yang tidak ditangani atau karena petani tidak membutuhkan atau
tidak mampu untuk membeayai operasional pompa, dan prasarana irigasi air tanah
menjadi monumen yang terbengkalai.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan/kondisi
e. P3AT

q Baik (B) :
Struktur organisasi dan personalia pengurus lengkap, pertemuan rutin
dilaksanakan, administrasi lengkap ada AD/ART yang memuat hak dan kewajiban
anggota dan pengurus dan semuanya melaksanakan dan mentaatinya. Keuangan
disimpan di BRI, dan setiap akhir tahun dilakukan rapat anggota untuk
mempertanggung jawabkan keuangan.
Status P3AT sudah berbadan hukum.

q Sedang (C) :
Organisasi tetap berjalan, pengurus sebagian besar aktif, rapat atau pertemuan
rutin dilaksanakan, keuangan belum disimpan di BRI,
Status organisasi belum berbadan hikum, AD/ART sudah ada dan disahkan oleh
atau Bupati.
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan
e. P3AT
q Kurang (K) :
Organisasi kurang berjalan, pengurus sebagian besar tidak aktif, rapat atau
pertemuan jarang dilaksanakan, keuangan belum disimpan di BRI,
Status organisasi belum berbadan hukum, AD/ART sudah ada dan disahkan oleh
Camat.

q Tidak Aktif (TA) :


Organisasi mati suri, pengurus tidak aktif, tidak ada rapat atau pertemuan rutin,
AD/ART belum ada, keuangan tidak jelas, operasional pompa hanya diurus oleh
operator saja.

q Belum Terbentuk
Organisasi P3AT memang belum dilakukan pembentukan
EVALUASI KINERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
vKategori kerusakan / kondisi
f. Usaha Tani
q Baik (B) :
Pola Tanam serempak dalam satu blok, ada jadwal tanam dan jadwal
pemberian air yang diatur dengan baik.
ada mayoritas tanaman bernilai ekonomis tinggi (HVC),
setiap awal musim tanam diadakan rapat untuk menentukan pola
tanam setiap blok.
q Sedang (C) :
Pola tanam kurang seragam dalam setiap blok giliran.
Tanaman bernilai ekonomis tinggi belum meluas.
q Kurang (K) :
Tidak ada pola tanam yang teratur, petani sesuai keinginan sendiri
sendiri untuk mengupayakan usahataninya,
pergiliran air sulit dilaksanakan, belum berorientasi pada HVC.
FORM-PELAPORAN
LAMPIRAN 1. LAPORAN HARIAN OPERASI MESIN POMPA JAM
No. Sumur : Jenis pompa : Sentrifugal / Turbin / Submersibel.
Desa : Merek/Type :
Kecamatan : Mesin penggerak :
Kabupaten : Luas oncoran/JIAT :
Kegiatan Untuk mengairi Pemakaian Pengadaan bahan operasi/suku cadang/lain-lain
Tanggal Jam Luas Solar Oli mesin Oli RAGD Jumlah/ Harga Keterangan
Jam mulai 1 2 3 4 5 Pemilik TO/Box Uraian
selesai (Ha) (liter) (liter) (liter) Satuan (Rp.)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

SWL = .....m.
PWL = .....m.
DD = ..... m.
Q = ......L/dt.
Qs = .....L/dt./m

Catatan :
Lembar putih untuk P2AT. 3 = Perbaikan. Operator :
Lembar kuning untuk P3A. 4 = Tunggu perbaikan/suku cadang.
Lembar merah untuk Operator. 5 = Lain-lain.
1 = Operasi. Pada kolom 17, khusus harga solar dan minyak pelumas/oli tidak perlu dimasukkan.
2 = Tidak operasi, mesin pompa baik. Pada kolom 18, dapat diisi data SWL, PWL, Draw down dan Debit pemompaan. (......................................)
LAMPIRAN 2 : LAPORAN KEGIATAN MESIN POMPA
HARIAN
No. sumur : Jenis Pompa :
Desa : Merek/Type :
Kecamatan : Mesin Penggerak :
Kabupaten : Luas areal :

Tanggal Jam Operasi Tidak operasi karena BBM Bahan pemeliharaan


(Jam) Perbaikan Tunggu Lain-lain Jumlah Solar Oli mesin Oli RAGD Suku Cadang Keterangan
(Jam) perb/sk cad (Jam) (L) (L) (L) Laimnnya (Rp)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Jumlah Jumlah beaya OP
bulan ini (Rp)
Harga
(Rp)
LAMPIRAN 3: KARTU RIWAYAT MESIN POMPA
BULANAN
No. sumur : Jenis Pompa :
Desa : Merek/type :
Kecamatan : Mesin Penggerak :
Kabupaten : Luas Areal :

Jam Operasi Jam tidak Beaya Beaya pemeliharaan


Bulan (Jam) operai Operasi/Solar Pelumas Suku Cadang/ Juml.Beaya OP Keterangan
(Jam) (Rp.) (Rp.) Lainnya (Rp) (Rp.)
1 2 3 4 5 6 7 8

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sept

Okt

Nov

Des

Tahun ini

s/d Th Yl.
s/d Th ini

.................., .................

Petugas O&P :

(...................................)
LAMPIRAN 4.a. EVALUASI KENERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH
I. PRASARANA SUMUR
No. INDIKATOR BOBOT (%) SCORE (1-5) NILAI Evaluasi kinerja Total nilai
1 2 3 4 5=3x4 Baik (B) 4 sd 5
1 Adanya kebocoran air diluar pipa jambang 30% 5 1.5 Rusak Ringan (RR) 3 sd < 4
2 Adanya penurunan debit jenis 30% 5 1.5 Rusak Sedang (RS) 2 sd < 3
3 Adanya partikel pasir 20% 5 1 Rusak Berat (RB) 1 sd< 2
4 Air berbau 10% 5 0.5 Rusak Sama Sekali (RSS) 0- < 1
5 Air berasa asin 10% 5 0.5
TOTAL 100% 5

Indikator 1 Adanya kebocoran air diluar pipa jambang


INDIKATOR KEBOCORAN SCORE
Bila kebocoran lebih dari 80 % 1
Bila kebocoranantara 60 -< 80 % 2
Bila Kebocoran antara 20 -< 60 % 3
Bila kebocoran < 5% 4
Tidak ada Kebocoran 5

Indikator 2 Adanya penurunan debit jenis


INDIKATOR PENURUNAN DEBIT JENIS SCORE
Debit jenis menurun > 50 % 1
Debit jenis menurun 25 - <50 % 2
Debit jenis menurun10 - < 25 % 3
Debit jenis menurun < 10% 4
Tidak ada penurunan debit jenis 5

Indikator 3 Adanya partikel pasir


INDIKATOR KEBOCORAN SCORE
ada partikel pasir kasar 1
Ada partikel pasir agak kasar 2
Ada partikel halus 3
Ada partikel sangat halus 4
Tidak ada partikel pasir 5

Indikator 4 Air berbau


INDIKATOR PENURUNAN DEBIT JENIS SCORE
Berbau busuk 1
Berbau logam 2
Sedikit berbau logam 3
Tidak berbau 5

Indikator 5 Air berasa asin


INDIKATOR PENURUNAN DEBIT JENIS SCORE
Asin sekali 1
Asin 2
Sedikit asin 3
Tawar 5
LAMPIRAN 4.b. EVALUASAI KENERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

II. PRASARANA MESIN

No. INDIKATOR BOBOT (%) SCORE (1-5) NILAI Evaluasi kinerja Total nilai
1 2 3 4 5=3x4 Baik (B)
1 Adanya kerusakan fatal 50% - - Rusak Ringan (RR)
2 Adanya kebocoran oli mesin 30% - - Rusak Sedang (RS)
3 Adanya kerusakan pada Drive Tarin 12% - - Rusak Berat (RB)
4 adanya kerusakan pada alat bantu 7% - - Rusak Sama Sekali (RSS)
5 Tidak ada kerusakan sama sekali 1% - -
TOTAL 100% -
Indikator 1 Adanya kerusakan fatal
INDIKATORKERUSAKAN FATAL SCORE
Connecting Rod bengkok/putus 1
Crank Shaft patah 2
Keluar asap hitam pekat, kerusakan pd PTO 3
Crank case pecah 4
Tidak ada kerusakan fatal 5
Indikator 2 Adanya kebocoran oli Mesin
INDIKATOR KEBOCORAN Oli MESIN SCORE
Bila kebocoran lebih dari 80 % 1
Bila kebocoranantara 60 -< 80 % 2
Bila Kebocoran antara 20 -< 60 % 3
Bila kebocoran < 5% 4
Tidak ada Kebocoran 5
Indikator 3 Adanya kerusakan pada Drive Train
INDIKATOR KERUSAKAN DRIVE TRAIN SCORE
Kerusakan PTO 1
Kerusakan pada Clutch Disk 2
Kerusakan pada Propeller Shaft 3
Kerusakan pada Cross Joint 4
Tidak ada Kerusakan pada drive train 5
Indikator 4 adanya kerusakan pada alat bantu
INDIKATOR KERUSAKAN ALAT BANTU SCORE
Kerusakan pada V Belt 1
Kerusakan pada alternator 2
Kerusakan pada Motor Starter 3
Kerusakan pada panel kontrol 4
Tidak ada kerusakan 5
Indikator 5 Tidak ada kerusakan
INDIKATOR KONDISI BAIK SCORE
Tidak ada kerusakan tinggal isi BBM 5
LAMPIRAN 4.c. EVALUASI KENERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

III. PRASARANA POMPA

No. INDIKATOR BOBOT (%) SCORE (1-5) NILAI Evaluasi kinerja Total nilai
1 2 3 4 5=3x4 Baik (B)
1 Kerusakan yang perbaikannya harus mencabut pompa 50%
-
- Rusak Ringan (RR)
2 Kerusakan bagian vital pompa 30%
-
- Rusak Sedang (RS)
3 Kerusakan diluar pompa 12%
-
- Rusak Berat (RB)
4 Adanya kebocoran 7%
-
- Rusak Sama Sekali (RSS)
5 Pompa tidak ada yang rusak 1%
-
-
TOTAL 100%
-
Indikator 1 Kerusakan yang perbaikannya harus mencabut pompa
INDIKATOR KERUSAKAN SCORE
Ada kerusakan pada roda gigi dan bearing pada RAGD 1
Line Shaft putus 1
Rubber bearing harus diganti 1
Impeler harus diganti 1
Tidak ada kerusakan pompa 5
Indikator 2 Kerusakan bagian vital pompa
INDIKATOR KERUSAKAN SCORE
Ada kerusakan pada roda gigi dan bearing pada RAGD 1
Line Shaft putus 1
Rubber bearing harus diganti 1
Impeler harus diganti 1
Tidak ada kerusakan pompa 5
Indikator 3 Kerusakan diluar pompa
INDIKATOR KERUSAKAN SCORE
Kerusakan gear head 2
Kerusakan pada flow meter 2
Kerusakan kontrol panel (untuk pompa Submersibel) 2
Tidak ada kerusakan 5
Indikator 4 Adanya kebocoran
INDIKATOR KERUSAKAN SCORE
Setelan Impeler pompa kurang pas 3
Adanya kebocoran dari as pompa 3
Adanya kerusakan gland packing 3
Adanya kerusakan ringan lainnya 4
Tidak ada kerusakan 5
Indikator 5 Pompa tidak ada yang rusak
INDIKATOR KERUSAKAN SCORE
Tidak ada kerusakan 5
LAMPIRAN 4.d. EVALUASI KENERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

IV. PRASARANA JIAT

No. INDIKATOR BOBOT (%) SCORE (1-5) NILAI Evaluasi kinerja Total nilai
1 2 3 4 5=3x4 Baik (B)
1 Adanya kerusakan dan fungsi Rumah pompa 30% Rusak Ringan (RR)
2 Adanya kerusakan Discharge Box 30% Rusak Sedang (RS)
3 Adanya kerusakan Saluran Distribusi 30% Rusak Berat (RB)
4 Adanya kerusakan Asesories 9% Rusak Sama Sekali (RSS)
5 JIAT tidak ada kerusakan 1%

TOTAL 100% 0

Indikator 1 Adanya kerusakan dan fungsi Rumah pompa


INDIKATOR KEBOCORAN SCORE
Pondasi pompa dan mesin ambles 1
Rooster copot dan tembok retak 2
Pagar rumah pompa rusak 2
Ada kebocoran 3
Tidak adakerusakan rumah pompa 5

Indikator 2 Adanya kerusakan Discharge Box


INDIKATOR PENURUNAN DEBIT JENIS SCORE
Terjadinya keamblesan Discharge box 1
Danya keretakan dan kebocoran Discharge box 2
V notch retak atau cop[ot 3
Peilschal tidak terbaca 4
Tidak ada kerusakan Discharge box 5

Indikator 3 Adanya kerusakan Saluran Distribusi


INDIKATOR KEBOCORAN SCORE
Bila kebocoran lebih dari 80 % 1
Bila kebocoranantara 60 -< 80 % 2
Bila Kebocoran antara 20 -< 60 % 3
Bila kebocoran < 5% 4
Tidak ada kerusakan saluran distribusi 5

Indikator 4 Adanya kerusakan Asesories


INDIKATOR PENURUNAN DEBIT JENIS SCORE
Stand pipe rusak tidak berfungsi 1
Raiser pipe rusak dan tidak berfungsi 2
Airvalve rusak tidak berfungsi 3
Tidak ada kerusakan asesories 5

Indikator 5 JIAT tidak ada kerusakan


INDIKATOR PENURUNAN DEBIT JENIS SCORE
JIAT tidak ada kerusakan 5
LAMPIRAN 4.e EVALUASI KENERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

V. P3AT

No. INDIKATOR BOBOT (%) SCORE (1-5) NILAI Evaluasi kinerja Total nilai
1 2 3 4 5=3x4 Baik (B)
1 Kepengurusan 30% Aktif
2 Kegiatan pertemuan 20% Kurang aktif
3 Administrasi Organisasi 20% Tidak aktif
4 Keuangan P3AT 30% Tidak ada P3AT

TOTAL 100% 0

Indikator 1 Kepengurusan
INDIKATOR SCORE
Ketua Tidak P3AT aktif 1
Sekretaris bendahara tidak aktif 1
Pengelolaan hanya diurus Operator saja 2
Bagian teknis tidak aktif 4
semua pengurus aktif 5

Indikator 2 Kegiatan pertemuan


INDIKATOR SCORE
Tidak ada pertemuan 1
Pertemuan setahun sekali 2
Pertemuan setahun dua kali 3
Pertemuan menjelang tanam 4
Pertemuam bulanan 5

Indikator 3 Administrasi Organisasi


INDIKATOR SCORE
Tidak Ada AD/ART 1
Belum disahkan/belum berbadan hukum 2
Tidak ada buku notulen rapat dan laporan OP 2
Tidak ada daftar anggota dan pengurus 2
Administrasi lengkap 5

Indikator 4 Keuangan Organisasi


INDIKATOR SCORE
Tidak ada iuran organisasi 1
Tidak ada beya OP 2
Tidak ada laporan keuangan 3
Tidak disimpan di BRI 4
Catatan keuangan lengkap dan disimpan di BRI 5
LAMPIRAN 4.f. EVALUASI KENERJA PRASARANA IRIGASI AIR TANAH

VI.USAHATANI

No. INDIKATOR BOBOT (%) SCORE (1-5) NILAI Evaluasi kinerja Total nilai
1 2 3 4 5=3x4 Baik
1 Perobahan pola tanam 30% 0 Sedang
2 Keseragaman pola tanam 20% 0 Kurang
3 Peningkatan produktivitas 20% 0 Tidak ada Perobahan
4 Peningkatan pendapatan petani 20% 0
5 HVC 10% 0

TOTAL 100% 0

Indikator 1 Perobahan pola tanam


INDIKATOR SCORE
Tidak ada perobahan seluruh areal 1
Berobah 10 % 2
Berobah 25 % 3
Berobah 50 % 4
Berobah seluruh areal 5

Indikator 2 Keseragaman pola tanam


INDIKATOR SCORE
Tidak ada keseragaman 1
seragam 10 % 2
Seragam 25 % 3
Seragam 50 % 4
Seragam seluruh areal 5

Indikator 3 Peningkatan Produktivitas


INDIKATOR SCORE
Tidak meningkat 1
Meningkat 10 % 2
Meningkat 25 % 3
Meningkat 50 % 4
Meningkat 100 % 5

Indikator 4 Peningkatan pendapatan petani


INDIKATOR SCORE
Tidak meningkat 1
Meningkat 10 % 2
Meningkat 25 % 3
Meningkat 50 % 4
Meningkat 100 % 5

Indikator 5 High Value Crops (HVC)


INDIKATOR SCORE
Tidak ada HVC 1
Diusahakan 10 % Luas areal 2
Diusahakan 25 % Luas areal 3
Diusahakan 50 % Luas areal 4
Diusahakan 100 % Luas areal 5
untuk PENILAIAN KINERJA BERDASARKAN 6 INDIKATOR
diketahui : (berdasarkan konsep oleh Direktorat Bina OP, Ditjen.SDA)
1.Bobot Penilaian dan Indikator Kinerja JIAT
Berdasarkan Permen PUPR No.12 Tahun 2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan
disebutkan bahwa untuk menilai suatu kinerja operasi dan peeliharaan JIAT, maka
hal-hal yang harus diperhatikan ialah menyangkut kinerja prasarana fisik, kinerja
dari produktivitas tanam, kinerja sarana penunjang JIAT, kinerja organisasi
personalia, kelengkapan dokumentasi JIAT, serta kinerja dari Petani Pemakai Air
Tanah (P3AT).
Bobot penilaian yang diberikan pada hasil penilaian kinerja JIAT mengacu pada
bobot penilaian yang terdapat pada irigasi air permukaan. Bobot Penilaian Indeks
Kinerja JIAT disajikan pada Tabel berikut ini:

Bobot Nilai
No Komponen Penilaian
Komponen
1 Prasarana Fisik 45
2 Produktivitas Tanam 15
3 Sarana Penunjang 10
4 Organisasi Personalia 10
5 Dokumentasi 5
6 P3AT 15
OKE
Tabel 3.2 Tabel Indeks Penilaian Kinerja Prasarana Fisik JIAT
Nilai Prasarana * % Total Bobot
Bobot Bobot Faktual %
Total Bobot Faktual %
No Komponen Ideal Keterangan
Ideal % Kondisi Fungsi = {[0.3x(5)] + [0.7x(6)]}
% = jml (7)
x (3) / 100
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 Prasarana Fisik 45 -
a. Sumur 10,0 - - -
b. Mesin penggerak 5,0 - - -
c. Pompa 5,0 - - -
d.Rumah Pompa 5,0 - - -
e. Saluran/ Jaringan 5,0 - - -
f. Hidran Sederhana 5,0 - - -
g. Bangunan Pembagi (Box Pembagi) 5,0
g. Riser Pipe/Air Value 5,0 - - -
Bobot Penilaian Prasarana Utama -
Keterangan *):
Kolom 5 (kondisi) diisi dengan presentase sebagai berikut: Kolom 6 (fungsi) diisi dengan presentase sebagai berikut:
0 % = Tidak Ada 0 % = Tidak Ada
1 - 60% = Rusak Berat 1 - 60% = Rusak Berat
61 - 80% = Rusak Sedang 61 - 80% = Rusak Sedang
81 - 90% = Rusak Ringan 81 - 90% = Rusak Ringan
91 - 100% = Baik 91 - 100% = Baik
Kolom 7 (bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= {(0.3 x nilai kondisi) + (0.7 x nilai fungsi)} x bobot ideal / 100
Kolom 8 (total bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= penjumlahan dari semua bobot faktual.
OKE
Tabel 3.3 Tabel Indeks Penilaian Kinerja Produktivitas Tanam
Bobot Nilai Butir Bobot Faktual % Total Bobot
Total Bobot Faktual %
No Komponen Ideal Produktivitas Keterangan
Ideal %
% Tanam * % = (3) x (5) / 100 = jml (6)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
2 Produktivitas Tanam 5 -
a. Tingkat pemenuhan kebutuhan air 1,0 - -
b. Realisasi luas tanam 1,0 - -
c. Tingkat produktivitas padi 1,0 - -
d. Tingkat produktivita palawija 1,0 - -
e. Nilai panen yang dibandingkan dengan
biaya yang dikeluarkan oleh petani 1,0 - -
Bobot Penilaian Produktivitas Tanam -
Keterangan *):
Kolom 5 (nilai prasarana) diisi dengan presentase sebagai berikut:
1 - 50% = Tidak Memenuhi
51 - 100% = Memenuhi
Kolom 6 (bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= nilai prasarana x bobot ideal / 100
Kolom 7 (total bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= penjumlahan dari semua bobot faktual.
Tabel 3.4 Tabel Indeks Penilaian Kinerja
Prasarana Pendukung dan Prasarana Pelengkap JIAT
Nilai Prasarana * % Total Bobot
Bobot Bobot Faktual %
Total Bobot Faktual %
No Komponen Ideal Keterangan
Ideal % Kondisi Fungsi = {[0.3x(5)] + [0.7x(6)]}
% = jml (7)
x (3) / 100
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

3 Prasarana Pelengkap dan Pendukung 10 -


a. Bangunan Pengukur Debit 1,0 - - -
b. Jalan Inspeksi 1,0 - - -
c. Pagar Pengaman 2,0 - - -
d. Kantor OP 1,0 - - -
e. Rumah Operator 1,0 - - -
f. Alat Transportasi 1,0 - - -
g. Alat Komunikasi 1,0 - - -
h. Alat OP 2,0 - - -
Bobot Penilaian Prasarana Pelengkap dan Pendukung -
Keterangan *):
Kolom 5 (kondisi) diisi dengan presentase sebagai berikut: Kolom 6 (fungsi) diisi dengan presentase sebagai berikut:
0 % = Tidak Ada 0 % = Tidak Ada
1 - 60% = Rusak Berat 1 - 60% = Rusak Berat
61 - 80% = Rusak Sedang 61 - 80% = Rusak Sedang
81 - 90% = Rusak Ringan 81 - 90% = Rusak Ringan
91 - 100% = Baik 91 - 100% = Baik
Kolom 7 (bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= {(0.3 x nilai kondisi) + (0.7 x nilai fungsi)} x bobot ideal / 100
Kolom 8 (total bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= penjumlahan dari semua bobot faktual.
Tabel 3.5 Tabel Indeks Penilaian Kinerja Organisasi Personalia

Bobot Nilai Butir Bobot Faktual % Total Bobot


Total Bobot Faktual %
No Komponen Ideal Organisasi Keterangan
Ideal %
% Personalia * % = (3) x (5) / 100 = jml (6)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

4 Organisasi Personalia 10 -
a. Keberadaan organisasi 2,0 - -
b. Kelengkapan organisasi 1,0
c. Kejelasan tugas dan wewenang 2,0 - -
c. Kualifikasi personil 2,0
d. Kompetensi personil 3,0 - -
Bobot Penilaian Organisasi Personalia -
Keterangan *):
Kolom 5 (nilai prasarana) diisi dengan presentase sebagai berikut:
0 % = Tidak Ada
1 - 80% = Tidak Lengkap
81 - 100% = Lengkap
Kolom 6 (bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= nilai prasarana x bobot ideal / 100
Kolom 7 (total bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= penjumlahan dari semua bobot faktual.
Tabel 3.6 Tabel Indeks Penilaian Kinerja
Dokumentasi JIAT

Total Bobot
Bobot Total Bobot Nilai Buti *) Bobot Faktual % Faktual %
No Butir Keterangan
Ideal % Ideal % %
= (3) x (5) / 100 = jml (6)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

5 Dokumentasi JIAT
5.1 Dokumen Perencanaan 5 -
a. Gambar Teknik 0,5 - -
b. Spesifikasi 0,5 - -
c. Nota Desain 0,5 - -
d. Manual OP 2,0 - -
e. Peta Daerah Irigasi 0,5 - -
f. Skema Rencana Pembagian dan
0,5
Pemberian Air - -
g. Skema Jaringan Irigasi 0,5 - -
5.2 Dokumen Pembangunan 2 -
a. Kontrak Pembangunan 0,5 - -
b. As Built Drawing 0,5 - -
c. Dokumen Uji Pengaliran 0,5 - -
d. Dokumen Final Hand Over (FHO) 0,5 - -
5.3 Dokumen Hukum 3 -
a. Surat Tanah 1,0 - -
b. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 0,5 - -
c. Izin Lingkungan 0,5 - -
d. Surat Kesepakatan Pembagian Tugas 1,0 - -
Bobot Penilaian Dokumentasi JIAT -

Keterangan *):
Kolom 5 (nilai prasarana) diisi dengan presentase sebagai berikut:
0 % = Tidak Ada
1 - 80% = Tidak Lengkap
81 - 100% = Lengkap
Kolom 6 (bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= nilai prasarana x bobot ideal / 100
Kolom 7 (total bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= penjumlahan dari semua bobot faktual.
OKE

Tabel 3.7 Tabel Indeks Penilaian Kinerja P3AT

Bobot Total Bobot


Total Bobot Bobot Faktual %
No Butir Ideal Nilai Butir * % Faktual % Keterangan
Ideal %
% = (3) x (5) / 100 = jml (6)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

6 Struktur Organisasi (P3AT) 20 -


a. Kelengkapan struktur organisasi 2,0
b. Kejelasan tugas dan wewenang 2,0
c. Kelembagaan (sudah/belum berbadan hukum) 2,0 - -
d. Peran aktif P3AT dalam pelaksanaan operasi JIAT 3,0
e. Partisipasi P3AT dalam penanganan kerusakan ringan JIAT 3,0
f. Peran aktif dalam pengembangan SDM 3,0
g. Kesediaan P3AT untuk pembiayaan kegiatan OP 3,0
h. Pelaksanaan pertemuan rutin 2,0
Bobot Penilaian P3AT -
Keterangan *):
Kolom 5 (nilai prasarana) diisi dengan presentase sebagai berikut:
0 % = Tidak Ada
1 - 80% = Tidak Lengkap
81 - 100% = Lengkap
Kolom 6 (bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= nilai prasarana x bobot ideal / 100
Kolom 7 (total bobot faktual) diisi dengan hasil hitungan berikut:
= penjumlahan dari semua bobot faktual.
TERIMA KASIH

© Pusdiklat SDA dan Konstruksi, 2017